Logo
Pelakor Itu Sahabatku
Pelakor Itu Sahabatku

Pelakor Itu Sahabatku

98 Bab
Tamat
Pasca pengkhianatan dalam Pelakor Itu Sahabatku, Senja menutup diri dari cinta. Namun, seorang CEO muda bertekad menaklukkan hatinya. Di tengah trauma, ia harus memilih antara memulai hidup baru atau kembali ke masa lalu. Baca romance novel ini di antara daftar fiction books terbaik.
Bab 1 dari Pelakor Itu Sahabatku

"Iya, sayang. Aku juga merindukanmu. Kamu sabar, ya. Sebentar lagi kita akan bertemu."

Deg..

Langkahnya terhenti karena mendengar kalimat suaminya yang seketika membuat darahnya berhenti mengalir.

"Sa-sayang?!" Senja masih tak percaya dengan apa yang dia dengar.

Ia baru menyadari jika ada yang tidak beres dengan suaminya saat ini. Karena selama ini suaminya selalu mengangkat telepon meskipun berada disampingnya.

Dengan lancang dia menguping kembali pembicaraan sang suami karena rasa penasaran menyergapnya. Apalagi panggilan sayang masih membekas di ingatannya.

"Dengan siapa Mas Han berbicara?" batin Senja yang masih menguping di sana. Dia bersembunyi dibalik korden yang biasanya menutup pintu balkon.

"Iya, Sayang," ucap Han di sela tawanya.

Mata Senja membulat sempurna ketika mendengar Han kembali memanggil sayang dengan lawan bicaranya.

Senja meremas dadanya yang tiba-tiba sesak. Air matanya luruh begitu saja saat mendengar percakapannya suaminya yang entah dengan siapa. Apalagi panggilan sayang yang Han lontarkan telah mengusik hatinya.

Ya, Han Sanjaya adalah pria yang sudah menemaninya selama delapan tahun terakhir. Pria yang dengan gagahnya memintanya pada ibunya untuk meminangnya sebagai istrinya.

Tapi setelah delapan tahun bersama, dia tidak menyangka jika dia harus mendengar bibir suaminya memanggil sayang pada lain wanita.

Curiga? Sangat. Karena sebagai seorang istri Senja tidak pernah mengecewakan suaminya. Ia selalu patuh dan melayani suaminya setulus hati. Lalu apa kesalahannya sampai suaminya berbuat seperti itu?

Tapi dia harus memastikannya terlebih dahulu sebelum mengambil langkah selanjutnya. Bisa saja dia hanya salah sangka pada suaminya. Walau bukti nyata sudah di depan mata.

Senja mengusap air matanya dan berniat keluar dari persembunyiannya. Ia menarik bibirnya mengulas senyuman agar suaminya tidak curiga kepadanya.

"Mas.."

Han gelagapan sekaligus kaget karena dengan tiba-tiba Senja muncul di belakangnya.

"Senja, sayang. Sejak kapan kamu di situ?" Seketika Han menjadi gugup bukan main, karena takut sang istri mendengar apa yang dibicarakan ketika di balkon tadi.

Segera Han langsung menyimpan ponselnya ke dalam saku celananya.

Gegas ia mendekati Senja yang tengah berdiri di depan pintu balkon kamarnya.

"Barusan saja, Mas. Memangnya kenapa? Kenapa kamu kaget seperti itu?" tanya Senja dengan senyum menggoda, memasang wajah yang biasa saja. Seolah tidak terjadi apa-apa dan tidak mendengar apa-apa.

Han mengecup kening Senja berkali-kali. "Tidak. Aku hanya kaget saja saat kamu tiba-tiba muncul dari belakang."

"Benarkah?"

Menangkap sinyal kurang baik dari Senja, Han segera mengalihkan rasa curiga istrinya. "Sudahlah. Ayo kita sarapan. Aku sudah lapar."

Han pun menggandeng tangan Senja untuk keluar dari kamar. Jangan sampai istrinya itu menanyakan sesuatu tentang siapa yang menelponnya tadi. Bisa gawat urusannya, pikir Han gusar

Saat di depan pintu, suara cempreng menyambutnya dengan tawa lebarnya.

"Mama!!"

"Sayang." Senja berjongkok dan memeluk Bina.

Ciuman hangat mendarat di pipi Senja dari Bina. Di susul oleh Han yang juga ingin di cium oleh sang putri.

Senja berusaha keras mengontrol emosi di depan buah hatinya. Jangan sampai sang putri melihatnya bertengkar dengan suaminya karena masalah yang belum jelas keberadaannya.

Rasa penasaran memenuhi otaknya untuk segera mencari tahu secepatnya agar tidak menjadi penyakit hati.

Setelah sarapan bersama, Bina dan Han berpamitan untuk pergi ketujuan masing-masing. Tak lupa mereka mengecup pipi Senja bergantian.

"Aku berangkat ya, Sayang. Hati-hati di rumah. Mungkin aku tiga sampai empat hari di sana. Karena ini klien penting dari luar kota," terang Han sesaat akan masuk ke dalam mobilnya.

Walau penuh rasa curiga, Senja memaksakan senyumnya dan mengangguk.

Setelah ini, ia akan mencari tau apa yang selama ini di sembunyikan oleh suaminya.

Melihat mobil suaminya yang perlahan meninggalkan halaman, Senja bergerak cepat untuk mengambil tas dan kunci mobilnya. Kali ini jangan sampai ia kehilangan jejak suaminya.

Saat ia hendak masuk ke dalam mobil, sebuah mobil berwarna putih memasuki pintu gerbang. Membuatnya bertanya-tanya siapa yang bertamu kali ini.

Saat Senja tau siapa orang itu, dengan berjalan cepat ia menghampirinya.

"Bagus mas kamu cepat kemari. Ayo ikut aku sekarang juga."

Riki yang hendak keluar dari mobil pun bingung sendiri saat melihat Senja yang malah masuk ke dalam mobilnya.

"Hey, kamu mau ngapain? Aku ingin bertemu Bina makanya aku kemari," protes Riki saat Senja memakai sabuk pengaman seolah bersiap untuk pergi.

"Sudah, Ayo pergi!! Nanti aku kasih tau mau kemana."

"Tapi_"

"Mau jalan sekarang, atau kamu bukan abangku lagi," ancamnya tidak main-main dengan sorot mata yang tajam.

Riki akhirnya menurut. Dia memutar kemudinya untuk kembali lagi keluar dari gerbang rumah Senja.

Selama perjalanan hatinya tidak tenang. Pikirannya melayang saat mengingat pembicaraan suaminya saat di balkon kamarnya tadi. Apalagi samar-samar ia mendengar nama sebuah hotel di luar kota di sebut. Semakin kalut pikiran Senja saat ini.

Bukan Ia tidak percaya dengan kesetiaan suaminya, tapi panggilan sayang itu yang membuat Senja waspada.

"Mau kemana ini, Nja?" tanya Riki dengan fokus pada kemudinya. Karena sedari tadi Senja hanya diam dan sibuk menatap setiap mobil yang berada di depannya. Seperti sedang mengintai sesuatu.

"Sudah. Jalan saja, Mas. Nanti aku kasih tau. Ayo cepat!!" ujar Senja yang masih fokus karena takut kehilangan jejak sang suaminya.

Riki hanya mengangguk patuh. Ia menekan pedal gas semakin dalam untuk menuruti perintah adiknya.

Matanya tiba-tiba menyipit ketika melihat sebuah mobil yang tak asing baginya. Ia juga memastikan nomer plat mobil itu, dan ternyata benar. Tidak di ragukan lagi jika itu adalah mobil suaminya.

"Nah, itu mobil mas Han!! Ikuti, Kak. Cepat!!" tunjuk Senja pada sebuah mobil dengan plat nomor yang di hafalnya. Berhenti paling depan di sebuah lampu merah.

Mata Riki pun memindai ke mana arah pandangan Senja.

"Lalu?!" Riki masih belum mengerti kenapa Senja mengikuti mobil suaminya. Karena selama ini Senja tidak pernah bertindak seperti ini.

"Ck!! Sudahlah, bang. Abang ikutin aja mobilnya mau ke mana. Nanti juga tahu tujuannya sebenarnya. Karena jujur aku pun tak tahu tujuan suamiku, karena pamitnya sama aku kerja ke luar kota," sentak Senja yang mulai terpancing emosi dengan pertanyaan sang abang.

"Kan udah tahu ke luar kota, tapi kenapa kamu masih ngikutin dia? Apa kamu tidak percaya dengan suamimu, Nja?" tanya Riki lagi yang merasa heran karena tidak seperti biasanya adiknya itu menaruh curiga pada suaminya.

Karena biasanya Senja akan selalu percaya apapun yang dilakukan suaminya di luaran sana. Percaya jika Han tidak akan pernah membuatnya kecewa.

Lalu kenapa Senja bertindak seperti ini sekarang? Apakah ada sesuatu yang disembunyikan oleh Han pada Senja? Benak Riki ikut bertanya-tanya. Menerka apa yang sedang terjadi pada rumah tangga adiknya.

Selama perjalanan Senja tampak gusar. Dia seolah tak tenang menanti ke mana arah tujuan suaminya tersebut. Dia juga mengultimatum Riki agar tidak sampai kehilangan jejak suaminya kali ini. Karena ia penasaran apa yang dilakukan Han sebenarnya.

"Kamu kenapa sih tidak percaya begitu sama suamimu? Kalian bertengkar?"

"Apakah Senja harus menjawabnya, Mas?"

" Bukan karena aku mau ikut campur atas rumah tangga kamu, tapi apapun yang terjadi, kamu adalah adik aku yang harus aku jaga dan lindungi, Senja. Jadi aku mohon jangan ada yang kamu tutupi dariku."

Senja menghela nafas berat. "Apakah aku salah jika mengikuti suamiku karena aku mendengar dia memanggil seseorang di telepon dengan sebutan sayang."

Refleks Riki langsung menoleh ke arah Senja yang berada di sampingnya. Masih tak percaya dengan apa yang dikatakan barusan.

"Kamu jangan ngaco ya, Nja? Mana mungkin Han seperti itu?" Riki terkekeh tak percaya.

Senja tersenyum hambar. "Berarti apa yang dipikiran mas Riki sekarang juga sama dengan yang ada di pikiran aku. Aku pun tidak percaya ketika mas Han memanggil sayang pada lawan bicaranya di telepon pagi tadi. Tapi aku tidak bisa menyangkal kebenaran itu. Aku sudah berusaha membuang jauh pikiran buruk itu, tapi semakin aku membuangnya, semakin pula menyiksaku, Mas."

Mata Senja sudah berkaca-kaca. Hingga akhirnya air mata itu pun tumpah juga. Senja tergugu dalam tangisnya, meratapi nasib rumah tangga yang entah akan kemana membawanya bermuara.

Tangan Riki mencengkram kemudi dengan kuat. Dadanya bergemuruh menahan emosi, tidak terima jika adiknya dipermainkan seperti itu. Tapi dia juga tidak boleh gegabah dalam mengambil kesimpulan. Karena dia juga belum tahu seperti apa kejadian yang sebenarnya.

"Sudah. Lebih baik kamu jangan berpikiran aneh-aneh. Semoga tidak terjadi dengan apa yang kamu pikirkan saat ini. Jika sampai itu terjadi, aku sendiri yang akan memberi pelajaran pada suamimu itu."

Senja bungkam. Ia pun berharap demikian. Pikirannya melayang, namun matanya menatap fokus pada mobil suaminya yang masih setia berjalan di depannya.

Suasana mobil menjadi hening. Riki masih fokus pada mobil Han. Sedangkan Senja tak hentinya mengusap air matanya, karena pikiran buruknya mendominasi otaknya saat ini.

Ia tak ingin dikhianati, karena perasaannya sangat dalam untuk suaminya. Apalagi memikirkan nasib Bina yang entah bagaimana jika kehilangan sosok papa yang selalu diidolakannya.

Hingga akhirnya mereka sampai di sebuah pelataran hotel di luar kota. Senja dan Riki masih menunggu pergerakan dari Han yang masih berada di dalam mobil. Entah apa yang dia lalukan hingga tak kunjung keluar dari mobilnya.

Ketika mata Senja melihat sekitaran hotel, mata sayunya tak sengaja melihat sosok wanita yang dia kenal baru turun dari taksi online dan langsung menghampiri suaminya.

"I_itu?"

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1
CH. 2
CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Benih Sang Pewaris
Benih Sang Pewaris
Dalam Benih Sang Pewaris, Isabella menghadapi konflik besar setelah mengandung anak dari orang asing. Sebagai pelayan hotel, ia harus memilih antara imbalan besar atau martabatnya. Ikuti kisah billionaire romance novels ini dalam perjuangan sang ibu mencari kebahagiaan di web novel modern ini.
Boss Lady: Mantan Suamiku Ingin Aku Kembali
Boss Lady: Mantan Suamiku Ingin Aku Kembali
Dalam Boss Lady: Mantan Suamiku Ingin Aku Kembali, Selena berhenti menjadi istri penurut dan membangun kerajaan bisnis sendiri. Kenneth terobsesi mengejarnya kembali di romance novel ini. Baca kisah billionaire romance novels ini untuk melihat perjuangan Selena menjaga kemandiriannya.
Cinta dan Dosa
Cinta dan Dosa
Dalam novel modern Cinta dan Dosa, Bisma, putra CEO kaya, terjebak obsesi pada Melati yang mencintai sahabatnya sendiri. Menghadapi konsekuensi dosa masa lalu, ia harus memilih antara berubah atau melepas cintanya. Baca billionaire romance novels ini untuk mengikuti kisah penebusannya.
Hakikat cinta yang kau nodai
Hakikat cinta yang kau nodai
Dalam novel Hakikat cinta yang kau nodai, Hana berusaha bangkit dari pengkhianatan Devan. Kehadiran Rama, pewaris Abimana Group, membawa harapan baru dalam romance novel ini. Akankah cinta sang billionaire mampu melampaui hierarki bisnis? Baca kisah selengkapnya di webnovel populer ini.
Identitas Ganda Suamiku
Identitas Ganda Suamiku
Dalam Identitas Ganda Suamiku, Nadine terpaksa menikahi pria yang mengaku bangkrut. Namun, rentetan keberuntungan mewah membuatnya curiga. Baca romance novel ini untuk mengungkap rahasia sang konglomerat di balik kehidupan billionaire romance novels yang penuh kejutan dalam webnovel ini.
Kembalinya Istri yang Tak Diinginkan
Kembalinya Istri yang Tak Diinginkan
Dalam Kembalinya Istri yang Tak Diinginkan, Alisha dikhianati Jordan hingga bercerai. Kini ia bangkit menjadi artis terkenal di modern novel ini. Saat Jordan memohon rujuk, Alisha telah bersama taipan berkuasa. Baca billionaire romance novels ini untuk kisah pembalasan yang elegan.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Jadi Tuan Muda dalam Semalam (Sulih Suara)
Jadi Tuan Muda dalam Semalam (Sulih Suara)
Emir Feris tinggal bersama ibunya di kawasan kumuh selama 22 tahun. Lantaran tidak mampu memenuhi gaya hidup mewah pacarnya, Emir pun diputuskan secara sepihak.Namun, siapa sangka, di malam yang sama, kakek Emir yang merupakan orang terkaya di daerah tersebut datang mencari Emir?
Dari Nol Sampai Puncak
Dari Nol Sampai Puncak
Pada tahun 2003, pemuda desa Jovan Liman pergi ke Kota Tungkun untuk mengejar mimpinya. Meskipun sering menghadapi kegagalan, dia tetap teguh pada hati nuraninya dan berpegang pada prinsip. Dengan keberanian dan strategi, dia bertemu teman-teman, melawan kekuatan gelap, mendirikan industri hiburan resmi, dan melalui kerja keras membangun kariernya sendiri, menunjukkan energi positif orang biasa.
Dia Naik ke Puncak
Dia Naik ke Puncak
Di kehidupan sebelumnya, dia sangat mencintai suaminya dan melakukan apa pun yang dia bisa untuk membantunya naik pangkat. Namun, suaminya mengkhianatinya, berselingkuh dengan sahabatnya, mencekiknya, dan memusnahkan seluruh keluarganya. Setelah diberi kesempatan kedua dalam hidup, dia bertemu dengan saingan politik suaminya dan memutuskan untuk bergabung dengannya. Kali ini, saksikan bagaimana dia menjadi tangguh dan berhasil membalas dendam pada bajingan itu.
Kencan Buta Mematikan
Kencan Buta Mematikan
Stella Sosro, gadis lajang yang menolak pinangan Dennis Liman dengan alasan sembarangan, tanpa sengaja menjadi "tersangka" penyebab bunuh diri ibu Dennis, Heidi Liman. Ia tak hanya harus mengganti rugi 6 miliar kepada Keluarga Liman, tetapi juga tewas putus asa dihantam opini publik. Saat terbuka matanya kembali, Stella kembali ke hari ia berkencan buta dengan Dennis. Kali ini, ia bertekad takkan mengulangi kesalahan yang sama.
Keheroikan Sang Kakak di Pernikahan
Keheroikan Sang Kakak di Pernikahan
Dia pulang ke rumah untuk menghadiri pertunangan saudara laki-lakinya, tetapi malah dikira sebagai wanita simpanan dan dipermalukan oleh saudara iparnya. Saat kebenaran terungkap, dia menemukan rencana jahat saudara iparnya: kehamilannya palsu, dan dia berencana membunuh saudara laki-lakinya untuk mengambil alih perusahaan.
Mimpi Buruk Seorang Ibu
Mimpi Buruk Seorang Ibu
Clara yang kecanduan judi meninggalkan cucunya, Kacie, sendirian di dapur. Kacie lalu menggunakan jam tangan pintarnya untuk menelepon ibunya, Ella, yang menyadari ada yang tidak beres sebelum baterai jam tangan anaknya habis. Ella yang tidak dapat menghubungi Clara segera menelepon suaminya, Devin, yang sedang bersama mantan kekasihnya dan menganggap kekhawatiran Ella sebagai reaksi berlebihan. Akhirnya Kacie meninggal akibat keracunan gas, dan Devin baru menyadari kebenaran tragis ini di rumah duka.