Logo
Pahitnya Menjadi Pilihan Kedua
Pahitnya Menjadi Pilihan Kedua

Pahitnya Menjadi Pilihan Kedua

75 Bab
Tamat
Dalam Pahitnya Menjadi Pilihan Kedua, Nadira terpaksa menjadi ibu pengganti bagi putra bos mafia, Rafhael. Terjebak rahasia gelap dan konflik bisnis, ia harus memilih antara dendam atau cinta. Baca novel modern ini di platform web novel untuk mengikuti kisah mafia romance books yang penuh intrik.
Bab 1 dari Pahitnya Menjadi Pilihan Kedua

Hujan turun dengan deras di kota yang jarang tidur itu. Lampu-lampu jalan memantul di genangan air, menciptakan bayangan yang seolah menari-nari di trotoar yang basah. Di sebuah apartemen kecil di lantai sepuluh, Nadira Arsyad duduk membeku di depan jendela, menatap tetesan hujan yang menetes perlahan. Ia menarik napas panjang, mencoba menenangkan hatinya yang hancur.

Dua minggu yang lalu, dunia Nadira runtuh. Suaminya, Alfian Prakoso, meninggal secara tragis dalam kecelakaan yang tak pernah ia sangka. Dan lebih memilukan lagi, bayi yang dikandungnya selama sembilan bulan juga tak sempat melihat dunia ini. Rasa sakit itu begitu menyiksa, seakan setiap sel dalam tubuhnya menjerit memanggil kedua orang yang dicintainya itu.

"Kenapa... kenapa semuanya harus begini?" bisik Nadira pelan, suaranya nyaris tenggelam oleh derasnya hujan. Matanya memerah, namun air mata tak lagi menetes. Hatinya sudah kebal, atau mungkin terlalu lelah untuk menangis lagi.

Tiba-tiba, dering teleponnya memecah kesunyian apartemen itu. Nadira menatap layar, dan seketika wajahnya mengeras. Nomor yang muncul di layar bukan nomor biasa. Itu nomor Rafhael Satrio.

Rafhael-nama yang sudah cukup menakutkan bagi siapa pun yang mengenalnya. Pria itu dikenal sebagai ketua salah satu jaringan mafia paling berpengaruh di kota ini. Kejam, dingin, dan tanpa ampun bagi siapa saja yang menghalangi jalannya. Namun anehnya, saat ini, dia menelpon Nadira.

Dengan tangan gemetar, Nadira mengangkat telepon. "Halo?" suaranya terdengar tegang.

"Selamat malam, Nadira," suara di seberang terdengar tenang tapi berat, seperti gelap yang melingkupi ruangan. "Aku datang menemuimu. Sekarang."

Nadira menelan ludah. "Kenapa? Aku... aku tidak ingin bertemu denganmu, Rafhael."

"Ini bukan permintaan. Aku tidak suka menunggu," kata Rafhael singkat. Nada bicaranya dingin, tegas, dan tak memberi ruang untuk keberatan.

Hati Nadira berdetak kencang. Ia tahu menolak bukanlah pilihan. Di dalam hatinya, ia juga tahu bahwa ini akan mengubah hidupnya selamanya. Dengan berat hati, ia menggenggam jaketnya dan berjalan menuju mobil yang terparkir di bawah. Hujan tak menghalanginya; hatinya sudah terlalu basah oleh air mata untuk peduli lagi.

Mobil mewah hitam milik Rafhael menunggu di lobi apartemen. Begitu Nadira masuk, Rafhael menyipitkan matanya, memeriksa setiap detail di wajahnya. Nadira merasakan tatapannya seperti pisau yang menembus tulang.

"Kau tahu alasan aku memanggilmu?" tanya Rafhael saat mobil meluncur di jalanan basah.

Nadira menunduk, menahan amarah dan rasa takutnya. "Aku bisa menebaknya," jawabnya singkat.

Rafhael diam, hanya menghela napas panjang. "Anakku... kau akan merawatnya."

Nadira menatapnya, tak percaya. "Maaf? Apa maksudmu?"

Rafhael menoleh, matanya yang gelap menatap tajam. "Suamiku... aku tidak akan mengatakan itu lagi. Kau akan menjadi ibu pengganti untuk anakku. Tidak ada diskusi. Tidak ada penolakan."

Nadira terdiam, napasnya tertahan. Kata-kata itu seperti pukulan di perutnya. Bagaimana mungkin ia-yang baru saja kehilangan segalanya-harus mengurus anak seorang pria yang ia bahkan tak kenal sebelumnya, seorang pria yang dingin dan menakutkan itu?

"Tapi aku... aku bukan siapapun yang bisa menggantikan ibu anakmu," gumam Nadira, suaranya bergetar.

"Tidak masalah. Kau tidak punya pilihan," jawab Rafhael, dan kata-katanya itu tidak bisa diganggu gugat.

Dalam perjalanan itu, Nadira merasa dunia semakin gelap. Hatinya berontak, tubuhnya menolak. Namun di dalam, ada sesuatu yang membuatnya tetap bergerak-anak itu. Anak yang tak bersalah, yang entah kenapa nasibnya kini terikat dengan kehidupannya sendiri.

Malam itu, Nadira sampai di mansion Rafhael. Gedung besar itu berdiri kokoh di tengah hujan, dikelilingi oleh pagar tinggi dan penjagaan ketat. Begitu ia memasuki ruangan, Rafhael sudah menunggunya di ruang keluarga, duduk di kursi besar dengan postur yang selalu menimbulkan rasa takut. Di pangkuannya, seorang bayi kecil tidur, wajahnya lucu namun tak berdosa.

"Namanya... Arka," kata Rafhael. "Sejak ibunya meninggal, dia hanya mengenalku sebagai ayahnya. Dan kau... kau akan menjadi ibunya."

Nadira menatap bayi itu, hatinya terasa tertusuk. Bayi ini mengingatkannya pada anak yang tak pernah ia lahirkan. Tangannya gemetar saat ia mendekat, dan Rafhael meletakkan bayi itu di pelukannya. Arka menatapnya dengan mata yang jernih dan polos, seakan mengenali sesuatu yang tak bisa dijelaskan.

"Jangan coba menolak," Rafhael menegaskan. "Jika kau menolak, konsekuensinya... kau tidak ingin tahu."

Nadira menelan ludah, menatap Arka. "Baik... aku akan merawatnya. Tapi jangan harap aku akan mencintaimu, atau bahkan menyukai situasiku ini," bisiknya.

Rafhael tersenyum tipis, dingin. "Aku juga tidak mengharapkan itu. Tapi kau harus bisa bertahan."

Hari-hari berikutnya menjadi neraka bagi Nadira. Rafhael jarang menunjukkan sisi lembutnya; ia tegas, dingin, dan kadang kejam jika Arka tidak menurut. Nadira, yang baru belajar menjadi ibu, sering kewalahan. Setiap tangisan Arka membuat hatinya hancur, namun ia berusaha tetap kuat, menyembunyikan kesedihan pribadinya.

Namun, di balik sikap keras Rafhael, ada sesuatu yang mulai ia rasakan. Perhatian kecil yang ia tunjukkan, cara ia menatap Arka dengan lembut saat Nadira tak melihat, mulai membuka celah di hatinya. Nadira tidak ingin mengakuinya, tapi ada getaran aneh yang muncul setiap kali Rafhael tersenyum tipis padanya-senyum yang jarang muncul, tapi mampu membekas lama.

Suatu malam, ketika hujan turun lagi, Nadira menemukan Rafhael duduk sendirian di ruang kerjanya. Cahaya lampu redup menyoroti wajah tegangnya, mata gelapnya menatap jauh ke luar jendela. Nadira masuk perlahan, membawa secangkir teh hangat.

"Kau tidak tidur?" Nadira bertanya, suaranya pelan.

Rafhael menoleh. "Aku tidak bisa. Pikiranku... berantakan."

Nadira duduk di seberangnya, menaruh cangkir di meja. Ada jarak di antara mereka, tapi juga ketegangan yang sulit diabaikan. "Apakah... kau merasa bersalah?"

Rafhael menghela napas panjang. "Bukan rasa bersalah... tapi rasa kehilangan. Aku seharusnya bisa mencegah semuanya. Suamimu... ia seharusnya selamat. Tapi aku terlambat."

Nadira menahan napasnya. Kata-kata itu seperti pedang yang menembus hatinya. Ia tahu kebenaran itu-Rafhael-lah yang seharusnya bisa menolong suaminya ketika kecelakaan terjadi. Tapi mengetahui fakta itu tidak membuatnya membenci Rafhael; justru campuran amarah dan rasa sakit mulai bercampur dengan sesuatu yang tak ia pahami-rasa simpati, bahkan... mungkin ketertarikan.

"Dan aku juga... aku harus jujur padamu," lanjut Rafhael, suaranya lebih lembut. "Suamimu... ia memiliki andil dalam kematiannya. Konflik lama... membuat semuanya semakin buruk. Aku tidak ingin menyalahkanmu, tapi kau harus tahu kebenaran ini."

Nadira menunduk, air mata kembali menetes. Hatinya terasa hancur berkeping-keping-dendam, kesedihan, dan rasa cinta yang tak bisa ia kendalikan bercampur menjadi satu.

"Jadi... kita berdua... terluka karena satu sama lain," bisiknya. Suaranya bergetar.

Rafhael mengangguk, mata gelapnya menatap dalam. "Ya. Dan entah bagaimana, aku masih... tidak bisa membenci anakmu. Atau bahkan dirimu."

Nadira menatapnya, hati berdebar. Kata-kata itu seperti bom yang meledak perlahan di dadanya. Ia benci dirinya sendiri karena merasakannya. Bagaimana mungkin, dalam situasi yang penuh dendam dan kehilangan ini, hatinya bisa mulai merasakan sesuatu terhadap pria yang menyebabkan tragedinya?

Hari-hari berlalu, dan hubungan mereka menjadi rumit. Nadira merawat Arka dengan sepenuh hati, sementara Rafhael mulai membuka sisi lembutnya yang jarang terlihat orang. Mereka berdua hidup dalam ketegangan: satu sisi cinta yang perlahan tumbuh, satu sisi dendam dan rasa bersalah yang menghantui.

Pertanyaan besar selalu mengintai: apakah cinta mereka bisa bertahan, ataukah rasa sakit dan pengkhianatan akan mengubah mereka menjadi musuh selamanya?

Nadira menatap Arka yang tertidur di pelukannya, dan Rafhael yang berdiri di dekat jendela, menatap malam basah di luar. Hujan masih turun deras, seperti dunia yang ingin membersihkan segala dosa dan kesedihan. Tapi mereka tahu, membersihkan hati tidak semudah menyingkirkan air hujan.

Dan malam itu, Nadira menyadari satu hal yang menakutkan sekaligus menenangkan: kehidupan barunya bersama Rafhael tidak akan pernah mudah. Tapi mungkin... hanya mungkin, cinta bisa lahir di antara luka dan rahasia yang mereka simpan.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Beauty and The Mafia
Beauty and The Mafia
Dalam Beauty and The Mafia, Rosetta Alighieri dituduh mencuri kalung warisan mafia Marco Botticelli akibat fitnah saudara kembarnya. Terjebak dalam intrik dunia kriminal, ia harus memilih antara komitmen berbahaya atau pelarian. Baca mafia romance books ini di webnovel sekarang.
Belenggu Cinta Sang Pangeran Mafia
Belenggu Cinta Sang Pangeran Mafia
Dalam Belenggu Cinta Sang Pangeran Mafia, Belleza terjebak pernikahan bisnis demi klan. Namun, kematian ayahnya memicu dendam membara di tengah pengkhianatan. Baca mafia romance books ini untuk mengungkap rahasia besar dan intrik kekuasaan dalam web novel yang penuh ketegangan ini.
BENIH PEWARIS TUNGGAL TUAN MUDA
BENIH PEWARIS TUNGGAL TUAN MUDA
Dalam novel romance modern BENIH PEWARIS TUNGGAL TUAN MUDA, Sofia terpaksa menikahi keponakan mafia demi melunasi hutang. Setelah kabur karena menyaksikan pembunuhan, ia kembali bertemu Yesaya saat hamil besar. Baca mafia novel ini untuk melihat perjuangan Yesaya mendapatkan kembali hati Sofia.
Gadis Imigran
Gadis Imigran
Dalam Gadis Imigran, Iris Barcova terjebak dunia mafia demi biaya pengobatan ayahnya. Ia terpaksa menerima pernikahan kontrak dari pria berbahaya di romance novel ini. Di antara pengabdian keluarga dan pilihan cinta dokter setia, Iris harus bertahan dari pengkhianatan yang mengancamnya.
Istri Jaminan Sang Laksamana
Istri Jaminan Sang Laksamana
Dalam Istri Jaminan Sang Laksamana, Shawn Miller terlibat perjanjian berbahaya dengan mafia demi daftar rahasia negara. Sebagai jaminan, ia menikahi Kiran tanpa pernah melihat wajahnya. Ketegangan memuncak saat sang Admiral bertemu istrinya di pengadilan dalam mafia novel penuh intrik ini.
JERAT CINTA TUAN MAFIA
JERAT CINTA TUAN MAFIA
Pasca pengkhianatan kekasihnya, Louisa terjebak dalam masalah besar hingga diselamatkan pria misterius. Namun, keputusan cerobohnya memberikan hadiah kepada sang penolong justru menyeretnya ke dalam JERAT CINTA TUAN MAFIA. Simak kelanjutan kisah mafia novel ini dalam web novel terbaru.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Ayah, Kau CEO?
Ayah, Kau CEO?
Dia tinggal di desa kecil dan selalu menganggap keluarganya miskin, tetapi ternyata kebenarannya justru sebaliknya.
Hamil Kembar Usia 60
Hamil Kembar Usia 60
Di kehidupan sebelumnya, Monika Sidjaja dimanfaatkan putri tunggal Juwita dan menantu Harun Radja sampai tewas di kontainer. Lahir kembali saat cucu lahir, dia langsung balas: hentikan kartu tambahan, tolak beli rumah, biarkan Juwita tinggal di kontainer. Di usia enam puluh, dia nekat hamil lagi. Saat pesta ulang tahun, menantu dan putrinya bikin rusuh, Monika tegas umumkan hamil kembar laki-laki dan perempuan: Aku tidak butuh anak durhaka!
Pewaris Dinasti Xia
Pewaris Dinasti Xia
Qin Xiaochuan, seorang kurir malang, tiba-tiba terlempar ke masa lalu dan tanpa sengaja disangka sebagai kasim di dalam istana kerajaan. Dengan kecerdasan modernnya, ia berhasil mengelabui intrik-intrik istana, menarik perhatian para selir, dan terus selangkah di depan bahaya. Saat Qin Xiaochuan mengakali musuh-musuhnya dan memainkan politik rumit di lingkungan istana, ia menjalin hubungan rahasia dengan pelayan istana bernama Xiaolian. Di tengah lika-liku yang penuh kejutan, ia terus menentang takdirnya. Mampukah "kasim" yang tidak biasa ini bertahan dalam dunia istana yang penuh pengkhianatan—atau rahasianya akan terbongkar?
Kakakku Beraksi dengan Dinasti Mafianya
Kakakku Beraksi dengan Dinasti Mafianya
Irina Petrov mungkin hanya terlihat seperti montir rendahan biasa, tapi dia sebenarnya adalah Ratu Mafia kejam penguasa New York. Niat hati datang ke pernikahan Sasha untuk merayakan hari bahagia sang adik, Irina malah harus melihatnya dihina, dimanfaatkan, dan dikhianati oleh keluarga mempelai pria. Mereka pikir bisa dengan mudah menginjak-injak dua kakak beradik yang tak berdaya. Namun, sebagai Ratu Mafia, sejauh apa Irina akan bertindak untuk membuat mereka membayar lunas semuanya?
Anak Kecil Jadi Bos?
Anak Kecil Jadi Bos?
Lina putri keluarga ternama mendapati tunangannya selingkuh. Lina yang sedang berpikiran kacau akhirnya berhubungan cinta di bawah pengaruh obat bersama seorang gigolo yang tak ia kenal. Lina diberitakan mengandung anak gigolo dan membuat keluarganya hancur. Ibunya bunuh diri, ayahnya koma, ia juga harus membesarkan anaknya yang kembar lima seorang diri, dan perusahaan keluarganya diambil alih oleh saudari tirinya dan tunangannya. Setelah lima tahun, Lina pun bertemu lagi dengan pria gigolo yang nggak ia sadari ternyata pria itu adalah CEO dari tempatnya bekerja.
Sebelum Hati Ini Beku
Sebelum Hati Ini Beku
Setelah kedua orang tuanya meninggal, Vano diadopsi oleh Keluarga Ludo. Dia dijodohkan dengan ketiga putri Keluarga Ludo, dengan kesepakatan akan menikahi salah satu dari mereka saat berusia 22 tahun. Namun, karena kemunculan Axel, Vano dicampakkan oleh ketiga saudari Ludo. Dalam keputusasaan, dia menikah kilat dengan Gwen, yang telah lama memendam cinta padanya. Ketiga saudari itu tidak percaya Vano menikahi orang lain, mengira dia hanya berakting...