Logo
OPEN BO
OPEN BO

OPEN BO

95 Bab
Tamat
Dalam novel romance OPEN BO, Laras terjebak menjadi wanita panggilan demi menutupi rahasia dari Bagas. Meski Bagas hidup sederhana sebagai kuli, sebuah mobil mewah mengungkap pengkhianatan ini. Ikuti kisah billionaire romance books ini tentang pilihan sulit dan konsekuensi besar.
Bab 1 dari OPEN BO

Istriku digilir banyak laki-laki di saat aku pergi bekerja!!

________________

Jakarta 2010

Brak!

"Enyah kalian dari rumah saya!"

"Tolong kasih saya kesempatan lagi, Bu! Paling tidak tunggu suami saya pulang dulu ..."

"Alaaa ... ngapain mesti nunggu suami kamu yang kere itu? Paling juga si Bagas mau minta tempo lagi! Nggak sudi saya!"

Laras menangis sambil duduk di teras rumah kontrakan yang sudah ia tempati bersama suaminya selama lima bulan. Perempuan pemilik kontrakan marah besar karena mereka menunggak lagi.

Mau bagaimana lagi?

Laras tidak punya uang simpanan sepeser pun. Sementara suaminya, Bagas belum dapat kerjaan sejak mereka meninggalkan Solo.

Laras tidak menyalahkan sikap kasar pemilik rumah kontrakan yang mengusirnya. Wajar saja dia marah, karena mereka belum membayar hingga dua bulan terakhir.

Adzan Magrib terdengar berkumandang dari toa mesjid.

Bagas baru saja tiba di pelataran rumah. Dia terkejut setengah mati melihat istrinya yang sedang menangis. Juga pemilik rumah kontrakan yang sedang melempar semua barang-barang mereka dari ambang pintu.

Segera laki-laki itu menepikan motor bututnya. Bergegas langkah panjang Bagas menghampiri Laras.

"Mas Bagas," lirih istrinya. Dengan mata basah Laras melihat suaminya datang.

Bagas menatap sendu wajah Laras. Sang istri masih terisak-isak. Lantas ia menoleh ke arah perempuan bertubuh gemuk yang sedang memasang wajah sinis melihatnya.

"Bu, tolong jangan usir kami. Insyaallah besok saya akan membayar uang kontrakan," kata Bagas tidak yakin.

Bu Rina, pemilik rumah kontrakan tersenyum miring mendengarnya. "Besok kata mu? Emang besok kamu punya duit mau bayar? Minggu lalu juga kamu bilang besok mau bayar, tapi apa? Tai kucing!"

Bagas tertunduk lesu mendengar penuturan Bu Rina.

Benar, dia tidak tahu apa besok bisa dapat uang buat bayar kontrakan atau tidak. Seharian ini saja dia belum dapat kerjaan. Meski sudah kesana-kemari mencarinya.

Melihat Bagas yang kebingungan, Bu Rina berdecak jengah. "Kalian ini bikin saya pusing saja! Lebih baik cepat enyah dari hadapan saya! Rumah ini udah ada yang mau tempati!" katanya lantas pergi.

Melihat hal itu, Laras putus asa. Sementara Bagas segera menyusul langkah Bu Rina.

"Bu, saya mohon ... tolong kasih kamu tempo sampai Minggu depan. Saya janji akan bayar. Tapi tolong jangan usir kami sekarang. Saya bingung mau kemana malam-malam begini," lirih Bagas dengan muka memelas.

Bu Rina menatap bosan. "Tadi kamu bilang besok, sekarang Minggu depan. Saya tahu sebenarnya kamu memang nggak mampu bayar! Jadi, sudahlah! Saya muak dengarnya."

Bagas terdiam sejenak. Dia berpikir keras sampai jemarinya gemetaran. Dia bingung harus pergi kemana kalau mereka benar-benar di usir dari kontrakan.

Sejak menikahi Laras enam bulan yang lalu, orang tuanya tak sudi lagi menerimanya di rumah besar mereka. Bahkan, Bagas dilarang kembali ke kota asalnya, Solo.

"Bu, saya mungkin tidak punya apa-apa buat dijadikan jaminan, tapi saya bersedia menjadi pelayan Bu Rina, kalau saya tidak bisa bayar Minggu depan."

Mendengar penuturan Bagas, Bu Rina cukup terkejut. Dia menoleh langsung ke arah laki-laki muda yang berdiri di sampingnya.

Bagas menundukkan kepalanya dalam keputusasaan.

Minggu lalu sewaktu Bu Rina akan mengusirnya dari kontrakan, saat itu Laras belum pulang. Cuma ada Bagas di rumah.

"Saya tahu kamu nggak punya duit buat bayar, tapi ... saya punya tawaran buat kamu."

"Tawaran? Apa itu, Bu Rina?"

Perempuan berusia 45 tahun itu tersenyum smirk, lantas menjawab dengan mencondongkan wajahnya ke depan Bagas.

"Kamu masih muda dan gagah. Kamu bisa jadi pelayan saya."

Bagas terkejut. Wajahnya  berbinar. "Jadi pelayan di rumah makan Bu Rina maksudnya? Saya mau, Bu!"

Bu Rina tersenyum miring lalu menggeleng. "Bukan. Di rumah makan sudah ada tiga pelayan, saya nggak mau tambah lagi."

"Lantas?"

"Kamu bisa jadi pelayan pribadi saya. Tugas kamu cuma bikin saya seneng. Kamu mau, kan?"

Bagas tercengang. Dia lantas mundur dengan wajah tidak percaya. Gila! Bisa-bisanya perempuan tua itu ingin dia menjadi piaraannya.

"Saya nggak mau, Bu."

Bu Rina langsung naik pitam. "Yasudah kalo kamu ndak mau, cepet bayar uang kontrakan!"

Bagas memalingkan wajahnya seraya memejamkan mata. Terpaksa ia menerima tawaran itu.

Bu Rina langsung berbinar mendengar penuturan Bagas. Laki-laki asal Solo itu memiliki paras yang tampan dan kulit yang sao matang, serta postur tubuh yang ideal. Dia segera mendekat pada Bagas.

"Kamu bener mau jadi pelayan saya selama satu bulan?" ucapnya setengah berbisik. Dia tidak mau dua orang laki-laki yang mengawalnya itu mendengar ucapannya kepada Bagas.

Bagas mengangguk pelan. "Saya terpaksa, Bu."

Persetan dengan jawaban laki-laki itu, Bu Rina tersenyum puas mendengarnya.

"Oke kalo gitu. Besok sore saya jemput kamu di tepi jalan besar seberang mall. Saya nggak suka menunggu, loh!" katanya sambil menatap Bagas dalam-dalam.

Laki-laki itu cuma mengangguk pelan. Dan Bu Rina segera pergi bersama dua orang antek-anteknya.

Fuuh ...

Dihela napas panjang oleh Bagas. Setelah bayangan Bu Rina menghilang di balik pintu pagar, ia bergegas menghampiri Laras.

"Gimana, Mas?" tanya sang istri dengan wajah khawatir.

Bagas tersenyum tipis. "Kamu nggak usah kuatir, Bu Rina mau kasih tempo buat kita sampai Minggu depan."

Laras lega mendengarnya.

"Masuk yuk! Udah malam, nggak baik terus berada di luar," kata Bagas lagi.

Laras mengangguk. Perempuan muda itu segera bangkit dibantu oleh Bagas. Setelah membenahi barang-barang yang berserakan di depan pintu, mereka segera masuk rumah.

"Mas Bagas pasti capek sudah cari kerjaan seharian. Aku buatin kopi dulu, ya?" Laras bicara sambil melipat beberapa pakaian di sofa.

Bagas sedang termenung sambil berdiri di ambang jendela kamar. Laras menyipit heran melihat suaminya diam saja.

"Mas Bagas?"

Bagas terkejut saat sentuhan hangat menyentuh bahunya dari arah belakang. Ia menoleh. Wajah heran Laras menyambutnya.

"Kok melamun? Pasti Mas Bagas masih mikirin uang kontrakan, ya? Laras minta maaf, karena nggak bisa bantuin Mas Bagas. Sejak kita menikah, Laras cuma jadi beban buat kamu, Mas! Bahkan, Mas Bagas di usir dari rumah karena Laras!"

Bagas buru-buru menggeleng. Lantas ia merangkum wajah putih Laras yang sedang bersedih. Dia menatapnya dengan lembut.

"Ini bukan salah kamu. Sudah tanggung jawab aku sebagai suami untuk bahagiakan kamu! Aku yang mestinya minta maaf, karena sebagai suami aku belum bisa membuatmu bahagia ..."

Laras menangis terharu. Dan Bagas segera meraih sang istri ke dalam pelukannya.

'Saya tunggu kamu di tepi jalan besar seberang mall. Saya nggak suka menunggu loh!'

Malam ini Bagas tak bisa tidur. Ucapan Bu Rina terus terngiang-ngiang.

Rasanya jijik sekali kalau dibayangkan. Mustahil dia harus menuruti keinginan perempuan tua itu!

Namun apa daya, dia kebingungan sudah seperti cacing yang terjebak di tengah lingkaran garam. Bagas putus asa dan tidak tahu harus berbuat apa.

"Kopinya sudah habis, Mas. Laras mau ke warung dulu." Laras bicara pada laki-laki berkemeja kotak-kotak lengan pendek yang sedang termenung sambil duduk di teras rumah.

Bagas pasti masih memikirkan dari mana ia dapat uang buat bayar kontrakan. Meski sangat sedih, Laras tidak bisa membantunya.

Laki-laki yang sedang duduk di teras belakang rumah cuma melirik ke punggung Laras. Dilihatnya sang istri yang sedang berjalan menuju pintu pagar rumah.

Entah apa yang harus dia katakan pada Laras. Tidak mungkin istrinya mengizinkan dia menemui Bu Rina untuk melakukan hal yang menjijikan.

"Nggak bisa! Utang kemarin aja belum dibayar, kamu mau utang lagi?! Kamu pikir saya belanja nggak pake duit?!"

Laras menunduk malu saat pemilik toko sembako marah-marah padanya. Pagi itu dia jadi pusat perhatian orang-orang yang sedang berbelanja di toko tersebut.

"Maafkan saya, Bu. Permisi." Dengan wajah merah Laras memutuskan segera meninggalkan toko sembako.

Orang-orang menoleh serempak ke arahnya saat perempuan muda berparas cantik itu melintas.

"Enak aja mau utang! Dikira ini toko sembako bapak dia apa?!" Pemilik toko masih marah-marah.

Laras jadi nelangsa mendengarnya. Air mata yang berjatuhan menghalangi pandangan. Hingga tak sengaja ia menabrak seseorang.

"Maaf!"

"Eh, nggak pa-pa kok!"

Suara seorang laki-laki. Laras mengangkat sepasang matanya guna melihat rupa orang tersebut.

Benar, laki-laki. Usianya sekitaran 27 tahun. Lebih tua dua tahun dari Mas Bagas.

"Mbak nggak pa-pa?" tanya laki-laki itu sambil membuka kacamata hitamnya. Ia tersenyum amat manis saat mata sembab Laras menatap.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Barter libido yuk, say !
Barter libido yuk, say !
Kenny Reagen pemuda tampan dan ber-image baik dari latar belakang keluarga kaya raya pemilik perusahaan ekspedisi terkemuka, membuat gebrakan gila dengan menawarkan barter sex pada Cherry gadis cantik, baik, yang berprofesi sebagai dokter spesialis kandungan dan terkenal tunduk pada pacarnya. Apa Cherry dan pacarnya setuju dengan barter gila dan tidak masuk akal ?
Bucinnya Cowok Temprament
Bucinnya Cowok Temprament
Dalam Bucinnya Cowok Temprament, Theo sang billionaire rela membayar 10 miliar demi menikahi Lili meski keduanya amnesia akibat kecelakaan. Romance novel ini mengikuti perjuangan Theo yang tempramen menjadi bucin saat Lili mulai menyusun puzzle masa lalu mereka dalam pernikahan yang rumit.
Dia Mengendalikan Dunia
Dia Mengendalikan Dunia
Dalam novel Dia Mengendalikan Dunia, Grace menyembunyikan identitas aslinya sebagai profesor dan bos korporat. Di balik tuduhan penipu, ia mengelola kekayaan besar. Billionaire romance ini mengikuti misi Grace menjaga rahasia saat taipan Colton mengajaknya membangun masa depan bersama.
En-PD153
En-PD153
Dalam En-PD153, seorang putri keluarga terhormat dikhianati mantan kekasih yang muncul membawa wanita hamil. Sebagai pewaris bisnis terkemuka, ia menolak menjadi selingkuhan dalam billionaire romance novels ini. Baca kelanjutan kisah balas dendam di webnovel modern novel yang penuh intrik.
Fallin Love With Jerk Billionaire
Fallin Love With Jerk Billionaire
Dalam Fallin Love With Jerk Billionaire, Thania terjebak antara kebencian dan cinta pada Zachary, penguasa bisnis yang dingin. Konflik memuncak saat perjodohan mengungkap rahasia cinta pertama. Baca billionaire romance novels ini untuk mengikuti kisah romance modern yang penuh kejutan.
JandA
JandA
Dalam novel modern JandA, Aline Anderson harus menyelamatkan perusahaan penerbitannya dari kebangkrutan setelah penulis emasnya membatalkan kontrak secara sepihak. Simak perjuangan sang billionaire dalam billionaire romance novels ini saat ia mengungkap identitas asli sang penulis.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

1001 Cara Menggoda Bosku
1001 Cara Menggoda Bosku
Demi menyelamatkan nyawa adiknya, Emma setuju untuk menggoda Ethan, seorang CEO miliarder, untuk merusak reputasinya. Tapi saat Emma semakin terlibat dalam dunia bisnis, semakin dia jatuh hati pada Ethan, sasaran yang harus dihancurkannya. Kini Emma dihadapkan pada dua pilihan: menyelamatkan nyawa satu-satunya adik yang dicintainya atau menyelamatkan Ethan, pria yang dicintainya dan telah banyak menolongnya yang mungkin menjadi solusi dari segala permasalahan hidupnya.
Ratu Serigala Bangkit dari Abu
Ratu Serigala Bangkit dari Abu
Nessa, Ratu Serigala rahasia, menyegel serigalanya agar dia bisa melarikan diri dengan jodohnya, Alfa Blaze Ashclaw. Tapi Blaze salah mengira tanda lahir pada putra mereka sebagai tanda Nessa berselingkuh dan menjadikan mereka budaknya. Saat nyawa putra mereka terancam, barulah Blaze menyadari kebenarannya, tapi apakah sudah terlambat?
[Versi suara dubbing] Suara hissing di luar pintu
[Versi suara dubbing] Suara hissing di luar pintu
Seseorang melihat seekor ular piton memakan orang di tempat mandi umum. Ketika memperingatkan orang lain, dia diragukan. Tindakan bodoh membuat ular itu keluar, dan yang kedua bersembunyi saat perangkap dipasang.
Dia Lebih Dulu Mencintai Adiknya
Dia Lebih Dulu Mencintai Adiknya
Sadie selalu menjadi gadis baik-baik, tetapi ia jatuh cinta pada Ethan, rival adiknya. Demi menyenangkan Ethan, mereka menjalin hubungan rahasia penuh skandal. Setelah berkemah romantis, Sadie menemukan kebenaran mengejutkan: cinta Ethan hanyalah siasat balas dendam terhadap adiknya. Patah hati, Sadie pun mengambil keputusan pahit untuk pergi.
Guru Abadi Kiriman Langit
Guru Abadi Kiriman Langit
Chu Ming, seorang master abadi yang hidup menyendiri di pegunungan, mendapati hidupnya terguncang ketika tiga tunangannya datang untuk memutuskan pertunangan. Kakak seperguruannya memperingatkan bahwa pernikahan adalah kunci untuk menjaga kekuatan keabadiannya. Dalam keputusasaan, Chu Ming mencari tunangan terakhirnya, Qin Yurou. Mereka memulai perjalanan berbahaya ke Konferensi Takdir Abadi untuk mencari harta yang bisa melindungi keluarga Qin. Di tengah perjalanan, mereka menyelamatkan seorang bangsawan, mengungkap konspirasi besar, dan menghadapi berbagai ujian. Akankah hubungan mereka semakin kuat, atau justru hancur oleh rintangan yang mereka hadapi?
Pelantikan Dewa Bela Diri
Pelantikan Dewa Bela Diri
Seabad yang lalu, Penyegel Dewa turun ke sebuah biara, memunculkan Daftar Penyegel Dewa, tempat sepuluh orang terkuat akan muncul. Sejak saat itu, biara tersebut menjadi incaran banyak faksi. Murid biara yang paling tidak kompeten dijodohkan dengan seorang wanita suci dari faksi yang kuat. Dengan dalih membatalkan pertunangan, dia memimpin pasukan untuk merebut Ordo Penyegel Dewa. Saat rahasia Ordo terbongkar, sang murid yang melindungi dunia membuka segelnya sendiri, menyebabkan Daftar Penyegel Dewa muncul kembali di seluruh negeri.