Logo
Om, I Love You!!
Om, I Love You!!

Om, I Love You!!

55 Bab
Tamat
Dalam Om, I Love You!!, Brisya terjebak dilema antara Haris, pria dewasa yang kembali dari Mesir, dan Aji, sahabat masa kecilnya. Baca romance novel modern ini untuk mengikuti persaingan cinta dan pilihan hidup Brisya dalam web novel yang penuh romansa mempesona ini.
Bab 1 dari Om, I Love You!!

2 Januari 2008.

Langit masih saja menumpahkan seluruh isinya. Hujan, angin dan petir yang tak berhenti sejak sore. Jalanan sepi, basah oleh air hujan yang menggenang dibeberapa bagian yang berlubang..

Sebuah mobil berhenti tepat disebuah bangunan bertingkat. Seseorang membuka pintu mobil belakang, melebarkan payungnya dan turun. Usai memastikan sekelilingnya sepi, ia mengulurkan tangan pada seseorang di dalam mobil.

Lama tangannya terulur sebelum kemudian sebuah tangan kecil meraihnya, mendekat dan turun juga dari mobil.

"Tunggu di sini, ya! Mami akan kembali," ucap wanita itu sambil tetap memayungi gadis kecil tadi.

Gadis kecil itu mengangguk, wanita paruh baya tadi  melepas genggamannya dan memberikan payungnya pada gadis itu. Buru-buru ia masuk kembali kedalam mobil. Meninggalkan gadis mungil berjaket biru itu sendiri di tengah hujan yang masih turun deras.

Ia tak paham mengapa ditinggalkan ditempat ini, yang ia tahu sekarang ia merasa dingin. Sepatunya basah oleh cipratan air hujan. Sekelilingnya gelap, ia menoleh pada rumah di belakangnya yang terang oleh temaram lampu.

Ia masih menunggu..

Meski tak paham sudah berapa lama ia berdiri dipinggir jalan itu. Bersama dengan hujan dan petir yang tak membuatnya takut sedikitpun. Ia menoleh lagi pada rumah di belakangnya. Sepertinya hangat berada di dalam sana, dan ia mulai mengantuk. Kembali ia menatap jalanan yang masih sepi, maminya tak kunjung datang.

"Hallo..sedang apa hujan-hujanan di sini?? Di mana orang tuamu??"

Gadis itu tersentak, ia menoleh. Seorang perempuan setengah tua sudah berdiri dibelakangnya dengan membawa payung besar. Ia tak menjawab.

"Siapa namamu?" lanjut wanita itu halus, gadis itu diam tak menjawab.

Seorang perempuan datang lagi, yang ini lebih tua. Ia menatap gadis itu iba.

"Mau ibu buatkan coklat hangat didalam??" ucap perempuan yang baru datang itu pelan, berjongkok dan menepuk bahu gadis itu lembut.

Gadis itu mengangguk, ia tersenyum. Sudah lama ia berdiri dipinggir jalan, kakinya lelah. Tangannya dingin membeku. Ia ingin coklat. Tangan perempuan itu terlulur untuk menggandeng tangan mungil yang kedinginan itu. Perlahan mereka semua masuk, diiringi suara petir yang bergemuruh dan hujan yang tak kunjung berhenti. 

Sementara di seberang jalan tak jauh dari sana, mobil SUV hitam yang tadinya menurunkan gadis kecil itu mulai melaju perlahan. Seorang wanita yang berada di dalam mobil menangis meraung-raung, sementara sang supir terus melajukan mobilnya tanpa berhenti lagi.   

    "Panti Asuhan Pelita Kasih"

Seorang wanita paruh baya mendekap syalnya lebih erat. Ibu Rahmi, kepala panti asuhan yang sudah 15 tahun membuka panti asuhan yatim piatu. Dihadapannya berdiri seorang wanita yang menjadi tangan kanannya, Ibu Shila, demikian anak-anak panti asuhan itu memanggilnya.

Ibu Rahmi berusia 40 tahun, ia mengabdikan hidupnya di panti asuhan yang ia dirikan sejak masih muda. Ibu Rahmi pernah menikah, namun suami dan anaknya meninggal karena kecelakaan. Sejak ia hidup sendiri, ia mulai mengasuh beberapa anak terlantar yang hidup dijalanan untuk mengusir sepi dan rindu pada suami dan anaknya.

Ibu Shila, berusia 35 tahun. Ia bekerja pada ibu Rahmi sejak awal mula panti asuhan dibuka. Ibu Shila tak pernah menikah, ia mengabdikan hidupnya untuk panti asuhan dan anak anak terlantar yang ia sayangi sepenuh hati.

"Apa anak itu sudah bangun?" tanya bu Rahmi memecah sunyi.

Bu Shila menggeleng, ia menunduk sedih. "Baru kali ini ada anak menyedihkan seperti dia, selama 15 tahun di sini, baru dia yang dibuang disaat usianya sedang lucu-lucunya," sahut bu Shila pelan.

Ibu Rahmi kembali merapatkan syalnya, hatinya sakit bila mengingat kejadian semalam. Gadis mungil itu sangat cantik, pakaiannya bagus, tapi mengapa ia dibuang??

"Kita tunggu dia bangun, nanti kita coba tanya mengapa dia ada di jalanan."

"Ibuk, anak itu kabur!!" Teriak sebuah suara dari luar ruangan.

Bu Rahmi dan Bu Shila tersentak. Buru-buru mereka berhambur keluar. Benar saja, gadis itu tengah berlari membuka pintu. Bu Rahmi dan bu Shila mengejar di belakangnya. Cepat sekali gadis itu berlari dan berhenti tepat di pinggir jalan. Ia berdiri disana. Tak lagi berlari.

Bu Rahmi dan bu Shila berhenti di belakangnya sambil mengatur nafas mereka yang kembang kempis di usia yang tak lagi muda. Mereka berdua saling bertatapan, memandang gadis itu sedih. Bu Shila mendekat, berjongkok di sebelah gadis itu.

"Siapa nama kamu?" tanyanya halus.

Gadis itu menoleh, tapi tak menjawab. Ia membuang muka lagi dan mengawasi jalanan yang ramai mobil lalu lalang. Berharap mobil yang ia kenal datang dan menjemputnya.

"Kamu sedang menunggu siapa? Ayah??" lanjut bu Shila, gadis itu menggeleng.

"Mamamu?"

Gadis itu menolehi bu Shila, matanya berkaca-kaca. Mulutnya terkatup rapat.

Bu Rahmi mendekat, ia mengelus pundak gadis mungil itu. Mencoba menenangkannya.

"Tidak apa-apa, nanti mamamu pasti datang menjemput, kita tunggu di dalam saja, yuk!" ucap bu Rahmi halus.

Gadis itu menolehi bu Shila dan bu Rahmi bergantian. Lalu menunduk sedih, air matanya menetes.

 "Mami..." desisnya lirih.

Ia rindu maminya. Wanita yang meninggalkannya sendirian di tempat asing ini.

"Hallo, Bu Rahmi, Bu Shila!" sapa sebuah suara, mereka semua menoleh.

Seorang anak laki-laki berdiri dibelakang mereka.

"Hay, Haris, mau berangkat sekolah??" sapa bu Rahmi ramah.

Anak laki-laki bernama Haris itu mengangguk dan tersenyum. "Iya, ini hari pertama masuk sekolah usai libur semester kemarin," sahutnya riang.

Haris menolehi gadis kecil di belakang bu Rahmi dan bu Shila yang berdiri mematung.

"Siapa itu? Anak baru??" tanya Haris tersenyum manis pada gadis mungil itu.

"Ahhh iya, tapi entahlah, semalam seseorang meninggalkannya di sini," sahut bu Rahmi sopan.

Haris mendekat, berdiri di depan gadis itu. Ia lantas merogoh saku jaketnya dan memberikan sebungkus permen.

"Hay, siapa namamu??" tanyanya ramah.

Gadis kecil itu meraih permen yang Haris ulurkan, lalu berbalik memandang jalanan lagi. Haris mengawasinya iba.  

"Haris, c'mon!! Kamu sudah telat!" teriak sebuah suara dikejauhan.

"Iya, Ayah!!" sahut Haris sambil melambaikan tangan pada ayahnya yang sudah bersiap masuk ke dalam mobil.

"Bu Rahmi, Bu Shila, sampai nanti!" pamit Haris sopan, berlalu pelan dan melambai pada gadis kecil yang mengawasinya dikejauhan.

"Yuk, masuk, yuk! Ibu bikinin coklat panas di dalam, yuk." Bu Rahmi mulai merayu, gadis itu menolehinya lalu menurut. Ia suka coklat panas.             

Seminggu berlalu.

Setiap pagi dan sore gadis mungil itu selalu berdiri di pinggir jalan di depan panti asuhan. Ia masih menunggu maminya datang menjemput.

"Hay, Brisya!" sapa sebuah suara.

Gadis itu menoleh, namanya memang Brisya. Bu Rahmi dan bu Shila mengetahui namanya dari bordiran nama di jaket yang ia pakai saat pertama kali ditemukan. Ia juga memakai kalung berliontin huruf B. Hal itu membuat mereka semakin yakin nama gadis itu adalah Brisya.

"Sedang menunggu lagi?" lanjut Haris yang sudah berdiri di sampingnya.

Brisya kecil tak menjawab. Ia tidak sekalipun membuka mulut sejak tiba di panti. Haris perlahan duduk di samping Brisya.

"Kamu mau permen?" tawar Haris sambil mengulurkan sebungkus permen.

Brisya mengawasi Haris dan mengambil permen itu ragu.

“Ambil saja, kamu suka permen coklat, kan?" lanjut Haris riang.

Brisya diam tak menjawab, ia memungut permen di tangan Haris cepat dan berbalik.

"Kamu suka bermain apa? Aku temani, yuk!" tawar Haris lagi. Brisya meliriknya.

"Besok sepulang sekolah aku belikan boneka barbie, ya! Kamu suka barbie?"

Brisya mengawasinya cepat, ia punya banyak boneka barbie di rumah.

"Baiklah, besok aku belikan, ya.  Tapi setelah itu kamu harus janji jangan berdiri sendirian lagi di sini, bermain saja di dalam dengan yang lain, oke?" linta Haris meminta persetujuan.

Brisya diam tak menjawab, ia ingin pulang. Ia hanya tahu bahwa maminya akan datang menjemput, entah kapan.

"Aku ingin sekali punya adik perempuan, beruntung ada kamu, jadi aku nggak kesepian lagi dirumah!” cetus Haris pelan.

Brisya mengawasinya lalu melirik rumah besar disamping panti asuhan tempatnya berdiri.

"Iya, itu rumahku, tapi hanya ada aku dan ayah dirumah, sepi. Harusnya kamu senang di panti banyak teman," ucap Haris saat melihat Brisya melirik rumahnya. Ruko yang ia tempati berdua dengan ayahnya.

"Kamu sudah makan??" tanya Haris pelan, Brisya menggeleng.

"Eh, akhirnya kamu merespon!" pekik Haris senang.

"Aku temani makan di panti, yuk, Bu Rahmi pasti masak enak hari ini," lanjut Haris menarik tangan Brisya cepat, dan entah mengapa Brisya si gadis mungil itu menurut. Ia mengikuti Haris masuk ke dalam panti. Berbaur dengan anak anak lain yang asyik bermain.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Affair With Santa
Affair With Santa
Dalam Affair With Santa, seorang gadis terjebak di musim dingin New York hingga nyaris membeku demi menanti seseorang. Di ambang ketidaksadaran, seorang pria misterius menyelamatkannya. Baca romance novel ini untuk mengikuti kisah modern novel yang penuh misteri di balik pertemuan tak terduga.
Cinta Sang Pewaris
Cinta Sang Pewaris
Dalam novel modern Cinta Sang Pewaris, Nathaniel Albar menguji ketangguhan Alya Nabila melalui intrik pekerjaan yang rumit. Di balik statusnya sebagai pewaris bisnis, Nathan menyimpan rahasia kelam. Baca kisah seru ini di web novel yang menyajikan dinamika billionaire romance novels terbaik.
ISTRI KESAYANGAN PRESDIR
ISTRI KESAYANGAN PRESDIR
Pasca pengkhianatan suaminya, Jessica terjebak dalam malam tak terduga dengan pria asing yang menolongnya. ISTRI KESAYANGAN PRESDIR menyajikan kisah billionaire romance novels penuh pilihan sulit. Simak kelanjutannya di web novel modern ini tentang konsekuensi dari sebuah pelarian.
Kei's Three Children
Kei's Three Children
Kei's Three Children mengisahkan perjuangan Keina membesarkan tiga anak jenius di tengah krisis ekonomi. Takdir mempertemukannya dengan Jeremy, CEO industri film dan ayah kandung mereka. Simak kisah billionaire romance books ini dalam web novel penuh perjuangan dan takdir tak terduga.
Mekar dan Pudar pada Bunga Matahari
Mekar dan Pudar pada Bunga Matahari
Dalam novel modern Mekar dan Pudar pada Bunga Matahari, Kenia Watson memilih bergabung dengan Dokter Lintas Batas demi melarikan diri dari pengkhianatan suaminya. Di tengah perjuangan melawan kanker, ia mengejar perceraian dalam romance novel penuh rahasia dan konsekuensi ini.
Real or Dream
Real or Dream
Dalam Real or Dream, Augfar, seorang pria kaya, mengklaim Clarista sebagai calon istrinya demi menghindari skandal. Kisah billionaire romance novels ini mengikuti ambisi Augfar mengejar cinta pertamanya melalui kejutan tak terduga. Baca web novel modern novel ini di platform kami.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Bangkit Bersama Putriku
Bangkit Bersama Putriku
Kiki Julius tumbuh dalam keluarga patriarki. Pada usia 18 tahun, dia jatuh cinta dengan Randi Lewis dan mengikuti ke kota setelah melahirkan putri mereka. Namun, keluarga Lewis meremehkan asal-usul Kiki, memfitnah putrinya, dan terus menyulitkan hidupnya. Tak tahan lagi, Kiki melarikan diri bersama putrinya dan bertemu Niko Juan, mantan tentara cacat. Dengan dukungan Niko, Kiki membuka pabrik pakaian, menulis ulang takdir hidupnya, dan menemukan cinta baru.
Bukan Dia, Tapi Kau
Bukan Dia, Tapi Kau
Cindy seorang anak pembantu yang rela mengubah dirinya demi cintanya pada Mark, tapi justru kehilangan arah. Saat kembali menekuni komik, dia menyadari cinta tulus Carl, dia pun menemukan kembali jati diri dan kebahagiaan sejatinya.
Hari Tunangan Anakku, Kubatalkan
Hari Tunangan Anakku, Kubatalkan
Tommy Kristiani berniat meminang Mega Dharmadjie, manajer toko emas yang cantik. Sang ibu, Dwi Kristiani, menyamar untuk menguji calon menantunya. Sayangnya, sikap asli Mega terungkap: ia menghina Dwi yang sederhana, memecahkan gelang berharga dan memfitnah ibu mertuanya sendiri! Mega bahkan berani siaran langsung untuk memamerkan kekejamannya dengan menyuruh anak buahnya menganiaya Dwi. Seorang karyawan, Kirana Tanoto, yang berusaha melerai pun menjadi korban. Beruntung, Tommy datang tepat waktu untuk menyelamatkan sang ibu. Menyaksikan sendiri sifat asli Mega, amarahnya meledak! Mega Dharmadjie akhirnya berujung di balik jeruji besi, sementara Keluarga Kristiani kembali hangat dan damai.
Kok Nyonya Gitu Kejam?
Kok Nyonya Gitu Kejam?
Yumi Solihin diberkahi pernikahan oleh mendiang kaisar ke Kediaman Adipati Setia. Tak lama kemudian, Kediaman Jenderal musnah. Saat melahirkan, dayang Selina menukar anaknya karena cemburu. Yumi sadar tapi diam, pergi ke Gunung Suci selamatkan putrinya. Ia kemudian membimbing Julia Yongki jadi permaisuri pangeran mahkota, sementara Selina menyiksa putri kandung Yumi. Saat kembali ke rumah orang tua, Selina ungkap kebenaran, tapi Yumi mengenakan baju zirah, memimpin bekas pasukan dengan pedang mengarah ke Adipati Setia.
Putri Raja Judi
Putri Raja Judi
Putri Raja Judi, Clara, menikah ke Keluarga Prabowo, namun malah dijebak oleh suami dan ipar-iparnya hingga kehilangan tiga properti. Dengan keahlian judi luar biasanya, ia membalas dan merebut kembali segalanya. Kini, setelah menghancurkan suaminya dan memaksanya keluar dari keluarga, Clara berhasil menghadapi Dewa Judi yang datang membalas dendam, dan pada akhirnya membuat Keluarga Prabowo menuai hasil perbuatan mereka sendiri.
Sekeluarga Mendengar Rahasiaku
Sekeluarga Mendengar Rahasiaku
Yunita Sahara terbangun di dalam sebuah novel dan kembali ke era 1980-an—sebagai istri jahat yang ditakdirkan mati cepat, istri dari pria luar biasa yang lumpuh. Ia terikat dengan Sistem “Wanita Pendukung Jahat”. Syaratnya cuma satu: semakin jahat, semakin cepat bisa keluar dari cerita. Yunita pun pasrah: Penjahat? Bahkan anjing saja tidak mau memerankannya. Kalau begitu, biar aku saja! Dengan semangat penuh, Yunita mulai berbuat onar setiap hari, menikmati hidup sebagai “penjahat kelas atas”. Namun ia tidak tahu satu hal—seluruh keluarga bisa mendengar suara hatinya. Alih-alih hancur, keluarga itu justru makin rukun. Bahkan sang suami yang lumpuh bisa berdiri kembali… Ia hanya ingin hidup bersamanya.