Logo
OBSESI MANTAN SUAMI
OBSESI MANTAN SUAMI

OBSESI MANTAN SUAMI

64 Bab
Tamat
Dalam novel modern OBSESI MANTAN SUAMI, Sarah berjuang menghidupi putranya usai diceraikan Aditya secara tidak adil. Namun, obsesi Aditya membawa Sarah ke dalam penculikan dan kehamilan baru. Temukan kisah perjuangannya di web novel ini sebagai pilihan utama bagi pembaca romance stories.
Bab 1 dari OBSESI MANTAN SUAMI

PLAK!

Sebuah tamparan nyaring dilayangkan seorang laki-laki pada seorang wanita yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi. Wanita itu terperanjat kaget. Matanya terbelalak saat ia menatap balik wajah mengeras lelaki itu. "Kenapa kamu menamparku, Mas?!"

Lelaki itu bergeming. Napasnya terdengar berburu. Namun dari belakang, justru terdengar suara yang ia kenal betul itu siapa. "Kamu memang pantas di tampar, bahkan kalau perlu dibunuh sekalian! Karena kamu itu, tidak lebih dari wanita hina!" maki wanita tua dengan wajah merah padam menahan murka. Tangan kanannya menunjuk pada wanita yang lebih muda itu.

"Apa salahku, Ma?" tanyanya bingung.

"Apa salahmu, kau bilang?!" Wanita tua itu bergegas memangkas jarak mereka, meraih kedua bahunya lalu menariknya agar mengikuti langkah kaki si wanita tua. "lihat di sana! Apa yang kamu lakukan dengan Rian, hah?!" makinya lantang seraya menunjuk ke arah ranjang dimana terlihat seorang laki-laki muda sedang berusaha menutupi tubuh telanjangnya dengan selimut.

Mata si wanita muda terbelalak, tidak percaya. "I-ini tidak seperti yang kalian pikirkan! Aku ... aku tidak tahu, kenapa Rian bisa berada di dalam kamarku, Ma! Tolong percaya padaku, Ma ... Mas Adit!" ujarnya memelas. Kedua tangannya menyatu di depan dada, berharap lelaki yang ia panggil Adit percaya. Namun lelaki itu justru melengos. Wajahnya bahkan terlihat murka.

"Sudah tertangkap basah, masih berani mengelak kamu, Sarah! Dasar wanita hina! Pergi kamu dari sini! Bawa sekalian anakmu karena aku tidak yakin jika Satria adalah anak kandung putraku Aditya alias cucu kandungku. Bisa jadi kamu hamil anak laki-laki lain, lalu mengaku hamil anak Aditya agar bisa masuk ke keluarga besar kami!" tuduh wanita itu dengan angkuh. Kedua tangannya bersedekap di dada.

Sarah menggelengkan kepalanya, menolak tuduhan tersebut. Ia bahkan berusaha memasang wajah memelas agar Aditya percaya padanya. Namun lelaki itu justru enggan ia sentuh. Aditya menyentak kuat pegangan tangannya hingga terlepas. "Mas ...," panggilnya lirih saat Aditya justru memilih berbalik badan, meninggalkan dirinya yang kini jatuh terduduk. Bahkan tidak membelanya saat ibunya melemparkan semua pakaian milik Sarah ke atas kepalanya.

***

"Dengan ini saya selaku Ketua Hakim, menyatakan jika kalian berdua telah resmi bercerai," tukas Hakim Ketua sembari mengetukkan palu di atas meja yang ada di depannya.

"Alhamdulillah ...," ucap syukur seorang wanita paruh baya yang terlihat semringah saat mendengar putusan pengadilan agama. Wanita itu segera berdiri dari duduknya, kemudian berjalan mendekati sang putra yang nampak lesu setelah putusan pengadilan keluar soal status hubungannya dengan sang mantan istri.

Sementara itu, wanita yang duduk di sebelahnya, nampak bergegas berdiri saat melihat kedatangan wanita paruh baya itu. Kemudian segera mengayunkan langkahnya menuju pintu keluar.

"Jangan lupa serahkan hak asuh Satria ke tangan Adit!" Wanita paruh baya itu bertitah sembari melengos, enggan menatap lama-lama mantan menantunya itu.

Sarah yang sempat terhenti langkahnya, lantas menyahut, "Maaf, Nyonya Malika yang terhormat. Saya Sarah, ibu dari Satria Maulana. Tidak akan pernah menyerahkan putra saya ke tangan Nyonya apalagi ke tangan ayahnya yang tidak bertanggungjawab seperti itu!" Setelah mengucapkannya, Sarah pun bergegas meninggalkan ruangan tersebut, tanpa perduli jika kini wajah Malika merah padam menahan murka.

"Dasar mantan menantu kurang ajar kamu, ya?! Pantas saja putraku menceraikan mu!" maki Malika dengan sengit sembari menunjuk ke arah sang mantan menantu yang telah hilang di balik pintu.

"Ma ... sudah, Ma! Malu ... kita lagi di pengadilan ini!" tegur Aditya sembari memegangi kedua bahu ibunya agar tidak berlari mengejar sang mantan istri, lalu mengajaknya berkelahi seperti yang pernah mereka lakukan.

Malika yang mendengar teguran tersebut, lantas membalikkan badannya, hingga keduanya kini berhadapan. Dirinya seketika malu, karena masih tersisa hakim anggota yang melihat aksi memalukan yang ia lakukan.

Wanita itupun lantas tersenyum kikuk, kemudian segera menyeret putranya agar keluar dari dalam sana.

Sementara itu, Sarah bergegas menaiki angkot yang kebetulan singgah di depan kantor pengadilan agama. Sembari menahan tangis dan juga kesal yang menumpuk di dalam dada, wanita dua puluh satu tahun itu mengeraskan wajahnya hingga terlihat seolah-olah dirinya adalah wanita yang angkuh.

"Stop di sini, Mang!" tegur Sarah pada kernet angkot saat dirinya telah sampai di halte yang ada di dekat rumah petak yang ia sewa.

"Siap, Neng!" sahut sang kernet sembari menepuk pelan pundak sopir tunawicara, dimana sang sopir segera melirik lewat kaca spion yang ada di depannya.

Iapun segera menghentikan laju angkot saat melihat kode yang diberikan sang sahabat, tak lupa menyalakan lampu sein ke kiri sebelum memberhentikan laju angkot yang ia kendarai.

Sarah bergegas menyerahkan sejumlah uang ke tangan sang kernet sembari berusaha tersenyum tipis. Iapun segera turun dari dalam angkot, begitu angkot tersebut benar-benar berhenti.

Dengan langkah tergesa-gesa, Sarah melajukan langkahnya menuju rumah yang dia huni bersama sang putra. Dimana kini ia titipkan untuk sementara dengan ibu pemilik kontrakan.

"Assalamualaikum ...!" sapa nya begitu sampai di depan pintu rumah sang pemilik kontrakan.

"Wa'alaikum salam ...!" sahut Marni -pemilik kontrakan yang ia sewa- dari dalam kamar sembari menggendong Satria yang nampak sedang asyik berceloteh senang. Bahkan air liurnya nampak menetes membasahi baju lusuh yang ia kenakan, tepat di bagian dada hingga jatuh ke punggung tangan Marni.

"Satria anteng, Bu?" tanya Sarah dengan sopan sembari berjalan masuk ke dalam, mendekati keduanya, setelah sebelumnya melepaskan sandal jepit yang ia kenakan di depan pintu.

"Anteng kok! Anak Sholeh, kan?!" sahut Marni sembari mengulas senyum manis. Iapun menyerahkan Satria pada ibunya tatkala wanita itu mengulurkan kedua tangannya.

Sarah segera menyambutnya, dimana kini terlihat Satria nampak terlonjak senang, karena bisa bertemu dengan ibunya setelah hampir seharian tidak bertemu, akibat persidangan yang harus ibunya jalani.

"Bagaimana keputusan hakim? Kalian benar-benar bercerai?" tanya Marni sembari mengajak Sarah untuk duduk, karena wanita itu nampak hendak memberikan ASI pada sang putra, yang terlihat membuka mulutnya lebar-lebar.

"Iya, Bu. Kami sudah resmi bercerai," tukas Sarah dengan lirih, karena kini mata Satria mulai terpejam seiring kuatnya isapan yang ia lakukan.

Marni lantas menghela napas panjang, dirinya benar-bnar menyayangkan sikap Aditya yang mudah sekali menjatuhkan talak pada Sarah, meskipun hal yang mendasarinya sangatlah sepele.

"Lalu ... apa rencana mu selanjutnya?" tanya Marni pelan, saat dirinya melihat jika kini Satria telah tertidur pulas dalam buaian ibunya.

Sarah perlahan meletakkan Satria di atas kasur lantai yang ada di pojok ruang tamu, yang biasanya ia pergunakan setiap kali dititipkan pada sang pemilik kontrakan, tatkala ibunya harus bekerja di toko roti yang ada di kawasan jalan Ahmad Yani kilometer satu. Kemudian mengambil kelambu kecil, guna menghalau nyamuk yang mungkin akan menggigit tubuh bayi gembul itu.

Marni masih menunggu Sarah menjawab pertanyaannya. Sementara Sarah yang baru selesai memasang kelambu. Lantas menoleh pada wanita paruh baya nan baik hati itu. "Saya akan mencari pekerjaan tambahan, Bu," tukasnya sembari mengulas senyum tipis.

"Kamu yakin?" tanya Marni dengan mata terbelalak.

Sarah mengangguk singkat dan tegas sembari membalikkan badannya, menghadap ke arah Marni seutuhnya. "Saya yakin, Bu! Demi Satria dan juga, agar semua hutang saya segera lunas," ungkapnya dengan mata berkaca-kaca. "tapi ...," sorotnya seketika menyendu karena yakin setelah ini waktunya bersama sang putra akan semakin berkurang.

Marni gegas menepuk pelan pundak kiri Sarah, membuat wanita itu menoleh padanya. "Kalau kamu mengkhawatirkan soal Satria ... masih ada Ibu yang akan bersedia membantu mengurus anakmu. Lagipula Ibu sudah menganggap kamu seperti putri Ibu sendiri, sementara Satria sudah seperti cucu Ibu. Jadi ... jangan khawatir, ya, Nak?!" tuturnya menenangkan.

Air mata yang sudah berkumpul di kedua sudut mata Sarah, lantas mengucur deras bak air terjun. Ibu muda itu seketika tergugu, yang segera ia bungkam dengan menggigit punggung tangan kanannya, takut suara isakannya membangunkan sang putra.

Marni lantas menarik bahu Sarah agar masuk ke dalam pelukannya. Wanita lima puluh tahun itu berusaha menenangkan. "Menangis lah, jika itu bisa membuatmu lega. Karena ada kalanya kita sebagai wanita berada diposisi rapuh. Namun yakinlah, setelah tangisan itu mereda, bahumu akan sekuat karang kembali," tukasnya sembari menepuk-nepuk punggung Sarah.

"Terimakasih, Bu!" ungkap Sarah setelah tangisannya mulai mereda. Ia lantas mengurai pelukan mereka, kemudian mengusap sisa air mata yang masih mengalir di kedua pipinya.

"Sama-sama," sahut Marni sembari mengulas senyum tipis.

Keduanya lantas sama-sama melemparkan senyum.

"Assalamualaikum!" ucap seseorang dari balik pintu yang terbuka lebar.

"Wa'alaikum salam!" sahut Keduanya serentak sembari menoleh ke arah pintu dimana sesosok laki-laki berpakaian rapi dengan kemeja kotak-kotak dan celana bahan, sedang berdiri di depan pintu, menatap balik ke arah keduanya dengan seulas senyum tipis.

Sarah yang melihat siapa gerangan yang datang, seketika membelalakkan matanya. "Kamu!" pekiknya kuat.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Istri kedua tuan Salman
Istri kedua tuan Salman
Dalam romance novel Istri kedua tuan Salman, Aisyah terpaksa menikah demi melunasi hutang keluarga. Ia menjadi istri kedua Salman Alfarizki, putra konglomerat yang lahir dari selir. Simak perjuangan mereka menghadapi konflik status dan rahasia keluarga dalam billionaire romance books ini.
Istri Rahasia Sang CEO
Istri Rahasia Sang CEO
Dalam Istri Rahasia Sang CEO, Arana terjebak dilema saat Danendra menawarkan pelunasan biaya medis ibunya dengan syarat pernikahan. Sebagai romance novel dengan bumbu billionaire romance books, Arana harus memilih antara kekasihnya atau menjadi istri rahasia sang pengusaha ternama demi keselamatan ibunya.
Istri Sang CEO (After Married)
Istri Sang CEO (After Married)
Istri Sang CEO (After Married) mengisahkan Sella yang terjebak lamaran mendadak sebagai pengantin pengganti. Menikahi miliarder Rishan tanpa cinta, ia harus menghadapi ego dalam billionaire romance novels ini. Akankah ia bertahan dalam web novel penuh aturan tak terduga ini?
Kau Adalah Obatku
Kau Adalah Obatku
Dalam novel romantis Kau Adalah Obatku, gathering kantor di pemandian air panas berubah rumit saat jalan ditutup. Terpaksa menginap, rahasia kondisi fisik unik protagonis terancam terbongkar hingga ia harus meminta bantuan pria paling pendiam. Baca Novel Online modern ini segera.
Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku
Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku
Baca novel online gratis Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku. Novel misteri berbalut horor modern ini mengisahkan tragisnya nasib seorang putri yang disiksa penculik hingga tewas, sementara sang ayah yang membencinya justru mengabaikan telepon terakhirnya demi anak adopsi.
Pembalasan Dendam yang Munafik
Pembalasan Dendam yang Munafik
Dalam novel misteri Pembalasan Dendam yang Munafik, seorang gadis tanpa rasa sakit diangkat menjadi putri orang terkaya di Kota Silo. Namun, status miliarder ini menuntut nyawanya. Baca novel online gratis ini untuk menyaksikan aksi pembalasan dendamnya.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

[Versi suara dubbing] Ketika Cinta Menentang Takdir
[Versi suara dubbing] Ketika Cinta Menentang Takdir
Pertemuan tak terduga membuahkan cinta, namun tekanan keluarga dan campur tangan saingan menguji ikatan mereka. Di tengah pengkhianatan dan penyakit, mereka menghargai setiap momen yang bersama.
[Versi suara dubbing] Ketika Bencana Menyenyum
[Versi suara dubbing] Ketika Bencana Menyenyum
Anak yang disebut "bencana" dan ditinggalkan memperoleh keberuntungan dengan memberikan berkat, membawa malapetaka kepada orang jahat dengan menangis, membantu kerabat meraih sukses, dan orang jahat mendapatkan balasan yang pantas!
Kembali ke Tahun 1994
Kembali ke Tahun 1994
Feng Yang, seorang pria yang terpuruk dalam dunia perjudian, hancur hati ketika mengetahui pengkhianatan istrinya, Sun Xiaoxiao. Saat ibu mertuanya, Zhang Caiying, mencoba menghentikannya dari bercerai, Feng Yang menunjukkan bukti tak terbantahkan tentang perselingkuhan Sun Xiaoxiao. Namun Zhang Caiying tak tergoyahkan—ia menusuk Feng Yang, percaya bahwa kematiannya akan membawa warisan besar bagi putrinya dan membuat mereka kaya. Namun Feng Yang tidak mati—ia justru kembali ke tahun 1994, masa di mana ia masih terlilit utang. Kini, dengan kesempatan kedua untuk mengubah hidupnya, mampukah Feng Yang menghadapi masa lalu dan menulis ulang takdirnya, atau sejarah akan terulang kembali?
Tergila-gila pada CEO
Tergila-gila pada CEO
Ema terlalu sibuk merawat ibunya yang sakit untuk memikirkan tentang cinta. Terutama dengan Ari Hayasa, si pria nakal dan pujaan hati yang ditakuti semua orang. Dia nggak tahu kalau Ari selama ini telah menunggunya dan berharap dapat kesempatan untuk memenangkan hatinya. Akankah Ema menemukan keberanian untuk memercayainya saat kehidupan mereka mulai bersinggungan? Ataukah dia akan mengambil risiko kehilangan kesempatannya untuk meraih kebahagiaan sejati?
Pengganti Cinta
Pengganti Cinta
Suatu hari, suaminya meninggalkan panti asuhan untuk mencari nafkah. Sebelum pergi, dia memberinya sebuah tanda agar mereka bisa saling mengenal nanti.
[Sulih Suara]Istri CEO-ku Keren Sekali
[Sulih Suara]Istri CEO-ku Keren Sekali
CEO konglomerat terkenal bernama Juliet menyembunyikan identitasnya demi cinta. Dia berkorban secara diam-diam selama tujuh tahun dan akhirnya ditinggal oleh pacarnya yang tamak bernama Charles. Untuk membalas dendam pada Charles, dia menikah dengan bosnya Charles yang bernama Tristan. Saat pertemuan selanjutnya, Charles akan menghadapi kedua pasangan ini.