Logo
My Possessive CEO
My Possessive CEO

My Possessive CEO

72 Bab
Tamat
Dalam My Possessive CEO, Sinta berjuang mengatasi trauma masa lalu saat Biru, seorang CEO muda, terus menyelamatkannya dari bahaya. Di balik bantuan tersebut, Biru menyimpan obsesi mendalam. Ikuti kisah cinta mereka dalam billionaire romance novels ini di platform online novel kami.
Bab 1 dari My Possessive CEO

"Jangan deket-deket, Pak!" larang Sinta berjalan mundur, bosnya menyeringai dan Sinta menggeleng-gelengkan kepalanya, jantungnya berdetak sangat kencang. Ia tak tahu harus berbuat apa sekarang, tak bisa berpikir jernih karena takut.

Bosnya terus mendekat sampai Sinta hampir terjerembab ke tumpukan pakaian-pakaian yang baru datang, belum diberi bandrol harga.

"Kamu mau nggak jadi istri simpenan saya? saya udah lama pengen jadiin kamu pacar tapi kamu menghindar terus, Sin. Ayolah, mau ya? Apapun saya kasih, dan jangan panggil saya pak lagi, kita kan cuma beda sepuluh tahun aja, Sin," ucap pria yang tiba-tiba menampakkan belangnya ketika mereka sedang berdua saja di gudang ... lebih tepatnya si bos yang menyusulnya ke gudang. Ia terus mendekat sampai Sinta terpojok ke belakang rak.

"Stop, Pak! Jangan deket-deket saya! saya peringatkan Bapak!" Kedua tangan Sinta terulur ke depan, bosnya ingin menciumnya. Sinta mendorong kasar tubuh gempal berisi yang berdiri di depannya, pria itu dengan cepat mendekat lagi menyingkirkan tangan Sinta, memegang dagu gadis manis yang tak lain adalah karyawati tokonya.

"Jadi istri saya itu enak, Sin. Nggak perlu capek-capek kerja, kamu saya jatah lima juta sebulan, di luar biaya kuliah, kamu tetep mau nolak?" ujarnya congkak, ia membuka kancing kemejanya. Sinta menyilangkan kedua tangan di depan dadanya. "Saya perkasa loh, Sin. Dari pada cowok-cowok di luar sana yang belum tentu bisa buat kamu merasakan nikmat dunia." Bosnya berucap sambil terkekeh pelan, ia sudah bertelanjang dada sekarang. Bosnya berniat melucuti pakaian Sinta.

"Stop, Pak. Inget istri bapak, Bapak gila apa?!" teriak Sinta terus mendorong tubuh kekar yang mengungkungnya.

"Udahlah, istri saya nggak akan tau. Fokus ke kita aja, Sin. Nanti kamu minta berapa aja saya kasih, Sin. Apa kamu masih perawan sampai kamu menolak keras?" Bosnya menarik diri, memberi ruang Sinta untuk menjawab.

"Bukan urusan Bapak!" bentak Sinta sinis.

Bosnya tersenyum, juga mengangguk-angguk ... maju selangkah lagi, ia dengan santai melepas ikat pinggangnya sambil terus saja menatap Sinta, karyawatinya ketar-ketir ingin berteriak.

"Bapak gila ya?!" Sinta menutup matanya dengan satu telapak tangannya.

"Iya, Sin. Saya tergila-gila sama kamu, hehehe."

'Dasar gila!' maki Sinta dalam hati. 'gimana caranya kabur, Ya Tuhan tolooong ...."

Tok Tok Tok!

Ketukan dipintu gudang sontak membuat keduanya menoleh.

"Sin! Kamu di dalem? Lama banget sih ngambil plastiknya? buruan, Sin!"

Hening, Sinta ingin berteriak menjawab namun bosnya lebih dulu membekas mulutnya.

Dok Dok ... Dok Dok Dok

Ketukan pelan kini menjadi gedoran memburu.

Teman kerja Sinta menggedor-gedor keras pintu gudang, kesempatan Sinta untuk kabur, pikirnya.

Bosnya melepas tangannya dan menyuruhnya diam, Sinta berlagak menurut dengan mengangguk-angguk. Sekarang bosnya sibuk memelorotkan celananya kini, Sinta melesat kabur, namun tangan bosnya sigap meraih tangan kiri Sinta.

"Aduuh! Lepasin, Pak atau saya teriak! Bapak nggak takut?!" ancam Sinta geram. Ia tak habis pikir kenapa bosnya bisa nekat begitu.

"Sin! Cepetan!" teriak Sari yang tak tahu keadaan di dalam gudang.

"Iya, Sar!" balas Sinta setengah berteriak.

"Udahlah, Sin biarin aja. Biar saya yang urus kalau ada yang marahin kamu, ya ... Ayo, sekarang aja, Sin, tanggung joni saya udah tegak."

Sinta menatam tajam penuh ancaman ke arah bosnya, tapi bosnya sama sekali tak takut malah tertawa. Dasar gila!

Karena tak kunjung dilepaskan maka Sinta menginjak kaki bosnya hingga bosnya mengaduh dan melepaskan tangan Sinta. Karyawatinya berlari menuju pintu langsung berniat membuka pintu yang terkunci, untungnya kuncinya masih tertancap dilubang kunci. Tangan Sinta gemetaran membuatnya susah memutar kunci.

Si bos masih sibuk mengenakan kembali pakaiannya yang ia tanggalkan. Sinta gelisah, ia terus memeriksa ke belakang takut bosnya menyergap dari belakang, sepuluh detik kemudian Sinta berhasil keluar, bosnya belum muncul. Sinta bisa bernapas lega, ia berjalan cepat diikuti Sari yang kesal.

"Sin, mana kantongnya?" tanya Sari sambil cemberut, mengulurkan tangannya.

"Gue keluar, Sar. Sorry lo ambil sendiri di gudang," balas Sinta mengacuhkan Sari, ia berlalu menuju loker karyawan.

"What? Lo kesambet setan apaan sih, Sin?"

Sinta masuk ke ruangan karyawati, ia melepas kaos kerjanya, namun ia masih memakai tanktop. Ia memakai hoodienya lalu mengambil tasnya buru-buru.

"Maksudnya lo bolos ya? Sin-"

"Gue keluar, gue mau cari kerjaan lain aja, bye, Sar, sampek ketemu di luar sana." Sinta menyambar helm dan keluar tergesa-gesa.

"Sin ... Sin!" pekik Sari sambil berlari mengejar Sinta yang keluar dari toko, namun ia urungkan karena diteriaki pembeli. Ia lantas tak enak hati dan pergi ke gudang untuk mengambil kantong plastik, belum ia masuk ke dalam sana ia berpapasan dengan bosnya yang keluar dari gudang.

Sari hanya menunduk dan berlalu begitu saja tapi dalam batinnya bertanya-tanya, ada apa gerangan.

'Kenapa si bos keluar dari gudang? Jangan-jangan ... Jangan-jangan Sinta diapa-apain?'

"Sari!" panggil si bos menggelegar.

Ia tersadar lalu menyambar kantong plastik lalu kembali menuju meja kasir. Dengan napas memburu, ia mendekat ke kasir.

"I-iya, Pak."

"Ini kenapa pelanggan kamu biarin nunggu lama?"

'Bukannya elo yang ngunciin Sinta di gudang, pake nyalahin gue lagi!' batin Sari kesal, melirik bosnya.

"Sa-saya ngambil kantong plas-"

Bosnya menyambar kantong plastik dan membungkus pakaian milik pelanggannya, semenit kemudian tersenyum ramah dan mengulurkan uang kembalian pada si pelanggan.

"Terima kasih," ucap bosnya ramah.

Sari berniat pergi dari kasir, namun si bos sudah lebih dulu bertanya padanya.

"Sar, Sinta ke mana? toilet?" tanya si bos dengan santainya.

"Emm-anu ... Pak, anu-"

"Apa sih ngomong tuh yang jelas, ini masih jam 7 loh, Sar. Sinta ke mana?"

"Itu-Pak, Sinta katanya keluar," jawab Sari takut-takut, memainkan jemarinya gugup.

'Aduh, gimana nih kalo gue yang kena' batin Sari ingin mengumpat saking kesalnya terjebak dalam situasi tak mengenakkan.

"Apa?!" Si bos keluar dari meja kasir. "Harusnya kamu bilang dong, dia katanya pergi ke mana?"

"Katanya bukan keluar ke mana gitu, Pak, tapi resign." Nada bicara Sari merendah.

"Apa? Dia bilang gitu sama kamu? Wah wah wah, nggak bener ini. Sinta kenapa juga main out-out aja, heran," gerutunya sambil masuk ke dalam ruangan kecil yang ia sebut ruang kerjanya. Si bos terlihat panik, Sari melihat keningnya berkeringat padahal ditoko sudah terpasang AC.

Kini Sari cemas, entah ia mencemaskan apa, mencemaskan temannya atau dirinya sendiri.

Krieet.

Pintu dibuka muncullah bosnya dari dalam ruangan kerjanya lalu berlalu begitu saja melewati Sari yang mondar mandir dibalik meja kasir.

"Pak, mau ke mana?" tanya Sari gugup.

"Bukan urusan kamu, nanti tutup seperti biasanya, bawa kuncinya."

Si bos tergesa-gesa seperti mengejar sesuatu atau dikejar sesuatu, namun Sari enggan mengurusinya, ia memilih untuk tak menghiraukannya sesuai perintah bosnya.

***

Motor yang dikendarai Sinta tiba-tiba dihadang oleh mobil yang langsung berhenti di jalan depannya. Mau tak mau Sinta mengerem laju motornya dari pada harus ganti rugi jika ada kerusakan yang disebabkan olehnya. Sinta yang moodnya sudah hancur karena bosnya, bukan ... tepatnya mantan bosnya seperempat jam lalu kini tambah kesal karena pengguna jalan yang menghadangnya. Ia mematikan mesin motor dan turun, melepas helmnya dan siap memukulkannya ke pemilik mobil itu.

'Brengsek! Siapa sih yang cari gara-gara, pengen gue hajar kali nih orang!'

Sinta mendekat ke pintu kanan mobil, hendak memprotes namun si empunya keluar dengan girangnya terkekeh, Sinta terkejut dan tak habis pikir.

"Kamu mau ke mana sih, Sin? Kamu nggak bisa lari dari saya, kamu nggak bisa apa nurut gitu?" ujar si bos lembut.

Sinta diam, mengangkat helm dan siap untuk menghantamkannya ke muka bosnya yang cabul.

"Mau saya hajar?" tantang Sinta mencoba berani, namun siapa sangka bosnya malah merebut helm Sinta, dan menariknya agar mau masuk ke dalam mobilnya.

"Ayo, ikut saya aja, masuk ke dalam!"

"Nggak, saya nggak mau! Jangan maksa, Pak!" Sinta berusaha melepas cengkraman di pergelangan tangan kirinya, bosnya menyeretnya menuju ke jok samping kemudi.

"Toloooong! Gue mau diperkosaaa!" teriak Sinta lantang, si bos sedikit panik karena Sinta melawan dan berteriak kencang.

"Diem kamu, Sin. Jangan aneh-aneh!"

"Tolooong! Siapa aja lapor polisi toloong!"

Karena Sinta tak mau masuk ke dalam mobil dan bosnya memaksanya masuk dengan menyeret bagian depan hoodie Sinta, saking kuatnya tenaga si bos hoodie tersebut robek bagian depan, menampilkan tanktop Sinta.

Sinta berteriak semakin kencang sambil mencengkram hoodie yang sobek.

"Toloong!" pekiknya sambil berjongkok takut.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

akan ku tuju sampai ke ujung
akan ku tuju sampai ke ujung
Dalam novel romance modern akan ku tuju sampai ke ujung, Siera harus menghadapi Xavier, bos billionaire yang angkuh. Di tengah kesetiaan sahabatnya, Roma, Siera berjuang mempertahankan prinsipnya saat hatinya mulai goyah. Baca web novel ini untuk mengikuti kisah pilihan dan komitmen.
Anak Yang Ku Bawa Dalam Rahimku
Anak Yang Ku Bawa Dalam Rahimku
Dalam Anak Yang Ku Bawa Dalam Rahimku, Alesha harus menghadapi konsekuensi tak terduga setelah satu malam tragis dengan Reiner Arsanta. Billionaire romance novel ini mengisahkan perjuangan Alesha membesarkan anaknya sendirian atau menuntut pertanggungjawaban di tengah drama modern novel ini.
Cinta Sang Lady Killer
Cinta Sang Lady Killer
Dalam novel modern Cinta Sang Lady Killer, CEO Daniel Millard harus menghadapi masa lalu kelam saat bertemu Anya. Reputasinya sebagai penakluk wanita diuji ketika obsesi dan rahasia lama muncul. Baca romance novel ini untuk melihat perjuangan kekuasaan dan cinta dalam billionaire romance books.
Dangerous Touch (Sentuhan Berbahaya)
Dangerous Touch (Sentuhan Berbahaya)
Dalam Dangerous Touch (Sentuhan Berbahaya), Isabel berjuang sebagai Putri Mahkota yang sebatang kara. Pertemuannya dengan Joseph, seorang billionaire playboy, memicu hasrat besar di tengah badai konflik. Simak kisah billionaire romance novels ini di web novel modern yang penuh rintangan.
Hanya Pria Tak Berguna
Hanya Pria Tak Berguna
Dalam novel romantis Hanya Pria Tak Berguna, pernikahan lima tahun hancur setelah Vincent Amjaya membawa selingkuhannya yang hamil ke rumah. Tak sudi ditindas oleh suami parasit yang menumpang di rumahnya, sang istri memutuskan memotong dukungan finansial dan meminta cerai. Baca novel online gratis ini.
Pengantin Palsu Ceo Arogan
Pengantin Palsu Ceo Arogan
Demi biaya pengobatan ibunya, Nayla menyamar dalam Pengantin Palsu Ceo Arogan untuk menggantikan anak majikannya. Di balik masker, ia harus menghadapi Arga Dewantara, sang miliarder dingin. Baca kisah romance modern ini di webnovel, salah satu billionaire romance books paling mendebarkan.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Pewaris Asli dari Sarang Penjahat (Sulih Suara)
Pewaris Asli dari Sarang Penjahat (Sulih Suara)
Evan Emran tumbuh di lingkungan para penjahat. Pada usia 23 tahun, Evan kembali ke keluarganya yang kaya raya. Namun, orang tua dan kakak kandungnya ternyata memperlakukan Evan dengan buruk. Evan pun sadar, hanya uang dan kekuasaan yang akan membuatnya diakui dan disegani.
Balas Budi sang Naga Emas
Balas Budi sang Naga Emas
Fajar sang Putra Mahkota yang terdampar di kalangan rakyat biasa, dibesarkan dengan penuh hinaan oleh keluarga angkatnya, kecuali ibu angkatnya, Hilma Sunada yang diam-diam melindunginya dan memintanya menyembunyikan kemampuan. Setelah bertahun-tahun menahan hinaan, terutama dari Huda yang ingin merebut kekasihnya, Fajar akhirnya menunjukkan kemampuan aslinya di ujian militer dan menjadi juara. Di saat yang sama, identitasnya terbongkar dan menarik perhatian Kaisar Surya, ayahnya yang sudah lama mencarinya. Setelah bersatu kembali sebagai Putra Mahkota, Fajar membalas budi kepada ibu angkatnya, menghukum semua yang pernah mengkhianati mereka, dan akhirnya hidup bahagia dengan keluarganya.
Ratu atau Magang?
Ratu atau Magang?
Yvonne, seorang pemimpin konglomerat besar, selama ini menyembunyikan identitas aslinya untuk menjaga harga diri suaminya. Setelah mengetahui perselingkuhan suaminya dan mengalami keguguran akibatnya, dia bercerai dan kembali ke perusahaannya sebagai karyawan magang. Pada pesta ulang tahun perusahaan, mantan suami dan wanita selingkuhannya, yang kini adalah karyawan di sana, menghinanya dengan keji. Saat Yvonne mengungkap identitasnya untuk memecat mereka, mereka menuduhnya berkhayal dan menganggapnya sebagai selingkuhan sang CEO. Ketika mereka menghasut orang lain untuk menyakitinya, sang CEO yang sesungguhnya, dan juga adalah kakak Yvonne, tiba dan membongkar semua kebenaran...
Takdir di Pelukan Pangeran
Takdir di Pelukan Pangeran
Siska mengorbankan hartanya demi Putra Mahkota Jino, tapi malah dikhianati. Gelar dan kedudukannya diberikan pada adik tirinya. Waktu tersadar, dia bangkit, memutus hubungan dengan Jino, lalu menikah dengan Pangeran Yanto. Dengan kekuatan berbisnisnya, dia bertekad membuat semua pengkhianat itu menyesal.
Tanda Tangan Tanpa Cinta
Tanda Tangan Tanpa Cinta
Dirampas hartanya dan terpuruk dalam skandal, Allison kembali dengan putranya untuk merebut warisan ibunya, tapi yang dia dapat malah utang 40 triliun! Di titik terendah, dia bertemu Grayson, miliarder misterius yang mengaku sebagai kreditur. Masing-masing menyembunyikan motif, mereka pun menjalani pernikahan kontrak. Allison terus melawan ayah licik, ibu tiri, dan mertua pendendam. Perlahan, adu gengsi di antara mereka berubah menjadi ikatan tulus. Namun saat rahasia kelam Grayson terbongkar, Allison dihadapkan pada pilihan yang akan menghancurkan atau menyatukan mereka selamanya...
 Suami Kontrak, Cinta Tanpa Syarat
Suami Kontrak, Cinta Tanpa Syarat
Intan, presdir Grup Suarta, tidak mau kekuasaan perusahaannya jatuh ke tangan ibu tirinya. Demi mendapatkan 10% saham warisan kakek untuk calon suaminya, dia memilih Roy, pria paling tampan dan miskin untuk dinikahi. Roy selalu bilang dirinya sangat miskin, tetapi Intan malah mendengar semua orang diam-diam memanggilnya "Tuan Roy "…