Logo
My Husband Is My CEO
My Husband Is My CEO

My Husband Is My CEO

78 Bab
Tamat
Dalam My Husband Is My CEO, seorang pria terjebak di antara kesetiaan pada tunangannya dan obsesi mantan kekasih yang posesif. Novel modern ini menyajikan konflik kesetiaan dalam billionaire romance novels yang penuh tekanan. Baca cerita lengkapnya di web novel populer ini sekarang.
Bab 1 dari My Husband Is My CEO

Jakarta, Kota Megapolitan yang selalu jadi tujuan kaum urban bertaruh nasib. Mentari pagi ini bersinar dengan anggun menampakkan kuasanya sebagai Ratu Semesta. 

Seorang wanita bertubuh mungil terlihat ikut berdesakan antre hendak memasuki bussway. Badannya yang mungil memudahkannya menyusup di antara para penumpang lain. Sial! tak ada kursi kosong. Dengan berat hati, dia berdiri dengan menenteng tas kerjanya. Yah, tak apalah daripada terlambat.

Perkenalkan, namaku Freeya Aqila Hasbie Rasyid. Kata teman- temanku, wajahku yang oriental ini sangat khas. Yah, tentu saja, aku keturunan campuran Tionghoa dan Turki.

Berwajah oriental, tapi tak bermata sipit. Perawakanku yang mungil kudapat dari ibuku yang Tionghoa. Sementara rambut cokelat dan mataku yang hijau kecoklatan, kudapat dari ayahku yang Turki.

Ini adalah hari pertamaku kerja di Jakarta. Sebelum ini, aku kerja di Bandung, di sebuah perusahaan kecil. hingga F. Company merekrutku.

"Presdir, bukankah ini sama artinya Anda menjualku?" protesku dua minggu yang lalu. Mengingat aku direkrut F. Company demi perusahaan yang aku tempati mendapat suntikan dana.

"Aya, F. Company adalah perusahaan besar, kau bisa mengasah kemampuanmu di sana," terang Presdir Antoni.

Aku hanya bisa mendengus kesal. Huft! Karena melamun, aku tak sadar kalau aku sudah sampai di halte depan gedung F. Company. Benar kata Arsyila, sahabatku, F. Company memang perusahaan besar dengan gedung yang begitu megah. Dengan langkah pasti, aku memasuki lobi perusahaan. 

Seorang resepsionis cantik menyambutku dengan senyum ramah.

"Selamat pagi. Ada yang bisa saya bantu?"

Kusodorkan surat panggilan kerja yang kudapat tiga hari yang lalu. Gadis itu sekilas melihatnya. Dia tampak berbincang dari intercom dan tersenyum.

"Mbak Freeya, sudah ditunggu HRD."

"Silakan naik ke lantai 8! Ruang HRD, tepat di depan lift."

"Terima kasih."

Aku berjalan buru-buru hendak memasuki lift, hingga tiba - tiba aku menabrak seseorang.

Bbbrruuukkkk!

Ceklek.

Tubuhku terhuyung membuat salah satu heelsku patah. Sial! Kupandangi punggung lelaki yang bertabrakan denganku berlalu tanpa sepatah katapun.

"Dia pergi tanpa mengucapkan maaf?" gumamku dalam hati. Sekalian kupatahkan heels yang satunya. Yah, walaupun aku jadi susah berjalan.

Tok tok tok.

Kuketuk pintu bertuliskan R. HRD.

"Masuk!"

Kkkrrreeekkkk.

Suara pintu berderit saat kubuka. Di belakang meja nampak sesosok lelaki tampan berpenampilan rapi, tersenyum kearahku. Tangannya terulur mengisyaratkan agar aku segera duduk.

"Terima kasih," ucapku sembari duduk.

"Freeya Aqila Hasbie Rasyid," baca lelaki yang namanya tertera di papan di meja bagian depan Anggara Samudra.

"Silakan tanda tangani kontaknya!" ucapnya seraya menyodorkan selembar kertas di atas map biru.

"Baca dulu!"

"Kamu terikat kontrak 5 tahun dengan perusahaan kami."

"Silakan ajukan keberatan, jika ada poin kontrak yang janggal!"

Setelah memastikan sekali lagi tak ada yang janggal, kububuhkan tanda tanganku di atas kertas putih itu.

Lelaki itu menyodorkan sebuah tanda pengenal. Ada fotoku di sana.

"Aku Anggara Samudra."

"Kamu bisa panggil aku, Gara!"

"Selamat bergabung di F. Company!"

Gara mengulurkan tangannya yang langsung kujabat dengan penuh semangat. Kusunggingkan senyum termanisku.

"Mari! Kutunjukan ruanganmu!"

"Iya."

Aku mengekori Gara yang melenggang sembari menunjukkan ruanganku.

Divisi Pengembsngan Proyek berada di lantai 40. Di ruangan ini, ada sekitar 12 orang.yang tampak berkutat dengan laptop masing-masing. Mereka serempak berdiri saat melihat Gara dan aku masuk.

"Selamat pagi."

"Pagi ... !"

"Perkenalkan, dia adalah Ketua Divisi Pengembangan Proyek yang baru, Freeya Aqila Hasbie Rasyid," kata Gara dengan suara tegasnya.

"Selamat datang dan selamat bergabung."

"Terima kasih."

"Mohon kerja samanya," ucapku dengan sedikit menunduk.

Mereka satu per satu menyalamiku dan memperkenalkan diri. Seorang gadis cantik menyalamiku dan memelukku.

"Aku Kinar. Kamu akan duduk bersebelahan denganku," ujarnya.

"Panggil saja aku, Aya!"

"Oke."

Kinar menatap ke arah bawahku saat dia menyadari jalanku yang aneh. Aku tersenyum kecut menyembunyikan rasa maluku.

"Kenapa?"

"Patah saat aku tabrakan sama orang tadi di depan lift. Daripada aneh, ya sekalian kupatahkan saja yang satunya," terangku.

"Tenang! Aku pesankan sebentar."

***

Di ruangan Direktur F. Company, ruangan yang sebagian besar bersekat kaca ini terlihat tenang. Di belakang meja, duduk seorang lelaki tampan dengan perawakan tinggi atletis tengah memainkan sebuah papan nama dari kayu berlapis kaca, bertuliskan CEO DEMAS FABIAN.

Aku berdiri mematung. Huh! Aku mendengus, bukankah dia lelaki yang menabrakku tadi? Dia CEO yang membeliku?

Terus kumainkan jemariku sembari menunggu dia selesai memeriksa CV milikku. Dia menatapku dengan tatapan yang tak kusukai. Dia bangkit dan ganti duduk di atas meja.

"Freeya Aqila Hasbie Rasyid, Ratu

Presentasi, benar?"

Aku hanya mengangguk.

"Berapa lama kerja di perusahaan sebelumnya?"

"Bukankah sudah tertera di CV? Ngapain nanya?" gumamku dalam hati.

"2 tahun," jawabku datar.

"Tahu kan, kenapa aku merekrutmu?"

"Tahu."

Aku masih ogah-ogahan menjawabnya. Entah kenapa, aku begitu kesal dengan lelaki di depanku ini.

Aku merasa seperti budak belian. Dia memicingkan mata ke arahku. Aku balas menatapnya. Disodorkannya setumpuk berkas kepadaku. Tanganku hampir saja kewalahan.

"Revisi! Sebelum jam 3 sudah harus ada di mejaku!" perintahnya dingin.

"Hah! Yang benar saja? Anda bercanda?" protesku geram.

"Oh! Protes? Akan aku tambah pekerjaanmu!" ancamnya.

"Tapi ini penindasan!"

"Anda menukarku dengan suntikan dana untuk perusahaan Tuan Antoni!"

"Tapi, bukan berarti Anda bisa memperlakukanku seperti budak belian!"

"Berlaku semena-mena!"

"Semena-mena? Aku tidak suka ada orang yang berani membalas tatapanku," semprotnya.

"Keluar! Dan kerjakan perintahku!" bentaknya.

Tanpa ba bi bu, aku langsung membalikkan badan. Dalam hati, aku mengumpat.

"DASAR TIDAK WARAS!" baru sampai di pintu, suara beratnya menghentikanku.

"Kenapa sepatumu?" Dia bertanya dengan nada dingin.

"Menurutmu?" tanyaku dengan sedikit menekan gigiku.

"Ada lelaki tidak bertanggung jawab menabrakku. Dia berlalu begitu saja tanpa ucapan maaf."

"Saya permisi!"

Aku meninggalkan ruangan itu tanpa memedulikan dia yang masih terpaku. Hah? Hari-hari berikutnya, pastilah akan seperti neraka bagiku.

***

Pada saat jam makan siang, Kinar menyodorkan sebuah bungkusan dan nasi kotak untukku. Dengan penuh semangat kubuka bungkusan itu. Heels warna hitam yang sama persis dengan punyaku. Aku langsung memakainya. Senyumku terkembang menatap Kinar.

"Akan aku ganti," ucapku.

"Jangan membuatku malu!"

"Anggap itu hadiah perkenalan kita!"

"Terima kasih."

"Ayo makan!" ajaknya.

"Hah? Kalau aku makan, yang ada pekerjaanku tidak kelar," keluhku.

"Presdir biasanya tak sekejam ini!"

"Huuh! Entahlah."

"Mungkin dia sensi padaku."

Kupegangi kepalaku yang mulai senut-senut. Layar komputerku tampak garis-garis efek mataku yang mulai pedih.

Sial! Hari pertama kerja, aku sudah tersiksa. Dan aku harus menjalani ini selama 5 tahun?

Tepat pukul 3 sudah, kusodorkan berkas revisi di atas meja presdir dingin itu. Dia menatapku tajam. Segera kualihkan pandanganku mengitari ruangan.

"Not bad!" ucapnya.

Hhuuuhhh! Aku mengerjakannya dengan maraton. Hampir membuat kepalaku pecah dan hanya terlontar kata "not bad" dari mulutnya. Ini batu saat pelajaran Bahasa Indonesia tentang kalimat pujian, dia absen kali ya?

"Keluarlah! Eh ... bawa ini! Pelajari! ini, bahan presentasi buat besok!"

Presdir Demas menyodorkan proposal.

"Baik."

"Kalau tidak ada hal lain, saya permisi," pamitku sambil mengangguk. 

"Silakan!" sahutnya tanpa menoleh ke arah tempatku berdiri.

Sumpah! Kalau aku tidak butuh pekerjaan, sudah kulempar CEO songong itu pake heels. Ini hari pertama kerja dengan kesan pertama yang AMBYYAARRR.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1
CH. 2
CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Cinta Melawan Syarat
Cinta Melawan Syarat
Dalam Cinta Melawan Syarat, Helena menikahi pewaris tuli demi biaya medis ayahnya. Terjebak kontrak bisnis dengan pria dingin, ia menghadapi tantangan hidup sebagai istri billionaire romance novels. Namun, saat masa berlaku berakhir, sang pelindung justru memohonnya untuk tetap tinggal di modern novel ini.
Cinta Yang Terlambat Bersinar
Cinta Yang Terlambat Bersinar
Dalam novel romantis miliarder Cinta Yang Terlambat Bersinar, seorang gadis jatuh cinta pada teman ayahnya yang jauh lebih tua. Saat pria itu tidak sengaja diracuni di sebuah pesta, ia harus mengambil keputusan ekstrem demi menyelamatkannya. Baca novel online ini untuk mengikuti kisah cinta mereka.
Gadis Pemuas Tuan Grey
Gadis Pemuas Tuan Grey
Demi biaya pengobatan ayahnya, Laura terjebak dalam obsesi gelap Greyson di novel Gadis Pemuas Tuan Grey. Terpaksa menjadi pemuas nafsu sang miliarder, ia menghadapi pilihan sulit antara martabat atau nyawa. Simak kisah billionaire romance novels ini di platform web novel kami.
Menjadi Istri Musuhku
Menjadi Istri Musuhku
Dalam Menjadi Istri Musuhku, Selena Grant terbangun tanpa memori tiga tahun pernikahannya. Sebagai putri konglomerat di genre modern ini, ia harus menghadapi penghinaan suaminya. Baca kisah billionaire romance novels ini saat Selena membalas dendam dan merebut kembali martabatnya di web novel ini.
My Possessive Sugar Daddy
My Possessive Sugar Daddy
Terjepit kemiskinan, Fahira terpaksa menjadi sugar baby dalam My Possessive Sugar Daddy. Di balik kemewahan billionaire romance novels ini, sang CEO menuntut loyalitas penuh sementara Fahira harus menghadapi sabotase sepupunya. Simak kisah modern novel ini tentang pilihan sulit dan ambisi.
Pengantin Yang Terjebak Dalam Dendam
Pengantin Yang Terjebak Dalam Dendam
Dalam Pengantin Yang Terjebak Dalam Dendam, Sephia terikat pernikahan paksa dengan Elandro, pewaris dingin yang haus pembalasan. Kisah billionaire romance ini mengungkap hukuman di balik janji suci. Temukan ketegangan dalam modern novel ini sebagai salah satu romance stories terbaik.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Kala Penyesalan Mengetuk Hati (Sulih Suara)
Kala Penyesalan Mengetuk Hati (Sulih Suara)
Sejak kecil, Wenny diabaikan oleh ayahnya yang lebih menyayangi adik tirinya. Setelah dewasa, dia memilih Haris sebagai pengawal pribadinya. Perlahan, Wenny jatuh cinta padanya dan mulai mendekatinya selama lebih dari tiga bulan. Namun, Haris tetap tidak tertarik, bahkan melukai hati Wenny. Hingga akhirnya, Wenny tahu bahwa Haris mendekatinya hanya untuk memenangkan hati adik tirinya. Akhirnya, Wenny patah hati dan memilih menikah dengan putra bangsawan yang lumpuh...
[Versi suara dubbing] Kesedihan Berlian Biru
[Versi suara dubbing] Kesedihan Berlian Biru
Kematian cinta dia meninggalkan bekas luka. Dia menikah dengan seseorang yang mirip, tetapi menghadapi pengkhianatan bersama kekasih orang itu, sampai harta karunnya dan simbol obsesialnya hancur.
Kebangkitan Rakyat Jelata
Kebangkitan Rakyat Jelata
Seorang insinyur modern, Ardi Wisesa terlempar ke masa lalu dan jadi preman jalanan. Lalu, ia bertemu dengan gadis bangsawan yang sedang melarikan diri. Dalam zaman yang berbahaya ini, Ardi mengandalkan keahlian dan keberaniannya, melindungi orang yang dicintainya
Kembali ke Desa! Banggakan Ibuku
Kembali ke Desa! Banggakan Ibuku
Serly Zofi adalah seorang mahasiswi dari desa yang berhasil menjadi CEO perusahaan go public setelah berjuang selama 7 tahun. Setelah kembali ke Suraya, dia pun kembali ke desa untuk menjenguk ibunya. Menghadapi rumor di desa dan ketidakadilan keluarga, Serly maju dengan berani untuk membela ibunya. Dia juga membantu warga desa menjadi kaya. Kisah Serly menyampaikan nilai-nilai kerja keras untuk mencapai kesuksesan, serta kesetaraan dan kemandirian yang sangat menginspirasi.
Cinta dari Ibuku
Cinta dari Ibuku
Tua, miskin, dan bisu. Tiga kata ini sangat melekat pada Feni Dawin, seorang ibu yang membesarkan dua anaknya sendirian. Walau menjalani kehidupan yang sulit, Feni tidak menyerah dan tetap merasa bahagia asalkan hidup bersama kedua putranya. Suatu hari, anak bungsunya tiba-tiba menghilang. Dunia Feni seakan runtuh, dia sangat bersedih atas kematian anak bungsunya. Namun, tanpa dia sadari, anak bungsunya yang menghilang kembali ke pangkuannya. Bagaimana kisah mereka? Akankah mereka bisa berkumpul kembali?
Bos Mafia Memanjaku dengan Manis
Bos Mafia Memanjaku dengan Manis
Anira pergi ke pesta bersama sahabatnya, Lily. Saat di pesta Anira bertemu dengan Leo yang saat itu sedang dikejar oleh musuhnya dan ingin membunuhnya. Melihat Leo yang tengah kesulitan, Anira membantunya. Namun akhirnya mereka terpisah. Leo melihat kartu identitas dan mengira bahwa itu milik Anira, ia pun bertemu dengan Lily. Karena melihat Leo yang tampan dan kaya, Lily berpura-pura menjadi Anira yang menolongnya saat di pesta. Namun, takdir tetap mempersatukan Leo dengan Anira dan benih-benih cinta mereka pun tumbuh perlahan tapi pasti.