Logo
My Devil Bodyguard
My Devil Bodyguard

My Devil Bodyguard

74 Bab
Tamat
Dalam My Devil Bodyguard, Vello terjebak antara perlindungan dan ancaman Dexter. Sebagai romance novel dengan elemen action, kisah modern novel ini mengungkap misi Dexter yang menyeret Vello ke dalam bahaya, menguji kesetiaan saat ia justru enggan melarikan diri dari neraka tersebut.
Bab 1 dari My Devil Bodyguard

"Hei ... hei ... lihat dia sudah datang!"

"Dia terus menunduk, apa ia sedang mencari recehan koin di lantai?"

"Lihat cara dia memeluk buku-buku tebal di dadanya? Memangnya siapa yang akan mencuri buku mengerikan itu darinya?"

Suara bisik-bisik dan cekikikan orang-orang di koridor tertuju pada satu perempuan dengan kacamata lebar yang berjalan dengan membawa rasa takut melewati mereka yang memandangnya dengan remeh.

BUGH!

"Kau menghalangi jalanku, bodoh!” Dengan sengaja seorang perempuan menabrak bahunya dan berlalu begitu saja setelah menyunggingkan senyum sinis.

Perempuan itu meringis mengelus pundaknya yang terasa sakit. Kaki dengan balutan sepatu ketsnya melanjutkan langkah dengan lebar untuk segera terbebas dari tatapan berpasang mata yang tidak pernah lelah menghunuskan pandangan cacian pada dirinya.

Vellonica Diosa Shawn, gadis dengan rambut golden blonde yang ia kuncir ponytail itu mendesah lega ketika ia sudah mendorong pintu memasuki ruang kuliahnya dengan jajaran bangku bertingkat yang semakin meninggi dengan anak tangga di tengah-tengahnya.

Meskipun teman-teman di ruang kuliahnya ini tidak berbeda jauh dengan para mahasiswa di luar tadi, setidaknya ia bisa mengalihkan perhatian dengan fokus pada mata kuliah yang akan diajarkan dosennya nanti.

Tentu saja dengan fokus pada pelajaran selalu berhasil membuatnya melarikan diri dari kenyataan menyedihkan tentangnya.

Vello menggigit bibir bawahnya. Sedikit mendongakkan wajah, melihat Kenneth sedang berciuman panas dengan Arabelle yang berada di pangkuan menyamping lelaki itu. Tak memedulikan sekitar seperti ruangan itu hanya ada mereka berdua.

Oh, jangan salah paham. Lelaki itu tidak sedang selingkuh secara terang-terang di depannya atau lelaki itu adalah mantan kekasihnya. Tentu saja bukan. Vello akan tertawa keras, mengingat kenyataan lelaki tampan seperti Kenneth hanyalah kekasih khayalannya dan perempuan cantik yang kini sedang menengadahkan lehernya untuk memberi akses lebih banyak pada bibir Kenneth yang mulai menjelajah tersebut adalah kekasih pria itu sesungguhnya.

Ia masih menggigit bibir bawahnya, membayangkan kapan ia akan merasakan bibir seorang pria menari di atas bibirnya. Apakah ia bisa berharap orang itu adalah Kenneth? Bagaimana rasanya ketika dua bibir dan lidah saling membelit? Apakah ia akan memejamkan mata dengan kedua tangan memeluk leher prianya seperti yang dilakukan Arabelle saat ini?

Vello menggeleng pelan dengan mengerjapkan matanya beberapa kali hanya untuk sekadar menyadarkannya. Bangun menyambut kenyataan.

DUGH!

Suara benturan dari undakan anak tangga yang bertemu dengan dahi seorang perempuan berhasil menyita perhatian satu ruangan.

"Ups! Maafkan aku. Kakiku tak melihatnya,” seru seorang teman lelaki dengan nada yang jelas-jelas tak menyiratkan rasa bersalah.

Satu detik.

Dua detik.

Tawa seisi ruangan langsung menggema tanpa ada satu pun yang mencoba membantu Vello untuk berdiri ataupun sekadar membantu mengambilkan buku-buku yang berserakan di sekitarnya.

Vello berusaha berdiri dengan sisa-sisa rasa malu yang ia miliki. Mengambil satu persatu-satu bukunya setelah memasang kembali kacamata yang tadi sempat terjatuh.

"Permisi, bisakah kau menyingkirkan kakimu dari bukuku?” pinta Vello, berjongkok hendak meraih bukunya tanpa berani menatap pemilik kaki yang dengan angkuh menjadikan buku sebagai tumpuan pijakan sepatu stiletto merah menyala dengan hak yang sangat tinggi.

"Tentu saja.” Suara santai Arabelle mengiringi gerakan sepatunya yang menggeser buku tersebut ke dekat tangan Vello. Dalam hati Vello yakini bahwa sampul belakang buku tersebut tidak akan mulus lagi dan menjadi kotor.

"Dan bersihkan dahimu yang berdarah,” tambah suara lelaki yang Vello yakini adalah Kenneth.

Mencoba berani, Vello mendongakkan wajahnya untuk menemukan jawaban. Benar, lelaki itu menyodorkan selembar tisu padanya.

Dengan susah payah Vello meneguk salivanya yang terasa menggantung di tenggorokan ketika ia menangkap manik mata indah yang kini sedang menatapnya. Apakah ini mimpi? Untuk kali pertama Kenneth berbicara dan melihat dirinya!

Arwah Vello seakan melompat dari raganya saat itu juga. Ia berusaha tak mengedipkan mata agar jika ini hanya sebuah fatamorgana, setidaknya tidak segera menghilang dari pandangannya saat ini juga.

Oh Tuhan, Vello begitu mengagumi Maha Karya Tuhan yang begitu sempurna ketika menciptakan seorang Kenneth. Surai rambut cokelat gelap yang menyapu sedikit dahinya menciptakan percikan pesona yang tak dapat terbantahkan. Ditambah kombinasi alis tebal, mata indah serta rahang tegas membuat dirinya layak menyandang lelaki hot di kampus ini, setidaknya untuk Vello.

"Te-terima kasih.” Tangannya bergetar gugup menerima tisu itu.

"Oh kau begitu manis, Babe. Kau harus dihukum!” Dengan cepat Arabelle menarik tengkuk Kenneth. Lelaki itu menyeringai senang menyambut ciuman Arabelle dengan kedua tangan yang langsung memeluk pinggang ramping itu.

Vello tersenyum kecut. Segera mengambil bukunya yang masih di lantai dan bergegas memilih tempat duduk yang masih kosong.

Bibirnya mendesah ketika melihat darah di tisu yang baru ia tempelkan di dahinya. Apa kata kedua orang tuanya nanti jika melihat karya baru di wajah ini? Padahal lebam di lengan hasil dari cengkeraman teman yang membullynya kemarin belum juga hilang.

***

"O Dios mío! (Oh ya Tuhan!) Apa yang terjadi dengan dahimu, Nak?"

Baru saja tubuh Vello memasuki mansion, pekikan dari Camilla, sang ibu sudah menyambut pendengarannya.

Ia berjalan tergopoh-gopoh dengan balutan masker berwarna hijau di wajahnya yang kini sudah retak karena ia tak bisa menahan ekspresi keterkejutannya.

Bibir mungil Vello berdecap. "Está bien, Madre (Aku baik-baik saja, Ibu). Aku hanya tak sengaja terbentur.” Ia mencoba berlalu dari interogasi Camilla, tetapi percuma ketika tangan sang ibu dengan sigap menahannya.

"Jangan coba berbohong lagi! Oh, kemarilah putriku. Aku akan mengobati lukamu."

Camilla dengan cepat membawa Vello untuk duduk di sofa beledu berwarna biru gelap yang berada di ruang tamu mansion.

"Russell harus tahu apa yang sedang terjadi denganmu, Sayang,” ujarnya dengan tangan yang begitu sigap mengobati dahi Vello setelah sebelumnya menerima kotak obat yang sempat dimintanya dari seorang pelayan.

"Madre ….” Vello langsung menahan tangan Camilla. Wajahnya berubah sendu mencoba menjelaskan ketidaksetujuannya dengan sorot mata.

Camilla menggeleng tegas. “Ini sudah kejadian yang ke sekian kalinya, Vello. Melapor pada pihak kampusmu tidak pernah membuahkan hasil yang berarti. Mereka terus saja memperlakukanmu tidak pantas! Apakah kau tak pernah melawan mereka yang berbuat keji terhadapmu? Bentaklah mereka atau jika perlu jambak rambutnya. Sesekali berbuat kasar untuk melindungi diri itu tak apa, Sayangku.”

“Dan mereka akan semakin gencar menyiksaku, Madre.”

Bukan tidak pernah, Vello sudah pernah melakukan perlawanan, tetapi yang didapat adalah tamparan dan wajahnya dicelupkan ke lubang kloset. Ia tak pernah menceritakan bagian itu pada siapa pun. Tidak ada gunanya mengadu. Orang tuanya hanya mengetahui bekas-bekas merah atau lebam di tubuhnya tanpa tahu detail kejadiannya.

Jika bisa memilih, ingin rasanya ia kembali ke Spanyol bertemu dengan teman-teman lama yang begitu menyayanginya. Namun, sejak kepindahannya ke Inggris saat kuliah, Vello tak lagi mendapatkan teman sebaik yang ada di Spanyol. Tak ada teman yang berkunjung ke rumahnya. Tak ada canda tawa di kelas. Hanya ada pandangan aneh setiap kali ia melangkah.

Derita yang ia rasakan ini bermula ketika Russell memboyong keluarganya untuk pindah ke Inggris, hidup di mansion mewah yang baru saja dibelinya.

Tanpa bermaksud menyalahkan niat baik Russell untuk meningkatkan status sosial mereka dari hasil jerih payah keberhasilannya menjadi chef sekaligus pebisnis yang memiliki banyak cabang restoran di berbagai negara, tetapi itu jelas menjadi awal derita yang Vello rasakan dalam lingkup pergaulan yang dirasakan jauh berbeda dengan tanah kelahirannya di Spanyol.

Vello merasakan guncangan budaya yang begitu terasa ketika ia memijakkan kaki di Inggris. Di Spanyol, Vello merasakan keramahan yang begitu kental pada setiap orang. Bahkan pada hubungan pertemanan, Vello tak pernah kehabisan kawan yang selalu mengisi hari-harinya. Ia masih mengingat jelas bagaimana orang-orang di lingkungan hidupnya di Spanyol begitu menghargai ikatan pertemanan dan selalu meluangkan waktu untuk membuat pesta perayaan pada pencapaian setiap orang-orang terdekatnya. Hidup Vello tak pernah surut dari senyum dan tawa.

Vello begitu optimis ketika ia pindah ke Inggris, negara tempat kelahiran ayahnya, dengan keramahan yang telah melekat pada dirinya sedari kecil. Vello menyapa dan mencoba mengenal satu persatu teman kuliahnya, tetapi yang ia dapat justru jauh dari harapan. Tak ada senyum ramah atau sekadar dua huruf sapa ‘hai’ dari bibir mereka. Vello justru mendapat tatapan dingin dan pandangan aneh.

Hari-hari berikutnya Vello tetap mencoba ramah dan mengakrabkan diri pada lingkungan barunya, bagaimanapun juga ia harus memiliki teman di tempatnya kuliah, tetapi Vello selalu tak mendapatkan respons yang baik. Orang-orang justru semakin memandangnya aneh. Sebuah sorot pandangan yang tak pernah Vello dapatkan selama hidupnya di Spanyol.

Hal itu jelas mengguncang hati Vello. Ia mencoba mengoreksi diri untuk mencari tahu kesalahannya. Ia hanya ingin memiliki teman dan apa salahnya dengan bersikap ramah? Namun, semakin waktu bukannya semakin membaik dan mendapatkan teman, Vello justru semakin merasa tak memiliki siapa-siapa selain kedua orang tuanya.

Orang-orang di lingkungan kampusnya justru memandangnya seperti sebuah kutu yang harus segera dihindari. Tak jarang dari mereka mulai mengolok Vello ataupun berlaku kasar padanya secara fisik. Sejak saat itu Vello lebih memilih diam. Ia tak lagi banyak berbicara ataupun mencoba dekat dengan teman-teman kuliahnya. Namun, keterdiamannya justru membuat orang-orang di sekitarnya semakin bersikap kasar pada Vello.

Vello jelas tak mampu menandingi sekian banyak orang yang berlaku buruk padanya. Hingga akhirnya ia memilih menerima perlakuan buruk tersebut demi menjalani perkuliahan untuk meraih mimpinya. Meskipun kini senyum dan tawa Vello telah redup hampir tak berbekas.

“Aku akan tetap menceritakan pada Russell. Aku yakin kakakmu pasti memiliki solusi.” Camilla menyudahi pembicaraan dengan tekat bulatnya yang sudah tidak dapat dibantah.

...To Be Continued...

Makasi banyak sudah baca chapter ini. Jangan lupa tinggalkan komentarmu ya. Segala info tentang karya dan visual bisa cek di IG @saltedcaramely_

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

ADA DARAH DI DALAM AIR
ADA DARAH DI DALAM AIR
Dalam ADA DARAH DI DALAM AIR, seorang pemuda bertekad menjatuhkan ayahnya yang memimpin MBR, organisasi mafia terkuat di Asia. Ikuti adventure penuh bahaya dan mystery story ini demi membalaskan dendam kematian ibunya. Baca mafia novel menegangkan ini di platform web novel favorit Anda.
Devil Beside Me (21+)
Devil Beside Me (21+)
Dalam Devil Beside Me (21+), Renata terpuruk usai dikhianati kekasihnya. Sang ayah menunjuk Ervin sebagai bodyguard untuk menjaganya. Ketegangan benci jadi cinta dalam modern novel ini memicu romansa panas yang tak terduga. Baca romance stories ini di platform web novel favorit Anda.
Dominasi Yang Disengaja
Dominasi Yang Disengaja
Dalam novel Dominasi Yang Disengaja, Dahlia Nicholson menceraikan Dustin Rhys setelah sukses besar. Namun, dia tidak menyadari bahwa seluruh pencapaiannya adalah berkat bantuan rahasia sang suami. Temukan kisah pengkhianatan dan aksi dalam romance novel ini di platform online novel kami.
Dunia Pelita
Dunia Pelita
Dalam novel modern Dunia Pelita, seorang model harus menghadapi kenyataan pahit setelah peristiwa tragis dengan Adhim, ketua geng motor. Di tengah konflik aksi dan prinsip hidup, ia terjebak dalam pilihan pernikahan. Simak kisah romance fiction books ini untuk melihat perjuangan mereka.
Istri yang Dihancurkan Mereka
Istri yang Dihancurkan Mereka
Dalam Istri yang Dihancurkan Mereka, seorang komposer kehilangan karier dan warisan ibunya akibat pengkhianatan suami dan putranya demi wanita lain. Novel modern ini mengikuti misinya melarikan diri dari sangkar obsesi. Baca kisah romance penuh aksi balas dendam ini di webnovel kami.
Kembalinya Mantan Istriku yang Luar Biasa
Kembalinya Mantan Istriku yang Luar Biasa
Pasca cerai dari suami misteriusnya, Elsa mengungkap jati diri aslinya dalam Kembalinya Mantan Istriku yang Luar Biasa. Sebagai agen rahasia dan dokter dalam modern novel ini, ia memicu penyesalan sang mantan. Simak kisah romance novel penuh aksi ini di platform web novel kami.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Dulu Aku Terinjak, Kini Aku Bangkit
Dulu Aku Terinjak, Kini Aku Bangkit
Setelah terlahir kembali, Fira punya tiga misi: membalas dendam, bercerai, dan melindungi keluarganya. Tanpa sengaja, dia menyelamatkan pria tampan yang ternyata calon Kaisar. Mantan suami, ibu mertua, dan perempuan simpanan berusaha menghancurkannya, tapi Fira mengalahkan semua musuhnya. Hanya satu masalah, sang Pangeran tidak mau melepaskannya dan ingin menikahinya.
Saya Memiliki Lima Saudara Laki-Laki yang Keren
Saya Memiliki Lima Saudara Laki-Laki yang Keren
Raina "Surya" Liona harus meningalkan kehidupkan mewahnya setelah mengetahui kalau dia tertukar saat lahir. Dia bertemu kembali dengan keluarga biologisnya yang tampak miskin, Keluarga Liona yang sembunyikan identitas kaya darinya. Meski mengetahui keluarganya miskin, Raina menerimanya dan mereka membalasnya. Saat keluarga lamanya, Keluarga Surya dan putri jahatnya mencoba menjatuhkan dia, keluarga kandungnya beserta Toni Juardi, miliarder super kaya dan tampan yang melakukan apa saja untuk membela Raina.
Koi Kecil: Titisan Penyelamat
Koi Kecil: Titisan Penyelamat
Di tengah musim kelaparan yang memilukan, Nia yang baru berusia 5 tahun tega dibuang oleh orang kandungnya yang lebih mementingkan anak laki-laki, hingga terdampar di kaki gunung. Namun, takdir mempertemukannya dengan Bagus Wijaya, seorang pemburu pincang berhati mulia, yang bersama istrinya mengambilnya sebagai anak. Ketika ibu angkatnya terserang penyakit parah dan hanya bisa diselamatkan oleh akar ginseng gunung berumur seribu tahun, Nia yang memiliki bakat langka berbicara dengan hewan memimpin sang ayah dan anjing pemburu menyusuri hutan belantara. Melalui kemampuannya, ia berhasil menemukan obat penyelamat nyawa itu. Kesuksesan itu hanyalah awal. Berkat bakatnya, Nia terus menjadi pelindung bagi keluarga dan desanya, mengatasi satu demi satu krisis yang mengancam. Gadis kecil yang sempat terlantar itu akhirnya membawa keberkahan dan kemakmuran, mengantarkan mereka pada kehidupan yang berlimpah ruah dan penuh kebahagiaan.
Satu Ciuman Terakhir
Satu Ciuman Terakhir
Andrea didiagnosis kanker ginjal tahap empat dan hanya memiliki beberapa bulan untuk hidup. Suaminya, Bruno, tampak khawatir tentang saudara tirinya, Rebecca, yang harus dia donorkan darah secara teratur. Bruno mengira Andrea adalah wanita yang tertarik dan perhitungan sehingga dia berpikir bahwa Bruno tidak pernah mencintainya. Semua ini berubah ketika Bruno mengetahui bahwa Andrea sedang sekarat, tetapi mungkin sudah terlambat untuk memberitahunya bahwa dia adalah orang yang dicintainya selama ini.
Maharani Naik Tahta
Maharani Naik Tahta
Maharani Keisha Sieputra yang sakit parah mencari putrinya yang hilang, Mutia Siputra, untuk mewariskan takhta. Mutia awalnya istri Ardi Salim, setia mengurus mertua dan membantunya meraih jabatan. Setelah Ardi merayu Sania Tanto dan menuduh Mutia tidak setia, mereka dipaksa cerai. Dalam bahaya, identitas Mutia terungkap, Kasim Jamal melindunginya dengan nyawa. Lando Surya datang tepat waktu, mengungkap kebenaran dan menghukum penjahat. Di pemakaman Jamal, Mutia mengumumkan naik takhta dan memutus hubungan dengan Ardi, berubah dari istri ditinggalkan menjadi Maharani.
Obrolan Istana Langit
Obrolan Istana Langit
Ingatan dan kekuatan raja Istana Langit, Surya Mahera, sudah disegel. Kakeknya, Tiga Dewa Suci, membantunya mengurus Istana Langit. Surya lupa mematikan keran air, tanpa dia ketahui halaman belakang rumahnya itu adalah Istana Langit. Karena sudah menimbulkan kekacauan, dia buru-buru kabur dari rumah. Mengikuti petunjuk undangan nikah, dia malah salah mengambil ponsel kakeknya. Ternyata, di dalam ponselnya ada grup obrolan Istana Langit...