Logo
My BadBoy
My BadBoy

My BadBoy

42 Bab
Tamat
Dalam novel My BadBoy, Adzando yang dikenal sebagai pembuat onar menutup hatinya akibat trauma masa lalu. Namun, siswi baru bernama Vania mengubah segalanya. Simak kisah romance novel ini di web novel kami, sebuah cerita young adult tentang perubahan hidup dan pencarian cinta sejati.
Bab 1 dari My BadBoy

Gadis berambut pirang itu melirik kearah jam ditangannya dengan gelisah, karena hari ini adalah hari pertamanya sekolah di Jakarta dan tidak boleh telat. Jika telat bisa-bisa nama baiknya sudah terkenal jelek apalagi dihari pertama seperti sekarang.

"Duhh gimana ini, 10menit lagii gerbang ditutup. macet banget lagii duhh" batin gadis tersebut dengan ekspresi gelisah berada didalam taxi

"Pak?kira-kira macetnya lama gak ya?" tanya gadis tersebut pada sopir taxi yang ia tumpangi.

"Kayaknya sih. Buru-buru ya de? jalan kaki aja lumayan deket kok. Itu di depan ada pertigaan belok kiri lalu lurus terus. Nanti sekolahan nya ada di sebelah kanan ya" beritahu sang sopir taxi kepada gadis tersebut

"Ohh yaudah deh pak saya jalan aja" jawab gadis tersebut dan membayar taxi nya.

Gadis tersebut segera membuka pintu taxi dan lari menuju sekolahnya karena takut terlambat dihari pertamanya.

"Huftttt, untung gak telat" gadis tersebut sambil menghela nafasnya lega, Matanya melirik jam yang melekat dipergelangan tangannya saat sudah tiba didepan gerbang sekolah barunya. Langsung saja ia berjalan memasuki sekolahnya dan menuju ruang kepala sekolah untuk bertanya akan ditempatkan dikelas mana dan sekaligus meminta seragam.

Semua murid disini menatap gadis itu asing. karena gadis itu menggunakan seragam yang berbeda.

Gadis itu bernama Vania Deltasya, siswi baru disini pindahan dari Bandung. Vania adalah orang yang pintar, cantik, baik dan lugu. Vania ialah gadis blasteran Amerika-Indonesia ia harus pindah ke Jakarta dikarenakan ayahnya harus pindah dinas di Jakarta.

Vania bingung mencari dimana keberadaan ruang kepala sekolah disini , karena sekolahannya sangat luas. Langsung saja ia bertanya kepada salah satu murid disini.

"Permisi kak mau tanya, ruang kepala sekolah dimana ya?" tanyanya ramah kepada salah satu murid perempuan disini yang kebetulan lalu lalang.

"Ohiyaa, lo lurus aja terus nanti ketemu UKS di depan terus lo ke kanan. Di situ ruangannya" jawab murid perempuan tersebut.

Vania mengangguk, "Makasih ya kak" jawabnya ramah.

"Gue kira lo gabisa bahasa indonesia." celetuk murid perempuan itu kepada Vania

Vania hanya mengulum senyumnya dengan kikuk. Langsung saja dirinya menuju keruang kepala sekolah, Setibanya didepan ruang kepala sekolah lalu ia ketuk pintu tersebut.

Tok tok tok..

"MASUK" jawab seseorang dari dalam

Vania membuka knop pintu tesebut dan melihat sepertinya kepala sekolahnya sedang berbicara dengan seorang cowok. Vania tidak bisa melihat wajah cowok itu karena membelakanginya. Jika dilihat dari belakang penampilan cowok itu sangat berantakan, Dirinya sudah bisa menyimpulkan bahwa cowok yang sedang berbicara dengan kepala sekolah saat ini ialah bukan cowok baik-baik atau bisa dibilang nakal.

"Tunggu ya, kamu duduk dulu di sebelah sana. Saya masih ada urusan dengan anak satu ini." ujar sang kepala sekolah memberitahu Vania.

"Iya bu" jawab Vania dengan ramah.

Kemudian Vania duduk sesuai yang diperintahkan kepala sekolahnya itu.

"Kamu sudah berapa kali ributttt terus kerjaannya. Ini masih pagi loh. Sudah capek ibu menegur kamu. sekarang kamu ke lapangan dan hormat kepada bendera sampai jam pelajaran habis" perintah kepala sekolah kepada cowok tersebut dan Vania mendengarnya berarti benar tentang penilaiannya tadi bahwa cowok tersebut memang bukan cowok baik-baik.

"Tapi bu--"

"Ehh sudah sana kamuu kelapangan! ibu masih ada urusan dengan anak baru itu" Cela kepala sekolah sambil menunjuk kearah Vania dan cowok tersebut pun menengok kearah gadis yang disebut anak baru itu.

Vania tersenyum ramah kepada cowok tersebut.

Kemudian cowok itu bangun dari posisinya dan berjalan keluar meninggalkan ruang kepala sekolah dengan ekspresi datar tanpa membalas senyuman dari Vania barusan.

Rambut acak-acakan. Baju dikeluarkan. Tidak memakai dasi sekolah. Tidak ada nametag ataupun badge sekolah diseragamnya serta terdapat sedikit lebam diujung bibirnya. Cowok itu sangat terlihat buruk.

"Duduk disini" perintah kepala sekolah sambil menunjuk bangku yang barusan ditempati oleh cowok tadi.

*VANIA POV*

Kemudian aku duduk sesuai yang diperintahkan kepala sekolah ku. kalau tidak salah namanya Bu Endah Ningtyas kata papah semalam memberitahu ku.

"Kamu Vania Deltasya bukan?" tanya Bu Endah

"Iya bu, Saya Vania Deltasya siswi pindahan dari Bandung" jawab ku dengan ramah

"Ohiya, kamu saya tempatkan dikelas 11 IPA 2 ya dan ini seragam kamu" ujar Bu Endah sambil meletakkan beberapa pasang seragam baru khas sekolahan ini diatas meja.

"Nanti kamu langsung keruang guru saja dan mencari Bu Rita. Nanti Bu Rita yang akan mengantarkan kamu keruang kelas 11 IPA2, Dia adalah wali kelas kamu" beritahu Bu Endah lagi.

Aku mengangguk patuh dan mengambil seragam yang dikasih Bu Endah tadi dan segera ke ruang guru untuk mencari Bu Rita.

*AUTHOR POV*

Setelah mencari Bu Rita , Vania langsung keruang kelas 11 IPA 2 bersama Bu Rita. Saat berjalan menuju ruang kelas banyak sekali murid-murid yang berbisik mengenai dirinya saat ini dan ia bisa mendengar itu sangat jelas karena murid-murid itu membicarakannya dengan sangat terang-terangan, Tetapi Vania tidak terlalu memperdulikannya walaupun sedikit agak risih.

"Anak-anak kita kedatangan murid baru, silahkan perkenalkan dirimu" ujar Bu Rita menyuruh Vania memperkenalkan diri saat sudah tiba diruang kelas 11 IPA 2.

Langsung saja Vania memperkenalkan dirinya dengan singkat dan jelas lalu banyak murid-murid dikelasnya ini malah meledek, yaitu anak laki-laki yang meminta nomor ponsel Vania atau bahkan menggoda Vania dengan kata-kata gombalnya ada juga murid perempuan yang meresponnya dengan baik ada juga yang buruk. Bu Rita segera memberi instruksi agar semuanya harap tenang dan tidak ribut.

"Oke, kamu duduk disana bersama Ana ya" perintah Bu Rita sambil menunjuk kearah siswi yang duduk sendirian dibangku sebelahnya masih kosong.

Vania mengangguk dan langsung berjalan menuju bangku yang ditunjuk bu Rita tadi.

Vania tersenyum ramah kepada siswi disebelahnya. Gadis berkulit putih bersih dengan rambut ikalnya sebahu itu membalas senyum dari Vania barusan.

"Kenalin gue Anaranti. Panggil Ana aja" ujar siswi tersebut mengenalkan namanya sambil mengulurkan tangannya kearah Vania saat Vania sudah duduk.

"Ohiya nama gue Vania Deltasya, panggil aja Vania" ujar Vania memperkenalkan dirinya dan menerima uluran tangan itu.

"Iya gue tau. Tadi lo kan udah perkenalan didepan" jawab Ana

Diangguki oleh Vania dan mereka berdua langsung fokus dengan apa yang sedang dijelaskan oleh Bu Rita didepan.

~~~

TETTTT... Bel berbunyi menandakan sudah waktunya pulang jam pelajaran habis.

"Jangan lupa PR nya dikerjakan ya anak-anak" beritahu guru tersebut untuk mengingatkan.

"Iya buuuu" serentak murid disini menjawab.

"Lo pulang dijemput atau gimana?" tanya Ana sambil membereska alat tulisnya yang berada diatas meja.

"Engga deh kayaknya, naik ojek aja. Kalo lo?" jawab Vania dan bertanya balik kepada Ana.

"Oh, gue ada yang nganter nanti hehe" jawab Ana sambil cengengesan.

"Oh lo ada pacar?sekolah disini juga?" tanya Vania sedikit terkejut

"Iya kelas sebelah"

Vania hanya mengangguk.

"Yaudah gue duluan yaa, Hati-hati" ujar Ana lalu berjalan keluar kelas

"Iya bye" jawab Vania sambil melambaikan tangannya ke Ana.

Setelah itu Vania langsung saja keluar ruangan dan menuju keluar gerbang untuk menunggu ojek.

Pada saat sedang menunggu ojek, Vania mendegar seperti ada suara ribut ribut. lalu Vania mencari dimana asal suara ribut ribut itu. Kemudian Vania menemukan asal suara tersebut dan panik.

"ASTAGA!" Pekik Vania terkejut saat melihat seperti gengster terdiri dari 8 orangan sedang memukuli cowok yang bertemu diruang kepala sekolah tadi. Ya, Vania masih sangat ingat betul wajah cowok yang diruangan kepala sekolah tadi pagi.

Langsung saja Vania meminta bantuan,

"TOLONG TOLONG!! ADA YANG BERANTEM DISINI!!" teriak Vania dengan keras dan memancing para warga disini untuk mendatangi Vania. Kemudian gengster tersebut kabur setelah melihat para warga datang.

"Tolong di bawa kerumah sakit pak!" perintah Vania panik setelah melihat cowok tersebut dengan keadaan yang bisa dibilang buruk karena banyak lebam diwajahnya dan juga darah.

Vania mengigit kukunya sedikit takut setelah apa yang dilihatnya kejadian barusan itu. Sungguh dirinya baru sekali ini melihat kejadian adu tinju secara langsung.

Kemudian para warga langsung membawa cowok tersebut ke rumah sakit terdekat, Vania yang menjadi saksi itu dengan terpaksa ikut mengantarkan cowok itu kerumah sakit.

Vania dan dua warga lainnya mengantarkan cowok itu kerumah sakit terdekat menggunakan taxi.

Sesampainya dirumah sakit dua warga tersebut langsung berpamit pulang karena sudah mengantarkannya sampai dirumah sakit.

"Terimakasih ya pak sudah mengantarkan kesini" ucap Vania kepada dua warga tersebut

"Iya neng sama-sama, kita berdua pamit ya" jawab salah satu warga tersebut.

Diangguki dengan senyuman oleh Vania.

Langsung sana Vania memanggil suster agar membawa cowok itu ke UGD dan Vania mengikutinya.

"Tunggu disini sebentar ya dek" ujar suster tersebut saat Vania sudah sampai didepan ruangan UGD.

"Iya"

Vania menunggu didepan ruang UGD dan kemudian dua suster keluar membawa cowok itu keruang penginapan disini. Vania mengikutinya saja.

"Anda keluarganya?Teman? atau pacarnya?"tanya sang dokter kepada Vania

"Duh jawab apa gue, kenal juga engga sama ni orang" batin Vania

"Emm saya temannya dok" jawab Vania dan diangguki oleh dokter.

"Pasien masih belum sadar, mungkin nanti 1jam lagi akan sadar. jadi harus menginap disini sampai pasien benar benar pulih. mungkin anda bisa menghubungi keluarganya, ini handphone pasien" ujat sang dokter memberitahu kepada Vania sambil memberikan handphone cowok itu.

"iya dok. Terimakasih" balas Vania , kemudian dokter dan suster meninggalkan ruangan tersebut.

"Gue hubungin keluarganya apa engga ya? duh jelasinnya gimana nanti" Vania bertanya pada dirinya sendiri sambil memegang handphone cowok tersebut.

"Nanti deh hubunginnya, gue mau makan dulu kekantin" ucap Vania dan langsung bergegas ke kantin dirumah sakit ini untuk mengisi perutnya yang kosong .

Setelah mengisi perutnya yang kosong Vania langsung kembali lagi keruangan tersebut untuk melihat kondisi cowok itu apakah sudah sadar atau belum.

Ceklek.. suara pintu terbuka

Vania melihat cowok itu masih berbaring ditempat tidurnya dengan mata tertutup.

Kemudian Vania duduk dibangku yang berada disamping tempat tidur cowok tersebut dan menatap wajah cowok itu

"Huftt ni cowok ya. Cepet kek sadar gue pengen pulang. belom mandi nih masih pake seragam SMA" gerutu Vania sedikit kesal.

Kemudian cowok itu perlahan lahan membuka matanya dan melihat ada cewek cantik berkulit putih bersih serta rambut panjangnya yang pirang sedang duduk.

"Dimana ini?" tanya cowok itu kepada Vania sambil mengubah posisinya sedikit

"Lo udah sadar? hmm tadi lo itu dikeroyok gengster terus pingsan. Yaudah deh gue bawa lo kesini" kata Vania

Cowok itu hanya diam tidak merespon seakan sedang mencerna perkataan gadis asing disampingnya.

"Karena lo udah sadar, Gue telfon keluarga lo ya" ujar Vania sambil mencari kontak keluarganya dihandphone cowok tersebut.

"Jangannn, gausah telfon keluarga gue percuma mereka gak akan peduli sama gue" kata cowok tersebut mencegah agar gadis asing itu tidak mencoba untuk menelfon keluarganya.

"Hah masasih?" tanya Vania bingung.

"Udah mending lo pulang aja. Kan lo sendiri tadi yang gerutu mau pulang!" kata cowok itu dengan nada bicara yang ketus.

Vania sedikit terkejut saat mendengar nada bicara cowok itu sangat ketus. Langsung saja ia meletakkan handphone cowok itu dimeja dan langsung pergi meninggalkan ruangan tersebut.

"Dasar tuh cowok gatau terima kasih udah ditolongin malah ngusir gue! Untung ganteng eh." gerutu Vania sepanjang jalan keluar rumah sakit.

Menurutnya, cowok itu percuma saja memiliki wajah ganteng tetapi nada bicaranya ketus, itu sama sekali tidak keren apalagi ditambah gayanya yang sok jagoan.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Aku Tidak Akan Memaafkanmu
Aku Tidak Akan Memaafkanmu
Dalam Aku Tidak Akan Memaafkanmu, Alea menghadapi obsesi berbahaya ayah angkatnya, Reynald. Rahasia besar terancam terbongkar melalui video pengintai, memaksa Alea memilih antara kebenaran atau keluarga. Nikmati billionaire romance novel ini di webnovel, pilihan utama read novels online.
CEO Dingin Itu Penyelamatku
CEO Dingin Itu Penyelamatku
Dalam CEO Dingin Itu Penyelamatku, Embun terjebak pernikahan tanpa cinta saat suaminya memuja wanita lain. Sebagai billionaire romance novels yang intens, ia harus memilih antara terus berjuang demi pengabdian atau melepaskan diri dari penderitaan. Baca kisah modern novel ini sekarang.
Gairah Panas Sang Mantan
Gairah Panas Sang Mantan
Dalam Gairah Panas Sang Mantan, Kayla membalas dendam pada suaminya melalui perselingkuhan dengan Farel. Hubungan terlarang dalam romance novel ini penuh risiko saat mereka menyembunyikan rahasia dari pasangan masing-masing. Baca modern novel ini untuk mengikuti kisah cinta mereka.
Permainan Kakak Tercinta
Permainan Kakak Tercinta
Dalam novel misteri Permainan Kakak Tercinta, undangan menginap biasa berubah menjadi horor mencekam. Menghadapi senyum ganjil iparnya, sang protagonis terperangkap di kamar setelah dikunci oleh kakaknya sendiri. Baca buku online gratis ini untuk mengungkap rencana jahat di balik jebakan keluarga.
PINANGAN JUTAWAN BERKEDOK SENIMAN
PINANGAN JUTAWAN BERKEDOK SENIMAN
Dalam romance novel PINANGAN JUTAWAN BERKEDOK SENIMAN, Lilyah dipaksa menikah dengan Lois, seniman jalanan yang dianggap miskin. Di balik cemoohan karena melepas manajer mapan, ia harus menghadapi realita pernikahan ini. Baca kisah billionaire romance novels ini untuk mengungkap rahasia Lois.
Semalam Dengan Si Bos (One Night Stand)
Semalam Dengan Si Bos (One Night Stand)
Dalam Semalam Dengan Si Bos (One Night Stand), Reina terjebak konsekuensi setelah menyerahkan segalanya pada Brandon. Saat hamil, rahasia kelam sang CEO terbongkar di tengah perjodohan bisnis. Baca romance novel ini untuk mengikuti konflik kesetiaan dalam billionaire romance novels pilihan.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Bangkit Lagi!  Mama Petinju Mengguncang Dunia
Bangkit Lagi! Mama Petinju Mengguncang Dunia
Setelah hidup kembali, Jessica kembali ke dunia tinju untuk meraih kembali kehormatannya yang hilang. Setelah bercerai dengan Yohan, dia mengetahui bahwa pacar barunya, Fani, berpura-pura menjadi dirinya. Dalam pertandingan, Jessica mengalahkan Yohan, membuktikan bahwa dialah juara sejati, dan mulai mengejar kebahagiaannya sendiri.
Menangislah di Dekat Makamku
Menangislah di Dekat Makamku
Miliarder ini berusaha membalas dendam pada kekasihnya yang meninggalkannya bertahun-tahun yang lalu, tanpa menyadari bahwa kekasihnya diam-diam mengandung anaknya. Sekarang, saat hidupnya semakin menjauh, hatinya terasa sakit karena penyesalan...
Kembali Jatuh Hati
Kembali Jatuh Hati
Eliana senantiasa setia menemani Saul. Di saat-saat terdekat kelahiran anak mereka, Saul tiba-tiba menghilang tanpa jejak karena difitnah. Lima tahun kemudian, Eliana kembali ke tanah air bersama putri kecilnya, dan di sana mereka menemukan Saul yang kini hidup dalam keterpurukan. Tanpa ragu, Eliana dan putrinya membawa Saul pulang. Kini bersatu sebagai keluarga, ketiganya bertekad menghadapi musuh-musuh yang pernah meruntuhkan kehidupan mereka. Perlahan-lahan, kebenaran masa lalu mulai terkuak, membawa pencerahan yang akhirnya menyembuhkan luka-luka lama.
Hati Seorang Pahlawan Sejati
Hati Seorang Pahlawan Sejati
Saat menjalankan misi, adik Steve terluka dan lumpuh. Menyesal, Steve mengundurkan dari kemiliteran dan menjalankan penghidupan sebagai montir demi merawat adiknya. Namun saat muncul ketidakadilan, jiwa patriotismenya bangkit dan jati dirinya sebagai pahlawan negara mulai terungkap. Mereka yang pernah berlaku tidak adil dan korup menerima ganjaran setimpal, bukti bahwa pahlawan sejati tak bisa selamanya bersembunyi.
Asmara Terlarang Keluarga Mafia
Asmara Terlarang Keluarga Mafia
Dua pewaris keluarga mafia yang saling bersaing jatuh cinta dengan identitas palsu. Perang antar geng membuat Alyssa terluka dan hilang ingatan, sementara Dylan menyamar sebagai tunangannya, menjerat mereka dalam cinta, pengkhianatan, dan rahasia keluarga yang terpendam…
Harus Sharehouse
Harus Sharehouse
Juyeon harus tampil di reality show asmara dewasa "Harus Sharehouse" sebagai pengganti! Tapi, masa harus bersentuhan sekali sehari, bahkan ganti teman tidur setiap hari? Juyeon pun masuk dengan nyali ciut ke Sharehouse di mana mantan pacarnya, Inho, Jaehui yang lembut, dan Seheon yang seksi sudah menunggunya. Hati vs hadiah, usaha Juyeon untuk memilih di antara naluri dan logika pun dimulai.