Logo
Modern maid
Modern maid

Modern maid

57 Bab
Tamat
Dalam Modern maid, seorang pelayan harus menavigasi ambisi dan batasan status sosial saat terjebak konflik dengan majikannya. Romance novel ini mengeksplorasi pilihan sulit di tengah perbedaan derajat. Baca kisah lengkapnya dalam webnovel yang menyajikan drama modern penuh intrik ini.
Bab 1 dari Modern maid

Entah sudah yang ke berapa kalinya Mila menghela nafas kesal dan kecewanya. Ia marah juga sekaligus sedih, kapan kesialan akan pergi jauh dari hidupnya?

Rasanya selama ia hidup tak pernah sekalipun kebahagiaan yang hakiki bersamanya. Terlahir dari garis keturunan miskin sebenarnya tak pernah Mila keluhkan, ia selalu bersyukur dan bersyukur dengan kehidupannya.

Tapi tiba di detik ini, Mila merasa sungguh tak sanggup lagi. Orang miskin bukan berarti terus bisa di injak-injak, dihina-hina. Apalagi di tuduh mengambil uang ataupun perhiasan milik orang lain.

Hari ini Mila baru saja dipecat dari pekerjaannya, ia bekerja menjadi pembantu di sebuah rumah orang kaya. Alasan ia dipecat karena dituduh telah mencuri uang dan perhiasan sang majikan.

Mila yang tak pernah merasa mengambil uang dan perhiasan yang di tuduhkan itu tentu saja marah dan berani bersumpah jika ia tidak mengambil barang yang di tuduhkan tersebut.

Tetapi malah sebaliknya, entah bagaimana bisa uang dan perhiasan itu ada di dalam tas selempang lusuh yang memang selalu Mila bawa kemana-mana. Mila menganga tidak percaya, percuma juga baginya untuk bersikeras membela diri toh tidak akan ada yang percaya.

Bosnya murka dan marah besar pada Mila, satu tamparan pun mendarat ke pipi mulus Mila disusul dengan berbagai macam cercaan dan juga hinaan. Mila dipecat dan di usir dari rumah itu dengan cara yang sangat kasar dan tidak terhormat.

Hormat?

Bermimpi saja! Tidak diejek dan dihina saja Mila sudah sangat bersyukur.

"Hiks...."

Cairan bening itu kembali lolos membasahi wajah Mila, gadis itu menengadahkan kepalanya melihat langit yang mengelap.

Sudah setengah jam ia duduk sendirian di trotoar meratapi nasib hidupnya yang begitu sangat menyedihkan.

Sekarang, apa yang harus ia katakan pada sang bibi tercintanya? Pastilah bibinya itu merasa sangat sedih.

Mila tersenyum getir, niat hati datang ke kota ini untuk tinggal bersama dengan sang bibi setelah kepergian kedua orangtuanya yang meninggal dunia. Bibi Marsiah mengajaknya untuk tinggal bersama memulai hidup yang baru. Sejak saat itu Mila bertekad untuk membahagiakan bibinya.

Tapi bukannya kebahagiaan yang di dapat, malah penderitaan yang tak berujung.

****

Mila mengetuk pintu sebuah rumah sederhana yang ia tinggali bersama sang bibi tercinta. Tak lama pintu terbuka dan menampilkan sosok bi Marsiah yang tersenyum hangat menyambut kepulangan ponakannya.

Mila melangkah masuk dan langsung menghambur memeluk tubuh bibinya. "Kangen, Bibi." ucap Mila dengan suara manjanya.

"Mosok kangen? Tiap hari juga ketemu."

"Tapi tetep kangen, setiap detik malah."

Cup.

Mila mengecup lama pipi bi Marsiah, lalu setelah ia berpamitan untuk masuk ke dalam kamar. Setelah di dalam kamarnya sendiri Mila kembali menangis, menumpahkan segala perasaan sesak di dadanya.

Tok.... Tok....

Ketukan di pintu kamarnya terdengar, Riana kaget dan segera menghapus air matanya kemudian membuka pintu kamar.

"Bibi?" kagetnya.

Bi Marsiah menelisik Mila lekat, "kamu tidak apa-apa kan?" tanyanya terlihat khawatir.

Mila menggeleng sembari tersenyum lebar, "a-aku baik-baik saja, Bi. Kenapa?"

"Ah, tidak apa-apa. Hanya saja Bibi kok ngerasa gelisah sedari tadi pagi."

Mila mengigit bibirnya, "paling cuma perasaan Bibi aja itu." kilahnya.

"Kamu beneran gak apa-apa kan?" Mila kembali menggeleng.

"Ya sudah kalau gitu."

Mila hendak menutup pintu kamarnya namun terhenti karena melihat bibinya yang kembali membalikkan badan.

"Kamu sudah makan malam belum?"

"Belum, Bi."

"Kalau gitu ayo kita makan malam bersama, Bibi juga belum makan malam."

"Baik, Bi. Tapi, aku mandi dulu ya."

Mila menutup pintu kamarnya setelah bi Marsiah mengangguk dan pergi. Bukannya segera mandi Mila malah menyandarkan tubuhnya di balik daun pintu yang tertutup.

Ia mengusap kasar wajahnya dan menarik cukup kuat rambut panjang nan Hitam miliknya ke atas. Hal itu selalu ia lakukan setiap kali merasa frustrasi.

Sepuluh menit kemudian Mila sudah selesai mandi kilatnya di sumur yang terletak di belakang rumah. Memakai pakaiannya dengan cepat lalu setelah keluar dari kamar menuju dapur.

Disana ia melihat sang bibi yang duduk lesehan dibawah yang beralaskan tikar usang. Mila juga melihat ada nasi goreng ala kadarnya yang sering menjadi menu andalan mereka makan jika keadaan kritis.

Dengan hidup yang serba pas-pasan mereka lebih menghemat. Itu ajaran sang bibi yang memang sudah terbiasa tak boros, bahkan kelewat irit.

Kadang Mila kesal sendiri melihat bibinya yang sangat irit. Wanita paruh baya itu lebih suka menabung, katanya untuk jaga-jaga bila ada keperluan. Misalnya saja ia ataupun Mila sakit maka sudah ada biaya.

Hmm, kalau untuk yang satu itu Mila setuju dan menjadi irit juga.

"Enak?" tanya bibinya.

"Ya, di enakin ajalah Bi."

Bibirnya tersenyum geli mendengar jawaban Mila yang tampak ogah-ogahan menjawabnya.

"Kapan-kapan kita makan enak ya kalau Bibi udah gajian."

Mila mengangguk, "makan enak lagi kalau Mila juga udah gajian."

"Jangan," bi Marsiah menggeleng. "Uang gaji kamu, kamu tabung saja. Biar yang lain menjadi urusan Bibi."

"Tapi Bi—"

"Oke?"

"Hmm, baiklah." Mila menghela nafas sabar. Percuma juga menjawab ucapan bibinya.

Selesai makan Mila membantu bi Marsiah yang tengah membereskan peralatan makan yang kotor. Sejak tadi ia sudah memikirkannya, antara ingin mengatakan yang sebenarnya pada sang bibi atau tidak.

Mila mengigit bibirnya, kebiasaan setiap kali ia merasa bimbang. Iya, tidak? Iya atau tidak?

"Mila, ada apa?" tanya bi Marsiah mengagetkannya.

"Apa ada yang mengganggu pikiran kamu."

"Uhm, Bibi, aku ingin mengatakan sesuatu."

"Apa itu?" tanya bi Marsiah terlihat penasaran. "Ayo, katakanlah."

"Bibi, sebenarnya aku...." Mila menghentikan ucapannya, menelan salivanya sebentar sebelum kembali melanjutkan. "Aku dipecat."

Bi Marsiah terlihat sangat kaget, "a-apa? Dipecat?"

"Bibi, maafkan aku." isak Mila memeluk tubuh bibinya.

"Aku dipecat karena dituduh mencuri uang dan perhiasan majikanku, Bi." adu Mila yang sudah tak tahan, "padahal jelas-jelas aku tidak melakukannya Bi."

"Iya, tenanglah." bi Marsiah mencoba menenangkan Mila yang semakin terisak pilu.

"Bibi percaya padaku, kan?" Mila melepaskan pelukannya dan mendongak menatap bi Marsiah.

"Tentu saja, mana mungkin keponakan Bibi yang cantik ini melakukan hal serendah itu." bi Marsiah menangkup wajah Mila dengan kedua tangannya.

"Biarpun kita miskin, tetapi kita tidak serendah itu untuk melakukan hal yang tidak baik. Benarkan?"

Mila mengangguk, "tapi kenapa uang dan perhiasan itu ada di dalam tasku ya, Bi?"

"Maksudnya? Kamu dijebak gitu?"

"Lebih tepatnya di fitnah, tapi siapa yang udah tega ngelakuin itu ke aku ya Bi?"

Bi Marsiah menggeleng, "sudahlah. Tidak usah memikirkannya lagi, yang terpenting kamu sudah tidak ada urusan dengan mereka lagi."

"Tapi tetap aja, Bi. Aku gak terima."

"Terus kamu mau apa? Mau kesana dan marah-marah gitu?"

"Ya... enggak sih," lirih Mila cemberut.

Bi Marsiah merasa iba melihatnya, ia peluk Mila dan mengelus punggung keponakannya. "Yang sabar aja, ndok. Tuhan maha adil, dia tidak tidur. Dan yakinlah jika suatu hari nanti kebenaran akan terungkap, bahwa sebenarnya bukan kamu yang melakukan apa yang mereka tuduhkan."

Mila mengangguk setuju, dan ia yakin jika dibalik peristiwa pasti ada hikmahnya.

Tbc....

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Anak Rahasia Sang Presdir
Anak Rahasia Sang Presdir
Dalam Anak Rahasia Sang Presdir, Ariana terjebak menjadi rahim sewaan demi melunasi utang. Setelah bayinya dirampas paksa oleh sang miliarder, ia harus berjuang dalam konflik pengabdian dan perasaan. Baca romance novel ini untuk melihat takdir mereka di web novel modern ini.
Bermula Dari Casing Berminyak
Bermula Dari Casing Berminyak
Baca Novel Online Bermula Dari Casing Berminyak, sebuah novel misteri horor modern yang menegangkan. Saat casing ponsel yang selalu berminyak ternyata terbuat dari kulit manusia, teror mengerikan mulai mengancam nyawa sang pemilik yang kini menjadi incaran sosok misterius.
Bukan Mantan Istri Biasa
Bukan Mantan Istri Biasa
Dalam Bukan Mantan Istri Biasa, Laura meninggalkan Nikolas yang berhati batu demi martabatnya. Sebagai wanita kaya raya, ia kini jadi incaran para CEO. Ikuti kisah romance modern ini dalam billionaire romance novels yang penuh pilihan sulit dan pembuktian diri di platform web novel.
Iparku Yang Menggoda
Iparku Yang Menggoda
Dalam romance novel Iparku Yang Menggoda, rumah tangga Lauren terancam saat Matthias mengungkap perselingkuhan suaminya. Terjebak antara pengkhianatan dan tawaran balas dendam sang kakak ipar, Lauren harus memilih di modern novel ini. Baca kisah selengkapnya di web novel ini.
Istri Dadakan Presdir
Istri Dadakan Presdir
Dalam Istri Dadakan Presdir, Salsa merantau ke Jakarta demi mengubah nasib, namun terjebak pernikahan tanpa cinta dengan Raditya. Sebagai billionaire romance novels populer, kisah modern novel ini menguji perjuangan Salsa meluluhkan hati suami dingin demi mempertahankan rumah tangga mereka.
Jatuh Dalam Pesona Playboy
Jatuh Dalam Pesona Playboy
Dalam novel romance Jatuh Dalam Pesona Playboy, Claire Wilson berusaha menghindari perjodohan dengan memulai karier mandiri. Namun, pertemuannya dengan Jayden Kim, seorang model playboy, memicu hubungan tanpa status yang menantang prinsip kebebasan Jayden. Baca kisah seru ini di web novel kami.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

30 Hari Sampai Saya Menikahi Musuh Suami Saya
30 Hari Sampai Saya Menikahi Musuh Suami Saya
Blair Rose mendapat kesempatan lain dalam hidup setelah suaminya membunuhnya dengan darah dingin. Kali ini, dia keluar untuk mengajarinya pelajaran. Satu -satunya hal yang dia lewatkan dalam perencanaannya yang cermat adalah jatuh cinta pada Nathan Forbes, pewaris playboy yang tinggi dan tampan bagi keluarga Forbes. Apakah ini kesalahan lain atau kesempatan kedua dalam cinta?
Azab dari Dewi Pena
Azab dari Dewi Pena
Dewi Pena, yang berinkarnasi sebagai mahasiswa, menjalani ujian hidup. Teman sekamar, Rosita Yongki, diam-diam menyembah Dewi Pena untuk mendapatkan kekayaan dan kecantikan, terdorong oleh keserakahan untuk merencanakan hal jahat terhadap Stella Guhara. Stella menampakkan wujud aslinya untuk menghukum, sementara Rosita menyesal di usia senja dan menjalani sisa hidup berbuat baik untuk menebus dosa. Jalan pintas adalah jalan sesat, sedangkan kebaikan adalah jalan yang benar.
Gadis Desa Menemukan Takdirnya
Gadis Desa Menemukan Takdirnya
Di hari pertamanya di AS, seorang gadis dari kota kecil bernama Natalia bertemu dengan pebisnis kaya, lalu tanpa sengaja tidur dengan laki-laki itu. Di saat hubungan mereka mulai dekat, dia menyadari bahwa teman baiknya yang bernama Juana mencuri identitasnya untuk mendekati laki-laki kaya itu.
Jangan Benci Mencintaiku
Jangan Benci Mencintaiku
Jade berpura-pura berselingkuh dengan Dexter agar tidak membebani Bruce, kekasihnya, dengan biaya pengobatan ibunya yang sakit. Terlanjur sakit hati karena pengkhianatan Jade, Bruce yang tadinya berniat melamar Jade, akhirnya putus. Lima tahun kemudian, Bruce berhasil menjadi presdir Grup Morgan dan menyewa Jade menjadi tenaga ahli di perusahaannya. Sejak saat itu, dimulailah misi balas dendam Bruce kepada mantan kekasihnya...
Kembalinya Putri Sejati (Dubbing)
Kembalinya Putri Sejati (Dubbing)
Seorang master kultivasi memasuki tubuh Ayu, seorang siswi SMA. Keluarganya ​​lebih menyayangi Intan, putri angkat mereka​​. Namun, ia tak peduli karena tujuannya adalah memulihkan energi spiritual dengan menarik cinta atau kepatuhan orang. Akhirnya, ia berhasil menjadikan banyak tokoh penting sebagai penggemarnya. Kekuatan spiritualnya pun meningkat, dan keluarganya perlahan menyadari sifat asli Intan​​.
Istri Bengal
Istri Bengal
Pewaris Bengal, Yuki Ford, menikahi keluarga Moore untuk membalikkan rencana licik mereka—tapi ia mendapati Jason Moore pura-pura sakit untuk menghindarinya. Saat aksi balasannya justru menjebak Jason, pertarungan mereka semakin panas... dan satu ciuman bisa merusak segalanya.