Logo
MENIKAH DENGAN PACAR SAHABAT
MENIKAH DENGAN PACAR SAHABAT

MENIKAH DENGAN PACAR SAHABAT

33 Bab
Tamat
Dalam romance novel MENIKAH DENGAN PACAR SAHABAT, pengkhianatan Rio dan Marta memaksa sang istri menjadi tumbal tanpa harga diri. Setelah kehormatannya direnggut paksa, ia memilih menghilang dan mencari keadilan. Baca webnovel modern ini untuk mengikuti perjuangannya memulihkan martabat.
Bab 1 dari MENIKAH DENGAN PACAR SAHABAT

“Aku menunggu dudamu, Mas,” ucap Marta sambil memeluk lelaki di sampingku saat kami masih berdiri di pelaminan hari ini..

Gadis cantik dan bohay itu menatapku nanar, tangannya mengenggam erat Mas Rio. Lelaki yang beberapa jam lalu sah menjadi suamiku itu, pun membalasnya tak kalah mesra. Air mata tak sengaja ikut luruh menyelami kesedihan mereka.

Cemburu? Tentu saja tidak. Aku tahu mereka memang telah berpacaran, bahkan biasa ikut menemani makan di kala mereka bertemu. Toh, kami memang berteman.

Aku dan Mas Rio dijodohkan. Ayah kami bersahabat sejak kecil. Dan anehnya, perjodohan itu berlangsung sejak masih orok katanya. Hingga di sinilah kami terjebak dalam situasi rumit.

Semua tatap mata teman-teman dan orang yang tahu tentang soal pertemanan ini ikut mengadili, seakan memvonis akulah sahabat tak punya nurani.

“Dasar pagar makan tanaman!”

“Perempuan nggak punya malu.”

“Nggak punya hati.”

“Kecentilan.”

“Buang aja kelaut teman kayak gitu.”

“Mending berteman sama monyet daripa teman seperti ini.”

Berbagai hujatan dari teman dunia nyata dan dunia maya menghiasi gawaiku, meski tak sedikit juga yang membela. Saat mengaktifkan benda canggih itu usai acara pernikahan mewah hari ini.

Ternyata, ribuan komentar nyinyir muncul saat fotoku yang tadi siang diunggah di facebook dengan caption ‘Sahabatku mengambil calon suamiku’. Entah siapa yang mengunggahnya? Sungguh bagus judul itu difilmkan di TV ikan teri.

“Kamu puas sekarang?” Mas Rio tiba-tiba muncul dengan wajah penuh amarah, tetapi tak mengurangi ketampanannya sama sekali.

“Untuk?” tanyaku cuek sambil menarik guling memberi dia ruang untuk berbaring di tempat tidur kosong sampingku, yang masih dipenuhi bunga. Ada setitik harap dia berubah pikiran, meski tahu sangat mustahil.

“Kupastikan pernikahan bodoh ini nggak akan lama. Dan aku akan kembali ke Marta!” tegasnya lagi penuh penekanan lalu mengambil selimut dan bantal, kemudian menggelarnya di lantai depan TV.

Ngapain juga dia bersikap lebay gitu? Bukannya kita sama-sama tak mampu menolak keputusan ini?

Halo, apa dia pikir aku nggak punya cita-cita apa? Apa dia kira aku nggak punya pria idaman? Apa? Ah, sudahlah ... toh, nyatanya aku telah jadi istri dari pria yang kupastikan tak mengharap diri ini.

“Belum bisa tidur?” tanyaku saat dia bolak-balik bak roti gulung dan mengganti chanel TV berulang-ulang.

Entah siaran apa yang dicarinya. Sekamar sekarang pun dipastikan sebagai formal, pelengkap rangkaian pernikahan utuh di depan orang tua dan keluarga. Sungguh, pembohongan yang masif dan teratur.

“Hmm ...,” jawabnya tanpa membalikkan badan.

Semenjak mengetahui perjodohanku dengannya, tak pernah membayangkan malam pertama seperti pengantin pada umumnya. Dia bereaksi seperti itu saja walau sangat datar, sudah suatu kesyukuran. Setidak, aku merasa tak bersama dengan patung di malam pengantin.

“Makan, yuk!” ajakku setelah dari dapur. Dua porsi nasi lengkap, kuletakkan tak jauh darinya. Ada rasa iba melihat dia menzalimi cacing dalam perutnya. Apa dia mau bunuh diri dengan pernikahan ini? Sungguh lemah!

“Hidup itu dibawa santai aja. Kalau dibikin susah, yah, pasti ribetlah,” ujarku lagi sambil melahap daging rendang yang kupanaskan sisa tadi siang. Kemudian menyeruput es jeruk yang sontak mendinginkan suasana kamar yang sedari tadi terasa pengap. Entah kenapa suhu AC tak ada rasanya sama sekali, padahal sudah distel paling dingin.

Pelan dia bangkit, tanpa komentar meraih piring dan jus di dekatnya. Aku hanya senyum dalam hati melihat dia makan dengan lahap. Pasti tak sanggup menahan demo cacing dari perutnya yang sedari tadi bunyi kriuk kriuk.

Benarlah kata orang, perut kosong bisa membuat otak udang, ditambah dengan dompet yang besar doang, tapi hampa melompong. Ditambah pasangan dilarikan orang, dipecat sama atasan. Penderitaan apalagi yang kamu dustakan? Hanya orang beriman yang sanggup sabar di situasi seperti itu.

“Aku lihat kamu tak punya beban.” Ucapannya tak seketus tadi. Mungkin dia sudah berpikir jernih setelah perutnya terisi.

“Memang aku bisa apaan?”

“Protes kek, ngamuk kek. Lari, atau ... apalah.”

“Kamu sendiri?" Kalimatku pasti menohok hatinya, sekaligus jawaban dari pertayaan tadi.

Kami berada di situasi sama-sama tak mampu menolak dengan rasa bakti kepada orang tua.

***

Sebulan di rumah hasil keringat Mas Rio sejak membujang. Mungkin ini istana kecil perencanaannya dan Marta, untuk merenda hari setelah menikah. Itu terlihat dari penataan ruang khas sentuhan wanita. Artistik, rapi, menarik, mewah, dan elegan.

Kami seatap, tapi berbeda kamar. Itu jugalah salah satu penyebab dia berkeras memboyongku keesokan hari setelah akad dengan alasan bulan madu.

Tak apalah, ini lebih baik daripada di tempat orang tua namun harus terus berlagak mesra. Sungguh menyiksa menjadi pesinetron, berakting bahagia walau sebenarnya hati menangis.

“Pakaian Mas, udah aku siapin di tempat biasa,” ujarku sambil menyendokkan nasi di piringnya.

Meski kami tak layak disebut suami istri, tetapi aku selalu mengurus makan, pakaian, dan semua isi rumahnya. Hanya Allah yang tahu di mana akhir rutinitas ini berlangsung.

Mas Rio mengangguk dan kembali ke layar ponselnya. Siapa lagi yang diajak chatingan kalau bukan Marta?

Hampir sepulang kerja, bahkan berangkat lagi ke kantor mereka saling berkomunikasi. Aku tidak tahu kapan dia tertidur, yang pasti dan jelas, telinga ini mendengar percakapan haha hihi mereka yang hanya bersekat dinding dengan kamarku. Sampai aku terlelap, bahkan suara itu kadang membangunkan di kala subuh.

“Besok kamu nggak perlu mengurusku lagi,” ujarnya di sela sarapan.

“Nggak perlu ambil pembantu, Mas! Aku bisa mengatur rumah dengan kerjaan kok,” sanggahku percaya diri. Bukankah mengambil orang lain akan membuka aib rumah tangga ini? Dan berita itu bisa saja sampai ke telinga orang tua kami.

“Marta akan tinggal di sini,” ucapnya tanpa beban.

Melihat sikap Mas Rio, sama sekali tak kaget dengan kalimat pria yang bergelar suamiku saat ini. Hanya saja belum siap ketahuan orang tua.

“Mama, papa?”

“Mereka nggak akan tahu, kalo kamu nggak cerita.” Mas Rio menatapku tajam.

“Kami akan menikah siri nanti. Jadi, nggak ada yang kumpul kebo,” ujarnya lagi memasukkan nasi goreng terakhir di mulutnya.

Dia tahu pikiranku, mungkin karena selalu melihatku pakai jilbab kemana-mana bahkan di depannya.

“Bersikap baiklah pada Marta,” ujarnya lagi sebelum melangkah ke luar.

Akhirnya, sesuatu yang dikhawatirkan itu terjadi. Walau dari awal telah mewanti-wantinya. Kenapa ada gores perih di hati? Apa karena aku memikirkan perasaan orang tua kami? Atau memang murni dari diri yang lemah ini?

Ya, Rabbi, Engkau tak akan menguji seseorang di luar dari kemampuannya. Mudahkanlah hamba melalui ujian ini. Amin.

“Silakan masuk, Mar,” ujarku pada Marta saat ia turun dari mobil.

Sejak pernikahanku dengan Mas Rio, kami tak pernah lagi saling menghubungi. Mungkin ini saat memperbaiki persahabatan itu kembali, apalagi dia telah jadi maduku.

Wanita seksi itu tak menjawab, langsung masuk kamar diikuti Mas Rio di belakangnnya yang menarik dua koper besar.

Sebagai anak yang dididik adab sopan santun, aku tetap menyiapkan makanan di atas meja. Meski tidak yakin mereka akan mencicipinya.

Hampir sejam menunggu di meja makan, kuputuskan ke kamar setelah tak ada tanda-tanda mereka akan keluar. Hati ini terasa tercubit, entah bagaimana caraku menghadapi dua manusia beku seperti es nantinya.

Sesampai di kamar, entah bagaimana lagi menggambarkan suasana hatiku mendengarkan tawa cekikikan di ruang sebelah. Antara marah, sedih, merinding, dan camburu bercampur menjadi satu. Namun, tidak mampu berbuat apa-apa.

***

Setelah azan Magrib, aku terbangun. Kepala terasa berat karena tidak biasa tidur jam segini.

Saat ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan berwudu, tak sengaja melihat tampilan diri di cermin. Mata tampak bengkak, ternyata sekuat apa menyabarkan diri, air mata tetap tak mau diajak damai. Sungguh lemah diri ini!

Setelah melaksanakan pengaduan panjang kepada Rabb-ku. Rasa lapar menuntun kaki ke dapur.

Aktivitas bercanda di sela makan Mas Rio dan Marta terhenti setelah menyadari kehadiranku. Suasana yang tadi ramai dari hasil pantulan suara mereka tiba-tiba lenyap, tergantikan dengan suara pergerakanku yang mencuci tangan di wastafel, mengambil piring, dan menarik kursi duduk bergabung di meja makan.

“Ini yang terakhir aku memakan masakanmu, selanjutnya Marta akan mengurus semuanya,” ucap Mas Rio menatap mesra wanita seksi di depannya. Tangan mereka saling meremas. Sungguh aku hanya dianggap setan menjadi yang ketiga.

“Pokoknya, biar aku semua yang mengatur. Termasuk letak kursi dan barang-barang lainnya.” Kembali aku tak bersuara, suara Marta setajam tatap matanya ke arahku, sinis dan meremehkan. Lagian buat apa protes? Paling hanya dianggap seperti suara kentut. Kini aku sadari persahabatan ini tak bisa lagi diperbaiki.

Gegas menyelesaikan makan, lalu mencuci tangan, serta piring yang kupakai tadi. Tak ingin rasanya berlama-lama menyaksikan dua manusia berakting lebay bermesraan.

Aku tahu hanya memanasiku. Tanpa mereka pikir, meski tak dipanasi pun, aku telah terbakar. Hati ini seperti bom waktu yang kapan saja bisa meledak.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Anak Durhaka Dibutakan Nafsu
Anak Durhaka Dibutakan Nafsu
Novel modern Anak Durhaka Dibutakan Nafsu menyajikan kisah pengkhianatan tragis. Seorang suami pengacara menolak membantu biaya medis ibunya yang kecelakaan demi membela mantan kekasihnya. Baca novel online gratis bergenre misteri romantis ini untuk mengungkap kehancuran rumah tangga mereka.
Cinta Buta Pembawa Petaka
Cinta Buta Pembawa Petaka
Dalam novel misteri Cinta Buta Pembawa Petaka, seorang wanita dituduh membuat bising karena pernikahan misterius. Teror dimulai saat rekaman CCTV menampilkan mantan kekasihnya yang putus dua tahun lalu sebagai pengantin pria. Temukan kelanjutannya dengan baca novel online gratis ini.
Dalam Genggaman Sang Penguasa
Dalam Genggaman Sang Penguasa
Dalam Genggaman Sang Penguasa mengikuti perjalanan Jonathan Smith, miliarder yang mendominasi kota Rivera. Meski dikepung musuh bisnis, ia justru memperluas pengaruhnya hingga menjadi Perdana Menteri. Baca billionaire romance novels dan modern novel penuh aksi ini di platform webnovel.
Gairah Pewaris Hanya Untuk Pengantin Penggantinya
Gairah Pewaris Hanya Untuk Pengantin Penggantinya
Dalam billionaire romance novel ini, Selena Hart terpaksa menjadi pengantin pengganti bagi Damian Jorch demi uang. Namun, kesepakatan di Gairah Pewaris Hanya Untuk Pengantin Penggantinya menjadi rumit saat satu malam tak terduga mengubah kontrak mereka menjadi kenyataan yang penuh gairah.
Kesalahan Semalam : Manisnya Suami Miliarder
Kesalahan Semalam : Manisnya Suami Miliarder
Dalam Kesalahan Semalam : Manisnya Suami Miliarder, Alina harus menikahi Nathaniel demi utang keluarga usai dikhianati tunangannya. Baca billionaire romance novels ini untuk mengikuti perjuangan Alina menghadapi rahasia besar dan balas dendam dalam modern novel yang penuh intrik.
LOVE BETWEEN TWO BELIEFS
LOVE BETWEEN TWO BELIEFS
Dalam LOVE BETWEEN TWO BELIEFS, Stenly bangkit dari pengkhianatan Kimberly untuk menyelamatkan Seruni dari ancaman Dante. Ikuti kisah romance penuh aksi dan adventure ini saat Stenly berjuang menata hidupnya kembali. Baca web novel seru ini sekarang di platform online novel terpercaya.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Belenggu Cinta Sang Tuan Muda
Belenggu Cinta Sang Tuan Muda
Cynthia masuk penjara menggantikan putri adopsi keluarga Yosa. Demi menyelamatkan diri, dia berhubungan dengan Arya dan hamil. Setelah bebas, mereka menikah kilat. Saat membalas dendam, Cynthia jatuh cinta pada Arya. Identitasnya sebagai pelukis genius dan banyak lagi keahliannya terungkap satu per satu. Mereka menghadapi berbagai hambatan dan penolakan. Ikuti perjalanan mereka meraih cinta.
[Versi suara dubbing] Ibu Tiri Ratu Saya
[Versi suara dubbing] Ibu Tiri Ratu Saya
Seorang putri kekaisaran melakukan perjalanan waktu dan menjadi ibu tiri kaya. Dia setuju untuk mendisiplinkan anak tiri yang rebel dalam tiga bulan guna mendapatkan kompensasi perceraian, tetapi malah mengubahnya menjadi tiang negara —sedangkan suaminya menolak untuk melepaskannya...
[Versi suara dubbing] Penyesalan yang Tak Diucapkan
[Versi suara dubbing] Penyesalan yang Tak Diucapkan
Un malentendu de dix ans a mis fin à leur amour. Elle revient muette, avec un enfant malade ; quand la vérité émerge, il est noyé dans le regret mais ne peut pas s'excuser.
[Versi suara dubbing] Janji yang Membinasakan Kita
[Versi suara dubbing] Janji yang Membinasakan Kita
Pada hari pernikahan mereka, orang tua salah satu pasangan membunuh orang tua pasangan lainnya dalam kecelakaan lalu lintas akibat mengemudi mabuk. Yang pertama tinggal untuk menebus dosa selama lima tahun tetapi diperlakukan dengan TORTUR, akhirnya meninggal, membuat yang kedua penuh dengan penyesalan.
Pria Simpanku Ternyata Kaisar
Pria Simpanku Ternyata Kaisar
Desi hidup menjanda dan membesarkan dua anak seorang diri. Saat ingin menikmati masa pensiun, ia malah menarik perhatian Kaisar Arif. Sang Kaisar tergoda oleh pesonanya dan bersumpah, wanita ini harus jadi miliknya.
Lahir Kembali: Merobek Topengnya
Lahir Kembali: Merobek Topengnya
Pada 1980-an, Milo diam-diam mengagumi putri direktur pabrik, Hailey. Ia mempertaruhkan segalanya untuk menyelamatkannya dari malam petaka, tapi malah difitnah melakukan penyerangan hingga hidupnya hancur. Kini, terlahir kembali pada hari pembalasan itu, Milo mencari keadilan. Siapa lagi yang akan menyesal telah macam-macam dengannya kali ini?