Logo
Menikah Dengan CEO Posesif
Menikah Dengan CEO Posesif

Menikah Dengan CEO Posesif

68 Bab
Tamat
Dalam Menikah Dengan CEO Posesif, Sheila terpaksa menjadi jaminan utang dan menikahi Bara Alexander Rodriguez. Menghadapi nasib rumit dalam billionaire romance novels ini, Sheila harus bertahan di tengah obsesi sang pria. Baca kisah seru ini di platform web novel kami sekarang.
Bab 1 dari Menikah Dengan CEO Posesif

Bara Alexander Rodriguez, seorang CEO muda, gagah dan tampan. Ia merupakan idaman bagi setiap wanita. Namun, siapa sangka, di balik namanya yang melejit sebagai seorang pengusaha muda berbakat, Bara tak pernah sekali pun menjalin hubungan dengan wanita. Ia dijuluki berhati batu, bahkan Monica yang seorang model pun, tak mampu meluluhkan hatinya. Bara terlalu fokus dengan karirnya, semua waktunya hampir ia gunakan untuk memajukan bisnis konstruksi perusahaan keluarganya, Rodriguez Corporation.

Siang ini Bara berjalan tergesa memasuki Kafe untuk bertemu dengan klien. Namun, ia malah menabrak seseorang hingga terjatuh.

Bara langsung berjongkok melihat keadaan gadis bersuarai hitam  sepunggung itu. Ringisan kecil keluar dari bibirnya.

"Maafkan saya, apa kau baik-baik saja?" tanya Bara sopan.

Gadis itu mendongak lalu mengumbar senyum manis pada Bara. Detak jantung Bara berdebar kuat saat lesung di pipi kanan gadis itu terlihat jelas. Bara terpana dengan kecantikannya.

Bara sadar, ada yang salah dalam dirinya. Gelora pertama yang ia rasa.

Bagaimana dia bisa melakukan ini? batin Bara heran.

"Aku baik-baik saja, aku hanya terkejut," jawab Sheila pelan membenarkan tas slempangnya. Ia berdiri diikuti Bara.

Sheila menatap Bara lekat seakan terhipnotis dengan penampilan rapi dalam balutan jas hitam itu. Tubuh tinggi dengan badan tegap, rahang tegas, dan tatapan matanya mendebarkan.

Penampilan fisiknya benar-benar mengesankan bagi Sheila. Hingga Sheila sadar, ia sampai tak berkedip saking kagumnya.

"Saya terlalu terburu-buru, hingga saya tidak menyadari keberadaanmu," jelas Bara lembut, rasanya baru kali ini Bara mengucapkan nada sehalus ini.

Sheila mengangguk. "Iya, aku mengerti. Tidak apa-apa. Kalau begitu aku pergi, ya." Sheila mulai melangkah meninggalkan Bara.

"Tunggu," sergah Bara ketika Sheila telah berjarak lima langkah darinya.

Sheila berbalik badan dengan cepat. Ia menunggu ucapan Bara selanjutnya. Bara tak kunjung berucap membuat Sheila dilanda kegugupan karena tatapan mata Bara seolah tengah menelanjanginya.

"Ada apa?" tanya Sheila memberanikan diri.

"Siapa namamu?" Rasa penasaran terpancar dari sorot mata Bara.

Sheila tampak berfikir, ide jahil muncul di kepalanya. Lalu Sheila tersenyum simpul, ia mengucapkan namanya tanpa suara.

Bara mengernyit, mencoba mengejanya, ia gemas saat Sheila mengulanginya beberapa kali. Pergerakan bibir mungil itu membuat Bara ingin menarik pinggang ramping itu lalu melumat habis bibir ranumnya.

"She ... ila," gumam Bara. Kebahagiaanya kian membuncah ketika Sheila mengangguk, pertanda mengiyakan.

Sebelumnya, tidak pernah terasa begini. Debaran di dadanya terasa menyenangkan, wajah Sheila yang terlihat polos membuat Bara ingin melindunginya.

Mendekapnya erat dan keduanya menghabiskan waktu bersama. Namun, itu masih sebatas khayalan tapi sudah membuat Bara terlena dalam imajinasi liarnya.

"Dia dengan mudahnya meruntuhkan pertahanan hati ini, apa mungkin dia yang aku cari?" Bara bertanya pada dirinya sendiri. Dari banyaknya wanita yang Bara temui, hanya Sheila yang dengan mudah membuatnya terobsesi untuk memiliki.

Bara menyeringai, "Sheila, aku akan membawamu jatuh dalam pelukanku," tekad Bara penuh ambisi.

Pintu ruangannya terketuk berulang-ulang, membuat bayangan Bara tentang Sheila buyar.

"Masuk," titah Bara dengan suara baritonnya. Pria itu dengan cepat merubah raut wajahnya menjadi datar dan terkesan dingin.

Bryan berdiri di depan meja  dengan tumpukan berkas di tangannya.

"Ada beberapa dokumen yang harus anda tanda tangani, Pak," ucap Bryan menaruh berkas bawaannya di meja Bara.

Bara memajukan kursi lalu memeriksanya teliti. Ia lantas membubuhkan tanda tangannya. Bryan yang melihat Bara selesai langsung mengambilnya kembali.

"Kalau begitu, saya permisi," pamit Bryan membungkukan badan dan keluar.

Bara mengangguk, ia berdiri seraya melonggarkan dasi yang terasa mencekik lehernya. Pikirannya tidak fokus, Bara harus menggali informasi tentang Sheila secepatnya.

Bara berjalan melewati mejanya, ia tidak sengaja menginjak sebuah dompet berwarna coklat tua. Dahi Bara mengernyit lalu mengambilnya.

Kedua mata Bara memandang remeh.

"Jelek sekali seleranya," desis Bara mengamati penampilan dompet itu. Tangan Bara tergerak untuk melihat isinya. Pupil matanya melebar saat foto gadis yang terus membekas di ingatannya ada di sana. Sheila tengah tersenyum manis bersama Bryan. Terasa begitu dekat dan bahagia.

"Ada hubungan apa Bryan dan Sheila?" geram Bara, darahnya seakan mendidih disertai emosi yang bergolak.

"Permisi." Bryan datang lagi mengetuk pintu.

"Masuk!" seru Bara dengan tatapan tajam yang menusuk manik mata Bryan.

Bryan menelan ludahnya kasar merasakan aura gelap yang menguar dari diri Bara. Apalagi pandangan Bara yang seakan ingin membunuhnya.

Tujuan Bryan datang kemari adalah untuk memastikan. Apakah dompet miliknya terjatuh di sini atau tidak. Rupanya memang benar, saat ia melihat Bara memegangnya.

"Maaf Pak, itu dompet saya," ucap Bryan.

"Siapa perempuan ini?" tanya Bara langsung pada inti.

"Dia calon istri saya," jawab Bryan sungguh-sungguh.

Bara syok mendengarnya, ia bagai tersambar petir. Baru saja ia akan mengincar Sheila tapi, kenapa semuanya seperti ini? Bara tidak rela jika Sheila bersama dengan Pria selain dirinya. Tidak boleh!

Bryan merogoh sakunya setelah merasakan getaran ponselnya. Bryan mendapati pesan masuk dari adiknya yang mengatakan jika ibunya jatuh di kamar mandi dan sekarang dirawat di rumah sakit. Dokter harus segera melakukan tindakan operasi karena ibunya mengalami stroke.

Bryan menatap ragu pada Bara, ia gugup sekarang. Pria itu menghela napas panjang menenangkan dirinya.

"Pak, bolehkah saya meminjam uang untuk biaya operasi ibu saya? Tolong Pak, saya sangat membutuhkannya," mohon Bryan dengan wajah mengerut cemas.

"Ibumu sakit apa?" tanya Bara sekedar basa-basi.

"Beliau stroke dan harus segera di operasi," jelas Bryan.

"Baiklah, asal ada jaminannya," kata Bara tersenyum sinis. Hal ini akan Bara menfaatkan dengan baik untuk merebut Sheila.

Bryan berfikir keras, ia hanya tinggal di rumah kontrakan. Mobil pun tidak punya, apa yang harus ia jaminkan?

"Saya hanya memiliki motor," ucap Bryan apa adanya.

"Saya tidak mau!" tolak Bara keras.

"Bagaimana … jika tunanganmu sebagai jaminannya," usul Bara bersidekap tangan menampakan aura otoriternya.

Bryan tertohok, seketika hatinya langsung panas mendengar penuturan Bara. Bryan mengepalkan tangan, ia mati-matian menahan dirinya untuk tidak menghajar wajah sombong Bara yang notabene adalah Bossnya.

"Tidak! Apa maksud Bapak berkata begitu? Saya tidak akan melepaskan Sheila! Carilah perempuan lain, Sheila bukan wanita seperti itu!" tegas Bryan menentang keras. Kemarahan menyala di matanya.

"Tau apa kau tentang saya? Saya jatuh cinta padanya saat kami tidak sengaja bertemu. Tapi sialnya kau mengenalnya lebih dulu!" sesal Bara frontal.

"Saya tidak akan menyetujuinya, apapun selain itu saya akan turuti," kata Bryan.

Suasana terasa tegang saat Bara dan Bryan saling melempar sorot permusuhan.

"Tidak ada," ketus Bara memalingkan wajah.

Tak lama terdengar telfon masuk pada ponsel Bryan, ia segera mengambilnya.

"Kak, tindakan operasi harus segera dilakukan, jika tidak ... ibu akan meninggal. Biayanya sekitar 150 juta, Kak," ucap Tiara diiringi isakan melalui sambungan telfon.

Wajah Bryan berubah pias, tangannya gemetar ia tidak ingin kehilangan ibunya secepat ini.

"Katakan iya, Kakak akan segera melunasi biayanya!" perintah Bryan cepat.

Bara menjengitkan sebelah alisnya. "Bagaimana? Apa kau masih bisa bersikap sombong ketika terdesak?" sindir Bara terdengar angkuh dan menyebalkan.

Bryan memejamkan matanya erat, meredam emosi. "Baik saya setuju." Seketika rasa sesal memenuhi hati Bryan.

"Pilihan yang tepat Bryan," puji Bara tersenyum puas semakin membuat Bryan meradang.

Bara mengambil selembar kertas yang sudah tertempel materai dan menyodorkannya pada Bryan.

"Tanda tangan di sini," titah Bara. Bryan berjalan mendekat dan mematuhi perintah Bara.

Bara mengambil ponselnya. "Saya sudah transfer uangnya. Silahkan pergi," usir Bara.

"Baik, terima kasih," balas Bryan dengan nada tidak ikhlas. Tangan Bryan mengepal kuat dengan emosi yang menderu.

**

Sheila menghampiri Bryan dengan rasa khawatir dan cemas yang begitu jelas dari wajahnya. Sheila langsung duduk di kursi sebelah Bryan. Sheila mendapat kabar dari Bryan dan ia langsung bergegas ke rumah sakit.

"Bryan bagaimana keadaan ibumu?" tanya Sheila.

"Kondisinya berangsur membaik setelah operasi," jawab Bryan terdengar lelah.

"Syukurlah, aku turut senang mendengarnya," sahut Sheila tenang. 

Detik berikut, Bryan menggenggam kedua tangan Sheila dan mengecupnya lembut. Sheila menyadari ada yang berbeda, sorot mata Bryan tampak sendu.

"Sheila, berjanjilah, kau akan terus mencintaiku," ucap Bryan terdengar memohon.

Sheila tersenyum manis, tanpa ragu dia menjawab. "Iya, aku berjanji."

Ada kelegaan yang Bryan rasakan, sedari tadi seperti ada tali yang mengikatnya kencang dan membuatnya sesak. Namun, sekarang tali itu telah melonggar seiring dengan kecemasan yang perlahan memudar. Berada di dekat Sheila membuat Bryan nyaman. Dan binar kebahagiaan di mata Sheila seolah mengatakan semuanya baik-baik saja.

"Persiapan pernikahan kita sudah selesai kan?" tanya Bryan.

Sheila mengangguk pelan. "Sudah, kita hanya mengundang sahabat dan keluarga saja," jelas Sheila mantap.

"She, aku ingin memajukan tanggal pernikahan kita menjadi minggu depan," ucap Bryan membuat Sheila terkejut.

Inilah solusinya, jika Bryan menikahi Sheila secepatnya Bara tidak akan mengambil Sheila darinya.

Sheila menangkup wajah Bryan, "Apa kau takut kehilanganku?" goda Sheila mengusap lembut pipi Bryan.

"Ya, aku sangat takut," jawab Bryan yakin dan lugas. Bryan menarik Sheila lalu membawanya ke dalam pelukan. Dari perlakuan Bryan itu, justru menghadirkan perasaan aneh dalam hati Sheila.

Apa yang Bryan sembunyikan?

Tanpa mereka sadari, pria berwajah tampan tapi mematikan itu tengah mengintai mereka dengan senyum dan tatapan bak iblis. Ya, dia Bara Alexander Rodriguez, pria yang memiliki keinginan yang sangat kuat dan harus selalu terpenuhi.

"Lihat saja Bryan, aku tidak akan membiarkan rencanamu berjalan mulus!"

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Ahli Warisnya yang Tersembunyi, Pelariannya
Ahli Warisnya yang Tersembunyi, Pelariannya
Dalam Ahli Warisnya yang Tersembunyi, Pelariannya, seorang seniman menggugat cerai suami miliardernya yang berkhianat. Melalui taktik hukum yang cerdik, ia merebut kembali hak kekayaan intelektualnya. Baca romance novel ini untuk kisah balas dendam dan kemandirian dalam modern novel yang memikat.
Perceraian Ditolak: CEO yang Sombong Tak Mau Biarkan Saya Pergi
Perceraian Ditolak: CEO yang Sombong Tak Mau Biarkan Saya Pergi
Dalam billionaire romance novels ini, Jillian menghadapi rumor perpisahan pahit. Namun, di luar dugaan, Rhett justru membatalkan perceraian dan mengumumkan kelahiran anak mereka ke publik. Simak kisah Perceraian Ditolak: CEO yang Sombong Tak Mau Biarkan Saya Pergi di platform web novel kami.
Cute Pumpkin & The Badboy ( Indonesia )
Cute Pumpkin & The Badboy ( Indonesia )
Dalam Cute Pumpkin & The Badboy ( Indonesia ), Aryan sang pewaris billionaire harus menghadapi perjodohan paksa dengan musuh masa kecilnya, Chef Callia. Baca romance novel ini untuk melihat pertarungan ego dan ambisi di tengah desakan keluarga dalam web novel yang penuh drama modern.
Dua Istri CEO: Istri Simpanan Suamiku
Dua Istri CEO: Istri Simpanan Suamiku
Dalam Dua Istri CEO: Istri Simpanan Suamiku, Adam menikahi Maya demi warisan sambil menyembunyikan Sabrina. Konflik billionaire romance ini memuncak saat pengkhianatan terungkap. Baca kisah romance novel ini untuk melihat pilihan sulit antara harta dan kesetiaan di webnovel.
ISTRI SIMPANAN CEO
ISTRI SIMPANAN CEO
Dalam ISTRI SIMPANAN CEO, Almaira terikat kontrak rahasia dengan Daffa demi jaminan ekonomi. Menjadi istri simpanan pengusaha tambang ini penuh risiko saat ia harus memberikan keturunan. Baca romance novel ini untuk melihat konflik dalam billionaire romance books yang penuh pilihan sulit.
My Doctor genius Wife
My Doctor genius Wife
Dalam My Doctor genius Wife, Bella kembali dari rumah sakit jiwa untuk menggantikan adiknya dalam pernikahan billionaire. Mengandalkan keahlian medis yang luar biasa, ia membalas dendam pada keluarganya. Baca romance novel penuh intrik ini di platform online novel terbaik sekarang.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Dikejar Dua Cinta: Vampir dan Pemburu
Dikejar Dua Cinta: Vampir dan Pemburu
Aku benar-benar berantakan. Aku baru saja menumpahkan kopi ke bosku yang super tampan, Simon. Tak lama kemudian, aku malah menyadari kalau aku punya kekuatan rahasia yang tidak bisa kukendalikan. Hidupku jadi kacau, antara kopi tumpah, perasaan yang campur aduk, dan dua pria yang sama-sama bikin jantungku tak karuan. Simon, bosku yang misterius, menawan sekaligus berbahaya. Dia seorang vampir yang berjanji akan membantuku belajar mengendalikan sihirku. Sementara itu, Michael, sahabatku yang baik dan selalu ada untukku, ternyata menyimpan rahasia besar. Dia adalah seorang pemburu yang bersumpah untuk memusnahkan semua yang berhubungan dengan Simon. Mereka berdua menginginkanku. Makin kuat sihirku, makin besar pula api yang menyala di antara kami. Lantas, bagaimana aku bisa memilih jika mereka berdua tahu rahasia terkelamku?
Mantan Istri Gagal? Dia Penguasa Segalanya
Mantan Istri Gagal? Dia Penguasa Segalanya
Eleanor si jenius terlahir kembali dengan bakat luar biasa. Ia berani menceraikan Leo setelah dihina keluarganya. Kariernya di dunia game pun meroket, hingga memikat Julian yang dingin. Terkesan dengan ketangguhan Eleanor, Julian selalu mendukungnya, bahkan sampai menghadapi keluarga Leo. Di sisi lain, Eleanor tetap tenang dan tegas, sambil menjaga dan membantu karier Julian.
Menemukan Kasih Sayang Sejati di Labirin Cinta
Menemukan Kasih Sayang Sejati di Labirin Cinta
Jessica, menikah dengan Keluarga Carter selama tiga tahun, tidak pernah bertemu suaminya karena pria itu mencintai orang lain. Selama tiga tahun ini, sang suami mencari bantuan medis di mana-mana untuk kekasihnya sementara Jessica selalu menunggunya berubah pikiran. Namun, yang dia dapatkan hanyalah surat perjanjian perceraian. Kemudian, dia menyembunyikan identitasnya sebagai istrinya dan menjadi terapisnya. Melalui interaksi yang berulang, dia mengetahui perasaan pria itu yang sebenarnya padanya.
Reinkarnasi Dewa Abadi di Kota
Reinkarnasi Dewa Abadi di Kota
Seorang Dewa Agung jenius yang bernama Theo Marwan berhasil menemukan harta karun, namun kemudian dia dikhianati dan dibunuh oleh bawahannya. Siapa sangka Theo akan terlahir kembali di dunia 500 tahun yang lalu sebagai seorang pemuda biasa dengan nama yang sama yang rela dipenjara demi melindungi sang istri Talia Levina. Ia bertekad untuk menulis ulang takdirnya pada kali ini. Akan tetapi, setelah ia keluar dari penjara, bukan sambutan hangat yang didapatkannya, melainkan surat perjanjian perceraian yang menunggunya. Namun itu semua tidak mematahkan semangat Theo, malah membuatnya tumbuh semakin kuat dan bangkit kembali dengan caranya sendiri. Saat kegelapan melanda, Theo maju tanpa ragu untuk melampiaskan semua amarah dan dendamnya.
Kembali ke Desa! Banggakan Ibuku
Kembali ke Desa! Banggakan Ibuku
Serly Zofi adalah seorang mahasiswi dari desa yang berhasil menjadi CEO perusahaan go public setelah berjuang selama 7 tahun. Setelah kembali ke Suraya, dia pun kembali ke desa untuk menjenguk ibunya. Menghadapi rumor di desa dan ketidakadilan keluarga, Serly maju dengan berani untuk membela ibunya. Dia juga membantu warga desa menjadi kaya. Kisah Serly menyampaikan nilai-nilai kerja keras untuk mencapai kesuksesan, serta kesetaraan dan kemandirian yang sangat menginspirasi.
Pelindung Cilik? Bukan, Dia Bos Besarku!
Pelindung Cilik? Bukan, Dia Bos Besarku!
CEO berhati dingin Chris Preston terancam bahaya akibat persaingan bisnis. Putus asa, ia diperkenalkan pada master legendaris, yang ternyata adalah gadis enam tahun bernama Momo yang butuh pelukan dan es krim. Tingginya tak lebih dari lutut dan memegang boneka usang, Momo tampak tak meyakinkan. Namun, saat ia dengan mudah melumpuhkan pembunuh bayaran terbaik dengan lolipop dan boneka kelincinya, Chris terpaksa menerima kenyataan absurd ini...