Logo
Menantu Tak Diharapkan
Menantu Tak Diharapkan

Menantu Tak Diharapkan

92 Bab
Tamat
Dalam Menantu Tak Diharapkan, Cakra terpaksa menikahi putri keluarga kaya demi melunasi utang pamannya. Menghadapi perbedaan kasta dan tekanan mertua, ia berjuang bertahan di rumah itu. Baca kisah romance novel ini selengkapnya di web novel modern yang penuh konflik keluarga.
Bab 1 dari Menantu Tak Diharapkan

"Cakra, ini gajimu bulan ini. Kerja dan sekolah juga yang benar. Biar jadi manusia bermanfaat buat banyak orang," Pak Tejo mendekati Cakra yang sudah bersiap pulang, ia mengulurkan tangan berisi amplop putih, tipis. Namun, begitu berarti bagi seorang Cakra.

Ia adalah anak yatim piatu yang berusaha membiayai pendidikannya seorang diri. Setiap hari ia bekerja paruh waktu di rumah makan Sanjaya, sebuah rumah makan yang cukup terkenal di Pacitan.

Cakra menerima uluran amplop itu dengan mata berbinar. Terkadang ia heran sendiri, bekerja paruh waktu, tetapi mendapatkan gaji lebih dari yang lain. 

"Makasih, Pak. Saya janji akan sekolah dengan benar. Sekali lagi terima kasih," ucapnya disertai senyuman hangat. Senyum meneduhkan selalu menghiasi wajah tegas milik Cakra. Pembawaannya yang ramah dan supel itu membuatnya mudah bergaul dengan siapa pun. 

"Memangnya, kurang berapa semester lagi kuliahmu?" tanya pak Tejo lagi. Pemimpin rumah makan Sanjaya itu selalu bersikap baik pada semua karyawannya, terlebih kepada Cakra. Namun, Cakra sadar sebagai seorang yatim piatu, mungkin membuat orang-orang menaruh simpati kepadanya. 

"Sekarang sudah semester enam, Pak. Setahun lagi saya lulus, doakan jadi lulusan terbaik, Pak," jawabnya sambil menggendong tas ranselnya. Sepulang dari kampus tadi siang, ia memang langsung menuju ke tempat kerja. 

"Oh, ya pasti. Anakku dulu juga lulusan terbaik. Setahun lulus dari sekolah, tes CPNS langsung lolos," celoteh pak Tejo. Ia merasa bangga menceritakan anak lelakinya yang saat ini hidup enak dengan menjadi pegawai negeri di luar daerah. 

"Wah, nasibnya bagus banget ya, Pak?” tukas Cakra

"Tapi ya harus pinter dulu, kan, biar bernasib baik?" 

"Hehe ... iya, Pak. Ya sudah, saya pulang dulu," kata Cakra dengan sopan.

"Iya," Pak Tejo menjawab sambil tersenyum bangga, melihat punggung menjauh itu. Pegawai yang terbilang baru, tetapi memiliki disiplin kerja cukup tinggi. 

Di luar, Cakra naik ke atas motor butut yang ia beli setahun lalu dari salah satu temannya. Dengan motor itu, ia membelah jalanan ramai malam hari, menuju kediaman rumah Pamannya yang terletak di dekat pasar Arjowinangun. 

Tak butuh waktu lama untuk tiba di depan rumah Pamannya itu, ia mengarahkan motor memasuki halaman berpagar besi setengah badan. Suasana di luar masih ramai, tetapi rumahnya itu telah sepi. Mungkin Paman dan Bibi telah tertidur, pikirnya. 

Ia membuka pintu depan, mendapati ruang tamu yang gelap. Meyakinkan dugaannya, bahwa semua orang di rumah ini telah tertidur. Memang yang ia tahu, selama ini paman dan  bibinya akan tidur lebih awal, dan bangun tengah malam untuk memasak nasi pecel dan lainnya. Usaha sang Bibi yang digelutinya selama ini. 

Cakra menuju ke dapur karena merasa tenggorokannya mengering, "Baru pulang, Mas?" Mata berat menahan kantuk, terpaksa kembali melebar karena sapaan tiba-tiba di dekat pintu menuju dapur. Seketika lampu menyala, menampakkan wajah sepupu, menatap dengan pandangan tak suka. 

"Iya. Memang aku selalu pulang malam, kan?" Cakra menyahut santai. 

"Yang penting jangan sampai lupa sama tugas malammu di sini," Seloroh Anggara. Sirat matanya penuh kebencian yang tak pernah Cakra tahu apa sebabnya. Hanya satu kemungkinan yang ia duga, karena selama ini selalu menumpang hidup di rumah itu. 

"Tuh! Tau, kan?" Anggara menunjuk ke arah dapur, perabotan kotor menumpuk di sana. 

"Iya. Memang sudah jadi tugasku."

"Bagus kalo paham!" seru Anggara sambil melenggang pergi. Bukannya ke kamar, pemuda itu malah keluar entah kemana. Membuat Cakra menggeleng tak habis pikir. Sudah sedewasa itu, tetapi belum mengenal pekerjaan apa pun, kecuali nongkrong hingga larut malam. Tak peduli bagaimana orangtuanya bersusah-payah mencari uang untuk kebutuhan hidup dan pendidikannya. 

Cakra melanjutkan langkah menuju dapur. Di sana, setiap malam tumpukan perabotan kotor selalu setia menunggu kepulangannya. Mungkin memang ia satu-satunya petugas cuci piring di rumah ini. Bahkan sebanyak itu, seperti bekas makan sejak tadi pagi tetap dibiarkan begitu saja. Hingga ia pulang kerja. Tak peduli lagi bagaimana lelahnya akibat beraktivitas seharian penuh. 

Mengingat kondisinya yang hanya menumpang hidup orang rumah ini sejak kecil, ia tak ingin ribut. Segera menyelesaikan pekerjaan meski rasa lelah membuat matanya berat. 

Krumpyang!

"Haduh, gelas kesayangan Bibi, pecah?" Seketika matanya melebar, menyadari kesalahan fatal yang dilakukan tanpa sengaja. 

"Apa lagi yang kau pecahkan?!" 

Sebuah suara melengking, membuat Cakra menoleh. Di belakang, ternyata sang bibi telah berdiri sambil berkacak pinggang. Wanita itu mendekat, dan  membeliak ketika melihat gelasnya pecah. 

"Gelasku!" pekiknya, “Kamu bisa kerja nggak, sih?!”

"Maaf, Bi. Aku udah ngantuk banget, jadi ya nggak sengaja," jawab Cakra tenang.

"Makanya, jangan terlalu malam kalo pulang!" hardik sang bibi. Masih juga belum mengerti alasan Cakra setiap hari selalu pulang malam, dalam  kondisi badan letih. Meski beberapa kali ia memberikan penjelasan, tetapi selalu salah di mata wanita galak itu. 

"Iya. Maaf," jawab Cakra.

"Maaf ! Maaf saja terus, awas kalo ada yang pecah lagi!" 

"Iya, Bibi."

Setelah punggung itu menjauh dari arah dapur, Cakra kembali berkutat dengan tumpukan cuciannya. Harus selesai secepatnya, agar bisa tertidur, dan besok bisa bangun pagi. Karena biasanya, setiap pagi sebelum berangkat ke kampus ia masih harus menyelesaikan pekerjaan rumah. Layaknya pembantu rumah tangga. 

Jam setengah sebelas malam, Cakra baru bisa merebahkan badan remuknya. Diatas ranjang tua beralaskan kasur lantai, yang entah kapan ia membelinya waktu itu. Kamar sempit yang biasa ia tempati itu, berbeda jauh dari kamar paman  dan bibinya. Juga kamar Anggara yang terbilang mewah. 

Namun, lagi-lagi ia tak pernah mempermasalahkannya. Ia sadar betul posisinya saat ini, hanya yatim piatu yang diasuh oleh sang Paman. 

Cakra terlelap sangat pulas, akibat raga yang setiap hari diporsir. Hingga tak menyadari bahwa hari telah berganti. 

Byur! 

"Akh! Apa-apaan ini?" 

"Kamu yang apa-apaan! Sudah siang begini masih enak-enakan tidur. Dasar pemalas! Kamu nggak pernah mikir, gimana Paman dan Bibimu ini banting tulang siang dan malam. Untuk cari makan buat kamu!" 

Suara uring-uringan itu memang sudah menjadi kebiasaan di rumah itu. Namun, diguyur air karena bangun kesiangan sepertinya baru kali ini. Seketika Cakra melompat dari atas tempat tidur, sibuk menyeka air berbau tak sedap yang baru saja mengguyur wajahnya. 

"Maaf, Bi. Aku kesiangan," ucap Cakra tergagap. 

"Lihat, jam berapa sekarang?" Teriak Bibi menunjuk ke arah jam dinding, sudah jam tujuh pagi. Cakra membelalak.

"Jam tujuh? Aku pasti telat," gumamnya.

"Paman dan Bibimu sudah bangun sejak tengah malam, sampai sekarang belum istirahat. Kamu malah enak-enakan molor. Ingat, ya. Jangan berangkat sebelum semuanya beres!" 

"Iya, Bi," 

"Buk, jangan kasar-kasar sama anak yatim. Nanti kalo kualat, gimana?" Tiba-tiba Paman sudah berada di antara mereka. Melerai, meski tak pernah berhasil. Karena tak pernah menang melawan mulut judes sang istri. 

"Terus saja, Bapak bela anak itu. Sampai kita nggak punya apa-apa lagi karena memenuhi kebutuhannya!" seru bibi, membuat paman Karwo terdiam seribu bahasa. 

Paman dan  Cakra bergeming, saat Bibi hendak pergi dari kamar itu. Namun, sebelum tangannya menyentuh gagang pintu, ia menoleh, "Kamu harus ganti gelasku yang kamu pecahkan semalam!" tegasnya. 

"Iya, Bi. Ini sekarang saja, mumpung saya lagi ada uang," Cakra menyahut sambil membuka amplop yang tergeletak di atas meja sejak tadi malam. Bibi pun mengernyit, ia berjalan mendekati pemuda itu lagi. 

"Banyak uang kamu rupanya," gumam Bibi sambil merebut beberapa lembar yang sedang di pegang Cakra. 

"Bi. Memang harus sebanyak itu?" 

"Iya. Memang kenapa?" Belum sempat ia menjawab, bibi telah menghilang dari balik pintu kamar. Cakra menghela napas berat, sejenak menoleh ke arah sang Paman yang menyentuh lembut pundaknya. 

"Sabar ya, Cakra."

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Begitu Reinkarnasi, Kutukar Kondom Suamiku
Begitu Reinkarnasi, Kutukar Kondom Suamiku
Dalam novel misteri "Begitu Reinkarnasi, Kutukar Kondom Suamiku", seorang istri bereinkarnasi demi membalas dendam pada sahabat pengkhianat yang memenjarakan keluarganya lewat fitnah kehamilan. Baca buku online gratis kisah penuh intrik ini untuk mengungkap kebenaran yang terkubur.
ISTRI YANG TERSISIHKAN
ISTRI YANG TERSISIHKAN
Dalam ISTRI YANG TERSISIHKAN, Aisyah melawan restu orang tua demi Andre. Namun, kehidupan rumah tangga di modern novel ini berubah kelam saat suami dan mertuanya menjadi kejam. Aisyah kini menghadapi fakta menyakitkan yang menguji kesetiaannya dalam romance novel yang penuh pengkhianatan ini.
Jangan salahkan aku minta cerai
Jangan salahkan aku minta cerai
Dalam Jangan salahkan aku minta cerai, Elsa memilih melepas suaminya yang berkhianat. Di tengah perjuangan hidup baru, muncul pria lain yang mengusik hatinya. Ikuti kisah romance modern ini untuk melihat apakah ia bertahan atau kembali pada masa lalu melalui platform web novel kami.
Kehancuran Yang Direncanakan
Kehancuran Yang Direncanakan
Dalam Kehancuran Yang Direncanakan, Nayla kehilangan segalanya akibat pengkhianatan dan pembunuhan orang tuanya. Sebagai saksi kunci, ia menyamar demi bertahan hidup. Romance mystery ini membawa Nayla bertemu Reza, pria penuh rahasia kelam. Baca kisah seru ini di web novel modern kami.
Kutukan Cinta Pertama
Kutukan Cinta Pertama
Dalam Kutukan Cinta Pertama, rumah tangga Lara hancur seketika saat Arkan menjatuhkan talak akibat mimpi misterius yang terus berulang. Romance novel penuh misteri ini membawa pembaca menelusuri pencarian jawaban di balik takdir yang retak. Baca online novel modern ini sekarang.
Of Love Trilogy
Of Love Trilogy
Dalam Of Love Trilogy, Ayana terjebak hutang suaminya hingga terlibat cinta satu malam dengan Arga, seorang pengusaha sukses. Meski Arga terikat perjanjian bisnis dengan Sheryl, gairah ini mengubah segalanya. Baca billionaire romance novels ini untuk mengikuti konflik cinta dan ambisi.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Astaga! Salah Mengenali Istriku!
Astaga! Salah Mengenali Istriku!
Jessie meniduri bos CEO nya setelah mabuk. Dia kabur setelah bangun tapi malah menjatuhkan resume sahabatnya, Sinta di dalam kamar. Salah paham pun mulai terjadi, Sinta menjadi wanita CEO sampai suatu hari kebenaran terungkap. Jessie dan Tyaga kembali bersatu.
[Versi Dub] Pengemis Hebat
[Versi Dub] Pengemis Hebat
Bertahun-tahun yang lalu, sebuah keluarga yang dikenal karena penguasaan mereka musnah. Sebelum meninggal, sang matriarki memperingatkan anaknya untuk tidak menggunakan keterampilan mereka lagi. Bertahun-tahun kemudian, selama kompetisi seni bela diri untuk memilih seorang pengantin, seorang wanita muda dari keluarga lain akan kalah dari lawan asing. Pada saat kritis, anak itu menghancurkan liontin giok, mendapatkan kembali kekuatan untuk melindungi orang yang mereka cintai.
Digantikan, Lalu Menikah Mendadak (Sulih Suara)
Digantikan, Lalu Menikah Mendadak (Sulih Suara)
Jena Nantara, sejak kecil kehilangan orang tuanya, dibesarkan oleh tiga kakaknya. Pada ulang tahunnya yang ke-18, ia seharusnya bertunangan dengan salah satu dari mereka, namun Syana Nantara, putri kandung keluarga yang lama hilang, tiba-tiba kembali. Jena dijauhi oleh ketiga kakaknya. Hancur hati, ia menikah dengan Herald Hayora, pewaris Grup Hayora. Setelah menyesal, ketiga kakaknya berusaha membawa Jena pulang, tapi Jena sudah bersama Herald dan tak menoleh lagi.
Pewaris Dinasti Xia
Pewaris Dinasti Xia
Qin Xiaochuan, seorang kurir malang, tiba-tiba terlempar ke masa lalu dan tanpa sengaja disangka sebagai kasim di dalam istana kerajaan. Dengan kecerdasan modernnya, ia berhasil mengelabui intrik-intrik istana, menarik perhatian para selir, dan terus selangkah di depan bahaya. Saat Qin Xiaochuan mengakali musuh-musuhnya dan memainkan politik rumit di lingkungan istana, ia menjalin hubungan rahasia dengan pelayan istana bernama Xiaolian. Di tengah lika-liku yang penuh kejutan, ia terus menentang takdirnya. Mampukah "kasim" yang tidak biasa ini bertahan dalam dunia istana yang penuh pengkhianatan—atau rahasianya akan terbongkar?
Pamanku, Kekasihku
Pamanku, Kekasihku
Kakaknya menikah dengan ayahnya, jadi cinta mereka tetap tak terucapkan. Tujuh tahun kemudian, ketika mereka bersatu kembali, mereka menyadari bahwa cinta tidak pudar seiring waktu.
Permaisuri Angkuh Penakluk Dunia
Permaisuri Angkuh Penakluk Dunia
Saat menjalani tribulasi kedua, Aini tiba-tiba terbangun dalam tubuh nona besar yang dianggap sampah di Jakya. Dia pun bersumpah untuk menghabisi siapa pun yang berani menindasnya. Kini, semua tercengang. Aini yang diremehkan ternyata memiliki kekuatan luar biasa, bahkan mampu mengendalikan makhluk terbang!