Logo
MAIN HATI
MAIN HATI

MAIN HATI

71 Bab
Tamat
Dalam novel modern MAIN HATI, Dev dan Lila terjebak hubungan rumit tanpa kepastian. Mereka harus menghadapi konsekuensi atas pilihan sulit yang menguji loyalitas. Baca romance stories ini untuk mengungkap akhir perjalanan mereka dalam koleksi fiction books terbaru.
Bab 1 dari MAIN HATI

—Lila Winter

“Ruby!”

Kuharap dia tahu apa yang dilakukannya.

“Ruby, keluarlah. Ayo, kita pergi ke pemakaman.”

Sepertinya, hanya dia yang keras kepala di hari kematian ibunya sendiri.

“Bibi Esther akan bersedih jika melihat kau tidak ada di sana.”

Hening.

Walau dia ada di dalam, bersembunyi dan tidak bersuara, Ruby Marion akan terus keras kepala hingga akhir.

“Okay. Jika itu maumu. Nanti, lain kali, jangan pernah mengeluh menyesal di depanku.”

Tetap tidak ada jawaban apa pun. Aku sudah membujuk lebih dari lima belas menit di sini. Itu melelahkan bagiku. Cukup sudah!

“Bagaimana?” Ray—adikku—di seberang terdengar gelisah.

Dia saja tidak berhasil membujuk, apalagi aku.

“Sama saja.”

Helaan napas Ray terasa nyaring di telingaku. Kuputuskan untuk mengakhiri panggilan telepon secara sepihak. Bergegas masuk ke mobilku yang berada tepat di pekarangan rumah Ruby.

Gerimis mulai turun tipis-tipis. Bahkan langit pun ikut bersedih atas kepergian bibi Esther.

Kuinjak rem mendadak, ketika rasanya nyaris menabrak sesuatu di depan. Oh, bukan! Maksudku, ada yang tiba-tiba melompat cari mati ke depan mobilku.

Kulihat seorang pria berada dalam posisi setengah berbaring di depan mobil. Mengenakan kaus lengan pendek hitam, topi dan masker yang berwarna sama.

Segera berjongkok tubuhku untuk memeriksa keadaannya. “Hei, kenapa kau—”

Dia mengeluarkan pistol. Tiba-tiba sekali. Mengarah padaku, walau secara tidak langsung. Dia bukan sedang menodongkan mulut benda itu ke kepalaku, tapi mengarahkannya lurus padaku.

“Ikuti saja perintahku, Nona. Cepat masuk kembali ke mobilmu dan biarkan aku ikut bersamamu.”

Walau terasa seperti ada sesuatu yang menghantam diriku, membuat kedua kakiku lemas ketika melihat senjata apinya yang mengarah padaku, aku berusaha tampak kuat. Seperti yang biasa kulakukan. Meski situasinya jauh berbeda.

Aku sudah berada di balik kemudi. Menunggu arahan si pria bermasker, sambil berusaha mencari bantuan lewat cara apa pun yang memungkinkan dan yang bisa kupikirkan.

“Jalan.”

Meski kedua tanganku gemetar, namun aku berhasil melajukan kembali mobilku dengan baik di jalanan.

Aku tidak berusaha meliriknya sama sekali. Hanya fokus menatap ke depan. Sementara pikiranku berkelana. Menyadari seketika bahwa aku tidak bisa menghadiri pemakaman bibi Esther. Sudah terlambat lebih dari tiga puluh menit!

Gila. Aku duduk bersebelahan dengan pria bersenjata api. Bagaimana jika dia menembakku, lalu membuangku ke sungai untuk menghilangkan—

“Belok kanan, Nona.”

Akh, hampir saja aku mati terkejut karena mendengar suaranya. Bahkan kemudian, aku tidak sadar entah sejak kapan dia sudah melepaskan maskernya.

Jalan yang dilalui mulai berbatu kerikil dengan lubang kecil di sana sini.

Suara tembakan yang datang tiba-tiba dari belakang, membuatku tersentak. Hampir saja aku menghentikan mobilku, jika pria itu tidak mengingatkanku.

“Fokus! Tetap menyetir, Nona. Jangan hiraukan apa pun. Antarkan saja aku ke tempat tujuanku, agar kau bisa selamat!”

Bentakannya malah membuatku tenang. Setidaknya, aku aman karena dia memiliki senjata api di tangannya. Asal bukan pistol mainan saja.

Jalanan semakin menguji nyali. Turunan yang licin dan berbatu. Bahkan yang tadinya gerimis tipis-tipis, kini sudah berganti menjadi hujan deras.

“Aku akan pindah ke belakang. Terus fokus mengemudi, tanpa menghiraukan apa pun. Terobos saja sungai dangkal berbatu di depan sana. Jangan berhenti sebelum aku memerintahkan itu padamu. Kau mengerti?”

“Ya.” Berusaha untuk hanya fokus pada jalanan yang nyaris rusak, aku tahu saat dia sedang memerintahkan ini dan itu padaku, pria ini terus saja mengarahkan senjatanya padaku. Meski tidak menodongkan pistolnya tepat ke pelipisku.

Jantungku berdebar begitu hebat. Lebih mengejutkan, ketika sungai dangkal berbatu sudah terlihat di depan mata.

“Jangan ragu,” bisiknya. Tiba-tiba suaranya sudah ada di belakangku. Dekat telingaku. “Terobos saja. Kau pasti bisa, Nona.”

Sekarang, kupikir dia memilihku karena jenis mobil yang kukendarai. Entah, jika itu salah duga.

Mobil off-road dengan jenis SUV milikku ini memang tangguh di segala medan.

Suara tembakan yang terdengar dekat, membuatku refleks menoleh ke belakang. Napasku tercekat di tenggorokan. Rasanya sesak.

Seperti di film-film action, kulihat dia mengeluarkan setengah tubuhnya keluar jendela.

Tidak sayang nyawa. Itu definisi yang tepat untuk mendeskripsikan pria ini. Padahal, jalanan berbatu seperti yang terlihat, memungkinkan tubuhnya terlempar keluar jendela.

Kembali fokus. Kau di kehidupan nyata! Bukan syuting film.

Dan, yap! Aku berhasil melewati sungai dangkal dengan dasar yang tidak menentu itu. Kelegaan berubah menjadi sesuatu yang menyenangkan.

Aneh, memang. Bagaimana bisa? Padahal, ini bukan situasi di mana aku sedang-

“Masuk ke semak-semak itu.” Suaranya terdengar lagi di belakangku.

Setelah sungai, sekarang semak belukar? Dia ini buronan yang butuh tempat persembunyian atau bagaimana?

“Lebih dalam sedikit lagi.”

Aku memajukan mobilku perlahan. Kesayanganku ini memang luar biasa. Sampai-sampai dia menjadi saranaku untuk menyusul bibi Esther secepat mungkin.

“Matikan mobilnya.”

Segera kulakukan. Aku berusaha bernapas dengan teratur. Keadaan di sekitarku gelap karena tertutup semak-semak yang tingginya nyaris dua meter. Bahkan suara hujan deras yang menimpa mobil terasa menakutkan berkombinasi dengan gesekan daun-daun memanjang runcing.

Rasa-rasanya, aku lebih takut ditemukan oleh binatang buas daripada para penjahat bersenjata.

Padahal, apa bedanya mereka bagi orang biasa tanpa senjata untuk melawan?

“Kita akan diam di sini selama beberapa jam.”

Apa? Sontak aku menoleh melihatnya yang sudah kembali ke kursi di sampingku.

“Kalau begitu, aku harus menghubungi keluargaku.”

Dia menatapku. Baru kusadari seberapa mengerikan wajahnya itu. Dia pria dewasa yang mungkin lebih cocok kupanggil ‘paman’ daripada ‘kakak’ meski wajahnya tidak setua paman Eddie atau paman Winter-ku yang lain.

Mengerikan dalam artian, dia seperti tidak memiliki gurat lembut sedikit pun, di wajah seriusnya itu. Kesannya seolah dia ini pembunuh berdarah dingin.

Ah, ya. Aku memang pecinta film dengan genre action dan thriller.

Dia masih belum menjawabku. Hanya terus mengamatiku. Lalu diam-diam mengumpat.

Hei, aku bisa mendengar umpatanmu, Bro!

“Kirim pesan, kalau begitu.”

Okay. Aku mengerti bahasamu. Kau melarangku menelepon.

“Setelah selesai, berikan ponselmu padaku. Kita tidak boleh terlacak oleh siapa pun.”

Aku menolak. Jelas saja. “Mereka tidak mengenalku. Bagaimana mungkin—”

“Menurut saja, Nona. Nyawamu itu berharga.”

Sejak dulu, aku pihak yang tidak senang berdebat. Sehingga kuturuti saja. Jariku mulai mengetik, sementara dia terus memperhatikan layar ponselku. Aku tahu itu.

Kusodorkan begitu saja ponselku padanya. Tentu saja setelah menonaktifkannya.

Hujan deras seperti menulikan telingaku. Aku tidak mendengar apa pun, tapi pria di sampingku ini memintaku tidak bersuara. Dia sedang coba mendengar sesuatu setelah memperingatiku lewat isyarat jari telunjuk di bibir.

Apa kami ketahuan?

Aku menunggu sambil menahan napas. Semakin tidak karuan saat dia mendekatkan wajahnya padaku. Oh, bukan. Bibirnya ke telingaku.

“Tidak aman. Kita harus pergi. Kau harus menyetir lagi. Lebih fokus lagi. Apa kau siap?”

Memangnya aku punya pilihan? Aku mengangguk. Tanganku siap menyalakan mesin mobil, ketika tangannya mencegah gerakanku.

“Jangan sekarang. Tunggu aba-aba dariku.”

“Oh, okay.” Aku melihat tangannya yang bertumpu di tanganku. Kokoh dengan urat yang menonjol di sana sini. Tubuhnya tidak terlalu terbentuk, tapi kupikir, lebih bagus dari paman-pamanku yang seperti raksasa.

Hujan kian mulai berangsur reda. Namun pria ini jelas sudah tidak berniat sama sekali untuk memberiku aba-aba.

Gawat bila aku tertidur di sini. Kulirik si pria yang terus sibuk melakukan pengintaian lewat pendengarannya.

Dengan gerak perlahan dan hati-hati, dia membuka pintu, lalu keluar dari mobil dengan hati-hati.

Dia mau ke mana?

Tatapan kami tiba-tiba saling bertemu. Dia memberi isyarat dengan tangannya, agar aku tetap di tempatku.

Hujan sudah benar-benar reda, tapi pria itu belum juga kembali. Suara semak-semak sesekali terdengar bergesekan karena tertiup angin.

Apa dia menipuku? Mungkin saja saat ini dia sudah berlari menjauhi tempat ini. Menyelamatkan dirinya sendiri.

Merasa perlu bertindak dan menyaksikan sendiri, aku turun dari mobilku dengan perlahan, hati-hati. Semak-semak ini sedikit luas dengan keadaan yang mencekam.

Hanya bermodal nekat, aku coba keluar dari semak. Baru satu langkah, tanganku sudah ditarik dari arah samping. Aku sungguh berharap bahwa yang melakukannya itu, pria tadi.

Memang dia. Namun ekspresinya siap membunuhku saat ini.

Punggungku terasa sakit menabrak badan mobil sisi samping. Dia mendorongku cukup kuat. Berengsek memang! Ini sakit sekali.

“Kau mau mengantarkan nyawamu dengan suka rela?” Dia bertanya setengah berbisik, setengah menggeram. Marah, matanya berkilat penuh kemarahan.

“Kau terlalu lama meninggalkanku seorang diri tanpa kepastian. Aku ragu kau akan kembali. Jadi, aku memeriksa keadaan untuk memastikan.”

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Bayangan Cinta Terlarang
Bayangan Cinta Terlarang
Dalam Bayangan Cinta Terlarang, Maya terjebak antara tunangannya dan Ethan, pengusaha sukses yang memikat. Romance novel ini mengisahkan dilema arsitek dalam memilih loyalitas atau gairah rahasia. Temukan kisah billionaire romance books penuh risiko ini di platform online novel kami.
CEO YANG MENKUJGKIRBALIKKAN DUNIAKU
CEO YANG MENKUJGKIRBALIKKAN DUNIAKU
Dalam CEO YANG MENKUJGKIRBALIKKAN DUNIAKU, Delia harus menghadapi Arkan, mantan kekasih yang kini menjadi bosnya. Baca billionaire romance novels ini untuk melihat perjuangan Delia bertahan di kantor atau membalas pengkhianatan masa lalu. Temukan kisah serunya di platform web novel kami.
Dari Benci Jadi Tayang Tayang
Dari Benci Jadi Tayang Tayang
Dalam novel modern Dari Benci Jadi Tayang Tayang, Bella terjebak cinta bertepuk sebelah tangan pada Noah. Konflik memuncak saat Noah menyukai Kanaya, sementara Ello mengejar Bella. Temukan akhir kisah young adult fiction romance books ini dalam salah satu romance stories terbaik.
Di Balik Kilau Giok, Ada Cinta yang Mati
Di Balik Kilau Giok, Ada Cinta yang Mati
Menikah empat tahun, sang istri selalu dihadiahi gelang giok setiap kali suaminya berselingkuh. Saat gelang ke-100 bernilai puluhan miliar diberikan, ia memutuskan untuk menggugat cerai. Temukan kisah lengkapnya dalam novel romantis modern Di Balik Kilau Giok, Ada Cinta yang Mati di novel web ini.
Jodohku Seorang Janda Kaya Raya
Jodohku Seorang Janda Kaya Raya
Dalam novel modern Jodohku Seorang Janda Kaya Raya, Lintar berjuang mendapatkan restu keluarga demi menikahi Dewi, seorang CEO sukses. Simak kisah billionaire romance novel ini saat Lintar menghadapi pertentangan paman demi cinta dan masa depannya di web novel ini.
One Night Stand
One Night Stand
Dalam novel modern One Night Stand, liburan Seo Inha di Bali berakhir dengan kehamilan tak terduga bersama pewaris kaya Lee Yeon. Terjebak kawin kontrak di tengah kembalinya sang mantan, ikuti kisah billionaire romance novels ini tentang pilihan sulit antara tanggung jawab dan masa lalu.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Pernikahan Palsu, Rahasia Terbuka
Pernikahan Palsu, Rahasia Terbuka
Lima tahun "menikah", Winda sadar dirinya ditipu, buku nikahnya itu palsu. Sebenarnya, Suaminya, Yandi, menikah dengan cinta pertamanya, Weni, dan punya seorang putri, Lucky. Setelah nyaris dicelakai suaminya, Winda beranikan diri untuk mengungkap semua kebenaran, dan akhirnya memulai hidup baru bersama cinta sejatinya, Kenzo.
Batas Kesabaran Seorang Ibu
Batas Kesabaran Seorang Ibu
Nani Karim lahir di sebuah keluarga pedesaan yang memprioritaskan anak laki-laki. Pada usia 18 tahun dia berpacaran dengan seorang pelajar bernama Edi Lianto. Setelah memiliki seorang anak perempuan, dia mengikuti suaminya ke kota. Keluarga suaminya sering mempersulitnya karena tidak menyukai latar belakangnya, bahkan menuduh putrinya mencuri. Dia yang tidak tahan lagi, meninggalkan rumah dengan membawa putrinya dan bertemu dengan Sutan Jonas, seorang tentara lumpuh. Menghadapi gangguan dari Keluarga Lianto, Sutan dengan berani melindungi Nani dan putrinya. Di bawah dukungannya, Nani belajar keras, mengembangkan bakatnya sebagai penjahit, dan mendirikan pabrik pakaian; sementara kaki Sutan juga pulih di bawah perawatan Nani. Dari seorang wanita yang dihina menjadi bos pabrik yang mandiri, Nani mengubah nasibnya dengan ketabahan. Hubungan Nani dan Sutan beralih dari saling membantu menjadi saling mencintai, bersama-sana memulai kehidupan baru...
Cintaku Bukan Hasil Sistem
Cintaku Bukan Hasil Sistem
Setelah sistem memaksanya membuat Jonny jatuh cinta padanya, Olivia bertahan dalam pernikahan tiga tahun di mana suaminya tetap memilih wanita lain. Patah hati, dia bercerai dan kembali ke keluarga kaya raya, lalu mempermalukan mantan suami serta selingkuhannya di hadapan publik. Akhirnya, dia menemukan cinta sejati dari seorang kakak yang diam-diam mencintainya sejak kecil.
Paradoks Takdir: Cinta Sang Miliarder
Paradoks Takdir: Cinta Sang Miliarder
CEO pendiam dan penuh teka-teki itu lahir dengan kondisi langka yang membuatnya mati sebelum Malam Tahun Baru. Dengan putaran takdir, dia menemukan bahwa seorang mahasiswi yang berjuang dari latar belakang miskin adalah satu-satunya orang yang mampu menyelamatkan hidupnya. Dalam upaya putus asa untuk bertahan hidup, dia menikahinya karena kenyamanan. Namun, setelah mengetahui bahwa menyembuhkannya akan menempatkan hidup wanita itu dalam bahaya besar, dia mendapati dirinya terbelah antara menyelamatkan hidupnya sendiri dan melindungi wanita yang secara bertahap dia cintai.
Dari Kegelapan Menuju Cahaya
Dari Kegelapan Menuju Cahaya
Dorothy, putri kesayangan keluarga Gordon, hidupnya berubah total saat Elissa muncul dengan laporan DNA yang mengklaimnya sebagai pewaris sah. Dorothy difitnah dan dikirim ke lembaga pemasyarakatan hingga cacat. Untuk kepentingan keluarga, dia kemudian dinikahkan dengan Johnny, putra keluarga Ford yang disebut-sebut tunagrahita. Namun, Dorothy terkejut menemukan suaminya sama sekali tidak cacat, melainkan pewaris cerdas Grup Ford. Dengan dukungan dan cinta suaminya, Dorothy bangkit dari penderitaan, mengungkap semua kebohongan, dan setiap pengkhianat akhirnya mendapat hukuman yang setimpal.
Jadi Kaya Karena Penjilat
Jadi Kaya Karena Penjilat
Yogi yang putus asa setelah dicampakkan tanpa diduga mengaktifkan "Sistem Penjilat" yang memberinya banyak uang untuk dihabiskan pada wanita.