Logo
Lupakan Aku
Lupakan Aku

Lupakan Aku

82 Bab
Tamat
Dalam novel Lupakan Aku, Sita harus menghadapi kenyataan pahit saat mengetahui kekasihnya, Raka, adalah putra pengusaha kaya. Hubungan beda status sosial ini menguji kesetiaan mereka. Baca billionaire romance novels ini untuk mengikuti perjuangan cinta mereka di web novel modern.
Bab 1 dari Lupakan Aku

Hari itu, langit begitu cerah seolah ikut menyambut langkah-langkah gugupku memasuki dunia baru bernama kuliah. Aku mengenakan kemeja putih dan celana bahan hitam seperti yang disarankan panitia ospek. Rambutku diikat sederhana, wajahku berusaha tampak tenang meski jantungku berdebar tak karuan.

Hari pertama kuliah.

Sebuah kalimat yang sederhana, tapi bagiku bermakna dalam. Hari itu bukan hanya tentang mengenal kampus, teman baru, atau jurusan yang kupilih dengan penuh harap. Tapi hari itu juga tentang harapan kecil yang kusembunyikan rapat sejak SMA.

Raka.

Namanya muncul seperti suara lembut yang berputar di pikiranku. Lelaki yang diam-diam kusukai sejak bangku SMA. Tak pernah satu kelas, apalagi dekat, tapi entah kenapa, setiap kali melihatnya lewat, ada sesuatu yang bergetar di dadaku.

Kupikir, setelah kelulusan SMA, aku tak akan pernah melihatnya lagi. Tapi takdir ternyata menyimpan kejutan manis.

"Raka?" bisikku pelan ketika melihat sosok tinggi itu berdiri di barisan registrasi kampus. Rambutnya sedikit lebih pendek dari terakhir kali kulihat, tapi senyumnya-senyum yang selalu membuatku terdiam di ujung lorong sekolah dulu-masih sama hangatnya.

Aku berdiri terpaku, tak tahu harus bersikap seperti apa. Menghampiri? Menyapa? Atau cukup menikmati pemandangan dari jauh seperti dulu?

Tiba-tiba, matanya bertemu dengan mataku.

Jantungku nyaris loncat.

Dan yang membuatku nyaris tak percaya, dia tersenyum. Kepadaku.

"Heh, kamu juga kuliah di sini?" tanyanya santai saat kami akhirnya berdiri dalam satu barisan kelompok ospek.

Aku mengangguk kaku. "Iya... nggak nyangka kita satu kampus."

"Seru juga, ya. Jadi ada yang dikenal," katanya.

Dan sejak saat itu, hari pertamaku yang semula dipenuhi kegugupan berubah menjadi hari yang penuh warna. Bukan karena kampus yang megah atau sambutan dosen yang ramah, tapi karena satu nama yang diam-diam kupuja kini berada di tempat yang sama, dengan kemungkinan yang terbuka lebih lebar daripada sebelumnya.

Raka.

Mungkin ini awal yang baru... bukan hanya untuk kuliahku, tapi juga untuk harapan kecil di hatiku.

Hari-hari pertama kuliah berlalu, dan setiap langkahku di kampus terasa lebih ringan sejak hari itu-sejak Raka tersenyum padaku. Kami memang tidak dekat, tidak juga sering berbicara. Tapi entah kenapa, cukup dengan tahu dia ada, rasanya hatiku hangat.

Setiap pagi, aku selalu datang lebih awal, duduk di taman dekat fakultas, berpura-pura membaca buku. Padahal diam-diam aku menanti, berharap bisa melihat Raka lewat dengan ransel di punggung dan langkah santainya yang khas. Kadang, saat aku cukup beruntung, dia akan menyapaku, sekadar melambaikan tangan atau mengangguk kecil.

Itu cukup bagiku.

Aku tahu, perasaan ini belum saatnya disuarakan. Aku terlalu takut merusak kenyamanan yang mulai tumbuh. Jadi aku memilih tetap diam, menyimpan semuanya sendiri. Mengaguminya dari jauh, mendoakannya diam-diam.

Ada hari di mana aku merasa begitu dekat dengannya. Seperti saat kami satu kelompok dalam tugas presentasi. Duduk bersebelahan, berdiskusi, bahkan tertawa bersama. Di momen-momen seperti itu, aku ingin waktu berhenti. Aku ingin dia tahu, betapa aku menghargai setiap detik bersamanya. Tapi setiap kali kata itu ingin keluar, "Aku suka kamu," aku menelannya kembali.

Karena aku tahu, harapan bisa seindah langit senja, tapi juga bisa segetir hujan yang tak kunjung reda.

Lalu malam-malam kulalui dengan memutar ulang kejadian-kejadian kecil bersamanya dengan cara dia memanggil namaku, tawa renyahnya saat bercanda, atau bahkan diamnya saat serius mendengarkan dosen. Semua terekam jelas di memoriku. Seperti film tanpa akhir.

Dan dalam doaku yang paling lirih, aku hanya ingin satu hal.

Semoga, dalam setiap langkahnya, ada ruang kecil yang pelan-pelan bisa ku isi. Bukan hari ini, mungkin bukan besok. Tapi suatu saat nanti... jika takdir mengizinkan.

Karena saat ini, biarlah aku mencintainya dalam diam dengan sabar, dengan tulus.

***

Hari itu, langit tampak sedikit mendung. Angin bertiup pelan, membawa aroma tanah yang khas. Aku duduk sendiri di kantin, menunggu giliran presentasi selanjutnya. Mataku menatap kosong ke arah buku catatan yang terbuka, tapi pikiranku melayang jauh.

Pagi tadi aku melihat Raka. Ia berjalan bersama seorang perempuan.

Mereka terlihat akrab. Terlalu akrab.

Perempuan itu cantik, kulitnya cerah, rambut panjangnya di kuncir kuda, dan tawanya lepas seperti tidak ada beban di dunia. Aku mengenalnya sepintas, dia teman sekelas ku juga. Namanya Laras.

Entah mengapa, melihat mereka berdua membuat dadaku terasa sesak. Aku tahu aku tidak punya hak untuk cemburu. Aku bukan siapa-siapanya Raka. Hanya seorang gadis yang mengaguminya dalam diam. Tapi tetap saja... ada bagian dari hatiku yang terasa retak.

Sepulang kuliah, aku pulang lebih awal dari biasanya. Tidak mampir ke taman seperti biasa, tidak menunggu kemungkinan bertemu Raka seperti yang sering kulakukan. Aku hanya ingin cepat sampai kamar, menarik selimut, dan menyembunyikan diri dari dunia.

Namun, malam itu, sebuah pesan masuk ke ponselku.

Raka:

"Kamu nggak nongkrong di taman sore ini? Tumben."

Aku menatap layar ponsel cukup lama. Jari-jariku gemetar. Ia memperhatikan aku?

"Capek. Jadi langsung pulang. Kenapa?"

Beberapa menit kemudian, balasan masuk.

"Nggak papa. Biasanya aku lihat kamu di sana, jadi aneh aja kalau kosong."

Jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya. Ada harapan yang kembali menyala. Walau kecil. Walau samar. Tapi cukup untuk membuatku tersenyum di tengah kesedihan yang sempat datang.

Mungkin... mungkin perasaanku tak sepenuhnya sia-sia. Mungkin diamku bukan berarti tak terlihat. Dan jika benar, aku bersedia menunggu. Aku tak butuh jawaban cepat. Asal dia tetap jadi alasan aku tersenyum setiap pagi, itu sudah cukup bagiku.

Karena mencintai dalam diam bukan berarti menyerah. Tapi percaya... bahwa jika waktunya tiba, semesta akan menyusun jalannya sendiri.

Hari-hari terus berjalan seperti biasanya. Kuliah, tugas, presentasi, dan momen-momen kecil yang selalu aku simpan rapi dalam ingatan. Raka masih menjadi sosok yang hangat dan ramah kepada semua orang, mudah tertawa, dan selalu punya energi untuk membuat orang nyaman di sekitarnya.

Termasuk aku.

Tapi hanya sebatas itu. Sejauh itu.

Aku masih menjadi gadis yang berdiri di pinggir keramaian, memperhatikannya dari balik jendela kelas, dari deretan bangku paling belakang, dari sisi taman yang tak terlalu mencolok. Ia tetap menjadi pusat cahaya dalam dunianya sendiri, dan aku? Aku hanya bayangan kecil yang setia mengikuti dari jauh.

Kadang aku berpikir, mungkin aku memang tak akan pernah berani mengucapkan perasaanku. Bukan karena aku tak yakin, tapi karena aku terlalu takut, takut jika setelah semua kata itu keluar, semuanya akan berubah. Takut kehilangan kesempatan untuk tetap berada di dekatnya, walau hanya sebagai teman.

Raka kini sering terlihat bersama Laras. Mereka tampak semakin dekat. Bahkan beberapa teman mulai menggoda mereka, menyebut-nyebut nama keduanya dalam satu kalimat seolah sudah sah jadi sepasang.

Aku hanya bisa tersenyum setiap kali mendengarnya. Senyum yang tak benar-benar sampai ke hati.

Aku tetap mencintainya... meski dalam diam, meski dalam kesakitan yang tak terlihat.

Satu-satunya tempat aku bisa jujur adalah di dalam buku harianku. Di sana, aku menuliskan semua rasa yang tak bisa kusampaikan. Tentang betapa bahagianya aku saat ia menyapaku. Tentang bagaimana ia menolongku saat file presentasiku tiba-tiba hilang. Tentang senyumnya yang muncul saat dia melihat hasil tugas kelompok kami dipuji dosen.

Dan tentu saja, tentang bagaimana hatiku perlahan patah melihatnya bersama gadis lain.

Tapi anehnya... aku tidak bisa berhenti. Tidak bisa berhenti mencintainya. Bahkan saat aku tahu cinta ini mungkin tak akan berbalas, aku tetap menyimpan harapan kecil itu. Bukan karena aku bodoh, tapi karena bagiku, mencintainya membuatku tetap merasa hidup.

Malam itu, aku duduk di balkon kamar kosku. Langit penuh bintang, dan udara dingin menelusup ke dalam jaket. Aku menatap ke atas, lalu berbisik lirih pada semesta.

"Kalau aku memang tak bisa bersamanya, tak apa. Tapi tolong... biarkan aku mencintainya sedikit lebih lama lagi. Dalam diamku, dalam doaku."

Karena kadang, cinta tak butuh jawaban. Ia hanya butuh tempat untuk tetap bertahan. Walau tanpa suara.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Aku Mengandung Setelah Diusir Mamamu
Aku Mengandung Setelah Diusir Mamamu
Dalam romance novel Aku Mengandung Setelah Diusir Mamamu, Adelia harus bertahan hidup setelah diusir dan ditolak Arsenio. Saat sang billionaire menyesal, Adelia telah bersanding dengan pria lain. Ikuti kisah drama ini di web novel pilihan yang penuh lika-liku takdir dan rahasia.
Bukan Gadis Simpanan
Bukan Gadis Simpanan
Dalam romance modern Bukan Gadis Simpanan, Samantha Walker terjebak obsesi masa kecil milyuner Carl Davidson. Berusaha lepas dari stigma negatif, ia berjuang mengubah statusnya dari sekadar simpanan menjadi istri sah. Baca kisah lengkapnya di billionaire romance novels ini.
Hari Pamermu, Hari Kematianku
Hari Pamermu, Hari Kematianku
Dalam novel modern Hari Pamermu, Hari Kematianku, seorang wanita meninggalkan kekasihnya yang bangkrut demi pria kaya. Enam tahun kemudian, sang mantan kembali sebagai miliarder untuk membalas dendam, tanpa tahu rahasia tragis yang menantinya. Baca buku online gratis kisah penuh misteri ini.
Kawin Kilat: Suami Misteriusku teryata Milyarder
Kawin Kilat: Suami Misteriusku teryata Milyarder
Dalam novel romantis miliarder Kawin Kilat: Suami Misteriusku teryata Milyarder, Grace memilih kawin kilat dengan pria asing setelah dikhianati tunangannya. Ternyata, suami barunya adalah konglomerat misterius pemilik takhta sesungguhnya. Baca novel online gratis ini untuk mengikuti kisahnya.
Menjadi Bayang Cinta Pertamanya
Menjadi Bayang Cinta Pertamanya
Dalam novel romantis miliarder Menjadi Bayang Cinta Pertamanya, Jessy yang sedang hamil dipaksa suaminya, Jasper, menyelam ke laut demi mencari kalung milik cinta pertamanya. Baca novel online gratis ini untuk melihat perjuangan Jessy lepas dari statusnya yang hanya dianggap sebagai bayangan.
Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit
Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit
Baca Novel Online Gratis Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit. Reina, wanita tunarungu yang selalu dihina keluarga suaminya, Maxime, memutuskan bercerai saat cinta pertama suaminya kembali. Namun, sang miliarder menolak keras. Simak kisah novel romantis miliarder penuh haru ini.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Luka Masa Lalu, Cinta Masa Depan
Luka Masa Lalu, Cinta Masa Depan
Sylvia, putri dari keluarga kaya, kehilangan identitas dan hidupnya berantakan. Untuk biayai pengobatan ayahnya, dia terpaksa menjadi selingkuhan rahasia Chris. Menganggap Sylvia hanya pencari harta, Chris menyiksanya dengan penuh penghinaan. Di titik putus asa, Sylvia memutuskan untuk kabur. Usai nyaris dijadikan tumbal untuk pria lain, jalan hidupnya tak terduga bersilangan dengan keluarga Dixon, yang membuat identitas aslinya pelan-pelan terungkap. Justru ketika Sylvia pergi, Chris mulai menyadari cinta dan berjuang menebus kesalahannya. Meski hati Sylvia yang beku mulai mencair melihat perubahan Chris, keduanya masih harus menghadapi tembok besar perbedaan status dan salah paham masa lalu.
Adik lpar Memanjakanku
Adik lpar Memanjakanku
Setelah kehilangan suaminya secara tak terduga, Jelita baru mengetahui bahwa suaminya ternyata adalah putra sulung keluarga terkaya. Dia kemudian dijemput oleh ibu mertuanya untuk tinggal di rumah Keluarga Sano. Di sana, dia sering berselisih dengan adik iparnya, lalu mereka menjadi pasangan yang saling benci, tapi juga saling suka. Meskipun demikian, keduanya selalu menahan perasaan masing-masing. Namun, setelah menghadapi sebuah krisis besar bersama, mereka akhirnya menyadari perasaan satu sama lain dan bersatu sebagai pasangan sejati.
Cinta Yang Tertunda
Cinta Yang Tertunda
Noah Morgan, seorang bocah yatim piatu yang menjadi CEO miliarder menghabiskan waktu bertahun-tahun mencari wanita yang pernah menyelamatkan nyawanya. Dia tidak menyadari bahwa selama ini, wanita itu ternyata berada di sisinya, yaitu Mara yang merupakan istri kontrakan dan sekretarisnya.
Kumohon, Ceraikan Aku
Kumohon, Ceraikan Aku
Dewa Perang Bema, Ardi Pratama, yang takut menikah, menyamar sebagai satpam bernama Adrian Pratama atas perintah bibinya. Ia menikahi CEO dingin Maya Santoso, sengaja berulah agar diceraikan, namun diam-diam berulang kali menyelamatkannya. Tanpa sepengetahuan Maya yang mulai jatuh hati, suaminya itu ternyata sang Dewa yang selama ini ia diam-diam kagumi.
Nyonya Muda Blak-blakan
Nyonya Muda Blak-blakan
Senja berpura-pura jadi pacar pewaris kaya demi bayaran besar. Dengan ketulusan dan sifat blak-blakan, dia menyembuhkan sang pria, memenangkan keluarganya, dan akhirnya menjadi kesayangan keluarga kaya.
Permaisuriku
Permaisuriku
Di kehidupan sebelumnya, Mulan dikhianati oleh Yuda dan adik angkatnya. Seluruh Keluarga Mutara dibunuh, termasuk dirinya. Di kehidupan ini, Mulan bertekad bekerja sama dengan Pangeran Yoel yang cacat dan bersumpah akan menjatuhkan Pangeran Yuda. Nggak disangka, saat Mulan dalam bahaya, pangeran yang sudah lumpuh selama bertahun-tahun itu tiba-tiba bangkit dari kursi rodanya demi melindunginya…