Logo
LANGIT SENJA DAN JANJI KITA
LANGIT SENJA DAN JANJI KITA

LANGIT SENJA DAN JANJI KITA

94 Bab
Tamat
Dalam LANGIT SENJA DAN JANJI KITA, dua sahabat lama bertemu kembali lewat proyek sekolah. Menghadapi perasaan yang belum usai, mereka harus memilih antara masa lalu atau masa depan. Baca romance novel ini di web novel modern yang menghadirkan kisah young adult penuh makna.
Bab 1 dari LANGIT SENJA DAN JANJI KITA

Hari itu, cuaca di sekolah terasa sama seperti biasanya, namun bagi Luna, ada sesuatu yang berbeda. Angin sore menghembus lembut, menggoyangkan rambutnya ketika ia melangkah masuk ke ruang kelas, di mana ia dan beberapa siswa lain berkumpul untuk sebuah proyek sekolah. Papan tulis di depan ruangan dipenuhi dengan tulisan besar: *Proyek Kelompok: Pameran Sejarah Lokal.*

Luna menatap sekeliling ruangan, matanya menyisir wajah-wajah yang tak asing baginya, hingga akhirnya pandangannya terhenti pada satu sosok yang tak pernah ia duga akan dilihat lagi.

Raka.

Ia duduk di sudut ruangan, sibuk dengan buku catatannya, tampak tidak terlalu tertarik dengan suasana sekitarnya. Luna terdiam sejenak. Seolah waktu berhenti, ingatan masa kecilnya melintas begitu cepat, membawa kembali kenangan tentang seorang anak laki-laki yang dulu sangat dekat dengannya. Mereka dulu tidak terpisahkan. Setiap hari selepas sekolah, mereka akan berlarian di taman dekat rumah, membuat janji-janji kekanak-kanakan di bawah langit senja yang indah. Namun, seiring berjalannya waktu, kehidupan membawa mereka ke arah yang berbeda. Tanpa peringatan, persahabatan itu perlahan memudar.

Luna tidak pernah tahu alasan sebenarnya mengapa Raka menjauh. Mereka berdua bersekolah di tempat yang sama, namun bertahun-tahun tidak pernah berinteraksi. Dan sekarang, di sinilah mereka, dipertemukan kembali dalam sebuah proyek yang sama.

Guru mereka, Pak Arif, mulai membagi kelompok, dan dengan keberuntungan yang aneh, Luna dan Raka ditempatkan dalam kelompok yang sama. "Luna, Raka, kalian akan bekerja bersama-sama dengan Sinta dan Adi," ujar Pak Arif tanpa menyadari ketegangan yang tiba-tiba melingkupi ruangan itu.

Luna menelan ludah, gugup. Ia melirik Raka, yang terlihat tak menunjukkan reaksi apapun. Hatinya berdebar-debar saat ia melangkah mendekat ke meja di mana kelompok mereka akan berkumpul. Bagaimana ini akan berjalan? Apakah Raka masih mengingatnya? Ataukah ia sudah benar-benar melupakan masa lalu mereka?

"Luna," suara Sinta memecah lamunan Luna, "kamu setuju nggak kalau kita mulai riset dari buku-buku sejarah di perpustakaan?"

Luna mengangguk sambil tersenyum kaku, mencoba fokus pada pembicaraan, tapi pikirannya tak bisa lepas dari sosok Raka yang duduk di sebelahnya. Sesekali, ia meliriknya, mencari tanda-tanda pengakuan di mata Raka. Namun Raka tetap tenang, seperti tidak ada yang terjadi.

Setelah pertemuan kelompok selesai, Luna merasa ada sesuatu yang tidak terselesaikan. Ia berusaha mengumpulkan keberanian untuk berbicara dengan Raka. Sebelum ia bisa berpikir lebih jauh, kata-kata itu keluar begitu saja.

"Raka," panggilnya, membuat Raka menoleh perlahan. Ada jeda sejenak sebelum Luna melanjutkan, "Kamu masih ingat aku?"

Raka terdiam, menatap Luna dengan pandangan yang sulit diartikan. Sekilas, matanya tampak mengenalinya, namun ada sesuatu yang menahan. Setelah beberapa detik yang terasa begitu lama, Raka mengangguk pelan.

"Iya, aku ingat," jawabnya singkat, tanpa senyuman, tanpa ekspresi lebih lanjut.

Jawaban itu membuat Luna sedikit lega, namun juga menambah kebingungannya. Ada banyak hal yang ingin ia tanyakan-mengapa mereka berhenti berbicara, mengapa Raka tiba-tiba menjauh bertahun-tahun lalu. Tapi melihat sikap dingin Raka, Luna menyadari bahwa mungkin, ini bukan saat yang tepat untuk menggali lebih dalam.

Hari itu berakhir dengan perasaan campur aduk. Di satu sisi, pertemuan dengan Raka membawa kenangan manis masa kecil kembali ke permukaan, namun di sisi lain, ia merasa ada jarak yang sangat besar di antara mereka sekarang. Jarak yang tak pernah ia pahami.

Saat Luna berjalan pulang, matahari mulai terbenam, menciptakan kilauan jingga di langit senja. Dia berhenti sejenak, memandangi langit yang sama seperti yang mereka tatap dulu, saat mereka masih kecil, saat segala sesuatu tampak lebih sederhana. Di bawah langit yang sama, Luna bertanya-tanya, apakah janji-janji masa kecil mereka masih tersisa? Ataukah semuanya sudah hilang bersama waktu?

Di kejauhan, Luna bisa merasakan bahwa ini bukanlah kebetulan. Pertemuan ini mungkin adalah kesempatan untuk mengungkap apa yang telah terkubur selama ini. Namun, ia juga tahu bahwa perjalanan ini tidak akan mudah. Karena di balik setiap kenangan indah, selalu ada rahasia yang tersembunyi di dalamnya.

Luna masih memandangi langit yang mulai memudar warnanya, teringat bagaimana dulu mereka sering kali berlomba-lomba menebak warna apa yang akan muncul di langit senja berikutnya. Saat itu, segalanya terasa begitu sederhana. Tidak ada rasa canggung, tidak ada jarak-hanya dua anak kecil yang menikmati waktu bersama. Namun sekarang, perasaan itu terasa jauh, seperti sebuah mimpi yang perlahan memudar.

Langkah kaki di belakangnya menyadarkannya dari lamunan. Luna berbalik dan terkejut melihat Raka berdiri tak jauh darinya, tangan dimasukkan ke saku seragam, matanya masih menatap ke bawah, seolah ragu untuk mendekat.

"Kamu masih suka lihat senja?" tanya Raka, suaranya pelan tapi jelas, memecah keheningan di antara mereka. Pertanyaan itu sederhana, tapi cukup untuk membuat dada Luna terasa sesak.

Ia mengangguk sambil tersenyum tipis. "Iya, masih," jawab Luna, menatap Raka dengan tatapan yang sarat pertanyaan, seolah meminta penjelasan tentang apa yang terjadi di antara mereka selama bertahun-tahun. Tapi, seperti yang diduganya, Raka tidak memberi jawaban. Hanya pertanyaan senja yang ia sampaikan, seakan itu sudah cukup untuk membuka percakapan pertama mereka setelah sekian lama.

"Kamu kenapa tiba-tiba menjauh?" Pertanyaan itu akhirnya keluar dari mulut Luna, meski ia tahu suasananya mungkin belum tepat. Namun, rasa penasaran yang terpendam selama bertahun-tahun itu tak bisa lagi ia tahan. Ia harus tahu.

Raka terlihat kaget mendengar pertanyaan itu, namun dengan cepat ia memasang ekspresi datar. Untuk beberapa detik, ia hanya menatap Luna, seakan mencari kata-kata yang tepat, atau mungkin mencari cara untuk menghindar. Angin sore menghembus lembut, membuat suasana semakin dingin.

"Ada banyak hal yang terjadi waktu itu," kata Raka akhirnya, suaranya rendah dan berat. "Aku nggak tahu harus gimana, jadi aku pergi. Aku pikir... mungkin itu cara terbaik."

Luna menggigit bibirnya, mencoba menahan emosi yang tiba-tiba menyeruak. "Cara terbaik?" ulangnya pelan. "Kamu pikir dengan pergi begitu aja semua akan baik-baik aja?"

Raka tidak langsung menjawab. Ia memalingkan wajahnya, menatap senja yang hampir menghilang di balik cakrawala. "Aku nggak tahu, Luna. Mungkin aku salah. Tapi aku cuma anak kecil waktu itu, aku nggak ngerti apa yang aku rasain."

Kata-katanya membuat Luna terdiam. Rasa kecewa, marah, dan bingung bercampur aduk di dalam hatinya. Tapi di balik itu semua, ada sesuatu yang ia pahami. Waktu itu, mereka masih sangat muda. Mungkin benar, Raka tidak tahu bagaimana harus menghadapi perasaannya sendiri, apalagi pertemanan mereka yang mulai berubah.

"Aku juga nggak tahu," jawab Luna akhirnya, suaranya mulai melembut. "Aku cuma ingat, waktu itu aku kehilangan sahabatku, dan aku nggak ngerti kenapa."

Untuk pertama kalinya, Luna melihat sesuatu yang berbeda di mata Raka. Seperti ada rasa bersalah yang tersembunyi di balik sikap dinginnya. Dia mengangkat pandangannya dan berkata dengan nada yang lebih lembut dari sebelumnya, "Maaf."

Hanya satu kata, tapi itu cukup. Meskipun tidak bisa mengembalikan semua yang telah hilang, setidaknya itu adalah awal. Awal dari sesuatu yang mungkin bisa menyembuhkan luka yang telah lama mereka bawa.

Luna tersenyum kecil, merasakan sedikit beban di hatinya mulai terangkat. "Aku nggak tahu apa yang terjadi setelah ini, tapi mungkin kita bisa mulai lagi... pelan-pelan."

Raka mengangguk. "Iya, mungkin kita bisa," jawabnya dengan nada lebih tenang.

Mereka berdiri di sana untuk beberapa saat, tanpa kata-kata. Hanya ditemani oleh sisa-sisa cahaya senja yang perlahan menghilang, seakan memberi ruang untuk awal yang baru di antara mereka.

Hari itu, di bawah langit senja yang sama, Luna dan Raka tidak lagi dua orang asing yang dipisahkan oleh masa lalu. Mereka adalah dua orang yang berusaha menemukan kembali janji-janji yang dulu pernah mereka buat. Dan meskipun jalan di depan masih panjang, mereka tahu bahwa ini adalah langkah pertama menuju sesuatu yang lebih besar.

Senja akhirnya menghilang, meninggalkan langit yang gelap dan penuh bintang. Tapi bagi Luna, hari ini terasa seperti sebuah awal-awal dari perjalanan baru yang mungkin akan membawa mereka kembali ke masa-masa indah yang pernah hilang.

Dan untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, Luna merasa sedikit lebih ringan, seolah-olah bebannya sudah mulai terangkat sedikit demi sedikit. Raka mungkin belum sepenuhnya kembali, tapi dia ada di sana. Itu sudah cukup untuk sekarang.

Bersambung...

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Dipatahkan Oleh Cinta
Dipatahkan Oleh Cinta
Dalam romance novel Dipatahkan Oleh Cinta, kesetiaan istri diuji saat suaminya membawa selingkuhan yang hamil ke rumah mereka. Baca modern novel ini untuk melihat perjuangan batin menghadapi pengkhianatan dan keputusan sulit dalam sebuah web novel yang penuh konflik emosional.
Kesempatan Kedua dengan Kekasih yang Dicemooh
Kesempatan Kedua dengan Kekasih yang Dicemooh
Dalam Kesempatan Kedua dengan Kekasih yang Dicemooh, Johanna terjebak hutang keluarga hingga menjadi kekasih simpanan Carson. Namun, pengkhianatan dalam billionaire romance novels ini memaksanya bangkit mandiri. Saat bertemu kembali, mampukah Carson merebut hatinya di web novel ini?
Mr. Ergan Obsession
Mr. Ergan Obsession
Dalam Mr. Ergan Obsession, CEO kaya Ergan Tirta Alviano terobsesi mengejar Andira meski ditolak demi pria lain. Billionaire ini menggunakan segala cara, dari halus hingga kasar, untuk menang. Simak kisah romance novel ini di webnovel dengan plot modern novel yang penuh ketegangan.
MURIDKU KENIKMATAN KU
MURIDKU KENIKMATAN KU
BERISI ADEGAN HOT++ Seorang duda sekaligus seorang guru, demi menyalurkan hasratnya pak Bowo merayu murid-muridnya yang cantik dan menurutnya menggoda, untuk bisa menjadi budak seksual. Jangan lama-lama lagi. BACA SAMPAI SELESAI!!
Naluri Lelaki
Naluri Lelaki
Dalam novel modern Naluri Lelaki, Eric Damian adalah pengusaha sukses yang menghadapi tantangan besar dalam asmara. Meski berjaya di karier, fokusnya hanya tertuju pada Dewi Bela. Simak perjuangannya dalam romance novel ini yang bisa Anda akses melalui layanan read novels online.
Penyesalan Suamiku Setelah Kehilangan Diriku
Penyesalan Suamiku Setelah Kehilangan Diriku
Dalam novel romantis Penyesalan Suamiku Setelah Kehilangan Diriku, sang protagonis kembali ke hari pernikahannya setelah disiksa hingga keguguran oleh suaminya yang terobsesi menebus dosa. Ia kini bertekad melepaskan sang suami demi menyelamatkan diri. Baca novel online ini sekarang.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Suami, Sang Ratu Bisnis Kembali!
Suami, Sang Ratu Bisnis Kembali!
Selama tiga tahun jadi istri sempurna, Callie gagal mencairkan hati Andrew yang dingin. Saat cinta pertama Andrew memfitnahnya, ia bahkan dipaksa mendonorkan ginjalnya sebagai "ganti rugi" untuk wanita itu! Menyadari pernikahannya sudah tidak ada harapan lagi, Callie pun menyerahkan surat cerai. Andrew yakin ia tak bisa hidup tanpanya. Tapi keesokan harinya, Callie menggemparkan media sebagai pewaris keluarga Jon yang terpandang! Ketika bertemu kembali setelah perpisahan, Andrew terpaku melihat Callie yang kini bersinar dengan percaya diri. Barulah ia menyadari sebuah kebenaran pahit: ia ternyata telah jatuh cinta pada mantan istrinya itu. Tapi ... apakah masih ada kesempatan baginya untuk mendapatkan Callie kembali?
Ibuku Super Kuat dan Keren
Ibuku Super Kuat dan Keren
Risa, gadis berkekuatan super, mabuk di larut malam setelah dikhianati pacarnya. Dari pertemuan tak terduga, lahirlah dua anak cerdas dan usil. Berkat bantuan mereka, Risa akhirnya kembali menemukan cinta. Menghadapi anak hasil hubungan satu malam, Risa sepenuh hati menjalankan tanggung jawab sebagai ibu, memberi kehidupan layak dan penuh kasih sayang. Meski terus ditekan ibunya agar segera menikah, Risa tetap teguh memprioritaskan dirinya dan anak-anaknya. Kisah berakhir ketika kedua orang itu sadar bahwa mereka adalah orang yang sama dari lima tahun lalu, meluruskan kesalahpahaman dan mengungkap kebenaran. Cerita ini menegaskan bahwa meski pernah terluka, kita harus berani meraih kebahagiaan. Ia menampilkan sosok perempuan modern yang kuat, tetap mendambakan kebahagiaan meski diterpa kemalangan, berani mencintai meski pernah dikhianati, dan terus menebar kebaikan meski telah melewati kejamnya dunia.
Bukan Lagi Budak Keluarga
Bukan Lagi Budak Keluarga
Dijebloskan ke penjara oleh Vincent, anak angkat keluarganya, Tyler meninggal dengan sesal di tahap akhir kanker perut. Namun takdir memberinya kesempatan kedua: dia terlahir kembali ke lima tahun lebih awal. Tak mau lagi berkorban untuk keluarga, dia bergabung dengan tim balap Alpha. Bakatnya yang luar biasa membawanya meraih kemenangan beruntun, sekaligus membongkar kecurangan Vincent: mengatur skor dan mencuri penghargaan. Tyler pun memutuskan hubungan dengan keluarganya yang tak adil. Pada akhirnya, dia meraih cinta sejati dan kehormatan untuk mewakili negaranya di Kejuaraan Dunia Balap Mobil.
Bunga Mekar dari Air Mata (Sulih Suara)
Bunga Mekar dari Air Mata (Sulih Suara)
Tujuh tahun lalu, Elara melahirkan anak kembar untuk Keluarga Clarke, namun darahnya diambil untuk menyelamatkan Nathan, cucu tertua mereka. Suaminya, Adrian, hanya menemukan jenazah Elara. Kini, Elara yang kehilangan ingatan dan bisu, membesarkan putrinya, Gia, sebagai pemulung. Takdir mempertemukan Gia dengan Nathan. Sebuah karangan "Ibuku" memicu konflik, dan Gia memohon pada Adrian, "Paman, selamatkan ibuku."
Mahkota Tersembunyi (Sulih Suara)
Mahkota Tersembunyi (Sulih Suara)
Vera yang baru lahir ditukar oleh pengasuhnya dan harus mengalami hidup susah di pedesaan. Dua puluh tahun kemudian, dia kembali ke kediaman Basuki dan langsung diperingatkan untuk tidak bersaing dengan putri angkat dalam mendapatkan kasih sayang orang tuanya. Hanya saja, karena Vera sudah hidup keras sejak kecil, dia tidak lagi mengharapkan cinta dan belas kasihan. Yang dia inginkan hanyalah posisi pewaris Keluarga Basuki...
Pelarian Pengantin Putri
Pelarian Pengantin Putri
Rina yang terpaksa harus menikahi rentenir karena utang judi orang tuanya untuk melunasi utang mereka akhirnya memutuskan untuk kabur dari pernikahan itu. Dia bertemu dengan Yogi penyelamatnya. Namun Rina nggak mengetahui bahya Yogi adalah pangeran yang datang mencarinya karena orang tua Rina adalah bangsawan. Rina yang dibesarkan seperti pencuri perlahan menguak fakta yang mengagetkannya. Di samping itu saudara Yogi, Leo sebagai putra mahkota ternyata menyimpan banyak rahasia gelap padanya. Rina dan Yogi akhirnya bergandengan tangan untuk mengalahkan Leo.