Logo
Kuakhiri Dendam Ini
Kuakhiri Dendam Ini

Kuakhiri Dendam Ini

60 Bab
Tamat
Dalam novel mystery Kuakhiri Dendam Ini, ketenangan Anisa hancur saat menemukan mayat wanita di koper suaminya. Temukan misteri di balik pengkhianatan ini dalam horror novel mencekam yang mengungkap rahasia gelap di rumah modern mereka. Baca selengkapnya di web novel ini.
Bab 1 dari Kuakhiri Dendam Ini

[Nisa, mas pulang besok. Mau jemput di Bandara?]

[Boleh, Mas. Jam berapa?] balasku.

Jari-jariku gemetaran saat membalas text demi text. Sakit luar biasa, mengingat Mas Barry baru saja menghabiskan seminggu bersama selingkuhannya di Bangkok. Dan hari ini, ponselnya baru diaktifkan.

Lelah, aku sangat lelah dan sakit hati.

Taktiknya dengan memintaku berhenti kerja agar fokus urus anak-anak, berhasil. Kini aku tergantung padanya. Termasuk untuk pengobatan ibuku yang menderita penyakit stroke dan ayah yang menderita sakit ginjal sejak beberapa tahun terakhir.

Barry menguasai hidupku dan keluargaku.

"Biar mas aja yang kerja, Nisa urus anak-anak."

"Tapi, Mas. Nisa harus membantu pengobatan ayah ibu."

"Ah, biar mas aja. Mereka 'kan orangtuaku juga. Penghasilan mas sudah lebih dari cukup untuk membiayai kita semua."

Sesaat kupikir Mas Barry suami sempurna, aku dengan sukarela mengikuti keinginannya agar mengundurkan diri dari jabatan strategis di sebuah perbankan.

"Biaya kuliah Andre besar, Mas. Kalau Nisa tidak bekerja, bisa-bisa gagal kuliahnya."

"Sudah, jangan dipikirin, Nisa. Mas bisa membiayai semua kebutuhan kita dan keluarga kamu. Kita atur saja sebaik mungkin supaya cukup. Percaya saja."

Tak pernah kami kekurangan uang, pengobatan ayah ibu, semua ditanggung Barry, tanpa pernah aku mendesaknya. Begitupun biaya kuliah Andre—adikku—yang baru menginjak semester tiga.

Aku bahagia, sangat bahagia.

Tapi, seperti kata pepatah, tidak ada kebahagiaan yang abadi. Begitu pula hidupku.

Kebahagiaan itu, hanya bertahan enam bulan sejak aku resign.

"Lo mesti pintar, Bro. Gue suruh Nisa berhenti kerja, supaya dia tergantung sama gue. Nggak apa-apa gue keluar uang buat biaya pengobatan orangtuanya, buat kuliah adeknya, yang penting gue leluasa jalan sama si Amanda." Tawa itu menggema, berbanding terbalik denganku. Tubuhku luruh ke lantai, jantungku berdegup kencang.

Mas Barry?!

Percakapan tanpa sengaja kudengar, saat dirinya berbicara di sambungan telepon dengan seseorang yang kuduga adalah temannya, mengingat Barry selalu memanggil teman dengan kata 'Bro'.

"Nisa sekarang terpaksa di rumah saja, urus anak-anak, urus keluarganya. Gue bisa sering nginap di luar dengan alasan kerja, ke luar kota bahkan ke luar negeri. Bebas." Lagi-lagi ia terbahak, semakin lama dan nyaring. Kepuasan terdengar jelas dari tawanya yang panjang.

Rupanya, itu sebabnya Mas Barry ngotot aku resign. Supaya bisa menguasai secara keuangan dan mengikatku diam di rumah. Mas Barry, kenapa engkau bisa berubah sejahat itu? Tak kuasa kutahan air mata yang menganak sungai. Sakitnya luar biasa!

Aku diam tepekur di balik pintu kamar. Bila tak mengingat keadaan sudah terlanjur, akan kulabrak Mas Barry saat itu juga. Tapi, kesehatan ayah ibu tergantung dirinya. Andre mungkin bisa cuti kuliah, tapi mempertaruhkan nyawa orangtua untuk sebuah rasa sakit hati? Aku harus mempertimbangkan matang-matang.

Dengan diamku, Mas Barry semakin menjadi-jadi. Herannya, uang gaji selalu utuh diserahkannya padaku. Apakah ia punya sampingan pekerjaan?

Entah.

Setiap sebulan sekali pasti Mas Barry ijin menginap ke luar kota, bahkan ke luar negeri. Rata-rata tiga hari, kadang seminggu. Aku menahan diri, dengan berpura-pura tidak mengetahui perselingkuhannya. Seperti kali ini, ia ijin berangkat ke Bangkok, dengan alasan pekerjaan.

"Kantor mengirimku ke sana, Nisa. Seminggu. Sebentar lagi mas naik jabatan, kamu doakan saja semua lancar. Jaga anak-anak ya, nanti mas pulang kita liburan ke Bali."

Begitulah Barry, setiap kali selesai bepergian bersama selingkuhannya, ia akan memanjakan aku dan anak-anak. Aku mulai muak! Mengetahui kebohongannya tapi terpaksa diam dulu.

Aku tau ia pergi bersama selingkuhannya karena salah satu rekan kantornya, Adam, ternyata teman SMA-ku. Aku mengetahuinya tak sengaja, saat reuni SMA. Kepadanya aku berpesan agar tidak usah memperkenalkan diri sebagai temanku kepada Mas Barry. Tanpa bertanya kenapa, Adam menurutinya.

Adam menjadi pengintai gerak-gerik Mas Barry.

"Nggak, Nis. Kantor nggak kirim Barry. Sudah ku-cek. Dia ijin mengurus ayahmu operasi."

Si*l*n Barry! Jadwal ayah operasi masih dua bulan ke depan. Rupanya menurut Adam, Barry selalu menggunakan kondisi kesehatan orangtuaku sebagai alasan ijin tidak masuk kerja.

***

"Mba, titip anak-anak bentar ya, saya mau jemput bapak ke Bandara."

Saat tiba kepulangan Mas Barry, kutinggalkan ketiga buah hatiku ke tangan Mbak Mirna, Assisten rumah tangga yang sudah bekerja dua tahun di rumah. Sejauh ini, dirinya sangat baik terhadap anak-anak.

Tepat satu jam sebelum kedatangan Mas Barry, aku sudah memarkirkan mobil di parkiran bandara. Kupergunakan waktu menghubungi beberapa teman lama, untuk menanyakan barangkali ada lowongan pekerjaan yang sesuai untukku.

Semoga saja, pikirku. Aku harus bekerja kembali secepat mungkin, sebelum Mas Barry semakin menjadi-jadi.

Entah sudah berapa lama Mas Barry bermain-main, apakah dari semenjak aku masih bekerja, atau sejak aku resign? Entah. Sudah tidak penting lagi. Sekarang yang terpenting aku harus bisa mencari uang sendiri agar lepas dari cengkeraman Mas Barry.

[Mas udah turun, lagi tunggu bagasi.]

[Iya, Mas. Nisa sudah di parkiran.]

Sejurus kemudian, aku melihat Mas Barry tengah mendorong koper besarnya, hendak menyeberang menuju ke arahku yang parkir tidak jauh dari pintu ke luar.

Terlihat dirinya sangat kesusahan dengan koper berwarna hitam itu. Lagipula, kenapa juga membawa koper sebesar itu, untuk bepergian hanya seminggu, pikirku? Masih ada dua koper yang lebih kecil di rumah, tapi Mas Barry ngotot membawa koper itu. Dan memang Mas Barry membawa banyak sekali pakaian, karena aku ikut menyiapkannya saat itu. Ahh, sudahlah! Aku tidak mau memikirkannya.

Sebuah kecupan di kening, diberikannya padaku saat kami berhadapan. Kupasang wajah manis walau hatiku muak. Sabar Anisa, belum waktunya kau tunjukkan kemarahanmu.

Tanpa banyak bicara, aku membantunya mengangkat koper ke bagasi mobil.

"Berat sekali, Mas. Bawa apa aja?"

"Sama seperti waktu berangkat, Nis. Tambahan sedikit oleh-oleh buat kamu dan anak-anak. Heran juga. Tadi waktu ambil bagasi, nggak seberat ini."

"Ohya? Aneh," ujarku mengernyitkan kening. Kali ini aku benar-benar merasa aneh.

"Tadi sempat berdiri sebentar di dekat pintu ke luar, sambil teleponan sama teman, trus pas dorong koper ke sini, kopernya jadi berat. Ahh sudahlah, mungkin karena mas lelah, jadi rasanya berat. Ayoo jalan."

Mas Barry mengambil alih kemudi sementara aku duduk diam di sampingnya. Bisa kucium aroma wanita lain pada kemeja yang dikenakannya. Teriris rasa hatiku membayangkan apa yang baru saja dilakukan lelaki ini.

Lagi-lagi, kuingatkan hati ini agar sabar. Bila ingin memenangkan pertempuran, kesabaran adalah kunci utama.

"Hufh." Kuembuskan napas berat.

"Kenapa, Sayang?"

"Gak, lelah aja." Mas Barry diam, matanya lurus menatap jalanan namun di bibirnya terselip senyum kepuasan. Aku semakin muak membayangkan apa saja yang baru dilakukan dengan bibir itu.

Sesampai di rumah, Mas Barry menurunkan tas dan koper, lalu bergegas mendorongnya ke kamar.

Penasaran dengan beratnya yang luar biasa, kami segera membuka koper itu.

"Aaaa …!" Mataku membulat sempurna.

Kulepaskan pegangan pada sisi koper, setelah melihat apa yang ada di dalamnya. Potongan tubuh terbalut plastik wrapping, terpampang di depan mata. Bisa kulihat jelas, kepala seorang wanita cantik berambut panjang, melotot.Tidak ada bau busuk, hanya darah tergenang di dasar plastik.

Segera kututup pintu kamar, agar anak-anak dan Mba Mirna tak melihat apa yang terjadi.

Berdiri mondar mandir, aku mengusap wajah dan menarik rambutku gusar. Tanganku masih gemetaran.

"Kau mengenalnya, Mas?" selidikku. Kutatap heran wajahnya yang terperangah. Kedua telapak tangan Mas Barry tertangkup dan menutup mulutnya. Dia bersimpuh di pinggir koper, dan tak melepaskan pandangannya dari kepala wanita berambut panjang itu.

"Ti-tidak, Nisa. Aku … aku tidak mengenalnya," ujarnya tercekat. Binar ketakutan dan kesedihan muncul bersamaan di wajahnya, ia berusaha menutupinya namun kabut di kedua netranya terlihat jelas di mataku.

*

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Bercinta Denganku Lagi, Dokter Jacob?!
Bercinta Denganku Lagi, Dokter Jacob?!
Dalam novel Bercinta Denganku Lagi, Dokter Jacob?!, dokter forensik Jacob merawat Jane, mayat hidup tanpa ingatan. Di tengah elemen romance dan mystery, Jacob harus melindungi Jane sambil mengungkap identitas asli serta pelaku pembunuhan Jane dalam kisah fantasy yang mencekam ini.
Dibunuh Demi Cinta Pertamanya
Dibunuh Demi Cinta Pertamanya
Dalam novel misteri romantis Dibunuh Demi Cinta Pertamanya, sang protagonis terbangun di masa lalu setelah dibunuh secara keji oleh suaminya, Arthur. Bertekad menyelamatkan diri, ia berusaha menjauh demi menghindari takdir tragis. Baca novel online menegangkan ini di platform novel web terpopuler.
Jadi Korban Kelalaian Orang Tuaku
Jadi Korban Kelalaian Orang Tuaku
Dalam novel misteri Jadi Korban Kelalaian Orang Tuaku, seorang gadis disiksa hingga tewas oleh musuh ayahnya. Saat ia sekarat, orang tuanya justru mengabaikan panggilan telepon demi kompetisi sang adik. Baca novel online menegangkan ini untuk mengungkap tragedi keluarga yang mengerikan.
Jeritan yang Tak Terdengar
Jeritan yang Tak Terdengar
Baca Novel Online Jeritan yang Tak Terdengar. Novel misteri horor ini mengisahkan Yolanda yang dikurung di ruang bawah tanah oleh ayahnya akibat tuduhan palsu hingga tewas mengenaskan. Temukan kisah tragis penuh dendam dalam rilis buku baru bergenre thriller modern ini.
Masa lalu Marni (Wewe gombel)
Masa lalu Marni (Wewe gombel)
Dalam Masa lalu Marni (Wewe gombel), Marni menghadapi fitnah keji dan penolakan keluarga hingga ia tewas mengenaskan. Kini, arwahnya menuntut balas atas ketidakadilan warga. Simak horror novel penuh misteri ini di platform online novel kami untuk mengungkap takdir tragisnya.
NURHAYATI
NURHAYATI
Dalam novel NURHAYATI, penampakan hantu perawat di klinik Karang Pandan memicu teror besar. Selidiki rahasia kelam di balik misteri ini dalam mystery story yang mencekam. Baca horror novel ini untuk mengungkap kebenaran yang terkubur sebelum nyawa menjadi taruhan di web novel ini.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Keluar dari Penjara, Jadi Kesayangan
Keluar dari Penjara, Jadi Kesayangan
Naura Sabila dipenjara 3 tahun demi menanggung kesalahan pacarnya. Di penjara, ia ditemukan Kakek Jufri dan diminta mendonorkan darah untuk Ilham Fikry agar bisa bebas. Setelah pulang, ia justru memergoki pacarnya berselingkuh dengan atasannya. Putus asa, Naura menikah dengan Ilham. Sejak itu, ia dimanjakan suaminya, membalas perlakuan mantan dan selingkuhannya, lalu hidup bahagia hingga dikaruniai seorang putri.
Dari Penjara ke Puncak
Dari Penjara ke Puncak
Setelah menjalani hukuman lima tahun di penjara, dia ingin segera pulang ke rumah untuk bertemu istri dan anak-anaknya, tapi dia malah bertemu musuhnya dalam perjalanan pulang. Untuk melindungi keluarganya dan membalas dendam, dia memutuskan untuk melakukan hal yang sama kepada keluarga musuhnya!
Dari Istri ke Legenda
Dari Istri ke Legenda
Emily menyembunyikan identitasnya sebagai pilot jenius dan pewaris miliarder demi menikahi cinta sejatinya, kapten maskapai Andrew. Selama lima tahun menjadi istri setia dengan suami yang dingin dan menjauh, Emily yang sedang hamil menyaksikan Andrew naik pesawat bersama cinta pertamanya, Casey. Saat pesawat jatuh dan Emily keguguran sambil menangis minta tolong, Andrew malah menyelamatkan diri bersama Casey, tak mendengar jeritan hatinya. Setelah kehilangan bayi, Emily menceraikan Andrew dan kembali ke keluarganya, bangkit sebagai pilot legendaris M. Barulah saat itu Andrew menyadari cintanya dan diliputi penyesalan. Casey yang licin menyebar kebohongan tentang Emily, namun terbongkar oleh keluarga Emily. Ketika Andrew mengetahui kebenaran identitas dan keguguran Emily, dia pun bersujud memohon pengampunan...
Jadikan Suamimu Milikku
Jadikan Suamimu Milikku
Seorang karyawan magang di perusahaan yang terkenal bosnya gampang marah, tetapi sangat cakap dan seksi. Tapi dia segera mengetahui bahwa orang itu pernah menindasnya di masa lalu. Jadi dia bertekad untuk membalas dendam.
Musim Semiku T'lah Tiba
Musim Semiku T'lah Tiba
Untuk membalas dendam pada suaminya dan si pelakor, Ashley bekerja sama dengan seorang pria yang tampan. Tapi ternyata pria tampan ini menyukainya!
Istri Galak & Pengawal Jahil
Istri Galak & Pengawal Jahil
Cecilia Yeager terlahir kembali pada hari pembunuhannya. Untuk bertahan hidup dan balas dendam, dia setuju menikahi Raymond Hawthorne. Namun, di hari pernikahannya, calon suaminya dilaporkan tewas. Kali ini, Cecilia harus berjuang merebut haknya. Gavin, pengawal misteriusnya, menyimpan rahasia besar yang dapat menghancurkan atau menyelamatkan mereka semua.