Logo
Kisah Cinta Di Negeri Gaib
Kisah Cinta Di Negeri Gaib

Kisah Cinta Di Negeri Gaib

55 Bab
Tamat
Dalam Kisah Cinta Di Negeri Gaib, Afifa terjebak di dimensi astral setelah bertemu Aqeel saat berkemah. Sebagai indigo, ia harus menghadapi misteri horor dan tantangan adventure untuk pulang. Baca fantasy novel ini di webnovel untuk melihat perjuangan Andrian menanti cintanya.
Bab 1 dari Kisah Cinta Di Negeri Gaib

2 hari sebelum berangkat;

Afifa mempunyai tubuh lurus dan ideal. Dia tinggal di Jawa Tengah, di kota Solo. Dia seorang karyawan di sebuah perusahaan fashion, sebagai Leader jabatannya saat itu. Dia orang yang disiplin dan pendiam. Karena kepribadian Afifa selain cantik, tapi juga solehah dan sederhana, banyak pria yang mendekatinya, tapi dia memilih untuk berteman karena masih ingin sendiri. Mengingat kerja keras orang tuanya untuk membiayai dia kuliah dan masih memikirkan karir untuk masa depan. Pekerjaan orang tuanya, bapak Afifa bekerja sebagai petani dan ibunya, penjahit dan pedagang. Terkadang bapaknya mengantikan ibunya berdagang di pasar. Dia mempunyai adik bernama Alvian masih sekolah di Pondok Pesantren dan SMA sekaligus, kelas 2 waktu itu.

Di PT tempat Afifa bekerja, cuma 5 hari kerja, saat itu tanggal merah di hari Jum'at.

"Yay, sebentar lagi, 2 hari libur. Kenapa teman-teman sepi, biasanya mengajak berkemah?" Pikiran Afifa karena merasakan jenuh. Dia setiap hari berangkat pagi pulang sore bahkan malam kalau lembur, hari liburlah untuk mencari udara segar, dan untuk refreshing.

Malam kamis Afifa bermimpi. Saat itu mimpi yang sangat aneh. Dia bermimpi bertemu pria asing, tidak jelas wajahnya, di sebuah desa yang asing baginya, dan dia digigit ular.

"Astaghfirullah," ucap kaget Afifa saat bangun.

"Kenapa aku bermimpi digigit ular dan tempat apa itu, dari seluruh saat aku berkemah tidak ada tempat seperti itu?" gumam Afifa dalam hati.

Dia bangun pagi hari biasa jam 03.00. Dia melakukan aktifitas seperti biasa, beres-beres rumah, dan lainnya sebelum bekerja. Setelah selesai, dia pun berangkat kerja. Dia masih teringat dengan mimpi anehnya dan mengatakan tentang mimpinya kepada Benesh. Karena dia teman seperjuangan saat kuliah dan bekerja, juga teman masa kecilnya. Waktu SMP dan SMA mereka berdua beda sekolah, tapi tidak menjadikan mereka jauh, tetap saja masih saling berkomunikasi, dan bersama. mereka semakin seperti saudara saat menginjak di bangku kuliah. Benesh bertubuh tinggi, berkulit kuning langsat, berbadan seperti berlian, menasehatinya bahwa mimpi adalah bunga tidur dan menyuruhnya jangan terlalu dipikirkan. Benesh terkenal ceroboh, kocak, bijaksana, dan berpikir logis.

Afifa masih memikirkan mimpi tersebut. Karena kata orang jaman dulu mimpi tersebut mempunyai arti dia bertemu dengan jodoh, dekat dengan jodohnya, atau bahkan menikah. Karena Afifa tinggal di sebuah desa yang masih banyak orang yang berpikiran kuno, meski dia sudah lulus kuliah, tapi dia masih sedikit percaya dengan pemikiran tersebut.

"Ah, mungkin benar kata Benesh. Aku tidak seharusnya memikirkan yang belum pasti," kata Afifa untuk menghibur diri sendiri.

Udara dingin di malam hari membuat Afifa, gadis berwajah oval, bermata sipit, berkulit putih, bertubuh tinggi itu tertidur. Suara getar handpone mengusik telinganya.

"Malam-malam siapa yang call?"

kesal Afifa yang hampir terlelap tidur.

"Oh, Andrian, pria berwajah bulat, bermata bulat, bentuk tubuh seperti buah pir. Kenapa malam begini kamu call?" tanya Afifa dengan suara lirih."

"Afifa, besok kami mengadakan kemah ke Pulau Sempu (Segara Anakan). Kamu ikut, kan?" jawab Andrian pria berkulit sawo matang dan bertubuh tinggi.

Mata Afifa terus melebar dan bergegas duduk.

"Daerah mana Pulau Sempu tersebut dan bersama siapa saja?" tanya Afifa.

"Bersama Ivar, dia pria betubuh sedang, berwajah persegi, bermata kecil, bibir lebar, Eben berwajah segitiga mempunyai mata cekung, bibir bulat, dan Benesh bermata belo berwajah diamond mempunyai bibir seperti busur cupid. Di Malang selatan, Jawa Timur," jawab Andrian.

Karena Benesh teman yang selalu berada disisi Afifa. Dia menjadi akrab dengan teman-teman Afifa.

"Oke Andrian, tepatnya jam berapa aku harus bersiap-siap?" tanyanya

"jam 7 pagi," jawab Andrian.

Afifa langsung meneliti wilayah tersebut lewat media sosial. Karena wilayah tersebut masih terdengar asing baginya. Dia pun juga semakin penasaran dengan tempat tersebut, karena sepertinya sangat menantang, dan bagus untuk berpetualang.

Mereka Andrian, Ivar, dan Eben adalah teman SMA. Keculi Benesh teman kuliah Afifa dan rumahnya tidak jauh dari rumah Afifa.

Afifa sering berkemah bersama Benesh dan teman kuliahan, selain untuk reoni juga menyambung silaturrahmi. Tidak terpikirkan oleh Afifa, kenapa Andrian mengajaknya, dan memilih tempat tersebut.

Sumilir angin dan mentari pagi yang menghangatkan tubuh. Afifa membawa barang berkemah dan pamit sama orang tuanya. Rasheed bapaknya, dia pria berwajah kotak dan bermata sipit, bibir tipis, bertubuh tinggi dan bentuk tubuh seperti mentimun dan Fahama ibunya, berkulit putih, berwajah oval, bermata bulat dan sedikit gemuk dengan bentuk badan seperti buah tomat. Mereka dengan berat hati mngizinkan putrinya. Baru pertama kali orang tua Afifa menasehati Afifa, agar tidak berkemah di Pulau Sempu tersebut. Karena belum jadi wisata, masih asing bagi mereka juga, dan rumor banyak orang hilang disana. Tapi Afifa yang keras kepala saat itu dan terus membujuk orang tuanya, mereka pun menyetujui keinginan Afifa.

"Kenapa Afifa yang tadinya penurut sekarang keras kepala, ya Pak?" tanya Fahama, ibunya Afifa kepada suaminya. Mungkin ibunya punya firasat yang tidak seperti biasa terhadap Afifa.

"Anak kita sudah dewasa, Bu? Biarkan saja, meski kita melarang, dia tetap akan pergi. Mungkin karena dia sudah terlanjur janji sama teman-temannya. Berdoa saja, tidak akan terjadi apa-apa terhadap putri kita, Bu?" jawab Bapak Afifa.

"Tapi, ibu memiliki perasaan tidak enak, seperti gelisah tetang putri kita yang akan berkemah disana, Pak?"

"Ah, mungkin cuma firasat ibu saja? Toh, anak kita juga sudah berangkat kan, Bu? Kamu melarang juga dia bersikeras. Sudah jangan memikirkan hal yang buruk tentang anak kita. Dia akan mampu melindungi dirinya sendiri, jika dalam bahaya."

Bapak Afifa menenangkan istrinya dan agar tidak berpikir lebih. Dan mendoakan Afifa agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Bapak Afifa seorang Indigo dan juga memiliki perasaan tidak enak tentang Afifa. Tapi karena rasa kasih sayang yang membuat bapak Afifa berpikir yang penting anaknya bahagia.

Setelah itu orang tua Afifa menyibukkan diri melakukan aktifitas keseharian seperti biasa. Bapak Afifa membawa cangkul untuk ke sawah dan ibu Afifa pergi ke pasar untuk berjualan. Ibu Afifa menanyakan tentang Pulau Sempu tersebut kepada teman yang sedang berjualan di kios sebelahnya.

"Bu Ani, kamu tahu tentang Pulau Sempu?"

"Dimana itu, Bu Fahama? Aku baru tahu namanya pun sekarang?"

"Oh, kirain tahu. Ya sudah, aku cuma penasaran tentang wilayah itu. Soalnya puteriku sedang berkemah disana."

"Ibu tenang saja, kita kurang paham pemikiran anak-anak. Pengetahuan anak sekarang berbeda dengan kita. Melihat kekhawatiran kamu, aku sebagai orang tua bisa merasakan, tapi biarlah anak-anak yang memilih jalan sendiri, yang penting untuk kebaikannya."

Mendengar perkataan teman berdagangnya, Ibu Afifa melanjutkan jualan. Meski orang tua Afifa hidup sederhana, tapi mereka tergolong keluarga harmonis.

Dengan bibir tipis berwarna merah seperti buah berry, Afifa tersenyum. Dia keluar dari rumahnya dan membawa barang-barang keperluannya. Disusul Andrian dengan menawarkan agar dia yang membawa barang-barang Afifa, Afifa menyetujui Andrian. Mereka beranjak naik mobil dan berangkatlah mereka.

Andrian yang menyetir mobil miliknya saat itu, sebelahnya Eben, dan belakang Afifa. Benesh dan Ivar berada paling belakang sendiri, dalam perjalanan mereka berempat bersukaria saling menanyakan kabar dan pengalamannya, karena sudah lama tidak bertemu, kecuali Afifa.

"Kamu kenapa, Afifa?" tanya Andrian yang melihat Afifa terdiam dari kaca spion tengah dalam mobil.

"Baru kali ini orang tua sedikit tidak ikhlas saat aku pamitan tadi, padahal aku sering berkemah tidak hari ini saja," jawab Afifa.

"Orang tua terkadang begitu, yang penting kita happy, ya tidak, teman-teman?" sahut Eben yang berbadan brick dan berkulit sawo matang, menengahi percakapan Andrian dan Afifa. Eben terkenal akan humor, sedikit berperasaan, dan agak kocak .

"Ya ya ya !" teriak ivar pria berbadan kurus seperti kacang panjang, berkulit putih dan benesh gadis bertubuh tinggi dan berkulit kuning langsat. Suara musik dikeraskan dan memberi suasana gembira, mereka bernyanyi dan tertawa, mengenang masa-masa saat mereka masih remaja.

"Teman-teman, nikmati saja kebersamaan kita, jarang-jarang kita berkumpul!" kata Benesh dengan nada semangat dengan tujuan agar Afifa beralih dari pikiran yang membuat dia diam dan terhiburlah Afifa.

Afifa bertanya, "Andrian, kenapa kamu tiba-tiba mengajak kami ke Pulau Sempu?"

"Kita sudah lama tidak berkumpul bersama, dan sekarang waktu yang baik. Karena masing-masing libur. Dan aku penasaran dengan Pulau tersebut, maka dari itu aku memiliki ide untuk kita pergi bersama," jawab Andrian dengan melirik Afifa lewat kaca spion tengahnya. Karena fokus menyetir Andrian tidak bisa berbicara panjang dan menutupi tujuan hati membawa Afifa kesana.

Musik titanic terdengar menjadikan semua terhanyut dalam suasana.

"Sudah pernah nonton kisahnya, aku sangat tersentuh hati saat menontonnya. Kisah penuh dengan tantangan, ketegangan, dan paling utama sangat romantis. Cinta sejati ada dalam film tersebut," kata Afifa yang sangat senang dengan musik dan nyanyian tersebut.

" Oh rose?" sahut Eben dengan humornya.

" Oh jack?" sahut Benesh pula.

Menjadikan semua tertawa. Andrian tertawa sambil melihat Afifa dari kaca spionnya, Afifa yang ikut tertawa menjadi terdiam, karena melihat Andrian yang memandangnya.

"Kenapa Andrian bersikap tidak seperti biasa hari ini. Dia seperti terus memperhatikan aku. Ah, kenapa q jadi percaya diri gini?" gumam Afifa dalam hati.

Di tengah perjalanan Afifa mengambil handponenya dan mengajak Benesh untuk selfie. Kebiasaan anak muda masa kini selfie untuk di post ke media sosial. Ivar yang duduk di belakang pun ikut-ikutan selfie.

"Aku juga ikut selfie dong?" pinta Eben .

Andrian menghentikan mobilnya, untuk ikut mereka berfoto-foto dan video kebetulan pemandangan saat di situ sangat eksotis. Dari pohon-pohon rindang, sungai yang mengalir, dan sawah. Lumayan untuk post ke media sosial dan membuat kenangan dalam perjalanan.

Setelah selesai mereka kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan. Mereka membuka handphone sendiri-sendiri, keculai Andrian. Karena dia sedang menyetir. Mereka memamerkan perjalanannya ke media sosial. Dari Instragram sampai di youtube kebetulan Eben youtuber. Yang lain selfie, dia video sendiri untuk mengupload ke youtube, dengan judul "Perjalanan Menuju Pulau Sempu."

Handphone Afifa bergetar dan berbunyi. Dia melihat notifikasi ada pesan di whatsapp dan membukanya.

"Siapa, Afifa?" tanya Benesh.

"Ini pesan dari ibuku, menanyakan sudah sampai mana, dan sering-sering mengabarinya," jawab Afifa.

"Perhatian benar ibu kamu, Fif. Kalau orang tua aku, kalau hilang kayaknya baru di cari, he he he," sahut Eben.

"Eh, kalau ngomong yang bener, Ben! Mana ada orang tua tidak memperhatikan kita, hanya diungkapkan sama tidak?" sergah Benesh yang sedikit menasehati Eben.

Afifa dengan senyum manis dan menengahinya agar tidak jadi perdebatan di antara mereka berdua. Dia pun membalas whatsapp ibunya dan menyetujui permintaan ibunya, agar sering-sering memberikan kabar.

Karena perhatian orang tuanya, Afifa kembali termenung akan teringat kata-kata orang tuanya. Afifa berpikir inikah arti mimpinya dan tempat tersebut adalah Pulau Sempu. Tapi logikanya menyadarkan semua hanya mimpi yang tidak mesti jadi kenyataan.

"Andrian, kita pulang sabtu sore, kan? Karena perjalanan yang lama ditakutkan senin tidak bisa masuk kerja, dan juga untuk beristirahat karena pasti cape saat berpetualang?" tanya Afifa dengan suara lembut.

"Santai saja Afifa. Kita meski jarang bersama. Kita sudah pernah berkemah bersama. Jadi jangan khawatir. Kita akan tepat waktu baik sampai di Pulau tersebut dan pulang, kalau pun meleset hanya sedikit," jawab Andrian.

"Afifa, Kita belum sampai, tapi kamu bicara tentang pulang?" tanya Ivar.

"Afifa hanya mengingatkan Andrian. Karena dia orang yang disiplin dan tidak bisa kalau tidak bekerja, alias pekerja keras dia?" sahut Benesh.

"Wah, cocok kalau nih, jadi bini aku," sahut Eben dengan melihat ekspresi Andrian.

"Afifa masih ingin sendiri dan mengejar karir. Lagi pula mana mau Afifa bersama kamu," sahut andrian dengan nada cemburu.

"Cie-cie ada yang dibakar api cemburu nih. Wah panas-panas, badan aku terasa panas," kata Benesh untuk mengalihkan pembicaraan mereka.

"Ada apa, Nesh?" tanya Ivar.

"Panas karena aku cemburu, ha ha ha!" sindir Benesh kepada Andrian.

Eben, Benesh, Ivar jadi tahu perasaan Andrian terhadap Afifa. Mereka sadar perlakuan Andrian dari tadi berbeda dengan Afifa.

Pipi berwarna merah muda nampak dari wajah Afifa. Dia tersenyum dan berkata, "Kita semua adalah sahabat. Andrian bersikap seperti itu karena dia adalah teman dan sahabat terbaik dari masih SMA."

Andrian tersenyum setengah, mengerutkan keningnya, dan mengatakan semua yang dibicarakan Afifa adalah benar.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Cinta di Ranjang Jenderal
Cinta di Ranjang Jenderal
Dalam novel romance Cinta di Ranjang Jenderal, Navila harus menyerahkan dirinya kepada Jenderal Erdan demi obat ayahnya. Di tengah misi adventure dan perang antar kerajaan, mereka terjebak dalam dilema antara kesetiaan dan perasaan. Baca web novel ini untuk mengikuti kisah cinta mereka.
Guru Tampan Seorang Yakuza
Guru Tampan Seorang Yakuza
Dalam novel mafia Guru Tampan Seorang Yakuza, Akeno menyamar demi membalas dendam pada klan Howaitotaiga. Ia mengincar Reina Akinara sebagai alat pembalasan, namun rahasia identitas Reina mengubah segalanya. Baca romance stories penuh aksi ini di platform web novel kami sekarang.
Luna Curiannya, Penyesalan Terbesarnya
Luna Curiannya, Penyesalan Terbesarnya
Dalam Luna Curiannya, Penyesalan Terbesarnya, sang Luna menolak Alpha Arlan setelah pengkhianatan menyakitkan demi wanita lain. Kisah werewolf romance ini mengikuti perjuangannya memutus ikatan takdir dalam fantasy novel penuh intrik demi menemukan kebebasan sejati dari pengabaian.
Peace Hunter
Peace Hunter
Dalam fantasy novel Peace Hunter, Rid Archie mengungkap fakta bahwa kedamaian dunia hanyalah gencatan senjata semu antara ras Iblis dan Malaikat. Di tengah perbudakan dan diskriminasi, ia bertekad mengakhiri perang melalui adventure story yang penuh aksi demi mewujudkan kedamaian sejati.
Pendekar Petualang Cinta
Pendekar Petualang Cinta
Dalam Pendekar Petualang Cinta, Anjasmara menyamar jadi rakyat jelata demi misi mencari jodoh sejati. Di tengah tantangan genre fantasy ini, ia harus menghadapi konflik dunia persilatan yang mengancam nyawa. Baca adventure story dan romance novel ini untuk melihat perjuangannya.
PUISI CINTA DARI TIMUR
PUISI CINTA DARI TIMUR
Dalam fantasy novel PUISI CINTA DARI TIMUR, Lu Sicheng harus menghadapi kelicikan Raja Iblis Xin Yi yang memisahkan takdirnya dengan Yang Zhu. Terlahir kembali di suku yang berbeda, misi mereka penuh aksi dan rintangan. Temukan kelanjutan adventure story ini di web novel favorit Anda.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Terikat oleh Vendetta: Tidur dengan musuh
Terikat oleh Vendetta: Tidur dengan musuh
Daiana mengira Enzo adalah cinta dalam hidupnya ... sampai dia membunuh seluruh keluarganya. Ditangkap oleh musuh, Daiana harus menghadapi konsekuensi kebencian, menemukan kekuatan yang mustahil untuk pengampunan, dan mengalami sisi cinta yang kejam.
Direbut Kakak Alpha Mantanku
Direbut Kakak Alpha Mantanku
Ella terlahir tanpa kekuatan manusia serigala di antara para serigala. Namun, setidaknya dia masih punya pasangannya, Beta Noah Gravens ... sampai suatu hari dia memergoki Noah berselingkuh dengan saingannya, Ava. Hancur dan kehilangan arah, Ella kemudian jatuh ke dalam pelukan Liam Gravens, kakak Noah yang baru kembali sebagai Alpha dari Kawanan Bulan Sabit. Liam telah mencintainya sejak kecil dan tahu bahwa Ella ditakdirkan untuknya. Namun, dengan munculnya rasa iri, mantan yang penuh dendam, serta dua dunia yang berusaha memisahkan mereka, mungkinkah Ella dan Liam dapat meraih cinta yang telah ditakdirkan untuk mereka?
Dijerat Cinta Obsesif
Dijerat Cinta Obsesif
Jessa, yang pernah menjadi pewaris keluarga kaya, dijebak dan dipenjara, menjadi tahanan di kamp kerja paksa. Setelah dibebaskan, dia terus menderita siksaan dari Ethan. Mereka saling mencintai, tetapi tidak bisa menahan diri untuk tidak berkelahi satu sama lain. Ethan secara bertahap menemukan kebenaran dan sangat menyesali tindakannya. Bisakah hubungan mereka yang hancur diperbaiki? Apakah hubungan beracun mereka akan berakhir?
Dongeng Cinta di Usia Senja
Dongeng Cinta di Usia Senja
Linda Wijaya menikah dengan Keluarga Pratama selama 30 tahun, merawat keluarga besar. Suaminya selalu mengutamakan keluarga besar di atas rumah kecil mereka, bahkan ketika ibunya menderita serangan jantung dan membutuhkan 160 juta untuk hidup, suaminya malah memberikannya untuk membeli mobil adiknya. Linda langsung bercerai dan mengambil hartanya yang menjadi haknya. Tiga tahun lalu, di kuil, dia membantu seorang pria menyalakan dupa, dan saat bertemu kembali, ternyata pria itu adalah direktur rumah sakit. Pria itu melamarnya dengan 400 gram emas murni dan selalu menempatkannya pertama. Suami pertamanya sangat menyesal.
Panduan Menggoda Pria Mapan
Panduan Menggoda Pria Mapan
Sophie hanya seorang intern, sampai pesan pribadinya yang berisi fantasi tentang sang bos tersebar. Dia malu, patah hati, tapi masih mencintainya. Saat bahaya datang, Jesse menyelamatkannya. Sekarang, mereka tinggal serumah. Tatapan malam berubah jadi rahasia. Padahal, godaan sama sekali bukan bagian dari rencana.
Rindu Setelah Kepergian
Rindu Setelah Kepergian
Iris menyerahkan hati dan kesuciannya pada Caspian, tetapi ia justru mendengar Caspian menertawakan keluarganya dengan kejam. Ia pun pergi, tanpa tahu telah meninggalkan bekas mendalam di hati Caspian. Sepuluh tahun kemudian, Caspian menyadari ia masih mencintai Iris. Ia nekat ingin menjebaknya dalam pernikahan. Namun, apa yang menantinya dalam pernikahan yang sudah lama dinantikan ini?