Logo
Ketika Hati Yang Tulus Dibalas Dengan Luka Yang Dalam
Ketika Hati Yang Tulus Dibalas Dengan Luka Yang Dalam

Ketika Hati Yang Tulus Dibalas Dengan Luka Yang Dalam

31 Bab
Tamat
Dalam novel Ketika Hati Yang Tulus Dibalas Dengan Luka Yang Dalam, Rania bertahan di pernikahan penuh dusta demi kakeknya. Saat Arkana berkhianat, ia harus memilih antara pengorbanan atau bangkit. Baca romance novel ini untuk mengungkap rahasia di balik modern novel yang emosional.
Bab 1 dari Ketika Hati Yang Tulus Dibalas Dengan Luka Yang Dalam

Pagi itu, seperti pagi-pagi yang lain, adalah sebuah pertunjukan yang sunyi. Aroma kopi Arabika tercium dari dapur, namun tidak ada kehangatan yang mengiringinya. Yang ada hanyalah keheningan dingin yang menyelimuti meja makan marmer, memisahkan Arkana dan Rania lebih jauh dari jarak fisik di antara mereka. Rania membolak-balik majalah dengan gerakan mekanis, matanya menatap halaman-halaman yang penuh dengan gaun-gaun indah dan perhiasan berkilauan, tetapi pikirannya melayang jauh.

Dua tahun. Sudah dua tahun ia menjalani sandiwara ini. Sandiwara yang sempurna di mata dunia, namun hampa di dalam. Arkana, suaminya, duduk di seberangnya, tersembunyi di balik layar tabletnya. Garis wajahnya yang tegas dan rahangnya yang kokoh menjadi ukiran patung yang dingin, tidak bergerak, tidak menunjukkan emosi. Arkana adalah prototipe pria idaman dalam novel romansa-tinggi, tampan, kaya raya, dan pewaris salah satu perusahaan real estat terbesar di Jakarta. Namun, bagi Rania, Arkana hanyalah sebuah bayangan, sebuah kehadiran yang nyaris tidak ada.

"Hari ini ada acara?" suara bariton Arkana memecah keheningan, suaranya kering seperti kerikil yang bergesekan. Ia tidak menatap Rania, matanya tetap terpaku pada layar.

Rania menurunkan majalahnya, senyum tipis terpaksa terukir di bibirnya. "Tidak ada. Mungkin nanti sore aku akan mengunjungi Tuan Hadi."

Arkana mengangguk, tanpa menunjukkan ketertarikan. "Kakekmu. Iya, aku ingat." Ia kembali fokus pada layarnya, seolah percakapan itu tidak pernah terjadi.

Tuan Hadi. Kakeknya. Satu-satunya alasan mengapa Rania masih berada di rumah megah ini, di sisi pria ini. Pernikahan mereka adalah sebuah kesepakatan bisnis yang pahit, sebuah pengorbanan yang Rania lakukan untuk menyelamatkan kekayaan dan kehormatan keluarga. Perusahaan kakeknya, yang telah dibangun dari nol dengan darah dan keringat, berada di ambang kebangkrutan. Arkana datang sebagai penyelamat, menawarkan modal dan koneksi yang sangat dibutuhkan, dengan satu syarat: Rania harus menjadi istrinya. Arkana menginginkan nama baik keluarga Rania untuk menaikkan citra perusahaannya, dan Rania, yang tidak tega melihat kakeknya jatuh sakit karena memikirkan perusahaannya, menerima perjanjian itu.

Namun, yang ia dapatkan hanyalah sangkar emas. Dinding-dinding rumah ini, marmer yang dingin, dan jendela-jendela yang membingkai pemandangan kota, terasa seperti jeruji penjara. Rania adalah manekin yang dipajang, istri yang sempurna di depan publik, tetapi di belakang pintu, ia adalah sosok yang tidak terlihat. Cinta? Perasaan itu tidak pernah menjadi bagian dari perjanjian mereka. Yang ada hanya janji-janji kosong dan kebohongan yang diselubungi kemewahan.

Setelah Arkana pergi ke kantor, Rania segera bangkit. Ia tidak peduli dengan sisa sarapannya yang dingin. Langkahnya membawanya ke lantai dua, menuju satu-satunya tempat di rumah ini yang terasa seperti rumah sungguhan: kamar kakeknya.

Pintu terbuka dan Rania disambut dengan aroma minyak kayu putih dan wewangian bunga melati yang menenangkan. Kakeknya terbaring di ranjangnya, wajahnya yang keriput terlihat damai dalam tidurnya. Usia dan penyakit telah menggerogoti tubuhnya, tetapi tatapan matanya selalu memancarkan kehangatan yang tulus. Tuan Hadi adalah orang yang membesarkan Rania, menggantikan peran orang tua yang hilang dalam sebuah kecelakaan saat Rania masih kecil. Baginya, kakeknya adalah segalanya.

Rania duduk di samping ranjang, menggenggam tangan kakeknya yang kurus. Kulitnya terasa dingin dan lembut. "Kakek," bisiknya pelan, "Maaf, aku terlambat datang."

Mata kakeknya perlahan terbuka. Sebuah senyum tipis merekah di wajahnya. "Kamu tidak pernah terlambat, Nak," katanya dengan suara serak. "Kamu selalu ada di sini."

Air mata Rania menggenang. Kata-kata kakeknya adalah obat penenang yang paling ampuh. Ia menceritakan hari-harinya, berusaha membuatnya terdengar lebih ceria dari kenyataan. Ia bercerita tentang taman, tentang pelayan yang lucu, tentang hal-hal sepele yang bisa membuat kakeknya tersenyum. Ia tidak pernah bercerita tentang kesepiannya, tentang hati yang hancur, atau tentang suami yang dingin. Semua itu ia telan sendirian.

Tuan Hadi menepuk tangan Rania pelan. "Aku tahu kamu bahagia, Nak. Arkana pria yang baik."

Mendengar nama itu, hati Rania terasa seperti disengat. Ia hanya bisa mengangguk, memaksakan senyum lain. Ia tahu kakeknya mengucapkan itu untuk meyakinkan dirinya sendiri, untuk membenarkan pengorbanan yang Rania lakukan. Sejak awal, kakeknya selalu merasa bersalah. Ia sering meminta Rania untuk mengakhiri pernikahan ini, untuk mencari kebahagiaannya sendiri. Tetapi Rania selalu menolak. Ia tidak bisa. Tidak setelah melihat kakeknya jatuh sakit parah karena memikirkan perusahaan yang hampir runtuh. Ia tidak bisa menghancurkan harapan terakhir kakeknya, yang melihat Arkana sebagai satu-satunya jalan keluar.

"Kakek, jangan khawatir. Aku baik-baik saja," kata Rania, mencium tangan kakeknya dengan lembut. "Istirahatlah lagi. Nanti sore aku datang lagi membacakan buku kesukaan Kakek."

Ia keluar dari kamar kakeknya dengan hati yang berat. Janji-janji Arkana untuk menjaga kakeknya dan membangun kembali perusahaan itu adalah ikatan yang menjeratnya. Sebuah janji manis di atas kertas yang tidak pernah benar-benar ia rasakan.

Siang itu, Rania memutuskan untuk pergi ke butik, mencari gaun yang akan ia kenakan untuk acara amal malam nanti. Ia membutuhkan alasan untuk keluar dari rumah ini, meskipun hanya sebentar. Saat di perjalanan, teleponnya berdering. Itu nomor ponsel Arkana. Rania mengerutkan kening. Arkana jarang sekali menghubunginya.

"Ya, Arkana?"

"Batalkan acara malam ini. Aku ada rapat mendadak di luar kota," jawab Arkana tanpa basa-basi, suaranya terdengar terburu-buru. "Jangan menungguku."

"Rapat mendadak?" Rania bingung. Jadwal Arkana tidak pernah mendadak. Semuanya direncanakan dengan sangat matang. Namun, ia tidak berani bertanya lebih jauh. "Baiklah. Aku akan memberitahu pihak penyelenggara."

"Bagus. Sampai jumpa." Sambungan terputus.

Rania menatap ponselnya dengan perasaan tidak enak. Ada sesuatu yang janggal. Cara bicaranya, nada suaranya yang tidak biasa. Arkana tidak pernah terburu-buru. Ia selalu mengendalikan segalanya. Ini adalah pertama kalinya ia membatalkan acara penting tanpa alasan yang jelas. Sebuah firasat buruk merayap di hatinya. Firasat yang sudah lama ia coba abaikan kini kembali datang.

Ia memutuskan untuk tidak pergi ke butik. Sebaliknya, ia menyuruh supirnya untuk berhenti di sebuah kafe di daerah Menteng. Sambil minum kopi, Rania membuka akun media sosial Arkana. Ia menemukan beberapa foto dari acara-acara yang ia datangi bersama Arkana, foto-foto yang diposting oleh teman-teman mereka, menunjukkan pasangan yang sempurna. Namun, di balik senyum yang ia paksakan, ada sebuah kesedihan yang tersembunyi.

Saat ia sedang asyik dengan pikirannya, sebuah notifikasi muncul di layar ponselnya. Sebuah unggahan dari salah satu kenalannya di media sosial. Sebuah foto yang menautkan nama Arkana. Rania membuka foto itu, dan jantungnya serasa berhenti berdetak. Foto itu diambil di sebuah restoran mewah. Arkana duduk di sebuah meja, tertawa lepas dengan seorang wanita cantik berambut sebahu. Wajah wanita itu tidak asing. Rania pernah melihatnya di beberapa acara, seorang model muda yang sedang naik daun. Caption foto itu berbunyi, "Makan siang yang indah dengan Arkana. Terima kasih untuk traktirannya!"

Hati Rania serasa hancur berkeping-keping. Itu adalah foto yang diambil beberapa jam yang lalu. Bukan di luar kota. Bukan di rapat. Arkana berbohong. Sebuah kebohongan yang menyakitkan, diumbar terang-terangan di depan matanya. Firasat buruk itu menjadi kenyataan. Ini bukan hanya masalah jadwal yang dibatalkan. Ini adalah pengkhianatan.

Tanpa berpikir panjang, Rania segera meminta supirnya untuk mengantarnya ke alamat restoran yang tertera di unggahan tersebut. Ia tidak tahu apa yang akan ia lakukan, tetapi ia harus melihatnya sendiri. Ia harus memastikannya. Ia harus menghadapi kenyataan ini, seburuk apa pun itu.

Saat tiba di lokasi, mobil Rania melaju pelan. Dari jendela mobil, Rania bisa melihat restoran mewah itu. Di dekat pintu masuk, seorang wanita berambut sebahu sedang berbicara dengan seorang pria. Pria itu adalah Arkana. Mereka tidak hanya berbicara, mereka tertawa. Tawa yang tulus, yang Rania belum pernah dengar dari bibir Arkana. Wanita itu meraih tangan Arkana, dan Arkana membalas genggaman tangannya. Lalu, dengan gerakan yang lembut, Arkana mencondongkan tubuhnya dan mencium kening wanita itu.

Dunia Rania runtuh. Bukan karena ciuman itu, tetapi karena tatapan di mata Arkana. Ada kehangatan di sana. Ada kasih sayang. Ada cinta. Sesuatu yang Arkana tidak pernah berikan padanya. Ia telah melihatnya, dengan mata kepalanya sendiri. Pria yang ia nikahi, pria yang seharusnya menjadi pelindungnya, adalah seorang pembohong dan pengkhianat.

Air mata Rania mengalir, bukan karena marah, tetapi karena kekosongan yang amat dalam. Ia menyadari, selama ini ia telah hidup di sebuah ilusi. Ia berpikir bahwa pernikahan mereka, meskipun tanpa cinta, setidaknya memiliki kehormatan. Ia percaya Arkana adalah pria yang setia, meski hanya dalam perjanjian. Namun, ternyata ia salah. Janji-janji yang Arkana berikan, janji untuk menjaga nama baik keluarga, janji untuk membangun kembali perusahaan kakeknya, semuanya terasa hampa. Hancur lebur seperti reruntuhan hati yang ia rasakan saat ini.

Rania menyuruh supirnya untuk putar balik. Ia tidak ingin Arkana melihatnya. Ia tidak ingin ia tahu bahwa Rania telah menyaksikan pengkhianatan ini. Ia kembali ke rumah, ke sangkar emasnya, dengan langkah-langkah yang gontai. Rumah yang semula terasa hampa kini terasa seperti kuburan. Kesunyiannya terasa seperti jeritan.

Ia berjalan ke kamar kakeknya. Kakeknya masih tertidur pulas. Wajahnya yang damai membuat hati Rania terasa lebih sakit. Mengapa ia harus berkorban begitu banyak untuk kebohongan ini? Untuk apa ia menderita jika pada akhirnya semua akan hancur?

Dalam keputusasaan, Rania membuka lemari buku tua milik kakeknya, yang dipenuhi dengan buku-buku usang yang Rania sering bacakan untuknya. Ia mencari sebuah buku lama yang selalu ia simpan di rak paling bawah. Saat ia mengambil buku itu, sebuah foto yang sudah menguning terjatuh. Rania mengambilnya.

Foto itu buram dan warnanya pudar, tetapi ia bisa melihatnya dengan jelas. Itu adalah foto kakeknya, saat ia masih muda, duduk di sebuah bangku taman. Di sampingnya, seorang wanita muda dengan wajah yang mirip dengan Rania, tersenyum cerah. Ibunya. Namun, di samping ibunya, ada seorang pria muda. Wajahnya tidak asing. Rambutnya hitam legam dan matanya memancarkan kehangatan yang tulus. Ada sesuatu tentang matanya yang membuat hati Rania bergetar. Seperti kenangan lama yang ia coba lupakan, kenangan yang tersembunyi jauh di lubuk hatinya.

Rania menatap foto itu, air matanya jatuh membasahi wajah-wajah yang kini terasa asing itu. Siapa pria ini? Mengapa ia ada di foto itu bersama kakek dan ibunya? Sebuah perasaan aneh merayap di hatinya. Perasaan yang bercampur aduk antara kesedihan, kekecewaan, dan sebuah harapan kecil yang ia rasakan saat melihat mata pria muda itu.

Dalam keheningan malam, di tengah reruntuhan hatinya, sebuah rahasia masa lalu dan perasan yang tak pernah terucap, mulai terungkap. Sebuah perjalanan baru telah dimulai. Dan Rania, yang kini benar-benar terluka, harus menemukan kekuatannya untuk bangkit dari kehancuran ini.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

12 Wasiat Dari Ayah
12 Wasiat Dari Ayah
Dalam 12 Wasiat Dari Ayah, Dira harus menuntaskan misi terakhir dari mendiang ayahnya melalui buku merah misterius. Di tengah konflik keluarga, novel modern ini mengungkap rahasia identitas Dira. Baca mystery story ini untuk mengikuti perjuangan Dira dalam menyelesaikan wasiat tersebut.
Dipatahkan Oleh Cinta
Dipatahkan Oleh Cinta
Dalam romance novel Dipatahkan Oleh Cinta, kesetiaan istri diuji saat suaminya membawa selingkuhan yang hamil ke rumah mereka. Baca modern novel ini untuk melihat perjuangan batin menghadapi pengkhianatan dan keputusan sulit dalam sebuah web novel yang penuh konflik emosional.
Gulai Daun Singkong Untuk Mertua
Gulai Daun Singkong Untuk Mertua
Dalam romance novel modern Gulai Daun Singkong Untuk Mertua, Nek Syam diusir anak kandungnya hanya karena makanan. Ahmad yang murka segera mengambil alih hak milik tanah demi membalas pengkhianatan tersebut. Baca kisah drama keluarga ini di platform web novel kami sekarang.
Hasrat Terlarang Suamiku
Hasrat Terlarang Suamiku
Dalam novel modern Hasrat Terlarang Suamiku, Selin menghadapi pengkhianatan Edward setelah lima tahun menikah. Ia harus memilih antara bertransformasi demi memenangkan hati suami atau pergi demi harga diri. Baca kisah selengkapnya di romance novel ini sebagai pilihan read books online free.
Berhantu: Pengejaran Tanpa Henti dari Kekasihnya yang Kejam
Berhantu: Pengejaran Tanpa Henti dari Kekasihnya yang Kejam
Dalam novel modern Berhantu: Pengejaran Tanpa Henti dari Kekasihnya yang Kejam, Claudia memulai hidup baru setelah tujuh tahun mengabdi pada Eddie. Namun, di hari pernikahannya, Eddie muncul dengan obsesi liar. Baca romance novel ini untuk melihat perjuangan Claudia lepas dari masa lalu.
Salahkah Aku Mendua
Salahkah Aku Mendua
Dalam novel Salahkah Aku Mendua, Astrid terjebak pernikahan tanpa cinta dengan Tristan. Diabaikan sang suami, ia memilih kembali pada Deon demi balas dendam. Simak kisah romance modern ini di webnovel kami dan baca romance stories penuh intrik serta pengkhianatan yang emosional.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Janji Dokter, Bukan Janji Mantan
Janji Dokter, Bukan Janji Mantan
Setelah dua tahun menghadapi provokasi Isla dan sikap dingin suaminya, Lydia dengan tegas mengakhiri pernikahannya. Mantan suaminya menganggap keputusannya itu hanya sementara, namun terbukti salah ketika Lydia membangun kembali hidupnya sebagai ahli andrologi terkemuka. Penyesalan kian menjadi saat pria itu terbongkar bahwa Isla adalah seorang penipu yang memalsukan ijazah sekaligus kisah penyelamatan nyawanya. Dalam upaya berdamai, dia mengunjungi kantor Lydia, yang menyambutnya dengan tawaran layanan medis yang dingin dan profesional.
Dikejar Dua Cinta: Vampir dan Pemburu
Dikejar Dua Cinta: Vampir dan Pemburu
Aku benar-benar berantakan. Aku baru saja menumpahkan kopi ke bosku yang super tampan, Simon. Tak lama kemudian, aku malah menyadari kalau aku punya kekuatan rahasia yang tidak bisa kukendalikan. Hidupku jadi kacau, antara kopi tumpah, perasaan yang campur aduk, dan dua pria yang sama-sama bikin jantungku tak karuan. Simon, bosku yang misterius, menawan sekaligus berbahaya. Dia seorang vampir yang berjanji akan membantuku belajar mengendalikan sihirku. Sementara itu, Michael, sahabatku yang baik dan selalu ada untukku, ternyata menyimpan rahasia besar. Dia adalah seorang pemburu yang bersumpah untuk memusnahkan semua yang berhubungan dengan Simon. Mereka berdua menginginkanku. Makin kuat sihirku, makin besar pula api yang menyala di antara kami. Lantas, bagaimana aku bisa memilih jika mereka berdua tahu rahasia terkelamku?
Melarikan Diri Setelah Hamil dengan Suami Vegetatif Saya
Melarikan Diri Setelah Hamil dengan Suami Vegetatif Saya
Ia menikah dalam keadaan hamil. Namun pada hari pernikahan, saudara perempuannya memutar video saat ia sedang intim dengan pria lain, mengklaim bahwa anak yang dikandungnya tidak sah. Saat semua orang mencemoohnya, ayah dari anak tersebut muncul - dia ternyata adalah seorang miliarder! Rumornya, miliarder ini adalah seorang tukang sayur, tapi bagaimana dia bisa begitu tampan?
Menemani Dokter Miliader Kejam
Menemani Dokter Miliader Kejam
Violet, harus membayar biaya operasi ayahnya, memutuskan untuk menjual keperawanannya, tapi dokter baik yang dia telepon bertekad untuk menariknya kembali dari jurang keterpurukan. Namun, setelah mereka berdua berbagi malam yang panas dan tak terlupakan, Dax mendapati dirinya terpikat pada Violet meskipun dia mengira bahwa Violet hanyalah wanita mata duitan lainnya. Saat rahasia tergelap mereka terbongkar, akankah ikatan mereka yang rapuh ini bertahan?
Menikah Kilat dan Benar-Benar Manja
Menikah Kilat dan Benar-Benar Manja
Tunangannya direbut oleh saudara perempuannya, lalu dia menikah kilat dengan seorang triliuner dan dihujani cinta!
Pernikahan Dadakan dengan CEO
Pernikahan Dadakan dengan CEO
Setelah mengalami pengkhianatan dari pacarnya dan di-PHK dari pekerjaannya, Aubrey menemukan dirinya dalam pernikahan kilat dengan Axel, CEO Grup Simpson. Awalnya seperti orang asing, keduanya perlahan-lahan menjalin ikatan yang mendalam. Meski diwarnai serangkaian kesalahpahaman dan tantangan, mereka akhirnya membuka hati satu sama lain dan memulai kehidupan bersama, berlayar menuju pernikahan yang penuh kebahagiaan.