Bab 1
"Ugh ...."
Claire Adhitama yang perlahan pulih kesadarannya merasakan sakit kepala yang menusuk. Tubuhnya terasa seperti digilas oleh mobil, ketidaknyamanan pada tubuhnya membuatnya mengernyit. Dia ingin mendorong tubuh yang menimpanya itu, tetapi tidak bertenaga sama sekali.
Dalam kegelapan, dia tidak bisa melihat wajah pria itu dengan jelas. Claire hanya mencium wangi parfum Gucci yang khas dari tubuh pria itu.
Pria itu tidak bersuara sama sekali. Dia hanya mencumbu leher Claire dengan perlahan ....
Pagi harinya.
Claire tiba-tiba terbangun.
Dia terkejut saat menyadari dirinya sedang berbaring di tempat tidur tanpa sehelai kain pun yang menutupi tubuhnya. Di sampingnya, terbaring seorang pria asing yang membelakanginya.
Wajah Claire pucat seketika. Adegan semalam makin jelas dalam benaknya. Ternyata semua itu bukan mimpi!
Apa yang telah terjadi?
Dia hanya ingat, malam sebelumnya adalah ulang tahunnya. Dia merayakannya bersama Kayla, kemudian setelah minum minuman yang diberikan oleh Kayla, dia jadi tidak sadarkan diri!
Jangan-jangan, minuman itu bermasalah?!
Claire menggertakkan giginya dan turun dari ranjang. Dia berusaha menenangkan diri, lalu buru-buru membereskan pakaiannya dan melarikan diri.
Dia harus menanyakannya dengan jelas pada Kayla!
....
Sesampainya di Kediaman Adhitama, Claire melihat ayahnya yang duduk di sofa sedang menunggunya dengan wajah murung. "Ke mana kamu semalam?"
Teringat dengan adegan semalam, Claire mengatupkan bibirnya dan menjawab, "Aku ketiduran di rumah teman semalam."
Brak!
Ayahnya melemparkan selembar foto ke atas meja dan memaki, "Jelas-jelas kamu pergi ke hotel sama pria, berani-beraninya kamu membohongiku!"
Melihat foto itu, wajah Claire makin memucat. Di dalam foto itu, terlihat seorang pria asing yang sedang memapahnya masuk ke kamar hotel.
Kayla turun dari tangga dengan mengenakan sepatu hak tinggi sambil berkata, "Ayah, jangan emosi."
Sambil bicara, dia berjalan ke sisi Claire sambil pura-pura marah, "Claire, kenapa kamu melakukan hal begini? Sesuka apa pun kamu sama pria itu, tetap saja kamu nggak boleh melakukan hal itu sebelum menikah."
Claire tertegun sejenak. Apa maksudnya?
Jelas-jelas dia sedang tidak sadarkan diri saat itu!
Sesuai dugaan Claire, tidak mungkin Kayla berbaik hati merayakan ulang tahunnya. Ternyata semua ini adalah jebakannya!
Claire buru-buru menjelaskan, "Ayah, dengar penjelasanku dulu. Semalam aku merayakan ulang tahun dengan Kayla. Anggur yang diberikan Kayla padaku itu bermasalah ...."
"Cukup!" Rendy Adhitama berdiri dan memakinya dengan kesal, "Kayla itu kakakmu! Sudah sampai begini, kamu masih melemparkan kesalahan sama kakakmu!"
Kakak?
Menghadapi tuduhan ayahnya, Kayla mengepalkan tangannya dengan gemetaran. Ibunya seharusnya sudah tahu sejak dulu bahwa ayahnya berselingkuh di luar sana.
Hanya saja, Claire tidak menyangka bahwa belum genap setahun sejak ibunya meninggal, ayahnya sudah menikahi Imelda Sanjaya. Apalagi, Imelda juga sudah melahirkan seorang putri untuk ayahnya.
Claire sudah lama tahu bahwa Kayla adalah orang bermuka dua dan selama ini selalu berusaha menyenangkan ayahnya. Namun, Claire tidak menyangka bahwa Kayla akan menjebaknya di hari ulang tahunnya sendiri!
"Tadinya, aku mau menyerahkan Perusahaan Perhiasan Vienna setelah kamu beranjak dewasa. Tapi, kamu ... malah melakukan hal memalukan begini!"
"Mulai hari ini, aku nggak mau melihatmu lagi. Keluarga Adhitama nggak punya anak yang nggak tahu malu sepertimu!"
Claire terperangah. "Ayah mau mengusirku?"
Rendy membanting gelas di tangannya ke kaki Claire dengan marah sambil berteriak, "Keluar kamu!"
Sekujur tubuh Claire gemetaran. Ketika mendongakkan kepalanya, dia melihat cibiran di sudut bibir Kayla dan wajah ayahnya yang tidak percaya dengannya. Seketika, hatinya merasa kecewa.
Claire mengambil kopernya berjalan keluar dari halaman rumah Keluarga Adhitama. Kayla menyusulnya sambil berpura-pura baik ingin membawakan kopernya, tetapi dia ditepis oleh Claire. "Minggir!"
Melihat sikap Claire, Kayla juga akhirnya menampakkan wujud aslinya. "Jujur saja, malam itu memang aku yang menambahkan obat di anggurmu. Pasti rasanya sangat menderita ya dinodai oleh pria?"
Claire menggigit bibirnya dan membalas, "Kalian sudah berhasil masuk ke Keluarga Adhitama, apa lagi yang kamu inginkan?"
"Aku mau posisimu!" Kayla berjalan ke hadapan Claire dan menatapnya dengan kejam.
"Kenapa aku harus jadi anak haram, kamu malah jadi kesayangan Keluarga Adhitama? Kamu jadi sombong karena terlahir dengan kemewahan, 'kan? Sekarang, kamu itu cuma barang bekas yang sudah dipakai orang. Kalau masih tahu diri, sebaiknya kamu cepat pergi!"
Kayla melambai-lambaikan ponselnya di hadapan Claire dengan bangga dan berkata, "Kalau nggak mau aku sebarkan videomu ini ke wartawan dan buat reputasimu jadi buruk, sebaiknya kamu cepat pergi."
Sebaiknya kamu jangan pernah kembali lagi selamanya!
Ekspresi Claire sedikit berubah, dia melepaskan tangan yang dikepalnya dengan erat. Dengan wajah kaku, dia mengangkat kopernya dan naik ke mobil tanpa menoleh sama sekali.
Melihat mobilnya yang melaju di kejauhan, Kayla mencibir. Sekarang, bukan hanya Perusahaan Perhiasan Vienna yang akan menjadi miliknya. Bahkan seisi kediaman Keluarga Adhitama ini juga akan menjadi miliknya!
Ketika baru saja hendak berbalik, tiba-tiba muncul sebuah mobil Rolls-Royce di gerbang depan.
Empat pengawal berbaju hitam turun dari mobil dan berdiri dengan rapi di samping. Kemudian, seorang pria yang berpostur tinggi dan tegap turun dari mobil. Dia mengenakan setelan jas bergaris hitam yang dirancang khusus. Modelnya sederhana, tetapi terkesan mewah.
Kayla tercengang. Bukankah ... ini adalah Kepala Keluarga Fernando yang terkenal di seluruh ibu kota, Javier Fernando!
Pria ini adalah Presdir Grup Angkasa yang dijuluki sebagai raja bisnis termuda di Negara Makronesia. Kekayaannya mencapai ratusan triliun dan merupakan orang yang memiliki pengaruh besar di ibu kota!
Kenapa dia bisa muncul di sini?
Javier meliriknya sekilas dengan tatapan dingin, lalu bertanya, "Kamu yang namanya Kayla?"
Kayla merasa senang, ternyata Javier mengenalnya!
Dia mengangguk dengan tersenyum sambil berkata, "Benar."
"Wanita yang bermalam denganku di Hotel Mahagiri kamar nomor 6228 itu kamu?"
Ekspresi Kayla tampak berubah, Hotel Mahagiri kamar nomor 6228!
Bukankah itu kamar yang dipesan Kayla untuk Claire semalam? Jangan-jangan, pria yang ditiduri Claire semalam bukan pria yang diaturnya, melainkan Javier?
Beruntung sekali wanita berengsek itu! Lalu, memangnya kenapa kalau dia beruntung? Bukankah pada akhirnya Claire hanya menjadi batu loncatan baginya?
Orang ini Javier, wanita mana yang tidak ingin menjadi miliknya? Kayla tersenyum dan mengangguk. "Aku adalah wanita yang bersamamu semalam."
Bab 2
Di bandara ibu kota.
Di antara kerumunan orang yang berlalu-lalang, muncul seorang ibu dan anak yang menarik perhatian banyak orang.
Lebih tepatnya, seorang ibu yang membawa tiga orang anak kecil yang imut dan cantik.
Wanita itu tampak dingin dan anggun. Dia menggendong seorang anak perempuan yang cantik dengan satu tangan. Anak itu memiliki rambut yang lebat dan bergelombang bagaikan boneka.
Di belakang mereka diikuti oleh dua orang anak laki-laki berwajah mirip yang tampan. Sepasang mata mereka berwarna coklat dengan kulit yang putih mulus, mereka benar-benar tidak terlihat seperti manusia sungguhan!
Wanita yang berdiri di depan mobil BMW itu melepas kacamata hitamnya. Melihat Claire yang sedang menggendong anaknya dan diikuti oleh dua bocah di belakangnya, dia menarik napas dalam-dalam.
"Buset, Claire, kamu sekali melahirkan tiga anak sekaligus?!"
Hal ini benar-benar mengagetkannya!
Yang lebih penting lagi, paras ketiga anaknya ini benar-benar mencengangkan.
Dia benar-benar penasaran pria tampan mana yang meniduri Claire saat itu!
Claire menurunkan anak perempuan yang digendongnya, lalu mengelus kepala ketiga anaknya dan berkata, "Ini adalah ibu angkat kalian, Candice Suryono."
Candice adalah sahabat akrab Claire. Saat itu, ketika Claire diusir dari rumah, dia langsung pergi ke luar negeri. Selama itu, Candice yang selalu menemaninya di luar negeri.
Setelah pergi ke luar negeri beberapa saat, Claire menyadari bahwa ternyata dia hamil. Dia pernah mempertimbangkan untuk aborsi, tetapi Candice membujuknya untuk melahirkan anak dalam kandungannya.
Demi kenyamanan hidup Claire selama masa kehamilannya di luar negeri, nona yang "keras kepala" ini menggadaikan barang antik senilai 12 miliar milik ayahnya dan memberikannya kepada Claire.
Jika bukan karena bantuan Candice, Claire sudah menjadi gelandangan setelah diusir dari rumah dan kartu debitnya juga dibekukan.
"Halo, Bu Candice!" panggil ketiga anak kecil itu dengan suara manja sambil membungkuk serempak.
Candice merasa gemas terhadap ketiga anak kecil itu, dia tersenyum dan melambaikan tangannya. "Duh, kalian benar-benar sungkan ...."
Anak kedua, Jerry, menoleh ke kakaknya, Jody, dan berbisik, "Ibu angkat kita ini kelihatannya agak bodoh ...."
Claire memegang kepala kedua anak itu dan berkata, "Apa yang kalian bisikkan?"
"Eh ...."
Anak terkecil, Jessie, membongkar rahasia kedua kakaknya, "Kak Jerry dan Kak Jody bilang Bu Candice kelihatannya agak bodoh!"
Kedua kakaknya terdiam. Anak ini benar-benar adik kandung mereka.
Candice mengemudikan mobilnya sambil melihat ketiga anak yang sedang tidur berdampingan di belakang. Dia bertanya, "Claire, kenapa kamu memutuskan untuk pulang di saat seperti ini?"
Claire yang bersandar di samping jendela mobil, memainkan sehelai rambutnya dengan jari-jarinya sambil tersenyum sinis, "Perusahaan Perhiasan Vienna mengeluarkan 100 miliar untuk merekrutku sebagai desainer."
"Bukannya itu perusahaan keluargamu?"
Candice berdecak sambil menggeleng, "Sekarang direktur perusahaan itu adalah kakak berengsekmu itu. Masa dia merekrutmu dengan 100 miliar?"
Dia tertawa setelah berkata, "Kalau sampai dia tahu kamu ini Zora, sang desainer perhiasan terkenal di Negara Sahara, dia pasti bakal muntah darah, 'kan?"
Nama Zora sangat terkenal di dunia perhiasan kancah internasional. Dengan gaya desain dari timur yang klasik, dipadukan dengan unsur-unsur perhiasan modern, semua orang menyebut desainnya sebagai mahakarya.
Bahkan, mahkota yang dipakai oleh permaisuri Negara Sahara tahun lalu juga merupakan hasil karya Zora.
Setelah berpikir sejenak, Candice merasa tidak masuk akal. Jadi, dia bertanya, "Dia mau merekrutmu hanya dengan 100 miliar? Hargamu sekarang pasti lebih tinggi dari itu!"
Perlu diketahui bahwa perusahaan perhiasan ternama di Negara Sahara, "Luxury", bahkan menghabiskan uang senilai 1,2 triliun untuk mempekerjakannya!
Claire memalingkan kepalanya dan menatap Candice dengan senyum mendalam, "Karena itulah aku menolak mereka. Tapi, pada akhirnya aku membuka harga 2 triliun dan Keluarga Adhitama juga menyetujuinya. Mana mungkin aku nggak pulang?"
Berhubung dirinya sudah pulang, sudah saatnya dia mengambil kembali saham di Vienna!
Candice menarik napas dalam-dalam mendengar ucapan Claire. Bahkan keluarganya sendiri juga diporotinya, sadis!
Saat ini, dia menantikan sekali melihat ekspresi Kayla yang tercengang.
Sesampainya di lantai bawah Perusahaan Perhiasan Vienna, Claire menoleh dan berkata kepada ketiga anaknya, "Ibu mau kerja dulu, kalian ikut Bu Candice pulang, ya."
Ketiga anaknya mengangguk dengan patuh.
Setelah Claire turun dari mobil, ketiga anaknya saling bertukar pandang, lalu berdesakan ke sisi Candice.
"Bu Candice, kami ingin tahu masalah Ibu dan Keluarga Adhitama!"
"Benar! Bu Candice harus diam-diam ceritakan pada kami. Kami jamin nggak akan kasih tahu Ibu!"
Candice tertegun sejenak melihat ketiga anak itu. Lalu, dia bertanya, "Kenapa kalian ingin tahu?"
"Karena kami adalah kesayangan Ibu, jadi kami nggak akan biarkan Ibu ditindas orang!"
Kali ini, mereka pulang bersama Claire dengan tujuan ingin "membalas dendam". Mereka tidak akan melepaskan siapa pun yang berani menindas ibu mereka!
Candice merasakan keringat dingin mengalir di punggungnya. Apakah ketiga anak ini benar-benar masih berusia 5 tahun?
Claire melangkah masuk ke dalam lobi Perusahaan Perhiasan Vienna. Meskipun perusahaan ini di bawah naungan Keluarga Adhitama, sebenarnya "Vienna" adalah hasil jerih payah ibu Claire.
Namun, tak disangka ayahnya malah menyerahkan perusahaan ini kepada orang asing seperti Kayla!
Beberapa tahun belakangan ini, Claire selalu mengikuti perkembangan Vienna di luar negeri. Kayla mengandalkan identitasnya sebagai putri Keluarga Adhitama untuk memecat beberapa petinggi yang dipekerjakan ibu Claire. Sejak saat itu, reputasi Vienna terus-menerus menurun.
Keluarga Adhitama yang dikenalnya tidak mungkin sanggup mengeluarkan uang sebanyak 2 triliun untuk merekrut desainer perhiasan sepertinya. Jadi, dia ingin tahu siapa yang membantu Kayla membayar 2 triliun ini!
Clare berjalan ke meja resepsionis, lalu berkata, "Halo, saya mau bertemu dengan Nona Kayla."
Gadis resepsionis itu bertanya dengan acuh tak acuh, "Apakah sudah buat janji?"
"Sementara ini belum ada. Tapi, Nona Kayla sendiri yang menghubungiku." Claire sangat tidak menyukai sikap gadis resepsionis ini.
Sepertinya, orang yang dipekerjakan Kayla memang tidak punya etika profesi.
Gadis resepsionis itu meliriknya sekilas, lalu berkata, "Maaf, tidak bisa ketemu kalau belum ada janji. Direktur kami sangat sibuk."
Claire tersenyum tipis sambil berkata, "Pelayanan Perusahaan Vienna memang selalu seperti ini, ya?"
"Apa maksudmu, Nona? Apa kamu nggak lihat kami lagi sibuk? Lagi pula, memangnya direktur kami bisa kamu temui dengan sesuka hati?"
"Wah, kukira siapa. Nggak nyangka ternyata kamu ya, Claire. Kamu masih berani pulang?"
Kayla berjalan keluar dari lift dan kebetulan melihat sosok di meja resepsionis itu terlihat tidak asing. Tak disangka, ternyata orang itu adalah Claire!
Si jalang ini sudah pulang!
Claire menoleh dengan perlahan. Melihat penampilannya, ekspresi Kayla langsung menjadi muram. Baru 6 tahun tidak bertemu, perubahan Claire sudah sebanyak ini. Dia tampak seperti seorang gadis penggoda!
"Bukannya kamu yang mengundangku pulang?" ejek Claire sambil tersenyum sinis.
Kayla tertegun sejenak. Dengan wajah yang angkuh seperti sebelumnya, dia berkata, "Aku yang mengundangmu pulang? Baru 6 tahun nggak ketemu, kamu sudah jadi nggak tahu malu begini ya?"
Dia menghampiri Claire dengan kedua tangan yang terlipat dan berkata, "Kenapa? Pelajaran 6 tahun yang lalu itu masih belum cukup bagimu, ya?"
Mengungkit tentang masalah 6 tahun yang lalu, ekspresi Claire tampak dingin dan tidak menunjukkan emosi sama sekali. "Selamat ya, sekarang kamu sudah jadi Direktur Perusahaan Perhiasan Vienna. Di bawah kepemimpinanmu, perusahaan ini malah makin merosot. Jangan-jangan, suatu hari nanti malah jadi bangkrut."
"Kamu ...."
Kayla mengangkat tangannya dan melayangkan sebuah tamparan.
Tamparan ini membuat semua orang yang berada di lobi langsung tercengang.
"Ada apa?" Terdengar sebuah suara yang dingin dari belakang.
Setelah melihat ke arah datangnya suara, raut wajah Kayla sontak berubah. Keangkuhan di wajahnya langsung sirna dan dia berjalan ke arah orang itu dengan tampang tidak bersalah.
"Javier, semua gara-gara dia. Dia merendahkanku dan bahkan mengutuk perusahaanku akan bangkrut."
Bab 3
Claire menoleh dan bertemu dengan tatapan tajam pria itu. Ketika melihat penampilan pria itu, Claire sontak terkejut.
Kulit pria itu tampak putih halus dengan wajah yang tampan. Terutama sepasang matanya yang berwarna kecoklatan, seakan-akan menyimpan rahasia yang sangat mendalam. Bibirnya yang terkatup erat tampak tipis dan menawan.
Wajah ini mirip sekali dengan Jerry dan Jody, bahkan warna mata mereka juga sama!
Saat melahirkan di Negara Sahara, Claire baru tahu bahwa ternyata anaknya adalah kembar tiga. Anak pertama dan kedua, Jody dan Jerry, sama sekali tidak mirip dengan ibunya.
Hanya anak terakhir, Jessie yang terlihat agak mirip dengannya. Namun, warna rambutnya yang hitam mengilap tampak mirip dengan pria di hadapannya ini.
Melihat pria ini, Claire langsung menundukkan pandangannya.
Siapa dia? Apa hubungannya dengan Kayla?
Javier menatap wajah Claire dengan alis yang berkerut. Wanita ini ....
Melihat Javier menatap Claire lekat-lekat, Kayla langsung menggertakkan gigi. Dia membatin, 'Sialan, jangan-jangan Javier mengenalinya?'
Tidak bisa, dia tidak akan membiarkan hal seperti itu terjadi!
Dia menggandeng lengan Javier dan berkata dengan wajah kasihan, "Maaf, Javier. Tadi memang aku terlalu emosional. Tapi, Vienna adalah jerih payah Ayah. Aku hanya ingin melindungi perusahaan ini."
Javier tidak mengabaikan ucapan Kayla, dia langsung berjalan ke arah Claire dengan ekspresi dingin. "Vienna akan bangkrut? Atas dasar apa kamu bilang begitu?"
Claire mencibir mendengar Kayla mengatakan bahwa perusahaan ini adalah jerih payah ayahnya. Ayahnya hanya menumpang ketenaran ibunya. Kayla benar-benar pandai membual.
Claire mendongak menatap Javier dan berkata, "Memang tadi aku berkata seperti itu, lalu apa maumu?"
Orang-orang di sekitar mereka langsung menarik napas dalam-dalam.
Berani-beraninya wanita ini membantah Tuan Javier! Apa dia mau diboikot?!
Melihat ekspresi Javier yang muram, Claire tertawa sambil menyilangkan kedua tangannya. "Kenapa? Kamu pacarnya ya, makanya mau membelanya?"
Huh, dasar pasangan sialan!
Orang yang bisa suka dengan wanita seperti Kayla, sudah pasti bukan pria baik-baik.
"Apa kamu tahu apa yang sedang kamu katakan?" tanya Javier.
Claire mengangkat alisnya, lalu berkata, "Tentu saja. Kalian yang merekrutku, tapi kalian malah sengaja mempersulitku di sini. Hebat sekali pelayanan di sini."
Merekrutnya?
Kayla tertegun sejenak. "Kamu ... kamu bilang apa? Sejak kapan Vienna merekrutmu?"
Sepertinya wanita sialan ini sudah gila?
"Ingatan Direktur Kayla mungkin nggak terlalu bagus ya. Bukankah sebulan yang lalu kalian yang menawarkan 2 triliun untuk merebutku dari Luxury? Kalau Vienna memang nggak tulus, kerja sama ini juga nggak perlu dilanjutkan lagi."
Semua orang terperanjat!
Ternyata dia adalah Zora, sang desainer perhiasan internasional yang terkenal?
Wajah Kayla berubah drastis ketika berkata, "Nggak mungkin. Mana mungkin kamu ini Zora ...."
Namun, saat pandangan dingin Javier meliriknya, Kayla langsung menghentikan ucapannya. Wajahnya terlihat merah padam karena malu.
Claire menatap Javier dan bertanya, "Tuan, sepertinya Anda yang mengeluarkan uang 2 triliun ini untuknya, 'kan?"
Rendy tidak mungkin sanggup mengeluarkan uang 2 triliun, apalagi Kayla. Kesimpulannya, hanya pria ini yang sanggup.
Sepertinya Kayla telah mendapat pasangan yang kaya dalam beberapa tahun ini.
Menatap wanita di hadapannya ini, timbul perasaan yang tidak asing dalam hati Javier. Sepertinya dia pernah bertemu dengan wanita ini di suatu tempat ....
Kayla khawatir bahwa Javier akan mengenali Claire, jadi dia berlari ke sisi pria itu dengan tergesa-gesa. "Javier, dia pasti berbohong. Dia nggak mungkin Zora si desainer itu!"
Mana mungkin Claire adalah orang yang sama dengan Zora, sang desainer internasional? Kayla telah tinggal dengannya begitu lama, tetapi dia tidak pernah tahu bahwa Claire bisa mendesain perhiasan.
Bahkan seluruh media dalam industri fesyen hanya pernah mendengar namanya, tetapi tidak pernah melihat orangnya. Tentu saja mudah sekali bagi orang lain untuk berpura-pura menjadi Zora, 'kan?
"Kalau kamu memang Zora, tunjukkanlah buktinya. Setahuku, Nona Zora sang desainer internasional itu pernah mendapatkan lencana dari keluarga kerajaan di Negara Sahara. Benda itu bukan sesuatu yang bisa didapatkan orang biasa!"
Usai berbicara, terlintas tatapan bangga pada wajah Kayla.
Teruskan saja aktingmu! Kalau Claire tidak bisa mengeluarkan buktinya dan terbukti berbohong, berarti dia telah menyinggung Javier. Dengan begitu, seumur hidup ini Claire tidak akan bisa lagi tinggal di negeri ini!