Logo
Kau Ceraikan Aku, Tetapi Anakku Akan Menjadi Pewaris
Kau Ceraikan Aku, Tetapi Anakku Akan Menjadi Pewaris

Kau Ceraikan Aku, Tetapi Anakku Akan Menjadi Pewaris

82 Bab
Tamat
Dalam Kau Ceraikan Aku, Tetapi Anakku Akan Menjadi Pewaris, Lara menghadapi tekanan perceraian dari keluarga billionaire. Setelah malam tak terduga, ia pergi membawa rahasia kehamilan. Temukan kelanjutan kisah romance novel ini di webnovel saat sang pewaris mulai tumbuh dalam persembunyian.
Bab 1 dari Kau Ceraikan Aku, Tetapi Anakku Akan Menjadi Pewaris

Lara tahu betul, takdirnya sudah tertulis di atas kertas. Sebuah perjodohan. Sebuah ikatan yang, bagi sebagian besar orang, adalah mimpi yang jadi kenyataan. Menjadi bagian dari keluarga Bagaskara, salah satu dinasti terkaya dan terpandang di ibu kota. Namun bagi Lara, itu adalah takdir yang terasa begitu berat, membebani setiap langkahnya, merenggut kebebasan dan impian yang ia rajut sendiri. Ia, Lara Adistia, hanyalah anak seorang sopir pribadi keluarga Bagaskara. Sebuah status yang, di mata Elara Dirgantara, pewaris utama dinasti itu, adalah noda tak termaafkan.

Pertunangan mereka, yang lebih tepat disebut perjodohan, telah menjadi rahasia umum di antara para pelayan dan segelintir lingkaran dalam keluarga. Tidak pernah ada pengumuman resmi, tidak ada pesta megah, apalagi sorotan media. Lara selalu merasa seperti bayangan, keberadaannya diakui namun tak pernah benar-benar terlihat. Sebuah kesepakatan diam-diam antara mendiang Bagaskara dan mendiang ayahnya, yang entah bagaimana, entah mengapa, melibatkan dirinya dalam jaring-jaring rumit warisan dan janji. Janji yang kini, setelah kepergian kedua tetua itu, hanya Lara yang memegang teguh, sementara Elara-pria yang menjadi ujung tombak janji itu-menolaknya mentah-mentah.

Perubahan Elara begitu drastis. Dulu, Elara adalah sosok yang berbeda. Elara kecil, dengan senyum ramah dan mata penuh perhatian, sering kali mencuri-curi waktu untuk mengajarinya membaca atau sekadar bercerita tentang petualangan yang ia baca dari buku-buku tebal di perpustakaan pribadi keluarga. Kenangan itu, meski samar dan terdistorsi oleh waktu, masih tersimpan rapi di benak Lara. Sebuah gambaran Elara yang baik hati, jauh dari Elara yang kini berdiri di hadapannya, penuh kebencian dan penolakan. Seolah-olah, setiap kali mata Elara menangkap sosok Lara, bara api permusuhan itu semakin menyala, membakar habis setiap sisa kebaikan yang pernah ada.

"Aku tidak akan pernah mengakui pernikahan ini," suara Elara, dingin dan menusuk, masih terngiang jelas di telinga Lara, bahkan setelah bertahun-tahun. Kalimat itu diucapkan dengan nada final, tak terbantahkan, pada malam setelah upacara pernikahan sederhana yang hanya disaksikan oleh segelintir kerabat dekat dan notaris. Sebuah formalitas tanpa makna, tanpa cinta, tanpa harapan. Lara ingat bagaimana ia hanya bisa menunduk, air mata yang ia tahan mati-matian akhirnya tumpah, membasahi kain kebaya putihnya yang terasa begitu hambar.

Penolakan Elara tak berhenti pada kata-kata. Pria itu menunjukkannya dengan perbuatan. Selama tiga tahun, Elara memilih untuk tidak kembali ke rumah utama keluarga Bagaskara, tempat di mana Lara kini tinggal dalam kesepian. Tiga tahun penuh penantian, penuh kesia-siaan. Elara seolah menghilang ditelan bumi, sibuk dengan dunianya sendiri, dengan bisnisnya yang menjulang, dengan kehidupan yang sengaja ia bangun jauh dari jangkauan Lara. Harapannya hanya satu: agar Lara menyerah, agar Lara lelah, agar Lara mengajukan gugatan cerai. Sebuah cara halus untuk memaksa, untuk mengusir, tanpa harus mengotori tangannya sendiri dengan kalimat perpisahan.

Lara tahu, Elara ingin bebas. Ia ingin terlepas dari ikatan yang ia anggap sebagai belenggu, sebagai aib. Ia ingin mengejar kehidupannya sendiri, bersama wanita yang ia cintai-Elena. Nama itu, Elena, seringkali disebut-sebut dalam desas-desus para pelayan. Sebuah nama yang selalu terasa seperti duri dalam daging bagi Lara, mengingatkannya pada posisinya yang tak diinginkan. Lara hanya bisa berharap, dalam diam, bahwa suatu hari Elara akan menyadari bahwa ia tidak pernah bermaksud mengikatnya. Ia hanya mencoba memenuhi janji, sebuah janji yang kini terasa seperti kutukan.

Namun, harapan itu sirna ketika sebuah kabar buruk datang menghantam keluarga Bagaskara. Bastian, kakek Elara yang selama ini menjadi satu-satunya pendukung Lara, jatuh koma. Pria tua yang baik hati itu, yang selalu memperlakukannya seperti cucu kandung, kini terbaring tak berdaya di rumah sakit, diselubungi alat-alat medis yang berbunyi monoton. Kepergian Bastian, bahkan jika hanya sementara, membuka pintu bagi Stella, ibu Elara, untuk melancarkan serangan terakhirnya.

Stella tidak pernah menyembunyikan ketidaksukaannya pada Lara. Sejak awal, Stella memandang Lara sebagai benalu, sebagai aib yang tak layak bersanding dengan putra sulungnya. Bagi Stella, Lara hanyalah anak seorang sopir, tidak lebih, tidak kurang. Darah bangsawan Elara tidak boleh tercampur dengan darah rakyat jelata seperti Lara. Setiap tatapan Stella dipenuhi penghinaan, setiap perkataannya adalah racun yang meracuni hati Lara.

"Kau pikir kau pantas bersanding dengan Elara? Kau pikir kau punya tempat di keluarga ini?" Suara Stella, tajam dan dingin, selalu menusuk Lara hingga ke ulu hati. "Kau hanya parasit yang menempel pada putraku. Sekarang, setelah Kakek Bastian tidak bisa lagi melindungimu, saatnya kau menunjukkan dirimu sendiri ke luar dari kehidupan kami."

Stella tidak hanya bicara. Ia bertindak. Tekanan demi tekanan dilancarkan. Setiap hari, Lara harus menghadapi tatapan tajam Stella, mendengar sindiran-sindiran pedas yang meruntuhkan harga dirinya. Stella mendesaknya untuk membuat surat gugatan cerai. Mengancam akan menyebarkan berita tentang latar belakang Lara, mempermalukan dirinya di hadapan publik, bahkan mengancam akan mengambil alih rumah tempat Lara kini tinggal jika Lara tidak menurut. Lara tahu, ia tidak punya pilihan. Bastian, satu-satunya pelindungnya, kini tak berdaya. Ia sendiri, tak ada siapa-siapa yang bisa diandalkan.

Hati Lara hancur. Ia telah berjanji kepada Bastian, di ranjang kematian ayahnya, bahwa ia akan menjaga janji perjodohan ini. Bahwa ia akan mencoba untuk mencintai Elara, untuk menjadi istri yang baik, dan untuk membawa nama baik keluarga Bagaskara. Janji yang kini harus ia langgar. Sebuah janji yang kini terasa seperti beban yang sangat berat di pundaknya.

Dengan tangan gemetar, Lara akhirnya menulis surat gugatan cerai itu. Setiap huruf yang ia torehkan di atas kertas terasa seperti sayatan di hatinya. Ia menyerah. Ia melepaskan. Ia membiarkan Elara bebas. Stella tersenyum puas, senyum kemenangan yang kejam, seolah-olah semua ini adalah bagian dari rencananya yang sempurna. Lara hanya bisa merasakan kehampaan yang tak terkira, sebuah lubang menganga di dalam dirinya, tempat janji-janji dan harapan-harapannya dulu bersemayam.

Malam itu, setelah surat gugatan cerai itu diserahkan, Lara merasa seperti jiwanya melayang entah ke mana. Ia keluar dari rumah besar itu, entah ke mana kakinya melangkah. Udara malam yang dingin terasa menusuk kulitnya, namun tak sedingin hatinya. Ia ingin melarikan diri, ingin menghilang, ingin melupakan semua kepedihan yang menimpanya.

Sebuah kesalahan terjadi. Sebuah momen yang tak terduga, yang mengubur Lara dalam penyesalan yang mendalam. Ia berada di sebuah kelab malam, entah bagaimana bisa sampai di sana, mencari pelarian dari semua rasa sakit. Alkohol mengaburkan akal sehatnya, dan dalam kegelapan itu, sebuah sentuhan, sebuah kehangatan, sebuah kebingungan melingkupinya. Ketika ia terbangun di pagi hari, di sebuah kamar hotel yang asing, dengan tubuh yang terasa sakit dan ingatan yang kabur, ia tahu apa yang telah terjadi. Keperawanannya telah terenggut. Ia menangis tanpa suara, menyesali kebodohannya, menyesali takdirnya.

Yang lebih menyakitkan, Elara tak menyadari siapa wanita yang bersamanya malam itu. Dalam kekacauan dan kegelapan, Elara mengira ia bersama Elena. Ironi yang begitu kejam, takdir yang begitu mempermainkan. Lara, yang telah melepaskannya, kini terikat oleh benang tak terlihat, sebuah rahasia yang akan menghantuinya.

Setelah perceraian resmi, Elara bergerak cepat. Tanpa ragu, ia melamar Elena. Berita pertunangan mereka menyebar dengan cepat, menjadi topik hangat di kalangan sosialita. Foto-foto Elara dan Elena yang tersenyum bahagia terpampang di berbagai majalah, seolah-olah mereka adalah pasangan paling ideal di dunia. Hati Lara perih, namun ia mencoba untuk tabah. Ini adalah kebebasan yang Elara inginkan, dan Lara telah memberikannya.

Lara memilih untuk menenangkan diri dari hiruk-pikuk ibu kota. Ia meninggalkan semua kenangan pahit itu di belakang, mencari kedamaian di tempat yang jauh. Sebuah desa kecil, asri, dengan udara segar dan pemandangan hijau yang menyejukkan mata. Di sana, Lara menemukan kembali dirinya. Ia mulai berkebun, menanam bunga-bunga kesukaannya, merawat setiap kuncup dengan penuh kasih sayang. Dari bunga-bunga itu, ia mulai bereksperimen, membuat sabun dan parfum, menemukan gairah baru dalam hidup. Aroma melati, mawar, dan kenanga memenuhi gubuk kecilnya, menciptakan suasana yang menenangkan.

Di tengah kesibukan barunya, Lara tak menyadari perubahan dalam dirinya. Mual di pagi hari, nafsu makan yang berubah, dan rasa lelah yang tak biasa. Ia mengira itu hanya efek dari perubahan gaya hidup, atau mungkin stres yang masih tersisa. Ia tak menyadari, sebuah kehidupan baru sedang tumbuh di dalam rahimnya. Sebuah anugerah yang tak terduga, yang lahir dari kesalahan terburuk dalam hidupnya, dari malam yang ingin ia lupakan selamanya. Anak dari pria yang begitu membencinya, yang kini bertunangan dengan wanita lain.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Godaan Berdosa: Tuan Playboy Miliuner Memohon Kembali Padaku
Godaan Berdosa: Tuan Playboy Miliuner Memohon Kembali Padaku
Dalam Godaan Berdosa: Tuan Playboy Miliuner Memohon Kembali Padaku, Iris harus memilih antara miliuner dingin Vincent atau pengacara baru. Temukan kisah billionaire romance novels ini dalam billionaire romance books paling emosional di web novel modern tentang pengkhianatan dan cinta.
Istriku Mengkhianatiku Dengan Pria Lain
Istriku Mengkhianatiku Dengan Pria Lain
Dalam Istriku Mengkhianatiku Dengan Pria Lain, Zevan menghadapi pengkhianatan Clara. Pebisnis sukses ini terjebak skandal dengan Amanda, pelayan barunya. Simak kisah billionaire romance novels ini di platform web novel kami untuk mengikuti pembalasan dendam dan konflik modern novel yang rumit.
Kecanduan Manis: Istri Manja Tuan Wahid
Kecanduan Manis: Istri Manja Tuan Wahid
Dalam Kecanduan Manis: Istri Manja Tuan Wahid, Rossa terjerat pernikahan kontrak demi bisnis saat hamil. Meski jatuh cinta, ia justru menerima surat cerai. Temukan kelanjutan takdir mereka dalam billionaire romance novels ini melalui layanan read novels online terbaik.
Menikahi Ayah Sahabatku
Menikahi Ayah Sahabatku
Demi melunasi hutang keluarga, Almira Devara hampir dinikahkan dengan juragan kaya. Namun, Selina meminta ayahnya, Diran Mahendra, untuk menikahi Almira. Menikahi Ayah Sahabatku menjadi pilihan sulit dalam billionaire romance novels ini bagi sang pebisnis sukses dan gadis muda tersebut.
Mr. G itu Bos-nya!
Mr. G itu Bos-nya!
Dalam romance novel Mr. G itu Bos-nya!, Briana terjebak situasi rumit setelah tak sengaja meniduri bos barunya yang dikira lelaki panggilan. Mr. G kini menuntut balas pada bawahannya tersebut, di tengah bayang-bayang masa lalu Alex. Baca billionaire romance books ini sekarang.
ORINAKA (The Perfect Bodyguard)
ORINAKA (The Perfect Bodyguard)
Dalam novel romance modern ORINAKA (The Perfect Bodyguard), Naka harus menghadapi tawaran tak terduga untuk menikahi Orin, putri billionaire yang liar. Sebagai bodyguard, Naka terjebak dalam rahasia besar dan tanggung jawab berat untuk menjinakkan sang CEO. Baca web novel seru ini sekarang!

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Cinta Yang Melampaui Segalanya
Cinta Yang Melampaui Segalanya
Noah, 29 tahun, seorang pengacara ternama yang hanya fokus pada karier. Edmund, 19 tahun, sang pewaris keluarga kaya raya. Berasal dari dua dunia yang bertolak belakang, mereka jatuh cinta. Namun jurang perbedaan yang menganga antara keduanya membuat mereka terus mempertanyakan: Akankah bisa bahagia bersama? Atau justru berakhir dengan kembali ke kehidupan semula, bagai kisah yang tak pernah tertoreh dalam sejarah?
Angin Semi di Balik Tirai Emas
Angin Semi di Balik Tirai Emas
Lina memang subur sejak lahir. Ia seharusnya menikah dengan Putra Mahkota Adipati Endang, yang diambil sebagai anak angkat dari Kediaman Utara. Namun, di hari pernikahan mereka, Endang ternyata juga hendak menikahi istri setara secara bersamaan. Lina murka dan membatalkan pernikahan itu, lalu memilih menikah dengan Adipati Hendri. Endang, yang tidak terima, diam-diam berbuat jahat. Akibatnya, ia dicabut dari jabatannya sebagai Putra Mahkota. Sementara itu, Lina berhasil mengandung anak kandung Adipati Hendri dan hidup bahagia bersama.
Pernikahan Kilat dengan Miliarder
Pernikahan Kilat dengan Miliarder
Setelah pewaris sejati diusir dari rumahnya, dia disayangi oleh sang CEO. Seluruh keluarganya menyukai pewaris palsu, seorang wanita yang sok dan manipulatif. Bahkan tunangannya melarikan diri pada hari pernikahan mereka. Dia memutuskan untuk berpisah dengan mereka dan membuat mereka menyesal!
Strategi Bangkitnya Darah dan Cinta
Strategi Bangkitnya Darah dan Cinta
Seorang petani berusia paruh baya, Sena, menjadi muda kembali di tengah kekacauan perang berkat sebuah sistem yang dia miliki. Dalam perjalanannya, dia bertemu beberapa wanita cantik. Untuk bisa bertahan hidup, dia membuat kesepakatan dengan seorang jenderal wanita bernama Nara yang sedang terluka parah. Setelah itu, Sena dan Nara, yang menyamar sebagai pria, bergabung dengan pasukan militer. Dari situlah, dia memulai perjalanan untuk menjadi seorang pejuang dan penguasa.
Kuberikan Jantungku untuknya
Kuberikan Jantungku untuknya
Selama tujuh tahun, Alec setia mencintai Lexi. Sayangnya, kakak laki-laki Lexi berhasil meracuni pikirannya, meyakinkannya bahwa Alec telah mengkhianatinya. Lexi pun menuntut cerai, menggugurkan anak mereka, yang memicu kambuhnya penyakit jantungnya. Dengan rela, Alec mengorbankan jantungnya sendiri untuk menyelamatkan nyawa wanita yang dicintainya. Tanpa menyadari pengorbanan itu, Lexi justru mengira pria itu pergi karena dendam. Di tengah penyesalan yang menyiksa, dia baru tersadar bahwa cintanya pada Alec selalu ada dan mulai memburu bayangannya dalam keputusasaan. Kebenaran akhirnya terungkap. Saat mengetahui jantung yang berdetak di dadanya adalah milik Alec, Lexi pun hancur hati. Keputusasaan akhirnya menguburnya hidup-hidup, bersama kenyataan pahit bahwa orang terkasihnya telah wafat untuk selamanya demi keselamatannya.
Melawan Nasib Kepunahan
Melawan Nasib Kepunahan
Tahun 262 di Era Carlo, efek rumah kaca terus memburuk. Gletser di kutub utara dan selatan mencair dengan cepat, permukaan laut naik, menenggelamkan banyak negara pesisir. Seiring pemanasan kembali suhu laut, beberapa monster laut raksasa purba yang tertidur di dasar laut pun bangkit, merampas wilayah manusia, dan menyerang manusia. Umat manusia menghadapi krisis hidup dan mati. Pada 1 Januari tahun 263 Era Carlo, hari pertama tahun baru, monster laut tingkat 10 bernama Tarto tiba di daratan terakhir manusia, Negara Tarmi. Tim terkuat Tarmi, Tim Carlo, yang telah menewaskan monster tingkat 9 di perbatasan utara, dipimpin oleh Jenderal Chandra, maju menghadapi Tarto. Pada 12 Maret tahun 263, seluruh anggota Tim Carlo gugur.