Logo
Jejak Cinta di Kota Hujan
Jejak Cinta di Kota Hujan

Jejak Cinta di Kota Hujan

74 Bab
Tamat
Dalam Jejak Cinta di Kota Hujan, Naya mencari inspirasi melalui modern novel ini. Namun, ia justru terjerat rahasia Arga, penulis yang menghilang karena skandal. Naya harus memilih antara mengungkap kebenaran atau melindungi cintanya. Baca romance stories penuh misteri ini sekarang.

Ringkasan Jejak Cinta di Kota Hujan

Naya, penulis yang sedang kehilangan inspirasi, pindah ke kota kecil yang selalu diguyur hujan demi mencari ide baru. Di sana, ia terpikat oleh Arga, barista misterius yang menyimpan rahasia kelam. Saat benih cinta mulai tumbuh, Naya terkejut mendapati bahwa Arga adalah penulis ternama yang sengaja menghilang akibat skandal besar. Kini, Naya terjebak dalam dilema antara rasa cintanya atau mengungkap kebenaran ke publik. Akankah ia melindungi Arga atau justru membongkar identitasnya?
Selengkapnya

Bab 1 dari Jejak Cinta di Kota Hujan

Naya Priatama menatap keluar jendela kecil dari apartemen yang baru ia sewa di pinggiran kota kecil bernama Windfall. Kota itu terkenal dengan hujannya yang tiada henti, seolah awan kelabu tak pernah mau beranjak dari langit. Hujan gerimis yang jatuh dengan ritme lembut mengiringi pikirannya yang sedang buntu. Setiap tetes air yang menimpa kaca jendela seakan berbisik, menantang imajinasinya yang sudah lama terjebak dalam kebuntuan.

“Apa yang sedang kucari di sini?” gumamnya, lebih kepada dirinya sendiri.

Naya datang ke kota ini dengan harapan besar. Setelah kesuksesan novel debutnya, ia merasa tekanan untuk menghasilkan karya kedua yang lebih baik. Namun, seiring waktu, ide-ide yang dulu mengalir bebas kini seakan terhenti. Inspirasi yang ia harapkan akan muncul dari tempat baru ini tampak menghindarinya, seolah menguji ketabahan dan kemampuannya sebagai seorang penulis.

Apartemennya sederhana—hanya terdiri dari ruang tamu kecil, dapur yang terhubung dengan ruang makan, dan satu kamar tidur. Tidak banyak yang bisa ia lakukan di tempat itu selain menulis, dan itulah yang ia inginkan. Tidak ada gangguan, tidak ada keramaian, hanya dia dan laptopnya.

Namun, saat ini, bahkan laptopnya terasa seperti musuh. Layar putih kosong yang menunggu untuk diisi kata-kata hanya membuat Naya semakin frustasi. Setiap kali ia mencoba mengetik, kata-kata yang muncul terasa tidak memadai, tidak cukup kuat untuk melanjutkan ceritanya.

Naya menarik napas panjang, mencoba meredakan kekesalannya. Ia memutuskan untuk keluar, mencari udara segar, atau mungkin, inspirasi yang selama ini menghindar. Setelah mengenakan jaket tebal dan membawa payung, ia melangkah keluar dari apartemen menuju pusat kota yang hanya berjarak beberapa menit berjalan kaki.

Windfall bukanlah kota besar, tetapi memiliki pesona yang unik. Jalan-jalan kecil yang berkelok, deretan toko-toko kuno dengan papan nama yang sudah mulai pudar, dan penduduk lokal yang ramah meskipun tampak sedikit tertutup. Naya merasa ada sesuatu yang istimewa di tempat ini—sebuah energi yang sulit dijelaskan, seolah setiap sudut kota menyimpan cerita tersendiri.

Saat hujan semakin deras, Naya mempercepat langkahnya. Ia menemukan dirinya berhenti di depan sebuah kafe kecil yang tampak hangat dan mengundang. Papan kayu di depan pintu bertuliskan “Café Aria” dengan huruf kursif yang anggun. Tanpa berpikir panjang, ia membuka pintu kafe dan disambut dengan aroma kopi yang menenangkan.

Suasana di dalam kafe sangat kontras dengan cuaca di luar. Dindingnya dihiasi dengan rak-rak penuh buku, musik jazz lembut mengalun di latar belakang, dan beberapa pelanggan duduk menikmati minuman mereka sambil membaca atau berbincang pelan. Tempat ini langsung memberikan Naya perasaan nyaman yang sudah lama ia cari.

Naya melangkah menuju meja kosong di dekat jendela, tempat ia bisa melihat hujan yang terus turun di luar. Ia baru saja duduk ketika seorang pria mendekatinya. Dia mengenakan seragam barista berwarna hitam dengan celemek cokelat muda, rambutnya yang hitam pekat sedikit berantakan, namun menambah pesonanya. Matanya tajam, tetapi ada sesuatu yang misterius dalam tatapannya.

“Selamat sore,” sapanya dengan suara rendah dan tenang. “Ada yang bisa saya bantu?”

Naya menatapnya sejenak sebelum tersadar dari lamunannya. “Oh, selamat sore. Saya akan pesan latte, tolong.”

Barista itu mengangguk pelan. “Baik, satu latte. Apakah Anda ingin menambahkan sesuatu yang lain?”

Naya menggeleng. “Tidak, itu saja. Terima kasih.”

Sebelum pria itu berbalik, Naya merasakan dorongan untuk bertanya lebih jauh. Namun, ia menahan diri dan hanya mengangguk sopan. Pria itu berjalan kembali ke barista counter, meninggalkan Naya dengan pikirannya.

Ada sesuatu yang menarik tentang pria itu—sesuatu yang membuat Naya ingin tahu lebih banyak. Tapi apa? Mungkin cara dia membawa dirinya, atau mungkin tatapannya yang dalam seolah menyimpan cerita yang tak terkatakan.

Sambil menunggu pesanannya, Naya mencoba membuka laptopnya dan menulis beberapa kalimat. Namun, pikirannya terus mengembara pada barista misterius itu. Apakah dia penduduk asli di kota ini? Atau mungkin dia juga seseorang yang datang ke sini untuk melarikan diri dari sesuatu, seperti dirinya?

Tak lama kemudian, latte pesanannya tiba, diantarkan oleh barista yang sama. Dia meletakkan cangkir di atas meja dengan hati-hati, lalu berkata, “Semoga Anda menikmati minuman ini.”

Naya mengangguk dan memberikan senyum kecil. “Terima kasih.”

Pria itu kembali ke posisinya di belakang counter, tetapi Naya masih merasa ada sesuatu yang aneh. Selama sisa sore itu, Naya duduk di kafe, mencoba menulis dan mengamati sekelilingnya. Namun, perhatian utamanya tetap tertuju pada barista yang sesekali melirik ke arah Naya, seolah menyadari bahwa ia sedang diperhatikan.

Waktu berlalu dengan cepat. Naya akhirnya memutuskan untuk pulang ketika hujan mulai reda sedikit. Ia menyimpan laptopnya dan berdiri, bersiap untuk meninggalkan kafe. Namun, sebelum ia benar-benar melangkah keluar, sesuatu menarik perhatiannya—sebuah buku catatan tebal berwarna hitam yang tergeletak di atas meja di belakang counter. Sebagian kecil dari halaman dalamnya terlihat, seolah-olah sengaja dibiarkan terbuka.

Naya merasa ada sesuatu yang aneh pada buku itu. Mungkin karena posisinya yang terlalu mencolok, atau mungkin karena instingnya sebagai penulis yang membuatnya penasaran. Tanpa berpikir panjang, ia mendekati counter dan memutuskan untuk berbicara dengan barista itu.

“Maaf,” panggilnya pelan. Pria itu menoleh, sejenak terlihat kaget dengan keberadaan Naya yang tiba-tiba di dekatnya.

“Ya?” jawabnya.

“Saya tidak bisa menahan rasa penasaran saya,” kata Naya sambil menunjuk ke buku catatan hitam itu. “Apakah itu milik Anda?”

Pria itu terlihat sedikit ragu, namun akhirnya ia mengangguk. “Ya, itu buku catatan saya. Mengapa?”

Naya tersenyum sedikit malu. “Saya hanya penasaran. Sebagai penulis, saya sering membawa buku catatan sendiri untuk mencatat ide-ide yang datang tiba-tiba. Jadi, saya merasa terhubung setiap kali melihat seseorang membawa buku catatan.”

Pria itu tertawa kecil, sebuah suara yang jarang didengar Naya sepanjang pertemuan mereka. “Begitukah? Menulis adalah sebuah seni yang membutuhkan dedikasi, dan saya rasa kita semua yang terlibat di dalamnya memiliki rasa persaudaraan yang sama.”

Naya mengangguk setuju. “Benar sekali. Saya sering merasa bahwa hanya dengan menulis, saya bisa benar-benar mengekspresikan diri.”

Percakapan mereka mulai mengalir lebih lancar, dan Naya merasa semakin tertarik pada pria ini. Ia memperkenalkan dirinya sebagai Naya, dan pria itu akhirnya menyebutkan namanya, Arga. Namun, ada sesuatu dalam cara Arga berbicara yang membuat Naya merasa bahwa dia sedang menyembunyikan sesuatu. Cara dia memilih kata-katanya, bagaimana dia menghindari pertanyaan yang terlalu pribadi, semua itu menambah rasa misteri yang sudah melingkupi dirinya.

Sebelum Naya pergi, Arga tiba-tiba berkata, “Jika Anda tertarik, Anda bisa datang ke sini lagi. Mungkin kita bisa berbagi ide-ide menulis.”

Naya terkejut dengan tawaran itu, tetapi ia menerimanya dengan senang hati. “Tentu saja, saya akan sangat senang. Terima kasih.”

Sepanjang perjalanan pulang, Naya merasa ada sesuatu yang berubah. Pertemuannya dengan Arga memberikan perasaan yang baru, seperti lembaran cerita yang siap untuk ditulis. Namun, di balik semua itu, ada rasa penasaran yang tak bisa diabaikan—siapakah Arga sebenarnya? Dan apa yang ia sembunyikan?

Saat Naya tiba di apartemennya dan mulai menulis, pikirannya terus kembali pada sosok Arga. Ia mencoba menggali lebih dalam apa yang ia rasakan, namun setiap kali ia merasa hampir menemukan jawabannya, pikiran itu kembali melesat, menyisakan lebih banyak pertanyaan.

Pagi berikutnya, Naya kembali ke Café Aria, berharap bisa bertemu dengan Arga lagi. Namun, kali ini suasana di kafe berbeda. Tidak ada Arga, hanya seorang barista lain yang tampak asing bagi Naya.

Naya merasa kecewa, namun ia memutuskan untuk tetap tinggal dan menulis. Setelah beberapa jam, ia memutuskan untuk bertanya kepada barista yang bekerja di sana. “Maaf, apakah Arga hari ini tidak masuk

kerja?”

Barista itu mengerutkan kening, tampak bingung. “Arga? Saya tidak yakin siapa yang Anda maksud.”

Naya terkejut. “Barista yang bekerja di sini kemarin, dia yang melayani saya.”

Barista itu tampak berpikir sejenak sebelum menjawab, “Maaf, tapi saya sudah bekerja di sini sejak pagi, dan saya tidak melihat ada orang bernama Arga yang bekerja di sini.”

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Balas dendam sang pewaris yang tak bertopeng
Balas dendam sang pewaris yang tak bertopeng
Dalam modern novel Balas dendam sang pewaris yang tak bertopeng, pewaris asli yang menyamar dikhianati pacarnya. Menghadapi pengkhianatan di bar miliknya sendiri, sang billionaire ini mengungkap identitas aslinya demi membalas dendam dalam kisah romance novel yang penuh kejutan.
Bayangan Pengantin yang Terlupakan
Bayangan Pengantin yang Terlupakan
Dalam novel romantis miliarder Bayangan Pengantin yang Terlupakan, seorang wanita dikhianati tiga kali oleh Ronan Leach, CEO Grup Leach. Meski menjanjikan pernikahan, Ronan justru menikahi wanita lain. Baca novel online gratis ini untuk mengikuti kisahnya melepas cinta beracun demi bayinya.
Dilema Sang Sekretaris
Dilema Sang Sekretaris
Dalam Dilema Sang Sekretaris, Grace terjebak antara profesionalisme dan pesona kakak bosnya setelah satu malam tak terduga. Ikuti kisah romance modern ini di web novel kami, sebuah billionaire romance novels yang penuh rahasia dan pilihan sulit antara karier atau panggilan hati.
Istri Rahasia Tuan CEO Dingin
Istri Rahasia Tuan CEO Dingin
Dalam Istri Rahasia Tuan CEO Dingin, Deana terjebak utang besar hingga nyawanya terancam. Ia terpaksa menerima tawaran Marvin untuk melahirkan ahli waris demi melunasi segalanya. Temukan kelanjutan kisah billionaire romance novels ini dalam web novel penuh pilihan sulit dan konsekuensi.
Kakak Iparku, Pengagum Rahasiaku
Kakak Iparku, Pengagum Rahasiaku
Membaca novel modern bergenre misteri romantis Kakak Iparku, Pengagum Rahasiaku di platform novel web kami. Demi mengejutkan suaminya di asrama proyek, seorang wanita justru terjebak dalam situasi intim berbahaya saat tiga rekan kerja suaminya datang. Baca novel online gratis ini sekarang.
The Confidential : Love And Ravange
The Confidential : Love And Ravange
Dalam The Confidential : Love And Ravange, Keysia harus mengungkap misteri di rumah barunya yang penuh teror dan dendam. Sebagai romance novel dengan elemen horror novel, ia terjebak antara cinta dan rahasia kematian. Baca mystery story ini untuk mengikuti perjuangan Keysia mengungkap kebenaran.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Cinta Kilat
Cinta Kilat
Setelah batal tunangan, Angel, gadis manja dan keras kepala, mengalami kecelakaan dan bertukar jiwa dengan Ricky, CEO dingin Grup Homa. Dari bentrokan lucu hingga momen mendebarkan, keduanya saling mengenal, jatuh cinta, dan akhirnya bersatu dalam kisah cinta tak terduga.
Orang Besar yang Terlupakan
Orang Besar yang Terlupakan
Meskipun dia orang penting, dia dipandang rendah dan diganggu karena sifatnya yang rendah hati.
Bangkitnya Naga Tersembunyi (Sulih Suara)
Bangkitnya Naga Tersembunyi (Sulih Suara)
Evan Parta, pewaris perguruan Tao, turun gunung ke Sagara membawa tanda pertunangan. Namun karena tampil sederhana, ia dihina dan pertunangannya dengan Tara Chandra dibatalkan di depan umum. Evan memilih memutuskan hubungan itu. Tak disangka, kakek Ayu Wangsa melihat potensi besar dalam dirinya dan ingin menjadikannya menantu. Dengan ilmu medis legendaris dan kekuatannya, Evan bangkit, menarik perhatian berbagai kekuatan besar, sementara identitas aslinya perlahan terungkap.
Tiga Anak VS Mami Keren
Tiga Anak VS Mami Keren
Enam tahun yang lalu, ayah dan adikku memberiku obat bius yang menyebabkan aku tidak sengaja tidur dengan seorang CEO. Setelah itu, aku mengetahui bahwa aku hamil dan diusir dari rumah. Salah satu dari tiga anak kembarku direbut. Saat mengetahui tentang kematian ibuku, aku merasa putus asa dan pergi dengan kedua anakku yang lain. Enam tahun kemudian, aku menjadi tabib terbaik dan ingin merebut kembali segalanya. Saat itu, aku bertemu lagi dengan CEO tersebut dan sekarang dia mengejarku. Aku nggak sabar memenangkan permainan balas dendam dan cinta ini!
Tulang Naga Senyap
Tulang Naga Senyap
Dulunya dia adalah pewaris dari keluarga terpandang, bahkan ahli bela diri yang punya fisik langka, tapi ibu tirinya yang kejam merampas semua kehebatannya untuk diberikan ke adiknya. Sejak itu dia menjadi lumpuh, hanya saja Tuhan memberinya kesempatan untuk sembuh. Setelah sembuh, dia hanya punya dua tujuan yaitu balas dendam dan memenuhi janjinya.
Tawanan Cinta Sang Raja Buas
Tawanan Cinta Sang Raja Buas
Pada Masa Kegelapan, kerajaan manusia terpaksa mempersembahkan wanita kepada ras Urekai untuk memuaskan hasrat mereka. Putri Emeriel menyamar sebagai pangeran sejak kecil demi bertahan hidup. Namun, demi menyelamatkan adiknya, dia rela menjadi budak bagi ras Urekai, hanya untuk mendapati bahwa dirinya adalah "Siren", wanita yang ditakdirkan menjadi pasangan makhluk buas. Dipilih oleh Sang Raja Buas yang telah mengamuk selama lima ratus tahun, Emeriel harus berjuang bertahan di tengah ketakutan dan hasrat. Rahasia, estrus, dan ikatan jiwa akan menyeretnya ke jurang takdir.