Bab 1

Keluargaku punya toko perlengkapan orang dewasa. Suatu hari, karena terlalu lelah, aku beristirahat di dalam toko. Tak sengaja, aku malah tersangkut di ranjang seks.

Om Charles dari toko sebelah masuk. Dia mengira aku adalah produk mainan dewasa model terbaru! Tak disangka, dia malah langsung melepaskan celanaku….

“Aku mau keluar ambil stok, tolong jaga toko sebentar.”

Aku samar-samar mendengar suara ibu, aku bergumam untuk menjawab, lalu kembali tertidur pulas.

Entah berapa lama aku tertidur, saat terbangun, aku merasa ada sesuatu yang aneh.

Seluruh tubuhku telungkup di atas ranjang, tapi tanganku diikat oleh karet. Ranjang itu terlipat dengan posisi yang aneh, sangat pas mengikuti lekuk tubuhku.

Aku bisa merasakan dengan jelas bokongku terangkat tinggi dan kakiku juga terbuka lebar. Tanpa melihat pun, aku tahu ini posisi yang sangat memalukan.

Pandanganku pun agak gelap, sepertinya kepalaku tertutup tirai di samping.

Apa… apa yang terjadi?

Aku mulai panik, berusaha keras melepaskan ikatan di tanganku, tapi ternyata tak bisa dilepaskan sama sekali.

Barulah kemudian aku sadar, keluargaku memiliki toko perlengkapan orang dewasa dan sepertinya ini ranjang seks yang baru kami pesan.

Ranjang ini memiliki beberapa mode dan setelah dinyalakan, hanya pengaturan dari luar yang bisa mematikannya.

Aku benar-benar terlalu lelah tadi. Aku sembarang mencari ranjang di gudang untuk tidur dan sama sekali tak memperhatikan bahwa ini adalah ranjang seks terbaru!

Aku suka tidur tengkurap dan tak bisa diam. Mungkin saat tidur, aku tak sengaja menyentuh mode itu, sehingga ranjang tunggal ini langsung mengikat tanganku.

Ranjang itu terbagi menjadi dua dari pinggang ke bawah, menopang perut bawah dan pinggangku, membuat bokongku terangkat tinggi, seperti boneka yang sedang menunggu penetrasi dari belakang…

Apa yang harus kulakukan?

Aku berteriak keras beberapa kali, tapi tak ada respon sama sekali.

Aku baru ingat bahwa sebelum aku tertidur, ibu bilang dia mau keluar untuk mengambil stok dan menyuruhku menjaga toko.

“Sussy.”

Tepat pada saat itu, tiba-tiba aku mendengar suara Om Charles dari arah pintu dan suara itu semakin mendekat!

Gawat!

Ibu bilang Om Charles akan datang untuk melunasi pembayaran.

Aku pun cemas, berjuang sekuat tenaga dan baru menyadari benda yang terlihat lembut ini, tak bisa diepaskan sama sekali!

“Di mana orangnya? Bukannya sudah janji mau melunasi pembayaran hari ini?”

Suara Om Charles semakin dekat, terdengar hanya beberapa langkah dariku. Posisi yang memalukan ini membuat wajahku memerah dan karena panik, aku tak berani bergerak sedikit pun.

“Ini… ini boneka baru yang baru masuk?”

Suara Om Charles membuat jantungku serasa melompat ke tenggorokan. Detik berikutnya, aku merasakan sepasang tangan besar yang hangat dan kering menyentuh pahaku!

Dan tangan itu terus merayap ke bagian atas, bahkan masuk ke dalam hotpantsku.

Karena cuaca panas, tentu saja aku mengenakan pakaian yang minim saat tidur di rumah. Hotpantsku hanya menutupi bokong seadanya.

“Sensasinya benar-benar enak sekali. Sangat realistis, bahkan ada suhunya,” ujar Om Charles sambil membelai bokongku.

Sensasi aneh itu membuatku menggertakkan gigi erat-erat, tidak berani mengeluarkan suara apa pun.

Jika sampai ada yang tahu bahwa diriku dikira boneka seks, habislah riwayatku!

Namun yang tak disangka, detik berikutnya aku merasa tangan itu sedang melucuti celanaku!

Bab 2

Hotpants musim panas memang sangat pendek dan agar lebih nyaman saat tidur, aku bahkan tidak memakai tali pinggangnya. Celana itu bisa langsung terlepas hanya dengan sekali tarik ke bawah!

“Tak disangka, sebegitu realistisnya? Boneka yang baru masuk kali ini memang bagus sekali.”

Suara Om Charles terdengar jelas bersemangat dan dia sepertinya sedang berjongkok di belakangku. Aku bisa merasakan dengan jelas hembusan napasnya dan udara panas yang dia keluarkan saat berbicara.

Hatiku penuh kepanikan dan kemarahan, tapi aku tak berani bergerak sekarang. Takut dengan suasana canggungnya jika ini terbongkar.

Bagaimana ini? Aku harus bagaimana?

Om Charles sudah melepaskan hotpantsku. Hanya tersisa sehelai celana dalam tipis di dalamnya!

“Ternyata masih ada celana dalam? Berenda pula?!”

Suara Om Charles menjadi semakin bersemangat. Tangannya terus mengelus bokongku, sentuhan panas itu membuat jantungku berdebar kencang.

Blub!

Tiba-tiba, aku merasakan sesuatu yang basah, hangat dan lembut menyentuh pahaku. Mungkinkah… itu mulutnya Om Charles?

Seketika, kilatan petir menyambar di benakku. Setelah menyadari kemungkinan ini, aku merasa malu sekaligus panik, namun entah kenapa malah muncul sensasi merangsang yang samar.

Akal sehat memberitahuku bahwa aku seharusnya berteriak untuk menghentikan Om Charles, tapi…

Ada suara lain di hatiku yang berbisik, jangan!

'Om Charles pasti mengira kamu adalah boneka. Jika benar-benar ketahuan, betapa memalukannya nanti? Bagaimana kamu menghadapinya setelah ini?'

Kami adalah tetangga dan sering bertemu, jangan sampai memperkeruh suasana.

Om Charles adalah pemilik toko barang antik di sebelah. Dia selalu terihat seperti orang berpendidikan, seorang pria dewasa yang tampan dan lembut.

Seharusnya dia tidak akan melakukan apa pun terhadap perlengkapan dewasa di gudang ini, ‘kan?

Aku pun berdoa dalam hati.

Selama tidak ketahuan, tahan saja sebentar.

“Paha ini lembut sekali, dari mana asal produk ini? Biar kutanyakan pada Sussy nanti, aku juga mau beli satu.”

Mungkin karena terlalu bersemangat, udara panas dari Om Charles saat berbicara mengenai lipatan pahaku, membuat bulu kudukku merinding.

Detik berikutnya, tiba-tiba aku merasakan sepasang tangan besar yang hangat menutupi area pribadiku.

Hmm…

Sensasi terkejut yang tiba-tiba membuatku tanpa sadar menggeliat sedikit. Setelah menyadarinya, aku merasa seolah jatuh ke dalam jurang es.

Gawat!

Jangan-jangan Om Charles sudah menyadarinya?

“Eh? Ternyata boneka ini bisa bergerak untuk merespon? Ini terlalu nyata, teknologinya sungguh canggih.”

Om Charles tampaknya sangat bersemangat dan langsung menanggalkan celana dalamku!

Aku memejamkan mata dengan putus asa.

Siapa yang bisa menyangka, diriku malah menjadi boneka seks saat ini. Setengah badanku telanjang di hadapan seorang pria!

Rasa malu yang luar biasa membanjiri hatiku.

Namun, sudah sampai di titik ini, aku tidak berani mengeluarkan suara!

Jika tadi masih ada kesempatan untuk menghindar, saat ini benar-benar sudah tidak ada pilihan untuk mundur lagi!

Aku hanya bisa berdoa dalam hati agar Om Charles segera pergi!

Jangan sampai dia melakukan hal-hal keterlaluan lainnya lagi.

Om Charles berada sangat dekat dengan area pribadiku. Aku bisa dengan jelas merasakan udara panas yang keluar dari napasnya.

Hal itu membuat tubuhku tanpa sadar menggeliat.

Selain rasa malu, aku juga merasakan sensasi terangsang.

Setelah menyadari hal ini, ada sedikit rasa cemas yang bertambah di hatiku.

Kok aku bisa begini?!

“Eh… kok bokongnya agak mirip dengan Rora?”

Bom!

Kalimat itu hampir seperti sambaran petir yang menghantam otakku, membuatku tak bisa berpikir seketika.

Pikiranku kosong, seluruh tubuhku membeku seperti patung di tempat.

Apa maksud ucapan Om Charles?

Jangan-jangan dia sudah menyadari bahwa ini aku?!

Kok dia bisa tahu seperti apa bokongku?!

Apa yang terjadi? Apa yang sebenarnya terjadi?

Setelah itu, aku merasakan lagi tangan hangat itu terus mengelus bokongku, bahkan kukunya menggaruk-garuk area pribadiku yang lembut.

Aku merupakan seorang wanita dewasa, tentu saja punya kebutuhan-kebutuhan tertentu.

Namun, tangan Om Charles yang kasar dan kapalan ini, rasanya benar-benar berbeda dengan tanganku sendiri.

Aku menggigit bibir bawahku erat-erat, berusaha mengabaikan gelombang kegembiraan yang datang dari dalam tubuhku.

Kok bisa begini?

Kok aku merasa hari ini lebih mudah terangsang daripada biasanya?

Napas Om Charles sudah semakin berat, udara panas terus menerpa bokongku.

Sentuhan basah dan hangat itu terus bergerak di bokongku. Aku juga bisa dengan jelas merasakan tangan itu terus meremas.

Tolong!

Aku berteriak di dalam hati.

Siapapun, tolong aku!

Aku merasa hatiku seperti terbelah menjadi dua.

Ada suara kecil yang terus menghalangiku mengeluarkan suara, seolah tenggelam dalam gelombang kenikmatan ini.

Selanjutnya, aku merasakan tangan itu menjauh dari bokongku, diikuti oleh suara gemerisik.

Jantungku langsung melompat ke tenggorokan!

Kemudian, sebuah benda yang keras dan panas menekan area pribadiku!

Baca Cerita Lengkapnya Sekarang
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk menghadirkan lebih banyak cerita luar biasa Goodnovel
Buka Semua Bab
Cari "B40689" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi NovelShort untuk melanjutkan membaca.
B40689
Salin

Jebakan Lilin Aromaterapi Ibuku

Bab 1
Bab
Sesuaikan
Bab Berikutnya