Logo
Jatuh Cinta Dengan CEO Duda
Jatuh Cinta Dengan CEO Duda

Jatuh Cinta Dengan CEO Duda

88 Bab
Tamat
Dalam Jatuh Cinta Dengan CEO Duda, Sinta harus menghadapi tantangan saat bekerja untuk Dimas. Konflik memuncak ketika mantan istrinya kembali mengancam hubungan mereka. Baca kisah romance novel ini di web novel kami, salah satu billionaire romance books terbaik untuk pembaca setia.
Bab 1 dari Jatuh Cinta Dengan CEO Duda

Hujan deras mengguyur kota Jakarta sore itu, membasahi jalanan yang dipenuhi kendaraan. Gedung-gedung pencakar langit tampak buram oleh kabut dan rintik hujan, namun di salah satu lantai tertinggi, seorang pria berdiri menghadap jendela kaca besar. Dimas Pratama, CEO PT Pratama Jaya, adalah sosok yang mendominasi ruangannya dengan kehadiran dingin dan penuh wibawa.

Jas hitam yang ia kenakan terjahit rapi, menggambarkan sosok pria mapan yang telah lama terbiasa dengan dunia bisnis yang keras. Sorot matanya yang tajam mengamati keramaian kota tanpa benar-benar melihat, seolah pikirannya melayang jauh dari hiruk-pikuk dunia di bawah sana.

Hari itu seperti hari-hari lainnya bagi Dimas. Ia mengawali pagi dengan rapat bersama para eksekutif, diikuti panggilan dari klien besar, lalu menandatangani kontrak miliaran rupiah. Jadwalnya padat, tanpa jeda untuk memikirkan hal-hal yang bukan urusan pekerjaan. Sebagai salah satu pengusaha muda paling sukses di negeri ini, Dimas sudah terbiasa mengorbankan segalanya untuk ambisi dan tanggung jawabnya. Namun, di balik gemilangnya kesuksesan, hidup Dimas hanyalah rutinitas yang kaku dan sunyi.

Saat itu, pintu ruangannya diketuk, membuyarkan lamunannya. Terdengar suara berat sekretaris pribadinya, Pak Arman.

"Pak Dimas, rapat dengan tim pemasaran akan dimulai dalam lima menit."

"Baik, saya segera ke sana," jawab Dimas singkat tanpa menoleh.

Langkah Dimas mantap keluar dari ruangan, melewati koridor yang dirancang dengan interior modern. Setiap karyawan yang berpapasan dengannya menunduk hormat, namun tatapan mereka penuh dengan rasa segan. Dimas bukan tipe atasan yang hangat atau murah senyum. Semua orang tahu, Dimas Pratama hanya peduli pada nasi kerja keras mereka.

Di dalam ruang rapat, tim pemasaran telah menunggu.

"Selamat datang, pak Dimas."

"Terimakasih," sahut Dimas dan langsung duduk di kursinya. 

Rapat dimulai dengan presentasi strategi baru untuk kampanye produk terbaru perusahaan. Dimas mendengarkan dengan serius, namun kritik pedas keluar tanpa ragu ketika ia merasa ada hal yang tidak sesuai.

"Kita tidak bisa menggunakan pendekatan klise seperti ini. Pasar sudah jenuh. Berikan sesuatu yang segar, yang berbeda, atau kita akan kalah dari pesaing," ujarnya tegas.

Semua orang menegang mendengar kritikan pedas yang terlontar dari bibir Dimas.

Rapat berakhir dengan suasana tegang, seperti biasa. Namun bagi Dimas, itu hanyalah bagian dari pekerjaannya. Ia telah membangun perusahaannya dari nol setelah melepaskan diri dari bayang-bayang ayahnya yang dulu juga seorang pengusaha besar. Baginya, kesuksesan adalah segalanya, tanpa kompromi.

Namun, di balik semua pencapaiannya, ada kekosongan yang tak bisa ia isi.

****

Sore itu, setelah jam kerja telah berakhir, Dimas tidak langsung pulang ke rumah. Ia memilih duduk di sudut ruangannya yang sunyi, memandangi foto seorang anak laki-laki berusia delapan tahun di atas meja kerjanya. Arya. Satu-satunya anaknya, sekaligus satu-satunya hal yang membuatnya tetap bertahan setelah perceraian yang menghancurkan hidupnya.

Hubungannya dengan Arya, sayangnya, jauh dari kata dekat. Setelah bercerai dari Melisa tiga tahun lalu, Dimas merasa dirinya semakin terpisah dari putrinya itu. Bukan karena ia tidak peduli, tetapi karena ia tidak tahu bagaimana caranya menunjukkan kasih sayang. Waktu yang ia habiskan bersama Arya sering terasa canggung, seolah ada dinding tak terlihat yang memisahkan mereka.

Ponselnya berbunyi, memunculkan nama Bu Wina, pengasuh Arya.

"Pak Dimas, Arya tadi tidak mau makan siang lagi," lapor Bu Wina, pengasuh Arya dengan nada khawatir.

Dimas menarik napas panjang. Ini bukan pertama kalinya ia mendengar kabar seperti itu.

"Coba bujuk dia. Kalau dia tetap tidak mau makan, biarkan saja. Nanti saya pulang," jawabnya singkat sebelum menutup telepon.

Hati kecilnya terasa berat setiap kali menerima kabar tentang Arya, tetapi ia tak tahu harus berbuat apa. Hidupnya sudah terlalu rumit untuk ditambah dengan masalah emosional yang tak ia pahami.

****

Malam itu, Dimas pulang ke rumah yang megah di kawasan elit Jakarta Selatan. Rumah itu luas, dengan taman yang indah dan kolam renang di belakang, tetapi selalu terasa kosong. Arya sedang duduk di ruang keluarga dengan tablet di tangannya, tenggelam dalam dunianya sendiri.

"Sudah makan?" tanya Dimas ketika ia melepas jasnya.

Arya hanya menggeleng tanpa menoleh pada ayahnya.

Dimas menghela napas. Ia mencoba mendekat dan duduk di sebelah putranya. "Kenapa tidak mau Ma kan, Arya? Nanti kamu sakit."

Arya tetap diam, matanya terpaku pada layar.

Dimas ingin mengatakan sesuatu lagi, tetapi ia tidak tahu harus memulai dari mana. Akhirnya, ia hanya mengusap kepala Arya dengan kaku sebelum berdiri. Ia tahu bahwa kehadirannya saja tidak cukup untuk mengisi kekosongan yang dirasakan putranya.

Dimas melangkah pergi menuju ke kamarnya.

Di dalm kamarnya, Dimas duduk di depan meja kerja kecil, memandangi foto lama keluarganya. Foto itu diambil saat Arya baru berusia lima tahun, sebelum rumah tangganya dengan Melisa berantakan. Saat itu, mereka tampak seperti keluarga bahagia. Namun, di balik senyuman di foto tersebut, ada retakan yang perlahan menghancurkan segalanya.

Perceraian dengan Melisa bukan keputusan yang mudah. Melisa adalah wanita yang ambisius, sama seperti Dimas, tetapi ambisinya sering kali berbenturan dengan prinsip mereka. Ketika konflik semakin memanas, Dimas memilih berpisah, meskipun itu berarti melukai hati Arya. Hingga kini, rasa bersalah itu terus menghantuinya, meskipun ia tak pernah mengakuinya pada siapa pun.

****

Keesokan harinya, Dimas kembali larut dalam pekerjaannya. Agenda hari itu penuh dengan pertemuan penting, termasuk wawancara untuk mencari sekretaris baru. Pak Arman yang selama ini menjadi tangan kanan Dimas telah meminta pensiun dini, dan Dimas membutuhkan seseorang yang dapat diandalkan untuk menggantikan posisinya.

Sesi wawancara dimulai dengan belasan kandidat, tetapi tidak ada yang benar-benar menarik perhatian Dimas. Hingga akhirnya, seorang wanita muda masuk ke ruang wawancara. Ia mengenakan kemeja putih sederhana dengan blazer hitam, rambutnya diikat rapi. Senyum ramahnya langsung mencuri perhatian tim wawancara, meski Dimas tetap bersikap netral.

"Perkenalkan, nama saya Sinta Rahayu. Saya lulusan administrasi bisnis dan memiliki pengalaman sebagai sekretaris di perusahaan sebelumnya," ujar wanita itu dengan nada percaya diri namun sopan.

Dimas mengamati Sinta dengan mata tajamnya. Ia mengajukan beberapa pertanyaan sulit, mencoba menguji kemampuan Sinta di bawah tekanan. Namun, jawaban Sinta selalu lugas dan tepat, menunjukkan bahwa ia tidak hanya cakap, tetapi juga tangguh.

Setelah wawancara selesai, tim merekomendasikan Sinta sebagai kandidat terbaik. Meskipun Dimas tidak menunjukkan antusiasme, ia setuju untuk memberinya kesempatan. Baginya, profesionalisme adalah segalanya.

"Selamat, mulai besok Anda resmi menjadi bagian dari tim saya," ucap Dimas tanpa ekspresi.

"Terima kasih, Pak. Saya akan bekerja sebaik mungkin," jawab Sinta dengan senyum tulus.

Dimas hanya mengangguk sebelum meninggalkan Ruangan tersebut, kembali tenggelam dalam pikirannya sendiri. Ia tidak menyadari bahwa kehadiran Sinta akan membawa perubahan besar dalam hidupnya dan Arya.

****

Malam itu, hujan kembali mengguyur kita Jakarta. Dimas berdiri di balkon rumahnya, memandangi taman yang gelap. Ia merenungkan kehidupannya yang terasa hampa meski ia memiliki segalanya.

Di dalam rumah, Arya tertidur di kamarnya, memeluk boneka lama yang sudah lusuh. Dimas tahu bahwa ia harus menemukan cara untuk memperbaiki hubungannya dengan putranya, tetapi ia tidak tahu harus mulai dari mana.

Hidup Dimas adalah seperti hujan di luar sana, dingin, deras, tetapi selalu mengalir tanpa henti. Ia hanya berharap suatu hari nanti, badai itu akan reda, dan ia bisa merasakan hangatnya sinar matahari sekali lagi.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Cinta dari CEO Sombong: Dingin Sekarang, Sayang Kemudian
Cinta dari CEO Sombong: Dingin Sekarang, Sayang Kemudian
Dalam novel romantis miliarder Cinta dari CEO Sombong: Dingin Sekarang, Sayang Kemudian, Wenny Cladia memutuskan menceraikan suaminya, Hendro Jamil, setelah tahu ia hanya dimanfaatkan. Baca novel online gratis ini untuk melihat perjuangan Wenny bangkit menjadi ahli medis sukses.
Cinta Setelah Menikah
Cinta Setelah Menikah
Dalam novel Cinta Setelah Menikah, Bunga harus menghadapi kenyataan saat dinikahi Rio Xen Zhin, seorang CEO dingin yang mirip mantan tunangannya. Billionaire romance novels ini mengisahkan perjuangan Bunga lepas dari masa lalu di tengah pernikahan balas jasa. Baca online novel seru ini.
Musuh Bebuyutanku yang Berdarah Dingin Tiba-tiba Terobsesi Denganku
Musuh Bebuyutanku yang Berdarah Dingin Tiba-tiba Terobsesi Denganku
Dalam Musuh Bebuyutanku yang Berdarah Dingin Tiba-tiba Terobsesi Denganku, Daniela membatalkan pernikahan demi membalas pengkhianatan Yosua. Didampingi tiga saudara Stewart, ia menghadapi keluarga Clark dalam billionaire romance novel yang penuh intrik dan aksi balas dendam.
Dendam Anak Tiri
Dendam Anak Tiri
Dalam novel modern Dendam Anak Tiri, Alena bertransformasi menjadi wanita ambisius demi menghancurkan ayah kaya yang menelantarkannya. Konflik memuncak saat ia berhadapan dengan Alyssa. Baca billionaire romance ini untuk melihat misi balas dendam di antara fiksi online novel terbaik.
Gairah Istri yang Tersembunyi
Gairah Istri yang Tersembunyi
Dalam Gairah Istri yang Tersembunyi, Abigail merahasiakan identitasnya sebagai penulis dari suaminya yang dingin, seorang CEO penerbitan. Konflik memuncak saat sang suami terobsesi mencari penulis misterius tersebut. Simak kisah seru ini di romance novel dan billionaire romance books pilihan.
Gara-Gara Cinta Satu Malam
Gara-Gara Cinta Satu Malam
Dalam novel Gara-Gara Cinta Satu Malam, Ellena melepaskan segalanya demi balas dendam hingga terjebak dengan William Hamilton. Kisah billionaire romance novels ini membawa mereka ke takdir rumit. Baca romance novel penuh kejutan ini hanya di platform web novel terbaik.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Putuskan Semua Obsesi Lama
Putuskan Semua Obsesi Lama
Menjelang pernikahannya dengan Jordy Kusuma, Amelia Winata mengetahui bahwa Jordy melakukan inseminasi buatan pada Diana Lenon yang sedang berada di stadium akhir kanker dengan dalih balas budi, bahkan mengajak Amelia ke pemotretan pernikahan mereka. Amelia yang patah hati membatalkan pernikahannya dengan bantuan sahabatnya, Bianca Erga, dan mengabdikan dirinya untuk proyek penelitian rahasia dosen pembimbingnya.
Putri Diangkat, Istana Dikuasai
Putri Diangkat, Istana Dikuasai
Dijebak Selir Mulia Sheffield, Josephine tewas dalam kebakaran istana bersama pangeran bayinya. Terlahir kembali dengan sistem kesuburan misterius, ia kembali ke istana bertekad mengubah takdirnya. Melawan para selir licik, kaisar penuh perhitungan, dan ibu suri yang kejam, ia meraih kekuasaan lewat strategi, aliansi, dan anak-anak yang dilahirkannya. Pada akhirnya, Josephine membantu Putri Serena merebut takhta dan mengamankan kekuasaan tertinggi sebagai Ibu Suri.
Menikah lagi di Era 90-an
Menikah lagi di Era 90-an
Di kehidupan lalu, Maya Lestari dibohongi suaminya, Wira. Wira pura-pura mati dan ambil identitas adik kandungnya, demi Lidya, adik iparnya. Ia habiskan hidupnya mengurus mereka dan ibu mertuanya. Namun takdir memberinya kesempatan kedua. Di kehidupan ini, Maya memilih jalan berbeda, menerima cinta sejati, dan memulai kariernya. Dan mantan suaminya sekeluarga hidup dalam kekacauan.
Kesempatan Kedua untuk Cinta Kita
Kesempatan Kedua untuk Cinta Kita
Saat mengantar putrinya ke rumah sakit, Emma sama sekali tak menyangka akan bertemu Nate, mantan pacarnya. Hubungan mereka dulu berawal dari paksaan keponakan Nate. Meski mengandung anak kembar, Emma terpaksa pergi dan hanya mampu menyelamatkan putri mereka. Tujuh tahun kemudian, takdir telah mempertemukan mereka kembali. Nate yang segera mengenalinya, bersumpah menebus semua kesalahan serta memperjuangkan Emma kembali ke pelukannya. Kini, akankah percikan cinta itu kembali berkobar?
Revolusi Pelangsingan
Revolusi Pelangsingan
Devan adalah seorang pewaris Keluarga Haris. Dia menikahi Karin yang merupakan putri dari taipan kaya karena perjodohan keluarga. Namun, Devan kaget melihat Karin pertama kali di hari pernikahan mereka karena dia merupakan wanita gemuk yang berat badannya hampir mencapai 136 kg. Para tamu yang hadir dengan cepat menjadikan Devan bahan tertawaan di acara itu. Dengan enggan, Devan memulai kehidupannya dengan orang asing ini dan rasa cinta yang kuat dari Karin hanya menambah stres baginya. Saat usaha Karin untuk menjaga cinta mereka secara nggak sengaja buat Devan marah, Devan yang terobsesi pada penampilan melampiaskan kekesalannya padanya bahkan mengkritik berat badannya. Karin yang merasa sangat terluka memutuskan untuk mulai menurunkan berat badan dan bertekad buat Devan menyesali tindakannya.
Dimanjakan Bos Setelah Berhenti Kerja
Dimanjakan Bos Setelah Berhenti Kerja
Tiga tahun yang lalu, aku adalah burung yang dikurung untuk ayahku. Sudah tiga tahun, dan hutang ini harus dilunasi. Lu Jingxiao, aku lelah, tolong lepaskan aku!