Logo
JADI SELINGKUHAN
JADI SELINGKUHAN

JADI SELINGKUHAN

73 Bab
Tamat
Dalam novel modern JADI SELINGKUHAN, seorang wanita terjebak dalam takdir pahit menjadi selingkuhan suami orang. Ia harus menghadapi cibiran publik demi mempertahankan posisinya. Temukan kerumitan hubungan ini dalam romance novel yang penuh pilihan sulit di platform web novel kami.
Bab 1 dari JADI SELINGKUHAN

Arthur seakan terhipnotis oleh gerakan-gerakan yang diberikan oleh Sella kepada tubuhnya. Sehingga, dia lupa segala yang terjadi sebelumnya, dan sesuatu yang hal yang harus dia selesaikan ke kantor polisi. Sekarang, detak jantung mereka berdua menjadi tidak beraturan, dada mereka juga terasa sesak, dengan nafas saling memburu. Udara di dalam ruangan itu terasa sangat panas akibat dari sentuhan demi sentuhan yang mengalirkan desiran panas di setiap pembuluh darah masing-masing.

Melihat Arthur yang sudah terpengaruh oleh gerakan, dan sentuhannya, Sella pun melepas baju yang dia kenakan secepat kilat. Sehingga menampakkan dua buah gundukan daging kenyal yang terbungkus oleh kain berenda berwarna merah muda yang melekat di dadanya. Sella memainkan buah dadanya sendiri yang berukuran lebih dari genggaman tangan pria dewasa itu, sebelum dia benar-benar melepaskan penutup kedua bukit kembar itu untuk menggoda lawan jenisnya yang sudah terpengaruh oleh hasrat yang dia salurkan dari tadi.

Melihat dua gundukan daging sintal nan kenyal, yang dimainkan oleh Sella di atas tubuhnya, membuat mata Arthur tidak bisa berkedip dari pemandangan indah di hadapannya. Dengan susah payah Arthur menelan saliva yang terasa menggenangi mulutnya. Salivanya terasa begitu susah untuk di telan masuk melewati kerongkongan yang kini terasa tercekik entah karena apa.

"Gede sekali," batin Arthur dengan mata berbinar. Arthur kaget, dan juga ngiler melihat kedua bukit kembar Sella secara langsung di waktu terang, dan dalam keadaan seratus persen sadar, tanpa terpengaruh obat afrodisiak lagi.

Arthur memang sudah memegang, dan memainkan bukit kembar nan sintal milik Sella tadi malam. Akan tetapi, dia melakukan itu dalam kegelapan malam tanpa ada lampu yang meneranginya. Tadi malam Arthur hanya bisa meraba, dan menikmatinya dalam keadaan setengah sadar. Berbeda dengan sekarang, Arthur dengan sangat jelas bisa melihat kedua bukit kembar yang menjadi aset berharga di tubuh Sella.

Saliva Arthur semakin banyak keluar, dengan prominentia laryngea nya yang naik turun. Mata Arthur tidak bisa beralih dari pandangan yang menarik perhatiannya itu untuk beberapa saat.

"Se … Sel? I-itu …." Mata Arthur masih belum bisa teralihkan dari bukit kembar yang bergelantung di dada Sella.

"Apa, Sayang?" Goda Sella dengan nada manjanya. Dia tahu apa yang dimaksud oleh Arthur. Sehingga, Sella semakin membusungkan dadanya untuk memikat mata yang sudah mau copot di bawahnya.

"Ini?" ucap Sella meremas kedua bukit kembarnya sendiri.

"Empuk," Sella terus meremas bukit kembar itu dengan lidah yang menyapu bibirnya sendiri.

"Kamu mau merasakannya?" Sella membungkukkan badannya ke bawah, mendekati tubuh yang sedang dia himpit. Sehingga kedua pucuk bukit kembarnya menyentuh wajah orang yang sudah mabuk di bawahnya.

"Apa kamu menyukainya?" bisik Sella di telinga Arthur, dan menghembuskan nafasnya yang terasa hangat di daun telinga sang pujaan hati.

"Kamu adalah pemiliknya. Kamu bebas memainkannya sesuka hati," bisiknya Kembali dengan nada sensual yang membuat seluruh tubuh Arthur meremang.

"Ayo, lakukan! apa yang mau kamu lakukan. Kamu adalah pemilik semua yang aku miliki," Sella menjilat, dan menggigit kecil daun telinga Arthur selepas dia mengeluarkan kata-kata yang mampu membuat seorang pria dimabuk nafsu.

Arthur seperti telah tersihir setelah mendengarkan semua kata-kata rayuan Sella di telinganya. Dia memegang kedua bukit kembar yang sudah berada tepat di depan wajahnya. Wajah Arthur, dan kedua bukit kembar Sella hanya menyisakan jarak beberapa sentimeter saja. "Sangat empuk," ucap Arthur yang meremas kedua bukit kembar Sella dengan tangannya tanpa sadar.

Arthur menarik kedua bukit kembar itu sampai menempel ke bibirnya. Dia menghisap bulatan kecil yang berada di pucuk bukit kembar itu, sehingga membuat Sella mendesah nikmat merasakan sensasi dari hisapan Arthur di tempat aset berharganya.

"Enak, Sayang." Sella semakin membungkukkan badannya, membuat kedua bukit kembarnya semakin menempel ke bibir, dan wajah Arthur.

Sella menikmati hisapan, dan gigitan kecil Arthur di kedua bukit kembarnya secara bergantian. Dia juga semakin menggoda Arthur dengan menggoyang-goyangkan pinggulnya tepat di atas benda pusaka Arthur. Sella membuat goyangan melingkar, terkadang sesekali menekan bokongnya kebawah. Bokong Sella dapat merasakan onggokan benda pusaka Arthur yang sudah mengeras di dalam celananya. Andai benda pusaka itu bisa berbicara, sudah pasti dia akan berteriak minta dikeluarkan dari dalam celana Arthur untuk menemui tempat pemijatnya.

Sella turun dari atas tubuh yang dari tadi dia himpit, untuk membuka celana sang pujaan hati yang mengganggu aktivitasnya dari tadi. Dia membuang celana Arthur yang sudah berhasil dia lucuti ke sembarang arah. Kini, Sella bisa melihat dengan jelas bongkahan Penis yang sudah mendesak CD yang membungkusnya.

"Besar sekali! aku suka." Sella membungkukkan badannya, kemudian menggigit onggokan benda pusaka Arthur yang masih terbungkus celana dalam.

Sella segera menarik lepas celana dalam Arthur yang mengganggu permainannya. Hingga, memperlihatkan pedang pusaka Arthur yang sudah membesar, dan mengeras dari tadi. Mata Sella membulat sempurna saat retina nya melihat ke arah benda pusaka Arthur yang telah dalam mode on untuk berperang.

Dengan susah payah Sella menelan salivanya. Kini, jantung Sella terasa bekerja memompa darah lebih cepat dari biasanya. Dia melihat benda pusaka itu dengan tatapan lapar, dan haus. Sella mendekati benda tumpul yang sudah mengeras dan membesar itu dengan desiran panas di dalam dadanya.

"Ternyata punyamu lebih besar dari apa yang aku rasakan tadi malam," ucap Sella dengan tatapan mata yang masih setia menuju ke arah benda pusaka Arthur.

Sella membungkuk, mendekati Arthur, dan berbisik, "Puaskan aku!" Mendengar bisikan dari Sella, darah Arthur berdesir. Seluruh tubuhnya semakin meremang. Dia sekarang seakan sedang di tantang untuk menguji kejantanannya.

Setelah mengucapkan permintaannya di dekat telinga Arthur, Sella naik ke atas ranjang, dan bersimpuh tepat di dekat pinggang Arthur. Digenggamnya tombak pusaka itu dengan remasan, dan gerakan naik turun membuat sang empu mendesah nikmat.

"Hm… akhh," Mata Arthur terpejam, menikmati gerakan jemari lembut Sella yang meremas, dan bergerak lincah memainkan penisnya.

"Geli, Sel!" teriak Arthur saat Sella memainkan lubang kecil yang terdapat di tengah-tengah kepala tombak pusaka Arthur.

"Nikmati saja, Sayang!" ucap Sella menghentikan permainannya di kepala tombak pusaka Arthur. Kini sebelah tangan sella fokus bermain di batang tombaknya saja.

Walaupun Sella menyuruh Arthur untuk menikmati rasa geli akibat permainannya di pucuk kepala tombak pusaka Arthur, namun Sella mengerti apa yang tersirat dalam permintaan sang pujaan hati. Dia menghentikan permainannya di daerah itu, dan beralih ke batang tombaknya saja.

"Kamu pakai obat apa untuk membesarkan ini, Sayang?" tanya Sella yang semakin tidak waras akibat permainannya sendiri.

"A-aku gak pakai obat apa-apa," jawab Arhur dengan mata yang masih terpejam menikmati remasan, dan pijatan lembut oleh tangan Sella di bagian inti tubuhnya.

"Pilihanku selama ini gak pernah salah, sekarang aku mendapatkan bibit unggul," ucap Sella, dan kemudian mencium pucuk kepala tombak pusaka Arthur.

Sella memainkan lidahnya di batas pucuk kepala tombak pusaka Arthur. dia menyapu kepala tombak pusaka Arthur dengan lidahnya berulang kali. "Sel …!" Arthur memegang kepala Sella. Tubuhnya mengejang saat Sella terus melancarkan aksinya. "Geli, Sel!" ucap Arthur yang merasakan sensasi luar biasa di tombak pusakanya.

"Geli-geli nikmat kan, Sayang?" ucap Sella menghentikan permainannya.

Arthur hanya diam. Di hatinya dia membenarkan apa yang dikatakan oleh Sella kepada dirinya. Sapuan lidah Sella terasa hangat, geli, bercampur nikmat, membuat matanya terpejam dan susah untuk dibuka kembali.

"Kalau kamu terus melakukan itu kepadaku. Mataku bisa juling, Sel," beberapa saat kemudian Arthur baru berkilah menjawab pertanyaan Sella.

"He he … nikmati saja, Sayang," kekeh Sella yang senang melihat raut wajah Arthur saat dia beraksi memberikan service untuk Arthur.

Sella terus bermain sesuka hatinya. Sebelah tangan Sella bergerilya di atas dada bidang Arthur, sesekali memainkan puting kecil di dada bidang itu. Sella juga meremas sekitaran puting membuat Arthur semakin terbang terbawa suasana. Sedangkan, sebelah tangannya lagi, masih tetap setia berada di tombak pusaka Arthur.

"Punyamu, benar-benar besar sekali!" Sella menatap benda yang ada dalam genggaman tangannya dengan pancaran mata penuh nafsu.

Sella menundukkan tubuhnya ke bawah, hingga wajahnya dengan tombak pusaka Arthur tidak menyisakan jarak sedikitpun. Sella kembali memainkan ujung lidahnya di atas pucuk kepala tombak pusaka yang ada di dalam genggamannya.

"Ahh…." lenguhan geli bercampur nikmat keluar dari mulut Arthur, membuat Sella semakin semangat memainkan permainannya.

Sella menyapu batang tombak pusaka yang sudah semakin mengeras di hadapannya, mulai dari ujung sampai ke pangkal dengan lidah yang kadang dimainkan dengan arah berputar. Sella sengaja bermain-main disana supaya Arthur semakin terbuai, dan berharap tidak bisa melupakan dirinya setelah ini.

Mendapat service yang begitu memabukkan, Arthur tanpa sengaja mengangkat pinggangnya beberapa sentimeter dari kasur, matanya merem melek dengan mulut sedikit menganga.

"Kamu akan menikmati ini selamanya, Sayang," ucap sella sambil mengangkat kepalanya melihat wajah Arthur yang lagi ke enakan. Melihat wajah Arthur yang sedang ke enakan menikmati permainannya, membuat Sella terkekeh senang.

"Mari, Sayang. Kita akan menggila bersama!" Sella kembali menjilat kepala, dan batang tombak pusaka Arthur dengan semangat.

Sella memasukkan tomak pusaka besar yang telah menusuk vaginanya dari semalam hingga tadi pagi itu ke dalam mulutnya. Dia memaju mundurkan wajahnya dengan mulut yang mengulum tombak pusaka Arthur, dengan lidah yang terus menari di dalam sana.

"Hmm … Akhh." Arthur mendongakkan kepalanya keatas dengan mata yang terpejam.

Deru nafas Arthur mulai tidak beraturan. Dirinya sudah dikuasai oleh gairah yang meminta lebih dari Sella. Dengan gerakan cepat, Arthur bangun dari posisinya, dan langsung menyambar bibir seksi Sella yang ranum. dia melumatnya sepersekian menit dengan penuh nafsu yang sudah membara.

Ciuman mereka berlangsung cukup lama, hingga keduanya merasa kehabisan nafas. "Mmm, aach…." Mereka melepaskan ciuman panas itu untuk mengambil oksigen yang terasa sudah habis.

Arthur hanya melepaskan ciuman itu sesaat, dia kembali melumat bibir Sella, dan saling bertukar saliva dengan lidah saling bertaut. Bibir Arthur turun ke leher jenjang milik Sella, memberikan tanda kepemilikannya di sana.

"Hmm… akhh," Sella mendesah saat lehernya di hisap oleh Arthur dengan tangannya yang ikut menggerayangi buah dada Sella.

Desahan yang keluar dari mulut Sella membuat Arthur semakin menggila. Arthur menurunkan wajahnya hingga sejajar dengan dua bulatan daging kenyal yang bergelayut di dada Sella. Tangan Arthur meremas kedua daging empuk di hadapannya dengan kasar, dan menghisap putingnya seperti bayi yang sedang kelaparan ASI.

Satu tangan Arthur menyentuh bagian tengah-tengah tubuh Sella, yang mana di sana terdapat bukit terbelah yang mempunyai gua di dalamnya. Sekarang pintu gua itu sudah mulai basah. Arthur memainkan pulau kecil sebesar biji kacang di dalam belahan bukit Sella sebelum menyelamkan jari manisnya kedalam lubang gua nan hangat yang sudah becek itu.

"Heh, huum … akhh." Desahan Sella membuat Arthur semakin ganas menghisap kasar pucuk buah dadanya.

Sekarang, jari tengah Arthur sudah melsap masuk lewat pintu gua di dalam bukit terbelah milik Sella. Dia memaju mundurkan tangannya, menusuk lubang gua sambil menikmati sensasi panas yang diberikan oleh dinding gua kepada jarinya yang masuk ke dalam gua itu.

Otot-otot buah dada Sella mengeras, badannya menggelinjang menikmati semua sentuhan dari Arthur. "Oh … Hmm … Sayang, kamu nakal," ucap wanita yang dimainkan oleh Arthur di sela-sela desahannya.

Merasakan kedutan yang mulai meningkat di dalam gua, Arthur menambahkan satu jarinya masuk ke dalam lubang gua Sella. Dia menusuknya sampai dalam, dan mempercepat gerakannya. Membuat orang yang dimainkan semakin mengerang kenikmatan.

"Huh,..  hah. Hmm, ooh … Aah. Sa … aahh … Sayang, a-aku. Akhh…" Sela terus mengerang, dan mendesah di saat Arthur menambah kecepatan tusukan jarinya di lubang gua Sella.

"A-arthur ..! aku ma-mau keluar. Aah… hmm … aahh …." Sella mencengkram punggung Arthur, dengan seluruh tubuh yang terasa mengejang. Sedangkan Arthur yang sudah menambahkan satu jarinya masuk kedalam lubang gua Sella, dia terus meningkatkan kecepatan tusukan tangannya di dalam lubang senggama itu.

Erangan panjang pun keluar dari mulut Sella. Dadanya membusung, tubuhnya terangkat beberapa senti dari atas kasur, dengan kepala menengadah ke belakang.  Lelehan lahar putih pun keluar, dan mengalir dari lubang senggama Sella membasahi jari Arthur yang terus menusuk lubang panas yang berkedut milik Sella. Tubuh Sella yang tadinya mengejang, kini telah mulai mengendur kembali. Sella pun ambruk di dalam pelukan Arthur setelah dia mencapai orgasmenya. Sella memejamkan matanya dalam lelah, sambil menikmati sisa kedutan di bagian inti tubuhnya yang masih terasa. Kini, tenaga Sella terasa tidak ada di dalam tubuhnya. Semua saraf di dalam dirinya seakan sedang tidak berfungsi sama sekali.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

3 Sayap Pelindungku
3 Sayap Pelindungku
Dalam fantasy modern 3 Sayap Pelindungku, Lauren kembali dari Gereja Mistik dengan kemampuan meramal masa depan. Sambil mengungkap mystery keluarga, ia menyelamatkan kakak-kakaknya dari maut. Baca kisah seru ini di web novel pilihan bagi pecinta fiction fantasy novels terbaik.
Akhir Cerita Terapis Di Playgroup Anakku
Akhir Cerita Terapis Di Playgroup Anakku
Dalam novel romantis modern Akhir Cerita Terapis Di Playgroup Anakku, seorang ibu mendapat kejutan tak terduga setelah mendaftarkan anaknya ke sekolah. Baca novel online gratis ini yang menguak rahasia tak terduga dari sang terapis terbaik di spa sebelah.
ANGKASA [Perjodohan]
ANGKASA [Perjodohan]
Dalam novel modern ANGKASA [Perjodohan], Angkasa Lesmana Regan harus menghadapi rencana perjodohan orang tuanya. Saat mengetahui pasangannya adalah Meisya, sikapnya berubah drastis. Temukan kisah young adult fiction romance books ini tentang rahasia dan dinamika hubungan mereka.
Cinta, Kebohongan, dan Anjing yang Mematikan
Cinta, Kebohongan, dan Anjing yang Mematikan
Dalam Cinta, Kebohongan, dan Anjing yang Mematikan, pengkhianatan Bara terungkap saat ia berlibur bersama Helena di tengah duka kematian ibu tunangannya. Baca billionaire romance novels ini untuk mengikuti perjuangan emosional dalam modern novel yang penuh intrik dan kebohongan ini.
CINTA LAMA BELUM USAI
CINTA LAMA BELUM USAI
Dalam novel modern CINTA LAMA BELUM USAI, Gina memutuskan hubungan setelah Abian dipaksa menikahi wanita lain. Meski Abian menolak melepaskannya, Gina harus menghadapi konsekuensi pengkhianatan ini. Baca romance stories ini untuk melihat apakah cinta mereka benar-benar berakhir.
Luka & Keegoisan
Luka & Keegoisan
Dalam novel Luka & Keegoisan, Lina harus menghadapi Elian Zayn Anderson, mantan kekasih yang kini menjadi bosnya. Di tengah konflik billionaire romance novels ini, ia terjebak antara profesionalisme dan masa lalu. Baca kisah modern novel ini tentang batas kesabaran dan rekonsiliasi.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Berjaya Setelah Putus Hubungan
Berjaya Setelah Putus Hubungan
Seorang anak jenius pemrograman berusia tujuh tahun yang dikenal sebagai legenda di dunia peretasan. Namun, tidak seorang pun di kota itu yang mengetahui identitas aslinya. Dia mengaku kepada ibunya bahwa dia memang sosok legendaris, tetapi ibunya tidak mempercayainya, karena mengira dia hanya bercanda. Ibunya bersikeras membawanya ke sebuah lembaga penelitian untuk mendaftar sebuah program, tetapi mereka malah bertemu dengan ayah kandungnya—cinta pertamanya, yang telah menjadi orang yang sok penting.
Bisikan Mendiang 1: Sepatu Yin
Bisikan Mendiang 1: Sepatu Yin
Mahasiswa Yordan Lukita pulang kampung untuk menghadiri pemakaman kakeknya, namun banyak kejadian aneh muncul di makam. Dengan bimbingan seorang tukang misterius, dia mengungkap identitas kakeknya sebagai perajin tersembunyi dan rahasia keluarga. Berbekal benda pusaka dan keberanian, Yordan menghadapi krisis supranatural, melindungi keluarga dan teman, serta tumbuh dewasa. Ia menemukan kebenaran sekaligus makna sejati dari kasih sayang dan ikatan keluarga.
[Versi suara dubbing] Bulan terakhir dari godaan
[Versi suara dubbing] Bulan terakhir dari godaan
Kakak perempuan dipenjarakan di menara. Untuk menyelamatkannya, adik perempuan menyamar untuk mendekati reinkarnasi musuhnya, seorang anak Buddha yang kultivasinya hampir selesai, dengan niat memancingnya untuk melanggar peraturan dan jatuh ke dunia fana...
Koi Kecil: Titisan Penyelamat
Koi Kecil: Titisan Penyelamat
Di tengah musim kelaparan yang memilukan, Nia yang baru berusia 5 tahun tega dibuang oleh orang kandungnya yang lebih mementingkan anak laki-laki, hingga terdampar di kaki gunung. Namun, takdir mempertemukannya dengan Bagus Wijaya, seorang pemburu pincang berhati mulia, yang bersama istrinya mengambilnya sebagai anak. Ketika ibu angkatnya terserang penyakit parah dan hanya bisa diselamatkan oleh akar ginseng gunung berumur seribu tahun, Nia yang memiliki bakat langka berbicara dengan hewan memimpin sang ayah dan anjing pemburu menyusuri hutan belantara. Melalui kemampuannya, ia berhasil menemukan obat penyelamat nyawa itu. Kesuksesan itu hanyalah awal. Berkat bakatnya, Nia terus menjadi pelindung bagi keluarga dan desanya, mengatasi satu demi satu krisis yang mengancam. Gadis kecil yang sempat terlantar itu akhirnya membawa keberkahan dan kemakmuran, mengantarkan mereka pada kehidupan yang berlimpah ruah dan penuh kebahagiaan.
Warisan Wanita Buta
Warisan Wanita Buta
Nadia kehilangan orang tuanya di sebuah kecelakaan lalu lintas dan menjadi buta. Sebagai pewaris utama, dia mendapatkan semua harta orang tuanya. Namun, pamannya yang tamak berusaha merebut warisan tersebut dan menyiksa Nadia sejak kecil hingga dewasa. Sampai suatu saat, dinikahkan kepada sebuah keluarga kaya raya untuk memberikan keberuntungan lebih dalam penyembuhan tuan mudanya yang sedang koma. Tanpa diduga, tuan muda tersebut langsung sadar di hari pertama pernikahan mereka! Nadia yang buta pun tiba-tiba menjadi sembuh karena luka akibat penindasan dari orang-orang di sekitarnya. Sekarang, Nadia akan berusaha mencari kebenaran dari kematian orang tuanya dan mempertahankan identitasnya sebagai wanita buta nggak berguna. Sayangnya, dia nggak tahu bahwa hal ini akan menjadi awal dari perjuangannya selama tiga tahun berturut-turut!
Mata yang Menembus Batas
Mata yang Menembus Batas
Owen, seorang kurir biasa, tiba-tiba dikaruniai kemampuan khusus untuk mengenali harta karun. Dengan sepasang mata ajaib yang mampu membedakan barang palsu dalam sekejap dan menemukan artefak langka, dia melesat dari kehidupan sederhana menuju puncak kejayaan, menjadi penilai barang antik yang mengguncang dunia antik dan giok. Lewat berbagai bahaya dan intrik, dia tak hanya melindungi kawan-kawannya dan membongkar skema gelap, tapi juga mengukir jalannya sendiri menuju legenda.