Logo
Istri Yang Tak Dianggap
Istri Yang Tak Dianggap

Istri Yang Tak Dianggap

66 Bab
Tamat
Dalam Istri Yang Tak Dianggap, Arshella harus menghadapi rahasia besar saat mantan kekasihnya mengklaim sebagai ayah kandung anaknya. Temukan kelanjutan romance novel ini di platform webnovel kami untuk mengikuti konflik rumah tangga dan pilihan sulit dalam modern novel yang penuh drama.
Bab 1 dari Istri Yang Tak Dianggap

Fyuh ...

"Akhirnya masalah selesai," gumam Shella sembari membuang napas panjangnya.

Ya! Hari ini terasa begitu melegakan baginya setelah menemani serangkaian sidang perceraian suami dengan istri sebelumnya sampai mereka resmi bercerai dan Shella menjadi istri Dion satu-satunya.

Ting tong!!

Suara bel pintu yang terdengar sampai ke ruang tengah, berhasil membuat Shella mengerjap kala ia tengah asyik bermain dengan putru kecilnya.

"Mbok!? Tolong bukakan pintu, sepertinya ada tamu," teriak Shella berusaha memanggil asisten rumah tangganya. Lalu ia kembali menemani Arshetta menempel-nempelkan beberpa puzle bergambar.

Beberapa menit berlalu, tiba-tiba bel tersebut kembali terdengar membuat Shella kembali mengerjap.

"Mbok Yem ke mana ya?" gumamnya, ia pun melihat anak perempuannya yang masih asyik memainkan beberapa mainan lainnya, "Sayang, Mama ke depan dulu ya! Shetta tunggu di sini dan jangan ke mana-mana."

Arshetta pun mengangkat kepalanya kemudian menjawab, "Iya, Ma."

"Anak pintar!"

Tanpa menunggu lama lagi, Shella lantas bangkit dari duduknya dan bergegas menuju pintu utama.

Dalam hati ia menduga-duga siapa seseorang di balik pintu tersebut.

Ceklek!

Ketika pintu terbuka, seketika saja kedua mata wanita itu terbelalak dengan kening yang mengerut.

Tampak seorang lelaki bertubuh tinggi berpakaian rapi tengah membelakanginya.

"Maaf, cari siapa ya?" tanya Shella bernada sopan.

Lelaki itupun membalikkan tubuhnya sembari menampakkan senyuman lebarnya. Seketika saja membuat Shella terkejut bukan main.

"Selamat siang! Long time no see, Nyonya Arshella!"

Deg!

Shella tampak shock, kedua bola matanya membulat sempurna, tubuhnya terasa kaku bahkan tak dapat bergerak sedikitpun.

Ya! Wanita itu tentu saja merasa terkejut dengan kehadiran lelaki yang dahulu menghantui bahkan sempat mengancamnya.

Dengan suara yang terdengar bergetar karena rasa takut yang menyelimuti, Shella pun berkata, "M-mau apa lagi kamu ke sini, Hans!? Bukankah sudah kukatakan untuk tidak menemuiku lagi!?"

Mendengar ucapan Shella yang seakan-akan merasa terganggu, membuat Hans berdecih sembari memutar bola matanya.

"Hmm, kupikir kau sudah melupakanku. Ternyata belum," ucap lelaki itu bernada menyinggung, "Yah ... mana mungkin kau lupa padaku bukan? Seorang pria yang-"

"Cukup! Jaga perkataanmu dan tolong tinggalkan tempat ini!"

Shella berusaha menghentikan perkataan Hans yang tak ingin ia dengar dalam bentuk apapun terkait kejadian masa lalunya.

Dengan raut wajah yang tampak memerah bak kepiting rebus, bahkan wanita itu sesekali mengedarkan pandangannya takut-takut seseorang melihat dirinya dan menguping pembicaraan tersebut.

Sedangkan Hans, lelaki itu terlihat bersikap tenang seolah tak ada yang harus ia khawatirkan.

Hans pun berdecih dengan senyuman sinis yang tiba-tiba menampak.

"Astaga ... kau masih saja menyangkal, tapi tidak apa. Aku berkunjung ke sini hanya ingin bertemu dengan anakku," jelas Hans, "Di mana dia?"

"Berhenti mengada-ngada, dia bukan anakmu!" elak Shella menekankan.

Ya! Alih-alih menjawab dan bersikap baik terhadap tamunya, Shella justru berlagak arogan, seakan-akan ia sangat benci melihat lelaki itu menemui dirinya.

Ucapan Shella pun berhasil membuat kesabaran Hans terkuras habis, ia datang dengan senyuman namun tak disangka ia disambut dengan sikap dan perilaku Shella yang kasar.

Di tengah-tengah suasana yang semakin panas tersebut tiba-tiba terdengar suara anak kecil dari dalam rumah tersebut.

"Ma!? Mama di mana!?" Lalu beberapa detik kemudian muncul seorang gadis kecil memeluk paha Shella dari belakang.

Hal itu jelas membuat Shella terkejut bukan main, kenapa Arshetta tiba-tiba saja muncul?

Perasaan Shella kini terasa campur aduk, ia tentu tak ingin putri kecilnya bertemu dengan Hans.

Akan tetapi meskipun begitu, tampaknya Hans terlihat senang, bibirnya menyeringai dengan indah kala ia bertemu dengan Arshetta, gadis kecil berusia 5 tahun tersebut.

"Hallo, anak manis! Senang bertemu-"

"Shetta, Mama 'kan sudah bilang kamu tunggu di dalam saja," ujar Shella lekas berjongkok dan menatap putrinya sembari memegangi kedua tangannya.

"Tapi ... Mama lama sekali, Shetta jadi takut," jawab Arshetta dengan mimik wajah ketakutan.

Betul! Wanita itu kentara sekali berusaha membuat anaknya agar tidak bertegur sapa dengan Hans.

Hal itu semakin membuat Hans geram, namun tak dapat dipungkiri, ia terus berusaha mengendalikan sikapnya dan berperilaku baik di depan gadis kecil itu.

Untuk apa lagi? Hans jelas tidak ingin menciptakan kesan buruk saat pertemuan dengan Arshetta untuk kali pertama.

Sementara itu Shella, ia kini semakin gugup dan panik. Lalu tanpa berpikir panjang ia kembali bangkit dan menatap Hans dengan tatapan tajam seakan-akan kemarahan telah menguasainya.

"Maaf, sepertinya kamu harus pergi," ucapnya ketus, lalu mengalihkan pandangannya mengarah pada Arshetta, "Ayo, Sayang. Kita main lagi di dalam."

Belum sempat Hans berkomentar, Shella telah lebih dahulu menutup pintu tersebut bahkan sebelum ia memberi kesempatan padanya untuk berbicara lebih banyak.

Hans tetap diam dengan pandangan kosong, tubuhnya seakan-akan kaku, terpaku dengan perkataan Shella yang tetap saja menolak kehadirannya.

Hingga beberapa detik berlalu sampai akhirnya Hans mendengkus kesal sembari menampakkan senyuman sinisnya.

"Tch!"

Hans membalikkan tubuhnya, lalu bertolak pinggang menatap sekeliling.

Sungguh! Ia tak bisa berkata apapun untuk sekadar melampiaskan kekesalannya, niatannya untuk melihat gadis kecil yang selalu ia rindukan rupanya tak membuahkan hasil.

Yang ia dapat hanya cacian dan ancaman dari Shella.

Lalu pandangannya beralih pada paper bag yang sedari tadi ia pegangi tanpa sempat memberikannya kepada Arshetta.

"Aish!! Aku sampai lupa memberikan ini," gumamnya bernada lemah.

Hans kembali menatap pintu yang sudah tertutup rapat tersebut dan berpikir sejenak.

Tetapi semua percuma saja, jika ia kembali mengetuk pintu tersebut berniat untuk memberikan hadiah itu, bukan hal aneh jika Shella menolaknya bahkan mungkin saja wanita itu membuangnya tepat di depan Hans.

Hans pun menggeleng-gelengkan kepalanya kala ia membayangkan hal itu, "Tidak, sepertinya itu bukan ide yang bagus!"

Lelaki itupun berjalan satu langkah dan berjongkok, lalu meletakkan paper bag tersebut tepat di samping pintu bersama dengan langkah kakinya meninggalkan rumah itu.

***

"Bagaimana ini? Kupikir dia tidak akan kembali ke dalam hidupku lagi," gumam Shella dalam hati.

Tentu, setelah ia mengusir Hans dengan bersikap kasar, rupa-rupanya masalah tak berhenti sampai di situ. Pikiran Shella kini terasa kalut memikirkan suatu hal bahkan telah ia kubur dalam-dalam.

Kedua matanya fokus memerhatikan Arshetta yang tengah asyik mewarnai buku bergambar, namun tidak dengan pikirannya.

"Bagus gak, Ma?" tanya Arshetta sembari mengangkat gambar yang telah selesai ia warnai.

Tetapi ibunya tidak menjawab pertanyaan anak itu dan hanya terdiam.

"Ma?"

Satu panggilan dari Arshetta tak lantas membuat Shella menoleh, wanita itu tampak melamun kala ia kembali menemani Arshetta bermain di ruang tengah.

"Ma??" Arshetta kembali berusaha memanggil ibunya, namun kali ini ia menaikkan nada bicaranya hingga berhasil membuat Shella mengerjap terkejut.

"Y-ya!?" sahut Shella mendelikkan matanya, "A-ada apa, Sayang?"

Shella tampak ketar ketir, menunjukkan gelagat aneh sehingga membuat Arshetta sedikit merasa heran dengan tingkah laku ibunya sendiri.

Arshetta pun kini terlihat kesal, karena baru kali ini ia merasa diabaikan oleh ibunya.

Sedangkan Shella yang telah menyadari sikap anaknya pun merasa sedih dan menyesal, bisa-bisanya ia terhanyut dalam lamunannya sendiri.

Di tengah-tengah itu, dering ponsel lantas membuat perhatiannya kembali teralihkan. Shella pun melihat layar ponsel yang memperlihatkan deretan angka yang berjejer, tentu ia tidak mengenali sang penelepon tersebut.

"Tunggu sebentar ya, Nak!" ujarnya lalu meraih ponsel itu dan kemudian menekan tombol hijau.

Detik berikutnya Shella tampak terdiam, dengan kedua mata terbuka lebar kala ia berbicara dengan sang penelepon.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Bukan Kisah Peterpan Tinkerbell
Bukan Kisah Peterpan Tinkerbell
Dalam Bukan Kisah Peterpan Tinkerbell, Haera mengeksplorasi hubungan rumit antara idola dan penggemar. Melalui kiasan Peter Pan dan Wendy, romance novel ini mengungkap pilihan sulit Tinker Bell untuk tetap setia mendampingi meski tak memiliki. Simak kisah modern novel ini di web novel kami.
Istri Yang Dicampakkan Menjadi Sultan
Istri Yang Dicampakkan Menjadi Sultan
Dalam Istri Yang Dicampakkan Menjadi Sultan, Alia berjuang bangkit dari pengkhianatan Farhan demi membangun hidup baru. Romance novel ini mengisahkan transformasi dari keterpurukan menuju kesuksesan. Saat ia mulai mandiri, sang mantan kembali merayu. Baca online novel ini sekarang.
Istri Yang Kau Khianati
Istri Yang Kau Khianati
Dalam novel Istri Yang Kau Khianati, Frani memilih pergi setelah memergoki suaminya berselingkuh. Di tengah pengkhianatan keluarga, wanita ini berjuang mempertahankan harga dirinya. Baca romance novel ini untuk melihat apakah ia tetap melajang atau menemukan cinta baru dalam modern novel yang emosional.
Jerat Cinta Dosen Killer
Jerat Cinta Dosen Killer
Dalam Jerat Cinta Dosen Killer, Arum harus menghadapi Daffin, dosen pembimbing galak, demi menghindari DO. Di tengah skandal, mereka terjebak misteri masa lalu yang mengancam nyawa. Simak kisah romance modern penuh ketegangan ini di webnovel kami sekarang.
P. S. I LOVE YOU
P. S. I LOVE YOU
Dalam P. S. I LOVE YOU, Cyra terjebak kesalahpahaman dengan Felix, CEO kejam yang menghancurkan harga dirinya. Di balik kemewahan billionaire romance novels ini, Cyra harus memilih antara bertahan dalam belenggu atau memberontak. Baca kisah modern novel ini sekarang.
Psychopath Love
Psychopath Love
Dalam Psychopath Love, Johan menyembunyikan jiwa yang sakit di balik kesempurnaannya. Sebagai romance novel dengan bumbu mystery story, ia terobsesi pada adik tirinya. Saat sang adik mencintai pria lain, Johan harus menghadapi kegelapan dalam dirinya demi memiliki cahaya hidupnya tersebut.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Cinta Terbagi Dua
Cinta Terbagi Dua
Setelah kematian Terrance, putra tertua keluarga Green, Lydia, istri barunya, menjadi janda. Atas perintah orang tua, Rory ditugaskan untuk meneruskan kedua garis keturunan keluarga. Meski Rory dan istrinya, Margaret, sama-sama enggan, mereka tidak bisa menentang keinginan orang tua. Di tengah paksaan ini, Lydia dengan cerdik memanfaatkan situasi dan perlahan-lahan menyusup ke dalam hati Rory. Setelah berulang kali patah hati, Margaret akhirnya memutuskan untuk bercerai dan meninggalkan keluarga Green. Namun, tepat pada hari kepergiannya, dia tewas tragis dalam sebuah kebakaran...
Sayang, Katakan saja Ya!
Sayang, Katakan saja Ya!
Dikhianati oleh tunangannya dan saudara perempuannya sendiri, Victoria Branson menikahi Teddy Lloyd tanpa mengetahui identitas aslinya – seorang miliarder rahasia. Bersama-sama, mereka harus melawan keluarga jahat Victoria, merebut kembali perusahaan ibunya, dan menemukan akhir yang bahagia.
Cinta yang Terlambat
Cinta yang Terlambat
Putri Jillian, Stella, meninggal dalam insiden runtuhnya taman kanak-kanak. Suaminya, Nicholas, bergegas menyelamatkan, tetapi sibuk menyelamatkan putri Irene, wanita yang dicintainya. Sebelum meninggal, Stella bertanya kepada Jillian mengapa ayahnya tidak datang untuk menyelamatkannya, membuat Jillian putus asa. Nicholas tidak muncul di pemakaman Stella, karena dia sibuk merawat Irene dan putrinya di rumah sakit. Dia baru mengetahui kematian putrinya ketika saudaranya menemukannya. Kesal dengan ketidakhadiran Nicholas di pemakaman, Jillian menuntut cerai. Setelah diselidiki oleh Aydan, Jillian mendapati Nicholas membeli properti untuk Irene, mendorong keputusannya untuk membalas dendam.
Dalam Pelukan Waktu
Dalam Pelukan Waktu
Terjebak di tahun 70-an sebagai antagonis dalam novel yang ia baca, Naya justru menemukan hal yang selama ini belum dia dapatkan, yaitu kasih sayang seorang ibu dan cinta tulus dari pria asing.
Dewa Tersembunyi
Dewa Tersembunyi
David Irwan, sosok pria sederhana dan rendah hati, selalu dianggap sebagai pecundang dan suami yang menumpang hidup pada istrinya, Nadia Utami. Alasan ini juga yang akhirnya membuat Nadia menceraikan David.Tanpa sepengetahuan orang lain dan mantan istrinya, David merupakan tabib sakti, dia mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit dan meracik obat dengan kemampuan medisnya yang luar biasa.Sejak Nadia mengetahui kemampuan David yang sebenarnya, ditambah dengan hasutan dari sekretaris Nadia, membuat kesalahpahaman Nadia terhadap David makin dalam dan mereka berdua saling bersaing dalam membuat ramuan obat yang termujarab untuk membuktikan diri masing-masing. Nadia ingin membuktikan bahwa keputusannya bercerai dengan David adalah benar, sedangkan David ingin membuktikan diri bahwa pandangan Nadia selama ini terhadap dirinya adalah salah
Baru Kusadari, Dia yang Kucintai
Baru Kusadari, Dia yang Kucintai
Di kehidupan lampau, suami Laura, yaitu Leon, diam-diam mencelakai Laura hingga membuatnya keguguran dan mengalami pendarahan hebat. Laura akhirnya meninggal bersama bayi di perutnya. Setelah meninggal, barulah Laura tahu bahwa pria yang selama ini dia cintai, ternyata sudah lama berselingkuh dengan adik perempuannya sendiri, Yana. Sementara itu, orang yang benar-benar mencintai Laura ternyata adalah adiknya Leon, yaitu Karlo, yang kemudian membalas dendam untuk Laura dengan menjebloskan si cowok berengsek itu ke penjara. Setelah bereinkarnasi, Laura kembali ke hari di mana kakeknya Leon, yang juga sahabat kakeknya Laura di masa perang, meminta Laura memilih calon suami dari antara cucu-cucunya. Siapa pun yang dipilih Laura untuk menjadi suaminya, dialah yang akan mewarisi seluruh harta Keluarga Luganto.