Logo
Istri pengganti Tuan Bramasta
Istri pengganti Tuan Bramasta

Istri pengganti Tuan Bramasta

48 Bab
Tamat
Dalam Istri pengganti Tuan Bramasta, Pelita Abadisyara terpaksa menggantikan posisi kakak tirinya untuk menikahi Bramasta Prayoga pasca kecelakaan tragis. Temukan kisah modern novel ini tentang pilihan sulit dan takdir dalam salah satu romance stories terbaik di platform web novel kami.
Bab 1 dari Istri pengganti Tuan Bramasta

“Hey bangun! Buatkan saya sarapan! Tidur saja kerjaan kamu! Tidak berguna!”

Perkataan pedas seperti itu bagi Pelita adalah hal biasa, ibarat kata itu sudah menjadi makanannya hari-hari. Telinganya sudah terbiasa mendengar perkataan pedas yang keluar dari mulut seorang lelaki yang tak lain dan tak bukan adalah suaminya sendiri.

Dia adalah Bramasta Prayoga , lelaki yang seharusnya menjadi Kakak iparnya.

“Hey bangun! Apa kau tuli Pelita Abadisyara!” bentakan itu kembali masuk ke gendang telinga Pelita. Dengan perlahan wanita cantik berbadan mungil itu membangunkan tubuhnya yang pagi ini terasa berat, entah mengapa sedari semalam badannya serasa pegal dan berat sekali, biasanya jika seperti itu pertanda ia akan terserang demam.

“Sebentar Bang, beri aku waktu lima menit saja, aku lagi gak enak badan.” Jawab Pelita suara serak dan  pandangan mata yang sayu serta wajah yang pucat. Kepalanya benar-benar berat saat ini, jangankan untuk berjalan, untuk sekedar bangkit dari baringnya saja sangat berat sekali rasanya, searasa tubuhnya di tindih beban ratusan kilo.

“Alasan! Kamu lupa sama tugas kamu! Cepat bangun! Saya harus menjenguk Anggun sekarang!”

Pelita memejamkan matanya sejenak. Angun lagi Anggun lagi, di mata Bram memang hanya Anggun yang ada, tidak ada Pelita.Dan itu sudah hal yang biasa, Bram memang selalu bersama Anggun. Semenjak kecelakaan yang menimpa Anggun satu tahun yang lalu, wanita itu mengalami kelumpuhan, dan selama ini ia hanya berdiam diri di rumah saja.

Dengan perlahan Pelita bangkit dan brjalan keluar dari kamarnya. Iya, hanya kamarnya karena dia dan Bram selama ini tidur di kamar yang terpisah. Sudah satu tahun lamanya mereka menikah tidak pernah Bram menyentuhnya barang sedikitpun, jangankan memberikan nafkah batin, sekedar bertukar saliva saja mereka tidak pernah. Jangankan itu, berbicara dengan Pelita saja Bram bawaannya selalu marah, meski sebenarnya tidak ada yang seharusnya membuatnya marah.

Di rumah cukup bsear itu, Pelita mengurusnya sendirian, Bram sengaja tidak menyewa sasisten rumah tangga, karena bagi dia Pelita adalah asiten rumah tangga, jika dia menyewa asisten rumah tangga, lantas apa tugas wanita itu? Begitu pikirnya.

Pelita memutuskan untuk memasak nasi goreng saja pagi ini, rasanya dia tidak sanggup jika harus memasak yang lain, karena tubuhnya yang kurang sehat hari ini.

Suara langkah kaki mendekat, siapa lagi jika bukan langkah kaki Bram, karena di rumah itu hanya ada mereka berdua saja.

“Kopi saya mana?”

“Sebentar Bang, ini Pelita lagi goreng sosis, takutnya kalau di tinggal malah gosong.”Sahut Pelita masih sibuk dengan kegiatannya. Sementara Bram sudah duduk manis di salah satu kursi meja makan , yang selama ini selalu ia duduki.

“Cepatlah!Anggun sudah menunggu saya!”

Pelita hanya bisa menarik nafas dalam. Sebenarnya dia sudah cukup jengah dengan pernikahannya, yang seperti in. Dia merasa dirinya tidak di anggap, dan hanya di jadikan pembantu oleh lelaki itu.Karena yang ada di mata dan di hati Bram hanyalah sang Kakak tiri saja. Anggun, Anggun dan Anggun.

Lima menit berlalu, Pelita datang dengan nasi goreng di tangannya, lalu meletakkannya di atas meja makan, setelahnya kembali untuk membuatkan kopi untuk sang suami.

“Silahkan Bang ,” ujar Pelita sembari meletakkan secangkir kopi hitam di depan sang suami.

Setelah meletakkan kopi, Pelita menjauh, ia ingin kembali ke kamarnya dan beristirahat karena tubuhnya benar-benar serasa tidak enak sekali. Nmaun baru dua langkah ia melangkah pekikkan dari sang uami menghentikan langkahnya.

“Apa-apaan ini! kenapa panas sekali!”

Pelita menutup matanya sejenak, lalu memutar badannya ke arah sang suami. “Itu baru di bikin, jadi sudah pasti panas Bang.” Sahut Pelita dengan malas. Ia sudah terlalu muak dengan drama aneh sang suami, yang selalu mencari-cari kesalahnnya yang sebenarnya tidak harus di permasalahkan.

Bram berdehem sebentar, lalu  kembali meletakkan koipinya. Ia menatap Pelita yang kembali  berbalik badan hendak melangkah pergi.

“Mau kemana kamu!!?” tanyanya.

“Pelita mau ke kamar Bang.” Jawab Pelita kembali menoleh .

“Siapa yang mengijinkan kamu ke kamar? Temani saya sarapan! Kamu sudah tau jika saya tidak bisa makan sendiri!”

Pelita mengepalkan tangannya kuat, ingin sekali ia menerjang wajah tampan sang suami yang sialanya hanya bisa ia bayangkan saja. Dengan gontai Pelita kembali bejalan menuju meja makan, duduk di kursi seberang Bram , kursi yang sama juga setiap hari ia duduki saat makan.

“Makan! Saya tidak mau kena getahnya, nanti dikira Ayah kamu saya tidak memberikan kamu makan!” titah Bram.

Plelita melirik tidak minat ke nasi goreng yang tadi ia buat. “Pelita nanti saja, masih tidak selera.” Jawab Pelita sembari bersandar di kursi.

“Kamu itu kalau di kasih tau apa susahnya menurut! Oh saya tau! Kamu pasti sengaja ‘kan? Supaya saya kena marah, dan di katain suami yang tidak becus?”

Pelita berdecih di dalam hati. ‘Faktanya ‘kan emang seperti itu, dasar lelaki aneh.’Batin Pelita.

“Apa kamu tuli! saya bilang makan!”

Malas mendnegar ocehan dari lelaki di hadapanmya itu, akhirnya Pelita lun mengambil piring dan mengisinya sdikit nasi goreng. Melihat Pelita yang hanya mengabil sedikit, mata Bram melotot.

“Kamu sengaja  makan dikit! biar apa? Biar kurus? Dan biar saya di kira gak kasih makan kamu yang banyak!”

Pelita memutar kedua bola mataya malas, tidak bisakah lelaki di hadapannya itu berfikiraan positif tentangnya? “Pelita  lagi gak nafsu makan Bang.” Sahut Pelita.

“Saya tidak mau tau! Kamu harus makan yang banyak!” Bram berucap sembari mengambilkan nasi goreng lagi dan menaruhnya  di atas piring Pelita.

“Bang udah  Bang.” Cegah Pelita  saat melihat Bram kembali hendak mengambilkan lagi.

“Habiskan!” titah Bram  tegas.

Lagi-lagi Pelita hanya bisa menggerutu di dalam hati.

Usai dengan sarapannya, Bram bangkit tanpa berpamitan ia langsung pergi begitu saja meninggaakan Pelita yang sibuk menghabiskan sarapannya.

‘Cih! Resiko punya suami ghoib emang gini.’ Batin Pelita, kembali meneruskan makannya, dia tidak berniat untuk mengantarkan sang suami pergi. Toh buat apa? Suamianya itu akan pergi kerumahnya, ralat. Rumah Ayahnya, di mana Anggun sang Kakak tiri tinggal. Angun dan Pelita bukanlah saudara kandung, Ibu Angun_Anatasya dulu menikah dengan Abdi_Ayah Pelita masing-masing mebawa anak satu. Abdi mebawa Pelita, sedangkan Anatasya membawa Anggun.

**

Seperti biasa, Bram akan singgah sebentar ke sebuah rumah yang manjadi tempat tinggal sang wanita pujaan, yaitu Anggun.

Ting! Tong!

Bram menekan bel rumah, sedangkan satu tangannya membawa sebuah buket bunga kesukaan Anggun, yaitu bunga mawar.

“Eh Den Bram,” sapa Mbok Yan, asisten rumah tangga di kediaman Abdi.

“Pagi Mbok, saya ingin menemui Anggun.” Ucap Bram seperti biasa.

“Oh iya Den silahkan masuk, Non Anggun masih di dalam kamarnya.” Persilahkan Mbok Yan dengan ramah. Dia sudah biasa dengan Bram lantaran Bram yang hampir setiap hari datang ke sana. Mbok Yan sendiri merasa kasihan pada Nonanya yang satu, yaitu Pelita. Nonanya itu hanya menjadi figuran saja bagi Bram, jika saja Mbok Yan adalah orang tua Pelita, mungkin sudah sedari dulu ia menyruh anaknya berpisah saja. Sayagnaya Mbok Yan tidak bisa berbuat apa-apa untuk Nonanya itu.

‘Kasihan Non Pelita, dia di sana sendiri, sedangkan di sini suaminya malah mendatangi Kakak tirinya.’ Batin Mbok Yan.

“Papa Abdi dan Mama  Ana kemana Mbok? Tumben gak ada?” tanya Bram sembari berjalan masuk ke dalam rumah.

“Oh itu Den, tadi malam Tuan dan Nyonya  pergi ke Bandung, ada urusan bisnis katanya” Jawab Mbok Yan seadanya.

“Jadi Anggun sendiri?”

“Ya engga, kan ada Embok.”

“Saya langsung ke kamar Anggun saja Mbok.” Ucap Bram dan langsung berjalan menuju kamar sang pujaan hati. Mbok Yan lagi-lagi hanya bisa membatin. Ingin sekali dia meneriaki lelaki tamapan itu seperti ini. ‘Den! Aden itu suamianya Non Pelita bukan suaminya Non Anggun.’ Namun apa daya, Mbok Yan tidak seberani  itu untuk berucap.

“Kuat sekali Non Pelita menghadapi cobaannya.” Lirih Mbok Yan mentap punggung Bram yang berjalan menjauh pergi ke arah kamar Anggun.

Tok! Tok! Tok!

Bram mengetuk pintu pelan, lalu membukanya perlahan.

“Mbok Anggun sudah bilang Anggun gak mau sarapan!” Ucap seorang wanita yang kini tengah bergelung di dalam selimut.

Bram tersnyum mendengar itu, pasti Anggun mengira dia adalah Mbok Yan.

Perlahan  Bram  berjalan mendekat ke arah ranjang .

“Kenapa gak mau sarapan hm?” tayanya lembut.

Hal itu sontak saja membuat Anggun membuka selimut tebalnya.

“Sayang!” pekiknya girang.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Antara Gengsi dan Hati Yang Tersakiti
Antara Gengsi dan Hati Yang Tersakiti
Dalam Antara Gengsi dan Hati Yang Tersakiti, desainer Nayara terjebak pernikahan kontrak dengan Arshen. Di balik gengsi billionaire romance novels ini, Nayara berjuang menembus sikap dingin suaminya. Temukan kisah modern novel ini tentang pembuktian cinta dan rahasia hati yang tersakiti.
Budak di atas Ranjang
Budak di atas Ranjang
Dalam Budak di atas Ranjang, Izabelle terpaksa menyerahkan kehormatannya kepada Jordan Heron, bos mafia keji, demi melunasi utang judi ayahnya. Baca mafia romance books ini untuk mengikuti perjuangan Izabelle bertahan hidup dalam jeratan transaksi haram di web novel modern yang penuh intrik.
CEO YANG MENKUJGKIRBALIKKAN DUNIAKU
CEO YANG MENKUJGKIRBALIKKAN DUNIAKU
Dalam CEO YANG MENKUJGKIRBALIKKAN DUNIAKU, Delia harus menghadapi Arkan, mantan kekasih yang kini menjadi bosnya. Baca billionaire romance novels ini untuk melihat perjuangan Delia bertahan di kantor atau membalas pengkhianatan masa lalu. Temukan kisah serunya di platform web novel kami.
Hati Lunara
Hati Lunara
Dalam Hati Lunara, Luna berjuang menghadapi konflik keluarga dan cinta segitiga yang rumit. Romance novel ini mengeksplorasi pengorbanan sejati dalam persahabatan dan rindu pada orang tua. Ikuti perjalanan modern novel ini saat Luna mencari kebahagiaan di tengah rahasia hidup yang mendalam.
Hubungan Gelap Sekretaris dan Suami Pembawa Petaka
Hubungan Gelap Sekretaris dan Suami Pembawa Petaka
Novel misteri Hubungan Gelap Sekretaris dan Suami Pembawa Petaka mengisahkan seorang istri yang mendapati putranya tewas saat suaminya pergi ke hotel bersama sekretarisnya. Diabaikan demi ambisi bisnis sang suami, ia kini bertekad membalas dendam. Baca buku fiksi dan novel online gratis ini.
JATUH DI PELUKAN LELAKI BERISTRI
JATUH DI PELUKAN LELAKI BERISTRI
Dalam JATUH DI PELUKAN LELAKI BERISTRI, seorang wanita menghadapi dilema moral setelah diselamatkan oleh pria yang sudah berkeluarga. Romance novel ini menyoroti risiko hubungan terlarang dan kesiapan menghadapi penderitaan demi cinta. Baca kisah lengkapnya di web novel modern ini.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Setelah Mati, Aku Menemukan Aku Adalah Cintanya
Setelah Mati, Aku Menemukan Aku Adalah Cintanya
Di kehidupan sebelumnya, dia memberikan segala kepada pria yang dicintainya, tapi dia malah dikhianati dan dibunuh. Sedangkan orang yang selalu setia menemaninya adalah tunangannya yang selalu dia sakiti. Sekarang dia terlahir kembali dan bertekad untuk menemukan kebahagiannya.
Dia Datang dari Wilayah Selatan
Dia Datang dari Wilayah Selatan
Setelah tewas dalam perang melawan penjajah, gadis suci syaman, Eva Okta, terbangun dalam tubuh putri kandung Keluarga Okta. Dia menyadari bahwa paman yang terkenal sebagai pembuat onar, Luki Okta, sangat mirip dengan paman dari kehidupan sebelumnya. Di depan semua orang, Eva langsung mengakuinya sebagai ayah angkat dan membantunya memenangkan hak waris. Menghadapi Keluarga Rio Okta yang terus-menerus menjebaknya, Eva menggunakan kemampuan sebagai syaman untuk menyelamatkan diri dari berbagai krisis, sekaligus mengubah Luki hingga mendapat dukungan dunia bisnis. Setelah melihat kakeknya yang selalu pilih kasih dan kejahatan pihak lawan yang makin menjadi-jadi, Eva bekerja sama dengan Pak Nova untuk mendirikan Grup Nivala, melakukan serangan balik, dan mengungkap bukti bahwa Rio berusaha membunuh kakeknya hingga akhirnya Rio dihukum. Pada akhirnya, kedua grup bergabung dan bersama-sama mengembangkan budaya adat serta industri militer. Di Hari Peringatan Kemenangan Perang, Eva menyaksikan negara yang makin kuat dan pertumbuhan Luki, lalu menenangkan dirinya dari kehidupan sebelumnya: ""Fajar sudah tiba. Kita menang!
Ahli Waris dari Dunia Bawah
Ahli Waris dari Dunia Bawah
Dikubur hidup-hidup oleh penipu, ahli waris itu menyerahkan tubuhnya pada arwah pendendam. Di hadapan publik, hantu itu mengungkap semua kebusukan keluarganya dan konspirasi sang penipu, lalu membalas tanpa ampun. Penipu itu tumbang, keluarganya juga dilanda penyesalan abadi. Akhirnya, dengan damai jiwa ahli waris itu berpamitan dan beristirahat dengan tenang.
Cinta Penuh Rintangan
Cinta Penuh Rintangan
Kecelakaan saat mabuk secara tak terduga menjeratnya dengan CEO masa depan.
Cinta ayah yang terlambat
Cinta ayah yang terlambat
Anak beruang itu dengan sengaja melukai mata gadis kecil itu dengan garpu, hingga mengeluarkan darah di seluruh wajahnya. Ketika gadis itu sedang dalam masa pemulihan di rumah sakit, anak beruang itu menuangkan bubur panas ke wajah gadis itu lagi, yang membuat mata gadis itu benar-benar rusak. Tapi ketika ayah gadis itu mengetahuinya, dia tidak peduli dengan putrinya, tapi malah mengajak anak beruang pelakunya untuk makan besar!
Mencari Istri dengan Bantuan Anak
Mencari Istri dengan Bantuan Anak
Karena kepala toko sepatu tempatnya bekerja memaksanya, Emma Rasmi menikah dengan seorang pria bekas cerai yang mempunyai dua anak. Awalnya Emma mengira pernikahan ini akan sangat datar, tapi pria ini ternyata adalah orang terkaya di kota! Emma Rasmi: "Leon Kasim! Ada apa lagi yang kau sembunyikan dariku!" Suaminya pun menggendong kedua anaknya. "Anak kembar beda gender ini juga anak kandungmu."