Logo
Istri Bodoh, Mantan Miliarder
Istri Bodoh, Mantan Miliarder

Istri Bodoh, Mantan Miliarder

67 Bab
Tamat
Dalam Istri Bodoh, Mantan Miliarder, Lia bertahan dengan jatah harian minim dari suami pelitnya. Saat menemukan aplikasi penghasil uang, ia menyembunyikan kekayaannya di tengah fitnah keluarga. Simak kisah billionaire romance novels ini di platform web novel terbaik.
Bab 1 dari Istri Bodoh, Mantan Miliarder

Lia menatap angka di lembaran uang lusuh di tangannya dengan tatapan kosong. Dua lembar sepuluh ribuan dan satu lembar lima ribuan. Totalnya persis Rp 25.000. Nafasnya mendesah panjang, menciptakan embun tipis di udara pagi Jakarta yang terasa mulai menyengat. Uang ini, ibaratnya, adalah tiket sehari dia bertahan hidup. Tiket sehari untuk memberi makan enam orang dewasa di rumah besar yang ironisnya terasa lebih sempit daripada kontrakan petak.

"Dua puluh lima ribu..." gumamnya, suaranya nyaris hilang ditelan bising kendaraan yang mulai ramai di depan gang. "Dua puluh lima ribu untuk enam orang. Hari ini masak apa lagi, ya Allah?"

Pikiran Lia langsung berputar liar. Otaknya sudah terlalu lelah melakukan simulasi ekonomi mikro setiap pagi. Jika dia beli ayam seperempat, harganya sudah pasti melampaui separuh jatah. Itu baru lauk. Belum sayur, bumbu, apalagi tempe yang merupakan penyelamat umat berbudget cekak.

Kemarin, Lia mencoba memberanikan diri. Karena ia tahu suaminya, Dion, dan terutama ibu mertuanya, paling sensitif kalau urusan perut. Kemarin, ia hanya mampu membeli ikan asin yang paling murah, plus satu ikat kangkung. Ia pikir, sudahlah, dimasak sambal pedas pasti tertolong.

Ternyata tidak.

Begitu makan malam disajikan, suasana ruang makan yang biasanya sudah tegang menjadi semakin mencekam. Ayah mertua memang diam, fokus pada nasi. Tapi Ibu Mertua, Mami Sandra, langsung menyodok piring Lia dengan pandangan tajamnya.

"Lia, ini apa?" tanya Mami Sandra, nadanya sudah seperti pisau dapur yang diasah.

Lia, yang selalu berusaha tenang di bawah tekanan, menelan ludah. "Ikan asin jambal roti, Mi. Digoreng kering, sama sambal terasi..."

"Jambal roti?" Mami Sandra tertawa kecil, tawa yang menusuk gendang telinga. "Saya kira ini sampah dapur. Bau. Mana cukup buat enam orang, hah? Kamu kasih suami saya, anak saya, makan ginian? Mau jadi apa anak saya kalau tiap hari kamu kasih makanan murahan begini?"

Dion, yang duduk di sampingnya, seharusnya membela. Seharusnya dia bilang, "Kan ini uang dari aku, Ma." Tapi Dion? Pria itu hanya sibuk mengaduk nasinya, pura-pura fokus pada remah-remah di piring, seolah telinganya budek mendadak. Sikap Dion itu yang paling melukai Lia. Bukan kritikan mertua, tapi pengkhianatan diam-diam dari suaminya sendiri.

"Ini semua karena kamu tidak becus mengelola uang, Lia," lanjut Mami Sandra, nadanya semakin tinggi. "Dion sudah kasih kamu jatah, ya. Kenapa kamu tidak bisa pintar-pintar membelikan bahan yang lebih baik? Kamu ini ibu rumah tangga macam apa? Pemalas!"

Air mata Lia sudah tertahan di ujung pelupuk mata. Kata 'pemalas' itu sungguh menyakitkan. Demi dua puluh lima ribu itu, Lia sudah bangun jam empat pagi, jalan kaki jauh ke pasar tradisional, membandingkan harga tiap sayuran, menawar sampai urat lehernya terasa mau putus, dan kembali ke rumah sebelum subuh untuk memasak. Semua itu dia lakukan sendirian, tanpa bantuan. Dan balasannya? Disebut pemalas.

Pria yang Lia nikahi, Dion, adalah akar dari segala masalah ini. Bukan, bukan karena Dion tidak punya uang. Dion bekerja di perusahaan lumayan, dan gajinya sebenarnya cukup untuk hidup layak, jauh dari kata pas-pasan. Tapi Dion punya filosofi hidup yang aneh: dia sangat pelit, tidak hanya pada Lia, tapi pada dirinya sendiri. Dia selalu percaya, menyimpan uang adalah segalanya. Namun, kekikiran Dion ini hanya berlaku pada pengeluaran rumah tangga yang dikelola Lia. Untuk urusan pribadinya? Beda cerita.

Lia ingat pernah sekali ia memberanikan diri protes.

"Mas, masa sih nggak bisa dinaikin dikit jatahnya? Tiga puluh ribu aja deh, Mas. Biar aku bisa beli protein yang layak buat anak-anak."

Dion, yang saat itu sibuk melihat layar ponselnya, menjawab tanpa menoleh. "Nggak bisa. Dua puluh lima ribu itu sudah standar. Itu sudah cukup kalau kamu pintar. Istriku dulu juga bisa tuh, masak enak dengan uang segitu."

Istriku dulu. Kata-kata itu selalu sukses membuat hati Lia mencelos. Dion tidak pernah berhenti membandingkannya dengan 'mantan istri' (sebenarnya mantan pacar paling serius, bukan istri sah) yang selalu dianggapnya sempurna.

"Kamu itu harusnya kayak Sarah. Dia pintar masak, pintar hemat, pintar dandan. Coba kamu lihat dia di Instagram, penampilannya selalu rapi," ucap Dion, lagi-lagi membuat Lia merasa dirinya hanya seonggok kegagalan.

Lia menarik napas dalam-dalam. Dua puluh lima ribu hari ini. Harus bagaimana?

Ia memutuskan untuk pergi ke warung sayur di ujung gang saja. Warung itu menjual eceran, lebih mahal sedikit memang, tapi menghemat ongkos jalan kaki ke pasar yang lumayan jauh. Ia tidak punya waktu. Dia harus segera memasak sebelum jam sarapan keluarga mertua.

Di warung itu, mata Lia tertumbuk pada sekumpulan ikan teri yang kecil-kecil, harganya Rp 7.000 per ons. Mahal. Tapi kalau digoreng kering dan dijadikan pelengkap, lumayan. Lalu, ia melihat bayam yang tampak segar, satu ikat Rp 3.000. Dan... penyelamat sejati: tahu putih. Dua buah tahu besar hanya Rp 5.000. Total sementara: Rp 15.000.

"Masih sisa sepuluh ribu..." pikir Lia.

Ia membeli telur. Satu butir telur, harganya Rp 2.500. Sisanya ia gunakan untuk membeli sedikit bawang, cabai, dan minyak eceran. Total pengeluaran hari ini adalah Rp 24.500. Sisa Rp 500. Fiuuh, misi harian selesai.

Lia bergegas pulang. Pagi ini menu wajibnya: Sayur bayam bening, tahu goreng, dan ikan teri sambal. Standar aman, setidaknya tidak akan membuat Mami Sandra muntab karena bau.

Saat ia sedang mengulek sambal terasi di dapur, ponselnya yang tergeletak di meja berbunyi, notifikasi WhatsApp masuk bertubi-tubi dari grup pertemanan lamanya. Lia mengusap tangannya yang belepotan terasi dan membuka ponsel.

Itu dari Rani, sahabatnya. Rani baru saja membagikan screenshot dirinya mendapatkan pembayaran dari sebuah aplikasi menulis.

"Gila, gue cuma nulis review resep doang, semalem langsung dibayar Rp 300 ribu, guys! Mana cepet banget transfernya!" tulis Rani di grup.

Lia berhenti mengulek. Tangannya beku di udara. Tiga ratus ribu? Dia mendapatkan Rp 25.000 untuk sehari penuh mengurus enam orang dan menahan cacian. Rani mendapatkan tiga ratus ribu hanya untuk menulis review resep.

Ia segera menghubungi Rani secara pribadi. Lia bertanya detail tentang aplikasi itu. Rani menjelaskan, itu adalah platform freelance yang mencari penulis konten ringan, mulai dari review produk, cerita pendek, sampai pengalaman sehari-hari. Bayarannya memang kecil untuk setiap tulisan, tapi kalau dikumpulkan dan dilakukan secara rutin, lumayan.

Saat itu, sebuah ide jahat nan manis langsung merambat di benak Lia.

Ia harus punya uang sendiri. Titik.

Ia sudah terlalu lelah bergantung pada belas kasihan Dion yang pelitnya minta ampun. Jika ia punya uang sendiri, ia tidak perlu lagi menawar mati-matian hanya untuk sebongkah tempe. Jika ia punya uang sendiri, ia bisa memberi makan anak-anaknya sesuatu yang lebih bergizi tanpa harus mendengar sindiran mertua.

Malam itu, setelah semua anggota keluarga tidur pulas, Lia mulai beraksi.

Ia menginstal aplikasi yang Rani rekomendasikan. Ia mulai membaca semua tutorial. Lia memang punya bakat menulis yang terpendam, selalu suka merangkai kata. Ia mencoba menulis satu kisah fiksi pendek tentang seorang ibu rumah tangga yang super hemat. Tentu saja, ia tidak jujur menceritakan detail Rp 25.000 itu. Ia memodifikasi ceritanya agar terdengar menghibur dan inspiratif.

Jantung Lia berdebar kencang saat ia menekan tombol submit. Rasanya seperti sedang melakukan kejahatan besar.

Beberapa jam kemudian, ponselnya berbunyi pelan. Notifikasi transfer.

Matanya terbelalak. Rp 85.000 sudah masuk ke rekening pribadinya. Uang yang Lia buat sendiri, dalam waktu semalam, tanpa meminta-minta, tanpa harus dicaci maki.

Rp 85.000. Itu hampir empat kali lipat jatah harian yang diberikan Dion.

Saat Lia menatap layar ponselnya, senyum pertama yang tulus dan penuh kemenangan muncul di wajahnya setelah sekian lama. Rasanya, uang itu bukan hanya nominal, tapi simbol kemerdekaan kecil yang ia dapatkan.

Keesokan harinya, Lia tetap memasak dengan budget Rp 25.000 dari Dion. Sayur bayam, tahu, teri. Tapi di dalam hatinya, ia sudah memiliki rahasia manis. Rahasia yang memberinya kekuatan.

Saat malam tiba, dan Lia kembali menyentuh ponselnya untuk menulis, ia tidak lagi merasa bersalah. Yang ia rasakan hanyalah tekad. Tekad untuk mengumpulkan cuan itu sebanyak mungkin, demi dirinya dan anak-anaknya. Ia tahu, kejujuran saat ini harus ia simpan rapat-rapat, dikunci di dalam brankas hati. Keluarga suaminya? Mereka tidak berhak tahu. Keluarga yang pelit dan selalu mencaci maki usahanya hanya pantas menerima kebohongan yang ia ciptakan.

Lia mulai merencanakan hidupnya di dalam kepala. Dengan uang ini, ia bisa menabung. Ia bisa membeli baju yang bagus untuk anak-anaknya tanpa harus berdalih itu hadiah dari teman. Ia bahkan bisa mentraktir dirinya sendiri secangkir kopi mahal yang selalu diimpikannya.

Saat itu, Lia belum tahu, bahwa rahasia finansial ini hanyalah awal dari drama besar yang akan datang, drama yang melibatkan perselingkuhan suaminya dan fitnah keji yang akan menghancurkan segalanya. Yang Lia tahu saat ini, ia sudah punya senjata rahasia. Dan ia tidak akan pernah mau hidup di bawah kekangan dua puluh lima ribu rupiah lagi.

Apakah Lia akan menggunakan uang rahasianya untuk balas dendam atau murni untuk kemandirian finansial? Kita lanjutkan ke bab berikutnya, ya!

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Ayah CEO Pengen Pelukan
Ayah CEO Pengen Pelukan
Dalam Ayah CEO Pengen Pelukan, Nadia terjebak malam panas dengan orang asing. Namun, Kresna sang miliarder merasa terhina saat diberi uang tip. Baca romance novel ini untuk melihat upaya Kresna memburu Nadia di billionaire romance books yang penuh intrik dan gairah modern novel.
Calon tunanganku yang direbut adik angkatku
Calon tunanganku yang direbut adik angkatku
Dalam novel romantis modern Calon tunanganku yang direbut adik angkatku, sang protagonis terbangun di masa lalu tepat saat pernikahannya direbut. Enggan mengalah pada Maudy dan Felix dari Grup Setiawan, ia memilih melawan. Baca buku online gratis untuk mengungkap konspirasi ini.
Lelaki Itu Membeliku Bukan Mencintaiku
Lelaki Itu Membeliku Bukan Mencintaiku
Dalam Lelaki Itu Membeliku Bukan Mencintaiku, Vania terjebak transaksi gelap demi hutang keluarga. Billionaire muda Reza menjadikannya pelarian, memicu konflik antara harga diri dan pengorbanan. Simak kisah romance novel ini di webnovel pilihan pembaca.
Merebut Kekasih Selingkuhan
Merebut Kekasih Selingkuhan
Dalam Merebut Kekasih Selingkuhan, Sienna bertekad membalas pengkhianatan kakak iparnya dengan mendekati Alec, musuh bisnis kakaknya. Misi balas dendam ini menjadi permainan berbahaya dalam billionaire romance novel ini. Baca cerita selengkapnya di web novel modern ini.
Penyesalan Terbesar Hendra Setelah Kematian Sisca
Penyesalan Terbesar Hendra Setelah Kematian Sisca
Dalam novel romantis miliarder Penyesalan Terbesar Hendra Setelah Kematian Sisca, seorang mantan pewaris kaya kini berjuang sebagai ibu tunggal. Saat bertemu kembali dengan Hendra yang kini sukses, konflik masa lalu memicu tragedi yang membuat Hendra didera penyesalan mendalam. Baca novel online gratis ini.
Pernikahan Kilat dengan CEO Galak!
Pernikahan Kilat dengan CEO Galak!
Dalam romance novel Pernikahan Kilat dengan CEO Galak!, Laura terpaksa menikahi Liam, bosnya sendiri, akibat kesalahpahaman sang ayah. Di tengah rahasia keluarga billionaire ini, Laura harus memilih antara bertahan dengan Liam atau kembali pada Jack yang mulai menyesal dalam web novel ini.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Pembalasan Anak Sah
Pembalasan Anak Sah
Di kehidupan sebelumnya, dia dikhianati oleh ibu dan saudara perempuannya. Bayinya yang baru lahir ditukar dengan anak saudara perempuannya yang menyebabkan aib dan kematian tragis di rumah. Suaminya juga dijebak oleh saudara perempuannya dan akhirnya meninggal. Setelah terlahir kembali, dia menggunakan ingatannya dari kehidupan sebelumnya untuk mengungkap rencana jahat ibu dan saudara perempuannya, yang akhirnya membantu suaminya naik ke tampuk kekuasaan.
Hari Tunangan Anakku, Kubatalkan
Hari Tunangan Anakku, Kubatalkan
Tommy Kristiani berniat meminang Mega Dharmadjie, manajer toko emas yang cantik. Sang ibu, Dwi Kristiani, menyamar untuk menguji calon menantunya. Sayangnya, sikap asli Mega terungkap: ia menghina Dwi yang sederhana, memecahkan gelang berharga dan memfitnah ibu mertuanya sendiri! Mega bahkan berani siaran langsung untuk memamerkan kekejamannya dengan menyuruh anak buahnya menganiaya Dwi. Seorang karyawan, Kirana Tanoto, yang berusaha melerai pun menjadi korban. Beruntung, Tommy datang tepat waktu untuk menyelamatkan sang ibu. Menyaksikan sendiri sifat asli Mega, amarahnya meledak! Mega Dharmadjie akhirnya berujung di balik jeruji besi, sementara Keluarga Kristiani kembali hangat dan damai.
Aku Tak Butuh Suami
Aku Tak Butuh Suami
Kehidupan sempurna Serena Smith hancur saat ia tahu suaminya berselingkuh dengan sepupunya, Raina. Merasa dikhianati dan dipermalukan, sang pewaris yang tengah hamil ini menanggalkan citra penurutnya dan menunjukkan kekuatannya sebagai pewaris sejati kerajaan Smith. Ini bukan kehancuran. Ini adalah perebutan kekuasaan.
Kesepian pada Musim Semi
Kesepian pada Musim Semi
Wina Septi, Putri Mahkota Dazim hidup dalam kemanjaan sejak kecil. Tapi 3 tahun yang lalu, ditemukan bahwa dia adalah putri palsu yang ditukar. Ditambah lagi, dia dijebak oleh Putri Jihan Septi, putri yang asli hingga membuatnya harus memikul tuduhan membunuh sang adik bungsu. Agar Wina selamat dan nggak dihukum para menteri, Raja, Ratu dan Pangeran dengan berat hati mengirimnya ke Bejati jadi tawanan. Mereka kira itu adalah yang terbaik untuk Wina, tapi ternyata di Bejati, Wina dijadikan budak dan pelacur, menanggung segala hinaan dan siksaan. 3 tahun kemudian, Wina kembali ke Dazim dengan penuh luka. Sebenarnya Wina mau ceritakan semua pengalamannya selama ini. Namun, karena rekayasa Jihan, Wina justru disalahpahami oleh keluarganya telah berhubungan gelap dengan pria di Bejati, sehingga jadi sasaran amarah semua orang.
Cinta Menangkap Isyarat Penyelamatan
Cinta Menangkap Isyarat Penyelamatan
Belen, seorang cultivator perkasa, tiba-tiba bertransmigrasi ke dalam tubuh karakter sampingan jahat yang menghadapi perceraian. Roger, suaminya, berusaha mengusirnya dengan uang. Dalam hati, Belen mengejek nasib tragis keluarga Roger, tanpa sadar bahwa setiap anggota keluarga bisa mendengar pikirannya. Di bawah bimbingannya, Roger berhasil menyingkap dalang di balik semua kejahatan dan mengubah takdir kelam yang telah menunggu keluarganya.
Ibu Bodohku Adalah Seorang Pahlawan Wanita
Ibu Bodohku Adalah Seorang Pahlawan Wanita
Semua orang mengira dia orang bodoh di pedesaan, tetapi dia sebenarnya adalah dewi perang yang menyelamatkan seluruh negeri.