Bab 1

Aku adalah seorang mahasiswi, sejak aku memahami hubungan antara pria dan wanita, aku tidak pernah kekurangan pria di ranjangku. Tadinya aku berpikir aku akan terus berganti-ganti pria selama sisa hidupku, tapi takdir mempermainkanku. Aku bertemu cinta sejatiku, yaitu pacarku saat ini. Tapi ada sesuatu yang sulit kuungkapkan, karena pacarku tidak mampu...

“Sungguh... Sungguh sangat menyenangkan... Kalian benar-benar pandai bermain wanita...”

Di dalam kamar yang remang-remang, aku berlutut dengan tubuh telanjang di atas tempat tidur dengan pantatku menungging tinggi, dua pria kuat membolak-balikku dan membuat berbagai macam gaya.

Tubuhku yang telah lama kosong, akhirnya mendapatkan kepuasan hari ini...

Namaku Tiara Resmana, aku adalah seorang mahasiswi.

Sejak aku memahami hubungan antara pria dan wanita, aku tidak pernah kekurangan pria di ranjangku.

Mainan terbaik, begitulah mereka menilaiku.

Tadinya aku pikir aku akan terus berganti-ganti pria selama sisa hidupku, tetapi takdir mempermainkanku, aku bertemu cinta sejatiku, yaitu pacarku saat ini.

Dia tidak tahu masa laluku dan memperlakukanku seperti seorang putri. Di mata orang lain, dia jelas seorang pria yang sempurna.

Tapi aku ada sesuatu yang sulit diungkapkan.

Karena pacarku tidak bisa ereksi sama sekali!

Kami sudah berpacaran selama sebulan dan tidak peduli sekeras apa pun aku mencoba, menggunakan semua jenis pakaian dalam seksi, dia tidak bereaksi sama sekali.

Dia adalah pria macho di tim basket, tapi dia selalu lemah, nggak bisa berhubungan sama aku.

Pacarku juga merasa canggung, jadi dia selalu menggunakan mulutnya sebagai gantinya. Tetapi dia tidak tahu bahwa ini sama sekali bukan yang aku inginkan!

Di masa awal pacaran, aku mungkin masih bisa mengendalikan nafsuku karena kesetiaanku pada pacarku. Namun, kini aku berguling-guling di tempat tidur setiap malam dan tidak bisa tidur, bagaimanapun ini bukanlah solusi.

‘Baru sebulan dan aku sudah tidak tahan, bagaimana kedepannya?’

‘Aku sungguh ingin bermain dengan keras!’ Aku menghela napas ke arah cermin dan berhenti memikirkannya.

Minggu lalu, pacarku mengajakku bertemu dengan teman-temannya di tim basket.

Hari ini, aku bangun pagi dan mulai berdandan. Aku secara khusus memilih tanktop dan rok pendek untuk memamerkan bentuk tubuhku yang bagus dan membuat pacarku bangga di depan teman-temannya.

Setelah mandi, aku berdiri di depan cermin dan memandangi diriku beberapa kali. Aku mewarisi gen baik ibuku, payudara dan bokong yang besar dan bulat serta kulit putih.

Tampak bagaikan seorang dewi.

Tapi aku merasa ada sesuatu yang kurang.

Sampai aku berganti ke rok pendek lain yang bagian belakangnya terbuka dan berbalik untuk melihat di cermin.

Ah! Akhirnya aku tahu apa yang kurang.

Pakaian dengan bagian belakang terbuka seperti ini, tentu saja tidak boleh memakai pakaian dalam.

Saat aku membayangkan pacarku akan sangat terpesona, aku langsung bersemangat lagi.

Setelah cukup lama memilih, akhirnya aku mengenakan lingerie di bagian atas dan rok pendek yang akan memperlihatkan bagian pribadiku setiap kali aku membungkuk atau jongkok.

Benar, aku memang ingin dipandang dengan penuh gairah oleh para pria saat berjalan di jalanan.

Pandangan seperti itu membuatku merasa percaya diri dan bahagia.

Tapi aku bersumpah, aku sama sekali tidak berpikiran untuk merayu teman-teman pacarku.

Tetapi ketika aku sampai ke rumah yang disewa pacarku bersama teman-teman satu timnya dan melihat beberapa pria macho dari tim basket sedang bermain game, aku goyah.

Tepatnya, aku terlalu memandang tinggi kemampuanku dalam mengendalikan diri terhadap pria.

Pacarku tidak menyadari ada yang aneh padaku dan memperkenalkan mereka satu per satu.

“Namanya Brandon Wijaya, dia posisi power foward.” Tinggi Brandon lebih dari 1,9 meter, berkulit gelap, berotot besar dan kuat, yang terpenting adalah celana pendek olahraganya tampak menggembung.

Tidak diragukan dia seorang pemain basket, benar-benar kuat.

Aku memiringkan kepalaku untuk melihat tubuhnya yang besar, tanpa sadar berpikir seperti apa rupanya tanpa pakaian dan apakah benda itu mencapai 20 sentimeter.

“Ini adalah Jason Tanjaya, dia adalah pemain tengah kami dan dia adalah penembak yang sangat akurat.” Tampak bahwa Jason banyak berlatih, otot-otot di pahanya paling besar dan dia tampak sangat jago di ranjang.

Bab 2

Wajahku memerah dan aku otomatis menyaring kata kunci: tembakan yang sangat akurat, secara tidak sadar membayangkan diriku terjepit di tengah Brandon dan Jason, dimainkan oleh mereka.

Kenapa?

Kenapa aku dipertemukan dengan banyak pria macho saat aku sedang haus seks?

Aku tidak kuat lagi mendengarkan pacarku memperkenalkan, aku merasa kepalaku penuh dan kacau, seluruh tubuhku kesemutan dan aku merasa hampir buang air kecil.

Pada saat itu, terdengar suara pintu kamar mandi terbuka dan seorang pria yang tinggi dan tegap muncul dari arah pintu dengan dada telanjang dan uap yang keluar dari tubuhnya. Dia pasti baru saja selesai mandi.

“Namanya Christian Susanto, dia kapten tim kami. Oh iya, ada toko hot dog baru di depan sekolah, kan? Dia adalah pemiliknya.”

Aku hampir gila karena terus menahan diri, tekanan terasa di otakku, aku menjawab: “Benarkah? Aku membelinya kemarin, dan hot dog-nya sangat besar... Tidak, hot dog-nya... Enak sekali!”

Pacarku benar-benar polos , dia tidak menyadari kalau perhatianku teralih dan terus memperkenalkanku pada yang lain.

Lima pasang mata mengamati tubuhku, terutama bagian dada dan pahaku.

Aku tahu mereka menyadari kalau aku tidak memakai pakaian dalam dan tidak mungkin kelima pria itu tidak menatapku.

Namun, aku tidak dapat mengalihkan perhatianku. Tidak ada yang tahu seberapa besar aku mengendalikan diriku untuk mencegah diriku agar tidak pingsan saat itu juga.

Aku sudah menahan diri selama sebulan. Kini, ada lima pria macho dan berotot mondar-mandir di hadapanku, memancarkan hormon kejantanan di tubuh mereka. Aku sudah bersikap baik dengan tidak langsung menerkam mereka.

Aku sama sekali tidak memperhatikan pembicaraan mereka sampai pacarku menaruh kotak-kotak bir di lantai dan bertanya: “Mengapa kamu berkeringat? Apakah kamu ingin mencuci muka dan ikut minum bersama kami?”

Aku buru-buru mengangguk, berpura-pura ingin pergi mencuci muka.

Ketika aku masuk kamar mandi, duduk di toilet dan melihat ke bawah.

Benar saja, sudah basah.

Apa yang sedang terjadi?

Apakah aku benar-benar terlahir sebagai wanita jalang?

Aku buru-buru mencuci mukaku dan sekali lagi aku menyalahkan diriku sendiri. Aku pergi ke wastafel untuk mencuci muka dengan air dingin, namun sekilas aku melihat celana olahraga pendek tergantung di dinding, bahkan celana dalam pun tergantung di sebelahnya.

Aku terpikir dengan Christian, ini pasti pakaian miliknya yang ditanggalkan saat mandi tadi.

Melihat ukuran yang ekstrim di hadapanku, aku tidak dapat menahan diri untuk mulai berfantasi tentang tubuh Christian, air mengalir melalui otot dada, perut dan pahanya, setiap aliran air mengalir di sepanjang otot-ototnya, membuatnya basah kuyup.

Jika aku tidur dengannya, aku pasti akan merasa puas, kan?

Mungkin karena sedang sendirian, hal itu membuatku lengah, atau mungkin karena aroma kejantanan di pakaian Christian yang membuatku linglung, aku tidak dapat menahan diri untuk mendekatkan wajahku dan menarik napas dalam-dalam.

Baunya benar-benar menjernihkan pikiranku yang sudah kacau.

“Plak!”

Saat ini, tiba-tiba suara pukulan terdengar di dalam ruangan.

Aku masih belum sadar, lalu aku merasakan perih di pantatku. Aku berbalik dan melihat pria di belakangku adalah Christian.

Gawat, gawat!

Meskipun aku bukanlah wanita yang suci, tapi aku menyembunyikan hal ini dari orang lain dan sekarang aku tertangkap basah oleh Christian.

‘Apa dia akan memanfaatkan hal ini untuk melecehkanku? Bercinta denganku dengan keras sampai aku pingsan...’

Ketika aku membayangkan kejadian itu, hatiku bergetar, telapak tanganku penuh keringat dan kakiku terasa seperti menginjak bola kapas. Aku tidak dapat menahan diri untuk tidak kehilangan kekuatan dan terpeleset, aku gemetar dan tidak dapat berbicara.

Bab 3

“Sudah kuduga kamu wanita jalang, kamu bahkan tidak memakai pakaian dalam, ingin merayu pria, kan?” Christian merentangkan tangannya dan mengangkatku dengan mudah. Dia menggunakan pinggangnya untuk menyangga pinggulku agar aku tidak tergelincir dan memasukkan kepalanya.

Tubuhku bergerak lebih cepat daripada otakku. Aku tanpa sadar memeluk kepalanya dan mengangkat leherku tinggi-tinggi.

Liar sekali, aku menyukainya!

Dalam sekejap, aku merasakan jiwaku naik ke surga.

“Masih ada orang di ruang tamu!” Namun akal sehatku tetap membuatku mendorong kepala Christian dengan kuat.

Pada saat ini, terdengar suara Jason dari luar: “Kapten, cepatlah ke sini, giliranmu minum, jangan coba melarikan diri!”

Wajah Christian tampak penuh penyesalan. Dia memukul pantatku dengan keras, lalu berbalik dan pergi.

Aku merapikan rokku, kembali ke ruang tamu dan duduk di sebelah pacarku, tepat di antara pacarku dan Christian, tanpa sadar mulai mengobrol santai.

Tidak lama kemudian, pacarku yang punya toleransi alkohol terburuk dan terus-menerus dipaksa minum, mabuk berat dan tergeletak di meja tidak sadarkan diri.

Mataku tanpa sadar bertatapan dengan mata yang lain.

Tangan Christian juga tidak bisa diam, dia mengangkat rokku, menyentuh pahaku dan semakin ke atas.

Ketika rok diturunkan, itu akan menutupi tangannya, ketika orang lain melihat, hanya tampak kami duduk agak berdekatan, tetapi mereka tidak tahu bahwa kami sedang memainkan permainan yang seru.

Aku berinisiatif mengangkat pantatku sedikit, agar lebih mudah baginya.

Sebelumnya aku tidak akan pernah melakukan hal seperti ini.

Tetapi apa yang terjadi di kamar mandi membuat hubunganku dengan Christian tiba-tiba menjadi lebih dekat.

Sama seperti selembar kertas, yang sudah tertusuk dan berlubang, aku juga mulai berpikiran terbuka.

Tentu saja, ini juga ada hubungannya dengan aku yang sudah menahannya selama sebulan penuh.

Begitu ada kesempatan untuk melampiaskannya, keinginan itu langsung menguasai diriku.

Pada saat ini, pacarku tiba-tiba berdiri, aku begitu kaget hingga tubuhku menegang dan aku tidak berani bergerak, karena kupikir aku telah ketahuan.

Kenikmatan itu berakhir dengan tiba-tiba dan kekosongan tumbuh berkali-kali lipat.

“Woo...” Pacarku sepertinya tidak menyadari ada yang aneh, sebaliknya dia tampak sedikit tidak nyaman, setelah berdiri tegak selama beberapa detik, dia menutup mulutnya dan bergegas ke kamar mandi dan muntah di kloset.

Aku bergegas mengejarnya, membungkuk dan menepuk punggungnya agar dia merasa lebih baik.

Terdengar suara langkah kaki dan beberapa bayangan hitam kekar menghalangi pantulan lampu gantung, menyelubungiku sepenuhnya dalam bayangan.

Aku menoleh dan melihat Christian dan yang lainnya, menatap lurus ke arah pantatku.

Aku buru-buru menundukkan kepala dan baru sadar kalau aku berdiri terlalu cepat dan rokku tergulung sampai pinggang tanpa aku sadari, menampakkan daerah pribadiku.

Sebenarnya aku tidak merasa jijik dengan tatapan mereka.

Sejak aku menerima ciuman Christian, aku sudah tahu kalau aku akan selingkuh hari ini, perbedaannya hanya dengan satu atau lima.

“Bisakah... Membantuku membawanya... Kembali ke kamar?” Tanpa sadar aku merapatkan kedua kakiku, jantungku serasa mau keluar dari tenggorokanku!

Christian dan teman-temannya segera mengangkat pacarku dan membawanya kembali ke kamar.

Saat pintu kamar pacarku ditutup, seperti ada yang berubah, lima pria tinggi dan perkasa, seperti lima menara berdiri di hadapanku lagi.

Dan aku seperti seekor kelinci putih kecil yang masuk ke sarang beruang hitam. Aku bisa hancur berkeping-keping kapan saja, “Jangan di sini... Ke... Ke kamar tidur...”

Christian memelukku dan mengangkatku dengan mudah.

Kakiku terangkat di udara, aku seperti boneka yang dia gendong ke kamar dan yang lainnya mengikutinya satu demi satu.

Di atas tempat tidur selebar 2 meter itu, aku dengan patuh mengambil posisi yang paling tepat, mendongakkan kepala dan merentangkan kaki, memegang satu di setiap sisi dan menyambut datangnya badai...

Baca Cerita Lengkapnya Sekarang
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk menghadirkan lebih banyak cerita luar biasa Goodnovel
Buka Semua Bab
Cari "B67366" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi NovelShort untuk melanjutkan membaca.
B67366
Salin

Hukuman atas Impulsif Mahasiswi Tercantik

Bab 1
Bab
Sesuaikan
Bab Berikutnya