Logo
Hati Biru Affa
Hati Biru Affa

Hati Biru Affa

85 Bab
Tamat
Dalam Hati Biru Affa, kepercayaan gadis 17 tahun hancur saat figur kakaknya diduga berkhianat dengan pria idaman. Konflik tajam dalam romance novel ini menguji kesetiaan dan emosi remaja. Baca romance stories ini untuk mengungkap kebenaran di balik pengkhianatan yang tak terduga.
Bab 1 dari Hati Biru Affa

Kedisiplinan adalah sebuah standar yang susah dimiliki.

“Jadi, tidak ada lagi yang ingin ditanyakan?” tanya Yusuf kepada semua asisten yang hadir saat itu. Sebenarnya ada topik wisuda, namun mengingat dua wisudawan sedang hadir di lab, akan merusak kejutan jika dibocorkan sekarang.

“Aku rasa itu cukup, Yusuf,” komentarku. Asisten lainnya tidak ada yang membantahku, dan sebagai moderator, Yusuf mengakhiri rapat malam itu.

“Karena tidak ada yang perlu dibahas lagi, kita akhiri dengan do’a,” ucap Yusuf. Do’a kafaratul majelis menutup rapat malam itu. Para asisten pun kembali ke pekerjaan mereka masing-masing. Aku sendiri masih berkutat dengan skripsi milikku yang berhubungan dengan perekaman data besar untuk permainan dan melakukan adjustment dari data tersebut.

“Skripsimu masih lanjut?” tanya Yusuf tidak percaya melihatku yang sibuk dengan angka-angka itu. Oke. Kalau aku mengetahui bahwasanya mengembangkan sistem perekapan seperti ini hingga selesai adalah satu semester, aku sudah mencicil ini dari semester 6.

“Iya. Prof Hari bilang minggu depan kalau bisa sudah mulai pengambilan datanya. Ini sudah semester kedua soalnya. Kalau telat, bakal hangus,” jawabku tanpa mengalihkan perhatianku. Yusuf memang cukup menyebalkan karena suka bertanya terus-menerus. Tapi, itu masih tidak seberapa dengan Mas Arrow, seorang senior sekitar 7 tahun di atasku, kala aku masih numpang di lab ini sebagai freeloader.

“Semangat ya. Aku juga mulai kerjakan milikku. Baru tahu kalo data bisa ngeselin seperti ini,” komentarnya. Aku berdecih, siapa suruh mengambil pengumpulan data hasil wabah untuk analisis dan simulasi prediksi penyebaran wabah serupa usulan Prof Murfid. Topik Prof Murfid notabene menyusahkan semua siswanya, dan aku pastikan bukan sesuatu yang bisa selesai dalam satu semester dengan mudah. Lagipula, topikku ini usulan beliau juga.

“Kamu kan ahlinya sekarang di bidang analisis data. Jadi ya kalau struggle kamu bakal kesulitan. Mulai dikerjakan aja. Fauzan di 206 mungkin bisa bantu dikit-dikit,” balasku.

“Makasih,” komentarnya, “aku ngurus skripsiku dulu,” lanjutnya. Akhirnya, dia berhenti menggangguku. Aku memegang kembali laptopku dan mengerjakan sisa komponen skripsiku yang belum tuntas.

“Kakak yakin ambil penelitian itu?” tanya Rahima.

“Dilihat dari kebermanfaatannya kelak, aku yakin,” jawabku.

Kalau tahu bakal sesusah ini- lupakan. Sudah terjadi. Aku hanya melanjutkan pekerjaanku. Salah satu calon wisuda, Mas Yahya, mendekati tempat aku duduk.

“Pak Ketua, saya pulang dulu,” pesannya. Aku menganggukkan kepalaku, tanpa memberikan pesan maupun balasan. Jam menunjukkan angka 10 malam. Rapat yang mulai semenjak jam 8 itu sudah memakan total 2 jam penuh.

“Mas Faux gak pulang?” tanyaku melihat ke senior calon wisudawan yang lain. Dia menggelengkan kepala.

“Lagi mau nyolong wifi. Kosan gak wifi ya gini. Gak kek Shad yang udah nikah,” komentar sang calong wisudawan. Aku terkekeh kecil sebelum kembali mengerjakan tugas akhirku.

“Rahima gak datang?” tanya Mas Faux lagi. Aku menggelengkan kepala. Perempuan itu pasti menghindari senior bernama Mas Yahya tadi, apalagi setelah pernikahan Mas Yahya dengan maba tahun ini, Zihan Azizah.

“Kenapa emangnya Mas?” tanyaku. Mas Faux tidak memberikan penjelasan. Dia mengalihkan pembicaraan. Sayang, aku menangkap jernih apa alasannya.

“Kurang apa lagi penelitianmu?” tanya Mas Faux. Aku menghela nafas.

“Tinggal sedikit sih. Kalau sudah selesai, bisa sidang semester ini,” jawabku seraya melihat ke laptopku. Sebuah notifikasi dari klien proyekan muncul di laptop.

Aristy: Mohon maaf Kak, untuk aplikasinya kira-kira bagaimana ya kak? Kami perlu buat demonstrasi kepada dosen minggu depan.

Aku hanya bisa menggelengkan kepala. Belum tugas akhir, mana proyekan juga dikejar. Seharusnya aku lempar saja ke si Dekker ini proyek. Ah sudahlah, terlanjur basah.

Affa: Bisa selesai senin depan.

Ya. Artinya hanya tiga hari untuk menyelesaikan sisa tetek bengek kemarin. Mungkin aku harus benar-benar menawarkan Dekker.

Aristy: Terima kasih Kak. Bayaran dari kelompok kami akan seperti kesepakatan kemarin.

Affa: Oke. 400 ribu.

Aristy: Benar Kak.

400 ribu untuk pekerjaan seperti ini? Kepala perusahaan dimana Rahima bekerja akan tertawa mendengarnya. Kalau pekerjaannya untuk sistem data seperti sistem wabah atau analisis, mungkin lebih mudah bagiku.

“Ah sudahlah,” keluhku kesal. Aku melanjutkan pekerjaanku lagi. Ini semua menyebalkan.

“Kalau Kak Hamid bakal gimana ya?” gumamku seraya terus mengetik. Malam ini akan panjang, sangat panjang. Sebuah notifikasi masuk ke laptopku.

Aini: Kak Affa!

Aku menghembuskan nafas berat.

“Bocah ini lagi,” celetukku kesal. Aku menutup notifikasi itu.

“Legend, kamu kapan bimbingan?” tanya salah satu asisten dengan nama laboratorium Life_Bond. Aku menoleh ke arah laki-laki itu.

“Dengan Prof Hari atau Prof Murfid, Zul?” tanyaku balik.

“Prof Hari. Kan gue ogah sama Prof Murfid. Susahnya kek cari bola sakti,” jawabnya seraya menggibahkan professor legendaris di kampus kami. Sudah rahasia umum mahasiswa bimbingan Prof Murfid bahwa harus ada ‘anak ajaib’ supaya beliau mudah ditemui.

“Kalau Prof Hari rencananya selasa ini,” balasku. Dia melanjutkan pertanyaannya.

“Sudah janjian?” tanyanya.

“Sudah. Bukannya Prof Hari gak susah toh diajak janjian?” tanyaku balik. Zul menggelengkan kepala. Eh?

“Kalau kamu atau Rahima, gampang. Kalau yang lain, centang biru gan. CENTANG BIRU!” teriak Zul tidak terima. Itu mengejutkanku. Mungkin karena selama ini selalu aku yang menjadi komting kelas Prof Hari, aku tidak terpikir itu yang sebenarnya terjadi. Rumor soal Prof Hari saja tidak pernah masuk telingaku.

“Kok aku baru tahu?” tanyaku heran.

“Anak-anak biasanya pasti nunggu depan ruangan beliau. Cuma lama-lama ogah juga sekarang, apalagi Prof Hari makin sering keluar kota dadakan. Itu medsos update bilang lagi di luar negeri pas hari rencana bimbingan tiba-tiba njir,” jawab Zul kesal. Oke, ini sepenuhnya baru. Mungkin aku harus lebih aware dengan sekitarku. Aku kira, hanya Prof Murfid yang susah, karena rumornya sudah mendarah daging dari tujuh tahun lalu. Aku meletakkan tanganku di atas dagu.

“Begitu ya... anyway, sudah aku pinta ke beliau. Jadi, bilang ke yang lain,” komentarku. Zul menganggukkan kepalanya, lalu dia mulai berbalik namun berhenti.

“Oh ya,” ucapnya seraya kebali menghadap ke arahku, “kamu harusnya di grup anak bimbingan Prof Hari,” lanjutnya. Aku menganggukkan kepala.

“Undang saja. Aku tidak terlalu peduli dengan grup-grup. Kamu tahu sendiri semenjak maba aku dan Rahima sangat terisolir?” tanyaku balik. Zul hanya menganggukkan kepala. Dua orang yang dikecualikan dari sistem regenerasi kampus. Itu pun atas permintaan dosen laboratorium, karena waktu itu aku dan Rahima memegang beberapa proyek krusial di kampus. Bahkan, angkatanku sendiri banyak yang memusuhiku, seperti contohnya-

“Oh ya, Legend!” teriak Yusuf. Baru akan disebut namanya, dasar. Yusuf termasuk yang paling vokal tidak suka dengan special privilege yang aku dan Rahima miliki, terutama kepadaku. Oh ayolah, itu privilege lebih seperti penderitaan. Situ mending diteriakin ama senior, aku gagal bisa kena puluhan juta pertanggungjawaban.

“Kamu ada rencana konsul sama Prof Murfid?” tanya Yusuf. Zul tampak terganggu Yusuf tiba-tiba nyemplung masuk.

“Rabu,” jawabku datar. Aku kembali melihat ke laptop. Sebuah notifikasi masuk, bahwa aku diundang ke grup bimbingan Prof Hari. Undangan itu diterima otomatis.

“Oh ya, kamu sudah masuk grup anak Prof Murfid?” tanya Yusuf. Aku menggelengkan kepala.

“Pantesan selama ini kek neraka. Gak kepikir selama ini loe belum ada,” jawab Yusuf seakan menyadari kebodohannya. Ya. Pada akhirnya, aku juga diundang.

Mungkin bukan hanya Mas Yahya yang merasa dimanfaatkan dulu. Mungkin, itu yang juga Rahima rasakan. Dan tentunya, itu adalah yang aku rasakan.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Be My Husband
Be My Husband
Dalam Be My Husband, Kiran Naomi Tanaka bertekad menaklukkan hati Evan Davaro Saga yang dingin. Di tengah perbedaan usia dan kesibukan karier Evan, mampukah ia mewujudkan obsesinya? Baca romance novel ini untuk mengikuti dinamika modern novel yang penuh tantangan dan pilihan sulit.
Gairah Liar Sugar Mommy
Gairah Liar Sugar Mommy
Dalam novel romance Gairah Liar Sugar Mommy, Cantika harus bekerja sama dengan sekretaris barunya, Arsenio. Meski terpaut usia, ketertarikan mereka memicu rahasia besar keluarga yang mengancam hubungan ini. Simak kisah billionaire romance novels ini untuk mengungkap siapa Arsenio sebenarnya.
Gara-Gara Cinta Satu Malam
Gara-Gara Cinta Satu Malam
Dalam novel Gara-Gara Cinta Satu Malam, Ellena melepaskan segalanya demi balas dendam hingga terjebak dengan William Hamilton. Kisah billionaire romance novels ini membawa mereka ke takdir rumit. Baca romance novel penuh kejutan ini hanya di platform web novel terbaik.
Hasrat Terlarang Suamiku
Hasrat Terlarang Suamiku
Dalam novel modern Hasrat Terlarang Suamiku, Selin menghadapi pengkhianatan Edward setelah lima tahun menikah. Ia harus memilih antara bertransformasi demi memenangkan hati suami atau pergi demi harga diri. Baca kisah selengkapnya di romance novel ini sebagai pilihan read books online free.
Kubalas Kesombongan Ipar Dan Mertuaku
Kubalas Kesombongan Ipar Dan Mertuaku
Dalam romance novel Kubalas Kesombongan Ipar Dan Mertuaku, seorang istri berjuang melawan penghinaan keluarga suami yang kejam. Meski dianggap rendah karena latar belakangnya, ia bertekad meraih kesuksesan finansial untuk membungkam mereka. Baca kisah inspiratif ini di webnovel modern kami.
Mantan Gay Kaum Pelangi
Mantan Gay Kaum Pelangi
Dalam novel Mantan Gay Kaum Pelangi, Leo berjuang lepas dari trauma masa lalu dan cinta terlarang. Di tengah proses hijrah ini, ia menghadapi godaan berat demi memulai hidup baru. Simak kisah lgbt book ini di webnovel untuk melihat perjuangannya menjadi pria normal melalui romance novel ini.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

[Versi Dub] Reinkarnasi Sebagai Pengantin Gemuk Sang Jenderal
[Versi Dub] Reinkarnasi Sebagai Pengantin Gemuk Sang Jenderal
Seorang dokter bereinkarnasi sebagai seorang wanita yang kelebihan berat badan ratusan tahun yang lalu, yang dipaksa menikah dengan seorang jenderal yang tampan namun sakit dan dipukuli hingga tewas pada malam pernikahannya. Berjanji untuk membalaskan dendamnya, sang jiwa modern memastikan untuk memanfaatkan kehidupan barunya ini dengan fokus pada kariernya. Akhirnya, dia menjadi sukses dan cantik, sementara suaminya yang tidak aman sekarang memohon perhatiannya...
Hidup Lagi, Kubalas dendam
Hidup Lagi, Kubalas dendam
Terlahir kembali di hari pernikahan, Mutia dihina Maya dengan buket plastik murahan. Dulu, ia kehilangan buket giok, tunangan, dan kakaknya lalu tewas tragis. Kini ia menggenggam warisan kakeknya dan menegaskan: buketku ini harta negara!
Saya adalah istri sejati CEO
Saya adalah istri sejati CEO
Istri presiden mengirim putrinya ke sekolah dengan tenang, tetapi anak itu diintimidasi karena "miskin".
Ibu Berhenti Jadi Korban
Ibu Berhenti Jadi Korban
Desi, 55 tahun, diperlakukan tak adil oleh putrinya. Ia berhenti bantu, pulang kampung dan dapat ganti rugi besar. Sementara putrinya jatuh bangkrut dan tipu daya terbongkar. Desi lalu memilih hidup untuk dirinya sendiri.
Permainan Naik Pangkat
Permainan Naik Pangkat
Setelah sembuh, Nina pura-pura buta ingin melamar, tapi pacarnya selingkuh dengan sahabatnya. Dengan marah, ia malah mencium sahabat sang pacar, tidak sangka pria itu diam-diam mencintainya.
Takdir yang Memisahkan Kita
Takdir yang Memisahkan Kita
Di kehidupan sebelumnya, Emma jatuh cinta pada Josh, paman angkatnya yang tidak memiliki hubungan darah. Saat Josh terkena obat perangsang, Emma memilih untuk tidak memanggil Abby, cinta pertama Josh, tapi menanganinya sendiri. Beberapa bulan kemudian, Emma mengandung. Terpaksa, Josh pun menikahinya. Namun di hari pernikahan mereka, Abby diculik dan tewas secara tragis. Josh langsung menyalahkan Emma atas kematian Abby. Bahkan saat Emma sekarat dalam proses melahirkan, Josh sama sekali tidak berusaha menyelamatkannya atau bayi mereka. Dia hanya diam, menyaksikan nyawa mereka perlahan menghilang. Ajaibnya, Emma terbangun kembali ke masa lalu, tepat saat Josh pertama kali terkena obat perangsang. Kali ini, dia langsung menghubungi Abby, bertekad mengubah takdirnya selamanya.