Logo
Hasrat Liar Darah Muda
Hasrat Liar Darah Muda

Hasrat Liar Darah Muda

30 Bab
Tamat
Firhan harus menghadapi masa lalu saat reuni SMP dalam Hasrat Liar Darah Muda. Di tengah ambisi karier modern novel ini, ia terjebak antara Puspita, Meilani, dan Azaliya. Baca romance stories ini untuk melihat bagaimana ia memilih antara cinta atau nafsu yang mengendalikan hidupnya.
Bab 1 dari Hasrat Liar Darah Muda

Tiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn!

Suara klakson panjang itu seperti alarm kiamat. Gendang telingaku terasa seperti digetok palu godam, memaksa otakku-yang sedang melayang entah ke mana-kembali menjejak realitas. Panik, aku menoleh ke belakang. Barisan kendaraan berderet seperti parade semut, tapi yang ini penuh kemarahan. Raungan klakson mereka menyuarakan satu pesan yang sama: "Gerak, woy!"

Dan sialnya, biang keroknya adalah aku. Atau lebih tepatnya, motor sport hitam mengilap 150cc-ku, yang berdiri gagah tak bergerak di barisan paling depan lampu merah. Lampu hijau sudah lama menyala, tapi aku malah ngelamun. Dengan terburu-buru, aku memutar gas, melesat seperti pembalap kelas dunia yang telat briefing.

Rasa malu? Ada, jelas. Tapi rasa bersalah lebih besar. Orang-orang di belakang pasti sudah mendampratku dalam hati, bahkan mungkin ada yang mendoakan ban motorku kempes.

"Maaf, maaf!" gumamku pelan, tentu saja mereka tak mungkin mendengar.

Namaku Firhan Ardana, 24 tahun, calon anak magang di sebuah perusahaan ternama di kota ini. Kata "calon" itu penting, karena aku masih dalam masa percobaan tiga bulan. Kalau masa percobaan ini gagal, tamat sudah riwayatku. Bayangkan, harus balik lagi ke kampung dengan status pengangguran. Malu setengah mati.

Soal penampilan, aku cowok standar Indonesia: tinggi 170 cm, berat badan normal. Kalau tampang? Itu relatif. Ada yang bilang mukaku ganteng, ada yang bilang manis, dan ada juga yang bilang sangar. Entah kenapa, aku curiga mereka yang bilang "sangar" itu ngincer rokokku waktu SMA. Tapi intinya, aku bukan levelnya artis sinetron, apalagi Brad Pitt.

Hari ini, aku sedang dalam perjalanan menuju acara reuni SMP. Lokasinya di gedung mewah di pusat kota. Sebenarnya, reuni ini acara tahunan. Tapi baru kali ini aku punya cukup keberanian untuk datang. Mungkin karena sekarang aku sudah jadi Firhan yang berbeda. Dulu, di masa SMP, aku anak cupu yang sering nggak dianggap. Untungnya, zamanku belum ada istilah "cyberbullying," jadi paling parah aku cuma dijutekin di kantin.

Reuni ini, bagiku, adalah seperti gladi resik hidup baru di kota ini. Setelah bertahun-tahun jadi anak rantau karena ikut ibuku pindah, akhirnya aku kembali. Kota ini tempat semua kenangan masa kecil tersimpan, termasuk... dia.

"Aku merindukanmu..." gumamku lirih, kata-kata itu seperti tercecer dari sudut hatiku yang penuh debu.

Aku melirik jam tangan. Telat 30 menit. Gawat. Acara ini memang bukan wisuda, tapi siapa sih yang mau masuk gedung sambil diliatin semua orang? Tarikan gas motorku semakin dalam, melesat membelah lautan kendaraan yang entah kenapa terasa lebih ganas hari ini.

Dari jauh, seorang pengendara ojek online tiba-tiba menyalip dengan kecepatan rudal, membuatku refleks mengerem. "Bangke!" Hampir saja aku cium trotoar.

Zakarta-atau apa pun nama kota ini-memang masuk daftar lima besar kota termacet di dunia. Dunia, bro! Bayangkan hidup di tempat di mana setiap hari kamu harus berjibaku dengan kendaraan seperti ini. Ditambah jalan berlubang dan lampu lalu lintas yang kayaknya cuma pajangan. Lucunya, tiap tahun kita bayar pajak kendaraan, tapi hasilnya? Nihil. Kadang, aku membayangkan ada semacam "monster aspal" yang setiap malam memakan jalan-jalan kita.

Gedung itu, mercusuar nostalgia yang menjulang ke angkasa, sudah memanggil-manggil dari kejauhan. Tinggal satu sandungan bernama lampu merah lagi, dan gerbang dimensi waktu yang membawaku kembali ke masa lalu itu akan terbuka lebar. Tapi tunggu... ada yang aneh.

Di tiang lampu merah itu, bukan lagi angka digital membosankan yang menghitung mundur. Melainkan sebuah layar digital raksasa yang seakan mencuri perhatian semua pengendara. Di sana, sebuah lingkaran hijau berdenyut, seperti jantung alien yang sekarat, perlahan-lahan mengempis. Setiap detaknya menggerogoti ukuran lingkaran itu, dan di tengahnya, angka-angka sisa waktu berkedip-kedip. Inovasi Dinas Perhubungan, katanya. Biar pengendara nggak cuma bengong, tapi ikut merasakan sensasi bom waktu menjelang lampu merah menyala. Sebuah ide brilian, kalau saja jantungku tidak ikut berpacu lebih cepat dari biasanya.

04

Melihat pertunjukan lampu hijau yang tinggal beberapa kedipan lagi, insting pembalap jalanan dalam diriku berteriak. Empat detik? Cukup! Pedal gas kutekan lebih dalam, mengirimkan getaran kecil ke seluruh tubuh. Aroma knalpot motorku bercampur dengan aroma kopi dari warung di pinggir jalan. Semoga dewi fortuna masih berpihak padaku untuk menerobos lampu kuning yang sebentar lagi pasti muncul bagai wasit yang meniup peluit panjang.

03

Semakin dekat ke gedung tempat reuni, semakin ramai pula para 'penumpang gelap' di kepala ini. Wajah-wajah masa lalu berkelebat, beberapa samar, beberapa masih jelas terukir. Bagaimana ya rupa mereka sekarang? Apakah si Budi masih setia dengan rambut gondrongnya? Apa kabar si Ani yang dulu selalu membawa buku tebal ke mana-mana? Mampukah aku mengingat semua nama yang pernah menghiasi buku tahunan sekolah? Yang lebih menakutkan, apakah mereka masih mengingat si 'aku' yang dulu? Bisakah aku menyatu kembali dengan gerombolan masa lalu itu? Mungkinkah mereka menerima 'aku' yang sekarang? Atau jangan-jangan malah aku jadi seperti alien yang salah mendarat di pesta mereka? Argh... mending aku putar balik saja deh. Urusan adaptasi memang bukan keahlianku sejak lahir. Rasanya seperti mencoba berbahasa klingon di tengah konser dangdut. Terlalu banyak variabel, terlalu banyak potensi awkward moment.

02

"Huuuuussshhh...!" Aku menggelengkan kepala kuat-kuat, berusaha mengusir kawanan pikiran negatif yang sudah siap berpesta di otakku. "Ini cuma reuni, Bambang! Bukan audisi pencarian jodoh!" Aku mencoba mengaktifkan mode 'bodo amat' level dewa. Apapun yang terjadi setelah lampu merah ini, kuterima dengan lapang dada... atau setidaknya, mencoba terlihat lapang dada. Seperti pasrah saat kalah main batu-gunting-kertas melawan bocah lima tahun.

01

Hari ini reuni dengan teman-teman sepermainan yang kini wajahnya mungkin sudah banyak bermain kerutan. Besok, tantangan baru menanti: beradaptasi dengan spesies baru di tempat magang. Dua hari berturut-turut ini akan menjadi debutku di panggung kehidupan yang baru. Semoga saja sutradaranya tidak iseng memberiku peran figuran tanpa dialog. Semoga saja semua skenario berjalan sesuai harapan. Semoga saja...

00

Lingkaran hijau itu benar-benar habis tak bersisa, seperti kuota internet di akhir bulan. Layar digital itu berganti kostum, dari hijau cerah menjadi oranye menyala, sebuah peringatan terakhir yang diabaikan oleh sebagian besar pengendara di negeri ini. Detik berikutnya, warna merah membara mendominasi layar, sebuah titah tak tertulis yang memaksa semua roda berhenti berputar. Waktu seolah melambat, seperti adegan slow motion dalam film action, saat sang jagoan berhasil menjinakkan bom di detik-detik terakhir. Atau seperti saat pelari maraton melihat garis finish yang tinggal beberapa langkah lagi. Semuanya terasa dramatis.

Tapi, namanya juga hidup, seringkali lebih mirip sinetron azab daripada film superhero. Kenyataan seringkali punya selera humor yang kejam. Kulihat posisi motorku masih beberapa meter dari garis putih sakral sebelum lampu merah. Bukan di zona aman seperti yang kubayangkan.

"Kampret..." Umpatan lirih lolos dari bibirku. Nasi sudah jadi bubur ayam... dan aku sudah lapar. Tanggung! Dengan mental preman pasar yang ogah rugi, aku semakin memelintir gas. Menerobos lampu merah yang baru saja berubah warna. Sebuah keputusan brilian, Gassss!

Di saat yang bersamaan, entah dari mana datangnya, sebuah motor matic meluncur dari arah kanan dengan kecepatan penuh, layaknya roket nyasar yang lupa tujuan. Pengendara motor itu, seorang bapak-bapak dengan jaket ojek online, terlihat kaget bukan main. Wajahnya pucat pasi, matanya melotot seperti melihat hantu mantan. Dan akhirnya...

TIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIINNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNN!!!!!!!

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Accidentally Fall For You
Accidentally Fall For You
Dalam novel romance modern ini, Arsenio Orlando sang CEO miliarder menyembunyikan sisi gelap sebagai pembunuh. Takdir mempertemukannya dengan gadis polos yang mengubah hidupnya. Ikuti kisah penuh intrik ini dalam billionaire romance novels favorit Anda melalui platform web novel kami.
Amarah Dan Cinta
Amarah Dan Cinta
Dalam Amarah Dan Cinta, Yasnina nekat menjebak Devan dalam hubungan satu malam demi membalas rasa sakit hatinya. Romance novel ini mengisahkan konsekuensi dari pilihan berbahaya Yasnina sebelum pernikahan Devan. Baca kisah lengkapnya di webnovel modern novel yang penuh konflik ini.
Cold-hearted girl
Cold-hearted girl
Dalam Cold-hearted girl, seorang pembunuh bayaran harus melindungi ilmuwan yang terancam akibat penemuannya. Misi berbahaya ini menjadi adventure yang menguji logika dan perasaan. Baca modern novel ini sebagai pilihan utama fiction books bagi pencinta aksi dan romance penuh risiko.
JENUH
JENUH
Dalam novel JENUH, Lisa terjebak rasa bosan meski memiliki suami kaya. Ia memilih selingkuh demi gairah baru, mempertaruhkan rumah tangganya yang stabil. Temukan kisah pengkhianatan ini dalam billionaire romance novels terbaru, salah satu fiction books paling emosional untuk dibaca.
Jovan, Birahi Anak Panti
Jovan, Birahi Anak Panti
Dalam novel modern Jovan, Birahi Anak Panti, sebuah pernikahan yang dikira sederhana berubah menjadi konflik kompleks. Ikuti kisah nyata pasutri ini menghadapi tantangan nafkah dan loyalitas dalam romance novel yang penuh dinamika. Baca selengkapnya di web novel ini sekarang.
KURELAKAN SUAMIKU
KURELAKAN SUAMIKU
Dalam KURELAKAN SUAMIKU, Alwi menghadapi ujian berat saat rasa bosan mengancam keutuhan rumah tangganya yang mapan. Ikuti kisah modern novel ini tentang pilihan sulit seorang istri di tengah konflik kesetiaan. Baca romance novel ini untuk melihat konsekuensi dari sebuah pengkhianatan.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Takhta Bukan Hadiah, Tapi Rebutan
Takhta Bukan Hadiah, Tapi Rebutan
Setelah sepuluh tahun jadi tawanan politik di Crando, Putra Mahkota Pleka, Arthur, pulang hanya untuk ditolak ayahnya, George, dan dijebak saudaranya, Richard, hingga diasingkan. Bangkit kembali, dia lepas gelar dan kabur ke Ratu Diana dari Crando, tapi Richard terus memburunya. Arthur pun membalas dendam, memimpin pasukan bersenjata ciptaannya sendiri untuk menaklukkan kota-kota Pleka. Dia rebut ibu kota, ungkap fakta bahwa Richard meracuni ibunya, cela George di depan umum, dan hancurkan koalisi enam negara, lalu tangkap para penguasa untuk kuasai segalanya.
Tunangan, Aku Akan Menikahi Ayahmu
Tunangan, Aku Akan Menikahi Ayahmu
Kakaknya dan tunangannya mengkhianatinya dan membunuhnya. Sekarang setelah terlahir kembali, dia membalas dendam, dan akhirnya menikahi ayah laki-laki itu.
Kok Nyonya Gitu Kejam?
Kok Nyonya Gitu Kejam?
Yumi Solihin diberkahi pernikahan oleh mendiang kaisar ke Kediaman Adipati Setia. Tak lama kemudian, Kediaman Jenderal musnah. Saat melahirkan, dayang Selina menukar anaknya karena cemburu. Yumi sadar tapi diam, pergi ke Gunung Suci selamatkan putrinya. Ia kemudian membimbing Julia Yongki jadi permaisuri pangeran mahkota, sementara Selina menyiksa putri kandung Yumi. Saat kembali ke rumah orang tua, Selina ungkap kebenaran, tapi Yumi mengenakan baju zirah, memimpin bekas pasukan dengan pedang mengarah ke Adipati Setia.
Mata Surgawi Terbuka! Tak Ada Lawan
Mata Surgawi Terbuka! Tak Ada Lawan
Louis Wandi, murid Sekte Kekacauan bertubuh Suci, memperoleh Mata Surgawi saat membaca teks klasik, menjadikannya orang ketiga yang memilikinya. Ia diberi setengah giok ilahi dan petunjuk tentang tunangan masa kecilnya yang memegang giok iblis. Demi bebas dari belenggu, mereka harus berkultivasi bersama. Turun gunung, Louis bertemu tunangan di hotel dan insiden pot bunga berujung ciuman tak sengaja. Disalahpahami, ia bertekad bangkit, berkuasa, dan hidup bebas.
Sang Suami dari Desa
Sang Suami dari Desa
Ivy tak pernah menyangka bahwa sebuah pertemuan tak terduga akan membuatnya hamil. Dengan tekad bulat, dia bersumpah menemukan pria itu. Lima tahun kemudian, Ivy yang kini terkenal justru sibuk mencari suami di kota. Sementara, putrinya Lexi menemukan ayah kandungnya, Jake, di sebuah desa terpencil. Meski tahu pria masa lalunya hanyalah petani, Ivy memutuskan menikah dan menjadi tulang punggung keluarga. Namun setelah pernikahan, barulah kebenaran mengejutkan terungkap: pria sederhana itu ternyata menyimpan status dan kekuasaan yang luar biasa.
Kau Tunjukkan Dunia Padaku
Kau Tunjukkan Dunia Padaku
Dia dan dia adalah kekasih sejak kecil. Sebuah kecelakaan memisahkan mereka. Dia mendonasikan korneanya kepadanya. Bertahun-tahun kemudian, setelah mendapatkan kembali penglihatannya, bisakah dia masih mengenalinya?