Logo
HARMONI BULAN DAN MATAHARI
HARMONI BULAN DAN MATAHARI

HARMONI BULAN DAN MATAHARI

35 Bab
Tamat
Dalam HARMONI BULAN DAN MATAHARI, Arlyna Aira terjebak dilema setelah bertemu Gideon Bastian, pewaris tunggal keluarga kaya. Romance novel ini mengisahkan perjuangan cinta mereka melawan kasta dan rintangan hidup. Baca billionaire romance books ini untuk mengungkap akhir takdir mereka.
Bab 1 dari HARMONI BULAN DAN MATAHARI

"Aww, aww, aaa ,,,." 

Jerit tertahan terlontar dari gadis berponi bibir lipstik nude ketika kaki mungil terbalut sneakers putih hampir saja terpeleset jatuh menginjak tanah becek sisa genangan air hujan.

"Are you okay?!" 

SEERRR!

Aliran darah seakan berdesir begitu cepat ketika mata yang dihiasi bulu-bulu lentik bertabrakan dengan iris mata hitam legam dengan jarak hanya beberapa senti saja. 

Detik berikutnya, gadis tersebut baru menyadari tubuh mungilnya sedang melayang di udara dipegang tangan besar melingkari pinggang rampingnya.

"Be careful."

Gadis berponi tersebut cepat-cepat mengatur posisi berdirinya. "Thank you," ucapnya gugup, semburat merah merona langsung menghiasi wajahnya.

"You are welcome."

Setelah hari itu, tidak pernah ada pertemuan kedua, ketiga apalagi keempat dan seterusnya. Tapi bagi gadis berusia 24 tahun tersebut, itu adalah hari yang tak pernah bisa dilupakan seumur hidupnya. 

"Loe melamun lagi, Arlyna?!" 

Suara cempreng membuyarkan lamunan Arlyna  ketika teringat kembali dengan pria berwajah blasteran yang telah menolongnya.

"Yaelah, ck ck ck. Sampai kapan loe akan terobsesi dengan itu orang?!"

"Berisik loe, Bia!" sungut Arlyna.

Sejenak Bia terdiam seakan sedang memikirkan sesuatu, tak lama kemudian berteriak kegirangan. "OMG!" 

"Astaga!" Arlyna mengelus dada, kaget dengan teriakan Bia. "Loe kebiasaan selalu berteriak depan telinga gue! Lama-lama gue bisa mati sebelum waktunya!"

"Yey! Mana ada mati sebelum waktunya. Mati ya mati aja! Drama banget."

"He-he-he," Arlyna terkekeh, didorongnya kepala Bia pelan. "Pinter juga loe!"

"Arlyna, gue punya ide untuk mencari pangeran loe yang misterius itu!" Bia antusias. "Dengerin ya ,,,,"

Belum selesai Bia bicara, Arlyna langsung memotong, "Males gue dengan ide-ide loe! Hasilnya selalu zonk, ogah gue!"

"Yah elu. Ngomong juga belum, udah males!" sungut Bia diakhiri dengan cemberut. 

Tak berselang lama datang salah satu teman Arlyna yang terkenal cukup tomboy. Langsung duduk di sebelah Bia.

"Kenapa loe? Datang-datang bawa muka masam. Kasih salam kek pada kita berdua. Sudah datangnya telat, bawa muka begitu lagi. Bikin sepet mata gue!" cerocos Bia.

"Iya, kenapa Jeng Vio?! Apa ada yang mengganggu loe di jalan?!" tanya Arlyna.

"Mana ada yang berani ganggu si Vio. Lihat tangannya ini," Bia yang duduk di sebelah Vio mengangkat tangannya Vio. "Tangan kayak barbel begini mana ada yang berani, orang sudah kabur duluan lihatnya! Ha-ha-ha!" 

"Apa sih loe!" Vio menarik tangannya dengan kasar. "Tidak lucu!"

Arlyna dan Bia saling melempar pandang, heran dengan sikap temannya yang tidak biasa, padahal kalau diacak becanda apapun tidak pernah marah. Suasanapun mendadak jadi canggung dan hening. 

Ya, mereka bertiga selalu rutin menyempatkan waktu untuk bertemu ditengah kesibukan masing-masing di sebuah cafe yang telah menjadi tempat favorit mereka. 

Arlyna merupakan seorang fashion designer yang bekerja di butik cukup terkemuka di kota tempat tinggalnya. Bia, seorang sarjana ekonomi yang bekerja di perbankan sementara Vio seorang instruktur senam dan punya beberapa tempat gym.

"Sebentar lagi jam makan siang habis. Gue harus kembali bekerja," ucap Bia setelah melihat jam yang melingkar di tangan.

Arlyn juga melakukan hal yang sama. "Gue juga harus kembali ke butik. Banyak pesanan baju akhir-akhir ini dari para nyonya sosialita."

"Lah terus gue bagaimana?!" tanya Vio.

"Bagaimana apanya?!" tanya Bia dan Vio berbarengan.

"Gue datang, kalian pada pulang!" protes Vio ketus.

"Salah sendiri! Loe daritadi diam membisu," jawab Arlyn. "Gue cabut dulu. Bye. Sampai ketemu lagi."

"Yaelah! Gue lagi bingung, kalian malah pergi. Tidak ada empati sama sekali!" keluh Vio.

Bia yang belum beranjak dari tempat duduknya melihat Vio. "Loe kagak ngomong dari tadi. Bijimane kita bisa tahu!"

Vio menghela napas. "Ya sudahlah. Nanti saja gue cerita."

Bia kembali melihat jam tangannya. "Gue sudah telat nih. Cabut dulu ya!"

Sementara itu, Arlyna sedang berusaha mencari taksi di jalan depan cafe.

"Ya ampun! Pada ke mana ini taksi?!" gerutu Arlyna menutup kepala dengan majalah dari teriknya matahari.

Satu menit, dua menit berdiri tepi jalan akhirnya taksi terlihat tapi taksi berada di seberang jalan. 

"Kok taksinya lewat jalan itu?!" gumam Arjuna heran karena taksi tidak seperti biasanya melewati jalan di depan.

"Mbak!" suara wanita menyapa Arlyna.

"Iya," jawab Arlyna melihat wanita dengan rambut sudah di dominasi warna putih.

"Sedang menunggu taksi mbak?!" tanyanya lagi ramah.

Arlyna mengangguk. "Iya."

"Taksi tidak lewat jalan ini mbak, di depan sana!" tunjuknya ke arah kanan Arlyna berdiri. "sedang ada galian kabel jadi arahnya dialihkan."

"Oh, pantas dari tadi tidak ada taksi lewat," gerutu Arlyna.

Setelah mendapat informasi tersebut, Arlyna akhirnya memutuskan menyeberang. Dilihatnya kiri kanan untuk mencari tempat penyeberangan, tapi tidak ada.

"Ya sudah, menyeberang dari sini saja," ucapnya sendiri.

Suara klakson mobil yang saling bersahutan sedikit membuat nyali Arlyna ciut ketika akan menyeberang. Apalagi dengan kendaraan beroda dua yang saling mendahului.

Dilihatnya jam yang melingkar di tangan, waktu sudah menunjukan lewat dari waktu istirahat jam makan siangnya. 

"Gue harus buru-buru ke butik, Nyonya Ratih bisa ngamuk kalau tahu gue telat masuk," gumamnya sendiri.

Satu langkah, dua langkah, kaki dengan pantofel hitam mulai menjajaki jalan beraspal untuk menyeberang. 

TIIDH! 

Suara klakson mobil berhasil membuat jantungnya hampir lepas ketika lewat depan matanya. 

"Sialan!" umpat Arlyna berhenti sejenak. 

TIIIIDH!

Suara klakson mobil terdengar panjang dari samping kiri tubuh Arlyna. 

SEERR!

Aliran darah di seluruh urat dalam tubuh Arlyna seakan mengalir begitu cepat disertai hangat yang menjalar.

Wajah itu, wajah yang telah mengganggu hari-harinya hanya karena pertemuan pertama yang tidak bisa dilupakan sekarang berada tepat di depan matanya. 

Arlyna terpana, di dalam mobil sport merah, pria blasteran yang selalu dicarinya sedang duduk dibelakang setir. Pria blasteran yang telah menolongnya saat dirinya akan jatuh ke genangan air hujan.

TIIIDH!

Klakson panjang kembali terdengar menyadarkan Arlyna dari keterpakuannya. 

"Minggir!"

Suara teguran dari kendaraan lain membuat Arlyna harus segera melanjutkan langkah kakinya untuk menyeberang jalan.

"Dia ,,, dia ,,, pria itu. Apa gue tak salah melihat?!" Berbagai pikiran berkecamuk dalam benak Arlyna setelah berdiri di atas trotoar memandang mobil sport merah yang semakin lama semakin menghilang di antara kendaraan yang lain.

....

Sementara itu, pria yang selalu bermain dibenak Arlyna melajukan mobil sport merahnya membelah jalan raya. 

"Tuan muda, hati-hati bawa mobilnya. Jangan ngebut-ngebut! Mamang takut nabrak orang," tegur sopir pribadinya duduk di samping.

"Tenang saja Mang. Gideon Bastian selalu berhati-hati. He-he-he." Selesai bicara, kecepatan mobil malah ditambah. "Mamang ini kan seorang sopir, masa takut diajak ngebut!"

"Ya beda dong tuan muda," seru Mamang ketakutan memegang seatbelt yang melingkar di tubuh. "Tuan muda hobinya balapan sedangkan mamang hanya sopir biasa, sopir papinya tuan."

Gideon malah terkekeh melihat sopirnya ketakutan. "Pegangan Mang, kita akan terbang!" serunya becanda.

"Jangan, tuan! Jangan! Mobilnya tidak bisa terbang. Mobil ini tidak punya sayap!" wajah pucat langsung menghiasi mamang.

Gideon semakin terbahak, tapi tetap fokus menyetir. "Ha-ha-ha. Memang yang ada sayapnya itu apa mang?!"

"Yang punya sayap mah burung, tuan!" Mamang tetap menjawab walau ketakutan sedang melanda. "Burung bisa terbang."

Kepolosan sopir pribadinya malah menggelitik Gideon untuk becanda. "Tapi ada juga mang, burung yang tidak bisa terbang. Tidak punya sayap, tapi dinamakan burung. Tahu enggak mang, apa nama burung itu?!"

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Balas Dendam Kejam Sang Mantan
Balas Dendam Kejam Sang Mantan
Dalam Balas Dendam Kejam Sang Mantan, pengusaha wanita dikhianati kekasihnya demi anak magang. Ia melawan balik dengan memegang hak paten algoritma inti perusahaan. Billionaire romance novel ini mengisahkan perebutan kekuasaan dan kerja sama dengan rival demi membalas pengkhianatan.
Istri Dadakan Presdir
Istri Dadakan Presdir
Dalam Istri Dadakan Presdir, Salsa merantau ke Jakarta demi mengubah nasib, namun terjebak pernikahan tanpa cinta dengan Raditya. Sebagai billionaire romance novels populer, kisah modern novel ini menguji perjuangan Salsa meluluhkan hati suami dingin demi mempertahankan rumah tangga mereka.
Kado Dari Masa Lalu
Kado Dari Masa Lalu
Dalam novel Kado Dari Masa Lalu, Declan Montereau, seorang billionaire yang anti-pernikahan, harus menghadapi kehadiran Elio, bocah yang mengaku sebagai putranya. Genre romance modern ini mengungkap rahasia masa lalu saat Declan mencari kebenaran di balik kado tak terduga ini. Baca web novel seru ini.
Pernikahan kontrak dengan ayah kekasih
Pernikahan kontrak dengan ayah kekasih
Dalam Pernikahan kontrak dengan ayah kekasih, seorang gadis terdesak kebutuhan uang hingga nekat mengkhianati cintanya. Novel modern ini mengikuti misinya bersandiwara dalam billionaire romance novels demi memenuhi wasiat wanita sekarat, meski harus terikat dengan pria yang jauh lebih tua.
Pesona Wanita Pilihan CEO
Pesona Wanita Pilihan CEO
Dalam Pesona Wanita Pilihan CEO, William terancam kehilangan jabatan di Johnson Corporation demi menolak perjodohan ayahnya. Sebagai billionaire romance novels populer, kisah ini mengikuti perjuangan William mempertahankan cintanya dalam web novel penuh konflik keluarga dan kekuasaan.
Sangat Salah Jatuh Cinta dengan Saudara Asuhku
Sangat Salah Jatuh Cinta dengan Saudara Asuhku
Dalam Sangat Salah Jatuh Cinta dengan Saudara Asuhku, Rosalyn Wright meninggalkan statusnya sebagai pewaris billionaire demi Saul. Namun, pengkhianatan menyadarkannya untuk segera bercerai dan mengambil alih bisnis keluarga. Baca kisah romance novel ini di platform read novels online.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Nikah Kilat, Tapi Suamiku Sayang Banget!
Nikah Kilat, Tapi Suamiku Sayang Banget!
Kayla Rosa, seorang mahasiswi hamil secara nggak terduga. Awalnya dia rencana lahirkan dan besarkan anak itu sendirian. Nggak disangka ayah dari anak itu adalah Irfan Jordan, CEO Grup Silas. Irfan masuk paksa ke dalam hidup Kayla dan sangat memanjakan Kayla.
Sekarang Giliranku, Pecundang
Sekarang Giliranku, Pecundang
Jolie diangkat anak oleh Matthew sebelum pria itu meninggal. Bertahun-tahun kemudian, dia kembali untuk menghadiri pemakaman sang ayah angkat dan mendapati anak-anaknya, Jacob dan Cathy, diperlakukan dengan sadis oleh paman-paman mereka. Bertekad merebut kembali kursi ketua, Jolie mengakali mereka dalam rapat dewan dan merebut kekuasaan. Pembalasan pun datang: dia difitnah sebagai pembunuh dan perusahaannya disabotase. Namun, Jolie berhasil mengatasi setiap serangan dan membuat mereka membayar mahal. Menyadari Jacob tak kunjung berubah meski diberi kesempatan, Jolie pun mengatur agar dia mendekam di penjara selama tiga bulan. Alhasil, pengalaman itu mengubah si pemberontak menjadi seseorang yang memandang Jolie dengan hormat total.
Pengadilan Penghakiman: Vonis Ingatan
Pengadilan Penghakiman: Vonis Ingatan
Enam mantan murid yang kini telah sukses bekerja sama untuk menuntut mantan mentor mereka, Lin Han, atas berbagai kejahatan. Ia dijatuhi hukuman ekstraksi ingatan, sebuah proses yang disiarkan langsung ke seluruh dunia. Namun, tak seorang pun tahu bahwa Lin Han telah terlahir kembali. Dalam kehidupan sebelumnya, satu keputusan fatal menyebabkan kejatuhan para muridnya—sebuah tragedi yang kini ingin ia cegah. Di kehidupan barunya, Lin Han berusaha mengubah masa lalu. Tapi sekeras apa pun ia mencoba, ia tak bisa lepas dari tuduhan yang terus menghantuinya. Mampukah ia menulis ulang takdirnya, atau akankah ia kembali menghadapi konsekuensi dari masa lalunya?
Dalam Cintanya, Ada Penebusan
Dalam Cintanya, Ada Penebusan
Grace, anak yatim piatu yang diadopsi keluarganya memang dibesarkan untuk dijual pada pejabat tak bermoral. Demi kabur bersama adiknya yang cacat mental, dia terpaksa menggoda sang miliuner, Jackson Carroll. Dia berniat memanfaatkan pria itu sebagai alat melawan keluarga angkatnya.
Terjerat dalam Dirinya
Terjerat dalam Dirinya
Ayah Jennifer dijebak dan dipenjara. Dia bukan lagi putri dari keluarga kaya dan memilih untuk menjadi kekasih rahasia Zayden. Dia mendapati dirinya sangat terjebak dalam hubungan cinta yang diperhitungkan ini. Zayden, meskipun mengetahui motif Jennifer, masih jatuh cinta padanya dan membantunya mengungkap kebenaran.
Cinta ayah yang terlambat
Cinta ayah yang terlambat
Anak beruang itu dengan sengaja melukai mata gadis kecil itu dengan garpu, hingga mengeluarkan darah di seluruh wajahnya. Ketika gadis itu sedang dalam masa pemulihan di rumah sakit, anak beruang itu menuangkan bubur panas ke wajah gadis itu lagi, yang membuat mata gadis itu benar-benar rusak. Tapi ketika ayah gadis itu mengetahuinya, dia tidak peduli dengan putrinya, tapi malah mengajak anak beruang pelakunya untuk makan besar!