Logo
Gairah Terkutuk
Gairah Terkutuk

Gairah Terkutuk

51 Bab
Tamat
Dalam novel Gairah Terkutuk, Liana menjadikan Hart budaknya tanpa tahu pria itu menyimpan rahasia masa lalu. Sebagai romance novel dengan elemen mystery, Hart merencanakan pertemuan mereka demi tujuan tersembunyi. Baca modern novel ini untuk mengungkap kebenaran di balik rencana Hart.
Bab 1 dari Gairah Terkutuk

Hart mulai sadar perlahan membuka mata, tapi pandangannya terhalang selembar kain hitam yang menutup wajahnya.

Hart mencoba menggerakkan tangan kiri guna melepaskan kain yang menghalangi, tetapi tak bisa. Pergelangan tangan kirinya terikat pada sebatang tiang kecil, begitu juga dengan tangan kanan pria kidal itu.

Bukan hanya tangan, ujung kedua kakinya yang mengangkang juga terikat. Hart yang mulai sadar dengan keadaan dirinya mencoba berteriak. Namun, tindakan itu sia-sia, ada lakban hitam yang melekat erat pada mulutnya mencegah ia melontarkan teriakan.

Hart meronta, berusaha melepaskan tubuhnya yang terikat.

"Huuustt, tenanglah anak muda," pinta seseorang pria yang menjaganya di ruangan itu.

"Hmmm ... hmmm." Hart ingin mengatakan sesuatu.

"Tenangkan dulu dirimu! Percayalah kami tidak akan menyakitimu," kata pria penjaga seraya mendekati tubuh Hart yang diikat diatas ranjang mewah.

Melihat keadaan tawanannya mulai tenang, pria penjaga itu melepaskan kain yang menutupi wajah Hart dan menarik paksa lakban yang melekat di mulutnya.

Kini Hart dapat melihat pria umur 40-an dengan setelan rapi mengenakan jas hitam berdiri di samping ranjang tempat ia terbaring.

"Namaku Ali, Kau pasti haus." Pria itu menyuguhkan segelas air putih pada Hart untuk diteguknya.

"Saya sarankan agar kau menghemat suaramu, tidak akan ada yang mendengar teriakanmu di tempat ini, permisi." pamitnya setelah memberikan peringatan halus pada tawanannya.

Ribuan pertanyaan melayang di dalam kepala Hart, mencoba mengingat kembali setiap kejadian sebelum ia berada di tempat itu.

"Dia sudah bangun," bisik Ali pada seseorang yang sedang menikmati segelas anggur di ruangan tengah. Wanita muda itu adalah Veronica Diarliana-atasannya.

"Beri aku privasi untuk malam pertamaku," ungkap Liana.

"Permisi." Ali pamit dengan sopan.

Hart menoleh, ia mendengar suara langkah kaki perlahan mendekat. Pintu terbuka diikuti wanita dengan mantel tebal melangkah masuk.

"Kau?" lirih Hart.

Liana tersenyum tipis, menutup pintu tanpa berpaling. Melangkah pelan mendekati ranjang sambil melepaskan mantel tebalnya, lekuk indah tubuhnya tampak samar dari balik gaun tipis yang ia kenakan. Hart langsung memalingkan pandangannya.

Liana merangkak anggun di atas ranjang mendekati tubuh Hart lalu duduk di atas perut yang berbalut otot.

Jemari Liana mulai melepaskan satu per satu kancing kemeja Hart hingga tampak gumpalan otot dada lelaki itu. Jemari Liana semakin nakal, meraba permukaan kulit Hart dan sesekali meremasnya.

Hart masih diam, belum berani menatap ke arah Liana yang menindihnya. Kini dia paham tujuan tali yang melilit bagian tubuhnya.

Setelah puas bermain di area atas, Liana berbalik 90 derajat mengubah arah posisi duduknya. Hart diam-diam melirik punggung molek Liana yang sibuk melepaskan tali pinggangnya.

Libido Hart mulai meningkat saat Liana memainkan bagian tubuhnya yang paling istimewa. Seharusnya host profesional itu masih bisa menahan birahi, tapi kali ini hasratnya begitu kuat hingga tak dapat dibendung lagi.

Tubuhnya terasa panas, aliran darah berpacu dengan detak jantung yang semakin kencang, seluruh indra semakin peka. Hart merasakan sensasi kenikmatan yang berlebihan pada salah satu bagian tubuhnya.

"Lepaskan ikatannya," pinta Hart.

Liana tersenyum mendengar permintaan Hart, ia tahu jika tawanannya itu mulai hanyut dalam permainan nakalnya. Liana yakin jika cairan yang di tambahkan Ali ke dalam minuman Hart mulai bekerja.

Liana hanya melepaskan pengikat pada salah satu tangan Hart lalu berbaring dan membiarkan Hart melepaskan sisanya.

Hart kemudian berbaring menyamping di sebelah tubuh Liana, menatap wajah Liana sambil mengelus rambutnya lalu mulai mencumbu lembut batang leher Liana.

Tangan kiri Hart perlahan menarik turun tali gaun Liana, lalu meremas lembut gumpalan daging kenyal yang tergantung bebas, berlanjut meraba turun dan berhenti pada area yang mulai basah di antara kedua paha Liana.

Suhu terasa semakin panas, Hart melepaskan pakaian yang melekat pada tubuh indah Liana hingga tak tersisa sehelai pun.

Dengan celana sedikit melorot, Hart melancarkan serangan pamungkasnya dengan dorongan yang sangat lembut.

"Pelan-pelah, akh ...." Liana mendesah saat benda keras menyentuh permukaan kulitnya yang paling sensitif.

"Akhhh ... aaakh," desah panjang Liana, tubuhnya menggeliat, jemarinya meremas seprai.

Sebuah sensasi kenikmatan dirasakan Liana untuk pertama kalinya, rasa nikmat bercampur rasa nyeri dan ngilu.

Hart terus melakukan gerakan yang sama, bibirnya tak bisa berhenti beraksi, mencium, melumat, dan menghisap bagian tubuh Liana.

Lelaki yang semula terkesan terpaksa, kini justru menjadi penguasa yang mengendalikan permainan birahi di atas ranjang. Sentuhannya lembut, tapi tepat sasaran, gerakan pinggulnya pelan dan satai dengan irama tetap.

Tidak ada tindakan kasar atau beringas seperti singa kelaparan yang menerkam mangsa. Semuanya dilakukan sangat lembut dalam diam, tapi hal itu justru mempercepat perjalanan Liana untuk sampai ke puncak.

"Aaakkhhhh, sesuatu ... keluar, aakhhh." Liana mendekap tubuh kekar Hart, pelukan yang begitu erat diikuti cairan kenikmatan yang meluncur deras, bagaikan mata air mengalir membasahi sungai yang kering.

Liana mencapai puncak lebih awal. Sensasi itu kembali terulang hingga tiga kali.

Kini giliran Hart, seluruh kenikmatan berkumpul pada satu titik, dorongan gairah semakin kuat menuju klimaks. Hart bisa merasakan carian kental mengalir deras pada saluran kecil. Akhirnya, dengan otot yang mengeras dan urat yang tertarik, pemuda itu menembakkan peluru kejantanan beberapa kali di atas perut liana.

Hart langsung menjatuhkan tubuhnya di samping Liana, wanita itu juga terkapar lemas setelah proses pendakian yang cukup panjang.

"Apa yang telah kulakukan?" gumam Hart seakan menyesali perbuatannya.

"Heii, tolong jelaskan maksud semua ini!"

Hart menatap benci pada wanita di sampingnya. Setelah bertahun-tahun dia bekerja sebagai host profesional, baru kali ini ada wanita yang berani memperlakukannya sampai sejauh itu.

Meski pekerjaan Hart memang untuk menyenangkan hati para pelanggan wanita, tapi bukan berarti dia bisa seenaknya dijadikan pemuas nafsu bagi tamu-tamunya.

"Surat perjanjiannya akan menjelaskan semuanya padamu, jadi diam dan tidurlah," lirih Liana yang terbaring lemas dengan mata terpejam.

"Huh! Perjanjian?" Jawaban Liana justru mengundang pertanyaan baru di dalam kepala Hart.

"Kau berisik sekali! Diamlah atau keluar dari kamar ini, tapi jangan berpikir kalau kau bisa kabur dariku."

Hart terpaksa menahan diri, mencoba tenang dan bersabar, menunggu sampai wanita itu siap menjelaskan segalanya.

"Hei, bersihkan ini!" Liana menunjuk ke arah perutnya.

Hart meraih tisu di atas meja kecil, meletakkan di samping Liana lalu turun dari ranjang.

Hart bangun lalu turun dari tempat tidur, berdiri di samping ranjang, mengenakan serta merapikan kembali pakaiannya yang sebelumnya dilucuti paksa oleh wanita yang tidak dikenalnya.

"Ali akan menjelaskan semuanya padamu."

Liana masih terbaring lesu, perlahan menarik kain selimut untuk membungkus tubuh bugilnya, mengubah posisi tidurnya dengan memutar badan ke arah yang berlawanan.

Hart melangkah keluar kamar, meninggalkan Liana seorang diri agar wanita itu biasa tidur dengan tenang. Lagi pula, berada di dekatnya hanya akan memancing Hart untuk terus melontarkan pertanyaan padanya.

"Sepertinya rumah ini ditinggalkan cukup lama," gumam Hart berbicara sendiri.

Pemuda itu keliling mencari sesuatu yang dapat mengalihkan perhatiannya dari semua peristiwa yang membuatnya kebingungan.

Hart berhenti ketika tiba di balkon, tempat yang menurutnya sangat cocok untuk menenangkan pikiran. Di sana ia dapat melihat hamparan langit malam bertabur bintang, meskipun sisanya hanya gulita yang terbentang menyelimuti rumah tempatnya bernaung.

Tidak ada tanda-tanda adanya seseorang selain mereka berdua di tempat itu, tak ada satu pun penjaga.

"Sepertinya, aku bisa pergi dari tempat ini dengan mudah," batin Hart.

Hart bergegas turun ke lantai bawah, menelisik setiap sudut ruangan mencari jalan untuk keluar. Tidak sulit baginya untuk menemukan pintu utama yang berdiri jelas di sisi ruangan lantai dasar.

Pintunya terkunci, tapi kuncinya menempel di sana, maka Hart dapat dengan mudah membuka pintunya, bergegas melangkah ke luar tanpa lupa untuk menutupnya kembali.

Hart berhasil keluar, tapi langkahnya berhenti setelah ia melewati pintu utama.

'Aku perlu kendaraan untuk pergi dari sini, tapi sepertinya ....'

Hart mulai mencemaskan rencananya ketika ia tidak melihat adanya satu pun kendaraan yang parkir di sana.

"Mungkin di tempat lain, akan kucari," batin Hart, ia tidak ingin menyerah begitu saja.

Pemuda itu mulai mengitari rumah, menyusuri setiap sisi, mencari kendaraan apa saja di setiap sudut yang dapat ia jangkau. Hart terus mencari, tapi pada akhirnya ia kembali ke tempat semula tanpa menemukan satu pun kendaraan.

"Sepertinya memang tidak ada, pasti dibawa pergi pria tadi," keluh kesah Hart dalam hatinya. Namun, itu tidak berarti kalau Hart telah putus asa, meskipun ia gagal dalam pencariannya.

Hart duduk pada tangga kecil di depan pintu, melirik jam yang melingkar pada pergelangan tangannya dan mulai memikirkan kembali langkah selanjutnya yang akan ia ambil.

"Sudah hampir jam dua dini hari rupanya,"

Hart mulai memikirkan beberapa hal, mempertimbangkan segala sesuatunya sebelum mengambil keputusan agar usahanya tidak berakhir sia-sia.

Hart bisa kabur dengan berjalan kaki, ia juga tidak perlu khawatir dengan arah mana yang akan diambil, ia hanya perlu menyusuri jalanan yang ada. Namun, pemuda itu tidak tahu berapa jauh ia akan berjalan dalam kegelapan tanpa alat penerangan.

Pilihan yang lain adalah menelepon kenalannya dan meminta untuk menjemputnya, tetapi Hart sendiri tidak tahu lokasi keberadaannya saat ini, ditambah lagi pemuda itu tidak menemukan ponsel miliknya di dalam saku celana, pasti direbut saat ia disekap.

'Jangan berpikir kau bisa kabur dariku.'

Hart teringat akan ucapan Liana padanya yang sebelumnya ia sepelekan. Kini Hart mengerti jika wanita itu tidak main-main dengan ancamannya.

Kini hanya tersisa satu pilihan untuk Hart, pilihan terakhir yang terpaksa ia ambil. Pemuda yang menemui kebuntuan itu berdiri dan melangkah masuk kembali ke dalam rumah, tidak ada pilihan lain lagi untuknya.

"Apa salahnya menunggu hingga esok pagi, aku juga bisa mendengarkan penjelasan dari mereka. Lagi pula, sepertinya mereka tidak berniat menyakitiku," tutur Hart dalam hatinya saat ia berjalan lamban menuju ke kamar sebelumnya. Mengistirahatkan tubuhnya yang kelelahan di atas ranjang yang sama dengan wanita asing.

Liana bangun lebih awal, mengenakan kembali pakaiannya dan bergegas menuju ruangan tengah.

"Ali, jemput aku sekarang!" tegas Liana lewat sambungan telepon.

"Baik, Nona."

"Ingat juga untuk mengajak dua orang pelayan ke sini."

Liana memutuskan panggilannya setelah mengatakan apa perlu ia sampaikan.

"Permisi, Nona."

Ali pun tiba beberapa menit kemudian, diikuti dua orang pelayan wanita bersamanya.

"Sudah kau jelaskan tugas mereka?"

"Sudah, Nona."

"Dia masih tertidur, jelaskan semuanya saat ia bangun!" pesan Liana sembari melirik jam mewah di pergelangan tangan kirinya sebelum berdiri dan berjalan keluar.

Ali mengawalnya sampai ke depan, di mana seorang sopir menunggu di samping sedan mewah dengan pintu belakang yang terbuka.

"Hati-hati, Nona!"

Ali kembali ke dalam setelah Liana pergi. Terlihat Hart turun dari lantai atas tepat saat pria itu melewati pintu masuk.

"Kemarilah!" ajak Ali seraya berjalan menuju tempat duduk.

"Di mana wanita itu?" tanya Hart yang tak melihat batang hidung Lina sejak ia terbangun.

"Duduklah dulu," jawab Ali tenang.

Salah satu pelayan menyajikan kopi di atas meja untuk mereka.

"Waktu yang tepat untuk secangkir kopi," ungkap Hart seraya meraih cangkir dan mencicipi kopi yang disuguhkan untuknya.

"Jadi, perjanjian apa yang di maksud wanita itu?"

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Bukan Sekedar Bantuan, Tapi Menghancurkan Pernikahanku
Bukan Sekedar Bantuan, Tapi Menghancurkan Pernikahanku
Dalam Bukan Sekedar Bantuan, Tapi Menghancurkan Pernikahanku, Adara harus menghadapi syarat rumit dari Rian, seorang pengusaha dalam billionaire romance novels ini. Demi nyawa suaminya, ia terjebak dilema besar. Baca romance novel ini untuk melihat pertaruhan kesetiaan di tengah konflik modern novel.
Buku Harian Seorang Pengacara Muda
Buku Harian Seorang Pengacara Muda
Dalam Buku Harian Seorang Pengacara Muda, Edward Cicero menghadapi dilema besar di sekolah hukum. Untuk memenangkan kasus melawan perusahaan asuransi, ia harus memilih antara melakukan kejahatan atau dikeluarkan. Simak kisah modern novel penuh intrik dan mystery story yang menegangkan ini.
Cinta  Sang Dokter Untuk Gadis Nakal
Cinta Sang Dokter Untuk Gadis Nakal
Dalam romance modern Cinta Sang Dokter Untuk Gadis Nakal, Ayyara yang putus asa setelah dikhianati ditawari pernikahan tak terduga oleh seorang dokter dan istrinya. Ikuti kisah web novel ini saat Ayyara menghadapi pilihan sulit demi masa depannya. Baca romance stories ini sekarang.
Dicerai kakak Dinikahi adik
Dicerai kakak Dinikahi adik
Pasca cerai dari Win, Iyas menata hidup dengan membuka toko bunga. Namun takdir mempertemukannya dengan Bhaga, adik sang mantan suami. Di balik luka lama, kisah romance novel modern ini menguji Iyas antara membenci atau mencintai sosok yang membuatnya berharga dalam web novel ini.
Give Me Your Heart
Give Me Your Heart
Dalam Give Me Your Heart, Andrea memperjuangkan cinta meski harus merampas pasangannya dari sahabat sendiri. Namun, pernikahan dalam modern novel ini penuh kedinginan tanpa kasih sayang. Akankah pengorbanannya sia-sia? Temukan kisahnya di romance stories yang penuh dilema ini.
Hubungan Cinta Terlarang dengan Ibu Rina
Hubungan Cinta Terlarang dengan Ibu Rina
Rina adalah seorang guru sejarah di sebuah SMA. Dia berusia 30 tahun, bercerai tanpa anak. Orang bilang dia mirip Demi Moore di film "Striptease". Tingginya 170 cm, berat 50 kg, dan payudara 36B. Semua muridnya, terutama yang laki-laki, sangat ingin melihat tubuh polosnya. Suatu hari, Rina harus memanggil salah satu muridnya ke rumahnya untuk tes rias wajah. Anto harus mengulang ulangan karena ketahuan menyontek di kelas. Anto juga dikenal dengan tubuhnya yang kekar karena sudah berlatih bela diri sejak SD sehingga harus menjaga kebugaran fisiknya. Bagi Rina, kedatangan Anto ke rumahnya juga merupakan suatu kebetulan. Dia diam-diam naksir dia. Itu sebabnya dia bermaksud memberinya beberapa "pelajaran tambahan" pada Minggu sore ini. "Sudah selesai, Anto?" Rina kembali ke ruang tamu setelah meninggalkan Anto sendirian selama satu jam untuk mengerjakan soal-soal yang dilontarkannya. "Hampir, Nona." "Kalau sudah selesai, datanglah ke ruang tamu. Aku akan berada di belakang." "Oke." "Mbak Rina, aku sudah selesai," Anto memasuki ruang tamu dengan pekerjaannya. "Dimana Kak Rina?" "Dia di kamarnya Anto, sebentar," Rina mencoba membetulkan kausnya. Ia sengaja melepas branya untuk membangkitkan gairah muridnya. Di balik baju longgarnya, bentuk payudaranya terlihat jelas, terutama putingnya yang menonjol. Begitu dia pergi, mata Anto hampir melotot melihat tubuh gurunya. Rina membiarkan rambut panjangnya tergerai, tidak seperti penampilannya biasanya di depan murid-muridnya. “Kenapa kamu tidak duduk dulu, biar aku periksa…” Wajah Anto memerah karena malu saat Rina tersenyum saat tatapannya terfokus pada payudaranya. "Bagus... bagus... Kamu bisa berbuat curang seperti itu?" “Maaf, Nona. Saya lupa belajar hari itu.” "Ah, benarkah?" "Anto, bisakah kamu membantuku?" Rina mendekat padanya di atas karpet. “Ada apa, Nona?” Tubuh Anto gemetar saat tangan gurunya memeluknya, sementara tangan Rina yang lain membelai area miliknya. "Tolong, bantu aku, dan berjanjilah untuk tidak memberitahu siapa pun." "Tapi...tapi...aku..." "Kenapa? Oh...kamu masih perawan?" Wajah Anto memerah mendengar perkataan Rina. "Ya." "Tidak apa-apa. Biarkan aku membimbingmu." Rina lalu duduk di pangkuan Anto dan Anto hanya menurut saja saat tubuh hangat gurunya menempel di tubuhnya. Dia bisa merasakan dada Rina mengeras. Keduanya berciuman mesra. Setelah memuaskan diri, Rina berdiri di hadapan muridnya yang masih tertegun. Rambut panjangnya tergerai seperti sutra di tubuhnya. "Ah, cepatlah Anto," erang Rina tak sabar. Anto kemudian berlutut di samping gurunya. Dia tidak tahu harus berbuat apa. "Anto...letakkan tanganmu di dadaku," dengan gemetar Anto meletakkan tangannya di dada Rina, merasakannya naik turun.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Dalam Pelukan Waktu
Dalam Pelukan Waktu
Terjebak di tahun 70-an sebagai antagonis dalam novel yang ia baca, Naya justru menemukan hal yang selama ini belum dia dapatkan, yaitu kasih sayang seorang ibu dan cinta tulus dari pria asing.
Dongeng Cinta di Usia Senja
Dongeng Cinta di Usia Senja
Linda Wijaya menikah dengan Keluarga Pratama selama 30 tahun, merawat keluarga besar. Suaminya selalu mengutamakan keluarga besar di atas rumah kecil mereka, bahkan ketika ibunya menderita serangan jantung dan membutuhkan 160 juta untuk hidup, suaminya malah memberikannya untuk membeli mobil adiknya. Linda langsung bercerai dan mengambil hartanya yang menjadi haknya. Tiga tahun lalu, di kuil, dia membantu seorang pria menyalakan dupa, dan saat bertemu kembali, ternyata pria itu adalah direktur rumah sakit. Pria itu melamarnya dengan 400 gram emas murni dan selalu menempatkannya pertama. Suami pertamanya sangat menyesal.
Jagoan di Balik Tangan
Jagoan di Balik Tangan
Bertahun-tahun setelah perpisahan yang tak terduga, Bella dan Adam, yang dulunya teman kuliah yang jatuh cinta pada pandangan pertama, tiba-tiba bersatu kembali. Bella, yang kini telah menjadi dokter yang sukses, terkejut ketika Adam, cinta pertamanya yang juga bintang olahraga hoki terkenal, muncul di kantornya untuk mencari bantuan. Saat perasaan lama muncul kembali, takdir mengikat mereka dalam hubungan kontrak. Cinta mereka yang belum selesai pun mendapat kesempatan kedua. Seiring berjalannya hari, percikan cinta antara Bella dan Adam tumbuh makin kuat, tetapi keduanya harus memutuskan apakah kesempatan kedua ini akan mampu mengubah cinta mereka yang telah lama terpendam menjadi cinta yang langgeng.
Kebangkitan dari Api Dendam (Sulih Suara)
Kebangkitan dari Api Dendam (Sulih Suara)
Sella meninggalkan keluarga angkat, Keluarga Yuda, demi membalas budi keluarga kandungnya, Keluarga Rusdi, tapi justru diabaikan dan difitnah adik angkat hingga dipenjara tiga tahun. Usai bebas, dia dipaksa pulang untuk pesta ulang tahun. Sella dengan tegas mengecam sikap dingin dan tidak berperasaan Keluarga Rusdi, lalu dijemput Keluarga Yuda. Sementara itu, Keluarga Rusdi masih berkhayal dia akan kembali.
Rahasia Suamiku
Rahasia Suamiku
Seorang wanita yang baru melahirkan mulai curiga suaminya, Darco, berselingkuh setelah menemukan barang-barang mencurigakan di rumah. Meski Darco berusaha meyakinkannya bahwa itu hanya kesalahpahaman, kecurigaan terus menghantui. Ketegangan meningkat saat dia mendapat telepon misterius yang mengungkap rahasia suaminya. Apakah Darco benar-benar berselingkuh, ataukah ini hanya bayang-bayang kecemasannya pasca melahirkan?
Pengawal Titipan Dunia
Pengawal Titipan Dunia
Titipan Terhebat di Kolong Langit menerima tugas berbahaya: mengawal penjahat besar Rizal Surya ke ibu kota untuk dipenggal. Karena Geng Aditya mengancam akan merampas titipan, perjalanan ini sangat mematikan. Para pengawal titipan bersumpah dengan nyawa untuk melindungi titipan, bertekad menegakkan keadilan. Kepala pengawal Rudianto Utami mengetahui rahasia Ismail - penyuruh yang ternyata adalah Pendekar Pedang yang sudah pensiun. Ia pun mendorong Ismail melindungi perjalanan secara diam-diam. Akhirnya, mereka berhasil mengalahkan Geng Aditya.