Logo
Gadis Ternoda
Gadis Ternoda

Gadis Ternoda

41 Bab
Tamat
Dalam Gadis Ternoda, Diana terjebak satu malam hingga hamil. Bertahun kemudian, ia bertemu ayah anaknya yang ternyata kekasih sepupunya. Temukan konflik keluarga dalam modern novel ini. Baca kisah selengkapnya di web novel ini sebagai pilihan romance stories terbaik Anda.
Bab 1 dari Gadis Ternoda

Siang yang terik ini menjadi saksi perjuangan Diana mencari pekerjaan, namun dia tak kunjung menemukannya. Diana yang hanya tamatan SMA tak bisa berharap banyak untuk mendapatkan pekerjaan enak, apalagi di zaman yang serba sulit ini. Dari satu toko ke toko lain dia menawarkan diri agar bisa diterima bekerja, tapi semua nihil.

Dengan lelah, gadis berambut panjang itu duduk di halte bus, peluh menetes di sekitar pelipis dan lehernya. Tapi dia tak boleh menyerah, dia harus mendapatkan pekerjaan agar bisa menyambung hidup dan mengobati ibunya yang sedang sakit parah.

“Aku harus mencari pekerjaan di mana lagi?” keluh Diana sembari mengusap keringat di dahinya, tenggorokannya terasa kering sebab panas dan berkeringat membuatnya sedikit dehidrasi.

Sebuah mobil berhenti tepat di depan Diana, kemudian seorang wanita berpakaian seksi dengan dandanan sedikit menor keluar dari mobil tersebut.

“Hai, Diana!” sapa wanita itu.

Diana memicingkan matanya, memperhatikan wanita itu, namun kemudian membelalak kala mengingat siapa seseorang yang sedang berdiri di hadapannya saat ini.

“Miranti?” Diana sontak beranjak dari duduknya.

Wanita bernama Miranti yang merupakan teman SMA Diana itu tersenyum lebar saat dirinya dikenali.

“Wah, kamu beda banget! Aku sampai pangling dan enggak mengenalimu!” Diana langsung memeluk temannya itu.

Miranti balas memeluk Diana, “Pantas kamu kayak orang bingung gitu waktu aku sapa.”

Keduanya mengurai pelukan dan Diana mengamati Miranti dari bawah sampai atas, “Kamu cantik banget sekarang.”

“Iya, dong. Ini semua berkat perawatan, kalau enggak perawatan, mana bisa seperti ini,” sahut Miranti sambil tertawa.

Diana hanya tersenyum kecut saat mengingat dirinya yang saat ini terlihat kumal dan kucel.

“Eh, kamu sedang apa di sini?” tanya Miranti mengalihkan pembicaraan.

“Aku sedang istirahat, soalnya lelah dari tadi keliling mencari pekerjaan,” jawab Diana jujur.

“Sudah dapat pekerjaannya?”

Diana menggeleng lemah, wajah cantiknya berubah sedih.

“Kamu mau aku kasih pekerjaan?” Miranti kembali bertanya.

Diana terkesiap, wajahnya berubah antusias, “Kerja apa, Mir?”

“Kerja enaklah pokoknya, dan bayarannya besar.”

“Di mana?”

“Di hotel.”

Diana mengernyit, “Di hotel?”

“Iya, nanti tugas kamu cuma melayani pengunjung dan menjamunya, pokoknya buat mereka senang,” terang Miranti.

Diana berpikir sejenak, pekerjaan apa yang Miranti maksud?

“Kamu jangan takut! Sudah kubilang, kerjanya enak dan bayarannya banyak, apalagi kalau pengunjung puas dengan kerja kamu, bisa dapat bonus.” Miranti mencoba meyakinkan Diana agar mau bekerja dengan dirinya.

Diana masih bergeming, dia sedikit ragu. Tapi dia sangat butuh pekerjaan saat ini, dan sekarang kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan ada di depan mata.

“Bagaimana, Di? Kamu mau enggak? Kalau enggak mau, aku cari orang lain saja.”

Dengan segala pertimbangan , akhirnya Diana mengangguk setuju, “Iya, aku mau. Soalnya aku lagi butuh pekerjaan banget!”

Miranti pun tersenyum senang, “Baiklah, kalau begitu nanti malam pukul tujuh datang ke hotel Grand Luxury, tapi kamu harus berdandan yang cantik dan pakai pakaian yang bagus! Soalnya kita mau bertemu seseorang yang akan memberimu pekerjaan, nanti kita bertemu di sana,” ujar Miranti.

“Kenapa bertemunya harus malam, Mir?”

“Karena dia bisanya malam, kalau siang dia ada pekerjaan lain,” dalih Miranti.

“Baiklah, aku akan datang. Kalau gitu aku minta nomor telepon kamu, ya?”

Miranti mengangguk kemudian menyebutkan satu per satu nomor dan Diana buru-buru mencatatnya.

“Sampai bertemu nanti malam, ya. Aku masih ada urusan lagi,” ucap Miranti.

“Iya, Mir. Terima kasih, ya!”

Miranti tersenyum dan bergegas masuk ke dalam mobilnya, kemudian melesat pergi.

“Akhirnya aku akan mendapatkan pekerjaan!” Diana tertawa senang.

Malam harinya, Diana sudah tiba di hotel yang Miranti maksud, dia berdandan cantik dan mengenakan stelan kemeja putih lengan pendek serta rok hitam sebatas lutut. Diana merasa penampilannya ini sudah cukup bagus dan rapi.

Dari kejauhan Miranti berjalan menghampiri Diana, “Hai, Di. Kamu kok pakai baju gini?”

“Kan mau interview, jadi aku pakai pakaian yang rapi seperti ini,” jawab Diana polos.

“Enggak usah! Pakai baju biasa aja, ini bukan interview kerja yang formal, kok. Kamu jadi seperti anak magang kalau gini.”

Diana mengernyit heran,”Aku kirain ini interview kerja seperti biasanya. Jadi gimana, dong!”

“Kebetulan aku ada bawa baju ganti di mobil, kamu pakai itu aja. Kayaknya ukuran tubuh kita enggak jauh beda.”

Diana mengangguk pasrah, “Ya sudah, deh!”

“Tunggu sebentar!” Miranti kembali ke mobilnya dan mengambil pakaian yang akan dia pinjamkan ke Diana.

Keduanya pun lantas masuk ke dalam hotel berbintang itu dan menuju kamar mandi.

Setengah jam kemudian, Diana sudah berdiri di depan cermin wastafel dengan wajah masam. Dia sudah mengenakan pakaian yang Miranti pinjamkan, namun dia merasa tak nyaman. Bagaimana tidak, pakaian itu sangat terbuka, dia merasa risih sendiri.

“Apa enggak ada baju lain, Mir? Ini terlalu seksi, aku enggak pede!”

“Enggak ada, Di. Tapi kamu cocok pakai ini, kamu jadi cantik banget,” puji Miranti.

Diana mengamati pantulan dirinya di cermin, dress dengan kerah Sabrina yang memamerkan pundak serta sebagian dadanya memang sangat cantik, tapi dia tak terbiasa memakai pakaian seperti ini.

“Sudah, jangan banyak mikir! Kita harus cepat menemui orang itu, nanti kamu bisa kehilangan pekerjaan kalau kelamaan,” desak Miranti.

“Iya-iya, deh!” Diana pasrah.

“Eh, tunggu! Biar enggak gugup, kamu minum dulu!” Miranti mengeluarkan sebotol minuman rasa stroberi dan memberikannya pada Diana.

“Apa ini, Mir?” selidik Diana.

“Cuma minuman soda, sudah cepat minum!”desak Miranti.

Diana pun menenggak minuman itu, Miranti menyeringai licik.

“Sekarang kita pergi! Yuk!” ajak Miranti.

Keduanya meninggalkan toilet dan buru-buru naik lift menuju lantai atas.

Diana dan Miranti tiba di depan pintu salah satu kamar hotel, tak lama kemudian pintu itu terbuka setelah Miranti mengetuknya beberapa kali.

Seorang pria berwajah cukup ganteng yang mengenakan kemeja hitam menatap mereka dari balik pintu.

“Hem, Tuan. Ini Diana, yang tadi saya ceritakan,” ujar Miranti.

“Silakan masuk!” pinta pria itu.

“Kamu masuk sana! Ingat ya, lakukan apa yang dia suruh, jangan melawan. Nanti kamu akan mendapatkan banyak uang dari dia,” bisik Miranti.

“Maksudnya aku langsung kerja?” tanya Diana bingung.

“Iyalah, sudah cepat masuk!” Miranti mendorong pundak Diana.

“Tapi, Mir. Aku ....” Diana mulai bimbang.

“Mari masuk!” Pria itu kembali bersuara.

Dengan ragu Diana melangkah masuk, dia masih berusaha berpikir positif meskipun perasaannya mulai tidak enak. Entah mengapa dia merasa gelisah, jantungnya berdebar kencang seperti ada sesuatu yang aneh di dalam dirinya.

“Nama kamu siapa?” tanya pria itu seraya mengunci pintu kamar.

“Diana, Pak.”

“Jangan panggil bapak, aku rasa kita seumuran. Panggil Revan aja,” pinta pria bernama Revan itu sembari berjalan mendekati Diana.

“I-iya.” Diana mundur, perasaannya semakin tak enak, dia kian merasa tak nyaman dan gelisah.

“Malam ini kita akan bersenang-senang, cantik.” Revan hendak meraih tangan Diana, tapi dengan cepat gadis itu mengelak dan menghindar.

“Maaf, saya .... ah ....” Diana ingin pergi dari kamar itu, tapi langkahnya terhenti karena mendadak kepalanya terasa pusing dan pandangannya mengabur.

“Kamu baik-baik saja?” tanya Revan, dia memeluk Diana dari belakang dan menempelkan dagunya di pundak gadis itu.

Diana merasa sesuatu mulai terpancing, dia merinding tapi masih berusaha melepaskan diri dari pelukan Revan. Namun tentu Revan tak ingin melepaskannya begitu saja, dia semakin mengeratkan pelukannya dan menciumi leher Diana, sehingga membuat gadis itu mendesah sambil memejamkan matanya.

Diana heran kenapa tubuhnya bereaksi aneh saat mendapatkan sentuhan dari Revan, dia seolah ingin meminta lebih padahal hati kecilnya menolak.

Revan semakin melancarkan aksinya, dia mencumbui Diana sampai gadis itu tak bisa menahan diri lagi.

Akhirnya malam itu mereka mengarungi surga dunia dalam kenikmatan, Revan merenggut kehormatan Diana tanpa ada perlawanan yang berarti dari gadis malang itu, karena dia juga sedang dikendalikan oleh hasrat yang memuncak.

Sementara itu, di dalam mobilnya, Miranti tersenyum senang melihat jumlah uang yang tadi siang Revan transfer ke rekeningnya.

“Maafkan aku, Diana! Kamu butuh uang, aku juga,” gumam Miranti sinis, Diana tak tahu jika tadi dia sudah mencampurkan obat perangsang ke dalam minuman yang gadis itu minum.

***

Bersambung ....

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Akibat Cinta Semalam dengan CEO
Akibat Cinta Semalam dengan CEO
Dalam Akibat Cinta Semalam dengan CEO, Jeanne terjebak skandal dengan Alan, CEO sekaligus sepupu mantan pacarnya. Kisah billionaire romance novels ini penuh obsesi saat Jeanne harus menghadapi konsekuensi tak terduga. Baca drama modern novel yang memikat ini di platform web novel kami.
Dikhianati Di Hari Pernikahan
Dikhianati Di Hari Pernikahan
Dalam novel modern Dikhianati Di Hari Pernikahan, Rhea dipaksa menjadi mempelai pengganti bagi Kaelan Castor. Terjebak intrik keluarga dan kontrak tanpa cinta, ia harus bertahan di tengah pengkhianatan. Baca romance novel ini untuk mengungkap rahasia di balik pernikahan mendadak mereka.
Hasrat Nikmat Perselingkuhan
Hasrat Nikmat Perselingkuhan
Dalam novel Hasrat Nikmat Perselingkuhan, Zhea menghadapi dilema dalam pernikahan modern saat suaminya, Muchlis, gagal memenuhi kebutuhannya. Romance novel ini menyoroti perjuangan kesetiaan dan godaan yang muncul saat kepuasan fisik menjadi misi yang sulit dicapai di rumah.
Look At Me
Look At Me
Dalam novel romance Look At Me, Maya menghadapi krisis saat hamil di masa sekolah. Di tengah pengkhianatan Jordan, Raka hadir menawarkan solusi tak terduga. Ikuti perjuangan Maya menentukan masa depan dalam modern novel ini yang dapat Anda baca di platform web novel terpercaya.
Merebut Hati Mantan Istri Kembali
Merebut Hati Mantan Istri Kembali
Dalam novel Merebut Hati Mantan Istri Kembali, pernikahan bisnis berakhir saat sang suami menyadari pengkhianatan istrinya. Kini ia bertekad menguasai permainan cinta sejati ini. Baca romance novel modern ini sebagai pilihan fiction books terbaik tentang ambisi dan kesempatan kedua.
POLAROID LOVE Istri Kesayangan Guru BK
POLAROID LOVE Istri Kesayangan Guru BK
Dalam POLAROID LOVE Istri Kesayangan Guru BK, Queen yang keras kepala dipaksa menikah dengan Devan, guru BK di sekolah barunya. Menghadapi perjodohan di genre romance modern ini, ia harus menjaga rahasia pernikahan sambil membaca romance stories tentang komitmen dan cinta masa muda.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Aku Antar Ayah Urus Bank
Aku Antar Ayah Urus Bank
Ayah meninggal tiba-tiba, mewarisi 4 miliar. Dengan hati berat aku urus warisan, tapi bank bersikeras bahwa almarhum harus datang sendiri. Sungguh nggak masuk akal! Pegawai hanya mengulangi: ""Peraturan adalah peraturan."" Baiklah! Kalau begitu, izinkan aku perlihatkan pada kalian, apa jadinya ketika peraturan itu diterapkan sampai habis-habisan!
Deterjen dan Cerai
Deterjen dan Cerai
Selama 30 tahun Yuni berkorban tanpa mengeluh, di Hari Perempuan hanya dapat deterjen promo. Ia rindu seikat bunga, tapi suaminya Andi memberi gelang emas untuk ibunya, kalung emas untuk menantu, skincare untuk anak perempuan, dan hanya deterjen serta sarung tangan untuknya. Anak perempuannya mengamuk, lalu ibu-anak ini bertaruh dan pergi. Dengan royalti 10 miliar, Yuni bangkit, meraih kembali mimpinya di dunia sastra, memenangkan penghargaan, dan menemukan cinta baru.
[Versi suara dubbing] Teman Gadis, Istri, Dan Lakukan Bohong
[Versi suara dubbing] Teman Gadis, Istri, Dan Lakukan Bohong
Istri menemukan sertifikat pernikahannya rusak; saat mengurus penggantiannya, dia mengetahui dirinya "belum menikah" dan suaminya telah menikahi wanita lain. Mengingat suaminya pernah memohon maaf, dan sekarang mendengar dia akan memberi status pada wanita itu, dia patah hati dan memutuskan untuk membatalkan identitasnya dan pergi.
[Versi suara dubbing] Yang Telah Segar Kembali: Balaskan Hakim untuk Keterlaluannya Ibu Saya
[Versi suara dubbing] Yang Telah Segar Kembali: Balaskan Hakim untuk Keterlaluannya Ibu Saya
Pria itu kehilangan keluarga dan meninggal di kehidupan sebelumnya; setelah dilahirkan kembali, ia ingin membalas budi pada ibunya, tetapi ketika seseorang menyiksa ibunya, ia bersumpah akan membalas dendam dan menyerang balik.
Gairah Yang Berbahaya
Gairah Yang Berbahaya
Tommy, pemimpin kedua dari keluarga mafia secara tidak sengaja bertemu dengan Mathilda, seorang mahasiswi. Seiring dengan terbongkarnya rahasia dan setelah mengalami berbagai kejadian berbahaya, mereka terpaksa menghadapi masa lalu mereka. Pilihan mereka pun akan menentukan masa depan mereka.
Dia Lebih Dulu Mencintai Adiknya
Dia Lebih Dulu Mencintai Adiknya
Sadie selalu menjadi gadis baik-baik, tetapi ia jatuh cinta pada Ethan, rival adiknya. Demi menyenangkan Ethan, mereka menjalin hubungan rahasia penuh skandal. Setelah berkemah romantis, Sadie menemukan kebenaran mengejutkan: cinta Ethan hanyalah siasat balas dendam terhadap adiknya. Patah hati, Sadie pun mengambil keputusan pahit untuk pergi.