Logo
Gadis Milik Tuan Mafia
Gadis Milik Tuan Mafia

Gadis Milik Tuan Mafia

45 Bab
Tamat
Akiko, penderita kanker darah yang kerap disiksa orang tuanya, kini terperangkap menjadi tawanan Glen Xander Mckenzie dalam Gadis Milik Tuan Mafia. Di tengah misi balas dendam sang mafia, takdir berubah saat rasa cinta tumbuh. Baca kisah romance novel dan mafia novel ini di webnovel.
Bab 1 dari Gadis Milik Tuan Mafia

"Akiko Eloise!" bentak seorang wanita pada Akiko yang masih berusia 9 tahun. Gadis itu langsung terbangun dari tidurnya, padahal baru selesai belajar seharian ini dan ingin tidur sebentar karena kelelahan. 

"Lihat, berapa nilai yang baru kau dapat," Akiko segera mengambil kertas yang Mamanya tunjukkan. 

"Mama, ini hanya–" tamparan kencang mendarat di pipi Akiko, bahkan sampai memerah panas. 

"Menjijikkan! bagaimana aku menghadapi Papamu nanti, hah?! dia akan menganggap bahwa aku tidak becus mengurus dirimu!" ia mencengkram pundak Akiko kasar. 

"Tapi, guru bilang, itu hanya kesalahan teknis," Akiko berusaha membela dirinya. 

"Kesalahan teknis dari mana? Kalau memang dapat nilai kecil, kau tidak bisa membohongi Mama," desisnya. 

"Aku tidak berbohong, Mama. Sakit!" teriak Akiko saat rambutnya dijambak kasar. Bahkan, beberapa helai rambut sampai tercabut begitu saja. 

"Sakit? Kau pikir, aku tidak merasa sakit dipukul oleh papamu setiap hari?" lirih sang mama.

"Sorry…," isak Akiko. 

"Menyusahkan! Aku menyesal punya anak sepertimu! Kau benar-benar tidak berguna," Akiko terdiam mendengar ucapan itu. Rasanya sakit, bahkan dadanya sampai sesak. 

"Lalu, kenapa Mama tidak membunuhku saja? memangnya, Mama pikir, aku mau dilahirkan di keluarga ini? aku sangat tersiksa, Papa ataupun Mama tidak pernah sayang padaku. Kalian memukulmu terus tanpa alasan yang jelas," tangis Akiko pecah. Tubuh mungil itu terduduk di lantai dingin, dengan gemetaran. 

"Padahal, aku tidak minta dilahirkan. Tapi, kenapa Mama selalu bilang menyesal punya anak seperti aku? apa kurangnya aku, Ma? apa aku pernah melawan? apa aku pernah nakal? tidak … aku memberikan yang terbaik untuk Mama dan Papa," lanjut Akiko. 

"Kenapa Mama tidak membunuhku saja, sebelum aku mengenal dunia?" desis Akiko. 

"Kurang ajar!" Mamanya kembali memberikan pukulan, bahkan lebih parah. Dan itu adalah terakhir kalinya Akiko membela diri. Padahal, nilai yang dia dapat aslinya memang 100. Tapi karena kesalahan teknis, satu jawaban tidak terdeteksi benar oleh sistem. Nilai 95, membuat Akiko kembali mendapatkan luka di tubuhnya. Hanya karena satu kekurangan, Akiko nampak seperti anak paling menjijikkan di dunia ini. 

Beberapa bulan setelah itu, Mamanya meninggal karena penyakit. Namun, dia tidak boleh datang ke rumah sakit atau pemakaman karena kehidupannya sudah diatur oleh papanya. Parahnya, papanya mengatakan kalau mama Akiko mendapat penyakit karena sudah menjadi istri yang buruk. 

Memang, Akiko sadar bahwa mamanya adalah wanita pembangkang. Dia tidak mau diatur, kasar dan tidak mau bertanggung jawab sebagai istri atau sosok mama. Dia suka bersenang-senang sendiri, tanpa peduli keluarga. Tapi tidak bisa dipungkiri, Akiko sangat sayang dan membutuhkan sosok mama dalam hidupnya sampai kapan pun. 

Saat menemui sang Papa karena berharap bisa mendapat kasih sayang, Akiko justru mendapat luka lagi. Entah karena apa, tapi yang jelas Akiko tau bahwa papanya tidak suka melihat wajahnya. Bahkan, tak segan-segan memukul Akiko hanya karena tidak sengaja berpapasan. 

"Tolong lihat aku sebentar, Papa…," ingin sekali Akiko memintanya. Tapi dia tau, pasti hanya akan ada luka baru di tubuhnya jika berani bicara. Akhirnya, Akiko tidak pernah mau berharap lagi pada manusia mana pun. Karena hal itu hanya akan menyakiti perasaannya. 

***

Akiko tersenyum kecut, mengingat bagaimana masa kecil dia lalui begitu berat. Bahkan, dia harus mengonsumsi obat-obatan dokter agar bisa mengendalikan traumanya. Dan obat itu sangat tidak baik bagi kesehatan Akiko, karena menyebabkan tubuhnya melemah. Kejadian itu sudah berlalu 10 tahun, tapi rasanya masih sakit jika teringat. 

Akiko Eloise, gadis berumur sembilan belas tahun, kini sedang menatap ruang kelas. Bagi Mahasiswa baru, dia harus berkumpul untuk acara yang sudah dijadwalkan nanti. Ia memakai blouse dan celana panjang, lebih nyaman memakai pakaian tertutup karena hangat di musim dingin ini. Dengan rambut pendek hitam dan mata sayu, membuat Akiko nampak seperti gadis lucu nan polos di mata orang lain. 

Akiko menghela nafas panjang, bersiap melihat apa saja yang menunggu di dalam kelas. Berharap bahwa masa kuliah ini akan jauh lebih baik, dari pada masa sekolah sebelumnya. Karena pribadi yang pendiam dan murung, Akiko jadi sering mendapat bully. Jadi dia sengaja masuk ke universitas yang jauh, berharap tidak bertemu dengan orang yang dia kenal

Perlahan, pintu mulai terbuka. Menunjukkan keadaan kelas yang normal dan ramai seperti dugaan. Akhirnya, ia berjalan ke bangku kosong untuk duduk. Menunggu instruksi dari pembina nanti. 

"Hai, boleh duduk di sini?" seorang gadis menghampiri Akiko sambil tersenyum manis. 

"Aku Lani, siapa namamu?" tanya gadis berambut pirang itu. 

"Akiko Eloise," jawabnya singkat sembari berjabat tangan. 

"Kau bukan asli sini, ya? Wajahmu nampak asing," Lani duduk di sampling Akiko, ingin mengenal lebih tentang teman barunya. Saat pertama kali melihat Akiko, dia langsung beranggapan kalau Akiko ini orang yang sangat feminim. Terlihat dari cara berjalan dan bersikap. 

"Iya, papaku berasal dari Jepang," jawab Akiko seadanya. 

Sedangkan Lani hanya mengangguk paham, tidak tau lagi apa yang akan dia tanyakan pada Akiko. Sebab, gadis itu hanya menjawab singkat seolah tidak mau mengenal Lani balik. Padahal, Akiko adalah orang pertama yang diajak bicara, jadi dia berharap bisa berteman baik dengan Akiko. 

"Kau … cukup pendiam, ya?" bisik Lani setelah mengamati gerak-gerik Akiko. Kalau bukan dia yang memulai pembicaraan, maka mereka tidak akan mengobrol. Bahkan hampir satu jam dalam kelas, Akiko masih duduk diam di posisi yang sama sambil bermain ponsel atau membaca buku. 

"Aku masih menyesuaikan diri," jawab Akiko. 

"Aku pikir, kau sombong," celetuk Lani sambil tertawa pelan. Ia menganggap Akiko seperti bunglon, yang butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan alam sekitar. 

Sebenarnya, Akiko juga merasa tidak enak juga terus mendiamkan teman barunya. Tapi dengan kepribadiannya yang memang seperti itu, dia juga butuh waktu untuk menyesuaikan energi besar dari Leni yang sangat aktif. 

"Jangan malah melamun," Leni menepuk pundak Akiko untuk menyadarkan lamunan. Tapi, melihat reaksi kesakitan dari Akiko membuat Leni segera menjauh. Dia pikir, mungkin ada luka di pundak Akiko yang tidak sengaja dia sentuh. Tapi, pikiran itu segera teralihkan saat dering telepon masuk ke ponsel Akiko. 

"Excuse me," ucap Akiko agar Leni memberinya ruang untuk mengangkat telepon. Setelah Leni menggeser bangkunya, barulah Akiko berterimakasih. 

"Halo," sapa Akiko. 

"Datanglah ke rumah malam ini," kata papanya di seberang telepon sana. 

"Malam ini?" tanya Akiko memastikan. 

"Iya, Papa ingin membicarakan hal penting." Mendengar ucapan itu, Akiko terdiam sejenak. Merasa, kalau panggilan dari papanya ini pasti bukan tentang hal baik. Dari nada bicaranya saja sudah jelas, bahwa ada yang tidak beres. 

"Tidak bisa?" tanya sang papa kembali karena belum mendapat jawaban. 

"Aku akan datang," sahut Akiko pasrah. Lalu telepon terputus secara sepihak. 

Ini bulan pertama Akiko tinggal sendiri di apartemen, dia sengaja ingin mencari ketenangan dengan hidup sendiri. Tapi, sepertinya rencana itu tidak akan berjalan lancar. 

Selesai kelas, dia langsung pulang ke apartemen untuk beberes. Gadis itu pergi ke kamar, ingin berganti pakaian yang lebih kasual karena dia tau papanya sangat memperdulikan soal penampilan. Tapi, Akiko terdiam cukup lama saat menatap pantulan dirinya di cermin dengan pandangan sayu. 

"Belum hilang juga," gumamnya. Lalu, beralih mengambil obat dan mengoleskannya ke beberapa bagian tubuh. 

"Semoga aku beruntung, Kouma," pamit Akiko pada anjing kesayangannya yang sudah menemani selama bertahun-tahun. Dia rasa, Kouma adalah pendamping yang sangat berharga baginya. Setelah dipastikan semuanya siap, Akiko melesat menggunakan taksi menuju rumah mewah yang terletak di tengah perkotaan. 

Dan di sinilah dia, duduk di depan Mr. Eloise dengan canggung. Matanya menatap nanar, tak percaya dengan keinginan dari papanya itu. 

"Papa … menjualku?"

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Beauty and The Mafia
Beauty and The Mafia
Dalam Beauty and The Mafia, Rosetta Alighieri dituduh mencuri kalung warisan mafia Marco Botticelli akibat fitnah saudara kembarnya. Terjebak dalam intrik dunia kriminal, ia harus memilih antara komitmen berbahaya atau pelarian. Baca mafia romance books ini di webnovel sekarang.
Dipaksa Menikahi Mafia Kejam
Dipaksa Menikahi Mafia Kejam
Dalam novel Dipaksa Menikahi Mafia Kejam, Grazella terjebak obsesi Gabriel, mafia Italia yang menuntut kepatuhan mutlak. Menjadi buruan dalam mafia romance books ini, Grazella harus bertahan demi kesembuhan adiknya meski raga terbelenggu. Baca kisah romance novel penuh aksi ini sekarang.
Hot Love - George & Regina
Hot Love - George & Regina
Dalam Hot Love - George & Regina, agen CIA dan KGB ini menjadi buruan setelah gagal dalam misi pembunuhan presiden. Terjebak dalam pelarian berbahaya, mereka harus bertahan hidup dari kejaran pembunuh bayaran. Baca romance novel penuh aksi dan sci-fi ini di webnovel sekarang.
Kobaran Masa Lalu
Kobaran Masa Lalu
Dalam novel romantis Kobaran Masa Lalu, seorang istri dikhianati suami dan anaknya demi wanita licik. Saat ia terjebak dalam ledakan gas, suaminya yang pemadam kebakaran justru menyelamatkan wanita lain itu. Baca novel online gratis ini untuk mengungkap konspirasi dan misteri di balik pengkhianatan mereka.
Love a Sweet Psycho
Love a Sweet Psycho
Dalam Love a Sweet Psycho, hidup tenangku hancur saat pria berdarah dingin bernama Hun terus mengusik. Romance novel penuh aksi ini mengikuti caraku menghadapi obsesi gila pria tampan yang siap menghancurkan apa pun demi melindungiku. Baca modern novel ini di platform web novel.
Pelakor's Hunter
Pelakor's Hunter
Dalam mystery story Pelakor's Hunter, Siska tewas tragis dengan racun mematikan. Ranti menjadi tersangka utama saat bukti ditemukan di rumahnya. Ikuti aksi Malaikat Maut Pelakor memburu para pengkhianat dalam modern novel yang penuh dendam ini. Baca kisah selengkapnya di web novel ini.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Bos Dingin Manja Istri
Bos Dingin Manja Istri
Lahir dari desa, Rani disulitkan di kantor dan keluarga. Setelah berhubungan badan dengan Bos Grup Pratama, Arga, ia hamil tiga anak. Arga tahu dan mulai memanjakannya, membantu menghadapi tekanan kerja dan keluarga hingga mereka bahagia bersama.
Cium Mawar
Cium Mawar
Enam tahun lalu, Yohan Hutomo pura-pura mengkhianati untuk melindungi masa depan Nelia Wijaya dan pergi. Enam tahun kemudian, Yohan jadi bos gangster, Nelia jadi pengacara top. Karena kasus lama, mereka bertemu lagi. Yohan mengejar istrinya dengan penuh penyesalan. Saat kebenaran terungkap, mereka pun sulit bersatu kembali.
Dendam yang Terkubur
Dendam yang Terkubur
Pernikahan Niki dan Sugi yang bahagia membuat Siska cemburu dan gelap mata. Siska menculik Niki yang sedang hamil dan menguburnya hidup-hidup, lalu mengoperasi wajahnya agar menyerupai Niki dan mengambil alih hidupnya. Sang mertua yang mengetahui kebenaran memilih diam demi rencana balas dendam. Sepuluh tahun kemudian, rahasia kelam itu terbongkar, dan keadilan untuk Niki pun ditegakkan.
Koi Kecil: Titisan Penyelamat
Koi Kecil: Titisan Penyelamat
Di tengah musim kelaparan yang memilukan, Nia yang baru berusia 5 tahun tega dibuang oleh orang kandungnya yang lebih mementingkan anak laki-laki, hingga terdampar di kaki gunung. Namun, takdir mempertemukannya dengan Bagus Wijaya, seorang pemburu pincang berhati mulia, yang bersama istrinya mengambilnya sebagai anak. Ketika ibu angkatnya terserang penyakit parah dan hanya bisa diselamatkan oleh akar ginseng gunung berumur seribu tahun, Nia yang memiliki bakat langka berbicara dengan hewan memimpin sang ayah dan anjing pemburu menyusuri hutan belantara. Melalui kemampuannya, ia berhasil menemukan obat penyelamat nyawa itu. Kesuksesan itu hanyalah awal. Berkat bakatnya, Nia terus menjadi pelindung bagi keluarga dan desanya, mengatasi satu demi satu krisis yang mengancam. Gadis kecil yang sempat terlantar itu akhirnya membawa keberkahan dan kemakmuran, mengantarkan mereka pada kehidupan yang berlimpah ruah dan penuh kebahagiaan.
Rahasia Istri
Rahasia Istri
Tagihan listrik selangit memicu krisis pernikahan, rekaman CCTV menangkap kemesraan pasangan tak dikenal. Istri pulang dengan luka dan kebohongan bertubi-tubi. Suami bersumpah menangkap pria penghianat, namun justru mendapat paket misterius penuh tantangan! Dari eksploitasi kantor hingga dendam keluarga kaya, lapisan kebenaran tersibak satu per satu dengan plot berbalik dramatis. Pengkhianatan lembut ataukah ada dalih tersembunyi? Saksikan sang suami pengecut bangkit melacak penghianat, mengungkap wajah asli sang istri!
Si Jenius Nakal
Si Jenius Nakal
Jake, sang jenius kultivasi, mendapat wasiat gurunya: wanita cantik tak tertandingi pemilik liontin giok kembarnya, adalah jodoh takdirnya. Bersatu dengannya dalam kultivasi ganda akan membukakan pintu kekuatan tertinggi. Usai pamit pada lima saudari seperguruannya, Jake turun gunung. Takdir pun mempertemukannya dengan sang tunangan dan adiknya yang nyaris tertimpa pot bunga. Malangnya, sentuhan darurat saat menyelamatkan mereka justru dicap sebagai tindakan mesum yang disengaja. Gusar dengan tuduhannya, Jake memutuskan untuk menepati label tersebut. Saksikanlah bagaimana bakat jenius ini menaklukkan segalanya dan hidup dalam kebebasan mutlak.