Logo
Eleanor
Eleanor

Eleanor

93 Bab
Tamat
Dalam novel Eleanor, Elena menghadapi babak baru sebagai fashion designer saat menerima tawaran tinggal di apartemen bosnya. Konflik memuncak ketika Alva sang pemilik kembali menetap, memicu dinamika dalam romance novel modern ini. Simak kisah mereka di web novel ini sekarang.
Bab 1 dari Eleanor

Layar ponsel menjadi pusat perhatiannya saat ini, setelah lelah pandangannya beralih keluar jendela kereta menampilkan pemukiman warga yang terlewati. Tak fokus dan tak pasti karena jalannya yang cepat membuat apa yang dilihat tak begitu jelas. Mata Elena beralih pada seseorang yang ada di depannya. Pasangan suami istri dengan seorang anak laki-laki yang berada di gendongan sang ayah. Menenangkan si anak yang menangis akibat rewel ingin tidur tapi merasa tak nyaman karena berada di perjalanan.

Perjalanan menuju sebuah kota besar memang memakan waktu beberapa jam, tak sampai setengah hari hanya 4 sampai 5 jam. Tujuan Elena datang adalah untuk memenuhi tawaran yang datang kepadanya. Tawaran pekerjaan dari sebuah butik ternama. Awalnya Elena tak percaya. Apakah ini hanya sebuah bunga tidur? tapi ketika ia cubit lengannya sakit sangat terasa. Jadi aku tidak bermimpi bukan? Saat itu sebuah pesan di akun instagram keduanya muncul.

Meisieboutique_

Selamat pagi, saya sangat tertarik dengan desain-desain yang anda tampilkan mempunyai keunikan tersendiri. Maukah menjadi desainer di butik Meisie. Saya sangat 

membutuhkan orang seperti anda.

Setelah membaca pesan itu, rasa senang langsung menerpa. Bahkan Elena meloncat kegirangan dan membuat Naura yaitu Mama Elena mengerutkan kening heran. Setelah mempertimbangkan dan mengecek semuanya. Ia menerima penawaran tersebut. Pihak butik, memberikannya alamat dan nomor telepon. 

Menjadi seorang desainer adalah salah satu impian Elena. Menciptakan sebuah karya dan dikenal banyak orang. Ah sangat menyenangkan. Elena berharap ini bukanlah hanya sebuah ekspektasi. 

"Permisi, saya ingin bertemu dengan Nyonya Mei. Apakah Nyonya Mei ada?" sapa Elena pada seorang pelayan butik. 

"Maaf dengan siapa?" 

"Elena Honora."

"Baik Nona. Silahkan duduk. Permisi saya akan panggilkan beliau," ucap gadis yang terlihat lebih muda darinya itu berlalu setelah Elena mengangguk dan memberikan senyum manisnya. 

Elena mengedarkan pandangannya, butik ini sangat mewah, modern, dan juga memiliki sofa yang sangat nyaman, benarkah dirinya akan bergabung di sini. Menjadi salah satu karyawan? Ah senang sekali. Rasa syukur terus dipanjatkan Elena pada sang maha kuasa. 

Beberapa menit kemudian, seorang wanita paruh baya dengan paras yang sangat cantik dan memiliki tubuh yang tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek.

"Selamat datang Nona Elena," sapa seseorang yang berjalan menghampirinya.

Elena bangkit dari duduknya lalu mengulurkan tangan untuk bersalaman. "Apa kabar Nyonya Mei, panggil saya Elena saja." 

Mei menerima uluran tangan Elena dengan hangat. "Hai Elena, jangan bicara formal dengan saya, santai saja," ucap Mei seraya terkekeh. Elena mengangguk karena ia pun tak begitu nyaman ketika berbicara formal. 

"Saya suka sekali desain-desain yang kamu posting di instagram, ada yang sudah pakai semua desain kamu itu?"

"Ada, sebagian nyonya."

"Baguslah, apa semua desain kamu posting di instagram?" 

"Tidak semua, ada beberapa yang saya hanya simpan di buku saya. Ini nyonya," Elena menyodorkan sebuah buku berisi gambar-gambar desainnya. Mei melihat-lihat semua gambar desain Elena yang belum pernah dilihat orang lain sebelumnya.

Elenapun menandatangani kontrak kerjasama antara dirinya dan butik Meisie. Masa percobaan selama satu tahun. Jika cocok, kerjasama bisa berlanjut sesuai kesepakatan. Mei memberitahu Elena ruangan kerjanya dan ruangan kerja Elena, dan memperkenalkan staf lain padanya. 

"Oh ya, kamu sudah punya tempat tinggal?" 

"Belum Nyonya, kemarin malam saya menginap di hotel belum sempat mencari tempat tinggal. Rencana hari ini saya akan mencarinya," tutur Elena yang sedang melihat-lihat koleksi butik Meisie bersama Mei.

"Kalau mau, ada satu apartemen milik keponakan saya. Dia tak memakainya dan pernah menawarkannya pada anak saya secara cuma-cuma. Tapi dikarenakan anak saya sudah memiliki tempat tinggal dan keluarga dan juga memiliki apartemen pribadi. Untuk itu dia tidak menggunakannya. Kalau mau kamu boleh tinggal di sana. Nanti saya bilang sama dia." 

"Aduh nyonya tidak perlu, saya bisa mencari kosan sekitar sini." Mei menggeleng dan tersenyum. 

"Tidak perlu sungkan Elena, adanya kamu sangat berpengaruh besar bagi butik saya. Apartemennya pun tak terlalu jauh ko, dia pasti tidak keberatan. Lagian dia tidak tinggal disana."

"Saya tidak tahu harus bagaimana, Nyonya Mei sangat baik. Terima kasih banyak nyonya."

"Iya sayang, kamu boleh bekerja mulai besok." Elena mengangguk, ia belum meninggalkan butik karena masih membicarakan soal apartemen yang Mei tawarkan. 

Setelah mengobrol lewat ponsel bersama seseorang, Mei memberikan Elena alamat dan kata sandi apartemen tersebut. Elena terus mengucapkan terima kasih. Ia sangat bersyukur karena dipertemukan dengan orang-orang baik di kota besar yang membingungkan ini. 

***

Elena tiba di kawasan apartemen mewah, ia terperangah. Salahkah ini? Elena akan tinggal di kawasan mewah seperti ini. Apa dirinya cocok? Sudah beberapa kali ia tanyakan pada sopir taksi tentang kebenaran tempat sesuai alamat yang Mei berikan padanya dan kalimat 'iya benar' menjadi jawaban dari pertanyaan Elena.

Kekaguman terus bertambah ketika Elena memasuki apartemen, matanya menyapu bersih setiap sudut apartemen. Elena menarik kopernya dengan mata yang masih memancarkan kekaguman dengan mulut menganga. Apakah dirinya berlebihan dalam menanggapi hal ini. Biarlah, karena memang ia sangat menyukai tempat tinggal milik sepupu Nyonya Mei. Siapa nama pemilik yang sebenarnya, ia harus mengucapkan terima kasih atau bahkan ia harus memberikan hadiah?

Sore ini Elena habiskan dengan membereskan semua barang yang ia bawa, dan beristirahat. Besok adalah hari pertama ia bekerja, Elena tak boleh sampai telat.

***

Makan malam ini sungguh sangat membosankan. Dua keluarga yang melakukan acara makan bersama, dengan tujuan yang sudah Alva ketahui. Alva Melviano anak pertama dari pasangan Roy seorang pengusaha, dan Rosie seorang desainer ternama Indonesia.

Suasana hati Alva semakin buruk karena seorang gadis yang berada di depannya saat ini. Audy Queena seorang model internasional yang dijodohkan oleh sang mama padanya. Alva bangkit dari duduknya, membuat alasan hanya karena ingin segera pergi dari tempat itu.

"Maaf saya izin ke toilet," ucapnya lalu berjalan meninggalkan mereka yang asik dengan pembicaraan masing-masing.

Setelah keluar dari area ruang makan, Alva segera melangkah pergi keluar rumah, mengendarai mobilnya. Ia ingin mencari tempat yang lebih menyenangkan ketimbang harus terus ikut paksaan dari Rossi untuk mengikuti makan malam dengan adanya tujuan terselubung.

***

Elena telah menyerahkan beberapa rancangannya pada Mei, setelah disetujui, pembuatan pakaian akan segera diproses. Kini Elena duduk santai seraya memainkan jarinya di atas layar ponsel miliknya. Selain merancang, ia pun mengerjakan hal lainnya. Seperti mencocokan setiap bagian ketika adanya pemotretan, melayani para pengunjung menjelaskan setiap koleksi yang ada disana. Jadi pekerjaannya bukan hanya sekedar merancang semata dan itu membuat Ellena tidak bosan.

Seperti hari ketiga Elena bekerja, ada pemotretan di butik Rosie yang ada di samping butik Meisie. Mei juga ikut melihat kesana dan mengajak Elena. Butik Meisie lebih fokus pada busana casual, sedangkan Butik Rosie yang pemiliknya merupakan kakak kandung dari Nyonya Mei merupakan butik gaun pengantin dan busana pesta.

Seorang fotografer sedang bekerja sama dengan pihak butik untuk mengikuti sebuah ajang fashion photography dimana hal itu bisa menguntungkan keduanya. Ajang tersebut tak hanya melihat hasil karya bidang fotografinya saja tetapi juga busana yang dikenakan dan yang akan dipamerkan.

Andres seorang fashion photographer sedang sibuk menelpon seseorang. Ia terlihat panik. Rupanya model perempuan yang sudah membuat janji dengannya belum juga datang.

"Andres, apa kamu sudah menghubunginya lagi?" Mei menghampiri Andres yang sibuk berbicara dengan asistennya.

"Sudah, baru saja ada kabar bahwa dia mengalami kecelakaan pagi ini. Beberapa model yang sering aku ajak untuk proyek lagi pada sibuk. Sedangkan aku hanya punya waktu hari ini saja, besok aku harus pergi ke china. Ini memang ajang besar tapi aku sangat sibuk dan hanya mempunyai waktu hari ini saja untuk pemotretan," ucap sang Fotografer bernama Andres itu seraya memijat kepalanya mungkin sudah pusing harus bagaimana.

"Terus Alva, apakah dia sudah datang?"

"Tuan muda baru saja tiba, dia sedang mengganti pakaiannya. Ah dia terlihat senang di tengah kepusingan," tutur Andres seraya terkekeh begitu juga dengan Mei. Elena yang sedari tadi mendengarkan mengernyit heran. Kenapa Andres dan Mei malah tertawa ketika membicarakan tuan muda. Siapa itu tuan muda?

"Dia belum juga berubah, setiap diminta untuk menjadi model pasangan ia memang sangat malas apalagi setelah pemotretan model wanita pasti selalu agresif terhadapnya," ucap Mei. Oh karena itu, kini Elena paham.

"Hai Nona, rasanya aku baru melihatmu?" Kini Andres mengalihkan perhatiannya pada Elena yang sedari tadi berada di samping Mei.

"Oh ini, desainer baru butikku. Perkenalkan namanya Elena Honora." Elena mengulurkan tangannya seraya tersenyum.

"Elena."

"Andres," kata Andres yang juga memperkenalkan diri.

Setelah bersalaman Andres memperhatikan Elena dari ujung rambut sampai ujung kaki. Lalu senyumnya terbit. Elena yang melihat itu beringsut tak nyaman. 

"Nona, apa kamu ingin membantuku?" tanya Andres.

"Jika saya bisa, saya akan membantu anda tuan," ucap Elena seraya tersenyum.

"Jadilah modelku.” Mata Elena membulat, lalu berusaha menetralkan ekspresi wajahnya.

"Haha anda bercanda tuan." Memang bagaimana bisa dirinya menjadi model. Elena sangat menyadari tubuhnya tak pantas untuk menjadi model, ia memiliki tinggi yang tidak memenuhi syarat seorang model. Tubuhnya memang tidak gemuk dan juga tidak kurus, tapi sepertinya juga tidak cocok.

"Bentuk tubuhnya bagus dan menurutku sangat cocok jika menjadi model. Apa dia punya akun instagram?" bisik Andres pada Mei. Mei ikut memperhatikan tubuh Elena, benar juga kenapa dia baru menyadarinya.

Mei membuka akun instagram dan melihat akun milik Elena dan memberikannya pada Andres. Andres puas setelah melihat foto-foto milik Elena.

"Ya dia sangat cocok. Bantu aku membujuknya," bisik Andres pada Mei.

"Tenanglah serahkan saja padaku."

Mei menghampiri Elena yang sedari tadi memandangi dirinya dan Andres dengan keheranan. Ia Pun membujuk Elena agar menyetujui permintaan Andres. Semua alasan yang Elena lontarkan untuk menolak ditimpali oleh Mei, sampai Elena tak bisa membalikan ucapan Mei lagi. Rupanya Mei sangat ahli dalam bujuk membujuk.

"Tapi kalo hasilnya tidak memuaskan bagaimana?"

"Tidak. Tidak akan," ucap Mei yang meyakinkan Elena lalu menarik tangan Elena menuju ruang ganti pakaian, menyiapkan Elena untuk mengikuti pemotretan.

***

Tangan Alva terus bermain di atas tab, dengan lincah ia menggerakan jarinya tak membiarkan setiap piringan dalam sebuah game itu lolos dari jangkauannya. Earphone yang sedari tadi bertengger di indra pendengarnya membuat Alva semakin intens dan lebih tangkap mengikuti alunan musik yang terdengar. Musik yang sudah sangat ia hafal ritme bahkan lirik yang sudah ada diluar kepala memudahkan Alva untuk berakhir menjadi pemenang. 

"Alva ayo kita mulai." suara Andres menggema di ruangan tersebut. Alva tak mengindahkan panggilan itu karena yang ia dengar hanyalah irama lagu yang berasal dari benda kecil yang menguasai pendengarnya. 

Andre yang sudah hafal betul apa yang sedang dikerjakan seorang Alva setiap waktu istirahat atau waktu kosong ketika sedang bekerja langsung menghampiri dan menarik melepaskan salah satu benda kecil itu dari telinga Alva.

“Aish,” gerutu Alva yang merasa terganggu. Tindakan Andres berhasil membuat Alva menoleh.

“Maaf tuan muda, saatnya kita mulai bekerja,” ucap Andres dengan nada suara penuh hormat. Sikap yang cukup Alva tak suka karena menurutnya itu cukup berlebihan.

"Loh bukannya dia gak datang?" Alva mulai mematikan tab masih dengan posisi duduk santainya.

"Sudah ada yang menggantikannya," ucap Andres.

Alva menghembuskan nafasnya kasar, menjadi seorang model adalah profesinya saat ini. Berawal dari pertemuan tak sengaja ketika dirinya masih duduk di bangku kuliah. Seorang fotografer profesional ini begitu saja menemuinya ketika Alva menghadiri acara yang sedang diadakan oleh butik sang ibu. Penawaran itu Andres lakukan tepat di depan Rosie dan tak dapat dipungkiri raut wajah senang itu terpancar dari wajah ibunya ketika mendengar anaknya ditawari sebagai model salah satu majalah bergengsi membuat Alva enggan untuk menolak. Sejak saat itu, profesinyalah yang menyelamatkan ia dari perspektif sang ibu terhadapnya.

Sebuah perspektif yang cukup mengganggunya. Adanya perbandingan antara Alva dengan adiknya yang bernama Felicia. Ketidaksetaraan rasa dan sikap yang dilakukan Rosie terhadap kedua anaknya dan adanya kekangan yang mengharuskan seorang Alva menjadi seseorang yang Rosie inginkan.

Alva mulai bangkit dari duduknya memasuki ruang pemotretan. Kedatangannya mengundang perhatian semua orang yang ada di sana. Alva mengenakan tuksedo berwarna hitam, salah satu koleksi Rosie boutique.

Alva berjalan menghampiri Andres, matanya menoleh ke arah seseorang yang sedang duduk menggunakan Ball Gown. Mei juga berada disana.

"Hai Al, kamu sudah siap?" Andres yang mengetahui kedatangannya langsung menepuk pelan bahu Ava. Alva mengangguk mengiyakan.

"Perkenalkan ini Elena Honora, untung saja Mei punya desainer cantik ini jadi kita bisa meneruskan pekerjaan kita hari ini."

Desainer? Perasaan baru melihatnya.

***

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Balas Dendam Si Janda Mandul
Balas Dendam Si Janda Mandul
Dalam Balas Dendam Si Janda Mandul, Rieta membuktikan bakat tersembunyi demi membalas penghinaan keluarga mantan suaminya. Di tengah perjuangan hidup modern novel ini, ia bertemu pria hebat yang mengubah takdirnya. Simak kisah romance novel ini tentang pembuktian diri dan cinta baru.
Diam-Diam Kuserahkan Surat Cerai
Diam-Diam Kuserahkan Surat Cerai
Dalam novel romantis miliarder Diam-Diam Kuserahkan Surat Cerai, seorang istri rahasia memutuskan bercerai dari Tritan Wirajaya setelah dikhianati kenyataan. Membawa janin di kandungannya, ia pergi membangun karier mandiri. Baca novel online ini untuk mengikuti perjuangannya lepas dari masa lalu.
I'am Sorry, I love You
I'am Sorry, I love You
Dalam I'am Sorry, I love You, Mianhua terjebak cinta segitiga antara Lay dan Liu, cinta pertamanya yang mengira ia telah tiada. Romance novel ini mengikuti perjuangan Mianhua memulihkan ingatan dan memilih takdir di antara komitmen billionaire serta masa lalu yang kembali menghantui.
Jodohku Soulmateku
Jodohku Soulmateku
Dalam Jodohku Soulmateku, Dita dan Bagas terikat pernikahan dini demi menyelamatkan bisnis keluarga. Kini, sang dokter dan CEO billionaire ini harus menghadapi realita rumah tangga yang tertunda. Simak kisah romance modern ini di web novel kami sekarang.
Kehangatan selimut cinta
Kehangatan selimut cinta
Dalam novel modern Kehangatan selimut cinta, Sophia menghadapi situasi tak terduga saat seseorang menahannya secara paksa. Ikuti kisah romance novel ini tentang ketegangan dan gelora asmara yang menguji batas dirinya. Baca selengkapnya dalam web novel yang penuh intrik dan gairah ini.
Mas, aku lelah
Mas, aku lelah
Dalam novel Mas, aku lelah, Kayara terjebak pernikahan paksa dengan Steven Alexander demi menggantikan kakaknya. Di tengah konflik romance modern ini, ia berjuang meminta cerai saat hatinya mulai hancur. Temukan kelanjutan kisahnya di web novel ini sebagai pilihan read books online free.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Setelah Perceraian, Lima Saudara Laki-lakiku Memanjakanku
Setelah Perceraian, Lima Saudara Laki-lakiku Memanjakanku
Agar tidak memberatkan suami, ia menyembunyikan identitas aslinya dan menjual sayuran di pasar. Namun, ia dihina dan akhirnya dicerai. Setelah perceraian, lima saudara laki-lakinya menemukannya dan sangat memazankannya. Cinta yang tidak ia dapatkan dari suami akan sepenuhnya dibalas oleh lima saudara laki-lakinya!
Dendam Hati yang Tersakiti (Sulih Suara)
Dendam Hati yang Tersakiti (Sulih Suara)
Alessia pulang ke rumah setelah bertahun-tahun di luar negeri untuk menghadiri pesta pertunangan Lorenzo, adiknya. Kedatangan Alessia yang sedang hamil dan disambut Lorenzo terlihat oleh calon mertua Lorenzo yang melaporkannya pada Sophie, tunangannya. Sophie yang menyangka Alessia selingkuhan Lorenzo melabrak Alessia dan menyeretnya ke pesta pertunangan untuk dipermalukan. Situasi semakin tak terkendali hingga akhirnya Lorenzo datang dan mengungkap kebenarannya.
Cerai, Bangkit, Berkuasa
Cerai, Bangkit, Berkuasa
Jocelyn mengorbankan karier teknologinya demi pernikahan, tetapi malah dikhianati dan dipaksa melayani selingkuhan suaminya. Ia pun bangkit: menceraikannya, merebut kembali patennya, dan menjatuhkan perusahaannya dalam satu malam. Setelah menikah kilat dengan Steven, mantan rivalnya, ia kembali ke dunia teknologi dan mencapai puncak karier, sementara mantan suaminya kehilangan segalanya.
Jatuh cinta pada Paman Sahabatku
Jatuh cinta pada Paman Sahabatku
Dia adalah paman nominalnya, dan perbedaan usia membuatnya sulit menerima perasaan romantisnya. Hingga saat ia menemukan bahwa ada banyak pria yang berusaha memperdengarkan perhatiannya, ia menyadari cinta yang ia pegang padanya telah mencapai puncak. Dia mengungkapkan cintanya pada paman zenapnya namun ditolak. Empat tahun kemudian, ia mengejarnya kembali.
Takhta Bukan Hadiah, Tapi Rebutan
Takhta Bukan Hadiah, Tapi Rebutan
Setelah sepuluh tahun jadi tawanan politik di Crando, Putra Mahkota Pleka, Arthur, pulang hanya untuk ditolak ayahnya, George, dan dijebak saudaranya, Richard, hingga diasingkan. Bangkit kembali, dia lepas gelar dan kabur ke Ratu Diana dari Crando, tapi Richard terus memburunya. Arthur pun membalas dendam, memimpin pasukan bersenjata ciptaannya sendiri untuk menaklukkan kota-kota Pleka. Dia rebut ibu kota, ungkap fakta bahwa Richard meracuni ibunya, cela George di depan umum, dan hancurkan koalisi enam negara, lalu tangkap para penguasa untuk kuasai segalanya.
Kakek, Jangan Tinggalkan Aku
Kakek, Jangan Tinggalkan Aku
Hanna ditemukan oleh kakeknya dan dibesarkan dengan kasih sayang. Namun, Citra, menantu kakek yang kejam dan bengis, sering memukuli dan menghina Hanna. Enam tahun kemudian, Hanna yang telah menjadi seorang CEO kembali ke kampung halaman dan ingin membagikan saham perusahaan kepada warga desa. Namun, semua orang salah mengira bahwa Yessica adalah CEO yang sebenarnya dan berbondong-bondong menyanjungnya. Sementara itu, Hanna sedang dalam perjalanan menuju desa.