Logo
Dikhianati Saudara Tiri
Dikhianati Saudara Tiri

Dikhianati Saudara Tiri

68 Bab
Tamat
Dalam modern novel Dikhianati Saudara Tiri, Kiana bangkit dari pengkhianatan menjadi desainer sukses. Namun, hidupnya berubah saat Alif datang menawarkan pernikahan demi masa depan anaknya. Simak perjuangan Kiana dalam romance novel ini yang bisa Anda baca sebagai free book online.
Bab 1 dari Dikhianati Saudara Tiri

Malam itu, angin berhembus kencang, menghantam jendela-jendela rumah yang hampir sepi. Kiana Putri, duduk sendirian di ruang kerjanya, memandang ke luar dengan mata yang menatap kosong pada kegelapan malam. Desain-desain perhiasan yang tak selesai berserakan di meja, namun malam itu, jari-jarinya tak bergerak. Semuanya tak berarti-seolah dunia luar memisahkan dirinya dari kehidupan yang ia bangun dengan susah payah. Di belakangnya, dinding yang dipenuhi gambar-gambar potongan batu permata dan sketsa berlian itu seolah menciptakan batas antara dirinya dan kenyataan.

Seluruh perasaan yang terkubur di dalam diri Kiana, seperti arus bawah laut yang datang dan pergi, muncul kembali. Malam itu mengingatkan pada saat-saat gelap yang pernah menjemputnya dengan kejam lima tahun lalu. Kiana mengusap wajahnya, mencoba menepis air mata yang hampir jatuh. Namun, kenangan itu tetap menguasai pikirannya-kenangan tentang malam di mana ia ditusuk oleh kepercayaan yang telah lama ia miliki, oleh orang-orang yang seharusnya melindunginya.

Kiana menarik napas dalam-dalam, matanya beralih ke foto hitam-putih yang terletak di meja. Potret itu menunjukkan dirinya, berusia dua puluh tahun, dengan senyuman ceria di wajah, mengelilingi Haidar, anak laki-lakinya yang masih berusia satu tahun saat itu. Haidar, dengan bola mata cokelat gelap dan rambut hitam legam seperti ibunya, adalah satu-satunya alasan mengapa Kiana tetap hidup. Ia menyentuh foto itu, seolah ingin merasakan kehangatan dari masa lalu yang tak pernah kembali.

"Haidar," bisiknya, suara yang bergetar. "Aku harus kuat untukmu."

Di luar, hujan mulai turun, tetesan airnya membentuk pola di kaca jendela. Suara gerimis itu seperti bisikan kenangan yang berulang, mengingatkan pada malam ketika hujan pertama kali menyaksikan kejatuhannya. Waktu itu, rumah besar yang kini kosong dan sunyi terasa seperti penjara yang menjebaknya, di mana kata-kata menyakitkan dan janji-janji kosong bersatu membentuk dinding yang tidak bisa ditembus.

"Kenapa aku di sini, dan bukan di sana?" Kiana bertanya pada bayangannya sendiri. Di ruang sunyi itu, hanya suara deru angin dan hujan yang menjawab.

Tak lama kemudian, suara langkah kaki di depan pintu membangunkan Kiana dari lamunannya. Ia merasakan sesuatu yang aneh, seolah dunia di sekelilingnya terhenti sejenak. Jantungnya berdegup kencang. Mungkinkah Haidar sudah terjaga? Tapi tidak, jam dinding sudah menunjukkan pukul dua pagi. Kiana menahan napas dan berjalan perlahan menuju pintu, mencoba memahami apakah itu hanya imajinasinya atau sesuatu yang lebih nyata.

"Pasti hanya angin," gumamnya, tapi suara di luar semakin jelas-ada ketukan lembut, diikuti dengan suara serak yang mengenalinya.

"Kiana...," panggilan itu penuh dengan kebingungan dan rasa cemas. Suara itu-itu suara Alif.

Kiana merasa tubuhnya kaku, seolah ada tangan yang membekap mulutnya, mencegahnya untuk berbicara. Sejenak, ia merasa dunia seperti berputar, dan semua ingatan buruk itu kembali mengguncangnya. Alif, pria yang telah lama hilang, kembali muncul setelah lima tahun. Setiap potongan kenangan yang berkaitan dengannya terasa seperti pisau yang menusuk.

Dengan langkah goyah, Kiana membuka pintu dan menemukan Alif berdiri di sana, wajahnya basah oleh hujan, dan mata itu memancarkan keputusasaan. Ia terlihat lelah, dan di tangannya, ada sebuah amplop cokelat tua yang terlipat rapi.

"Kiana, aku tahu ini tidak tepat, dan aku tidak seharusnya datang di malam seperti ini, tapi... aku harus berbicara denganmu," kata Alif, suaranya berat, penuh penyesalan.

Kiana menatapnya, ingin mengabaikan semua perasaan itu, ingin menutup pintu dan mengusirnya, tapi ada sesuatu di matanya yang membuatnya ragu. Kiana menarik napas dalam-dalam, mencoba menguasai dirinya. "Kau tidak punya hak untuk datang ke sini, Alif. Sudah lima tahun. Apa yang kamu inginkan?"

Alif mengangkat amplop itu, matanya tetap menatap Kiana. "Aku ingin berbicara tentang Haidar."

Nama itu, seperti mantra yang memiliki kekuatan untuk menarik Kiana dari semua kenyataan pahit, membuat jantungnya terhenti. Haidar. Anak yang ia jaga sendirian, yang ia besarkan tanpa bantuan siapa pun. Anak yang bahkan tak pernah tahu siapa ayahnya.

"Tidak ada yang bisa kamu katakan tentang Haidar. Dia bukan urusanmu," kata Kiana dengan suara yang tegas, meskipun ia bisa merasakan getaran di dalam dadanya.

Alif menghela napas panjang. "Haidar adalah anakku juga, Kiana. Aku tahu aku salah. Aku meninggalkanmu, dan aku meninggalkan dia. Tapi sekarang, aku ingin memperbaikinya. Aku ingin mengakui dia sebagai anakku."

Tangan Kiana gemetar, ingin meraih amplop itu, namun hatinya menolak. Mengapa sekarang? Mengapa baru sekarang dia muncul, setelah semua penderitaan yang ia alami? "Apa yang membuatmu berpikir aku akan mempercayaimu, Alif?" tanyanya, matanya basah.

"Karena aku tahu aku salah. Aku ingin menunjukkan bahwa aku bisa jadi ayah yang baik untuknya. Aku ingin memperbaiki semuanya, walau aku tahu tidak ada yang bisa menghapus apa yang telah terjadi."

Mata Kiana berkaca-kaca, tetapi ia berusaha keras menahan air mata itu. Apa yang harus ia lakukan? Ia memandang Alif, pria yang dahulu menjadi segalanya bagi Kiana, sebelum pengkhianatan itu menghancurkan segalanya. Sekarang, di hadapannya, ada pria yang meminta kesempatan untuk kembali. Namun, apakah permintaan itu hanya kebohongan yang dibalut penyesalan? Atau apakah ini kesempatan untuk memberikan Haidar seorang ayah, walau ia sendiri masih belum siap?

"Kenapa sekarang? Kenapa baru sekarang kamu datang dan mengatakan semua ini?" Kiana menatap Alif dengan tatapan penuh pertanyaan.

Alif menunduk, sejenak terdiam. "Karena aku sadar bahwa aku tidak bisa terus menghindar dari kenyataan. Aku melihat Haidar di suatu tempat, di gambar yang kau unggah. Dia tumbuh menjadi anak yang luar biasa, dan aku ingin ada di sana untuknya. Aku tahu aku tidak berhak meminta maaf atau mendapatkan kesempatan kedua, tapi aku ingin kau tahu, Kiana... aku ingin mengakui Haidar sebagai anakku."

Suasana di ruang itu terasa berat. Angin yang bertiup kencang membawa suara hujan yang semakin deras, menambah ketegangan. Kiana memandang Alif, mencari kejujuran di matanya, tetapi hatinya terpecah antara amarah dan harapan. Akankah ia memberi pria itu kesempatan untuk menebus semua kesalahan? Ataukah ia akan mengusirnya dan tetap menjaga jarak, menghindari luka lama yang mungkin terbuka kembali?

"Alif," kata Kiana, suaranya penuh kebimbangan. "Kau harus tahu, tidak ada jaminan bahwa aku akan memaafkanmu. Haidar adalah hidupku, dan aku tidak akan membiarkan siapa pun mengancam kebahagiaannya."

Alif mengangguk, air matanya hampir tumpah, tetapi ia menahannya. "Aku tidak ingin mengancam kebahagiaannya. Aku hanya ingin menjadi bagian dari hidupnya, jika kau membiarkanku."

Kiana memejamkan mata, mencoba mencerna kata-kata itu. Lima tahun lalu, ia mungkin akan jatuh dalam pelukan Alif, berharap segalanya bisa diperbaiki. Namun, kini, ia hanya ingin melindungi Haidar-anak yang ia rawat dengan penuh kasih sayang dan pengorbanan.

Kiana membuka matanya dan melihat Alif yang berdiri dengan ekspresi penuh penyesalan. Ia tahu, di balik permintaan ini, ada cinta yang tersembunyi. Namun, apakah cinta itu cukup untuk mengubah segalanya? Ia tak tahu. Yang jelas, hatinya tidak pernah begitu terombang-ambing seperti sekarang.

"Aku akan memikirkan ini, Alif," katanya akhirnya, suara yang lemah. "Tapi kau harus mengerti, ini bukan keputusan yang mudah."

Alif mengangguk dan menunduk, lalu berbalik dan berjalan meninggalkan rumah tanpa berkata-kata lagi. Kiana menutup pintu dengan perlahan, merasa seolah sebuah babak baru dalam hidupnya baru saja dimulai.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Gairah Liar Nayla
Gairah Liar Nayla
Dalam romance novel Gairah Liar Nayla, Nayla berjuang menjaga motto hidupnya di tengah tekanan modern novel ini. Namun, saat ia ambruk kelelahan, sesosok misterius melancarkan rencana gelap yang mengancam keselamatannya. Akankah Nayla mampu menghadapi pengkhianatan di rumahnya sendiri?
Keputusasaan Wanita Desa
Keputusasaan Wanita Desa
Dalam novel modern Keputusasaan Wanita Desa, seorang janda berjuang mengatasi hasrat fisiknya yang menyiksa setelah kematian suaminya. Demi mencari kesembuhan, ia berkonsultasi dengan seorang dokter desa, namun pertemuan itu membawa perubahan tak terduga. Baca novel online gratis ini.
Lima Tahun, Cinta yang Memudar
Lima Tahun, Cinta yang Memudar
Dalam Lima Tahun, Cinta yang Memudar, seorang asisten setia berhenti menjaga adik kekasihnya yang telah tiada. Namun, fitnah kejam dan pengkhianatan di romance novel ini memaksa ia menyerah. Baca kisah billionaire romance novels ini saat pengabdian tulus berakhir tragis di jembatan kematian.
My Fated Girl
My Fated Girl
Dalam My Fated Girl, Ranaya kehilangan kemewahan setelah menolak perjodohan. Kini ia terjebak tawaran Aiden, bosnya yang menyebalkan, untuk tinggal bersama. Baca romance novel ini di webnovel untuk melihat konsekuensi kesepakatan mereka dalam kisah billionaire romance books yang seru.
Obsesi sang Billionaire
Obsesi sang Billionaire
Dalam web novel Obsesi sang Billionaire, Evander, seorang CEO mafia, menjebak ayah Rossie demi ambisi memiliki keturunan. Rossie terpaksa masuk ke pernikahan kontrak penuh intrik ini. Baca kisah billionaire romance novels ini untuk melihat konsekuensi dari sebuah obsesi di tengah modern novel yang kelam.
Rahasia si Fotografer
Rahasia si Fotografer
Dalam novel modern Rahasia si Fotografer, seorang fotografer privat terbiasa menerima bayaran intim dari klien mahasiswanya. Namun, konflik rumit muncul saat klien foto pranikah barunya menawarkan hal serupa di malam hari. Baca novel online romantis ini untuk mengungkap motif di balik tawaran tersebut.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Pengawal Raga, Pemenang Hati
Pengawal Raga, Pemenang Hati
Hidup Eliza tampak sempurna—sampai semuanya runtuh dalam semalam. Dia menemukan bahwa tunangannya tidur bersama saudara laki-lakinya sendiri. Saat percobaan pembunuhan terhadapnya menghancurkan ilusi terakhirnya, Eliza dipertemukan dengan satu-satunya pria yang bisa dia percayai: pengawal barunya, Derek. Derek adalah orang yang dingin, penyendiri, dan terlalu profesional. Akan tetapi, satu tatapan dari matanya yang tajam sudah cukup untuk membuat Eliza merona. Bisakah Eliza memercayai pria yang bersumpah untuk melindunginya ketika semua orang telah mengkhianatinya?
Janda? Aku Tetap Menikahinya!
Janda? Aku Tetap Menikahinya!
Untuk menyelamatkan ibu mertua yang sakit parah, janda Melly Lauwis melakukan pengorbanan besar. Semalam di penjara, dia bertemu Hilman Yongki yang rela menusuk tangannya sendiri daripada mencemari dirinya. Setelah itu, Hilman setiap hari datang ke kios pangsit, kikuk mencoba menyenangkan dan melindungi Bu Melly. Setelah melewati banyak cobaan, ia akhirnya menyadari ketulusan Hilman, dan Hilman baru mengerti kedalaman perasaannya di saat genting. Dari lumpur, mereka saling menopang, satu mengajarkannya mencintai diri sendiri, yang lain memberinya rumah dan keluarga.
Jadi Malaikat Pelindung Ibuku
Jadi Malaikat Pelindung Ibuku
Sarah mengorbankan segalanya untuk keluarga, tapi dibalas dengan pengkhianatan. Setelah dia dan putri kecilnya Lindsey diusir, Sarah tewas karena kerja paksa. Demi biaya pemakaman ibunya, Lindsey menghadiri pesta pernikahan ayahnya, di sana dia dihina habis-habisan hingga nyawanya melayang bersama anjing kesayangannya. Namun, Lindsey kemudian secara ajaib terlahir kembali setahun ke masa lalu. Dengan memori masa depannya, dia membantu Sarah melihat kebenaran tepat waktu, mengubah nasib, dan meraih kebahagiaan bersama Terrence.
Bekas Luka Cinta
Bekas Luka Cinta
Leilani sakit parah saat hamil. Dia ingin menghabiskan hari-hari terakhirnya bersama suaminya, Tristan, tetapi pria itu sangat dibutakan oleh wanita simpanan dan berencana untuk meminta sumsum tulang Leilani, Leilani membuat rencana dan membiarkan Tristan menjalin hubungan yang tulus dengannya selama 30 hari, untuk memenangkan hatinya kembali.
Si Kecil Pembawa Hoki Sang Jenderal
Si Kecil Pembawa Hoki Sang Jenderal
Setelah kematian ibunya, Mila Tanadi yang dianggap pembawa sial diusir dari desa. Berbekal tanda pengenal, ia pergi ke kota untuk mencari ayahnya, seorang Jenderal Pengawas. Dengan keahlian metafisika, ramalan, dan keberuntungan luar biasa, Mila berhasil membantu Kediaman Jenderal mengatasi banyak krisis, bahkan mengubah nasib buruk keluarga tersebut. Pada akhirnya, Mila diakui, dianggap sebagai harta berharga, dan dimanjakan dengan penuh kasih oleh seluruh keluarga Jenderal.
Kak, Aku Siapkan Suami Miliarder Buat Kamu
Kak, Aku Siapkan Suami Miliarder Buat Kamu
Windy Levi berpacaran dengan Fandy Liam. Namun Fandy Liam berselingkuh dengan Sani Niara yang merupakan Tuan Putri Grup Niara. Ternyata Windy Levi mempunyai kakak yang kaya raya bernama Hani Levi. Hani Levi meminta Windy Levi untuk berpura-pura menjadi dirinya. Ia ingin Hani mengelola Grup Astra dan menikah dengan tunangannya. Bagaimana kisah percintaan Hani Levi? Apakah dia bisa mengelola Grup Astra dengan baik?