Logo
Dijodohin With Gus
Dijodohin With Gus

Dijodohin With Gus

56 Bab
Tamat
Dijodohin With Gus mengisahkan Anindya, siswi bandel yang harus pindah ke pesantren demi merubah perilakunya. Di sana, ia terjebak persaingan dua Gus bersaudara. Baca romance novel ini untuk melihat pilihan Anindya dalam modern novel yang penuh konflik masa muda dan takdir perjodohan.
Bab 1 dari Dijodohin With Gus

Burung-burung telah berkicau di pagi hari. Matahari sudah terbit dari timur hingga masuk celah-celah jendela kamar orang yang sedang terlelap dalam tidurnya.

Alarm di nakasnya berbunyi, namun dihempaskan hingga hancur oleh pemiliknya. Sudah beberapa kali beli alarm namun nihil tidak ada yang selamat.

"ANINDYA, BANGUN... TELAT NANTI SEKOLAHNYA!!" Teriak Nisa, Bundanya.

"Apaan sih Bun... Anindya di skors tauuu, jadi nggak sekolah," Kata Anindya sembari menggeliat dalam tidurnya, mencari posisi yang lebih nyaman.

"Kamu tuh yah... Buat ulah apa lagi sampe di skors?!" Nisa duduk disebelah Anindya, menarik tangan putri semata goleknya.

"Anindya bully adek kelas," Jawab Anindya bangun dengan ogah-ogahan.

"Kenapa bully Adek kelas? Bisa-bisanya, Bunda nggak ngajarin ya!"

"Habisnya ngusik Anindya sih..."

Bunda menghela napas panjangnya. "Awas kalo besok-besok kena skors lagi, Bunda masukin kamu ke pondok pesantren tau rasa," Ucap Nisa saking gregetnya.

Anindya hanya memutar bola matanya malas, mana tega Bundanya memasukkannya di pondok pesantren. Anindya pun melanjutkan tidurnya yang sempat terusik lagi.

"JANGAN TIDUR LAGI ANINDYA!! ANAK SIAPA SIH? GEMES DEH."

"Bunda ih! Anindya masih ngantuk tadi malem begadang liat drakor, lagian nanti Anindya mau keluar," Ujar Anindya kembali bangun.

"Keluar kemana? Sama siapa?" Sergap Nisa cepat dengan pertanyaan.

"Biasa hehe, jalan-jalan sama sepupu," Jawab Anindya berjalan ke kamar mandinya.

"Dari pada jalan-jalan, mending ikut Bunda aja." Tawar Nisa.

Anindya membalikkan badannya seketika. "Kemana, Bun?" Tanya nya antusias. "Liburan kah?"

Nisa tersenyum tipis. "Ke pondok pesantren temen Ayah, mau ikut?"

Anindya mendengus. "Nggak nggak, Anindya nggak mau, nanti malah ribet disuruh pakai jilbab, pakai ciput, pakai baju syar'i dan apalah itu banyak banget peraturannya. Males."

"Udah Bunda tebak sih, pasti nggak mau ikut. Lain kali harus ikut, Bunda maksa," Nisa menyipitkan matanya, menatap Anindya.

"Iya Bunda... Tapi lain kali yaaaa."

"Alhamdulillah deh, akhirnya kamu mau juga." Nisa merubah ekspresi wajahnya menjadi sumringah.

"Lain kalinya dikali-kali ya, Bun!" Teriak Anindya kala Bundanya keluar kamar.

Anindya pun bersiap-siap sebelum Gilang—Sepupunya menyusul. Selesai mandi ia langsung berganti baju dan menggunakan make up natural.

Sambil menunggu dijemput, Anindya memainkan ponselnya yang tidak dibuka sedari semalam, kan kasian kesepian.

Anindya membuka room chatnya bersama Lita, teman lamanya.

Anindya: P

Litai: Nape nyai?

Anindya: Ikut gw yok

Litai: Kmn emg?

Anindya: jln sm Gilang

Litai: Lo lupa ato gmn dah, gw lg di sklh 🐕

Anindya: Gw gk lupa! gw cm nnya lo join kagak?

Litai: Klo iya macem mna keluar sklh ini bestyy😭

Anindya: Tnggl bobol pager blkng sklh ap sshny sih Ta!

Litai: Wah! Ajaran sesat

Anindya: Lo jadi gk sih! Ribet amat😑

Litai: Ya jadilah, Gw kan

Berperi ketemanan

Anindya: Gw tnggu di taman

Litai: Ya iyalah! Masa

Di toilet

(Read)

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh." Teriak Gilang sembari menyalimi punggung tangan Tantenya.

"Astaghfirullah, ampunilah ponakan saya ya Allah." Nisa menjingkat kaget mendengar teriakan ponakannya, anak dari kakaknya.

"Aamiin ya Allah..." Gilang meraup muka setelahnya.

"Anindya mana, Tante?"

"Anak Tante satu itu tuh! Kebo banget, Tante bangunin harus pake jurus-jurus yang manjur, baru bisa bangun," Ujar Nisa masih kesal dengan kejadian tadi.

"Curhat nih, Tan?" Tanya Gilang menaik turunkan alisnya tersenyum lebar.

"Nggak, cuci piring. Ya iyalah curhat."

"Iya deh, biar fast," Ucap Gilang sambil menuju sofa dan mendudukkan pantatnya.

Tak lama kemudian, seorang perempuan berjalan dengan riang menuruni tangga, lengkap dengan membawa tas ransel dan ponsel di genggamannya.

"Annyeong! Good pagi epribadehh!!" Teriak Anindya menyapa.

Bundanya hanya memutar bola matanya malas, sedangkan Ayahnya hanya menganggukkan kepala sambil melanjutkan makannya.

"Astaghfirullah Bundaaaa!!"

"Kenapa?"

"Bunda udah nggak sayang sama Anindya?" Tanya Anindya memasang wajah sedihnya.

Bundanya mengelus dadanya sabar. "Sayang banget PAKE BANGET, orang kamu anak semata golek nya Bunda."

"Anindya juga sayang Bunda deh." Respon Anindya mencium pipi Bundanya.

"Oh iya sayang." Panggil Bunda.

"Kenapa, Bun?" Balas Anindya dengan mata yang seolah menanyakan 'apa'.

"Jadi mau ikut Bunda nggak?" Tanya Bunda berharap yang keluar dari mulut Anindya adalah kata iya.

"Kan udah Anindya kasih tahu tadi, masa kurang jelas." Anindya memanyunkan bibirnya dan duduk dimeja makan.

"Mau jadi Sholihah nggak?"

"Iya, yang penting nggak jadi Sholihin tukang sayur nggak papa," Balasnya terkekeh pelan, sementara Gilang menepuk-nepuk pundak Anindya menyemburkan tawanya.

Emang mempunyai anak seperti Anindya membutuhkan ekstra sabar.

"Tahu zina? Zina adalah perbuatan yang buruk, sebuah perbuatan yang keji, jalan yang nggak benar, makanya kalau mau jadi Sholihah jangan pacaran. Kalau udah terlanjur sekarang juga putusin." Terang Bunda dengan kalimat panjangnya.

Anindya memposisikan tubuhnya menghadap Bundanya. "Iya, kalau Anindya nggak lupa. Hehe" Balas Anindya terkekeh pelan.

"Apa? Coba ulang."

"Iya-iya, Bun. Anindya insyaAllah nggak akan pacaran."

"Bagus, kalo sampe ngelanggar langsung Bunda nikahin."

Anindya menganggukkan kepalanya cepat. "Iya nggak papa. Tapi kalo suaminya ganteng, pinter, peka, kaya raya, sholeh, dan rajin menabung."

"Iya, itu mau kamuuuu."

"Aminin, Bundaaa."

Nisa menggelengkan kepalanya. "Bunda jelasin ya, singkat saja kalau dalam Islam, ada beberapa jenis zina yang perlu diketahui beserta perbedaannya. yaitu zina Al-Laman, zina muhsan dan ghairu muhsan."

"Kalau zina Al-Laman itu dilakukan oleh seseorang menggunakan panca indra. Rasulullah pernah bersabda yang artinya telah diterapkan bagi anak-anak Adam yang pasti terkena, kedua mata zinanya adalah melihat, kedua telinga zinanya adalah mendengar, lisan zinanya adalah berkata-kata, tangan zinanya adalah menyentuh, kaki zinanya adalah berjalan, hati zinanya adalah keinginan atau hasrat, dan yang membenarkan dan mendustakan adalah kemaluan."

"Jadi kalau Anindya ngeliat cowo ganteng itu juga zina, Bun?"

"Kalau ngeliatnya hanya sekilas dan emang nggak sengaja tak apa, tapi kalau ngeliatnya lama... itu zina mata namanya." Bunda menjelaskan.

"Terkecuali sama mahramnya boleh-boleh saja, seperti Ayah, Bunda, Om, Tante." Tambah Niko, Ayah Anindya.

"Jauh-jauh sana lo, bukan mahram gue." Anindya mengibaskan tangannya dan menjulurkan lidahnya pada Gilang disebelahnya.

"Eh-eh, jangan gitu juga dong cielah."

Bunda dan Ayah Anindya tertawa dibuatnya.

"Terus kalau zina muhsan dan ghairu muhsan itu apa?" Tanya Gilang tak menggubris perkataan Anindya, menatap wajah Ayah dan Bunda Anindya.

"Zina muhsan itu bagi pasangan suami istri yang melakukan perselingkuhan hingga melakukan hubungan intim, jenis zina ini terjadi karena melibatkan alat kelamin yang bukan mahramnya."

"Sedangkan zina ghairu muhsan adalah jenis zina yang dilakukan oleh pasangan yang belum menikah atau belum resmi menjadi suami istri. Jenis zina ini sangat perlu dihindari, karena pasangan yang belum menikah dapat terhasut godaan dan hawa nafsu, sehingga melakukan perbuatan zina." Lanjutnya.

"Udah paham sekarang?" Tanya Bunda bersedekap dada menatap Anindya dan Gilang bergantian.

Anindya dan Gilang tersenyum sembari menganggukkan kepalanya kompak.

"Baik anak-anak, sekian materi hari ini, saya mau berangkat ke kantor dulu," Kata Ayah Anindya.

"Iya, pak guru." Balas Anindya.

"Dengerin kata Tulus, Om!" Intrupsi Gilang.

Ayah Anindya mengernyitkan dahinya dan menggerakkan alis sebelahnya.

"Hati-hati dijalan," Ucap Gilang tersenyum bangga.

"Siappp."

Anindya dan Gilang menyalimi tangan Niko sebelum berangkat.

"Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh."

"Bunda." panggil Anindya setelah Ayahnya benar-benar hilang dari penglihatannya.

"Iya?"

"Anindya pamit jalan-jalan yah?"

"Yaudah hati-hati, Gilang jaga Anak Tante ya."

"Gampang Tan, bocah semprul kayak gini doang."

"Bilang apa lo!!" Mata Anindya membulat sempurna menatap Gilang tajam.

"Ampun deh, maapinnn." Gilang menumpu kedua tangannya meminta ampun.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Aku Tidak Butuh Belas Kasihanmu!
Aku Tidak Butuh Belas Kasihanmu!
Dalam romance novel modern Aku Tidak Butuh Belas Kasihanmu!, Kania berjuang menyelamatkan putranya di ICU setelah diceraikan Bagas karena anak mereka sakit. Meski dihalangi mantan mertua, Kania tetap tegar menghadapi konflik keluarga demi kesembuhan Arka dalam web novel penuh intrik ini.
Anak Yang Tertukar
Anak Yang Tertukar
Dalam novel fantasy Anak Yang Tertukar, Raya masuk ke tubuh Selina, antagonis yang ternyata anak tertukar. Ia harus mengubah takdir kelamnya melalui pilihan sulit di modern novel ini. Baca kisah lengkapnya di web novel ini untuk melihat perjuangannya memperbaiki masa depan.
BadmiLove 2
BadmiLove 2
Dalam romance novel BadmiLove 2, Naila terpaksa menghadapi realita menikah mendadak dengan Irwan, pria yang baru dikenalnya. Di tengah bayang-bayang masa lalu dan janji pada seorang dokter, Naila harus menguak motif Irwan sebenarnya. Baca kisah modern novel ini sekarang.
Gairah Duda Keren
Gairah Duda Keren
Dalam romance novel Gairah Duda Keren, Moreno yang dingin terjebak satu malam dengan Cecil, gadis yang mirip mendiang istrinya. Moreno menuntut pernikahan demi tanggung jawab. Ikuti perjalanan cinta penuh rahasia ini dalam webnovel modern yang bisa Anda baca sebagai free book online.
Hasrat Liar Polwan
Hasrat Liar Polwan
Dalam romance novel Hasrat Liar Polwan, seorang polisi wanita menghadapi pergulatan batin antara profesionalisme dan kebutuhan biologis manusiawi. Ikuti kisah modern novel ini tentang pilihan sulit melampaui kasta dan harta. Baca selengkapnya di web novel ini sekarang.
Kaka Iparku Brengsek
Kaka Iparku Brengsek
Dalam novel Kaka Iparku Brengsek, Nadia terjebak malapetaka saat tinggal bersama Tasya dan Aldo. Di balik genre romance modern ini, perhatian Aldo berubah menjadi obsesi berbahaya yang mengancam keutuhan keluarga. Baca web novel ini untuk mengungkap konsekuensi dari pengkhianatan besar mereka.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

7 Hari Panduan Bertahan Longsor
7 Hari Panduan Bertahan Longsor
Musisi Toni Solihin difitnah oleh anak angkat keluarga Solihin, Zefri Solihin, dan tunangannya, Runa Lauwis. Terjebak longsor, kekurangan oksigen dan makanan sampai lumpuh, Toni juga disalahpahami oleh kakaknya, Nafi Solihin dan Lina Solihin, hingga meninggal. Terlahir kembali di longsor yang sama, Toni bertekad bertahan hidup. Zefri dan Runa menghalangi tim penyelamat, tapi Toni bertahan enam hari dan lolos dari maut. Saat Zefri ikut kompetisi piano, Toni muncul menghancurkan rencana mencuri karya musiknya. Nafi dan Lina makin membenci Toni dan tidak percaya penjelasannya. Toni memutus hubungan dengan keluarga. Dengan bantuan Zelia Salim, CEO Grup Salim, Toni mengalahkan Nafi di program radio. Saat pesta ulang tahun Pak Yeri, Zefri terungkap sejati. Nafi dan Lina akhirnya tahu kebenaran, tapi sudah terlambat. Toni siap pergi ke luar negeri, tidak memberi kesempatan rekonsiliasi.
Istri CEO Bekerja Sebagai Pembersih
Istri CEO Bekerja Sebagai Pembersih
Dia secara keliru menikahi seorang pria asing karena mengira pria itu adalah kencan butanya. Tanpa dia sadari, pemulung yang ditemuinya sebelumnya sebenarnya adalah neneknya.
Godaan Sengaja
Godaan Sengaja
Nafisa Sidjaja, untuk menyelamatkan adik laki-laki yang koma, terpaksa menikah dengan cucu tertua Keluarga Soekotjo. Tapi saat pertunangan, dia terkejut mengetahui calon suami dan sekretarisnya sudah punya hubungan gelap, bahkan ingin membahayakan hidupnya setelah menikah! Dalam situasi putus asa, Nafisa langsung mendekati Carlos Soekotjo — adik tiri Keluarga Soekotjo yang paling sulit dihadapi dan musuh Novan. Dengan menggoda dan menguji langkah demi langkah, dia ingin mengganti pasangan demi keselamatan, tapi berulang kali dibalik dan dilindungi oleh pria dingin ini. Perhitungan berubah jadi perasaan, tapi pernikahannya hanya untuk menyelamatkan adik.
Kapten, Kau Ditinggal Nikah
Kapten, Kau Ditinggal Nikah
Jalinan cinta Jeni bersama Sero, seorang pilot hebat, harus pupus akibat kembalinya cinta lama Sero, Sani. Kesabaran Jeni habis, dan akhirnya dia memilih menikah bersama Yudi, pria yang dijodohkan ibunya sejak dulu. Saat semua kebusukan Sani terbongkar, penyesalan Sero tak lagi berguna. Kini, Jeni dan Yudi menemukan cinta yang lebih sempurna daripada yang pernah ia miliki sebelumnya.
Pengganti Tiga Tahun (Sulih Suara)
Pengganti Tiga Tahun (Sulih Suara)
Salma Julia menggantikan kakak kembarnya, Sarah, demi menjaga hubungan antara Keluarga Julia dan Peter. Dia menikah dengan Chris Peter, tapi diperlakukan buruk dan disakiti. Setelah tiga tahun, dia menyelesaikan misinya dan pergi. Sarah kembali, mengungkap identitas Salma. Chris, yang menyesal, mencari Salma, tapi dia sudah melupakan masa lalu dan pacaran dengan Rendy Sino. Chris hidup dalam penyesalan.
Salah Naik Tandu, Dapat Pangeran
Salah Naik Tandu, Dapat Pangeran
Helen Bardo, seorang jenderal wanita, terpaksa diberhentikan dari jabatannya oleh ayahnya, Harry Bardo, karena terluka. Istri kedua Harry, Lidia, memanfaatkan kesempatan ini untuk menikahkan Helen dengan seorang pria sakit-sakitan, sementara ia menikahkan putrinya sendiri, Cindy Bardo, dengan Pangeran Kevin. Tapi, pada hari pernikahan, Helen dan Cindy tanpa sengaja naik ke tandu pernikahan yang salah dan menikah dengan orang yang salah. Akibatnya, Cindy justru menikah dengan pria sakit-sakitan itu, dan Helen malah menikah dengan Pangeran Kevin...