Logo
Di Pemberhentian Terakhir
Di Pemberhentian Terakhir

Di Pemberhentian Terakhir

58 Bab
Tamat
Dalam novel Di Pemberhentian Terakhir, Rana berjuang demi beasiswa di tengah dinamika modern. Kehadiran Reva, Reno, dan Dito, serta rahasia masa lalu, menguji kesetiaannya. Temukan kisah young adult ini di webnovel kami, pilihan tepat bagi pembaca yang mencari romance novel berkualitas.
Bab 1 dari Di Pemberhentian Terakhir

1 PERJALANAN

Bis yang kutumpangi ini terus berjalan dan tahu ke mana arah tujuannya. Aku berada di dalam bis ini, tetapi tidak tahu ke mana tujuan bis ini, tidak tahu di mana pemberhentian terakhir bis ini. Yang kutahu hanyalah aku ingin pergi jauh. Aku benci pada diriku sendiri. Aku terus berjalan, tetapi tidak ada satu tempat pun yang menerimaku dengan layak. Aku merasa seolah dunia memusuhiku.

Di jalan yang kupikir rata, mulus tanpa lubang maupun batu, ternyata aku masih tersandung. Tidak ada yang dapat dijadikan pegangan, dan sekali lagi aku terjatuh!

Mata yang terus melihat ke arah jendela yang berdebu tebal ini seolah menunjukkan bahwa pikiranku sedang melayang jauh. Satu persatu penumpang turun dari bis, dan aku pun ikut turun. Ternyata terminal Kampung Melayu. Aku membeli minuman dingin dan gorengan (yang kuyakin sangat berdebu karena tidak ditutup), sekedar untuk mencari alasan agar bisa tetap berada di sini lebih lama. Rambutku yang sudah berantakan semakin berantakan karena tertiup angin.

Aku menutupi mataku karena debu yang ikut beterbangan oleh angin yang berhembus. Entah seberapa tebal debu itu membedaki wajahku. Aku merasa wajahku lebih berat dari yang sebelumnya.

Aku menimbang-nimbang apakah sebaiknya kembali ke kosan atau kembali melanjutkan petualangan tanpa tujuan. Sudahlah, lebih baik aku kembali saja ke kosan, tidak enak juga rasanya memborong perjalanan sekaligus. Lagi pula mukaku sudah semakin gatal, begitu juga dengan kepalaku. Seolah ada ratusan kutu yang menggerogotinya. Toh, kembali ke kosan tetap harus naik kendaraan juga, kan.

***

Berbaring di kasur kecil sambil menatap langit-langit kamar kosan menjadi rutinitas sebelum tidur. Cat putih yang semakin kusam dan lampu yang mulai redup seperti melukiskan perasaanku saat ini. Seolah kami saling menatap dan mengasihani satu sama lain.

Aku mengangkat kakiku ke tembok , sedikit menghilangkan pegal. Semua benda yang ada di kamar ini menjadi saksi rutinitasku (yang kadang sangat membosankan). Jam berapa aku tidur, jam berapa aku bangun. Apa yang aku lakukan jika aku tidak bisa tidur (bolak-balik kanan kiri, atau bolak-balik mematikan dan menyalakan lampu), bahkan meletakkan buku di sampingku. Seolah buku itu dapat membacakan sendiri dongeng untukku.

Aku sedang bermimpi, aku sadar bahwa saat ini aku sedang tidur dan bermimpi. Mimpi yang menyedihkan, namun membuatku sangat rindu. Aku sadar, saat aku terbangun nanti mimpi ini pun akan segera berakhir. Aku ingin tetap menutup mataku, agar mimpi ini terus berlanjut. Namun aku pun sadar, pada akhirnya tetap aku yang terluka.

Perasaan rindu ini seperti perasaan orang yang sedang patah hati. Aku ingin duduk di ruang-ruang kosong kelas, atau duduk di atas balkon depan kamar memandang langit atau apapun, yang penting aku sendiri. Berjalan di lorong-lorong yang kadang sepi. Aku pun merindukan saat-saat itu. Entah kenapa saat ini aku ingin menangis. Bukan hanya pikiranku, namun juga hatiku melayang pada satu hal. Dapatkah aku menghilangkan semua ini untuk selamanya?

***

Melakukan pekerjaan di depan komputer terus-terusan sangat membosankan. Namun inilah yang harus aku lakukan. Entah kenapa aku dapat terjebak dalam situasi seperti ini.

Aku memalingkan wajahku ke luar jendela. Nampak kendaraan dan orang-orang yang berlalu-lalang. Apakah mereka senang dengan pekerjaan yang mereka lakukan, apa mereka sering merasa jenuh? Aku dapat berjam-jam melakukan hal yang kusukai, namun melakukan pekerjaan ini beberapa menit saja sudah membuatku sangat lelah. Lagi-lagi aku berpikir, kenapa aku harus terjebak dalam situasi seperti ini?

Lalu lintas di luar sana sangat macet, suara klakson mobil-mobil yang tidak sabar menunggu giliran untuk maju semakin membuat suasana terlihat ruwet. Namun adakalanya bagiku begitu menikmati kemacetan di dalam bis. Juga menikmati kesendirian di tengah keramaian tanpa harus berbicara dan mendengar siapapun. Saat itu aku bebas (dan di saat itu pun aku sedih dan kesepian).

Kesendirian membuatku bertekad suatu saat nanti aku akan bangkit meski tanpa dirinya dan mereka. Ada banyak kendaraan menuju tempat yang sama, aku lah yang akan memilih kendaraan itu. Meski aku sendiri pun tak tahu kapan itu akan terjadi.

Ada banyak hinaan yang aku dapat, kesulitan dan hal yang tidak menyenangkan lainnya. Namun aku harus memendamnya seorang diri. Seperti angin kencang yang terus bertiup dan membuat daun-daun berguguran.

Tepukan tangan seseorang di pundakku menyadarkanku dari lamunanku.

“Ayo istirahat!” kata Yuli.

Aku pun tahu sebenarnya dia jenuh dengan pekerjaannya ini. Entah siapa diantara kami yang akan lebih dulu berhenti dari pekerjaan ini.

Aku ingin melakukan banyak hal. Melihat orang bekerja di tempat yang mereka impikan, seperti melihat impianku yang tidak tercapai.

Melihat orang dapat bernyanyi, menari atau memainkan alat musik, aku pun ingin. Namun sayangnya aku tidak memiliki kemampuan untuk itu.

Melihat orang yang dengan gampangnya keluar negeri, membuat aku bertanya seberapa banyak uang mereka. Semua itu adalah hal yang memang sejak dulu sangat aku impikan, namun hingga kini tidak bisa aku dapatkan. Lagi-lagi seperti patah hati. Seperti orang yang merasakan kegagalan hidup karena tidak mendapat dukungan dari siapa pun. Nyamuk itu menyukai tempat-tempat yang gelap. Seperti itulah mereka, mereka menyukai keadaanku yang suram.

Aku mendapat pekerjaan ini pun tidak dengan cepat, walaupun ini bukan pekerjaan yang kusukai. Intinya, hidupku ini membosankan.

Sungguh membosankan hingga membuatku ingin menangis. Sangat membosankan hingga membuatku ingin berteriak sekencang-kencangnya. Selalu membosankan, hingga aku ingin berkata namun tidak ada yang memedulikan.

Lalu untuk apa aku berada di sisi mereka. Di mana mereka saat aku sedih, saat aku susah, saat aku butuh, saat aku kesepian. Yang mereka pedulikan hanya diri mereka sendiri. Mereka tidak peduli aku senang atau tidak, yang penting mereka senang. Itulah mereka. Mereka tanpa aku, dan aku tanpa mereka. Lebih baik sendiri saja.

Masalah yang ada pada diriku yang kutahu dengan pasti adalah kepercayaan diri. Entah tertular dari siapa semua ini. Krisis kepercayaan diri itu seperti baju yang dibuat dengan bahan yang kusut. Walau disetrika dengan pelicin pun akan tetap kusut.

Aku seperti berkejar-kejaran dengan diriku sendiri. Walau sudah lelah namun belum menemukan garis finish. Aku menantang diriku sendiri, apa aku bisa memperoleh impianku sendiri atau tidak.

Bukankah mengecewakan diri sendiri itu akan lebih menyakitkan. Walau orang meremehkan aku, meski orang menghinaku, tapi aku yakin kalau aku bisa, dan akan aku buktikan bahwa apa yang aku peroleh bukan dari belas kasihan mereka.

Di satu sisi ada kalanya aku menjadi orang yang sangat optimis, namun di sisi lain aku orang yang sangst pesimis. Tentu saja aku tidak memiliki kepribadian ganda atau penyakit bipolar.

Ada hal tertentu yang membaut diriku seperti ini. Dan aku sangat membencinya.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Di Jual Suamiku
Di Jual Suamiku
Dalam novel modern Di Jual Suamiku, impian pernikahan sempurna berubah menjadi kenyataan pelik yang menguji kesetiaan. Temukan kisah penuh pilihan sulit dalam romance novel ini, sebuah web novel yang mengungkap konsekuensi pengkhianatan dan perjuangan mempertahankan martabat diri.
Hot Game
Hot Game
Dalam novel modern Hot Game, ambisi dan pengkhianatan menguji kesetiaan di tengah persaingan bisnis yang ketat. Temukan bagaimana pilihan sulit mengubah takdir para tokoh dalam romance novel ini. Baca kisah selengkapnya di platform webnovel kami sekarang.
KANG CENDOL TERNYATA MILIARDER
KANG CENDOL TERNYATA MILIARDER
Dalam novel romance KANG CENDOL TERNYATA MILIARDER, Irpan menyamar sebagai penjual minuman demi menutupi identitas aslinya. Pertemuan tak terduga dengan Putri menguji rahasia besar sang konglomerat. Simak kisah billionaire romance books ini di platform read novels online pilihan Anda.
Menantu Hina Ternyata Kaya Raya
Menantu Hina Ternyata Kaya Raya
Dalam Menantu Hina Ternyata Kaya Raya, Randi harus menghadapi hinaan mertuanya meski memiliki harta tak terhitung. Billionaire romance ini mengungkap perjuangan menantu yang menyembunyikan identitas aslinya. Baca modern novel ini untuk melihat takdir Randi di platform web novel.
Menghidupkan Kembali Cinta yang Hilang
Menghidupkan Kembali Cinta yang Hilang
Dalam Menghidupkan Kembali Cinta yang Hilang, Regina bangkit dari pengkhianatan Malvin demi masa depan baru. Setelah dicampakkan demi cinta pertama, ia sukses menjadi wanita mandiri. Kini sang billionaire memohon ia kembali. Baca romance novel ini di antara daftar fiction books terbaik.
PEMUAS IBU TEMANKU
PEMUAS IBU TEMANKU
Dalam novel romance PEMUAS IBU TEMANKU, seorang pria menjalani misi modern yang penuh tantangan demi memenuhi keinginan tersembunyi. Ikuti kisah di web novel ini saat ia terjebak dalam pilihan sulit dan konsekuensi yang tak terduga. Baca selengkapnya dalam romance stories yang memikat ini.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Hati-hati! Bayi Lucu di Depan!
Hati-hati! Bayi Lucu di Depan!
Lima tahun setelah kehilangan anaknya saat melahirkan, Nina menikah dengan Andi Wijaya secara tiba-tiba. Sementara putra Andi yang menggemaskan, Kevin, bersikeras memanggilnya "Ibu". Kapan Andi akan mengungkapkan bahwa dia sebenarnya adalah seorang miliarder? Apa ini hanya dongeng atau akankah Nina menemukan kebahagiaan sejatinya?
Dibalik Rembesan
Dibalik Rembesan
​​Yuli Surya, putri Keluarga Surya, terpaksa menikahi seorang pengemis yang menyamar, Bagas Hidayat,untuk menyelamatkan nyawanya sendiri dan ayahnya, Andi. Keluarga Surya menolak mempercayai status Bagas yang sebenarnya sebagai Kaisar. Mereka justru menjilat Dian, anak seorang pejabat tinggi Kementerian Hukum, merendahkan Bagas, dan memaksa Yuli untuk menjadi selir Dian. Namun, segalanya berbalik ketika Bagas akhirnya membuktikan identitasnya yang sesungguhnya dan mengatasi segala rintangan.​
Kaya Mendadak Berkat Sumur Ajaib
Kaya Mendadak Berkat Sumur Ajaib
Erik, putra Keluarga Seno yang telah lama hilang, kembali ditemukan oleh Keluarga Seno. Namun, putra angkat Keluarga Seno, Edy, karena takut Erik mencuri kasih sayangnya, Edy terus menjebaknya, membuat anggota Keluarga Seno membencinya. Erik akhirnya dibakar hidup-hidup oleh kakaknya sendiri. Anehnya, Erik terlahir kembali lima tahun sebelumnya pada hari Keluarga Seno mengirimnya ke desa. Dalam kehidupan keduanya ini, Erik memutuskan untuk putus semua hubungan dengan Keluarga Seno dan bertani di desa. Dia tanpa sengaja menemukan sumur ajaib. Erik menggunakan sumur tersebut untuk menanam buah-buahan, sayuran, dan herbal berkualitas tinggi, mencapai kebangkitan dan kesuksesan besar dalam pertanian. Pada sebuah lelang, Erik secara terang-terangan mempermalukan dan memutuskan hubungan dengan Keluarga Seno, mengungkap konspirasi putra angkatnya. Akhirnya, sumur ajaib itu menyatu dengan dirinya sendiri, membawanya sukses dalam karier dan cinta. Sementara Keluarga Seno, yang pernah menindasnya, hancur lebur karena perselisihan internal.
Sampai Nafas Terakhir
Sampai Nafas Terakhir
Setelah pengkhianatan keji merenggut nyawanya, Chloe yang terlahir kembali mengabdikan hidupnya yang baru untuk balas dendam. Dia menjerat mantan tunangnya yang pengkhianat dalam jerat kehancuran finansial, sementara di sisi lain berusaha merebut hati Gavin, pria yang pernah rela mati untuknya. Terluka oleh masa lalu yang pedih, Gavin sulit mempercayainya, meski pengabdiannya pada Chloe begitu tulus hingga nyawanya pun rela dia serahkan. Ketika takdir itu kembali berulang, Chloe keluar sebagai pemenang dan akhirnya memiliki pria dengan cinta yang nyaris gila itu.
Melodi Takdir: Anak dan Cinta (Sulih Suara)
Melodi Takdir: Anak dan Cinta (Sulih Suara)
Delia meninggalkan rumah untuk menghindari perjodohan yang diatur ibunya, memanfaatkan kesempatan kehamilan tak terduga dengan Jevan. Lima tahun kemudian, Jevan mengetahui keberadaan anak mereka dan mulai mengejar Delia. Indira, yang cemburu pada Delia, terus-menerus mempersulit Delia. Dalam situasi genting, Jevan menyelamatkan Delia dan putranya. Saat itulah, Delia menemukan bahwa dia adalah putri kandung Keluarga Mukti yang sebenarnya.
Ibu, Cintai Saya Lagi
Ibu, Cintai Saya Lagi
Hans yang dibohongi oleh bukti mengira Linda selaku wanita tercintanya yang membunuh adiknya. Tapi sebenarnya itu nggak benar, hanya saja Hans nggak percaya, bahkan mengantar Linda ke rumah sakit jiwa. Nggak disangka, Linda malah melahirkan seorang putri untuk Hans, bahkan berharap Hans bisa menjaganya setelah dirinya meninggal. Hanya saja semua nggak seperti yang Linda bayangkan. Linda bilang mencintai Hans sangat pahit, tapi Hans juga merasa mencintai Linda sangat pahit, apa mereka akan bersama?