Logo
CINTA SANG JANDA
CINTA SANG JANDA

CINTA SANG JANDA

93 Bab
Tamat
Dalam romance novel CINTA SANG JANDA, Rahma berjuang demi anaknya hingga bertemu Rian. Meski terhalang perbedaan agama dan status sosial, mereka harus memenuhi syarat berat dari sang nenek. Baca online novel ini untuk mengikuti perjuangan cinta mereka menghadapi tantangan hidup.
Bab 1 dari CINTA SANG JANDA

"Bu, beli satu ekor, bisa?"

Aku berdiri di lapak penjual ikan. Berharap ibu penjual ikan mau melayani. Namun, wanita berkaca mata itu masih sibuk melayani pelanggannya yang membeli banyak. Tidak apa-apa, aku memang datang belakangan.

Aku mendesah pasrah karena belum juga dilayani. Padahal aku datang lebih dulu. Namun, kaki ini enggan beranjak dari sana. Sabar menunggu sampai pelanggan lain selesai dilayani. Cipratan air yang bercampur darah ikan sesekali mengenai gamisku.  Sudah hampir lima belas menit  berdiri, tetapi ibu penjual ikan seolah menganggapku seperti arwah penasaran yang tak terlihat.

Aku tak tahan lagi, ingin segera beranjak hendak pergi. Akan tetapi, panggilan dari ibu penjual ikan membuat kaki ini tak jadi beranjak. Ibu penjual ikan tersenyum misteri padaku.

“Mau beli berapa kilo?”

“Satu ekor boleh, Bu?” tanyaku agak malu.

“Hmm, ya. Sebentar.”

Mata ini melihat ke arah lain, suasana pasar pagi ini cukup ramai.

"Ini, ikannya, Mbak." Ibu penjual ikan memberikan kresek hitam kepadaku. Aku menyambutnya dengan senyuman.

“Satu ekor kan, Bu?” tanyaku lagi. Agak heran karena kantong itu agak sedikit berat.

“Iya.”

"Berapa, Bu?" tanyaku cemas, karena kantong itu terasa agak berat.

"Tak usah dibayar," ucap ibu itu tersenyum.

“Jangan gitu, Bu. Saya bayar saja," ucapku tak enak hati. Aku bukan pengemis yang menginginkan belas kasihan orang.

"Ambil saja, Mbak.”  Ia memaksaku, lalu melanjutkan melayani pembeli yang baru datang.

"Terima kasih, Bu."

"Sama-sama."

Aku segera berlalu dari lapak ibu penjual ikan. Mengitari pasar, mencari penjual tempe. Sesampainya di sana, aku membeli tempe tiga ribu rupiah. Bapak penjual tempe mengambil uangnya.

Setelah semua bahan yang aku beli dapat. Aku pun segera buru-buru pulang. Anak semata wayangku pasti sudah menunggu di kontrakan.

***

Sesampainya di kontrakan, aku menemukan pintu sudah tertutup. Mungkinlah Laila sudah pergi ke sekolah? Aku berharap anak semata wayangku baik-baik saja. Aku langsung berlalu, masuk ke kontrakan dan menuju ke dapur.

Senyumku mengembang, kali ini bisa memasak ikan untuk putriku. Laila pasti senang, dan akan makan dengan sangat lahap.

Ketika membuka kantong, aku sangat terkejut. Apa maksud ibu tadi? Isi kantong yang ia berikan hanyalah tulang dan kotoran ikan. Seketika air mata ini langsung jatuh.

Kresek berisi kotoran ikan itu segera aku buang ke tong sampah. Aku sambar jilbab di atas kasur, segera pergi ke pasar lagi. Membeli ikan ke penjual ikan yang lain.

Sesampainya di pasar, aku langsung berinteraksi dengan penjual ikan yang lain.

"Pak, ikannya bisa dibeli seekor saja?” tanyaku pada bapak penjual ikan.

"Bisa, kok, Mbak."

"Ikan emasnya satu ekor saja, ya, Pak."

Bapak penjual ikan mengambil seekor ikan mas yang berenang ke sana ke mari. Setelah memasukkannya ke dalam kantong kresek, lalu dinaikkan ke timbangan.

"Beratnya, dua ons, Mbak. Jadi, delapan ribu, ya."

Aku serahkan uang sepuluh ribu, bapak penjual ikan mengembalikan uangnya dua ribu.

Aku kembali ke rumah dengan hati lega. Sepulang sekolah, putriku  pasti akan segera melihat tudung saji. Sebelum sang putri  pulang aku bertekat harus selesai masak.

***

Bu, ikan gorengnya, enak." Putriku—Laila tersenyum girang, dia makan dengan sangat lahap.

"Alhamdulillah, Nak."

"Ibu, nggak makan?"

"Nanti. Kamu makan saja, dulu."

"Terima kasih, ya, Bu. Akhirnya Laila bisa makan ikan juga. Semenjak ayah tinggalin kita ....” Ucapan Laila langsung terhenti.

"Ssst! Sudahlah, Nak. Jangan bahas tentang ayahmu, lagi. Luka ibu akan berdarah kembali jika kamu bahas itu." Aku memotong kalimat yang diucapkan Laila.

"Maafin, ya, Bu."

Setelah Laila selesai makan, aku segera mengambil nasi dan memakannya di dapur. Semua itu, agar Laila tidak tahu bahwa ibunya hanya makan tempe goreng. Jika Laila tahu, pasti dia akan sedih.

Aku menyuap nasi yang tidak terlalu putih itu ke mulut. Bayangan kejadian tadi pagi masih teringat. Begitu teganya ibu penjual ikan itu menghina. Namun, semua itu membuatku semakin bersemangat untuk bekerja. Mengumpulkan uang yang banyak, agar bisa menopang hidup. Sebagai seorang janda, aku tidak mau dipandang sebelah mata.

Cepat-cepat aku selesaikan makan, karena tumpukan kresek berisi kain tetangga, sudah memanggil-manggil untuk segera dicuci.

****

Punggung bekas suntikan bius ketika aku melahirkan dulu terasa ngilu. Tumpukan kain yang sudah kering masih menanti untuk diselesaikan. Kupaksakan menyetrika baju, malam nanti aku harus mengantar baju-baju ini.

Laundry rumahan, itulah usahaku sejak ditinggalkan oleh ayah Laila. Bukan karena dia tak mencintaiku, hanya saja dia terlalu patuh pada ibunya. Mertua yang selalu kuhormati justru memprovokasi anaknya. Mas Judid menceraikanku, karena sudah melahirkan secara tak normal. Siapa yang tak ingin melahirkan normal?

Tanpa terasa, luka itu kembali berdarah. Kejadian pahit itu tak bisa aku lupakan. Tekatku sudah bulat. Aku akan berusaha terus demi sang buah hati.

"Ibu, menagis?"

Teguran Laila membuatku tersadar.

"Tidak, Sayang. Kamu sudah pulang ngajinya?" tanyaku, sengaja mengalihkan pembicaraan. Aku tak boleh rapuh di depan Laila.

"Udah, Ibu. Kerjaan ibu belum beres, ya?"

Laila mendekat, meraih tanganku, menciumnya penuh rasa hormat.

"Belum, Sayang. Ya, ini mau ibu lanjut," ucapku tersenyum, sambil mengusap pipi Laila.

"Maafkan, Laila, Bu. Tidak bisa bantu."

"Jika mau bantu ibu, Laila harus rajin belajar."

"Baiklah, Ibu."

Kupeluk erat tubuh Laila. Putri semata wayang, yang dulu aku perjuangkan. Aku berjanji akan membahagiakannya.

Luka yang aku rasakan, dia tidak boleh ikut merasakannya.

****

Selepas salat isya, aku bergegas mengantar baju kepada semua pelanggan. Laila terpaksa aku kunci di kontrakan, karena dia sudah tidur.

Jalanan yang cukup ramai tidak membuatku terlalu was-was. Aku ngontrak di dalam gang yang padat penduduk. Kontrakan kecil, yang terjangkau harganya. Sebenarnya ibu pemilik kontrakan juga sudah memberi kemudahan kepada kami. Beliau tahu aku adalah orang tua tunggal.

Aku sudah sampai di depan rumah Bu RT. Tangan ini terangkat mengetuk pintu tiga kali. Tak lupa salam kuucapkan. Tidak perlu menunggu lama, Bu RT sudah nongol di ambang pintu.

"Bu, bajunya."

"Nggak masuk dulu, Rahma?"

"Tidak usah, Bu."

"Sebentar ibu ambilkan uangnya," ucap Bu RT berlalu ke kemarnya.

"Ini, Rahma. Kembaliannya buat jajan Laila, saja."

"Terima kasih, Bu."

Setelah mengantar baju Bu RT, aku segera melangkah menuju rumah pelanggan yang lain. Tidak terlalu jauh, hanya saja berbelok dan beda gang.

***

Malam semakin larut, kantuk mulai bergelayut di kelopak mata ini. Tubuh yang remuk redam mulai meronta meminta haknya. Itu semua sudah sering aku rasakan. Bergelut dengan kain kotor, menyelesaikannya dengan kedua tangan ini. Menjemur, menyetrikanya.

Langkah kupercepat, takut kalau saja Laila bangun dan mencari ibunya.

Uang hasil usaha hari ini kugenggam erat. Besok pagi aku akan membeli ikan untuk Laila lagi. Itu adalah lauk kesukaannya, jika dia senang, pasti ada saja rezeki yang datang.

Tit! Tit!

Klakson keras dari motor seseorang memekakkan telingaku. Padahal aku sudah menepi, tapi dia masih saja terus membunyikan klason motornya.

Tit! Tit!

Aku berhenti, memalingkan tubuh ke belakang. Tiba-tiba saja motor yang ada di belakangku melaju ke arahku.

Bruk!

Tubuh ini ambruk menghantam jalan.  Kakiku terasa sangat sakit, tak bisa aku tahan lagi, sekujur tubuhku pun terasa ngilu. Mataku menjadi sayu, dan lambat laun, pandanganku menjadi gelap.

"Mbak, Mbak." Samar-samar kudengar seseorang memanggilku. Setelahnya aku tak tahu lagi. Aku tak sadarkan diri.

Bersambung ....

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Diagnosis Kanker di Hari Ulang Tahun Pernikahan
Diagnosis Kanker di Hari Ulang Tahun Pernikahan
Membaca novel modern Diagnosis Kanker di Hari Ulang Tahun Pernikahan di platform webnovel gratis. Jessica mengetahui perselingkuhan suaminya, Rio, tepat saat divonis kanker ovarium stadium akhir. Di tengah pengkhianatan ini, ia bertekad pergi demi kedamaiannya sendiri.
Gairah Duda Keren
Gairah Duda Keren
Dalam romance novel Gairah Duda Keren, Moreno yang dingin terjebak satu malam dengan Cecil, gadis yang mirip mendiang istrinya. Moreno menuntut pernikahan demi tanggung jawab. Ikuti perjalanan cinta penuh rahasia ini dalam webnovel modern yang bisa Anda baca sebagai free book online.
GAIRAH PAPA MERTUAKU
GAIRAH PAPA MERTUAKU
Dalam GAIRAH PAPA MERTUAKU, Tessa yang kesepian terjebak perselingkuhan dengan Arnold, ayah sambung suaminya. Saat ingin kembali pada Leo, ia justru terjerat permainan licik Arnold. Simak kisah romance novel ini di web novel kami, pilihan terbaik untuk read books online free.
Jangan rebut suamiku!
Jangan rebut suamiku!
Dalam novel modern Jangan rebut suamiku!, Sena terjebak pernikahan tanpa cinta dengan Arga. Di tengah pengkhianatan Arga terhadap Gisca, Sena harus memperjuangkan posisinya. Baca romance novel ini untuk melihat bagaimana Sena menghadapi konflik rumah tangga dalam webnovel ini.
Kejutan Untuk Pengkhianat Cinta
Kejutan Untuk Pengkhianat Cinta
Dalam novel romantis Kejutan Untuk Pengkhianat Cinta, Adele mengambil keputusan nekat untuk tetap menggelar pernikahannya yang tinggal setengah bulan lagi. Namun, ia diam-diam mengganti sosok pengantin pria tanpa memberi tahu Darren. Baca novel online ini untuk mengungkap rencana rahasia Adele.
Madu Untuk Suamiku
Madu Untuk Suamiku
Namanya Fransiska Damayanti (33 tahun) dan suaminya bernama Arya Praptama (35 tahun) mereka adalah sepasang suami istri yang sangat bergelimang harta, namun kisah cinta mereka tak sesempurna yang orang pikirkan, 10 tahun pernikahan mereka belum juga dikaruniai anak. Hingga suatu hari Siska menjodohkan suaminya dengan gadis belia berusia 17 tahun, yang bernama Dinda Kinara, gadis yatim piatu yang tinggal didesa bersama nenek dan adik laki laki satu satunya, Sejak usia 10 tahun Dinda sudah menjadi yatim piatu. bagaimana dengan kisah cinta mereka?

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Memecah Kebekuan
Memecah Kebekuan
Kara Milano dan Erhan Bastian adalah sepasang kekasih muda yang saling mencintai. Dikarenakan karier Erhan dalam bermain hoki begitu bagus dan mendapat beasiswa penuh, dia harus pergi mengejar mimpinya. Namun, penghalang cinta mereka pun hadir. Sang ibu tidak merestui hubungan dikarenakan takut Kara menjadi penghalang karier putranya, menyebabkan Kara membuat kebohongan agar Erhan mau sepenuhnya pergi mengejar cita-citanya. Setelah delapan tahun berlalu, keduanya kembali dipertemukan takdir dengan kondisi Kara yang sudah memiliki anak. Namun, anak siapa itu? Milik mantan kekasih atau milik Erhan?
[Versi suara dubbing] Cinta Berakhir di Ambang Janji
[Versi suara dubbing] Cinta Berakhir di Ambang Janji
Seorang pesinden dari latar belakang rendah mencintai seorang pangeran yang berkuasa dengan tulus, dan pangeran itu berjanji untuk menikatinya. Namun lima tahun kemudian, pangeran itu mencari pengantin wanita lain demi kekuasaan, sehingga menkhianatinya. Dengan hati yang hancur, dia pergi untuk selamanya dan meninggalkan jejak kesedihan.
[Versi suara dubbing] Utang dari Saudara Laki-Laki
[Versi suara dubbing] Utang dari Saudara Laki-Laki
Sang suami memalsukan kematian untuk menipu istrinya agar membayar kembali utang untuk majikannya, menyebabkan kematian putri mereka dan menginjak-injak abunya. Sang istri pergi dengan hati yang hancur; Dia menyesal, dan nyonya mendapat retribusi!
Kembali ke Desa! Banggakan Ibuku
Kembali ke Desa! Banggakan Ibuku
Serly Zofi adalah seorang mahasiswi dari desa yang berhasil menjadi CEO perusahaan go public setelah berjuang selama 7 tahun. Setelah kembali ke Suraya, dia pun kembali ke desa untuk menjenguk ibunya. Menghadapi rumor di desa dan ketidakadilan keluarga, Serly maju dengan berani untuk membela ibunya. Dia juga membantu warga desa menjadi kaya. Kisah Serly menyampaikan nilai-nilai kerja keras untuk mencapai kesuksesan, serta kesetaraan dan kemandirian yang sangat menginspirasi.
Ya Tuhan! Kamu adalah Ayah Bayiku!
Ya Tuhan! Kamu adalah Ayah Bayiku!
Setelah tunangannya sendiri meninggalkannya untuk mati dalam kebakaran, Aria mendapati dirinya terperangkap dalam romansa yang tidak terduga dengan miliarder Casper Bennet, yang putranya yang berusia 6 tahun Leo bersikeras bahwa dia adalah ibunya. Mungkinkah Casper benar -benar pria itu dari malam itu 7 tahun yang lalu, dan Leo benar -benar putranya?
Permainan Dimulai, Kubalas Semua
Permainan Dimulai, Kubalas Semua
Putrinya Eni, ketua dewan Grup Sinar, terluka parah ditabrak tuan muda kaya yang mabuk balap liar. Ibu pelaku melempar kartu hitam dan menawarkan dua miliar agar Eni menandatangani surat damai. Eni terkejut karena kartu itu adalah kartu tambahan milik suaminya, Sam, yang diam-diam berselingkuh dan punya anak haram hampir 20 tahun.