Logo
Ceo suamiku (season 2)
Ceo suamiku (season 2)

Ceo suamiku (season 2)

65 Bab
Tamat
Dalam Ceo suamiku (season 2), Tasya harus menghadapi gangguan konstan dari Revan, bos barunya yang menyebalkan. Revan kini mengambil alih posisi ayahnya untuk mengelola seluruh perusahaan. Ikuti kisah billionaire romance novels ini dalam web novel seru tentang konflik kerja dan cinta modern.
Bab 1 dari Ceo suamiku (season 2)

"nggak, bukannya tadi kamu membela dia kan" Tasya heran kenapa suaminya jadi lembut seperti ini bukannya tadi memarahi dirinya.

"aku membela dia karena kamu salah kan" jelas Revan

"emang yah, kamu itu nggak akan pernah membela isterimu sendiri" Tasya memlingkan wajahnya tanpa melihat raut wajah suaminya.

"iya, deh. aku percaya sama kamu" Revan pasrah karena dia tidak mau memperpanjang masalahnya.

"kamu percaya sama aku, biar aku nggak marah lagi sama kamu kan" Tasya menuduh suaminya.

"iya, ehh nggak deh."

"ihh tuh kan benar kamu jahat." Tasya memukul dada bidang suaminya dengan kedua tangannya.

"nggak sayang, aku hanya bercanda kok." Revan memberhentikan Tasya untuk tidak memukulinya lagi, jika tidak bisa-bisa tubuhnya membiru akibat pukulannya.

"ihh kok mereka berdua malah damai sih, gagal kan jadinya." gerutu Dita dengan menghentakkan kedua kakinya dilantai.

"serius, kamu nggak bohong kan."

"nggak, aku serius sayang."

"iya aku maafin."

"makasih" Revan memeluk Tasya untuk ucapan terimakasihnya.

Nayla sudah selesai masaknya ia pun menghidangkan makanan diatas meja makan, disana semuanya sudah berkumpul menunggu masakan dirinya.

"horee, akhirnya makan juga." sorak gembira Risa sudah menunggu makanannya sejak tadi.

"sini aku bantuin mah." Tasya beranjak dari kursi makan untuk membantu mertuanya menghidangkan makanan.

"kamu memang menantu idaman sayang." sindir Nayla melirik Dita sedikit kezel.

"aku nggak salah pilih isteri kan mah." dengan bangganya Revan memamerkan isterinya.

"caper banget sih jadi orang." batin Dita sedikit agak kesel melihat Tasya selalu caper ke mertuanya.

"Mas, kamu mau makan apa?" Dita tidak tinggal diam ia masih merebut hati Revan kembali dengan menawarkannya makanan.

"Revan sudah punya isteri, buat apa kalo ada isterinya tapi diambilkan wanita lain. seharusnya mikir donk." sudah beberapa kali Nayla menyindirnya tetap saja tidak mempan mungkin hatinya terbuat dari batu. Tasya hanya menahan tawanya memangnya enak disindir mertuanya Mulu.

"ya gapapa donk Dita itu juga kan sahabatnya Revan, sekaligus mantan istrinya kan." papahnya Revan tidak membela siapa-siapa, wajar saja jika sahabat anaknya dekat dengan Revan. papahnya belum tahu saja jika Dita masih menyukainya hampir belum move-on.

"papah kok jadi membela dia sih?" tanya Nayla pada suaminya,. sedangkan Risa hanya diam saja dan hanya melihat pertengkaran dirumah ini.

"aseek juga nih bertengkar." Dita menahan senyumnya ia sangat senang melihat pertengkarannya.

"papah nggak bela siapa-siapa, bukannya itu wajar." jawab papahnya Revan, anaknya pun jadi pusing harus membela siapa.

"terserah papah, mamah pusing dengarnya." Nayla menutup pembicaraannya lalu mereka semua pun melanjutkan makanannya.

setelah semua selesai makan Dita berniat membantu Nayla untuk mencuci semua piring bekas makan tadi, tapi Nayla tidak menanggapinya karena ia sangat benci.

Tasya pun membantu mertuanya membawa semua piring ke dapur untuk dicucikan, tapi mertuanya menolaknya karena sudah banyak merepotkan menantunya.

"sudah biar mamah saja yang cuci piringnya." tolak Nayla.

"Tapi mah..."

Tasya pun tidak bisa melawan perkataan mertuanya. "sudah kamu temenin suamimu saja, kamu sudah banyak membantu mamah dari pagi."

"yasudah aku ke temani suamiku mah." lalu Nayla mengangguk kemudian Tasya pun menemani suaminya yang sedang mengerjakan tugas kantornya dilaptop.

"Tante kok ngizinin Tasya sih, kalo diizinin nanti ngelunjak loh Tan." Dita mengompori Nayla untuk membenci Tasya agar mereka berdua tidak akrab lagi.

"kamu siapa? ngatur-ngatur saya."

"saya bukannya ngatur Tante tapi cuma ngingetin Tante aja."

"udah deh kamu cuci piring yang benar aja, cuci piring itu pakai tangan bukan mulut." Dita tidak melawan ucapan Nayla ia hanya diam dan melanjutkan aktivasinya.

Tasya mendekati suaminya yang sedang sibuk dengan laptop miliknya, sepertinya ia sedang sibuk dirinya jadi takut menggangunya.

"hmm... mas lagi sibuk yah?" tanya Tasya dengan hati-hati berbicara agar suaminya tidak marah.

"iya nih lagi banyak tugas." mata milik Revan sedang fokus dengan laptop tanpa melihat istrinya yang sedang bertanya.

"mau aku buatkan kopi nggak mas." tawaran Tasya

"boleh juga tuh." Revan menerima tawarannya, tanpa melihat arah Tasya, matanya masih fokus ke arah laptop miliknya.

Tasya berjalan memasuki dapur matanya melihat Dita yang sedang mencuci piring, ia pun berniat menjahilinya.

"Semangat mbak cuci piringnya."Tasya basa-basi menyamangati Dita agar lrbih semangat lagi mencuci piringnya.

"kamu mengejek saya yah." Dita merasa bahwa Tasya mengejek dirinya.

"apa sih mbak, saya hanya menyemangati mbak loh." Tasya berbicara sembari membuatkan kopi untuk suaminya.

"Alah kamu itu sebenarnya mengejek saya kan." sindir Dita tangannya masih fokus dengan kegiatannya.

"nggak boleh Su'udzon loh mbak." Tasya menuangkan air panas ke dalam gelasnya.

"kamu itu bikin saya emosi mulu dari tadi" Dita melirik arah mata Tasya menatapnya dengan sinis, membuat Tasya menahan tawanya karena sudah membawa Dita menjadi emosi.

"sabar mbak." Dita mengambil salah satu benda yaitu sendok ia ingin melempari benda itu tapi Tasya menghindarinya.

"jangan emosian mulu mbak nanti mas Revan jadi nggak suka sama mbak." teriak Tasya berlari-lari sembari membawa kopi buatannya sendiri.

"Tasyaaaaa" teriak Dita dengan suara keras sampai terdengar dikamar Revan.

"wahahaahh" sampai dikamar Tasya melepaskan tawanya yang tadi sempat menahan tawanya saat didekat dengan Dita didapur

"kamu kenapa lari-larian seperti itu?" tanya Revan melihat isterinya berlari-larian sambil membawa kopi untuk dirinya

"ini loh mas, tadi aku menyemangatin mbak Dita tapi dia malah marah gitu terus aku difitnah katanya aku ngejek dia padahal kan nggak." Tasya mendekati suaminya memberikan sebuah kopi, lalu menceritakan kejadian tadi didapur.

"hmm..." hanya itu jawaban dari Revan.

"cuek amat sih mas, aku cerita panjang lebar juga." sindir Tasya sedari tadi dicuekin oleh suaminya, Tasya duduk di sebelah Revan.

"kamu tidur duluan saja." tegur Revan matanya tidak pernah berhenti menatap laptop.

"nggak seru ah' kamu mas fokus sama laptop mulu dari pada isterimu." Tasya terus menyindirnya sama sekali Revan tidak peka dengannya.

"maafin aku sayang." Revan menaruh sebuah laptop miliknya di atas meja, kemudian memeluk isterinya dari belakang.

"lepasin" Tasya menolak perlukan dari suaminya.

"apa sih sayang, aku pengen peluk kamu dulu sebentar." Revan tidak mau melepaskan pelukannya.

"urusin aja laptop kamu sana." protes Tasya

"kamu cemburu sama laptop yang." Revan tertawa-tawa melihat isterinya cemburu hanya dengan benda mati saja

"ehm... mas kamu mau punya anak nggak" tanya Tasya menanyakan tentang persoalan anak.

"mau lah pasti sayang, ayah mana sih yang nggak mau punya keturunannya. tapi kan sayang kita udah punya Risa." Revan masih memeluk isterinya dengan nyaman.

"ihh, emangnya kamu nggak mau yah punya anak dari aku."

"bukan begitu maksud ku yang." Revan membalikkan tubuh Tasya menghadap dirinya.

"udah lah kamu mah memang nggak mau punya anak dari aku." sindir Tasya.

"hey, aku malah senang punya anak dari darah dagingku sendiri."

"serius."

"iya, tapi memangnya kamu sudah siap begituan sama aku." reflek Revan berbicara begitu dengan tangan mengkodenya.

"ihh mesum banget sih kamu mas." Tasya memukul dada bidang suaminya dengan pukulan keras.

"loh aku serius." Revan memberhentikan pukulan itu dengan menahan kedua tangannya.

"tapi nggak gitu juga kali." cibir Tasya.

"kamu mau sekarang." kode keras Revan untuk Tasya.

"apanya?" Tasya terbengong dengan ucapan suaminya.

"itunya loh."

"apanya sih." pura-pura tidak peka wkwkk.

"ihh kamu nggak peka deh."

"iya deh aku mau."

"ayo terobos langsung." Revan mendekati isterinya dengan wajah semakin dekat tapi Tasya menahan tubuhnya untuk menghentikan itu semua.

"kenapa?"

"sholat sunnah dulu mas." Tasya mengingatkan suaminya untuk sholat sunnah terlebih dahulu.

"oh iya aku lupa." pura-pura pikun hahhaha.

"pikirannya itu mulu sih."

"namanya juga lelaki enggak bisa nahan Hawa nafsu yang." mereka berdua pun mengambil wudhu kemudian melakukan sunnah

"ayo yang terobos." Revan langsung membuka baju kokonya sedangkan Tasya sengaja merapikan mukenanya dengan lama agar suaminya tidak Sabaran awokkkk

"Ayo yang, kamu sengaja yah dilamain." Revan tahu jika isterinya sengaja melamakan pergerakkannya.

"sabar mas." akhirnya Tasya selesai juga merapikan mukenanya, Revan yang tidak Sabaran langsung mendorong isterinya ke kasur. Revan berada di atas tubuhnya, ia melihat bibir isterinya yang begitu indah perlahan-lahan mendekati wajahnya. lalu melakukan hubungan suami isteri.

Pagi hari yang cerah ini Revan terbangun dari tidurnya sambil mengucek kedua matanya, ia melihat isterinya masih terbaring tertidur dengan nyaman mungkin isterinya terlalu kecapean. biasanya shubuh Tasya sudah bangun tapi matahari pun sudah bersinar belum terbangun juga.

"sepertinya kamu terlalu kecapean, sampai nyaman begini." Revan mengusap rambut isterinya dengan lembut.

Revan beranjak dari kasur untuk membersihkan tubuhnya memasuki kamar mandi. saat selesai mandi pun Tasya belum terbangun dari tidurnya, niatnya ingin membangunkan isterinya untuk membuatkan sarapan pagi tapi hatinya tidak tega melihat wajah Tasya terlalu lelah.

langkah kakinya berjalan menuju dapur untuk membuat sarapan tapi namanya sudah menyiapkan makanan untuk semuanya, ia juga Heran mengapa jam segini Tasya belum keluar dari kamarnya juga.

biasanya jam segini Tasya sudah sibuk membantu mertuanya memasak, Nayla melihat Revan yang sudah berpakaian rapi dengan berpakaian kantornya.

"tumben baru bangun jam segini." tanya Nayla melihat anaknya baru bangun jam segini biasanya Tasya bangunin suaminya pasti banget.

"iyah mah, tadi malam aku kecapean mah."

"isterimu mana tumben jam segini belum keluar dari kamarnya."

"isteriku kayanya kecapean mah."

"kecapean kenapa, bukannya semalam mamah cuma nyuruh dia nemenin kamu doank deh." Nayla sempat Bingung mengapa menantunya kecapean juga Padahal dia selalu melarang Tasya untuk tidak terlalu kecapean.

"atau jangan-jangan kamu habis begituan yah." Nayla menuduh anaknya bahwa mereka berdua sudah melakukan itu, Revan hanya menjawabnya dengan cengengesan.

"kamu apain menantu mamah, pasti kamu mainnya kasar yah." Nayla memukuli anaknya, seharusnya mamahnya membela anaknya tapi ini malah membela menantunya.

"ampun mah, aku nggak main kasar kok." Revan mencoba menghindari pukulan dari mamahnya.

"jadi mereka berdua sudah melakukan itu, jangan sampai Tasya mengandung anak Revan." dibalik dinding tembok Dita mendengar percakapan mereka berdua yang sedang bertengkar.

"kamu pasti bohong." lagi-lagi Nayla menuduh anaknya bukan didukung malah memukul.

"nggak mah benaran, kalo nggak percaya tanya aja ke isteri ku sana."

"awas aja sampai melakukan kasar ke menantu mamah." Nayla melanjutkan aktivitasnya menyiapkan makanan diatas meja makan.

"sebenarnya gue ini anaknya bukan sih, kok mamah gue bela menantunya sih." gerutu Revan

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Cinta Yang Terlambat Bersinar
Cinta Yang Terlambat Bersinar
Dalam novel romantis miliarder Cinta Yang Terlambat Bersinar, seorang gadis jatuh cinta pada teman ayahnya yang jauh lebih tua. Saat pria itu tidak sengaja diracuni di sebuah pesta, ia harus mengambil keputusan ekstrem demi menyelamatkannya. Baca novel online ini untuk mengikuti kisah cinta mereka.
Di Hari Nikah, Aku Pergi
Di Hari Nikah, Aku Pergi
Dalam novel romantis misteri Di Hari Nikah, Aku Pergi, Liana Tandra merencanakan pelarian ekstrem dari pernikahannya dengan miliarder Hansen Gunadi. Menggunakan mayat palsu, ia bersiap memalsukan kematiannya. Baca novel online menegangkan ini untuk mengungkap rahasianya.
Hidupku yang Kaya Mendadak
Hidupku yang Kaya Mendadak
Dalam Hidupku yang Kaya Mendadak, seorang mahasiswa miskin dikhianati kekasihnya demi pria kaya. Namun, identitas aslinya sebagai putra miliarder terungkap, mengubah nasibnya seketika. Baca billionaire romance novels ini untuk mengikuti transformasi hidupnya di platform online novel kami.
Lenyap Usai Kata Pisah
Lenyap Usai Kata Pisah
Dalam novel romantis Lenyap Usai Kata Pisah, Sofia Wijaya mengelabui suaminya, pewaris mafia Revan Mahendra, untuk menandatangani surat cerai. Sofia pergi membawa calon bayinya demi kebebasan, memicu pencarian besar-besaran oleh sang miliarder. Baca buku online gratis kisah perjuangan ini.
Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin
Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin
Dalam novel romantis miliarder Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin, Clayden Ardhanesa rela melepas segalanya demi sang istri. Namun setelah sukses, ia diceraikan. Baca novel online ini untuk menyaksikan penyesalan sang mantan ketika nama Clayden kembali mengguncang dunia.
Pernikahan Tak Disengaja: Suamiku Sangat Kaya
Pernikahan Tak Disengaja: Suamiku Sangat Kaya
Dalam Pernikahan Tak Disengaja: Suamiku Sangat Kaya, Shella menyewa pria yang ia kira gigolo demi menghindari perjodohan. Ternyata, suaminya adalah miliarder dunia. Simak kisah billionaire romance novels ini di webnovel untuk melihat perjuangan mereka menghadapi ancaman besar.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Kurebut Segalanya Setelah Cerai
Kurebut Segalanya Setelah Cerai
Karena cinta buta pada suaminya, Dane, Veronica rela menyerahkan segalanya dan menjadi ibu rumah tangga. Balasannya? Ia diselingkuhi dan dibunuh secara keji oleh pujaan hatinya. Kini, ia terlahir kembali setahun ke masa lalu, dan memilih kembali ke dunia hukum untuk membalas dendam dengan penglihatannya akan masa depan. Kali ini, ia melihat wujud asli Dane: seorang pengkhianat tak berguna.
Berseminya Cinta Masa Lalu
Berseminya Cinta Masa Lalu
Kiana, seorang ahli manajemen krisis menyukai Thomas, CEO Grup Hutomo yang perusahaannya hendak melantai di bursa. Kiana mundur dari pekerjaannya yang bergaji tinggi di luar negeri untuk bekerja di Hotel Hutomo. Tak disangka, hubungan mereka yang pura-pura malah menjadi nyata. Ternyata, Thomas sudah merencakan ini sejak lama...
Gosip dan Cinta: Cara Mendapatkan Bintang Film
Gosip dan Cinta: Cara Mendapatkan Bintang Film
Cleo Marlowe, asisten casting ambisius, nekat membujuk bintang film Blake Wilder untuk bermain di filmnya. Setelah tertangkap paparazzi keluar dari rumah Blake, ia dicap memanfaatkan skandal untuk naik daun. Saat reputasinya hancur, Blake yang terkenal dingin justru muncul sebagai satu-satunya orang yang mendukungnya.
Kebangkitan dari Api Dendam (Sulih Suara)
Kebangkitan dari Api Dendam (Sulih Suara)
Sella meninggalkan keluarga angkat, Keluarga Yuda, demi membalas budi keluarga kandungnya, Keluarga Rusdi, tapi justru diabaikan dan difitnah adik angkat hingga dipenjara tiga tahun. Usai bebas, dia dipaksa pulang untuk pesta ulang tahun. Sella dengan tegas mengecam sikap dingin dan tidak berperasaan Keluarga Rusdi, lalu dijemput Keluarga Yuda. Sementara itu, Keluarga Rusdi masih berkhayal dia akan kembali.
Cinta ayah yang terlambat
Cinta ayah yang terlambat
Anak beruang itu dengan sengaja melukai mata gadis kecil itu dengan garpu, hingga mengeluarkan darah di seluruh wajahnya. Ketika gadis itu sedang dalam masa pemulihan di rumah sakit, anak beruang itu menuangkan bubur panas ke wajah gadis itu lagi, yang membuat mata gadis itu benar-benar rusak. Tapi ketika ayah gadis itu mengetahuinya, dia tidak peduli dengan putrinya, tapi malah mengajak anak beruang pelakunya untuk makan besar!
Menjadi Kesayangan si CEO Tampan
Menjadi Kesayangan si CEO Tampan
Jane Fora si anak magang secara kebetulan bertemu John Truan si CEO. Jane hamil setelah mereka tidur akibat mabuk. John pun memanjakan Jane dan mendukung cita-citanya sebagai perancang perhiasan. Seiring berjalannya waktu, pernikahan yang semula hanyalah kontrak berubah menjadi cinta sejati.