Logo
Benih Dari Kebencianmu
Benih Dari Kebencianmu

Benih Dari Kebencianmu

64 Bab
Tamat
Dalam romance novel Benih Dari Kebencianmu, Lia harus menghadapi dendam Rizky atas tragedi masa lalu. Sebagai modern novel yang penuh konflik, Lia terpojok saat Rizky melampiaskan amarahnya hingga merusak masa depannya. Simak kisah mereka dalam web novel ini sekarang.
Bab 1 dari Benih Dari Kebencianmu

Udara Jakarta di suatu sore bulan Maret selalu terasa berat, sarat dengan kelembaban yang memeluk dan polusi yang menyesakkan paru-paru. Bagi Lia, lima tahun terakhir, udara itu terasa lebih berat lagi. Setiap napas yang diambil adalah pengingat akan hari kelabu itu, hari di mana hidupnya terbagi menjadi "sebelum" dan "sesudah". Hari di mana Anya, sepupu sekaligus sahabat terbaiknya, direnggut paksa oleh takdir yang kejam.

Lia duduk di sebuah kafe kecil di kawasan Kemang, menyesap latte dingin yang mulai kehilangan esnya. Jendela kafe yang besar menampilkan hiruk pikuk jalanan Jakarta, namun pandangannya kosong, menembus keramaian itu, kembali pada memori lima tahun silam. Seharusnya ia tidak berada di sini. Seharusnya ia ada di rumah, membenamkan diri dalam buku-buku kuliahnya, melarikan diri dari dunia yang terus-menerus menghakiminya. Namun, janji pertemuan dengan seorang teman lama, yang tanpa sepengetahuannya membawa serta bayangan masa lalu, telah menyeretnya kembali ke pusaran luka.

Pintu kafe terbuka, denting bel kecil di atasnya mengumumkan kedatangan seseorang. Lia tidak menoleh. Ia terlalu sibuk dengan hantu-hantu di benaknya. Namun, getaran di udara, perubahan kecil dalam atmosfer ruangan, membuat hatinya mencelos. Aroma maskulin yang familier, yang dulu selalu ia kaitkan dengan kebahagiaan Anya, kini menusuknya seperti belati berkarat.

"Lia?"

Suara itu. Dingin, berjarak, namun memiliki resonansi yang familiar, sebuah gema dari tawa riang yang pernah ia kenal. Lia mendongak. Di ambang pintu, berdiri seorang pria tinggi dengan rahang tegas dan mata setajam elang. Rambut hitamnya sedikit berantakan, menambah kesan karismatik yang dulu begitu memikat banyak orang. Namun, kini, mata itu tidak memancarkan kehangatan yang dulu ia kenal. Mata itu dipenuhi kegelapan, sebuah jurang kebencian yang dalam.

Rizky.

Jantung Lia berpacu. Napasnya tercekat. Nama itu, dulu sering terucap dengan nada ceria dari bibir Anya, kini hanya membangkitkan rasa bersalah yang menggerogoti jiwanya. Lima tahun. Lima tahun ia berhasil menghindari pertemuan ini. Lima tahun ia hidup dalam bayangan, berharap tidak pernah lagi berhadapan dengan pria di hadapannya.

Rizky tidak tersenyum. Bibirnya membentuk garis tipis, ekspresi yang Lia kenal sebagai pertanda kemarahan yang tertahan. Ia melangkah mendekat, setiap langkahnya terasa seperti palu godam yang menghantam dada Lia. Teman Lia, seorang gadis bernama Maya yang memperkenalkan mereka, tampak canggung di antara aura tegang yang tiba-tiba menyelimuti meja mereka.

"Apa kabar, Lia?" Suara Rizky rendah, nyaris berbisik, namun setiap kata mengandung beban ribuan ton.

Lia mencoba menelan ludah, tenggorokannya kering kerontang. "Baik, Rizky. Kamu?"

"Baik?" Rizky mendengus, tawa sinis keluar dari bibirnya. "Tentu saja. Mengapa tidak? Hidup berjalan terus, bukan? Untuk sebagian orang." Tatapannya menajam, menembus hingga ke dasar jiwa Lia. "Terutama untuk mereka yang selamat."

Maya, menyadari suasana yang tidak nyaman, mencoba mencairkan ketegangan. "Uhm, aku ke toilet sebentar, ya. Kalian ngobrol saja dulu." Ia beranjak pergi, meninggalkan Lia sendirian di hadapan badai yang siap menerjang.

Keheningan kembali melingkupi mereka, hanya diisi oleh suara bising kafe yang tiba-tiba terasa jauh. Lia memilin-milin tepi serbetnya. Ia ingin lari, namun kakinya terasa terpaku di lantai.

"Bagaimana kuliahmu?" tanya Rizky, suaranya kini lebih keras, nyaris mengejek. "Senang bisa melanjutkan hidup, membangun masa depan, ya?"

Lia mengangkat kepalanya, mencoba mengumpulkan sisa-sisa keberaniannya. "Aku... aku tidak pernah melupakan apa yang terjadi, Rizky."

"Melupakan?" Rizky tertawa, tawa yang tidak sampai ke matanya. "Tentu saja tidak. Mana bisa melupakan sesuatu yang kau sebabkan, bukan?"

Kata-kata itu menghantam Lia seperti pukulan keras. Ia tahu akan datang. Ia sudah bersiap. Namun, tetap saja, rasa sakitnya tidak berkurang sedikit pun. "Aku tidak... aku tidak menyebabkannya."

"Oh, ya?" Rizky mendekat, membungkuk sedikit di atas meja, membuat Lia harus mendongak untuk menatapnya. Matanya yang gelap memancarkan amarah yang membara. "Kalau begitu, jelaskan padaku, Lia. Jelaskan bagaimana kau bisa selamat dari mobil yang ringsek itu, sementara Anya..." Suaranya tercekat. Ia mengambil napas dalam-dalam, berusaha menguasai emosinya. "Sementara Anya tidak."

Lia menutup matanya sejenak, kenangan pahit itu kembali menyeruak.

Malam Nahas Lima Tahun Lalu

Malam itu, lima tahun yang lalu, adalah malam Jumat yang cerah. Langit Jakarta dipenuhi bintang, dan udara terasa lebih sejuk dari biasanya. Anya dan Lia baru saja pulang dari pesta ulang tahun teman mereka. Anya, yang baru mendapatkan SIM dan mobil baru, mengemudi dengan semangat. Lia duduk di kursi penumpang, sesekali memutar musik dan ikut bernyanyi. Suasana di dalam mobil ceria, penuh tawa dan obrolan remaja.

"Aduh, seru banget pestanya!" seru Anya, memukul setir dengan gembira. "Aku suka vibe-nya."

"Iya, tapi capek juga, Ny," balas Lia, menguap. "Besok kuliah pagi."

"Santai aja kali, besok kan Sabtu," Anya terkikik. "Kita mampir dulu deh ke Indomaret, mau beli snack."

"Ide bagus!" Lia setuju.

Mereka berdua memang tidak terpisahkan. Sepupu yang dibesarkan seperti saudara kandung, Anya dan Lia memiliki ikatan yang luar biasa kuat. Anya yang selalu ceria dan penuh semangat, seringkali menjadi pendorong Lia yang lebih pendiam dan hati-hati. Mereka berbagi mimpi, rahasia, dan setiap momen penting dalam hidup mereka.

Mobil melaju di jalanan yang agak lengang. Anya mengemudi dengan hati-hati, mengikuti batas kecepatan. Lia mengamati jalanan di luar, sesekali membalas pesan di ponselnya. Tiba-tiba, sebuah cahaya terang menyorot dari arah berlawanan. Lia mendongak, merasakan firasat buruk. Sebuah truk besar, melaju kencang, menyalip kendaraan lain di depannya dengan sembrono. Lampunya menyilaukan mata, dan klaksonnya berbunyi memekakkan telinga.

"Anya, awas!" seru Lia panik.

Anya membanting setir ke kanan, mencoba menghindari tabrakan. Rem berdecit nyaring, memekakkan telinga. Tubuh mereka terlempar ke depan saat mobil oleng. Lia menjerit, mencengkeram dasbor erat-erat. Dalam sepersekian detik yang terasa seperti keabadian, Lia melihat wajah Anya. Wajah sepupunya itu memucat pasi, matanya membelalak ketakutan.

BRAAKKKK!

Suara benturan logam yang mengerikan membelah keheningan malam. Mobil Anya berputar beberapa kali, menghantam pembatas jalan, lalu terlempar ke sisi lain. Kaca-kaca pecah berhamburan, dan bau bensin memenuhi udara. Gelap. Hening. Hanya suara dengungan di telinga Lia, dan rasa sakit yang menusuk di sekujur tubuhnya.

Lia membuka matanya perlahan. Pandangannya buram. Kepalanya pusing, dan darah mengalir di pelipisnya. Ia mencoba bergerak, namun tubuhnya terasa remuk. Yang pertama kali ia rasakan adalah hawa dingin yang menusuk dari sisi sebelahnya. Lia menoleh, dan dunianya runtuh.

Anya.

Tubuh Anya tergeletak tak berdaya, terjepit di antara reruntuhan mobil. Kepalanya terkulai dengan posisi yang tidak wajar. Matanya terpejam, dan wajahnya pucat pasi, tanpa sedikit pun warna. Tidak ada gerakan. Tidak ada napas. Hanya keheningan yang mematikan.

"Anya... Anya!" Lia meronta, mencoba meraih sepupunya. Namun, sabuk pengaman dan puing-puing mobil menahannya. Air mata membanjiri wajahnya, bercampur dengan darah. "Anya, bangun! Anya!"

Suara klakson mobil dan teriakan orang-orang mulai terdengar dari kejauhan. Warga berdatangan, panik. Beberapa orang mencoba membantu, sementara yang lain menelepon polisi dan ambulans. Lia terus berteriak memanggil nama Anya, suaranya serak dan putus asa.

Petugas medis tiba tak lama kemudian. Mereka bergerak cepat, mengeluarkan Lia dari mobil yang ringsek. Lia menolak untuk pergi, meronta, terus-menerus menunjuk ke arah Anya.

"Sepupuku! Dia di dalam! Tolong dia!" Lia menjerit, namun suaranya tenggelam dalam kebisingan.

Seorang petugas medis memeriksa Anya. Raut wajahnya berubah. Ia menggelengkan kepala perlahan, sorot matanya menyampaikan kabar terburuk yang bisa Lia bayangkan.

"Maaf, Nak," katanya pelan. "Kami sudah berusaha, tapi... dia sudah tiada."

Dunia Lia runtuh total. Kabar itu menghancurkan setiap sel dalam tubuhnya. Anya sudah tiada. Sepupunya. Sahabatnya. Sumber kebahagiaannya. Meninggalkannya sendiri di dunia yang tiba-tiba terasa begitu dingin dan kejam.

Kembali ke kafe, Lia membuka matanya. Air mata telah membentuk jejak di pipinya. "Aku... aku tidak ingat banyak, Rizky," ucapnya lirih. "Yang aku ingat hanyalah... Anya mencoba menghindar. Dan truk itu... truk itu datang begitu cepat."

Rizky mendengus lagi. "Tentu saja. Mengapa kau tidak ingat? Mungkin karena kau terlalu sibuk dengan ponselmu, bukan? Atau kau mengganggu konsentrasinya?"

Kata-kata Rizky menusuk telak. Tuduhan itu, yang selama ini bergaung di kepalanya sendiri, kini keluar dari bibir Rizky, menghancurkan sisa-sisa pertahanan Lia. Ia tahu, sejak hari itu, banyak yang berpikir demikian. Bahwa ia, Lia, yang seharusnya mati, bukan Anya. Bahwa ia adalah penyebabnya.

"Aku tidak... aku tidak mengganggu Anya," Lia membela diri, suaranya bergetar. "Aku sedang membalas pesan. Anya yang mengemudi."

"Dan kau tidak melihat truk itu lebih dulu?" Rizky mencondongkan tubuhnya ke depan, matanya menyala-nyala. "Kau di kursi penumpang, Lia! Kau seharusnya melihatnya! Kau seharusnya mengingatkannya lebih awal!"

"Aku sudah memperingatkan dia!" Lia meninggikan suaranya, emosinya memuncak. "Aku sudah bilang 'Anya, awas!' Tapi semuanya terjadi begitu cepat! Anya sudah mencoba menghindar!"

"Cukup cepat untuk menyelamatkanmu, tapi tidak cukup cepat untuk Anya?" Rizky menyeringai pahit. "Ironis sekali, bukan?"

Lia merasa mual. Kata-kata Rizky adalah cerminan dari suara hati banyak orang yang menyayangi Anya. Ibu Anya, ayah Anya, teman-teman Anya... mereka semua menatapnya dengan pandangan yang sama, pandangan penuh tuduhan, penyesalan, dan rasa kehilangan yang tak terukur. Ia menjadi pengingat yang menyakitkan akan apa yang telah mereka hilangkan.

"Aku juga terluka, Rizky!" Lia membalas, air mata membanjiri wajahnya lagi. "Aku juga kehilangan Anya! Kau pikir bagaimana perasaanku hidup dengan semua ini? Dengan tahu bahwa aku selamat dan dia tidak? Aku hidup setiap hari dengan rasa bersalah ini!"

"Rasa bersalah?" Rizky tertawa hampa. "Rasa bersalahmu tidak sebanding dengan rasa sakit kami. Kau masih bisa bernapas. Kau masih bisa tertawa. Kau masih bisa melanjutkan hidup." Matanya kembali dipenuhi kebencian yang mendalam. "Sementara Anya... Anya sudah tiada. Dan kau, Lia, kau adalah satu-satunya orang yang bersamanya saat itu. Kau adalah penyebabnya."

"Aku bukan penyebabnya!" Lia berteriak, menarik perhatian beberapa pelanggan kafe lainnya. "Itu kecelakaan! Kecelakaan yang disebabkan oleh pengemudi truk gila itu!"

"Pengemudi truk itu sudah dihukum, Lia," Rizky berkata, suaranya datar, tanpa emosi. "Tapi itu tidak mengembalikan Anya. Dan bagiku, kau adalah bagian dari tragedi itu. Kau ada di sana. Dan kau selamat."

Keheningan kembali menyelimuti mereka. Kali ini, Lia tidak berusaha memecahkannya. Ia merasa lelah, lelah dengan semua tuduhan, lelah dengan rasa bersalah yang tidak pernah hilang. Rizky menatapnya untuk beberapa saat, tatapannya membakar Lia hingga ke tulang sumsum.

Akhirnya, Rizky berdiri. "Aku datang kemari bukan untuk berdebat denganmu, Lia," katanya, suaranya kini dingin seperti es. "Aku hanya ingin kau tahu. Aku tidak akan pernah melupakan apa yang terjadi. Dan aku tidak akan pernah memaafkanmu."

Ia berbalik dan berjalan pergi, meninggalkan Lia sendirian di meja kafe itu, dengan bayangan masa lalu yang menghantuinya. Air mata Lia tumpah ruah, membasahi pipinya. Kata-kata Rizky menancap di hatinya, mengkonfirmasi ketakutan terbesarnya: ia akan selalu menjadi Lia, sang "penyebab," sang "yang selamat," sang "luka" bagi orang-orang yang menyayangi Anya. Dan ia tahu, hidupnya tidak akan pernah sama lagi.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Cermin Retak Masa Lalu
Cermin Retak Masa Lalu
Baca novel online gratis Cermin Retak Masa Lalu, sebuah novel romantis modern penuh misteri. Kisah pengkhianatan suami yang terbongkar lewat paket lingerie dan unggahan media sosial selingkuhannya, memaksa sang istri menghadapi kenyataan pahit dalam pernikahan mereka.
Cinta di Jalur Cepat
Cinta di Jalur Cepat
Dalam novel Cinta di Jalur Cepat, Nayla membalas budi dengan menikahi Deddy yang koma. Namun, pengkhianatan sang billionaire memaksanya pergi. Sebagai dokter ahli dan peretas, ia bangkit di romance novel ini hingga seorang CEO mengklaimnya. Baca kisah seru ini di platform web novel kami.
Cinta, Kebohongan, dan Anjing yang Mematikan
Cinta, Kebohongan, dan Anjing yang Mematikan
Dalam Cinta, Kebohongan, dan Anjing yang Mematikan, pengkhianatan Bara terungkap saat ia berlibur bersama Helena di tengah duka kematian ibu tunangannya. Baca billionaire romance novels ini untuk mengikuti perjuangan emosional dalam modern novel yang penuh intrik dan kebohongan ini.
Cintaku Bagai Layangan Putus
Cintaku Bagai Layangan Putus
Dalam novel romantis Cintaku Bagai Layangan Putus, Bella Winata dikhianati oleh Alvaro, suaminya yang merupakan bos mafia. Alih-alih meratap, Bella memilih membuat kesepakatan rahasia di pasar ilegal untuk menghilang selamanya. Baca novel online ini di webnovel.
Di Balik Penyakit, Ada Cinta yang Mekar
Di Balik Penyakit, Ada Cinta yang Mekar
Dalam novel romantis modern Di Balik Penyakit, Ada Cinta yang Mekar, sang protagonis berjuang menyembuhkan stenosis kongenital demi masa depan bersama Alex Simina. Namun, rencana terapi intim dari dokter yang merupakan teman Alex memicu konflik batin. Baca novel online ini sekarang.
Gadis Pengantar Tidur
Gadis Pengantar Tidur
Dalam romance novel Gadis Pengantar Tidur, Maria terjebak pengkhianatan Richard yang menjualnya ke kamar 201. Kini, ia harus menjadi pendamping bagi Mark yang menderita insomnia. Temukan kisah pengabdian dan intrik ini dalam web novel modern yang penuh pilihan sulitnya pilihan hidup.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Dua Hari yang Mengubah Segalanya
Dua Hari yang Mengubah Segalanya
Olivia meninggalkan keluarganya yang kaya raya demi Rory, tapi saat hampir melahirkan dan nyawanya terancam, sifat aslinya muncul. Kemunculan teman baik Rory, Rebecca muncul dengan kenyataan yang menyedihkan. Bisakah ayahnya Olivia menyelamatkannya dan anaknya sebelum semua terlambat?
Kehidupan Kedua Sang Putri Jendera
Kehidupan Kedua Sang Putri Jendera
Hani Tahir adalah yatim piatu dari keluarga jenderal. Kaisar merasa iba lalu menjodohkannya. Di kehidupan sebelumnya, Hani menikah dengan Putra Mahkota Sandy, tetapi hidupnya penuh penghinaan di Istana Timur. Setelah meninggal, Hani terlahir kembali di saat jamuan perjodohan. Kali ini, saat kaisar kembali menjodohkannya, Hani memilih paman putra mahkota, Raja Dane, Alex Wada, yang dikenal tampan tapi terluka parah dalam perang dan koma. Setelah menikah, Alex secara ajaib terbangun. Hani pun mendapatkan rasa hormat, perlindungan, dan kasih sayang darinya. Hubungan mereka perlahan berkembang, sementara Putra Mahkota Sandy mulai mengingat kehidupan sebelumnya.
Penipu & Aku yang Asli
Penipu & Aku yang Asli
Dwi, putri sebenarnya dari Keluarga Liem, bersekolah di sekolah elite dengan menyembunyikan identitasnya. Namun, dia justru dihina oleh Yuni, anak perempuan pengasuh dan sopir keluarganya. Dengan bantuan orang tuanya, Yuni malah menyamar menjadi putri Keluarga Liem, membully Dwi di sekolah bersama teman-teman. Pada akhirnya, Dwi berhasil membongkar kedok Yuni, dan Yuni pun menerima hukuman yang setimpal atas kejahatannya.
Istri Kontrakku adalah Sang Legenda
Istri Kontrakku adalah Sang Legenda
Natalie menemukan Dominic terluka parah di sebuah desa terpencil. Setelah menyelamatkannya melalui operasi darurat, dia menghilang tanpa jejak. Kemudian, sebuah perjanjian keluarga memaksa mereka menikah selama 100 hari. Dominic terus mencari penyelamatnya, sementara perasaannya pada Natalie tumbuh tak terelakkan. Namun, kecurigaannya mulai muncul ketika identitas rahasia Natalie satu per satu terungkap: dia adalah seorang ahli bedah jenius, profesor ternama di dunia medis, sekaligus CEO dari perusahaan yang berpengaruh. Setiap kali rahasia itu terbuka, Dominic semakin terpesona oleh wanita di hadapannya.
Suara Hati Penyelamat Kerajaan
Suara Hati Penyelamat Kerajaan
Seorang gadis bernama Kana yang berusia lima tahun tiba-tiba bertransmigrasi ke dalam sebuah novel dan menjadi seorang putri umpan meriam. Baru saja memulai kehidupannya, dia langsung menghadapi risiko dipenggal oleh ayah kandungnya yang seorang tiran. Dalam keadaan genting, Kana menemukan akal, tanpa disangka semua isi hatinya terdengar jelas oleh sang ayah tiran. Sang tiran, yang mengetahui dari isi hati putrinya bahwa kerajaannya akan hancur, dia mulai panik...
Terlahir Kembali, Aku Menjauhi Kakakku
Terlahir Kembali, Aku Menjauhi Kakakku
Clara adalah anak kandung keluarganya, tapi orang tua serta kakak-kakaknya selalu cuma sayang pada adik angkatnya, Emily. Setelah disiksa bertahun-tahun, Clara akhirnya dibunuh Emily pada usia 24 tahun. Sekarang dia diberi kesempatan kembali ke umur 19 tahun lagi. Kali ini dia bersumpah tidak akan jadi korban pembulian lagi!