Logo
Benang yang Tak akan Pernah Putus
Benang yang Tak akan Pernah Putus

Benang yang Tak akan Pernah Putus

74 Bab
Tamat
Dalam novel modern Benang yang Tak akan Pernah Putus, Kaiyo Wrasasana berusaha keras memutus hubungan dengan ibunya. Namun, upaya ekstrem ini justru membawa konsekuensi menyakitkan bagi keduanya. Temukan kisah young adult fiction romance books ini di platform read novels online kami.
Bab 1 dari Benang yang Tak akan Pernah Putus

"Yo! Udah makan siang?" tanya seseorang dari seberang telepon.

Yoyo nampak antusias, "Udah! Tadi aku beli mie instan!" sahutnya.

Terdengar helaan napas dari seberang sana, "Kenapa makan mie lagi? Tadi Bapak kan udah kirimin makan sehat."

Yoyo terkekeh, Ia tahu Bapaknya pasti akan mengomel karena Ia terlalu sering makan mie instan.

"Bosen makan sehat terus! Kalo sakit aku kan periksa gratis ke Bapak!" sahut Yoyo terkekeh membuat seseorang diseberang telepon menghela napas.

"Hus..! Ngggak boleh ngomong begitu, banyak orang yang sakit tapi pengen sembuh loh. Kamu malah nggampangin sakit," kata Bapak Yoyo dari seberang sana membuat Yoyo terkekeh lagi.

"Jadi tadi makan sehat aku tumplek gara-gara aku bawa lari-larian ngejar Mantara!" kata Yoyo menjelaskan kejadian tadi pagi.

"Ya udah! Nanti sore Bapak kirimin lagi! Harus Kamu makan pokoknya!"

"Siap, Pak!"

Usai bertelepon ria dengan sang Bapak, Yoyo kini menghela napas. Bukankah Bapaknya sudah seperti Ibunya? Lantas untuk apa Ia butuh seorang Ibu? Bapaknya saja sudah bisa jadi dua orang sekaligus dalam hidupnya, Bapak bisa jadi Ayah untuknya, dan terkadang bisa jadi Ibu juga untuknya. Jadi, Yoyo rasa Ia tidak perlu sosok perempuan yang di sebut Ibu. Bapaknya saja itu sudah lebih dari cukup.

Memangnya kenapa kalau Ia tidak punya Ibu? Toh Ia masih bisa hidup tanpa perempuan itu, lagipun selama ini Yoyo jadi anak baik meskipun tanpa Ibu. Ya beberapa orang bilang kalau seorang anak akan jadi anak yang lebih baik jika di urus seorang Ibu, tapi itu semua hanya kebohongan menurut Yoyo. Lelaki itu baik-baik saja, lelaki itu tidak mendadak jadi begundal hanya karena di besarkan dan di rawat oleh seorang Bapak bukan seorang Ibu.

"Nggak semua Ibu itu sama! Ada Ibu yang emang nggak cocok kalo harus ngerawat anaknya, dan itu adalah Ibu gue sendiri!" monolog Yoyo sembari menatap langit yang siang ini agak mendung.

Yoyo masih berdiri di depan mesin cuci yang sedari tadi terus memutar-mutarkan pakaian, tentu saja itu artinya mesin cuci berfungsi dengan baik. Lain jika manusia yang omongannya berputar-putar, di mana artinya manusia itu tengah menyimpan sebuah rahasia, dan orang lain tak boleh mengetahuinya. Dan mungkin hal ini sangat pas dengan Yoyo, yang tak ingin orang lain tahu masalahnya dengan sang Ibu.

***

Yoyo paling dekat dengan Mantara, sebab sejak SD mereka sudah satu sekolah dan teman sepermainan sejak kecil, bahkan rumah mereka juga cukup dekat meski lain komplek, di mana Mantara komplek C, sementara Yoyo komplek B.

Rumah keduanya bisa disebut di daerah perumahan elite, tentu saja biaya pajaknya saja mahal meski tidak selangit mahalnya.

"Ada masalah, Yo?" tanya Mantara yang kini menepuk bahu Yoyo, membuat lelaki itu berjingkit terkejut.

"Dih kaget! Berarti ada masalah!" kata Mantara menyimpulkan sendiri, seolah sudah hapal betul kelakuan teman sekaligus tetangganya.

Yoyo nampak menghela napas, sedang tak berminat bercerita terlebih jika menyangkut Ibunya.

"Benerkan? Ah udah jelas ada masalah! Ada apa sih, Yo sebenernya? Cerita aja siapa tau gue bisa bantu," todong Mantara agar Yoyo mau setidaknya membuka mulut, dan bercerita tentang masalahnya.

Sayangnya Yoyo bukan tipe manusia, yang dengan mudahnya menceritakan masalah pribadinya pada orang lain, meski yang di maksud orang lain adalah sahabatnya sendiri.

Yoyo sekali lagi hanya menatap Mantara, yang kini juga menatapnya. Yoyo sering kali tidak merasa yakin kepada siapapun ketika hendak menceritakan masalah hidupnya, bagi Yoyo tempat terbaik dan tersempurna untuk bercerita adalah Tuhan, sebab bagi Yoyo manusia tidak ada yang bisa benar-benar menjaga rahasia yang tengah di simpannya. Dari pada ada yang tahu Yoyo memilih diam, dan menutup seluruh kehidupan pribadinya dari dunia. Dan memutuskan untuk bercerita pada Tuhan saja, seperti yang selalu di ajarkan sang Bapak.

Karena Bapak tidak pernah bisa denger ceritamu, ceritakan semua hal paling menyenangkan ataupun menyedihkan sekaligus menjengkelkan pada Tuhan. Tuhan sudah pasti menjamin kerahasiaan hamba-Nya, bahkan Tuhan akan menyimpan rapat-rapat aib seorang hamba. Maka dari pada Kamu repot-repot menceritakannya pada orang, dengan hati yang tidak tenang karena takut orang itu membongkar rahasiamu. Lebih baik ceritakan pada Tuhan, Tuhan tidak pernah menolak siapapun yang datang pada-Nya.

Dan Yoyo seketika kembali tersadar dari lamunannya, benar juga. Mungkin akan lebih baik Mantara tidak perlu tahu, dan intinya tidak boleh ada yang tahu. Karena Yoyo benci jika harus menjelaskan ataupun menceritakannya.

"Ada lah beberapa!" kata Yoyo berusaha tersenyum.

"Yodah deh kagak apa-apa! Gue mau masuk dulu, lo kapan dah kelar nyucinya?" tanya Mantara akhirnya memilih mengalihkan topik.

"Bentar lagi! Kenapa?" tanya Yoyo menatap Mantara.

"Mo nyucilah lo pikir gue kesini mo ngapain, bambang!" saut Mantara membuat Yoyo nyengir.

"Yodah sono masuk! Ntar gue panggil dah kalo udah kelar!" kata Yoyo membuat Mantara mengacungkan jempolnya, dan memilih masuk ke gedung asrama. Meninggalkan Yoyo yang termangu masih menatap mesin cuci.

***

Taman kota

19.23

Yoyo menatap sekelilingnya yang ramai malam ini, dan Yoyo sendirian. Jujur saja Yoyo memang suka berjalan-jalan malam, menikmati angin malam sembari melihat-lihat keramaian taman kota, yang dipenuhi orang berdagang, pasangan-pasangan tengah membuncah asmaranya, dan lampu-lampu taman yang kerlap-kerlip adalah favorit Yoyo.

Yoyo memilih duduk di bangku taman, menatap sekeliling tanpa berniat menjadi bagian dari keramaian taman kota. Yoyo hanya suka mengamati, tanpa ingin jadi bagian hal yang tengah Ia amati. Banyak hal yang bisa dilakukan di taman kota, jika Yoyo lebih suka mengamati keramain, maka lain dengan orang yang berdiri jauh dari Yoyo. Orang itu lebih suka mengamati Yoyo, ketimbang suasana taman kota malam ini.

Yoyo yang sedari tadi menatap ke depan menoleh ke belakang, dan seketika raut wajahnya yang tadinya sumringah bahagia berubah, air muka Yoyo tiba-tiba saja menjadi keruh setelah melihat kebelakang.

Yoyo baru saja melihat perempuan paruhbaya, yang tadi siang pula menjadi sumber kegalauannya. Tentu saja sang Ibu, perempuan yang melahirkannya ke dunia. Entahlah Yoyo tidak tahu kenapa akhir-akhir ini perempuan itu sering kali hadir di hadapannya, menunjukkan seolah peduli padanya. Tapi Yoyo sudah terlalu lama di selimuti kabut kebencian, jadi bagi Yoyo semua yang dilakukan perempuan paruhbaya itu tak pernah bernilai sama sekali. Luka pada malam itu, saat Ia memohon dengan sangat pada perempuan paruhbaya itu masih Ia ingat dengan jelas. Dan sejak saat itu Yoyo mulai membiarkan kabut-kabut kebencian menyelimuti hatinya.

Yoyo tidak bisa bukan terus menghindari perempuan paruhbaya itu? Ya akhirnya Yoyo memilih menghampiri perempuan paruhbaya  itu, menatapnya lama membuat perempuan paruhbaya itu menyunggingkan senyum, lantaran merasa berhasil mendapat perhatian dari Putranya.

"Kaiyo!" panggil perempuan itu menyunggingkan senyum, yang sama persis dengan milik Yoyo.

Yoyo sadar senyumnya amat mirip dengan perempuan paruhbaya itu. Jika Bapaknya bukan orang sabar, dan baik hati. Mungkin lelaki itu tidak segan-segan akan memukuli Yoyo, kala Yoyo tersenyum. Sebab Yoyo tahu senyuman miliknya pasti akan selalu mengingatkan sang Bapak pada perempuan itu, perempuan yang melanggar janji sehidup semati dengan sang Bapak.

"Kenapa? Kenapa anda mengikuti Saya?" tanya Yoyo dengan nada dinginnya, tetapi tak meluruhkan senyum di wajah perempuan itu.

Perempuan paruhbaya itu merasa setidaknya Yoyo masih mau berbicara padanya, dan itu sudah lebih dari cukup.

"Maafin Mama, Yo!"

Yoyo terdiam, maaf? Memangnya maaf itu bisa membuat kabut-kabut kebencian di hatinya menghilang begitu saja? Memangnya maaf itu bisa menebas seluruh kebenciannya sampai akar? Memangnya maaf itu bisa mengembalikan luka masa lalunya? Dan memangnya maaf itu akan berdampak buatnya? Sungguh Yoyo tidak peduli, tapi sekali lagi Yoyo tidak bisa benar-benar tidak peduli.

Yoyo menarik napasnya sebelum berbicara, "Yoyo nggak perlu maaf dari Ibu! Yoyo cuman minta Ibu jangan muncul lagi di hadapan Yoyo! Yoyo baik-baik aja, Yoyo sehat dan tumbuh jadi lelaki yang baik seperti Bapak. Jadi, tolong jangan muncul lagi. Menghilang aja seperti dulu, menghilang seperti saat Ibu pergi ninggalin Bapak dan Yoyo! Menghilang dan pergi saat Ibu sudah tidak mau dipanggil Ibu seperti dulu, Yoyo memang benci sama Ibu tapi Yoyo nggak pernah bisa melukai Ibu. Dan Yoyo benci itu, kenapa Yoyo nggak bisa melukai Ibu? Kenapa? Kenapa setiap kali Yoyo mencoba benci Ibu, hati Yoyo makin sakit? Kenapa, Bu?" Yoyo mengeluarkan seluruh isi hatinya, air mata mulai berderai keluar dari matanya yang jernih itu.

Perempuan paruhbaya itu tersenyum, "Maafin, Ibu!" dan hanya maaf lagi yang terucap.

"Kalo Ibu cuman bisa minta maaf! Lantas Yoyo harus minta apa dari Ibu? Yoyo minta Ibu pergi tapi Ibu pasti nggak akan melakukan hal itu! Jika Ibu nggak mau pergi, maka Yoyo yang akan terus berusaha menyingkirkan Ibu dari hidup Yoyo. Yoyo akan putus seluruh benang, yang terhubung dengan Ibu!" kata Yoyo membuat perempuan di hadapannya menatapnya sendu, tiba-tiba saja buliran air mata mulai turun dari mata jernih yang bulu matanya lentik itu.

Yoyo tidak bisa melihat perempuan itu menangis, tapi Yoyo juga tidak bisa menenangkan perempuan paruhbaya itu karena egonya sebagai remaja juga lelaki.

"YOYO!" sebuah teriakan membuat Yoyo, dan perempuan paruhbaya di hadapan Yoyo menoleh ke sumber suara.

TBC.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Aku Dokter Ibumu, Bukan Pembantumu, Mas!
Aku Dokter Ibumu, Bukan Pembantumu, Mas!
Dalam Aku Dokter Ibumu, Bukan Pembantumu, Mas!, Ayu terjebak pernikahan kontrak demi merawat ibu Tama. Menghadapi kebencian di modern novel ini, ia harus memilih antara balas budi atau cinta sejati. Simak kisah romance novel ini di antara pengabdian dan luka hati yang mendalam.
Cinta Pertama Adinda
Cinta Pertama Adinda
Dalam Cinta Pertama Adinda, Dinda mengejar ambisi di sekolah baru hingga bertemu Mahesa. Namun, rahasia keluarga mengancam hubungan mereka saat masa lalu terungkap. Simak kisah romance novel ini di webnovel, sebuah young adult fiction romance books yang penuh pilihan sulit dan pencarian jati diri.
Cinta Setelah Menikah
Cinta Setelah Menikah
Dalam novel Cinta Setelah Menikah, Bunga harus menghadapi kenyataan saat dinikahi Rio Xen Zhin, seorang CEO dingin yang mirip mantan tunangannya. Billionaire romance novels ini mengisahkan perjuangan Bunga lepas dari masa lalu di tengah pernikahan balas jasa. Baca online novel seru ini.
Dikhianati oleh Orang yang Dicintai
Dikhianati oleh Orang yang Dicintai
Dalam novel romance Dikhianati oleh Orang yang Dicintai, Lana terjebak pernikahan palsu saat suaminya berselingkuh dengan pria. Di tengah pengkhianatan modern novel ini, ia justru mencari perlindungan pada ayah mertuanya, memicu hubungan terlarang. Baca kisah lengkapnya di webnovel ini.
Istri Sang CEO (After Married)
Istri Sang CEO (After Married)
Istri Sang CEO (After Married) mengisahkan Sella yang terjebak lamaran mendadak sebagai pengantin pengganti. Menikahi miliarder Rishan tanpa cinta, ia harus menghadapi ego dalam billionaire romance novels ini. Akankah ia bertahan dalam web novel penuh aturan tak terduga ini?
Kobaran Masa Lalu
Kobaran Masa Lalu
Dalam novel romantis Kobaran Masa Lalu, seorang istri dikhianati suami dan anaknya demi wanita licik. Saat ia terjebak dalam ledakan gas, suaminya yang pemadam kebakaran justru menyelamatkan wanita lain itu. Baca novel online gratis ini untuk mengungkap konspirasi dan misteri di balik pengkhianatan mereka.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Penentu Takdir
Penentu Takdir
Nina, makhluk abadi penguasa hidup dan mati, diminta melindungi Keluarga Vior selama setahun, ditukar dengan nyawa dan pahala sang kepala keluarga. Setahun berlalu, Nina hendak diusir. Tapi tiba-tiba, Keluarga Sena datang memohon, karena hanya Nina yang bisa selamatkan pemimpin mereka.
Dongeng Cinta di Usia Senja
Dongeng Cinta di Usia Senja
Linda Wijaya menikah dengan Keluarga Pratama selama 30 tahun, merawat keluarga besar. Suaminya selalu mengutamakan keluarga besar di atas rumah kecil mereka, bahkan ketika ibunya menderita serangan jantung dan membutuhkan 160 juta untuk hidup, suaminya malah memberikannya untuk membeli mobil adiknya. Linda langsung bercerai dan mengambil hartanya yang menjadi haknya. Tiga tahun lalu, di kuil, dia membantu seorang pria menyalakan dupa, dan saat bertemu kembali, ternyata pria itu adalah direktur rumah sakit. Pria itu melamarnya dengan 400 gram emas murni dan selalu menempatkannya pertama. Suami pertamanya sangat menyesal.
[Versi suara dubbing] Janji yang Membinasakan Kita
[Versi suara dubbing] Janji yang Membinasakan Kita
Pada hari pernikahan mereka, orang tua salah satu pasangan membunuh orang tua pasangan lainnya dalam kecelakaan lalu lintas akibat mengemudi mabuk. Yang pertama tinggal untuk menebus dosa selama lima tahun tetapi diperlakukan dengan TORTUR, akhirnya meninggal, membuat yang kedua penuh dengan penyesalan.
Memalsukan Kematian, Membesarkan Trio
Memalsukan Kematian, Membesarkan Trio
Setelah hamil pada malam pernikahan mereka, dia melarikan diri. Dengan marah dia menawarkan hadiah sepuluh juta untuk keberadaannya. Lima tahun kemudian, dia secara tak terduga melacaknya dan mengetahui bahwa mereka memiliki tiga anak bersama. Dia memulai usaha keras untuk mendapatkannya kembali.
Mantan Tunangan Bukan Lagi Pilihanku
Mantan Tunangan Bukan Lagi Pilihanku
Di kehidupan sebelumnya, Dahlia Whitmore tewas di tangan tiga kakak angkat dan Chloe, si benalu licik. Kini setelah hidup kembali, ia memutus hubungan dengan mereka dan menikahi Adrian Santoro, sang Don Mafia yang setia melamarnya 99 kali. Saat Adrian memperlakukannya bak ratu, para kakak angkat itu terlambat menyadari bahwa mereka telah kehilangan segalanya.
Uang, Robot, dan Dendam di Hari Kemerdekaan
Uang, Robot, dan Dendam di Hari Kemerdekaan
Toby Stark, sang Iron Marine, pulang kampung setelah menyelamatkan negaranya. Tapi bukannya sambutan hangat, dia malah diputusin mentah-mentah oleh mantannya, yang bahkan nggak tahu kalau dia adalah pria terkaya di dunia! Bagaimana Toby akan membalasnya?