Logo
Bayangan Kematian: Kutukan Tiga Roh
Bayangan Kematian: Kutukan Tiga Roh

Bayangan Kematian: Kutukan Tiga Roh

38 Bab
Tamat
Dalam Bayangan Kematian: Kutukan Tiga Roh, Aurel harus menghadapi teror tiga roh korban kecelakaan yang ia tinggalkan. Novel horor ini mengungkap misteri pelarian yang berujung petaka. Baca mystery story ini di platform web novel untuk mengikuti perjuangan hidupnya yang mencekam.
Bab 1 dari Bayangan Kematian: Kutukan Tiga Roh

Di tengah malam yang kelam, jalanan sempit ini tampak seperti lorong menuju ke dunia gelap yang tidak berujung. Pohon-pohon tinggi menyerupai jembatan raksasa yang terjulur ke atas, melengkapi kesan rimbun yang seperti pembatas antara dunia nyata dengan kegelapan yang menakutkan. Dedalu semak-semak di sepanjang jalan terlihat seperti tangan-tangan tenggelam yang siap menjebak siapa saja yang melewati jalanan ini.

Waktu berhenti seolah-olah menanti sesuatu yang mengerikan. Hanya keheningan yang mendalam yang mengisi udara malam ini, dihiasi dengan cahaya bulan yang samar-samar menembus celah-celah pohon. Udara terasa tegang, dan setiap suara mesin mobil yang berdentum seperti dengungan serangga raksasa, menambah ketegangan yang melanda.

Dan di tengah keheningan yang menakutkan, mobil sport mewah berwarna merah itu melaju dengan kecepatan tinggi, seakan-akan membawa maut bersamanya.

Aurelia, seorang gadis cantik berusia 15 tahun dengan rambut panjang bergelombang, nekat mengemudikan mobilnya. Keputusannya untuk berkendara di malam yang gelap adalah tindakan nekat, tetapi sepertinya dendam yang membara membakar dalam dirinya.

"Apa-apaan dia itu! Dia pikir dia siapa? Dendam dengan kakakku, malah aku yang dijadikan pelampiasan!" desisnya dengan nada geram saat mengendalikan mobil dengan kecepatan yang semakin tinggi.

Namun, di tengah jalan yang sempit dan kelam, mengemudi dengan kecepatan tinggi adalah taruhan yang sangat berbahaya. Dan seperti yang sering terjadi, nasib buruk bisa datang tanpa aba-aba.

"Awas!" teriak Aurel, berusaha mengerem mobilnya dan menghindari tiga pengendara sepeda motor yang tiba-tiba muncul dari semak-semak.

Brak!

Namun, tabrakan tak terhindarkan. Tiga motor hancur di bawah mobil mewah Aurel, menghasilkan suara gemuruh yang menakutkan. Pohon besar di depan mereka menjadi saksi bisu saat mobil berhenti dengan keras.

"Aduh!" jerit Aurel ketika kepalanya terbentur dengan keras di kemudi. Darah segera mengalir dari lukanya. Mobilnya juga mengalami kerusakan yang serius akibat menabrak tiga pengendara motor dan pohon besar.

"Apa aku baru saja menabrak seseorang?" gumam Aurel dengan panik, tangannya gemetar saat membersihkan darah yang mengalir di kepalanya. Ia melihat keluar melalui pintu mobil, ngeri dengan pemandangan yang menanti di luar.

Aurel bergegas keluar, terguncang oleh bau darah dan asap bensin yang menyengat. Ia menutup hidung dan mulutnya dengan tangan, berusaha untuk tidak muntah. Namun, saat ia mencapai korban-korban tabrakan...

"Ti- tidak mungkin! A- aku baru saja menabrak tiga orang pengendara motor?" bisik Aurel dengan mata penuh ketakutan. Di hadapannya, tiga motor rusak parah, dan tiga korban tergeletak dalam genangan darah yang mengerikan, cahaya senter motor masih menerangi luka-luka mereka yang mengerikan.

"To... Tolong! Tolong aku!" pinta salah satu pengendara motor, suaranya lemah karena luka-lukanya. Ia meraih tangan Aurel yang gemetar.

"Kyaaa!" Aurel terduduk di tanah, matanya terbelalak, ketika ia melihat seorang pria muncul di antara bayangan gelap.

"Tolong! Tolong kami!" pinta pengendara motor lainnya, menarik tubuhnya yang terluka parah.

"Tidak! Aku tidak bersalah! Aku tidak tahu apa-apa tentang kejadian ini!" Aurel berteriak, ketakutan, dan bergegas kembali ke mobilnya.

"Jangan pergi! Tolong kami dulu!" pinta salah satu korban yang lainnya, mencoba meraih Aurel dengan tangan berlumuran darah.

Namun, ketakutan membuat Aurel melarikan diri lebih dulu. Ia memundurkan mobilnya, berusaha melarikan diri dari tempat kejadian, meninggalkan korban-korban menderita di belakang.

"Tidak! Aku tidak akan dipenjara, kan? Ayahku akan mengurus semu—kyaaa!" Aurel tiba-tiba mengerem mobilnya secara mendadak. Tubuhnya terhuyung maju, hampir membenturkan kepalanya lagi pada stir.

"Kali ini aku tidak akan menabrak orang lain lagi, kan?" Aurel bertanya dengan gemetar, mata cemasnya menatap jalanan yang sunyi.

"Ke- kenapa? Kau... Tidak menolong kami?" desis seorang pria berwajah hancur dengan suara serak yang menembus tulang belakang. Ia muncul seperti bayangan dari kegelapan, menempelkan wajahnya yang penuh luka pada kaca depan mobil Aurel.

"Kyaaaaa!" jerit histeris pecah dari bibir Aurel, ketika melihat wajah pria itu yang teramat mengerikan. Dengan kecepatan refleks, ia menundukkan kepalanya seraya memegangi kepalanya dengan kedua tangan, berusaha mengusir gambaran yang menghantui pikirannya. Namun, aura kegelapan dan kengerian terus mengelilingi mereka.

Dengan keberanian yang tersisa dalam dirinya, mendorong Aurel untuk perlahan mengangkat kepalanya dan memeriksa kaca mobilnya.

"O- orang tadi... Menghilang?" desis Aurel, dengan kebingungan melanda, karena orang yang baru saja ia lihat tiba-tiba lenyap begitu saja, tanpa jejak.

"Apa aku berhalusinasi?" lanjutnya, suaranya gemetar, membuatnya ragu untuk melanjutkan perjalanan yang semakin terasa mencekam.

"Ta- tapi... Noda darah ini..." Aurel menatap noda darah yang menempel di kaca mobilnya dengan ngeri. Noda itu tampak seperti pertanda kejahatan mengerikan yang terjadi di tempat itu, mengirimkan gelombang ketakutan yang semakin merayap di dalam mobil.

"Kau takut dipenjara?" Terdengar suara yang mengerikan bergaung dari arah kiri. Mendadak, Aurel terperanjat dan dengan cepat menoleh ke sumber suara itu.

"Kyaaaa!" Teriakan histeris meledak dari bibir Aurel, saat melihat sosok pria menyeramkan dengan wajah yang hampir terbelah menjadi dua, dan luka panjang yang terbuka seperti ban mobil yang robek.

Ketakutan yang mendalam memenuhi dirinya, dan tanpa pikir panjang, Aurel langsung berlari keluar dari mobil yang terasa semakin seperti perangkap mengerikan.

"Ayah! Ayah! Di mana nomor ayah?" Aurel mencoba menekan tombol ponsel pintarnya dengan panik, seraya berusaha berlari tanpa henti.

"Ketem- kyaaa!" Teriakan tiba-tiba meletus dari bibir Aurel ketika ia tiba-tiba tersandung sesuatu dan terjatuh ke tanah dengan keras.

Saat tubuhnya tersungkur, ponselnya terlempar beberapa inci dari tempat ia jatuh. Aura kegelapan semakin menghantui, dan keberadaan misterius yang mengintai Aurel semakin mendekat, membuatnya merasakan kehadiran yang mengerikan di sekelilingnya.

"Aurel, mengapa kamu menelepon ayah?" tanya sebuah suara, yang ternyata adalah suara Andra, ayah kandung Aurel, terdengar dari ponsel yang tergeletak tidak jauh dari tempat Aurel tersungkur saat ini.

"Ayah!" Aurel berusaha meraih ponselnya dengan gemetar. Namun... "Kyaaa!"

Saat ia hampir menyentuh ponselnya, tiba-tiba Aurel ditarik dengan kasar oleh sosok pria yang telah membuatnya terjatuh.

"Meminta tolong pada ayah? Sungguh pengecut!" gumam sosok itu dengan suara yang membuat bulu kuduk Aurel merinding, sementara bayangan kegelapan semakin menyelimuti Aurel dalam ketakutan yang semakin dalam dan mengerikan.

"Aurel! Ada apa?" Andra yang terdengar sangat panik bertanya dari ponsel.

"Ayah! Tolong aku!" teriak Aurel sambil berusaha meraih ponselnya dengan gemetar, berusaha melonggarkan cengkeraman pria misterius yang masih menahannya.

"Sekarang kau di mana?" Andra berteriak melalui ponsel, rasa paniknya semakin terasa.

"A- aku ada... Aku ada di... Kyaaaa!" Aurel berteriak dengan keras, sebelum akhirnya terhenti oleh suatu kejadian yang lebih mengerikan.

"Aurel!" Andra memekik dengan penuh kekhawatiran, merasa putrinya berada dalam bahaya yang tak terbayangkan. Suasana semakin mencekam dan misterius, kegelapan sepertinya semakin mengintai untuk menghantui mereka.

Krak!

Ponsel Aurel hancur berkeping-keping ketika sebuah kaki yang penuh darah menginjaknya, lalu ponsel itu digesek-gesekkan ke tanah berkali-kali oleh kaki tersebut.

Pemilik kaki menurunkan tubuhnya, berjongkok di hadapan Aurel yang terbaring tersungkur. Dengan cengkeraman yang mencekam, ia meraih rahang Aurel dan memaksanya untuk menatap wajahnya yang penuh kekejaman. Dengan suara yang mengerikan, ia berkata, "Inilah akibatnya jika kau berusaha melarikan diri dari tanggung jawab!"

Bayangan mengerikan ini memenuhi setiap sudut pikiran Aurel, menciptakan ketakutan yang begitu mendalam sehingga sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Aku Dianggap Pembunuh Cinta Sejati Suamiku
Aku Dianggap Pembunuh Cinta Sejati Suamiku
Dalam novel modern Aku Dianggap Pembunuh Cinta Sejati Suamiku, seorang istri dibunuh secara keji oleh suaminya yang menaruh dendam atas kematian cinta sejatinya. Mendapat kesempatan kedua untuk hidup kembali, ia memutuskan mengubah takdirnya. Baca novel online gratis ini.
BILIK LAIN DI RUMAH SUAMIKU
BILIK LAIN DI RUMAH SUAMIKU
Dalam novel BILIK LAIN DI RUMAH SUAMIKU, Mas Yusuf menyembunyikan rahasia di balik pintu terkunci. Mengusung genre mystery romance, kisah ini mengungkap kecurigaan istri yang melihat suaminya mengendap di malam hari. Baca mystery story ini sebagai pilihan fiction books terbaik Anda.
Escape
Escape
Dalam novel Escape, Emily Watson harus melarikan diri dari ancaman maut setelah kematian tragis ayahnya. Ethan Davis, ahli keamanan di London, ditugaskan melindunginya. Ikuti petualangan penuh misteri dan aksi dalam romance novel ini saat rahasia gelap masa lalu mereka terungkap.
Hari Penikahanku, Adalah Hari Kematianku
Hari Penikahanku, Adalah Hari Kematianku
Dalam novel misteri Hari Penikahanku, Adalah Hari Kematianku, Beatrice tewas setelah dikurung sepuluh hari oleh tunangannya, Bradley, demi membela Michelle. Bradley memfitnah Beatrice berselingkuh hingga ibunya wafat. Baca novel online romantis tragis ini saat kebenaran mengerikan terungkap.
Makanan Menjijikkan Dari Mertua
Makanan Menjijikkan Dari Mertua
Dalam novel horror Makanan Menjijikkan Dari Mertua, seorang suami terjebak dalam misteri kelam saat dipaksa bersekutu dengan iblis. Ia harus bertahan hidup di tengah teror ilmu hitam keluarganya. Baca mystery story ini di platform web novel kami untuk mengungkap rahasia mereka.
Psikopat itu Adik Pacarku
Psikopat itu Adik Pacarku
Dalam novel misteri Psikopat itu Adik Pacarku, seorang wanita tewas dibunuh secara kejam setelah panggilannya diabaikan oleh sang kekasih. Sebagai ahli rekonstruksi mayat, pria itu kemudian histeris saat menyadari jasad rusak yang ia tangani adalah pacarnya sendiri. Baca novel online gratis ini.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Kiamat Sudah Tiba
Kiamat Sudah Tiba
Yenny bermimpi melihat kejadian di masa depan. Saat terbangun, dia berusaha menolong semua penumpang di dalam kereta, tapi tidak ada yang mendengarkannya. Akhirnya dia turun dari kereta bersama satu orang pria yang memercayai ucapannya. Dalam perjalanannya pulang ke rumah, dia melihat sepanjang jalan penuh dengan zombie. Yang lebih mengejutkan lagi, setibanya di rumah, dia melihat ibu mertua, adik ipar dan keponakannya ada di dalam rumahnya. Tidak lama kemudian, suaminya juga pulang dalam keadaan selamat. Mereka berenam bersembunyi di dalam rumah menghindari para zombie dengan mengandalkan makanan yang diantarkan oleh Sena untuknya.
Cinta yang Ditakdirkan: Nikahi Aku Lagi
Cinta yang Ditakdirkan: Nikahi Aku Lagi
Pada hari pernikahan, pengantin pria Sara, Kayden, tidak muncul dan dia menerima perjanjian perceraian. Dihadapkan dengan para tamu, dia harus menanggung semuanya sendirian. Tiga tahun kemudian, Sara telah berubah menjadi pengacara berbakat sementara Kayden, yang sekarang sukses dalam bisnis, kembali dari luar negeri dengan niat untuk bercerai. Pada hari kepulangannya, Kayden dengan penuh semangat mencari pengacara terkenal untuk menangani kasus perceraiannya, tidak menyadari bahwa pengacara ini adalah istrinya yang belum pernah dia temui. Di tengah kesalahpahaman, Kayden secara bertahap tertarik dengan kecerdasan dan keuletan Sara, sementara pesona Kayden juga membangkitkan perasaan pada Sara. Akankah mereka berakhir bersama?
Jangan Tangisi Kepergianku (Sulih Suara)
Jangan Tangisi Kepergianku (Sulih Suara)
Demi membalas budi, Neil menandatangani kontrak dengan ayahnya Keira untuk menikahi Keira dan membantunya pulih dari perpisahan dengan cinta pertamanya, Simon. Namun Keira yang masih tak mampu melepaskan bayang-bayang Simon hanya menganggap Neil sekedar pengganti. Setelah kontrak berakhir, Neil bercerai dan mengejar cita-citanya sebagai astronaut, sementara Keira yang akhirnya menyadari ketergantungan dirinya pada Neil bertekad merebut hatinya dan kembali menikah dengannya.
Pembalikan di Meja Judi
Pembalikan di Meja Judi
Flora Solihin, istri Sovan Hutomo sekaligus putri satu-satunya raja judi tua di Kota Gavira, menyaksikan ayahnya selingkuh. Demi mematuhi perintah ibu, dia menyembunyikan trik judi alaminya, mengira Sovan yang seharusnya melindungi dia dari Vivian Solihin, adik tirinya. Namun, dia tidak menyangka akan dikhianati oleh keduanya. Setelah menyadari sifat asli Sovan, Flora memutuskan menggunakan trik judi miliknya untuk merebut kembali semua yang seharusnya menjadi miliknya.
Ia Meraih Mahkotanya Sendiri
Ia Meraih Mahkotanya Sendiri
Rosalind Lawson tewas dikhianati suaminya, William Sloan. Terlahir kembali sebagai pewaris sah Pangeran Jason, ia kembali dengan kemampuan penyembuh dan hati penuh dendam. Kini, bersama Komandan Damian Shaw di sisinya, ia akan merebut kembali gelar, kekayaan, dan masa depannya—berapa pun harganya.
Revolusi Pelangsingan
Revolusi Pelangsingan
Devan adalah seorang pewaris Keluarga Haris. Dia menikahi Karin yang merupakan putri dari taipan kaya karena perjodohan keluarga. Namun, Devan kaget melihat Karin pertama kali di hari pernikahan mereka karena dia merupakan wanita gemuk yang berat badannya hampir mencapai 136 kg. Para tamu yang hadir dengan cepat menjadikan Devan bahan tertawaan di acara itu. Dengan enggan, Devan memulai kehidupannya dengan orang asing ini dan rasa cinta yang kuat dari Karin hanya menambah stres baginya. Saat usaha Karin untuk menjaga cinta mereka secara nggak sengaja buat Devan marah, Devan yang terobsesi pada penampilan melampiaskan kekesalannya padanya bahkan mengkritik berat badannya. Karin yang merasa sangat terluka memutuskan untuk mulai menurunkan berat badan dan bertekad buat Devan menyesali tindakannya.