Logo
BAYANGAN CINTA DI MASA SILAM
BAYANGAN CINTA DI MASA SILAM

BAYANGAN CINTA DI MASA SILAM

70 Bab
Tamat
Dalam romance novel BAYANGAN CINTA DI MASA SILAM, Alia kembali ke kampung halaman untuk menghadapi kenangan yang telah lama ia tinggalkan. Melalui suasana modern yang penuh nostalgia, ia harus menentukan langkah baru di antara rahasia masa lalu dalam kisah yang tersedia di web novel ini.
Bab 1 dari BAYANGAN CINTA DI MASA SILAM

Mobil Alia melaju perlahan menelusuri jalan berkelok yang membelah perkebunan teh hijau membentang luas. Aroma tanah basah dan daun teh bercampur dengan embun pagi, membangkitkan nostalgia dalam dirinya. Sudah bertahun-tahun sejak terakhir kali ia menginjakkan kaki di kampung halamannya ini.

Alia, wanita karir sukses di Jakarta, kini kembali ke desa kecil tempat ia dibesarkan. Keputusan mendadak ini diambilnya setelah menerima kabar duka tentang meninggalnya sang nenek. Rasa kehilangan dan kerinduan menggerogoti hatinya, memaksanya untuk kembali ke tempat yang menyimpan begitu banyak kenangan.

Seiring mobil mendekati rumah neneknya, ingatan masa kecil bermunculan dalam benaknya. Ia teringat bermain petak umpet di halaman rumah, berlarian di sawah bersama Raka, dan menikmati sore hari dengan duduk di teras sambil mendengarkan cerita nenek.

Raka, cinta pertamanya. Sosok yang selalu hadir dalam mimpi-mimpi Alia, meskipun sudah bertahun-tahun mereka tak bertemu. Raka, pemuda sederhana dengan senyum yang selalu berhasil membuat hati Alia berdesir.

Alia menghentikan mobil di depan rumah neneknya. Rumah kayu tua itu masih berdiri kokoh, meskipun tampak sedikit usang. Ia turun dari mobil, matanya tertuju pada taman kecil di depan rumah. Taman yang dulu dipenuhi bunga-bunga warna-warni, kini hanya tersisa beberapa tanaman kering.

"Alia?"

Suara itu membuat Alia tersentak. Ia menoleh dan mendapati seorang pria paruh baya berdiri di ambang pintu. "Pak Darto?" tanyanya.

"Ya, Alia. Kamu sudah datang." Pak Darto tersenyum hangat. "Nenekmu sudah dimakamkan kemarin. Kamu datang terlambat."

Alia mengangguk, matanya berkaca-kaca. "Maaf, Pak. Saya baru bisa datang sekarang."

Pak Darto menuntun Alia masuk ke dalam rumah. Di ruang tamu, Alia melihat beberapa kerabat neneknya sedang berkumpul. Ia menyapa mereka dengan canggung, hatinya dipenuhi rasa sedih dan kehilangan.

"Alia, kamu sudah besar. Sudah cantik sekali," kata seorang perempuan paruh baya yang Alia kenal sebagai Bu Tini, tetangga neneknya.

Alia tersenyum tipis. "Terima kasih, Bu."

"Kamu tinggal di Jakarta?" tanya Bu Tini.

"Iya, Bu. Saya bekerja di sana."

"Kerja apa, Alia?"

"Saya bekerja di perusahaan desain."

Bu Tini mengangguk, matanya berbinar. "Hebat sekali, Alia. Nenekmu pasti bangga padamu."

Alia terdiam. Ia merasakan sesak di dadanya. Ia tahu neneknya selalu bangga padanya, tapi ia juga tahu bahwa neneknya selalu berharap agar Alia kembali ke kampung halaman dan menikah dengan Raka.

"Raka bagaimana kabarnya, Bu?" tanya Alia.

Bu Tini terdiam sejenak. "Raka masih di sini, Alia. Dia masih bekerja di kebun teh. Dia masih... menunggumu."

Alia tertegun. Raka masih menunggunya? Setelah sekian tahun?

"Dia masih menunggumu, Alia. Dia tidak pernah melupakanmu," kata Bu Tini lagi.

Alia merasakan jantungnya berdebar kencang. Ia merasa seperti kembali ke masa lalu, ke saat ia masih muda dan naif, dan Raka adalah segalanya.

"Aku... aku harus menemuinya," kata Alia, suaranya bergetar.

Bu Tini tersenyum. "Ya, Alia. Temuilah dia. Mungkin ini adalah kesempatan untukmu kembali ke titik awal."

Alia mengangguk, matanya berkaca-kaca. Ia merasa seperti terjebak dalam pusaran kenangan, dan ia tidak tahu bagaimana cara melepaskan diri dari semuanya.

"Aku akan menemuinya," kata Alia, suaranya berbisik.

Ia berjanji pada dirinya sendiri untuk menemuinya. Untuk kembali ke titik awal, untuk merasakan kembali cinta yang pernah mereka miliki.

Namun, ia tidak tahu bahwa pertemuan ini akan membawa banyak perubahan dalam hidupnya.

Bab 2: Pertemuan Tak Terduga

Alia berjalan menyusuri jalan setapak menuju kebun teh. Udara sejuk pagi menyapa kulitnya, membawa aroma tanah basah dan daun teh yang menyegarkan. Ia teringat masa kecilnya, saat ia dan Raka sering bermain petak umpet di antara barisan pohon teh hijau yang menjulang tinggi.

Seiring berjalan, ia mulai merasakan debar jantung yang semakin kencang. Rasa gugup dan penasaran bercampur aduk dalam dirinya. Bagaimana Raka sekarang? Apakah ia masih ingat padanya? Apakah ia masih merasakan hal yang sama seperti dulu?

Alia akhirnya sampai di sebuah gubuk kecil di tengah kebun teh. Di sana, ia melihat seorang pria sedang duduk di teras, sedang mengupas kulit kacang. Pria itu mengenakan baju kaos oblong dan celana pendek, rambutnya sedikit memutih di bagian pelipis.

"Raka?" tanya Alia, suaranya sedikit gemetar.

Pria itu menoleh, matanya terbelalak. Ia berdiri dan menghampiri Alia, wajahnya dipenuhi kekaguman. "Alia?" tanyanya, suaranya bergetar.

"Iya, aku Alia," jawab Alia, matanya berkaca-kaca.

Raka menatap Alia dengan tatapan penuh kerinduan. "Kau sudah berubah, Alia. Kau semakin cantik."

Alia tersenyum tipis. "Kau juga, Raka. Kau semakin dewasa."

Mereka berdiri terdiam, saling menatap dalam diam. Seolah-olah waktu berhenti berputar, membawa mereka kembali ke masa lalu, ke saat mereka masih muda dan saling mencintai.

"Bagaimana kabarmu, Alia?" tanya Raka, suaranya sedikit serak.

"Aku baik, Raka. Aku bekerja di Jakarta."

"Aku senang mendengarnya," jawab Raka. "Kau sukses, Alia."

"Terima kasih, Raka. Kau juga, kau masih bekerja di kebun teh?"

Raka mengangguk. "Ya, aku masih bekerja di sini. Aku tidak pernah meninggalkan tempat ini."

Alia terdiam. Ia tahu bahwa Raka selalu mencintainya, dan ia tidak pernah melupakan Raka. Namun, jalan hidup mereka telah membawa mereka ke arah yang berbeda.

"Alia, aku... aku ingin bertanya sesuatu padamu," kata Raka, suaranya bergetar.

Alia menatap Raka dengan penuh harap. "Apa, Raka?"

"Apakah... apakah kau masih mencintai aku?" tanya Raka, matanya berkaca-kaca.

Alia terdiam. Pertanyaan Raka membuatnya tertegun. Ia tidak tahu jawabannya. Apakah ia masih mencintai Raka?

"Alia, aku... aku menunggumu selama ini," kata Raka, suaranya berbisik. "Aku selalu menunggumu."

Alia merasakan air mata mengalir di pipinya. Ia terharu mendengar kata-kata Raka. Ia tahu bahwa Raka mencintainya dengan tulus, dan ia tidak pernah melupakan Raka.

"Aku... aku tidak tahu, Raka," jawab Alia, suaranya bergetar. "Aku... aku harus memikirkan semuanya."

Raka mengangguk. Ia mengerti bahwa Alia membutuhkan waktu untuk memikirkan semuanya.

"Aku akan menunggumu, Alia," kata Raka. "Aku akan selalu menunggumu."

Alia menatap Raka dengan penuh harap. Ia merasa seperti kembali ke titik awal, ke saat ia masih muda dan naif, dan Raka adalah segalanya.

Namun, ia tidak tahu bahwa pertemuan ini akan membawa banyak perubahan dalam hidupnya.

Alia duduk di teras rumah neneknya, pikirannya melayang-layang. Pertemuannya dengan Raka tadi pagi masih membekas di benaknya. Rasa haru, rindu, dan kebingungan bercampur aduk dalam dirinya.

Ia teringat masa kecilnya, saat ia dan Raka menghabiskan waktu bersama di kebun teh, bermain petak umpet, dan saling bercerita tentang mimpi-mimpi mereka. Ia teringat bagaimana Raka selalu ada untuknya, bagaimana ia selalu merasa aman dan nyaman di dekat Raka.

Namun, waktu telah berlalu. Mereka telah tumbuh dewasa, dan jalan hidup mereka telah membawa mereka ke arah yang berbeda. Alia telah sukses dalam karirnya di Jakarta, sedangkan Raka tetap tinggal di kampung halaman, bekerja di kebun teh.

Alia menatap langit senja yang mulai memerah. Ia teringat kata-kata Raka, "Aku menunggumu selama ini, Alia. Aku selalu menunggumu." Kata-kata itu membuatnya terharu, namun juga membuatnya bingung.

Ia mencintai Raka. Ia tidak pernah melupakan Raka. Namun, apakah ia masih bisa kembali ke masa lalu? Apakah ia masih bisa meninggalkan kehidupan yang telah ia bangun selama ini?

Alia teringat pada mimpi-mimpi masa kecilnya. Ia ingin menjadi desainer terkenal, dan ia telah berhasil mewujudkannya. Ia telah membangun karir yang sukses, dan ia memiliki kehidupan yang nyaman di Jakarta.

Namun, ia juga teringat pada Raka. Ia teringat pada cinta yang tulus dan sederhana yang pernah mereka miliki. Ia teringat pada kebahagiaan yang ia rasakan saat bersama Raka.

Alia merasa terjebak di antara dua pilihan. Ia harus memilih antara masa lalu dan masa depannya. Ia harus memilih antara cinta dan ambisinya.

"Alia?"

Suara Bu Tini membuyarkan lamunannya. Bu Tini menghampirinya, membawa secangkir teh hangat. "Kamu sedang memikirkan apa, Alia?" tanya Bu Tini.

Alia tersenyum tipis. "Aku sedang memikirkan masa depan, Bu."

Bu Tini mengangguk. "Masa depan memang selalu menjadi hal yang sulit untuk diputuskan. Tapi, ingatlah bahwa kamu tidak sendirian. Kamu punya keluarga dan teman-teman yang selalu mendukungmu."

Alia terdiam. Ia tahu bahwa Bu Tini benar. Ia punya keluarga dan teman-teman yang selalu mendukungnya. Namun, ia juga tahu bahwa keputusan ini harus ia ambil sendiri.

"Terima kasih, Bu," kata Alia. "Aku akan memikirkan semuanya."

Alia kembali menatap langit senja. Ia tahu bahwa keputusan yang ia ambil akan menentukan masa depannya. Ia berharap bahwa ia bisa membuat pilihan yang tepat.

Bersambung...

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Crazy Playboy - Gairah dan Obsesi Aktor Tampan
Crazy Playboy - Gairah dan Obsesi Aktor Tampan
Dalam Crazy Playboy - Gairah dan Obsesi Aktor Tampan, Syila terjebak tantangan mencium Jaguar Adytama, aktor penuh skandal. Pertemuan tak terduga ini membawa mereka ke dalam romance novel penuh obsesi. Temukan kisah cinta modern ini dalam koleksi web novel terbaik kami sekarang.
Kehidupanku yang Cemerlang Setelah Perceraian
Kehidupanku yang Cemerlang Setelah Perceraian
Dalam Kehidupanku yang Cemerlang Setelah Perceraian, Becky memilih bercerai dari Rory setelah dituduh mencelakai Berline. Ternyata ia pewaris keluarga kaya. Kini di billionaire romance novels ini, Rory berusaha mengejarnya kembali. Baca keseruan modern novel ini di platform web novel.
Ketika Istri Sah Hanya Dijadikan Pengasuh Anakmu
Ketika Istri Sah Hanya Dijadikan Pengasuh Anakmu
Dalam romance novel Ketika Istri Sah Hanya Dijadikan Pengasuh Anakmu, Reno mencoba bangkit dari duka di Yogyakarta. Ia bertemu Mira, penjual bubur bayi yang merawat ayahnya. Kisah modern novel ini mengikuti dua jiwa yang menemukan arti rumah dan cinta melalui pengabdian tulus.
Madu Cinta Sang Ceo
Madu Cinta Sang Ceo
Dalam Madu Cinta Sang Ceo, Raja Adiwijaya terikat janji menikahi Putri yang sederhana. Namun, kembalinya cinta pertama menguji kesetiaannya. Baca kisah billionaire romance novels ini untuk melihat bagaimana Raja menjaga janjinya di tengah ambisi poligami dalam romance stories yang pelik.
Penghinaan Saudari Tiri, Dusta Kekasih
Penghinaan Saudari Tiri, Dusta Kekasih
Dalam Penghinaan Saudari Tiri, Dusta Kekasih, Anindya dikhianati Bima di depan publik. Billionaire romance novel ini berubah menjadi horror saat Anindya disiksa demi hiburan. Baca kisah perjuangannya bertahan hidup di webnovel modern novel yang penuh misteri dan dendam membara ini.
Pesona Ibu Susu Anakku
Pesona Ibu Susu Anakku
Dalam Pesona Ibu Susu Anakku, Bima menikahi Jenny, pelajar 18 tahun, sebagai istri kedua akibat kesalahpahaman. Kini Bima berencana menceraikan istri pertamanya demi Jenny. Simak romance novel ini di platform read novels online untuk mengikuti konflik rumah tangga dan loyalitas mereka.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Dilindungi Kakak Angkat
Dilindungi Kakak Angkat
Di kehidupan lalu, Clara Genta diusir kakaknya, Steve, lalu tewas tragis di jalan. Sebelum mati, Steve berkata, “Di kehidupan selanjutnya, jangan muncul lagi di depan keluarga kami!” Saat terlahir kembali di hari orang tuanya hendak mengakuinya, Clara menolak. Ia memilih diantar ke Keluarga Sean sebagai anak angkat. Meski dikenal paling kejam di ibu kota, Fikri Sean justru melindunginya: “Dia adikku. Siapa berani menyakitinya?”
Bayinya Terjebak oleh Miliarder
Bayinya Terjebak oleh Miliarder
Ketika kanker adik perempuannya memburuk, dia mendapati dirinya menandatangani kontrak untuk melahirkan pewaris miliarder misterius. Namun, ketika membuktikan hubungan mereka dengan kakeknya CEO ternyata lebih sulit dari yang dibayangkan. Sedangkan hubungan dia dengan CEO makin lama makin dekat, meskipun satu-satunya aturan dalam kontrak adalah tidak boleh jatuh cinta.
Bangkit Lagi!  Mama Petinju Mengguncang Dunia
Bangkit Lagi! Mama Petinju Mengguncang Dunia
Setelah hidup kembali, Jessica kembali ke dunia tinju untuk meraih kembali kehormatannya yang hilang. Setelah bercerai dengan Yohan, dia mengetahui bahwa pacar barunya, Fani, berpura-pura menjadi dirinya. Dalam pertandingan, Jessica mengalahkan Yohan, membuktikan bahwa dialah juara sejati, dan mulai mengejar kebahagiaannya sendiri.
[Versi suara dubbing] Kelahiran Kembali: Bos Kembali
[Versi suara dubbing] Kelahiran Kembali: Bos Kembali
Seorang tokoh berpengaruh dilahirkan kembali sebagai siswa SMA. Setelah ditipu dan dibingungkan, dia ingin meninggalkan rumah, memutuskan untuk meninggalkan dunia kriminal demi mengejar pendidikan universitas. Dia menunjukkan kekuatannya di sekolah, menyelamatkan seorang gadis, menangani para preman sekolah, mendapatkan perlindungan dari seorang guru cantik, dan bawahan lamanya muncul saat dia berada dalam bahaya...
[Versi suara dubbing] Warisan yang Tak Terlihat
[Versi suara dubbing] Warisan yang Tak Terlihat
Seorang kurir secara tidak sengaja menyelamatkan seorang wanita, muncul di berita, dan dikenali oleh ayahnya yang merupakan seorang taipan. Ayahnya mengkritiknya karena tidak punya masa depan dan mengungkapkan bahwa dia pernah meninggalkan warisan keluarga kaya untuk menikah.
Terjerat dalam Dirinya
Terjerat dalam Dirinya
Ayah Jennifer dijebak dan dipenjara. Dia bukan lagi putri dari keluarga kaya dan memilih untuk menjadi kekasih rahasia Zayden. Dia mendapati dirinya sangat terjebak dalam hubungan cinta yang diperhitungkan ini. Zayden, meskipun mengetahui motif Jennifer, masih jatuh cinta padanya dan membantunya mengungkap kebenaran.