Logo
Asmara Mendendam
Asmara Mendendam

Asmara Mendendam

49 Bab
Tamat
Dalam Asmara Mendendam, Nezza terjebak di kos berhantu dan terlibat konflik dengan Ari. Di balik teror berdarah, ada rahasia pembunuhan masa lalu. Temukan jawaban dalam mystery story ini. Baca romance novel dengan unsur horror novel mencekam ini untuk mengungkap kebenaran di balik sosok Jessy.
Bab 1 dari Asmara Mendendam

Rintik air langit mulai banyak kala langkah Nezza telah menyentuh teras sebuah warung kecil. Ia memutuskan berteduh demi menghindari curah gerimis yang mulai membuat kepalanya pening. Lekas tangannya membebaskan punggungnya dari berat ransel besar. Ransel itu ditaruhnya di lantai warung. Ia lantas duduk di bangku panjang dengan menyelonjorkan kaki yang mulai pegal. Sejenak melepas penat.

Sejak tadi pagi ia mengembara mencari, belum ditemukannya kos yang masih kosong. Ia kemudian membeli sebotol minuman ringan untuk melegakan tenggorokan yang mengering. Pula ia izin pada pemilik warung untuk menumpang istirahat sebentar.

“Dari mana, Mbak?” sapa bapak pemilik warung ramah.

Tampaknya bapak tersebut paham kalau Nezza tengah menyandang letih dan gudah. Nezza meneguk minuman isotoniknya sebelum menjawab pertanyaan.

“Saya mencari kos, Pak. Dari tadi sampai sekarang belum menemu yang kosong,” jawab Nezza pasrah. Di kedalaman lubuk hatinya, ia berharap bapak pemilik warung bisa memberi sedikit solusi.

“Sudah saya tebak,” cetus si bapak.

“Memang Mbak, setahun terakhir banyak mahasiswa dan karyawan yang cari tempat kos di wilayah sini. Selain strategis, wilayah sini terkenal dengan harga kulinernya yang beragam dan murah. Lebih-lebih lagi setelah ada dua perusahaan baru yang beroperasi di dekat sini."

“Bapak mungkin punya rekomendasi kos yang masih kosong?” tanya Nezza berharap.

Bapak pemilik warung yang ramah membuka pintu kecil di samping warungnya. Beliau kemudian melangkah keluar untuk duduk di samping Nezza.

“Memangnya tadi Mbak sudah cari ke mana saja?” tanya si bapak akrab usai duduk di samping Nezza.

“Sudah sejak tadi pagi saya muter-muter Jalan Awan, Mendung, dan Petir tetapi setiap kos yang saya datangi sudah penuh,” jawab Nezza berkeluh kesah. Entah, dalam waktu singkat, ia seolah memiliki kedekatan emosional dengan bapak di sampingnya. Mungkin karena bapak tersebut usianya tidak jauh berbeda dengan ayahnya.

Bapak pemilik warung termenung beberapa saat. Nezza mengalihkan pandang mata kepada rintik hujan terakhir. Sembari memberi kesempatan penuh kepada bapak di sampingnya untuk berpikir tanpa gangguan.

“Wah, berarti tadi Mbak sudah cari dari depan ya?” si bapak bergumam lirih. Memecah hening di antara keduanya.

Bersamaan dengan itu, seorang wanita setengah baya-yang kemungkinan besar istri dari si bapak-masuk ke warung lewat pintu belakang dan mencari-cari suatu barang di rak-rak warung.

“Bu, kira-kira kos yang masih kosong di mana ya?” tanya si bapak kepada wanita tersebut.

Wanita yang dipanggil ibu itu menghentikan aktivitas. Sekilas ekor matanya menatap Nezza.

“Setahu Ibu sih sudah tidak ada, Pak. Soalnya kemarin juga ada anak yang cari tetapi sudah tidak dapat. Entah karena terdesak akhirnya dia terpaksa ke tempat Pak Ruslan,” jawab ibu tersebut.

Si ibu dan si bapak sempat tertangkap oleh mata Nezza saling berpandangan penuh arti. Seakan-akan mereka tengah berbincang dengan kode atau isyarat rahasia. Nezza bisa terpikir sebagaimana itu karena ayah dan ibunya pun sering melakukan hal yang sama.

“Kalau Mbak mantap kos di wilayah sini, kos Pak Ruslan bisa jadi pilihan. Saya yakin, di sana masih ada kamar kosong,” ujar si bapak dengan wajah semringah. Seolah-olah beliau merasa ikut senang dapat membantu. Wajah Nezza yang tadinya murung langsung cerah.

“Bapak bagaimana sih!” bentak si ibu dengan raut cemas.

Tatap mata bapak dan ibu itu bertaut kembali. Lagi-lagi mereka berdiskusi dengan bahasa isyarat yang tidak akan bisa diterjemahkan oleh orang lain.

Nezza menangkap ada yang tidak beres. Entah apa itu, tampaknya tengah terjadi kesalahpahaman antara bapak dan ibu tersebut. Rona wajah si ibu seperti tengah menampakkan keengganan. Sedangkan mimik wajah si bapak tampak berkata bahwa semua akan baik-baik saja. Itu hanya kecemasan tak berdasar.

“Begini, Mbak. Setelah saya timbang-timbang, lebih baik Mbak cari kos yang di wilayah lain dulu. Tidak mengapa jauh sedikit, asal nyaman dan aman.”

“Kenapa Pak? Bukannya tadi Bapak bilang kalau di tempat itu masih ada kamar kosong? Terus terang, saya sudah capek, Pak. Saya juga tidak punya banyak waktu lagi. Besok saya sudah mulai masuk kerja,” ungkap Nezza meluapkan kebingungan pula keputusasaan yang menyergapnya.

Bapak itu seperti ragu untuk menjawab. Nezza mengalihkan tatap matanya pada si ibu. Menagih penjelasan.

“Memangnya apa yang salah dengan tempat itu, Pak, Bu?” kejar Nezza penasaran ketika tak kunjung mendapat jawaban.

Nezza tidak tahu mengapa ia bisa bertanya sedemikian rupa tetapi menurutnya ada yang salah dengan kos Pak Ruslan itu. Bapak pemilik warung masih bergelut dengan pikirannya sedangkan muka si ibu kian menegang. Lama keduanya terdiam dengan kecamuk di kepalanya masing-masing sementara Nezza menunggu penjelasan. Ia yakin pada akhirnya salah satunya akan membuka suara.

“Tempat itu sudah sejak dua tahun yang lalu jarang yang menghuni. Sekarang yang menempati cuma pemilik rumah: Pak Ruslan dan istrinya. Seminggu sekali anaknya yang kuliah di Yogyakarta pulang.”

Bapak pemilik warung sejenak menghela napas. Demi melihat wajah Nezza yang masih menyimpan banyak tanya, bapak pemilik warung melanjutkan penjelasannya.

“Jarang yang mau mengekos di situ setelah seorang penghuni kos diketemukan bunuh diri. Setelah tragedi itu, berembus kabar burung yang menyebut bahwa arwah mahasiswi yang bunuh diri itu gentayangan. Beberapa orang yang mengaku melihat penampakannya mengatakan bahwa mahasiswi tersebut meminta keadilan. Karena ia tidak bunuh diri melainkan dibunuh.”

Nezza mendelik. Tengkuknya tiba-tiba meremang.

“Sampai sekarang tiap ada yang mengekos di situ, pasti tidak betah. Katanya mereka kena teror. Ada satu penghuni yang bertahan di kos itu walaupun dia juga sering mengalami gangguan. Ya, tampaknya dia tidak punya pilihan selain bertahan,” ucap si ibu menimbrung.

“Kalau anak yang kemarin jadi mengekos di sana, sekarang ada dua orang,” imbuh si ibu.

“Terserah Mbak saja mau tetap mengekos di sana atau tidak. Secara pribadi, saya tidak percaya tentang hantu. Nyatanya Jessy si penghuni yang bertahan di kos Pak Ruslan baik-baik saja sampai sekarang. Tiap mampir ke sini, ia sudah tidak pernah lagi bercerita tentang teror yang menimpanya. Mungkin arwah gentayangan atau peneror misterius sudah bosan mengganggu. Tapi saya juga tidak mau mempengaruhi keputusan, Mbak.”

Setelah melalui berbagai pertimbangan matang, Nezza akhirnya mantap menanyakan letak kos Pak Ruslan. Keputusan Nezza itu didasari pada kenyataan bahwa di wilayah yang mendadak berubah menjadi pemukiman padat akan susah menemukan kos lain. Kos-kosan lain memang ada tetapi terlalu jauh dari tempatnya bekerja. Jadi Nezza tak punya pilihan lain selain di rumah kos Pak Ruslan. Dengan tekad kuat, Nezza pamit kepada bapak dan ibu pemilik warung yang sudah demikian ramah kepadanya.

Nezza tidak lupa mengucapkan terima kasih. Meskipun agak terlambat, Nezza mengajak berkenalan. Menyadari keterlambatan yang sama, si bapak dan ibu pemilik warung pun menyambut ajakan perkenalan itu dengan hangat.

“Saya Pak Hasan dan itu istri saya namanya Bu Asri.”

“Nezza, Bu.” Nezza hendak menghampiri dan menyalami Bu Asri tetapi Bu Asri sudah lebih dulu tergopoh-gopoh keluar warung.

Dengan nada sedikit cemas Bu Asri kemudian berpesan supaya Nezza berhati-hati selama mengekos di kos Pak Ruslan. Sementara Pak Hasan cuma menanggapi dengan senyuman atas wejangan istrinya untuk Nezza. Menjelang perpisahan, Pak Hasan dan Bu Asri berpesan supaya Nezza sering-sering mampir ke warungnya. Dapat Nezza rasakan betapa hangatnya sikap sepasang suami istri itu kepada dirinya. Mendadak Nezza jadi rindu keluarganya di kampung halaman. Padahal ia baru berpisah sebentar. Belum ada hitungan hari.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

CINTA DITOLAK DUKUN SANTET BERTINDAK
CINTA DITOLAK DUKUN SANTET BERTINDAK
Dalam CINTA DITOLAK DUKUN SANTET BERTINDAK, pengantin baru Rusdi dan Nagita menghadapi teror mistis pasca menikah. Mystery story ini mengungkap dendam mantan karyawan yang sakit hati. Simak perjuangan mereka melawan kiriman ilmu hitam dalam romance novel mencekam ini di platform webnovel.
Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku
Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku
Dalam novel misteri Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku, seorang wanita dipaksa menyerahkan tunangannya kepada kakaknya yang sakit parah. Setelah diikat dan ditinggalkan keluarganya, ia justru dibunuh secara kejam. Baca novel online ini untuk mengungkap akhir tragis yang penuh ketegangan.
Mantra pemanggil kuntilanak
Mantra pemanggil kuntilanak
Dalam novel Mantra pemanggil kuntilanak, Ara adalah wanita cantik yang terbiasa hidup berdampingan dengan makhluk halus. Kisah horror novel ini mengikuti perjuangan Ara menghadapi teror mistis sebelum akhirnya menemukan ketenangan usai menikah. Baca kisah lengkapnya di webnovel ini.
Mr. Reagan
Mr. Reagan
Dalam novel Mr. Reagan, seorang CEO sekaligus pembunuh berantai di London mengincar Clara sebagai korban. Namun, obsesi mengubah rencana sang billionaire untuk memilikinya seutuhnya. Ikuti kisah penuh intrik dalam thriller romance novel ini yang bisa Anda baca di webnovel.
Pelakor's Hunter
Pelakor's Hunter
Dalam mystery story Pelakor's Hunter, Siska tewas tragis dengan racun mematikan. Ranti menjadi tersangka utama saat bukti ditemukan di rumahnya. Ikuti aksi Malaikat Maut Pelakor memburu para pengkhianat dalam modern novel yang penuh dendam ini. Baca kisah selengkapnya di web novel ini.
Perempuan dan Kuasanya
Perempuan dan Kuasanya
Dalam novel fantasi Perempuan dan Kuasanya, seorang wanita dikhianati suaminya hingga tewas mengenaskan setelah melahirkan. Ketika terbangun kembali di hari persalinannya, ia bertekad mengubah takdir dan menuntut balas. Baca novel online ini untuk mengungkap misteri kebangkitannya.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

[Versi suara dubbing] Pedang Balas Dendam: Pencabut Langit
[Versi suara dubbing] Pedang Balas Dendam: Pencabut Langit
Sage Pedang, untuk membantu tunangan perempuaninya membangkitkan Semangat Pedang, dengan sukarela mengorbankan matanya dan menetap di gunung, hanya berharap hidup damai bersamanya.
Daya Tarik Mematikan: Romansa Mafia Gelap
Daya Tarik Mematikan: Romansa Mafia Gelap
Untuk membalaskan dendam ibunya, wanita itu menyamar sebagai penari agar bisa dekat dengan bos mafia berbahaya. Meskipun mencurigai niat wanita itu, pria itu merasa tertarik pada pesona wanita itu. Akankah wanita itu berhasil lolos tanpa cedera, atau akankah dia terjerat dalam asmara?
Aku Hamil, Mari Putus!
Aku Hamil, Mari Putus!
Monica, seorang manajer artis, dan Andra, seorang aktor papan atas, telah menjalin hubungan rahasia selama tiga tahun. Bagi Monica, itu semua hanyalah cinta bertepuk sebelah tangan, karena Andra bahkan belum pernah mengungkapkan perasaan kepadanya. Monica yang sedang hamil, memutuskan untuk mengakhiri hubungan ini. Saat itu, barulah Andra menyadari bahwa yang dia butuhkan hanyalah Monica. Bertahun-tahun kemudian, takdir kembali mempertemukan mereka. Monica kini menjadi sutradara film ternama. Kali ini, akankah Andra bisa mendapatkan kembali cintanya?
Ramalan Darah
Ramalan Darah
Ketika Sophia berusaha mencari saudara kembarnya yang hilang, Tina, jejaknya membawanya ke Velum Rubrum, sebuah klub malam vampir elite yang dikuasai keluarga Von Drák yang kejam. Makin jauh dia menyelami dunia gelap nan menggoda itu, Sophia menemukan ramalan mengerikan, kisah cinta terlarang, dan perang supranatural yang bisa melahap mereka semua.
Orang Besar yang Terlupakan
Orang Besar yang Terlupakan
Meskipun dia orang penting, dia dipandang rendah dan diganggu karena sifatnya yang rendah hati.
Panglima Begitu Menawan
Panglima Begitu Menawan
Pada awal era Republik, Jaya Guhara, putra perdana menteri, menikah di usia 10 tahun dengan Luvia Loekito yang seusia. Dalam didikan Luvia, Jaya pelan-pelan menaruh perasaan padanya. Setelah itu mereka berpisah. Saat bertemu lagi, Jaya sudah menjadi Panglima Daerah Bejara yang namanya disegani, sementara Luvia justru menjadi ketua musuh besar Pasukan Bejara, yaitu Geng Naga Biru. Begitu Jaya tahu identitas Luvia, hal pertama yang dia lakukan adalah datang sebagai mantan suami yang lagi jatuh, lalu masuk sebagai menantu cowok numpang dan minta pertanggungjawaban.