Logo
Asmara Cinta Dan Benci
Asmara Cinta Dan Benci

Asmara Cinta Dan Benci

33 Bab
Tamat
Dalam Asmara Cinta Dan Benci, Adelia berjuang melawan restu ayah demi Edwin. Namun, pengkhianatan mengubah segalanya. Edwin kembali dengan dendam saat Adelia mengira ia telah tiada. Temukan kisah mereka di romance novel ini, pilihan tepat bagi yang ingin read novels online gratis.
Bab 1 dari Asmara Cinta Dan Benci

"Wajahku bisa habis kalau kamu terus menatapku begitu," ujar Edwin Tomato, pria tampan berusia 24 tahun, sambil menatap gadis yang berbaring di sampingnya.

Gadis itu terkikik jahil sebelum menyembunyikan wajahnya di dada bidang Edwin, pria yang telah menemaninya selama setahun terakhir. "Hahaha, mana mungkin wajah idola kampus bisa habis hanya karena ditatap?" balasnya, tertawa kecil saat melihat mata cokelat Edwin yang kini memeluknya dengan manja.

"Oh iya, ngomong-ngomong, hari ini adalah hari terakhir ujian kelulusan kita. Apa yang kamu ingin dariku sebagai hadiah perpisahan? Tapi jangan yang mahal ya, aku belum sekaya itu," ucapnya sambil bangun dari tempat tidur.

Hubungan mereka bermula dari rasa penasaran, lalu berujung pada cinta. Layaknya musim gugur yang selalu menghadirkan debaran di hati.

"Kapan aku pernah meminta sesuatu yang mahal? Aku bukan gadis matre, tahu!" protes Adelia Van Odelius, yang seusia dengan Edwin.

Edwin membungkukkan tubuhnya, menatap lembut gadis cantik di hadapannya, lalu berkata, "Aku tidak bilang kamu matre. Aku hanya ingin hadiah kelulusan ini menjadi kenangan terindah bagi kita, tanpa harus mengeluarkan banyak uang."

Sebagai seseorang yang memahami betapa mahalnya biaya hidup di Venezia, Edwin harus bekerja siang dan malam demi mendapatkan ratusan dolar. Berbeda dengan Adelia, yang lahir di tengah kemewahan dan belum sepenuhnya memahami nilai uang yang diperjuangkan Edwin.

"Iya, iya. Kamu selalu berbicara seolah aku tidak pernah merasakan hidup di jalanan," gumam Adelia. "Daripada membahas hadiah, aku lebih ingin kita menghabiskan sisa liburan dengan berkencan."

Edwin melirik ponselnya, memeriksa agendanya hari itu, sebelum akhirnya mengangguk setuju. "Hmm, baiklah. Kita akan pergi ke mana?"

Senyum Adelia merekah, matanya berbinar penuh antusias. Ia sudah menyiapkan kejutan kecil untuk hari ini.

Beberapa jam setelah mereka bersiap-siap, Adelia masih belum memberi tahu Edwin ke mana mereka akan pergi.

"Adel, kamu masih belum menjawab pertanyaanku. Sebenarnya kita akan pergi ke mana?" tanya Edwin berkali-kali saat mereka berada di dalam mobil sewaan.

"Bawel banget, deh. Toh, nanti kamu juga akan tahu begitu kita sampai. Jadi, cukup duduk diam dan kenakan sabuk pengaman," jawab Adelia dengan senyum jahil, sebelum tiba-tiba menekan pedal gas dengan kuat.

Cara mengemudi Adelia terlihat amatir, membuat Edwin pusing dan mual. Meskipun ia berasal dari keluarga kaya, Adelia tidak memiliki banyak kesempatan untuk belajar menyetir seperti gadis lainnya.

"Ugh... Adel, kamu benar-benar berniat membunuhku?" keluh Edwin sambil memuntahkan isi perutnya begitu mereka berhenti di sebuah pantai.

"Tahu begini, aku tidak akan membiarkanmu menyetir. Bisa-bisa banyak korban nanti," gerutunya masih merasa pusing, sementara Adelia justru terdiam, mengalihkan pandangannya ke hamparan pasir putih di hadapannya.

Melihat tatapan Adelia yang begitu terpukau oleh pemandangan pantai, Edwin menyadari sesuatu. Di balik matanya yang jernih, ada kesedihan yang begitu dalam.

Meskipun mereka telah bersama cukup lama sebagai sepasang kekasih, Edwin merasa masih belum sepenuhnya memahami kehidupan Adelia. Namun, ia memilih untuk tidak bertanya. Mungkin Adelia tak ingin menceritakan semuanya, sama seperti dirinya yang tak pernah mengungkapkan bahwa ia hanyalah seorang anak haram yang ditinggalkan.

Setelah lama terdiam, akhirnya Adelia membuka suara. "Edwin..."

"Iya, Adel?" jawab Edwin, sedikit bingung mendengar nada lirih di suara kekasihnya.

"Andai suatu hari nanti kita berpisah, dan akulah yang memulainya, apa yang akan kamu lakukan? Aku hanya berharap saat itu tiba, kamu tidak akan membenciku," ucap Adelia tiba-tiba, membahas tentang perpisahan.

Jantung Edwin berdegup kencang. Tanpa sadar, ia membalik tubuh Adelia hingga mereka saling bertatapan. "Memangnya kamu ingin berpisah dariku?" tanyanya serius.

Adelia menggeleng cepat, lalu tertawa kecil. "Aku hanya bercanda, Edwin."

Namun, bagi Edwin, kata-kata itu terlalu nyata untuk dianggap lelucon. "Kamu tidak terdengar seperti sedang bercanda, Adel. Jika suatu hari kamu benar-benar meninggalkanku, aku akan mencarimu, bahkan sampai ke ujung dunia sekalipun."

Adelia tersenyum jahil. "Memangnya kamu punya cukup uang untuk melakukan itu?" tanyanya dengan nada menggoda.

Edwin terdiam. Suasana di antara mereka mendadak terasa dingin karena pembicaraan tentang perpisahan. Namun, sebelum Edwin sempat menjawab, Adelia tiba-tiba mengecup bibirnya singkat, lalu berlari ke tengah ombak sambil tertawa.

"Saat hari itu tiba, aku akan mengabulkan semua keinginanmu," serunya riang.

Edwin masih terkejut merasakan sentuhan lembut bibir Adelia di bibirnya. Namun, melihat gadis itu berlarian di tepian air, ia segera mengejarnya. "Adel, tunggu saja. Aku tidak akan membiarkanmu pergi!"

Dalam satu tarikan tangan, Edwin berhasil menangkapnya, namun keduanya justru terpeleset dan jatuh ke air. Kaos putih dan celana jeans mereka basah terkena ombak, tetapi di antara suara deburan air, tawa mereka terdengar begitu indah.

Setelah puas bermain air, Edwin membeli dua es krim-stroberi untuk Adelia, rasa favoritnya, dan cokelat untuk dirinya sendiri. Mereka duduk di tepi pantai, menikmati es krim sambil sesekali saling melempar candaan. Setelah es krim mereka habis, keduanya kembali ke mobil untuk beristirahat sejenak.

Di dalam mobil, suasana terasa lebih tenang. Edwin menatap Adelia dengan intens sebelum akhirnya mengecup bibirnya dengan lembut. Kecupan itu berubah menjadi lebih dalam, penuh rasa, membuat keduanya hanyut dalam momen tersebut.

"Lihat, kita masih basah kuyup," gumam Edwin sambil tersenyum usil.

Adelia tertawa kecil. "Air asin ini masih terasa lengket di tubuhku. Kamu yakin ingin melanjutkan ini sekarang?" tanyanya dengan nada menggoda.

Edwin menatapnya lekat, jemarinya dengan lembut menyibak helai rambut basah Adelia yang menempel di wajahnya. "Aku hanya ingin lebih dekat denganmu, Adel. Seolah waktu berhenti di sini, hanya ada kita berdua."

Namun sebelum momen itu semakin larut, ponsel Adelia bergetar di dalam tasnya. Edwin menghela napas, sementara Adelia melirik layar ponselnya yang terus berdering.

"Mungkin penting..." gumamnya ragu.

Edwin tersenyum kecil, menyentuh pipinya dengan lembut. "Angkatlah. Aku tidak akan ke mana-mana."

Meskipun enggan mengakhiri momen itu, Adelia akhirnya meraih ponselnya, sementara Edwin kembali menyandarkan kepala di kursi, menunggu gadis yang dicintainya menyelesaikan panggilan tersebut.

Adelia menatap layar ponselnya yang menyala, nama "Ayah" tertera di sana. Ia mengerutkan kening, hatinya dipenuhi tanda tanya. "Kenapa Ayah meneleponku?" batinnya.

"Halo?" ucapnya setelah menggeser tombol hijau.

Dari seberang, terdengar suara berat dan tegas. "Ke mana saja kamu? Orang tuamu sedang sakit, tapi kamu malah asyik keluyuran! Cepat pulang, jangan buat aku menunggu!"

Adelia mengepalkan tangan. Amarahnya membuncah. "Aku tidak akan pulang sebelum Ayah membatalkan perjanjian itu!" serunya lantang, membuat Edwin yang duduk di sampingnya terkejut.

Belum sempat Edwin bertanya, suara ketukan keras terdengar dari luar jendela mobil. Sejumlah pria berbadan tegap, utusan ayah Adelia, telah berdiri di sana.

"Sebaiknya kau menurut, kalau tidak ingin dipaksa," ujar suara dingin dari telepon sebelum sambungan terputus.

Edwin yang tidak mengenal mereka segera turun dari mobil, namun sebelum ia sempat berbuat sesuatu, para pria itu menyeret Adelia keluar. Edwin mencoba melawan, tetapi jumlah mereka terlalu banyak. Ia terdesak, merasakan perih dari pukulan yang mendarat di tubuhnya.

"Edwin, lebih baik kamu pergi! Aku mengenal mereka!" seru Adelia dengan mata penuh ketegasan, sebelum ia didorong masuk ke dalam mobil mewah yang menunggunya.

Edwin hanya bisa terpaku, dadanya sesak melihat kekasihnya dibawa pergi. Saat itu, ia belum menyadari bahwa kepergian Adelia adalah awal dari perpisahan yang tak terhindarkan.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Bunda
Bunda
Dalam novel romance modern berjudul Bunda, seorang wanita adopsi berjuang melawan hinaan untuk menjadi pengusaha tangguh. Meski jatuh miskin, ia bertahan demi masa depan si kembar Nayla dan Nathan. Baca kisah nyata inspiratif ini di webnovel yang menyajikan fiksi penuh perjuangan hidup.
Cerita dewasa
Cerita dewasa
Cerita dewasa menghadirkan kisah romance modern yang mengeksplorasi hubungan intens antara pria dan wanita. Nikmati narasi dewasa penuh gairah dalam web novel ini, cocok bagi pembaca yang mencari romance stories dengan konflik emosional mendalam serta dinamika relasi yang berani.
Cinta Sangkarku, Bukan Keselamatan
Cinta Sangkarku, Bukan Keselamatan
Dalam Cinta Sangkarku, Bukan Keselamatan, Kirana terjebak tipu daya keluarga dan suaminya, Bima. Menemukan rahasia gelap di balik modern romance ini, ia harus bertahan dari rencana pembiusan demi harta. Baca web novel penuh mystery story ini untuk melihat pembalasan dingin Kirana.
Istri Di Atas Kertas Sang CEO
Istri Di Atas Kertas Sang CEO
Dalam Istri Di Atas Kertas Sang CEO, Shania terpaksa menjalani kawin kontrak dengan Steven demi biaya medis ibunya. Romance novel ini mengisahkan perjuangan Shania menghadapi sang miliarder yang kejam. Temukan kisah menarik mereka dalam billionaire romance books populer ini.
Jadi Korban Kelalaian Orang Tuaku
Jadi Korban Kelalaian Orang Tuaku
Dalam novel misteri Jadi Korban Kelalaian Orang Tuaku, seorang gadis disiksa hingga tewas oleh musuh ayahnya. Saat ia sekarat, orang tuanya justru mengabaikan panggilan telepon demi kompetisi sang adik. Baca novel online menegangkan ini untuk mengungkap tragedi keluarga yang mengerikan.
Jerat Hasrat Tetangga Tampan
Jerat Hasrat Tetangga Tampan
Dalam Jerat Hasrat Tetangga Tampan, Andini menghadapi konflik kesetiaan saat Andreas hadir mengusik pernikahan bosannya. Sebagai romance novel modern, gairah dan pilihan sulit menjadi pusat cerita ini. Temukan kelanjutan kisah mereka di webnovel yang penuh godaan dan risiko ini.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Pernikahan Kilat dengan Miliarder
Pernikahan Kilat dengan Miliarder
Setelah pewaris sejati diusir dari rumahnya, dia disayangi oleh sang CEO. Seluruh keluarganya menyukai pewaris palsu, seorang wanita yang sok dan manipulatif. Bahkan tunangannya melarikan diri pada hari pernikahan mereka. Dia memutuskan untuk berpisah dengan mereka dan membuat mereka menyesal!
Istri Manis, Bayi Ajaib
Istri Manis, Bayi Ajaib
Lani yang hamil bisa dengar suara bayinya. Dia pura-pura manis, lahiran live buat bersihkan nama, lalu bawa si bayi cerdik sampai berhasil jadi nyonya Keluarga Saputra.
Lonceng Berdering dalam Abu Kehidupan
Lonceng Berdering dalam Abu Kehidupan
Aditya Wirasena, seorang utusan kerajaan, meninggal dalam sebuah misi di wilayah perbatasan. Adik angkat Aditya, Wulan, bersedia menukar nyawanya sendiri demi keberhasilan dan umur panjang Aditya.
Menikah lagi di Era 90-an
Menikah lagi di Era 90-an
Di kehidupan lalu, Maya Lestari dibohongi suaminya, Wira. Wira pura-pura mati dan ambil identitas adik kandungnya, demi Lidya, adik iparnya. Ia habiskan hidupnya mengurus mereka dan ibu mertuanya. Namun takdir memberinya kesempatan kedua. Di kehidupan ini, Maya memilih jalan berbeda, menerima cinta sejati, dan memulai kariernya. Dan mantan suaminya sekeluarga hidup dalam kekacauan.
Aku Pasti Membalas Dendam Kali ini
Aku Pasti Membalas Dendam Kali ini
"Bagaimana kau masih bisa mengatakan perkataan seperti pulang bersama!" Saya tidak bisa percaya pria yang saya cintai sangat telah mengkhianatiku! Saya membunuhnya dengan tanganku sendiri, dan saya dikeruk dan dibunuh oleh adik perempuan saya. Tapi saya diberikan kesempatan kedua. Reinkarnasi kembali ke saat semua belum terungkap, kali ini, saya akan mengambil inisiatif! Mereka yang telah merusak saya dalam kehidupan masa lalu, saya akan membuat mereka membayar.
Kesempatan Kedua dengan Kekasih Rahasiaku
Kesempatan Kedua dengan Kekasih Rahasiaku
Emma telah menjadi kekasih rahasia Michael selama lima tahun. Terlepas dari kepatuhannya selama waktu itu, dia tidak bisa membuat pria itu menganggapnya serius. Ketika bertunangan, Michael meninggalkannya. Yang menambah kekacauan, dokternya memberitahunya bahwa dia menderita gagal jantung stadium akhir dengan hanya tiga bulan tersisa untuk hidup. Meskipun dia ingin diam-diam menjalani sisa hidupnya, itu menjadi sulit karena keterikatan empat orang, termasuk tunangan Michael, Ashton yang menginginkannya, Tuan X yang melindunginya, dan mantan pacarnya.