Logo
Antara Takdir dan Cinta
Antara Takdir dan Cinta

Antara Takdir dan Cinta

67 Bab
Tamat
Dalam novel modern Antara Takdir dan Cinta, Azra terjebak ambisi Daren yang memaksa pernikahan sepihak. Di tengah bayang-bayang cintanya pada Bima, Azra harus menghadapi obsesi pria yang mengklaimnya sebagai milik selamanya. Baca romance novel ini untuk melihat perjuangan Azra melawan takdir.
Bab 1 dari Antara Takdir dan Cinta

Taman Putri Kaca Mayang, Pekanbaru.

Jum'at, 5 Agustus 2022.

Siang hari, 14.00 WIB.

Azra sedang duduk di salah satu tempat yang ada di taman Putri kaca Mayang Pekanbaru. Matanya menatap kosong ke depan menerawang sesuatu yang sudah beberapa hari ini membuat sesak dadanya. Sekuat mungkin Azra menahan air mata yang terus saja mendesak ingin keluar. Berbagai macam beban bertumpu di pundak. Belum selesai satu masalah, sudah datang lagi masalah yang lain sampai Azra sendiri bingung bagaimana caranya mencari solusi agar dapat keluar dari segala kerumitan ini.

Hah!

Azra menghembuskan nafas panjang. Mencoba tersenyum sembari menatap anak-anak yang berbahagia tengah bermain bersama keluarga mereka. Terlintas di pikiran Azra, andai saja dia dapat tertawa lepas bahagia seperti anak itu mungkin semuanya akan terasa sangat ringan tanpa beban. Getaran ponsel mengalihkan perhatian Azra. Senyuman manis terukir di bibirnya mendapati pesan dari seorang pria yang sangat dia cintai.

"Lagi di mana, Dek? Udah pulang dari klinik, belum?" Isi pesan singkat dari Bima, pria yang sudah menjalin hubungan dengannya beberapa bulan terakhir. Hanya pesan singkat seperti itu saja, tetapi berhasil menghangatkan hati Azra.

"Udah, Mas. Nih, aku lagi duduk di Kaca Mayang," balas Azra dengan cepat. Dia tidak mau Bima terlalu lama menunggu pesan balasan darinya.

"Gimana kata dokter, Dek?" tanya Bima akan kesehatan Azra yang memang sedikit terganggu beberapa bulan terakhir.

"Semuanya udah mulai baik, Mas. Cuma, bulan depan tetap harus check up lagi. Setiap bulan harus ke klinik sampai benar-benar sembuh." Azra mengetik dengan gerakan yang sangat cepat. Wajar saja, dia yang menggunakan ponselnya untuk mencari uang tambahan tentu sudah terbiasa mengetik cepat.

"Maaf, Mas ngak bisa ngantar," lanjut Bima dengan emoticon sedih.

Mengirimkan balasan dengan senyuman yang terdapat love di sana, Azra berusaha menunjukkan kalau dia sekarang sedang baik-baik saja.

"Ngak papa, Mas. Aku ngerti, ko."

"Lagian, aku udah biasa kemana-mana sendiri. Jadi, aku nggak kaget lagi. Mas tenang aja. Mas tahu kan, kalau aku pemberani?"

Dua kali Azra mengirimkan pesan singkat balasan. Azra tidak mau Bima mengetahui kalau sebenarnya saat ini dia sedang membutuhkan sandaran.

Berbagi cerita dan keluh kesah sembari mengeluarkan segala apa yang tertahan di hatinya. Sayang sekali, kesempatan itu belum datang padanya saat ini.

"Iya, Mas tahu. Cuma, rasanya lain aja. Biasanya, kan Mas bisa ngantar Adek, tapi karena kerjaan Mas yang bener-bener ngak bisa ditinggal, jadi Adek harus pergi sendiri," balas Bima mengungkapkan penyesalannya.

Yah, sebelumnya Bima tidak pernah absen mengantarkan Azra pergi ke klinik memeriksakan kesehatannya. Hanya saja, kali ini pekerjaan yang menumpuk benar-benar tidak bisa ditinggal. Bahkan beberapa berkas kantor yang akhir-akhir ini menggunung membuat Bima harus lembur tiap malam.

Azra tersenyum kecut membaca pesan dari kekasihnya. Dia sama sekali tidak marah. Bukan teman pergi ke klinik yang dibutuhkan Azra, tapi teman untuk berbagi masalah yang saat ini mengganggu pikirannya.

"Yah, Mas rasanya memang lain. Bukan cuma karena Mas Bima yang nggak bisa ngantar aku ke klinik, tapi ada hal lain yang lebih besar dari itu. Sesuatu yang membuatku terganggu dalam tidurku. Sayangnya, Mas Bima nggak pernah mau membicarakan hal itu bersamaku," gumam Azra pelan sembari menatap ponsel dalam genggamannya. Membaca pesan Bima yang sampai saat ini sudah lebih dari 15 menit belum juga dia balas.

"Belum lagi tentang ibu yang kesehatannya semakin hari semakin memburuk. Dari mana aku harus mendapatkan uang sebanyak itu? Sementara gajiku dari bekerja ditambah dengan tabunganku masih jauh dari kata cukup," lanjut Azra yang masih menatap ponsel seolah Bima mendengar apa yang menjadi kegelisahannya saat ini.

Belum sampai Azra mengetik pesan balasan untuk Bima, pesan baru yang masuk dari pria itu membuat Azra hanya bisa tersenyum terpaksa.

"Ya, udah dulu ya, Dek. Mas mau lanjut kerja biar nanti malam ngak lembur. Mas pingin pulang cepet biar bisa istirahat cepet juga," isi pesan Bima. Lalu tidak lama kemudian pesan kedua dari Bima menyusul.

"Nanti kalau mau pulang, hati-hati. Jangan ngebut-ngebut. Oh, ya, jangan lupa kasih tahu sama Mas kalau udah sampai rumah. Assalamualaikum."

Senyuman tipis terbit di sana, Azra menggeleng tidak mengerti. Padahal Bima tahu kalau rumahnya tidak jauh. Masih sekitaran Pekanbaru, tapi pria itu menganggap rumahnya seolah berada di ujung dunia sampai harus memberikan pesan seperti itu.

"Yang semangat kerjanya, Mas. Kalau capek natap laptop terus, Mas istirahatkan sebentar matanya. Jangan lupa menjaga kesehatan. Nanti kalau udah kayak aku, jadinya malah payah buat sembuh." Pesan pertama sudah Azra kirimkan. Dia kembali mengetik pesan kedua untuk membalas pesan kedua Bima.

"Ya, nanti kalau aku udah sampai di rumah, aku kasih tahu Mas Bima. Jangan lupakan kalau rumahku sebenarnya deket, cukup 30 menit saja udah sampe. Jadi, Mas Bima ngak usah khawatir banget sama aku. Wa alaikumussalam."

Pesan sudah terkirim keduanya, tapi belum bercentang biru. Padahal saat ini Bima masih aktif. Mungkin pria itu sedang sibuk dengan rekan kerjanya, pikir Azra mencoba untuk selalu berpikiran positif.

Merasa dia sudah cukup mengistirahatkan pikirannya di tempat itu Azra beranjak dari tempat. Dia berjalan sembari membawa minuman di tangan kanannya. Tas ransel sederhana selalu setia menemani kemanapun Azra pergi.

Saat sudah hampir sampai di tempatnya meletakkan sepeda motor, Azra yang sedang sibuk dengan ponselnya tidak fokus melihat keadaan. Dia hampir saja terserempet oleh orang yang tengah melintas dengan kecepatan tinggi. Bahkan bisa dibilang orang itu termasuk ugal-ugalan dalam membawa sepeda motor di tempat yang tidak seharusnya.

Beruntung sesuatu yang tidak diinginkan tidak terjadi. Tepat ketika Azra hampir saja terserempet, seseorang menariknya cepat menyelamatkan.

Azra merasa tubuhnya tertarik kuat. Spontan, Azra tidak sadar langsung mengalungkan kedua tangannya di leher orang yang sudah menyelamatkan dia sembari memejamkan matanya erat.

Syukurnya ponsel Azra tidak terjatuh. Benda pipih itu masih tetap berada dalam genggaman meski saat ini dia memeluk leher orang yang sudah menyelamatkannya.

"Orang itu sudah pergi, Nona. Anda sudah bisa tenang, sekarang. Lain kali berhati-hati lah kalau sedang berjalan. Jangan hanya karena sebuah ponsel justru membuat nyawa anda berada dalam bahaya," ucap seorang pria yang saat ini kedua tangannya memeluk pinggang Azra.

Posisi mereka berdua terlihat begitu mesra. Jika orang tidak tahu mengenai kejadian yang sebenarnya pasti mereka mengira yang tidak-tidak tentang Azra dan pria itu.

Suara seorang pria yang terdengar sangat dekat membuat Azra membuka pejaman matanya. Seketika dia langsung disambut oleh mata indah pria itu. Azra seperti terhanyut di dalamnya. Bahkan dunia terasa berhenti berputar.

Bukan hanya itu saja, orang-orang yang tengah melintas dan melihat mereka berdua yang masih dalam posisi berpelukan menganggap seolah dunia hanya milik mereka berdua, yang lain cuma numpang.

"Terpesona oleh ketampananku, Nona?" Pria itu bertanya setelah tidak mendapatkan tanggapan Azra.

Ternyata, pertanyaan itu masih belum dapat menyadarkan Azra. Akhirnya pria itu kembali membuka suara sembari melepaskan sebelah tangan kanannya yang tadi memeluk pinggang Azra.

Sementara tangan kiri masih tetap berada di sana menahan tubuh Azra. Dengan tangan kanan menyingkirkan rambut halus yang menutupi wajah Azra, perkataan pria itu berhasil membawa wanita di hadapannya kembali pada kesadaran saat ini.

"Apa aku terlalu mempesona sampai membuatmu melupakan duniamu, hmm? Atau aku perlu membawamu langsung menghadap kedua orang tuamu lalu merubah status kita berdua menjadi sah?"

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

CEO LEBAY
CEO LEBAY
Dalam novel fantasy modern CEO LEBAY, Richard bangkit dari kematian dengan ingatan masa lalu yang luar biasa. Ia memulai adventure story untuk mengumpulkan harta tersembunyi demi memenangkan hati Claudia. Temukan kisah seru ini di web novel yang penuh keajaiban dan keterampilan unik.
Cinta Datang Terlambat
Cinta Datang Terlambat
Dalam novel modern Cinta Datang Terlambat, Sagar berusaha mempertahankan pernikahan yang diambang perceraian setelah Bella melarikan diri saat hamil. Baca kisah penyesalan ini di webnovel kami, pilihan tepat bagi penggemar romance stories yang menyukai drama tentang pilihan hidup dan kesetiaan.
Cintamu Bohong, Ya?
Cintamu Bohong, Ya?
Dalam novel modern Cintamu Bohong, Ya?, Kirana menghadapi kenyataan pahit setelah keguguran lima kali. Dia tidak sengaja mendengar rencana keji suaminya, Raka, yang sengaja meracuninya demi selingkuhannya. Baca novel online gratis ini untuk mengungkap misteri pengkhianatan rumah tangga yang tragis.
Kepentok Cinta Sang Idol
Kepentok Cinta Sang Idol
Dalam Kepentok Cinta Sang Idol, Adara terjebak kesalahpahaman fatal dengan aktor ternama, Bernard. Sebagai wartawan, ia harus membersihkan namanya saat hubungan mereka berubah menjadi rumit. Simak kisah romance novel ini di web novel kami, salah satu fiction books terpopuler saat ini.
Ketika Istriku Tidak Meminta Jatah Lagi
Ketika Istriku Tidak Meminta Jatah Lagi
Dalam romance novel Ketika Istriku Tidak Meminta Jatah Lagi, Habib menceraikan Sheila demi menikah lagi karena haus keturunan. Namun, saat pernikahan baru dimulai, Sheila justru hamil. Simak konsekuensi pengkhianatan ini dalam web novel modern tentang penyesalan dan pilihan hidup.
Salah Melamar
Salah Melamar
Dalam novel Salah Melamar, sebuah kesalahan fatal membuat pernikahan impian berubah menjadi jebakan. Menghadapi kenyataan bahwa suami mencintai adiknya, sang protagonis harus menentukan nasib di tengah pengkhianatan. Baca romance novel modern ini sekarang di platform online novel.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Putriku Tak Tahu Pengasuhnya Adalah Ibunya
Putriku Tak Tahu Pengasuhnya Adalah Ibunya
Nicole kehilangan kebebasan, anak, dan cintanya saat dijebak. Tujuh tahun kemudian, dia kembali sebagai pengasuh di rumah yang menghancurkannya. Ethan, mantan tunangannya, mulai tertarik pada sang pengasuh baru tanpa tahu itu Nicole, sementara Lila, putri mereka, perlahan menyatukan mereka kembali.
Pahlawan vs Naga: Giliranku Bersinar!
Pahlawan vs Naga: Giliranku Bersinar!
Dua puluh tahun lalu, naga jahat bersemena-mena di dunia manusia, untungnya ada Pak Boby selaku master taoisme yang hebat menolong dunia manusia, bahkan menolong sepasang anak kecil dan menjadi mereka sebagai murid. Murid pria diwarisi kultivasi, sedangkan murid wanita diberi Fisik Jasa Teratai. Semua ini demi kedamaian dunia manusia. Tapi menuju kedamaian bukanlah hal mudah, harus melewati banyak rintangan. Apa muridnya bisa melakukannya atau menyerah?
Dusta Rasa, Cinta Asli
Dusta Rasa, Cinta Asli
Daniela Barton, cucu dari Dewa Kuliner legendaris, meninggalkan pedesaan yang tenang untuk menguji kemampuan memasaknya di kota yang sibuk. Awalnya, dia diejek sebagai gadis kampung yang kikuk. Namun, dengan setiap hidangan lezat yang dia sajikan di hadapan kerumunan yang pemilih, Daniela perlahan memenangkan hati para penentangnya. Pada akhirnya, dia meraih gelar terhormat sebagai Dewa Kuliner. Dalam perjalanannya, dia tak hanya mendapatkan ketenaran, tetapi juga cinta sejati yang tak terduga di depan mata...
Dewi Penyelamat
Dewi Penyelamat
Yuswa Larasati adalah makhluk abadi yang telah menyaksikan segala kebaikan dan keburukan dunia. Awalnya ingin hidup damai, ia diminta membantu Keluarga Tirta yang tertimpa bencana. Karena ikatan karma, Yuswa tinggal setahun di sana mengorbankan diri untuk menyelamatkan mereka. Namun, demi menjilat keluarga berkuasa, Keluarga Tirta mengabaikan peringatan, menuduh Yuswa penipu, dan menentangnya. Akhirnya, mereka menuai akibat dari tindakan mereka dan dikutuk langit dan bumi.
Pertukaran Kehidupan: Kurir atau Triliuner
Pertukaran Kehidupan: Kurir atau Triliuner
Ditipu oleh istrinya, tukang antar barang itu mendapat kesempatan untuk menyamar sebagai seorang triliuner karena penampilannya yang mirip.
Mantan Istriku Ternyata sang Penyelamat
Mantan Istriku Ternyata sang Penyelamat
Eve, the nation’s top doctor, saved Dante from a gunshot five years ago, but the severity of her injuries left her infertile. Then Lilith pretended to be the one who saved Dante to try and steal him from Eve. She even faked having cancer so she could artificially inseminate herself with Dante’s child. The night before her wedding to Dante, Eve discovered that Lilith was pregnant. Despite Lilith’s lies, Dante sided with her over Eve. Heartbroken, Eve left for Italy to pursue her career in medicine. Only once she was gone did Dante realize Eve was the one who actually saved him. Now, he’ll do anything to win her back and won’t take “no” for an answer.