Logo
Aku Menikah dengan Pria yang Masih Mencintai Mantannya
Aku Menikah dengan Pria yang Masih Mencintai Mantannya

Aku Menikah dengan Pria yang Masih Mencintai Mantannya

95 Bab
Tamat
Dalam Aku Menikah dengan Pria yang Masih Mencintai Mantannya, Alika bertekad mengakhiri pernikahan satu tahunnya dengan Daffa Ardhana. Romance novel ini mengikuti perjuangan Alika lepas dari belenggu masa lalu suaminya. Baca kisah modern novel ini untuk melihat akhir rumah tangga mereka.
Bab 1 dari Aku Menikah dengan Pria yang Masih Mencintai Mantannya

Alika duduk di tepi tempat tidur, tangannya menggenggam erat selimut tipis yang sudah lusuh warnanya. Suasana kamar itu sunyi, hanya terdengar detak jam dinding yang tak beraturan dan sesekali suara mobil melintas di jalan depan rumah. Tapi bagi Alika, keheningan itu lebih berat daripada ribuan kata yang bisa diucapkan. Ia menatap pintu kamar yang tertutup rapat, seolah menunggu sesuatu-atau seseorang.

Hatinya terasa sesak, dan pikirannya berputar tanpa henti. Sudah hampir setahun ia menjalani rumah tangga dengan Daffa Ardhana, pria yang dulu selalu membuatnya tertawa lepas, kini menjadi sumber luka yang tak terlihat. Ia ingat hari-hari awal mereka menikah, ketika setiap senyum Daffa seolah menyinari seluruh dunianya. Tapi sekarang? Senyum itu nyaris tak pernah muncul, digantikan oleh keheningan yang menusuk dan tatapan dingin yang membuat Alika merasa asing di rumahnya sendiri.

"Alika..." suara itu akhirnya terdengar dari ruang tamu, pelan tapi tegas.

Alika menahan napas. Suara itu begitu familiar, begitu menggetarkan hati sekaligus menakutkan. Ia menutup matanya sejenak, mengumpulkan keberanian. "Aku di sini," jawabnya dengan suara pelan, tapi ada nada tegas yang tak bisa disembunyikan.

Pintu kamar terbuka perlahan. Daffa muncul dengan langkah lambat, matanya menatap Alika tanpa berkedip. Ada kerutan di dahinya, tapi bukan marah. Lebih pada kebingungan, atau mungkin rasa sakit yang sama seperti yang Alika rasakan.

"Kau... ingin bicara?" tanyanya akhirnya, suaranya rendah, nyaris seperti bisikan.

Alika mengangguk, menelan ludah. "Iya... kita perlu bicara, Daffa. Tentang kita. Tentang rumah tangga kita."

Daffa menghela napas panjang, lalu duduk di kursi dekat jendela, menatap keluar seolah mencari jawaban dari langit malam yang gelap. "Apa yang ingin kau katakan, Alika?"

Alika menunduk, menatap tangannya sendiri. "Aku... aku lelah, Daffa. Lelah menjalani semuanya sendirian. Aku merasa kita... kita sudah terlalu jauh berbeda. Aku sudah mencoba bertahan, mencoba mengerti, tapi sepertinya aku... aku tak mampu lagi." Suaranya mulai bergetar, tapi ia menahan tangis yang hampir tumpah.

Daffa menoleh, matanya menyipit. Ada sesuatu yang berubah di Alika, sesuatu yang membuat hatinya tersentak. "Alika, apa maksudmu?"

Alika menarik napas dalam-dalam, menegakkan tubuhnya. "Aku ingin mengakhiri ini... pernikahan kita, Daffa. Aku ingin kita berpisah."

Daffa terdiam, tatapannya kosong. Kata-kata itu seperti lemparan batu yang menghantam jendela hatinya, pecah menjadi ribuan kepingan kecil. "Berpisah... maksudmu... benar-benar berpisah?" suaranya gemetar, meski ia berusaha terdengar tenang.

Alika mengangguk, air matanya menetes tanpa bisa ia bendung. "Iya. Aku sudah memikirkannya panjang. Aku tidak bisa lagi terus hidup dalam kesunyian yang menyiksa, dalam perasaan yang hanya menimbulkan luka."

Daffa menunduk, wajahnya menutupi rasa sakit yang tak bisa ia ungkapkan. Ia ingin menenangkan Alika, ingin membujuknya untuk tetap tinggal, tapi hatinya sendiri juga sedang bergelut. Mereka menikah dengan cinta, bukan karena keterpaksaan. Dan cinta itu... dulu terasa nyata, kini nyaris memudar di antara kesalahpahaman, jarak emosional, dan harapan yang tak pernah sejalan.

"Alika... aku... aku tidak ingin kau pergi," katanya akhirnya, suaranya serak. "Tapi... aku juga merasa... aku gagal membuatmu bahagia."

Alika menatapnya, hatinya remuk mendengar pengakuan itu. "Daffa, bukan soal siapa yang gagal. Kita hanya... tidak cocok, itulah kenyataannya. Kita terlalu berbeda, dan aku merasa... aku tidak bisa lagi bertahan dalam hubungan ini."

Daffa menutup wajahnya dengan tangan, napasnya tersengal. "Aku... aku tidak menyangka kau akan berkata seperti ini. Aku selalu berharap kita bisa memperbaiki semuanya. Aku selalu berharap kau bisa memberiku kesempatan lagi."

Alika bangkit dari tempat tidur, mendekati Daffa. Ia meletakkan tangannya di bahunya, mencoba menyampaikan rasa hormat dan sayang yang tersisa, meski hatinya remuk. "Daffa... aku tetap menghargaimu. Aku tetap peduli padamu. Tapi ini... ini jalan terbaik untuk kita. Agar kita tidak saling menyakiti lebih dalam lagi."

Daffa menatap Alika lama, matanya memerah, suaranya serak. "Kau... kau benar-benar yakin dengan ini?"

Alika menunduk, menelan air mata. "Aku yakin, Daffa. Aku sudah mencoba bertahan... tapi aku lelah. Aku ingin hidup dengan tenang, tanpa terus merasa tersiksa. Aku ingin kita berpisah... dengan baik, tanpa ada kebencian."

Daffa menghela napas panjang, lalu menunduk. Hatinya hancur, tapi ada sesuatu dalam kata-kata Alika yang membuatnya sadar bahwa memaksa hubungan ini tetap bertahan hanya akan menambah luka. "Baiklah... jika itu yang kau mau... kita akan akhiri ini dengan baik."

Alika menatapnya, perasaan campur aduk-lega, sedih, dan hampa sekaligus. "Terima kasih, Daffa. Terima kasih sudah mengerti."

Keheningan menyelimuti mereka kembali. Tapi kali ini, bukan lagi keheningan yang penuh tekanan, melainkan keheningan yang berat, penuh penerimaan. Keduanya tahu, perjalanan rumah tangga mereka telah sampai di ujung jalan, dan keputusan ini adalah langkah pertama menuju kebebasan-atau mungkin luka baru yang harus diterima.

Daffa menoleh ke Alika, matanya basah. "Aku... aku akan tetap peduli padamu, Alika. Selalu. Meskipun kita berpisah."

Alika tersenyum tipis, meski hatinya sakit. "Aku juga, Daffa. Aku juga akan tetap peduli... tapi kita harus belajar melepaskan."

Mereka duduk diam bersama, dua hati yang terikat oleh kenangan, harapan yang gagal, dan keputusan pahit yang harus diterima. Dan di luar jendela, malam menyelimuti rumah itu dengan dingin, seakan menegaskan perjalanan baru yang akan mereka hadapi-terpisah tapi tetap menyimpan rasa yang pernah indah.

Hari-hari berikutnya dipenuhi dengan persiapan untuk perpisahan. Alika mulai mengemas barang-barangnya, merapikan kenangan yang tersisa, dan menghadapi kenyataan bahwa ia tidak akan lagi melihat Daffa setiap hari. Setiap langkah terasa berat, tapi ada rasa lega yang mulai tumbuh. Ia bisa bernapas lebih lega, meski jantungnya masih sesak oleh rasa kehilangan.

Daffa juga menjalani hari-hari itu dengan hampa. Ia mencoba tersenyum, mencoba menyesuaikan diri dengan kenyataan baru. Tapi setiap kali melihat Alika, hatinya terasa tersayat. Ia sadar bahwa perpisahan ini adalah hal terbaik, tapi itu tidak membuat rasa sakitnya hilang. Ia menatap rumah mereka yang dulu penuh tawa, kini sunyi dan dingin, dan bertanya-tanya apakah keputusan itu benar.

Alika dan Daffa tidak banyak bicara. Mereka berusaha menjaga ketenangan, meski dalam hati masing-masing bergolak. Kadang Alika menangis diam-diam di kamarnya, merindukan kebahagiaan yang dulu mereka miliki. Kadang Daffa menatap foto pernikahan mereka, tersenyum pahit, mengenang janji-janji yang pernah diucapkan.

Tetapi perlahan, mereka mulai memahami satu hal: perpisahan ini bukanlah akhir dari hidup mereka, melainkan awal baru. Mereka harus belajar hidup tanpa saling menyakiti, menghargai waktu yang tersisa, dan menerima bahwa cinta terkadang harus dilepaskan agar kedua hati bisa sembuh.

Dan di balik semua luka itu, ada satu harapan yang samar: bahwa suatu hari nanti, mereka akan mampu memandang satu sama lain dengan damai, tanpa dendam, tanpa penyesalan. Hanya rasa hormat dan kenangan yang tetap abadi, meski jalan mereka kini terpisah.

Malam itu, Alika menatap langit dari jendela kamarnya. Bintang-bintang berkelip pelan, seolah memberikan ketenangan yang ia butuhkan. Ia menarik napas dalam, menutup mata, dan berbisik, "Aku siap melangkah. Aku siap hidup lagi."

Di sisi lain rumah, Daffa duduk di ruang tamu, memegang secangkir teh yang sudah dingin. Ia menatap ke luar jendela, menatap langit yang sama, dan dalam hatinya berbisik, "Aku juga harus belajar melepaskan... walaupun sakit, aku harus kuat."

Begitulah awal dari babak baru hidup mereka-penuh kepedihan, tapi juga harapan. Sebuah perjalanan panjang yang akan menguji keteguhan hati, kesabaran, dan kemampuan mereka untuk melepaskan, demi kebahagiaan yang sebenarnya.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Bangkitnya Istri yang Terbuang
Bangkitnya Istri yang Terbuang
Dalam Bangkitnya Istri yang Terbuang, Dian diusir suaminya saat hamil tua demi wanita lain. Kisah romance modern ini mengikuti perjuangannya bertahan hidup dan menata nasib. Baca web novel penuh drama ini untuk melihat bagaimana pengkhianatan menjadi awal kebangkitan yang tak terduga.
Calon Istriku Gadis Matre
Calon Istriku Gadis Matre
Dalam romance novel Calon Istriku Gadis Matre, Revan membatalkan pernikahan setelah dikhianati Nayla. Namun, pengakuan mengejutkan tentang kehamilan memaksa Revan menghadapi pilihan sulit. Baca kisah ini di web novel modern yang penuh konflik kesetiaan dan tanggung jawab.
Duda Kuat
Duda Kuat
Dalam novel Duda Kuat, Satria menghadapi perceraian ketujuh karena stamina ranjangnya yang luar biasa. Pria ini harus mengungkap misteri obat dari sang kakek di tengah pencarian pasangan yang sanggup mengimbanginya. Baca romance novel dewasa ini sebagai pilihan fiction books terbaik.
Elegant Revenge
Elegant Revenge
Dalam Elegant Revenge, Aira dikhianati suaminya. Mengusung genre romance modern, ia merancang balas dendam elegan dibantu Galang. Simak kisah pengkhianatan ini di web novel kami, pilihan terbaik bagi pembaca yang mencari romance stories penuh perjuangan dan keadilan.
Married to the Scandalous Billionaire
Married to the Scandalous Billionaire
Dijual ibu tirinya demi melunasi utang, Beverley Holmes terpaksa masuk ke dunia Married to the Scandalous Billionaire. Di genre modern ini, Brent Oliver harus memilih antara kekasih rahasia atau pesona istrinya. Baca billionaire romance novels ini untuk mengikuti kisah cinta yang rumit.
Mati Satu Tumbuh Seribu
Mati Satu Tumbuh Seribu
Baca Novel Online Gratis Mati Satu Tumbuh Seribu. Kiara, seorang miliarder, dikhianati tunangannya, Galang, hingga keguguran akibat fitnah selingkuhan Galang di hotel pernikahan. Kiara membatalkan pernikahan dan siap menghancurkan mereka dengan kekuasaannya. Temukan kisah novel modern romantis ini sekarang.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Ayah Pilihan
Ayah Pilihan
Terlahir kembali di tubuh Tessa yang malang, Putri Inna dari Dinasti Mandra menolak jadi korban lagi. Ia meminta sang kakek mengganti ayahnya, lalu memilih Roby, pamannya, sebagai ayah baru. Bersama, mereka menguak tragedi kelam yang menghancurkan Roby sembilan tahun silam.
Siaran Langsung Perselingkuhan
Siaran Langsung Perselingkuhan
Setelah mengetahui bahwa istrinya, yang terlalu berdedikasi untuk menghidupi saudara laki-lakinya dengan mengorbankan keluarga mereka sendiri, telah tidak setia, pria itu berpura-pura hilang dan memulai siaran langsung publik untuk mencarinya. Segera, seluruh kota menyadari perselingkuhan wanita itu.
Cahaya Putri Sejati
Cahaya Putri Sejati
Yuna Yasin, putri sulung Keluarga Yasin awalnya merupakan seorang fisikawan sukses. Namun, ia dipaksa menggantikan adik perempuannya, Belinda Yasin, yang membunuh orang, sehingga harus menjalani hukuman penjara. Setelah bebas, keluarganya memperlakukan Yuna dengan dingin. Bahkan, Belinda juga merebut kekasih Yuna, Rudi Pandana. Dalam keputusasaan, Yuna mengabdikan dirinya pada penelitian fisika. Seiring terungkapnya kebenaran, ternyata yang menyelamatkan Rudi dahulu adalah Yuna, bukan Belinda. Setelah mengetahui bahwa Belinda telah melakukan banyak hal yang menyakiti Yuna, Rudi pun sangat menyesal...
Kembalinya Sang Petinju (Sulih Suara)
Kembalinya Sang Petinju (Sulih Suara)
Mantan juara tinju yang baru keluar dari penjara hidup menyembunyikan identitasnya di sebuah klub tinju. Namun saat organisasi yang dulu merenggut nyawa ayahnya datang menantang, dia tak punya pilihan selain melawan. Dengan tinju baja, dia membongkar dalang di baliknya dan memastikan mereka mendapat hukuman setimpal!
Pengawal Titipan Dunia
Pengawal Titipan Dunia
Titipan Terhebat di Kolong Langit menerima tugas berbahaya: mengawal penjahat besar Rizal Surya ke ibu kota untuk dipenggal. Karena Geng Aditya mengancam akan merampas titipan, perjalanan ini sangat mematikan. Para pengawal titipan bersumpah dengan nyawa untuk melindungi titipan, bertekad menegakkan keadilan. Kepala pengawal Rudianto Utami mengetahui rahasia Ismail - penyuruh yang ternyata adalah Pendekar Pedang yang sudah pensiun. Ia pun mendorong Ismail melindungi perjalanan secara diam-diam. Akhirnya, mereka berhasil mengalahkan Geng Aditya.
Aku Hamil Anak Dosenku?!
Aku Hamil Anak Dosenku?!
Pada hari pertama di semester baru, Emily memergoki pacarnya selingkuh. Malam itu, dia pun menjalin cinta satu malam dengan pria asing bernama Charles. Keesokan harinya, mereka berdua terkejut saat tahu bahwa Charles adalah dosen baru Emily. Mereka tetap bersikap layaknya mahasiswa dan dosen biasa, meski ada kecanggungan yang tak dapat disangkal. Ketika Emily mengira semua hal akan kembali normal, dia ternyata hamil di luar dugaan...