Logo
Akibat Salah Pergaulan
Akibat Salah Pergaulan

Akibat Salah Pergaulan

98 Bab
Tamat
Dalam novel Akibat Salah Pergaulan, hidup sempurna Arabella hancur akibat ulah Oscar. Di tengah perjuangan bangkit bersama Louise Saveero, masa lalu kelam kembali mengancam. Simak kisah romance modern ini tentang pilihan sulit dan usaha mempertahankan kebahagiaan di platform web novel kami.
Bab 1 dari Akibat Salah Pergaulan

“ARAAA!!!!!!” terdengar teriakan keras dari belakang.

“Araa Ara Araaa!!!! Tungguin dong, Ra!” seru Yasti sembari berlari mengejar sahabatnya, Ara.

“Apaan sih, Yas?” tanya Ara kesal. Karena teriakan Yasti terlalu kencang, semua orang yang ada di sekitar mereka memandangi dengan heran.

“Lu tuh kebangetan ya, Ra! Gue panggil, tapi lu cuekin aja,” protes Yasti.

“Sudahlah, Yas. Lu teriaknya kaya lagi kejar maling, bikin malu aja,” celetuk Ara kesal sambil menggelengkan kepala dan menampar pelan kepala Yasti.

“Hehehe. Biar rame gitu dong, Ra. Hari pertama masuk SMA harus seru, kan. Lu mah udah kaya apa gitu," ujar Yasti dengan santai, mengabaikan omelan Ara.

“Iya, seru sih seru. Tapi nggak usah sampe bikin malu juga dong. Lihat aja, orang-orang jadi nengok-nengok gitu,” ucap Ara sedikit kesal.

"Sudah, cepat. Nanti kita terlambat," ajak Ara sambil mempercepat langkah. Waktu yang tersisa sudah sangat sedikit, dan Ara tidak ingin terlambat di hari pertama mereka masuk SMA.

“Ra, semoga kita sekelas lagi ya. Katanya SMA itu menyeramkan, gue takut nih,” kata Yasti dengan wajah cemas.

“Hahaha, malu sama sabuk hitam, Yas," terkekeh Ara saat mendengar perkataan sahabatnya. Yasti adalah pemegang sabuk hitam dan pernah menjadi juara pertama dalam kejuaraan Taekwondo.

“Ih, Ra! Lu ngeselin tau,” protes Yasti.

"Lagian, nggak usah takut-takut. Kita kan berdua. Sabuk hitam kayak lu, kok takut sih," balas Ara sambil tersenyum.

Lima menit telah berlalu dan mereka akhirnya tiba di gerbang sekolah. Meskipun terlambat, beruntung mereka tidak dikenai hukuman apa pun. Terlihat di depan gerbang bahwa para murid telah berbaris di tengah lapangan, jadi keduanya berlari menuju barisan.

"Tess, Tess. 1,2,3," terdengar suara mikrofon.

Di depan mereka, seorang wanita dewasa siap memberikan arahan pada para siswa yang berbaris rapi di lapangan.

"Halo semuanya! Selamat pagi bagi para siswa dan siswi baru yang bergabung di sini. Saya adalah Rita, Kepala Sekolah Oakmont."

Setelah memberi sapaan dan sambutan pada para siswa baru, kegiatan orientasi dimulai dengan bantuan kakak osis yang bertanggung jawab. Mereka membagi para murid baru menjadi empat kelompok, masing-masing terdiri dari lima belas orang dan didampingi oleh dua anggota osis.

Mengapa begitu sedikit?

Alasannya karena tes masuk ke sekolah ini cukup sulit dan rumit. Biayanya juga cukup mahal, dan persyaratan serta ketentuannya sangat rumit. Tidak semua orang bisa masuk ke sekolah ini. Untuk mendapatkan beasiswa saja, siswa harus mencapai nilai tertentu dalam setiap mata pelajaran dan nilai keseluruhan juga harus dipertimbangkan. Jika nilai di mata pelajaran tertentu kurang, maka nilai keseluruhan akan dipertimbangkan sebelum diputuskan apakah siswa tersebut layak diterima atau tidak. Masuk ke sekolah ini membutuhkan perjuangan yang keras.

Dan, Arabella Raveen berhasil! Semua itu terjadi berkat kerja kerasnya belajar siang dan malam.

"Wooohooo!! Ra, kita satu tim!" teriak Yasti sambil melompat kegirangan. Meskipun Ara masih kesal padanya, tapi Yasti tak kehilangan semangat.

"Seriusan? Baguslah," jawab Ara dengan tak terlalu antusias.

"Hah! Mulai sombong nih!" komentar Yasti.

"Jangan marah lagi, Ra. Gue kan sudah minta maaf," kata Yasti dengan suara penuh permohonan.

"Iya, iya. Tapi jalannya jangan kayak kura-kura. Coba berjalan lebih cepat. Untungnya kita tidak kena hukuman, kalau tidak bagaimana?" keluh Ara pada Yasti yang hanya tertawa. Dia tahu bahwa sahabatnya itu tidak akan benar-benar kesal padanya.

"Iya, Bu Ketua!" seru Yasti dengan lantang, tanpa sadar menarik perhatian orang sekitar.

"Eh, kamu dengan rambut kuda! Jangan berisik! Perhatikan dan dengarkan arahan Ketua OSIS," tegur kakak kelas, membuat mereka di sekitar mulai menatap mereka.

"Rambut gue kayak kuda?! Apa-apaan itu?!" terkejut Yasti, namun juga merasa kesal.

"Diam-diam sedikit, Yas. Nanti lu lagi-lagi ditegur," pintanya Ara pada Yasti yang tampak tidak senang disebut seperti itu. Memang suara Yasti terlalu keras sehingga terdengar oleh orang di sekitar mereka dan membuat mereka mendapatkan teguran.

Setelah pengarahan, semua peserta mulai berkumpul dengan grup masing-masing untuk memulai kegiatan orientasi.

“Halo, salam kenal sekali lagi. Jika ada yang lupa atau tidak memperhatikan, saya Reas Navarro. Tadi sudah diinfokan secara garis besar, jadi sekarang saya hanya akan menambahkan beberapa hal yang perlu kita lakukan hari ini.” Reas Navarro memperkenalkan dirinya dengan ramah di hadapan grup yang berisi Ara dan Yasti.

Menurut Ara, tampaknya Reas sedikit menyindir mereka berdua, terutama Yasti. Karena suara Yasti terdengar sangat kencang pada saat itu. Ara sendiri tidak pernah membuat suaranya bekerja keras seperti Yasti.

Terlihat seperti orientasi yang melelahkan, meskipun kegiatan yang diadakan bermanfaat bagi Ara, Yasti, dan peserta lainnya.

“Hah! Gila! Capek banget, deh!” gerutu Yasti dengan marah. “Ini orientasi apa neraka? Kenapa cuma gue yang disiksa?!” Terus-terusan mengeluh dan meluapkan kekesalannya, seakan-akan masih belum cukup.

“Maafkan gua, Yas. Sepertinya mereka sudah menandai lu karena kejadian tadi. Jadi, mereka sengaja menumpahkan semua tugas kepada lu. Padahal, gua juga bersuara saat itu. Gua sangat menyesal,” jelas Ara dengan penuh rasa bersalah.

“Mereka yang salah, Ra. Kenapa lu yang minta maaf sih! Kebiasaanmu banget, suka menggantikan orang meminta maaf,” gerutu Yasti pada Ara.

“Bukan begitu, Yas. Gua merasa tidak enak dan bersalah pada lu. Lu jadi kesulitan sendiri,” ujar Ara dengan suara lirih.

“Tidak apa-apa. Selain itu, lu juga membantu gue dan ini bukan salah lu. Mereka yang merasa tersinggung pada gue. Awas saja kalau uuph…” Ara cepat-cepat menutup mulut Yasti ketika melihat Ketua Osis dan Wakilnya mendekat ke arah mereka.

“Sssttt! Diam saja, Yas. Ketua Osis dan Wakilnya datang ke sini,” bisik Ara pada Yasti sambil menunjuk dengan wajahnya ke arah kedua orang itu.

“Ishh! Mau apa lagi coba mereka datang ke sini. Gue benar-benar tidak suka, apalagi dengan wakilnya,” ujar Yasti dengan rasa tidak suka.

“Sabarlah dan tahan saja,” Ara mencoba menenangkan Yasti karena dia tahu betul sifat sahabatnya itu. Dia berani mengambil tindakan dan tidak kenal takut selama dia tidak melakukan kesalahan.

“Halo, kalian sudah bekerja keras, terutama kamu. Nama kamu siapa?” sapa Ketua Osis dengan ramah.

“…,” Yasti diam dan menunjukkan rasa tidak suka. Ara mencubit pinggang Yasti pelan agar dia mau menjawab.

“Yasti,” jawabnya singkat.

“Baik, Yasti Radinka. Lalu, kamu siapa?” balas Ketua Osis dengan sopan.

Ara diam dan memikirkan apapun yang dia ingin katakan. Sudah diketahui nama mereka, mengapa masih harus bertanya? Ara memilih untuk diam saja.

“Saya, Arabella Raveen, Kak,” ujar Ara dengan sopan.

“Baik, kalian berdua melakukan tugas yang sangat baik tadi. Saya datang untuk meminta maaf karena salah satu anggota kami melakukan hal yang tidak adil pada kalian, terutama pada Yasti. Orang tersebut adalah wakil saya. Jadi, maafkan saya karena tidak dapat mengatur anggota kami. Teman saya juga ingin mengatakan sesuatu pada kalian. Silakan, Lesti,” jelas Reas pada mereka berdua.

“….”

Menurut Ara, Ketua Osis yang bernama Reas Navvaro terlihat keren karena ia memiliki keberanian untuk meminta maaf, meskipun bukan ia yang melakukan kesalahan. Lebih dari itu, Reas juga meminta temannya untuk meminta maaf kepada Yasti.

Ara memandang ke arah Yasti, dan melihat ekspresinya yang sedikit lebih baik dari sebelumnya. "Lesti, bisakah kamu mengatakan apa yang telah kita diskusikan sebelumnya, terutama kepada Yasti?" dengan sopan meminta Lesti untuk bertindak.

Dengan enggan dan terpaksa, Wakil Ketua Osis meminta maaf kepada Yasti, ''Maaf, saya meminta maaf atas kejadian tadi.'' Kalau bukan karena Reas yang meminta, Lesti tidak akan mungkin melakukannya, gumam Lesti dengan raut muka yang kurang senang. Sebenarnya, Lesti sangat memperhatikan harga dirinya, terlebih lagi ia menyukai Reas yang tidak pernah memberikan respon. Namun Lesti tak bisa menahan perasaannya ketika melihat Reas tertarik pada Ara, seorang anak baru di sekolah yang juga merupakan teman dari si pembuat onar yang mereka kerjai.

Tentu saja, mereka tidak hanya mengejek Yasti, tapi juga Ara. Hanya saja, porsi ejekan yang diterima Ara tidak sebanyak Yasti.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Asmara Setelah Pernikahan Paksa
Asmara Setelah Pernikahan Paksa
Dalam novel Asmara Setelah Pernikahan Paksa, Fei Livi terikat janji demi melunasi hutang ibu tirinya. Di genre romance modern ini, ia harus melahirkan anak sebelum pergi. Menghadapi suami yang belum move on, mampukah ia bertahan? Baca romance stories ini di platform web novel kami.
Cinta Sepasang Operator Data
Cinta Sepasang Operator Data
Dalam romance novel Cinta Sepasang Operator Data, Rizal, seorang duda beranak dua, berjuang memenangkan hati wanita idamannya yang berusia lebih tua. Ia harus menghadapi berbagai rintangan berat demi membangun masa depan baru. Baca kisah perjuangannya di online novel modern ini.
Disgraced Wife
Disgraced Wife
Dalam novel romance modern Disgraced Wife, El Barack Nagara membeli Bellina demi keturunan dinasti billionaire. Bellina terjebak pernikahan paksa dan harus meninggalkan kekasihnya. Akankah ia lepas dari jeratan El atau justru jatuh cinta? Baca web novel ini untuk kisah selengkapnya.
Gadis Nakal Itu Milikku
Gadis Nakal Itu Milikku
Dalam Gadis Nakal Itu Milikku, Grace harus menghadapi konflik batin setelah dipermalukan oleh Edward. Di tengah rasa bersalah dan cemburu terhadap Kevin, Edward berjuang memahami perasaannya dalam romance novel ini. Baca kisah modern novel penuh emosi ini di platform web novel kami.
Hubungan Terlarang Berkedok Belajar Berkemudi
Hubungan Terlarang Berkedok Belajar Berkemudi
Melalui novel romantis Hubungan Terlarang Berkedok Belajar Berkemudi, sebuah sesi latihan menyetir dengan ayah sahabat sendiri berubah menjadi ketegangan intim yang tak terkendali. Baca novel online gratis ini yang menguji batas moral ketika sentuhan fisik mulai melintasi batas wajar.
Michael Obsession
Michael Obsession
Michael Obsession mengisahkan Michael yang memanfaatkan krisis perusahaan Casandra demi memilikinya. Casandra terpaksa meninggalkan kekasihnya demi tuntutan pernikahan ini. Simak kelanjutan billionaire romance novels ini dalam webnovel modern novel yang penuh dengan ambisi dan kuasa.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Begitu Pergi dari Rumah, Dia Berubah
Begitu Pergi dari Rumah, Dia Berubah
Di kehidupan sebelumnya, Sindy memberikan segalanya untuk pastikan masa depan ayah dan ketiga kakak laki-lakinya cerah. Waktu keluarga itu akhirnya sukses, kakak perempuan Sindy kembali dan merebut kasih sayang mereka semua. Saat membuka matanya lagi, Sindy kembali ke waktu orang tuanya baru saja bercerai. Di kehidupan ini, dia memilih untuk ikut ibunya yang menikah lagi dan pindah ke Keluarga Surya.
CEO Itu Ayah dari Bayi Kembarku!
CEO Itu Ayah dari Bayi Kembarku!
Sophie yang polos ditipu oleh ibunya hingga melakukan operasi inseminasi buatan dan menjadi ibu pengganti, tapi pihak rumah sakit malah salah memasukkan sperma! Sementara ibu dan adiknya memaksanya aborsikan anak itu. Sophie akhirnya dipaksa ke ujung tanduk. Saat itulah dia dapat kabar bahwa anak dalam rahimnya adalah anak sang miliuner, Ryder! Karena merasa bertanggung jawab, Ryder bawa dia pulang. Pelan-pelan mereka pun mulai jatuh cinta, di saat ini, mantan tunangan Ryder malah muncul! Apakah kisah cinta mereka akan berakhir bahagia?
Leluhur 10 Tahun​​
Leluhur 10 Tahun​​
Batu Pelindung Rumah keluarga Wijaya patah. Heri Wijaya bersama para kerabat mencari Arman Wahyuni, seorang anak lelaki berusia sepuluh tahun yang ternyata adalah reinkarnasi leluhur mereka. Mereka memohon padanya untuk kembali guna memulihkan berkah keluarga. Namun, Arman menolak dengan alasan karma telah berakhir, dan memilih untuk kembali ke keluarga Wahyuni. Di sana, ia justru difitnah oleh cucu angkat, Agus Wahyuni, serta dicemooh dan ditolak oleh sanak saudaranya sendiri. Pada akhirnya, ia diusir. Tak lama setelah kepergiannya, keluarga Wahyuni dilanda berbagai malapetaka tanpa henti. Mereka baru menyesal, namun semuanya sudah terlambat.
Cinta Memang Datang Begitu Saja
Cinta Memang Datang Begitu Saja
Setelah selamat dari upaya pembunuhan, seorang CEO wanita yang berkuasa kehilangan ingatannya. Dia berkeliaran di jalanan sebagai pengemis, dia diterima oleh seorang CEO yang tampaknya lemah tetapi berpengaruh. Keduanya menikah kilat, lalu bersama menghadapi penghinaan terus-menerus dari keluarganya, hanya saja tak ada yang tahu dia punya identitas lain...
Maut dan Hasrat di Matamu
Maut dan Hasrat di Matamu
Diadaptasi dari novel "MONSTER IN HIS EYES" karya J.M. Darhower. Karissa Reed hidup di bawah kendali ibunya yang posesif dan mantan pacarnya yang abusif, Tommy. Hidupnya berubah ketika Naz Vitale menyelamatkannya, seorang mantan narapidana berbahaya sekaligus bos mafia. Sisi gelap Naz membangkitkan rasa ingin memiliki dalam diri Karissa. Lewat tiap ciuman dan langkah berani, dia pertaruhkan segalanya demi hasrat, rasa ingin tahu, dan cinta terlarang. Mampukah Karissa bertahan di dunia Naz dan berani mencintai pria yang harusnya dia takuti?
Pelindungku yang Cantik
Pelindungku yang Cantik
Lima belas tahun yang lalu, Evan, seorang anak laki-laki jenius dan pewaris keluarga Bailey yang terhormat, diadopsi oleh keluarga Harrison setelah kehilangan orang tuanya dan mengalami penyiksaan dari putra mereka. Beruntungnya, empat bibi Evan yang menakjubkan-masing-masing memiliki kehebatan unik sebagai pejuang yang kuat, aktris terkenal, dokter yang dapat membuat keajaiban, dan taipan bisnis yang sukses-menemukannya, menghujani Evan dengan cinta. Bersama-sama, mereka mengatur pembalasan terhadap orang-orang yang telah menganiaya dirinya.